Jumat, 30 Juni 2017

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Subang, Ustadz Felix Siaw

Ada banyak cara Allah mengundang hamba-Nya dalam menunaikan ibadah haji, di antaranya adalah sebagaimana kisah yang dialami oleh KH Endang Jamaludin sekitar tahun 2006 yang lalu. Sebelumnya, pengasuh Pesantren Uswatun Hasanah Empangsari, Purwadadi, Subang, Jawa Barat ini tak pernah terpikirkan bisa menunaikan rukun Islam yang kelima itu.

"Suatu hari Kang Endang ngisi pengajian di salah satu majelis talim asuhannya, dalam pengajian itu Kang Endang ngaji bab haji sangat detail sekali," ungkap salah seorang adik KH Endang Jamaludin, Totoh Bustanul Arifin di Pesantren Miftahul Fata, Panyingkiran, Purwadadi, Subang. Jumat (9/9)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Berangkat Haji Gratis, Berkah Ngaji Fiqih Haji

Usai pengajian, kata dia, salah seorang jamaah yang bernama Haji Ayat Hidayat sedikit penasaran. Tanpa pikir panjang kemudian ia menghampiri Kiai Endang dan keduanya berdialog seputar haji. Pertanyaan Haji Ayat yang dianggap cukup menohok oleh Kiai Endang adalah “Kiai Endang sudah berapa kali haji?”

Ustadz Felix Siaw

"Karena belum pernah haji, Kang Endang jawab apa adanya, ‘belum pernah sekali pun’," kata Kang Toto yang saat ini menjadi Ketua Pagarnusa Subang itu.

Ditambahkannya, Haji Ayat sedikit kaget karena belum pernah menunaikan ibadah haji tapi Kiai Endang mampu menjelaskan kegiatan ibadah haji dengan begitu detailnya.

Ustadz Felix Siaw

"Memangnya Kiai nggak mau berangkat haji?" Kata Kang Toto meniru pertanyaan Haji Ayat kepada Kiai Endang.

"Ya mau asal semuanya ditanggung Pak Haji Ayat," jawab Kiai Endang saat itu dengan nada bercanda.

Ternyata, tambah Kang Toto, Haji Ayat meresponnya dengan serius dan menjanjikan akan membiayai Kiai Endang untuk menunaikan ibadah haji berikut semua keperluan selama haji dengan catatan apabila tanah yang saat itu sedang dipromosikan laku di atas 300 juta.

Beberapa hari kemudian tanah milik Haji Ayat tersebut ternyata laku di atas 500 juta. Akhirnya Kiai Endang berangkat haji bersama delapan saudara Haji Ayat. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib Ustadz Felix Siaw

Di Mojokerto, Kirab Resolusi Jihad Disambut Atraksi Barongsai

Mojokerto, Ustadz Felix SiawTim Kirab Resolusi Jihad NU tiba di Mojokerto Sabtu (15/10) siang. Berbagai atraksi disajikan untuk menghibur rombongan dalam upacara penyambutan yang dihelat di Kantor Walikota Mojokerto. Rombongan kirab disambut dengan atraksi barongsai dan pencak silat Pagar Nusa.

Adalah White Tiger, kelompok barongsai yang kali ini membawakan keterampilan mereka.

Di Mojokerto, Kirab Resolusi Jihad Disambut Atraksi Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Mojokerto, Kirab Resolusi Jihad Disambut Atraksi Barongsai (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Mojokerto, Kirab Resolusi Jihad Disambut Atraksi Barongsai

Kepala Seksi Pemuda dan Olahraga Pemkab Mojokerto Novi Raharjo menjelaskan, atraksi barongsai mengisahkan proses penyebaran Islam di Mojokerto di mana ulama Islam dengan kesabaran dan kelembutan mendakwahkan ajaran Islam sehingga Islam diterima oleh masyarakat.

