Rabu, 25 April 2012

UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis

Sidoarjo, Ustadz Felix Siaw - Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo, Jawa Timur, berada di posisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di kelompok Madya. Hal ini atas penilaian dari Koordinator Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) VII yang diselenggarakan oleh Kopertis VII dalam ajang Anugrah Kampus Unggul 2016 pada Selasa, 26 April lalu.

Berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah VII Nomor: 063/K7/SK/KL/2016 tanggal 16 Mei 2016 tentang penetapan PTS penerima Anugerah Kampus Unggulan dan Unggul Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Kopertis VII, UNU Sidoarjo menempati posisi ke-37 di kelompok Madya. Sedangkan tahun 2015 lalu, kampus tersebut menempati peringkat 42 di kelompok yang sama.

UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo Naik Peringkat pada Anugrah Kampus Unggul Kopertis

Rektor UNU Sidoarjo, Fatkul Anam, mengaku senang dengan hasil yang diperoleh tahun ini. Targetnya, semakin tahun peringkat UNU Sidoarjo akan semakin naik.

Ustadz Felix Siaw

"Meski kita kampus baru, kita tidak kalah dengan kampus-kampus lain. Semoga dengan semakin meningkatnya peringkat ini akan dapat memacu civitas akademika untuk giat memberikan yang terbaik demi kemajuan kampus dan peningkatan peringkat," ungkap Rektor yang akrab disapa Pak Anam itu, Senin (25/7).

Senada dengan Anam, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UNU Sidoarjo, Hadi Ismanto mengatakan, UNU yang baru berusia dua angkatan sangat bersyukur bisa menempati posisi sebagai Madya.

Ustadz Felix Siaw

"Bagi kami, bisa masuk di kelompok kampus Madya merupakan kebanggaan, karena usia UNU Sidoarjo masih belum tiga tahun tapi bisa menempati posisi tersebut, dari 329 perguruan tinggi di regional VII," ucap Hadi.

Anugerah Kampus Unggul yang digelar oleh Kopertis VII ini bertujuan untuk mendorong peningkatan mutu kampus-kampus swasta yang ada di wilayah naungannya. Selain itu juga memacu perguruan tinggi untuk taat asas.

Dalam penganugerahan tersebut, Kopertis VII membagi penghargaan dalam tiga kelompok, yakni: Pratama, Madya, dan Utama. Tiga kelompok tersebut diisi oleh universitas, institut, sekolah tinggi, akademi, dan politeknik. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga, Pertandingan, IMNU Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 21 April 2012

Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU di Bojonegoro

Bojonegoro, Ustadz Felix Siaw

Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani Syekh Muhammad Fadhil al-Jailani al-Hasani menghadiri peringatan hari lahir ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)
Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU di Bojonegoro (Sumber Gambar : Nu Online)

Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani Meriahkan Harlah NU di Bojonegoro

Syekh Fadhil memberikan ijazah (sanad keilmuan) kepada para jamaah yang hadir, berua shalawat dan lainnya, yang dibacakan dengan menggunakan bahasa Arab. Setelah membacakan ijazah itu, para jamaah secara serentak mengucapkan qabilna atau kami terima.

Di hadapan ribuan warga NU, ia mengaku hanya Indonesia yang paling ia senangi selama berkeliling dunia. "Sudah sembilan tahun datang ke Indonesia, tidak pernah merasa menjadi orang asing di Indonesia. Indonesia negera kedua saya," kata Syekh Fadhil, melalui penerjemah Abdul Aziz Ibnu Abdil, Sabtu (23/4) itu.

Ustadz Felix Siaw

Syekh Fadhil juga menjelaskan tentang keistimewaan angka tujuh. "Hikmah angka 7 banyak, angka itu keramat, angka istimewa," katanya yang juga memaparkan bahwa setiap perbuatan baik diganjar 10 dan setiap sepuluh itu berlipat tujuh, sehingga menjadi 70. Syekh Abdul Qodir juga dikatakan sebagai wali tingkat tujuh di antara wali-wali yang lain.

