Senin, 29 November 2010

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Jombang, Ustadz Felix Siaw - Tahun ajaran 2016/2017 ini, setidaknya ada 160 peserta yang telah diterima di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur. Padahal tahun sebelumnya hanya ada 60-an siswa dan siswi. Sebuah perkembangan yang membanggakan.

Salah satu yang menjadi penyebab perkembangan tersebut adalah doa para tetangga dan kepedulian madrasah kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Ini berkat dukungan dan doa bapak dan ibu yang selalu diberikan kepada madrasah kami," kata Faizun Amir, Senin (20/6).

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Kepala MAU WH ini kemudian menceritakan bahwa MAU WH secara rutin memberikan bantuan dan perhatian kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS yang memberikan sumbangan berupa uang tunai dan sembako ke tetangga para dhuafa," kata Pak Faiz, sapaan akrabnya.

Ustadz Felix Siaw

Di samping doa dan kepedulian dariu tetanggan, Pak Faiz juga berkeyakinan lantaran di MAU WH selalu diadakan khatmil Quran. "Kegiatan tersebut selalu diikuti para wali murid dan guru di sini," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Berkat sejumlah ikhtiar tersebut, maka prestasi para siswa dan siswi juga membanggakan. Pada pemilihan pelajar terbaik tingkat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas beberapa waktu lalu, juara pertama dan ketiga diraih oleh siswa dan siswi MAU WH.

"Hal ini menunjukkan bahwa MAU WH benar-benar unggul," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab. Wakil Bupati Jombang tersebut juga mempercayakan salah satu cucunya untuk mendaftar di madrasah ini.

Pada saat memberikan sambutan, Wabup Jombang mengajak para anak yatim dan fakir miskin untuk tetap semangat belajar dan nyantri. "Jangan takut masalah biaya, asal sungguh-sungguh kalian pasti berhasil," katanya.

Sebagai wujud terimakasih, di halaman madrasah setempat diadakan acara pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan mengundang tetangga untuk buka puasa bersama.

Pagi hari, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan khatmil Quran di aula madrasah dan pembagian zakat fitrah sebanyak 250 paket.

Saat sore, diberikan tali asih kepada 96 yatim piatu dan 36 fakir miskin yang dipungkasi buka bersama. Ny Hj Mundjidah Wahab ikut hadir bersama keluarga, termasuk sejumlah cucu. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Selasa, 23 November 2010

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

Majalengka, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Majalengka menyesalkan beredarnya cokelat yang beredar bonus kondom atau alat kontrasepsi jelang Hari Valentine. IPNU memprotes keras penjualan paket itu di beberapa minimarket.

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

"Kami menemukan di beberapa minimarket dan swalayan di sekitar Majalengka dan Jatiwangi ada cokelat yang dijual bersama kondom. Ini bisa jadi rayuan juga karena beredarnya pada saat menjelang valentine," ujar Wakil Ketua IPNU Majalengka Azhar Faturahman, Jum’at (13/2) saat ditemui Ustadz Felix Siaw di Gedung PC NU Majalengka.

Menurut Azhar, kondom merupakan alat kontrasepsi konsumsi orang dewasa yang telah menikah, sedangkan cokelat selama ini identik dengan pemberian di Hari Valentine. Azhar khawatir, paket cokelat dan kondom tersebut menyasar pada konsumen pelajar maupun mahasiswa.

Ustadz Felix Siaw

"Cokelat kok dikaitkan dengan kondom, lalu apa hubungannya? Lah ini pun seolah mengajak para generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan ini jelas merusak moralitas para pelajar," ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Ia mengingatkan bahwa hari kasih sayang yang kalaupun ingin diperingati bukanlah ajang untuk melakukan seks bebas. Remaja harus memahami menjaga kesehatan reproduksinya dan risiko melakukan seks pranikah.

Mantan Ketua PAC IPNU Jatitujuh ini berharap, pemerintah, KPAI dan pihak-pihak terkat? bertindak cepat untuk menarik peredaran paket tersebut. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal, Syariah Ustadz Felix Siaw