Ustadz Felix Siaw

Sebelumnya, Bupati Mojokerto Masud Yunus mengatakan Kota Mojokerto merupakan kota terkecil di Indonesia, dengan luas wilayah 16 kilometer persegi, dan jumlah penduduk 210.000 jiwa.

Mojokerto dengan demikian memiliki sumber daya manusia terus berbenah membangun kemajuannya.

Masud mengatakan, antara NU dan Mojokerto ibarat dua hal yang tak bisa dipisahkan. Bila orang bicara Mojokerto, maka juga bicara NU. Pembangunan di Mojokerto harus bersinergi dengan warga NU. Sebaliknya NU harus membaur dengan warga Mojokerto.

Ustadz Felix Siaw

Masud mengatakan Pemkot Mojokerto menyambut baik dan berterima kasih dengan kehadiran Tim Kirab Resolusi Jihad NU di Kota Mojokerto. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ulama, Internasional Ustadz Felix Siaw

Kamis, 29 Juni 2017

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten

Klaten, Ustadz Felix Siaw. "Aku Bangga Menjadi Warga NU!" Tulisan tersebut terpampang di kaos yang dikenakan peserta kegiatan Jalan Sehat yang diselenggarakan PCNU Klaten di Stadion Trikoyo Klaten, Ahad (1/2).

Menurut seksi acara panitia Jalan Sehat, Ahmad Saifuddin, kegiatan yang diikuti sekitar 28.000 peserta ini digelar untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-89.

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)
28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten (Sumber Gambar : Nu Online)

28 Ribu Orang Ikuti Jalan Sehat NU Klaten

“Dengan jumlah yang menembus angka 28.000 lebih, event jalan sehat ini menjadi event terbesar di Klaten selama ini,” terang ketua IPNU Klaten itu.

Ustadz Felix Siaw

Ketua PCNU Klaten Mujiburrohman menambahkan, melalui kegiatan ini diharapkan PCNU Klaten mampu memiliki gambaran dan database jumlah warga NU di masing-masing MWCNU dan Pengurus Ranting NU.

Ustadz Felix Siaw

“Data ini selanjutnya akan ditindaklanjuti dalam bentuk pembuatan Kartanu,” ungkap dia.

Pantauan Ustadz Felix Siaw, jumlah peserta yang membludak membuat panitia kegiatan melakukan start beberapa kali untuk tiap rombongan. Beberapa tokoh yang hadir antara lain Bupati Klaten, Puteri Gus Dur Alissa Wahid dan para pengurus NU Klaten ikut memberangkatkan para peserta.

Kegiatan jalan sehat ini juga diramaikan dengan bazar dari LAZISNU, LPPNU, dan LKNU yang hasilnya akan digunakan untuk membuat agenda yang bermanfaat bagi umat.

Di akhir acara, panitia membagikan sejumlah doorprize, seperti smartphone, mesin cuci, dana pendidikan, seepda gunung, kulkas, TV, serta grandprize 3 paket umroh dan 3 sepeda motor. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ustadz Felix Siaw

Selasa, 27 Juni 2017

Warga Nahdliyyin Diminta Lakukan Doa, Tahlil dan Sholat Ghoib Bersama

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Gelombang pasang tsunami yang menghantam wilayah pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (17/7) lalu menuntut keprihatinan seluruh elemen bangsa Indonesia. Warga nahdliyyin (sebutan untuk warga NU) di seluruh penjuru tanah air diminta untuk melakukan doa, tahlil dan sholat ghoib bersama.

Pernyataan itu disampaikan langsung Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (PP LDNU) KH Nuril Huda kepada Ustadz Felix Siawditemui di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/7)

Warga Nahdliyyin Diminta Lakukan Doa, Tahlil dan Sholat Ghoib Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Nahdliyyin Diminta Lakukan Doa, Tahlil dan Sholat Ghoib Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Nahdliyyin Diminta Lakukan Doa, Tahlil dan Sholat Ghoib Bersama

“Ini (bencana tsunami, red) adalah bencana kita bersama. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada warga NU di seluruh Indonesia untuk berdoa, tahlil dan sholat ghoib bersama-sama yang ditujukan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” kata Kiai Nuril, demikian panggilan akrabnya.