Acara digelar di halaman Yayasan Pondok Pesantren Raudlotut Tholibin (YPPRT) Balen. Cucu Syekh Abdul Qodir al-Jailani asal Turki itu mendapat sambutan hangat dari warga NU. Usai kegiatan, jamaah yang berbaju putih-putih secara bergantian berjabat tangan dengannya secara tertib.

Ustadz Felix Siaw

Sebelum pengajian dimulai, momen peringatan harlah ke-93 NU ini diisi acara pengukuhan para pengurus baru Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Balen. Ketua MWCNU Kecamatan Balen H Mulazim menyebut para pengurus baru sebagai generasi mendatang kepemimpinan NU. (M. Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pemurnian Aqidah, Meme Islam, Quote Ustadz Felix Siaw

Rabu, 11 April 2012

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) menyebut kekhasan pengembangan Islam di Nusantara. Jaringan ulama Aswaja yang memiliki kedalaman ilmu agama dan meleburnya mereka di tengah masyarakat, dengan sendirinya membentuk corak masyarakat Nusantara yang khas pula.

“Keterlibatan ulama di tengah perubahan masyarakat tanpa henti, menjadi ciri khas ulama Nusantara yang bertanggung jawab untuk terus memberikan tawaran pemikiran yang terbaik di zamannya,” kata Gus Mus pada forum yang diinisiasi Jakarta Foreign Correspondents Club (JFCC) di Jakarta, Kamis (28/5).

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Nusantara Kembangkan Islam dengan Ilmu dan Pergulatan Sosial

Pada diskusi bertema Indonesias Role In Addressing Global Islamist Extremism, Gus Mus yang hadir sebagai narasumber menyebut, konsekuensi dari metode dakwah ulama Nusantara itu berujung pada pembentukan masyarakat muslim yang bergerak dalam bimbingan ulama itu sendiri.

Ustadz Felix Siaw

“Dengan kedalaman ilmunya dan pemahaman atas dinamika sosial itu, para ulama mengedepankan kebersamaan, gotong royong, dan persatuan sosial. NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, jelas merupakan konsep yang mencerminkan pemahaman Islam Aswaja yang berintikan rahmat terhadap sesama,” kata Gus Mus.

NU sendiri hadir dalam rangka merawat kebersamaan jaringan ulama Aswaja di Nusantara dalam tugasnya membimbing masyarakat. Para pendiri NU dengan kesadarannya akan jaringan ulama Nusantara ini mencoba menajamkan gerakan agar lebih terstruktur untuk memegang prinsip lama dan mengembangkan diri.

Ustadz Felix Siaw

Gus Mus kemudian menyebut NU sebagai komunitas epistemik dalam pengertian, “Kelompok ulama sebagai intelektual pemikir yang terus-menerus mengembangkan gagasan-gagasan mengenai Islam Nusantara sebagai sistem nilai dan penerapannya dalam menanggapi masalah-masalah aktual dari waktu ke waktu.”

NU juga membangun struktur kepemimpinan sosial yang efektif dengan ulama dalam posisi tertinggi. Dengan supremasinya di tengah masyarakat, ulama NU membimbing basis massanya yang luas dalam mengamalkan ajaran Islam Nusantara dalam praktik nyata hidup keseharian. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw PonPes, Nasional, Kyai Ustadz Felix Siaw

Jumat, 06 April 2012

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siaw - Sebanyak 1500 santri Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa ikut memeriahkan Konferensi Cabang Nahdlatul XVI. Mereka menggelar konvoi sejauh 30 km ke lokasi konferensi di Pondok Pesantren Cipasung Singaparna, Kamis (29/12).

Gemuruh nyanyian mars Baitul Hikmah dan lagu-lagu khas NU menghiasi rombongan santri berseragam putih di atas mobil bak. Tercatat 45 mobil santri putra dan putri ditambah sembilan mobil ranting NU di seluruh Salopa.

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Konferensi NU, 1500 Santri Konvoi Sejauh 30 Km

Pengasuh Pesantren Baitul Hikmah Haurkuning Salopa KH Acep Salahudin mengatakan, konvoi ini dilandasi oleh rasa kepemilikian terhadap NU. NU merupakan pesantren besar dan pesantren merupakan NU kecil.

