Rabu, 23 Maret 2016

Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa

Bandung, Ustadz Felix Siaw -

Saat ini banyak kalangan membicarakan desa. Urusan desa tampak seksi, apalagi setelah undang-undang nomor 6 tahun 2014 disahkan oleh pemerintah. Dengan demikian desa mempunyai otonomi dalam menjalankan pemerintahan daerah. Pembangunan desa merupakan inti dari pembangunan Indonesia.

Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemendes Ajak Bangun Indonesia Berbasis Desa

Demikian disampaikan Yudi Cahyudin Direktur Eksekutif? Komunitas Pegiat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada pembukaan Pelatihan Kader Penggerak Desa Jalan Seram nomor 5, Citarum, Kota Bandung, Jum’at (12/8) sore.

Ia menerangkan, hadirnya Komunitas Pegiat Desa bertujuan salah satunya untuk mewadahi orang-orang yang giat mendampingi desa supaya bisa bergabung bersama-sama dalam memberdayakan potensi dan aset yang dimiliki desa.

Ustadz Felix Siaw

“Jangan gengsi jadi kepala desa atau penggerak desa, karena untuk menciptakan good government tidak sebatas menjadi kepala daerah seperti gubernur atau bupati,” terang Yudi di hadapan sekitar 50 aktivis mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Barat.

Ia memberikan ruang dan kesempatan kepada para mahasiswa untuk ikut serta mengawal dan berkontribusi langsung dalam proses pembangunan Indonesia yang berangkat dari kawasan desa.

Ustadz Felix Siaw

Dari 74.000 desa di seluruh Indonesia, lanjut Yudi, banyak hal yang bisa dilakukan, misalkan bisa menjadi mitra pemerintah dalam perumusan dan pelaksanaan regulasi tentang desa. “Rawat dan ajak diskusi tentang desa,” kata mantan Ketua PMII Bandung itu dalam pelatihan yang bertajuk Mahasiswa Membangun Indonesia dari Desa.

Dalam pelatihan ini, peserta diberikan materi di antaranya tentang Sistem Pembangunan Desa, Implementasi Hukum Desa, Visi Ideologis Pemberdayaan Undang Undang Desa, sekaligus merumuskan rekomendasi dari hasil Focus Discussion Group (FGD). (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote Ustadz Felix Siaw

Jumat, 11 Maret 2016

Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah

Cirebon, Ustadz Felix Siaw. Sekurangnya 200 alumni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatul Mubtadiin Ketitang Cirebon mengikuti Halal Bi Halal Alumni dan Saresehan Warga Ketitang di masjid Baitul Muttaqin, kompleks pesantren Majelis Tarbiyah Hidayatul Mubtadiin (MTHM) Ketitang desa Japurabakti kecamatan Astanajapura, Cirebon, Senin (28/7) malam. Mereka bermuhasabah untuk menilai diri sendiri.

Ketua panitia Syukron Adnan Amin mengatakan, acara ini dirasa penting karena di satu sisi Idul Fitri harus disambut dengan penuh kegembiraan sebagai wahana silaturahmi. Namun di sisi lain, suasana bermaaf-maafan itu harus diisi dengan permenungan atas segala khilaf yang telah dilakukan, serta kembali meneguhkan niat-niat baik untuk dikerjakan di hari berikutnya.

Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah

“Mudah-mudahan dengan digelarnya acara ini, kita semua dapat kembali mengingat kesalahan-kesalahan kepada guru, orang tua, sahabat atau siapa saja. Hingga bermaafan tidak hanya sebatas pada lisan dan ucapan,” ungkapnya.

Ustadz Felix Siaw

Muhasabah ini dipimpin oleh Kiai Ahmad Zuhri-Adnan. Dalam taushiyah yang mengundang haru di tengah peserta tersebut, ia mengingatkan tentang makna penting di balik perayaan Idul Fitri sebagai hari bermaaf-maafan dan silaturahmi.

“Mari kita renungkan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat, baik secara sengaja atau pun tidak kepada orang-orang di sekitar kita. Menerima kesalahan orang lain rasanya begitu sakit dan berat, maka memohon maaf pun harus dengan hati yang tulus dan berkesungguhan,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Namun sebaliknya, lanjut Ahmad Zuhri, memberikan maaf kepada orang yang pernah melakukan kesalahan harus dengan prinsip kemurahan hati, tanpa dipersulit, dengan harapan kesalahan tersebut tidak terulang bahkan diperbesar lagi.

“Intinya, hari bermaaf-maafan bukan hanya di mulut dan jabat tangan saja, melainkan dari hati ke hati, dan kembali membangun niat lebih baik lagi” jelas Ahmad Zuhri. (Sobih Adnan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib, Nasional Ustadz Felix Siaw

Kamis, 10 Maret 2016

Ini Tekad Kader IPNU-IPPNU dari Kampus Brawijaya

Malang, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Brawijaya Malang telah mengadakan latihan kader muda (Lakmud) dengan tema “Pengembangan Intelektualitas Kader Muda sebagai Penerus Perjuangan melalui Trilogi Belajar Berjuang dan Bertaqwa Berdasarkan Khitthoh Nahdliyin”.

Ini Tekad Kader IPNU-IPPNU dari Kampus Brawijaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Tekad Kader IPNU-IPPNU dari Kampus Brawijaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Tekad Kader IPNU-IPPNU dari Kampus Brawijaya

Acara yang digelar selama dua hari ini bertempat di Pondok Pesantren Baitul Makmur, Sawojajar, Kota Malang, 21-22 Februari lalu. Pondok Pesantren tersebut juga masih merupakan Yayasan yang dikembangkan salah satu pengurus PCNU Kota Malang, H. Abdul Ghani.

Sesuai dengan temanya, dalam agenda Lakmud yang pertama kali di gelar di kampus biru ini, peserta dibekali dengan wawasan tentang khitthoh dengan pandangan politik, urgensitas dan tujuan adanya NU berdiri, pemahaman mengenai definisi dan karakteristik organisasi IPNU-IPPNU, materi tawajjuhat sebagai amalan dzikir ijtimaiyah, wihdatul fikroh (penyatuan pemikiran) dan konsep pelajar berdakwah, serta pendalaman aqidah ahlus sunnah wal jama’ah. Selain itu peserta juga diberi materi lapang untuk mengasah motorik dan kerjasama dalam organisasi.

Ustadz Felix Siaw

Zainudin Fauzi, ketua pelaksana berharap peserta lakmud PKPT ini dapat menjadi penerus perjuangan yang benar-benar bisa memperjuangkan NU di lingkungan Universitas Brawijaya dan mengembangkannya kemudian hari di masyarakat.

Fitriyah, salah satu SC, mengatakan, secara keseluruhan dari segi materi dan pemateri serta pengkondisian peserta ternyata sangat bagus. Peserta secara keseluruhan tetap antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir. Sayang, acara baksosnya tidak terlaksana sehingga materi yang bersifat aplikatif sedikit berkurang.

Ustadz Felix Siaw

Agenda lakmud yang diikuti oleh 33 peserta dari kampus Universitas Brawijaya ini mengambil latarbelakang Khitthoh untuk menyamakan pemikiran kader-kader yang masuk bahwasanya mereka tidak akan pernah mampu mencapai sebuah kemajuan yang pesat ketika dalam membangun sebuah organisasi mempunyai tujuan dan asas pemahaman yang berbeda-beda. Utamanya mengenai politik. Diharapkan dengan latihan kader muda, tercetus pelajar dan pelajar putri yang mempunyai ikatan yang kuat, pemahaman yang lurus, dapat memberikan angin segar dan pengaruh besar, serta memberi kebermanfaatan yang luas dalam berkhidmah kepada jamiyah NU.

Ust Akhmad Muwafik Saleh, S.Sos, M.Si yang merupakan salah satu pembina PKPT IPNU-IPPNU UB mengingatkan, anak IPNU-IPPNU tidak perlu bingung mengurusi politik. "Karena pengembangan aqidah sebagai misi awal merupakan titik landasan kokoh yang terbukti lebih kuat pengaruhnya untuk membuat sebuah organisasi terus bergerak mencapai tujuannya.