Tak hanya itu. Kiai Nuril juga meminta kepada warga nahdliyyin untuk melakukan sesuatu yang bisa membantu meringankan beban para korban bencana yang menelan ratusan jiwa tersebut.

“Apa saja yang bisa dilakukan, lakukan saja. Entah mengumpulkan dana, bahan makanan, pakaian, dan lain-lain, asalkan bisa membantu para korban,” ungkap Kiai Nuril. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Pemurnian Aqidah, Sholawat Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pak kiai yang terhormat. Di kampung saya ada tanah sebelah masjid kosong (mepet masjid) dan itu masih dalam lingkup tanah wakaf masjid. Di situ ditanami buah (pisang,sayuran,ketela ) oleh takmir masjid dan hasilnya untuk pribadi.

Yang ingin saya tanyakan, apakah boleh yang seperti itu. Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu’alaikum warhahmatullahi wabarakatuh. (Muhammad Syafiin/Blora)

--

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)
Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi (Sumber Gambar : Nu Online)

Memanfaatkan Tanah Wakaf untuk Kepentingan Pribadi

Wa’alaikum salam wa rahmatullah wa barakatuh.

Saudara penanya yang kami hormati. Sebelum menanggapi pertanyaan dari saudara Syafiin di Blora, kami mohon maaf atas keterlambatan jawaban ini.

Saudara Syafiin yang dirahmati Allah. Wakaf merupakan anjuran agama Islam yang sangat baik untuk dilaksanakan oleh pemeluknya. Orang yang mewakafkan asetnya demi kemaslahatan umum atau sering disebut waqif dijanjikan akan mendapatkan bonus pahala yang mengalir, meskipun ia telah meninggallkan bisingnya kehidupan dunia ini.

Bahkan kebanyakan ulama ketika memberikan penjelasan mengenai hadis yang menjelaskan bahwa diantara amal yang tidak putus pahalanya adalah sedekah jariyah, mereka mengartikan bahwa sedekah jariyah tersebut adalah wakaf.

Ustadz Felix Siaw

Dalam masalah wakaf ada empat komponen dasar yang tidak bisa lepas yakni pihak/orang yang wakaf (waqif), penerima wakaf (al-mawquf alaih) dalam hal ini adalah nadhir maupun pihak-pihak yang menerima wakaf, barang yang diwakafkan (al-mawquf), dan shigat (ijab qabul) dari kedua belah pihak. Dan dalam tiap-tiap komponen ini terdapat persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi.

Selanjutnya mengenai penggunaan barang wakaf dalam hal ini penanaman sekaligus pemanfaatan lahan kosong sebagaimana pertanyaan yang saudara sampaikan pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan umum artinya kaum muslimin maupun warga di sekitar berhak mengambil manfaatnya atau hasilnya diperuntukkan untuk kepentingan masjid. Adapun si penanam boleh mengambil hasilnya untuk kepentingan pribadi, dengan kadar yang paling sedikit diantara nafkah dan ongkos standar (tidak boleh lebih dari upah minimal pekerja yang ada di daerah tersebut).

Ustadz Felix Siaw

Dasar pengambilan hukum ini adalah kitab I’anah at-Thalibin:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Rujukan di atas pada intinya menjelaskan bahwa menanami pohon di tanah yang diwakafkan untuk masjid pada dasarnya boleh apabila untuk kepentingan kaum muslimin, sedangkan apabila hanya untuk dinikmati oleh pribadi, maka hukumnya tidak boleh, meskipun tidak merugikan masjid. Demikian pula boleh menjual hasil tanamannya jika untuk kepentingan kaum muslimin atau hanya kepentingan masjid. Saudara penanya yang dimuliakan Allah. Dari uraian diatas dapat dipahami bahwa subtansi pemanfaatan tanah wakaf sekali lagi adalah untuk kepentingan masyarakat luas (‘amat al-muslimin). Bukan untuk kepentingan pribadi maupun satu golongan tertentu.

Mudah-mudahan jawaban ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maftukhan ad-Damawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Ulama dan Umara

- Anda kok suka dengan ulama?

+ Amin. Alhamdulillah. Semoga.

- Lho, saya tanya, kok Anda mengamini?

Ulama dan Umara (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama dan Umara (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama dan Umara

+ Iya, saya suka ulama. Saya minta doanya agar istiqomah menyintai ulama.

- Kenapa Anda menyintai ulama?

+ Karena saya belum menemukan ubaru sehingga saya masih menyintai ulama. (Hamzah Sahal)

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Warta, Ubudiyah Ustadz Felix Siaw

Minggu, 25 Juni 2017

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Warga Indonesia memiliki keinginan yang tinggi untuk naik haji ke Mekah. Meski sudah mendapatkan jatah paling banyak jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya–yaitu 221 ribu kuota, namun antrian haji di Indonesia cukup lama. Bahkan, ada yang harus menunggu higga sepuluh tahun lebih.

Melihat kondisi seperti itu, warga Indonesia tidak mati kutu. Karena ingin berangkat haji cepat, ada dari mereka yang berangkat haji dari negara tetangga. Tahun 2016, ada kasus warga Negara Indonesia berangkat haji dari Filipina, yakni mereka ‘menggunakan jatah haji’ negara Filipina yang tersisa banyak karena hanya sedikit orang Filipina yang berangkat haji. 

Sesuai dengan hasil penelitian Baltibang Diklat Kemenag RI tahun 2016, proses pendaftaran dan pembuatan dokumen paspor/surat jalan haji negara Filipina dilakukan secara ilegal oleh pihak-pihak tertentu. Karenanya Pemerintah Filipina menahan 177 orang Indonesia terkait hal ini. Mereka ditahan di Special Intensive Care Area (SICA) dengan fasilitas yang sangat minim. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Filipina menyediakan konsumsi selama mereka ditahan.

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibadah Haji Warga Indonesia Lewat Filipina, Kok Bisa?

Pembebasan dan pemulangan 177 calon jamaah haji yang gagal berangkat haji melalui negara Filipina melibatkan banyak peran dari Kementerian Luar Negeri dan Duta Besar RI di Manila. 

Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini dijerat dengan Pasal 62 UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen; Pasal 63 angka (1) dan Pasal 64 angka (1) UU 13/2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji; dan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana penipuan dengan ancaman 12 tahun penjara. Dalam kasus ini, Pemerintah Filipina juga akan mengadili pihak-pihak yang terlibat di Mahkamah Filipina. 

Agar kejadian yang tidak diinginkan tersebut tidak terulang kembali, maka ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Pertama, Kasi haji dan umrah di setiap Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota

Ustadz Felix Siaw

sudah seharusnya meningkatkan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan ibadah haji. Kedua, Ditjen Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) untuk lebih mensosialisasikan Pasal 9 ayat (1) PP 79/2012 terkait ketentuan melaksanakan ibadah haji dari luar negeri.

Intinya, pelayanan haji dan umroh di Indonesia sudah semestinya menjadi perhatian khusus pemerintah mengingat animo masyarakat Indonesia yang begitu tinggi. Kalau hal ini tidak ditangani dengan serius, maka ke depan bukan hal yang tidak mungkin jika warga Indonesia melakukan hal-hal yang lebih nekat lagi. (A Muchlishon Rochmat/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Quote, Hikmah Ustadz Felix Siaw

NU Lumajang Kumpulkan 52 Juta untuk Korban Kelud

Lumajang, Ustadz Felix Siaw,

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berhasil mengumpulkan donasi untuk para korban erupsi Gunung Kelud sebesar Rp 52.398.800. Total ini merupakan akumulasi dari dua tahap penermimaan dan penyaluran bantuan.?

Setelah sukses mendistribusikan dana bantuan ke Kabupaten Malang senilai Rp 26.037.300 pada tahap pertama, PCNU Lumajang terus menerima uluran tangan dari masyarakat, siswa-siswi Madrasah Ma’arif NU, dan warga NU setempat sehingga terkumpullah dana bantuan tahap kedua sebesar Rp. 26.361.500.?

NU Lumajang Kumpulkan 52 Juta untuk Korban Kelud (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Lumajang Kumpulkan 52 Juta untuk Korban Kelud (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Lumajang Kumpulkan 52 Juta untuk Korban Kelud

Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Lumajang Achmad Salakhuddin, Kamis (27/02). Menurutnya, NU Lumajang berencana akan mendistribusikan bantuan tahap kedua pada Ahad (2/3) kepada korban di wilayah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya Kecamatan Puncu dan sekitarnya.?

Achmad juga menegaskan, setelah berkoordinasi dengan relawan NU yang berada di Kediri, distribusi tahap kedua ini diarahkan untuk proses rehabilitasi dan renovasi pascabencana. Utamanya fasilitas umum atau tempat ibadah, seperti masjid, mushalla, madrasah diniyah, maupun pemberian terpal untuk rumah warga untuk hunian sementara sambil menanti bantuan renovasi dari pemerintah.?

“Atas nama keluarga besar Nahdlatul Ulama Kabupaten Lumajang, kami menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan warga NU Lumajang yang telah mempercayakan menyalurkan bantuan melalui LPBINU Lumajang. Semoga uluran tangan kita tercatat sebagai amal ibadah dan dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak erupsi,” tutupnya. (Achmad Salakhuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Sejarah, RMI NU Ustadz Felix Siaw

Jumat, 23 Juni 2017

Mutu Madrasah NU Harus Terus Ditingkatkan

Malang, Ustadz Felix Siaw. Mayoritas lembaga pendidikan swasta yang ada di tanah air dikelola oleh kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Di Jawa Timur, untuk tingakatan Madrasah Tsanawiyah (MTs) setidaknya ada ribuan madrasah yang berada di bawah naungan Maarif NU. Besarnya jumlah hendaknya dapat diimbangi dengan mutu yang baik.

Harapan ini disampaikan DR Hj Hanun Asrohah, Sabtu (7/11). "Madrasah yang dikelola NU hendaknya mampu mewujudkan citra sebagai lembaga pendidikan yang memiliki keunggulan," kata Ibu Hanun.

Mutu Madrasah NU Harus Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mutu Madrasah NU Harus Terus Ditingkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mutu Madrasah NU Harus Terus Ditingkatkan

Dalam catatan Maarif NU Jatim, jumlah madrasah yang status akreditasinya A, sudah mencapai ? 330 unit atau 20 persen. "Ini sangat membanggakan meskipun terus harus ditingkatkan," kata dosen pasca sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ustadz Felix Siaw

Sebagai upaya membantu dan mengawal perbaikan mutu tersebut, Maarif NU Jatim telah mempersiapkan berbagai langkah. "Di antaranya pemetaan dan penyusunan konsep, penetapan proyeksi unggulan, kemudian pelaksanaan baseline, pendampingan serta desimilasi," ungkapnya.

Ustadz Felix Siaw

Meskipun upaya mengejar menjadi madrasah dengan kategori A, yang juga harus dipertimbangkan adalah mempertahankan Aswaja di setiap madrasah. "Karenanya, model pembelajaran khususnya materi Aswaja harus lebih menarik dan kreatif," harapnya.

