| NU Care-LAZISNU Targetkan Capaian Zakat 20 Triliun di Tahun 2020 (Sumber Gambar : Nu Online) |
NU Care-LAZISNU Targetkan Capaian Zakat 20 Triliun di Tahun 2020
"Saya mengharapkan pada muktamar 2020 nanti laporan keuangan NU paling tidak saldonya adalah 20 triliun rupiah," jelas Syamsul di hadapan para pengurus LAZISNU se-Indonesia.Untuk merealisasikan target tersebut, tambah dia, NU Care-LAZISNU sudah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk bangun sistem tata kelola yang profesional, baik dan juga modern, salah satu program tersebut adalah dengan menjaring zakat, infaq dan sedekah melalui jaringan seluler.
"Bagi yang pakai Telkomsel, coba ketik *888*1926#, disitu kita bisa melakukan penggalangan dana (fundraising)," tambahnya.
Ustadz Felix Siaw
Dikatakannya, untuk sementara program tersebut masih terbatas pada pengguna Telkomsel saja, untuk pengguna Indosat dan XL masih dalam proses komunikasi antara NU Cara-LAZISNU dengan pihak perusahaan."Kita juga menjalin kerjasama dengan BRI yang punya program Laku Pandai, BRI ini cocok dengan karakter NU, karena nasabahnya mampu menyentuh kalangan menengah ke bawah, selain BRI NU Care juga menjalin kerjasama dengan Ipaymu dan Coconut," katanya.
Ustadz Felix Siaw
Ditambahkannya, selama ini permasalahan pokok yang ada dalam tubuh LAZISNU bersumber pada tiga hal, yaitu belum terciptanya jamaah dalam berzakat, belum punya sistem manajemen yang baik dan belum lahirnya ruhul jihad dalam mental para pengurus."Dan tantangan bagi NU Care-LAZISNU adalah bagaimana caranya agar ketiga persoalan tersebut dapat terselesaikan," tambahnya.
Untuk itu, kata dia, sampai saat ini NU Care-LAZISNU terus melakukan pembenahan sistem diantaranya dengan belajar kepada lembaga amil zakat yang sudah sukses seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat dan juga Lazisnu daerah seperti Lazisnu Jepara dan Sukabumi.
Namun demikian, tambah dia, tentu saja nantinya akan ada inovasi dan penyesuaian agar ada kesamaan dengan karakter warga NU.
Adapun teknis penyaluran dana kepada mustahiq, LAZISNU akan menggandeng lembaga dan banom NU seperti Lembaga Kesehatan NU untuk membiayai kesehatan warga miskin dan IPNU untuk beasiswa pelajar miskin dan berprestasi, namun demikian secara keseluruhan alokasi penyalurannya akan dibagi 60 persen untuk dana produktif dan 40 persen untuk dana konsumtif. (Aiz Luthfi/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Hadits, Kajian Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar