Senin, 18 Agustus 2008

Kaos Gus Dur dan Kiai Hasyim Laris Manis

Jombang, Ustadz Felix Siaw . Muktamar NU, di Jombang tidak saja menjadi ajang berkumpulnya Nahdliyin di seluruh Indonesia dan luar negeri, namun juga menjadi medan bisnis bagi masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. Ama Siswanto (25), mengaku bersyukur dengan adanya hajatan organisasi Islam terbesar di Indonesia itu. 

"Jika biasanya per hari saya hanya bisa menjual enam hingga tujuh kaos, sekarang bisa mencapai 50 hingga 100 kaos," kata Ama yang berjualan di areal GOR Jombang, Senin (2/8) malam.

Kaos Gus Dur dan Kiai Hasyim Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaos Gus Dur dan Kiai Hasyim Laris Manis (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaos Gus Dur dan Kiai Hasyim Laris Manis

Kaos berlogo Muktamar NU ke 33, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asari, dan Gus Dur bersaing menjadi permintaan peserta, persentasenya menurut Ama seimbang.

Ustadz Felix Siaw

"Orang Jujur Kenal Gus Dur" merupakan salah satu kaos dijual Ama. "Untuk kaos oblong, Rp30 ribu, kalau berkerah Rp40 ribu," kata Ama menjelaskan nilai dagangannya.

Perihal ia memilih salah satu kaos bertuliskan "Orang Jujur Kenal Gus Dur" dilengkapi gambar KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur, Ama yang awalnya minder berjualan kaos dengan bermodal sablon digital menyatakan sosok Presiden ke-4 RI yang sebelumnya menjabat Ketua PBNU selama tiga periode merupakan sosok ceplas-ceplos, apa adanya.

Ustadz Felix Siaw

"Itu alasannya kaos tersebut berbunyi demikian," kata Ama yang memiliki industri kecil "Jombang Banget. Oleh-Oleh Khas Jombang" itu menjelaskan. (Gatot Arifinto/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Amalan, Tokoh Ustadz Felix Siaw

Rabu, 13 Agustus 2008

PBNU Desak Pemerintah Atasi Melemahnya Rupiah

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum PBNU hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, KH Said Aqil Siroj berharap nilai mata uang rupiah yang kini melemah hingga menembus Rp 14 ribu tidak naik lagi. PBNU berharap pemerintah mempunyai langkah untuk mengatasi melemahnya rupiah terhadap dolar AS.

"Saya mengharapkan terutama tim ekonomi pemerintah sekarang ini betul-betul harus mempunyai kiat atau kebijakan yang jitu, bagaimana mempertahankan agar rupiah? tidak naik lagi," ujar Kang Said, sapaan akrabnya, saat berkunjung di Jombang, Selasa (25/8).

PBNU Desak Pemerintah Atasi Melemahnya Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Desak Pemerintah Atasi Melemahnya Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Desak Pemerintah Atasi Melemahnya Rupiah

Kedatangan Kang Said yang didamping H Saifullah Yusuf di kota santri ini adalah yang pertama setelah digelarnya Muktamar ke-33 NU di Jombang, 1-5 Agustus 2015 lalu. Rombongan PBNU ini datang untuk berterima kasih atas suksesnya kegiatan Muktamar NU.

Ustadz Felix Siaw

Melemahnya Rupiah terhadap dolar AS hingga Rp 14 ribu, kata Said, sudah sangat maksimal, meski diakuinya memang melemahnya nilai rupiah adalah pengaruh ekonomi global. Karena itu, pihaknya mendesak pemerintah melakukan langkah penguatan ekonomi fundamental. "Ini sudah maksimal lah Rp 14 ribu, jangan sampai naik lagi,"ujarnya

Ustadz Felix Siaw

Sebagai Ormas, PBNU selalu siap memberikan masukan terhadap pemerintah dalam upaya mempertahankan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Kang Said juga meyakini, tim ekonomi pada kabinet kerja diisi oleh orang-orang mumpuni dalam urusan ekonomi propesional.

“Mereka cukup bisa untuk mengatasi ekonomi Indonesia sekarang," pungkasnya seraya menyebut Menko Rizal Ramli, Darmin itu semua orang pintar. “Semua saya yakin mereka bisa mengatasi ekonomi sekarang.” (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax Ustadz Felix Siaw