Paparan ini disampaikan Ibu Hanun saat memberikan masukan pada rapat koordinasi kepala MTs PWNU LP Maarif se-Jawa Timur di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat Ustadz Felix Siaw

Minggu, 18 Juni 2017

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (UNIPDU) Peterongan Jombang Jawa Timur mengusulkan Islam Nusantara menjadi mata pelajaran dan mata kuliah di tiang jenjang pendidikan. Usul ini menjadi alternatif bagi upaya pencegahan dini terorisme.

Tindakan preventif harus lebih diutamakan, tegas Presiden BEM UNIPDU, Luthfi Riadi saat pelantikan Dewan Perwakilan Mahasiswa dan BEM UNIPDU yang berbarengan dengan sarasehan kepemimpinan Rasulullah SAW, di plaza UNIPDU, Senin (20/1).

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Cegah Terorisme, Islam Nusantara Jadi Alternatif Mata Pelajaran

Menurut Luthfi, sejumlah aksi kejahatan destruktif semacam itu menjadi semakin gamblang bahwa ada salah pemahaman dalam persepsi sebagian warga terhadap penyebaran Islam di Tanah Air.

Ustadz Felix Siaw

Karenanya, penerapan materi Islam khas Indonesia sangat mendesak secara lebih dini kepada kalangan terpelajar. “Bentuknya bisa dalam materi pelajaran kepada para pelajar atau mata kuliah Islam Nusantara di tingkat kampus,” terangnya.

Sementara rektor UNIPDU KH Ahmad Zahro yang menghadiri pelantikan itu juga mengingatkan para pengurus meneladani konsep STAF Nabi Muhammad SAW. “Maksudnya adalah siddiq, tabligh, amanah dan fathonah,” kata Kiai Ahmad Zahro yang juga imam besar masjid Al-Akbar Surabaya. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, Jadwal Kajian, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 17 Juni 2017

Tiga Jasa Penting Gus Dur Menurut Menag Lukman Saifuddin

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Peringatan haul ke-6 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di kediamannya di Jalan Warung Sila 10, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan berlangsung meriah, Sabtu (26/12). Malam itu sejumlah tokoh memberikan testimoni di atas panggung, mengungkap ingatan mereka tentang sosok presiden ke-4 RI ini.

Tiga Jasa Penting Gus Dur Menurut Menag Lukman Saifuddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Jasa Penting Gus Dur Menurut Menag Lukman Saifuddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Jasa Penting Gus Dur Menurut Menag Lukman Saifuddin

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Gus Dur semasa hidup telah menorehkan banyak prestasi yang masih bisa dirasakan masyarakat hingga kini. Menurutnya, setidaknya ada tiga jasa yang paling menonjol di antara sekian banyak manfaat dari kiprah Gus Dur.

Pertama, Gus Dur termasuk orang yang berhasil mengangkat citra positif pesantren tak hanya sebagai institusi pendidikan melainkan pula sebagai komunitas yang memiliki nilai-nilai dan kultur khas yang membedakannya dari komunitas di luarnya. Hal itu, imbuh Lukman, Gus Dur lakukan di antaranya lewat tulisan pada tahun 70-an saat tak banyak orang tahu tentang pesantren.

Ustadz Felix Siaw

Sekarang, kata Menag, ketika santri sudah begitu dikenal bahkan Hari Santri telah dideklarasikan oleh pemerintah, menjadi kewajiban khususnya bagi kalangan santri untuk semakin bertanggung jawab dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kedua, Beliau (Gus Dur) tentu bersama ulama-ulama yang lain terdepan dalam menyelesaikan hubungan Islam dan Pancasila," lanjutnya di hadapan ribuan jamaah yang memadati kompleks Yayasan Wahid Hasyim, lokasi rumah Gus Dur berada.

Ustadz Felix Siaw

Bagi Lukman, Gus Dur sukses meyakinkan umat Islam secara luas bahwa Islam lah yang menjadi roh Pancasila sehingga reaksi keduanya tidak mesti dipertentangkan. Alhasil, Pancasila bisa diterima dengan tidak meminggirkan Islam dan tanpa menumpahkan darah setetes pun.