Ustadz Felix Siaw

Ketua MWCNU Salopa ini melanjutkan, tidak hanya santri yang dikerahkan, tapi ranting-ranting NU pun ikut memeriahkan. Setiap ranting NU menggunakan satu mobil. Rombongan MWCNU Salopa juga berpartisipasi.

Ustadz Felix Siaw

“Ini semua dalam rangka rasa memiliki, NU milik kita, milik pesantren, milik seluruh umat Muslim,” jelas putra Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2010 KH Saepuddin Zuhri rahimahullah.

Salah satu santri Haurkuning yang mengikuti konvoi, Asy’ari, mengatakan dirinya merasa bangga dengan mengikuti kegiatan ini. “Ketika ada momen seperti ini saya teringat wasiat KH Saepuddin Zuhri. Yang pertama wajib mertahankeun aqidah syariah dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah. Yang kelima kudu jadi NU.” (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Aswaja Ustadz Felix Siaw

Senin, 02 April 2012

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja

Jenewa, Ustadz Felix Siaw. Indonesia mendorong Organisasi Buruh Internasional (International Labour Organization/ILO) untuk memperbaiki tata kelola migrasi pekerja secara global.

Hal tersebut ditegaskan oleh Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Haiyani Rumondang, dalam pernyataannya di depan sidang sesi ke-331 Governing Body (GB) ILO di Jenewa, Swiss, pada Kamis (8/11) waktu setempat.

“Tata kelola migrasi pekerja yang adil dan efektif sangat penting guna memastikan perlindungan hak-hak pekerja migran. Mengingat perlindungan pekerja migran merupakan isu prioritas bagi Indonesia, Pemerintah RI akan senantiasa mendukung upaya global, termasuk penguatan peran ILO, dalam memperbaiki tata kelola migrasi pekerja di berbagai level,” kata Dirjen Haiyani di hadapan Direktur Jenderal ILO dan seluruh negara anggota, wakil pekerja dan pengusaha anggota GB ILO.

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Dorong ILO Perbaiki Tata Kelola Migrasi Pekerja

Haiyani menambahkan bahwa Indonesia mendukung inisiatif ILO untuk meningkatkan bantuan teknis kepada negara-negara anggota dalam hal pengembangan ketrampilan bagi pekerja migran agar dapat selaras dengan permintaan pasar kerja global. 

Ditekankannya pula bahwa Indonesia juga telah mengembangkan berbagai program pelatihan guna meningkatkan ketrampilan dan kompetensi para pekerja migran Indonesia yang dilaksanakan oleh 281 pusat pelatihan di berbagai wilayah di Indonesia.

“Dalam pertemuan ini, GB telah menyetujui Rencana Aksi ILO untuk Tata Kelola Migrasi Pekerja yang Efektif dan Adil. Rencana Aksi tersebut merupakan tindak lanjut resolusi yang disahkan dalam pertemuan International Labour Conference (ILC) pada bulan Juni 2017 yang lalu dan akan diimplementasikan dalam lima tahun ke depan” demikian disampaikan oleh Duta Besar Hasan Kleib, Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional ainnya di Jenewa. 

Ustadz Felix Siaw

Duta Besar Hasan Kleib juga menambahkan bahwa dalam implementasi Rencana Aksi tersebut, ILO berencana akan mengembangkan database ILOSTAT mengenai migrasi pekerja di berbagai kawasan dengan merujuk pada model yang selama ini telah dikembangkan oleh ILO di ASEAN. 

Hal tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah RI yang juga terus mengembangkan database pekerja migran yang terintegrasi guna meningkatkan upaya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia. Tata kelola pekerja migran menjadi salah satu isu penting yang dibahas dalam pertemuan sidang sesi ke-331 GB ILO yang berlangsung di Jenewa, Swiss, tanggal 30 Oktober 2017 - 9 November 2017. 

Ustadz Felix Siaw

GB merupakan badan eksekutif ILO yang terdiri dari 56 negara dimana Indonesia saat ini menjabat sebagai Deputy Member dan memiliki mandat memutuskan kebijakan, anggaran dan program-program ILO. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pendidikan Ustadz Felix Siaw