Irwanto, ketua PKPT IPNU-IPPNU Universitas Brawijaya juga menyampaikan pesan. Lanjutkan Rekan-Rekanita, jadilah naib (wakil) yang bisa menjalankan perannya. Ditunggu karya untuk kemakmuran, karena aset yang paling berharga suatu bangsa adalah SDM didalamnya. Oleh karenanya, teruslah berfikir dan berusaha serta teruslah bekerja keras untuk sebuah kemandirian organisasi!.

Latihan kader muda bertujuan sebagai sarana kaderisasi pelajar baik putra maupun putri Nahdlatul Ulama di Universitas Brawijaya, sarana pengimplementasian dari trilogi Belajar, Berjuang, Bertaqwa, dan menumbuhkan jiwa leadership kepada peserta serta memberikan wawasan tentang PKPT IPNU IPPNU UB. Rencana tindak lanjut pengkaderan ini akan terus berlanjut melalui pembinaan rutin, penugasan, dan halaqoh untuk mendalami serta mempersiapkan kader-kader yang akan berkhidmah dengan skill yang diasah.

Semoga dengan latihan kader muda, tercetus pelajar dan pelajar putri yang dapat memberikan pengaruh hebat, serta mempunyai syakhsiyah yang syaamilah, penerus perjuangan sesepuh NU . (Hasani Al Ilawy-Zainudin Fauzi/Anam)

Foto: Mohammad Ainurrofiqin, salah satu peserta lakmud yang seusai pembaiatan mencium sang saka merah putih

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita Ustadz Felix Siaw

Rabu, 02 Maret 2016

NKRI Tak Berdiri Tanpa Peran Ulama

Jember, Ustadz Felix Siaw. Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak mungkin ada tanpa keterlibatan ulama dalam mengusir penjajah dan memperjuangkan berdirinya negara ini. Demikian diungkapkan Menakertrans RI, Muhaimin Iskandar dalam acara peringatan Harlah NU ke-88 di alun-alun Jember, Jum’at (31/1). 

Menurut Cak Imin –sapaan akarabnya— ulama  dan tokoh NU mempunyai peran yang besar dalam ikut memerdekakan bangsa Indonesia. “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana seandainya para ulama, para tokoh NU tidak terlibat dalam aksi gerakan mengusir penjajah. Terus terang, KH Hasyim Asy’ari dan para ulama yang lain mempunyai peran besar dalam menegakkan NKRI,” tukasnya.

NKRI Tak Berdiri Tanpa Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
NKRI Tak Berdiri Tanpa Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

NKRI Tak Berdiri Tanpa Peran Ulama

Cak Imin menambahkan, NU dan pesantren bahu membahu membuat gerakan melawan penjajah, dan itu merata di seluruh Nusantara. Gongnya berada pada keputusan KH. Hasyim Asy’ari yang mengeluarkan resolusi jihad. 

“Ini fakta sejarah yang tidak bisa dipungkiri, bahwa NU mempunyai saham besar terhadap bedirinya negera Indonesia,” lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Rhoma Irama menghimbau agar umat Islam, khususnya Nahdliyyin bersatu untuk membangun negeri ini. sebab, tanpa persatuan dan kekompakan, sebesar apapun jumlah umat Islam, tidak akan memberikan arti yang lebih bagi negara Indoensia. 

Ustadz Felix Siaw

“Bersatu adalah kata kunci untuk maju. Kita umat Islam jangan seperti buih di lautan, kendati banyak dan bertebaran di mana-mana tapi hanya diombang-ambingkan ombak dan gelombang. Tidak punya kekuatan,” urainya.

Peringatn Harlah NU tersebut dihadiri ribuan warga NU, termasuk Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin dan  para pengurus NU yang lain. Meski sempat diguyur hujan, namun hadirin tak beringsut dari tempatnya. Sebelum hadir ke lokasi acara, Cak Imin dan Rhoma Irama sowan ke kediaman Rais Syuriyah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdussomad. (aryudi a razaq/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail, Lomba, RMI NU Ustadz Felix Siaw