Jasa penting Gus Dur yang ketiga, menurut Lukman, adalah perjuangan Ketua PBNU tiga periode itu dalam menciptakan keharmonisan bangsa Indonesia yang sangat plural. Bagi Gus Dur, kemajemukan merupakan realitas yang harus diterima dengan lapang dada.

"Gus Dur di banyak kesempatan mengatakan bahwa perbedaan bukanlah kelemahan tapi justru anugerah dari Allah agar kita yang berbeda-beda ini bisa saling menghormati satu sama lain," terangnya.

Lukman menilai, Gus Dur dengan pandangan keislamannya yang sangat inklusif telah berhasil membumikan wawasan Islam rahmatan lil alamin yang menjunjung tinggi toleransi (tasamuh), moderasi (tawassuth), dan keseimbangan (tawazun).

Dalam peringatan haul Gus Dur kali ini tampak hadir pula Rais Aam PBNU KH Maruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahya Purnama (Ahok), serta beberapa tokoh dan kiai lainnya. (Mahbib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam, Sejarah, Tegal Ustadz Felix Siaw

Jumat, 16 Juni 2017

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba

Pamekasan, Ustadz Felix Siaw - Pengurus PAC GP Ansor Tlanakan Pamekasan getol melakukan penguatan kemitraan dengan pejabat pemerintahan. Salah satu kegiatan unggulan mereka ialah giat silaturrahim dengan forum pimpinan kecamatan (forpika) setempat.

Giat silaturrahim masih tampak di ruang Camat Tlanakan, Rabu (16/11). Hadir dalam kesempatan ini Forpimka Kecamatan Tlanakan, Budiarso dari Puskesmas Tlanakan, dan enam orang dari GP Ansor Tlanakan.

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambangi Forum Kecamatan, GP Ansor Tlanakan Bahas BPJS dan Narkoba

Ketua GP Ansor Tlanakan Zainulah mengatakan, pihaknya ingin bermitra dengan Forpimka Kecamatan Tlanakan guna menyikapi banyaknya kasus narkoba, korupsi, dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siaw

Dalam forum itu, Zainullah mengetengahkan program kerja GP Ansor Tlanakan seperti antara lain mengadakan sosialisasi narkoba bersama Forpimka Tlanakan kepada masyarakat, utamanya di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa agar bisa mengurangi peredaran narkoba.

Selanjutnya, tambah Zainullah, GP Ansor menyampaikan rutinitas shalawat keliling desa sehingga bisa mengurangi giat menyimpang. Selain itu, GP Ansor memfasilitasi BPJS kepada warga sehingga warga yang berhak bisa menerima BPJS tidak termarjinalkan.

Ustadz Felix Siaw

Sekretaris GP Ansor Tlanakan Moh Zayadi menambahkan, lembaga yang ada di Ansor Tlanakan saat ini adalah Banser, Rijalul Ansor yang membidangi zikir dan shalawat, dan LKMP yang membidangi tentang pelatihan di antaranya kursus mengaji.

Ketua Baanar GP Ansor Tlanakan Moh Rokib menyampaikan program ke depan tentang sosialisasi antinarkoba melalui pemasangan banner. Nantinya GP Ansor Tlanakan akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah guna pencegahan narkoba.

Pihaknya akan menggandeng puskesmas guna menjelaskan dampak narkoba terhadap kesehatan, dan juga akan melaksanakan pendampingan kepada masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan BPJS.

"Ada salah satu keluarga yang tidak mampu yang sudah terdaftar di BPJS. Namun, tidak mendapat kartu BPJS. Tentang kesehatan masyarakat, kami siap mengawal adanya program bedah rumah dan kami siap memberi sumbangan dana," katanya.

Camat Tlanakan Akhmad Kusairi mengatakan, data BPJS yang dipakai oleh pihaknya masih data lama tahun 2011 yang dikeluarkan oleh BPS. Hal itu diakuinya sangat tidak baik. Sebab, fenomena raskin yang tujuannya mengentaskan kemiskinan, namun kenyataannya banyak masyarakat yang mampu sebagai penerima raskin.

"Kami berharap sebagai pencanangan kerja sama antara GP Ansor Tlanakan dengan Forpimka. Marilah sebagai langkah pertama kita mengadakan giat kerja bakti bersama. Terkait bedah rumah sudah pernah ada usulan, ke depan mudah-mudahan dapat kita laksanakan. Untuk kesehatan, Bupati Pamekasan mencanangkan Tahun 2018 Kecamatan Tlanakan bebas BAB sembarangan," kata Kusairi.

Di samping itu, bahaya laten saat ini bukan lagi komunis, namun sudah beralih ke narkoba karena semua lapisan sudah terkontaminasi narkoba. Untuk itu, Camat merespon positif kehadiran Ansor melalui Baanarnya. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah Ustadz Felix Siaw

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Tekad dalam memberikan yang terbaik bagi kiprah kepengurusan PC Fatayat NU Jombang Jawa Timur menjadi komitmen bersama para pengurus. Hal ini sebagai bukti bahwa mereka adalah kader perempuan terbaik yang ingi berkhdmat bagi organisasi dan umat.

"Ada tujuh program prioritas yang telah kami matangkan pada kegiatan rapat kerja pengurus beberapa waktu yang lalu," kata Ketua PC Fatayat NU Jombang, Ema Umiyyatul Chusnah kepada Ustadz Felix Siaw (6/10). Ketujuh program tersebut merupakan implementasi antara pemberdayaan pengurus dan khidmat yang lebih nyata bagi kiprah di masyarakat, lanjutnya.

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Program Prioritas Fatayat NU Jombang

Ning Ema, sapaan akrabnya menandaskan bahwa tujuh  hal yang menjadi penguatan internal organisasi didapat dari sejumlah bidang program prioritas yakni, Bidang Pengembangan Organisasi, Pendidikan dan Pengkaderan. "Tujuan dari bidang ini adalah pengembangan organisasi, pendidikan dan pengkaderan demi meningkatkan kualitas sumber daya Fatayat NU melalui pendidikan, pelatihan dan pembinaan anggota serta mengoptimalisasikan program sehingga kegiatan organisasi bisa berjalan efektif dan efisien," tandas Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jombang ini.

Ustadz Felix Siaw

Isu yang menyangkut kesadaran hukum, politik dan advokasi juga menjadi perhatian kepengurusan periode 2014-2019 ini. "Tujuan dari bidang hukum, politik dan advokasi adalah terwujudnya keadilan hukum, terpenuhinya hak-hak politik perempuan, terlaksananya perlindungan perempuan dan anak dan kebutuhan dasar hidup sebagai warganegara," tandas putri Wakil Bupati Jombang ini.

Di luar itu ada juga bidang kesehatan dan lingkungan hidup, pengembangan ekonomi, dakwah serta penelitian dan pengembangan atau Litbang.

Ustadz Felix Siaw

"Yang pasti, seluruh bidang ini telah dipasrahkan kepada para kader yang memiliki basic pengetahuan dan keterampilan yang memadai," tandasnya. Kompetensi yang diperoleh dari latarbelakang pendidikan serta provesi yang tengah digeluti adalah beberapa pertimbangan yang menjadi ukuran bagi kepengurusan sesuai bidang yang ada.

Ketua PC Fatayat NU periode kedua ini menandaskan bahwa terdapat banyak kader potensial dengan berbagai latar belakang yang dihimpun dalam kepengurusannya. "Pertimbangan utama adalah kepengurusan yang mau bekerja dan mengabdi, bukan semata memiliki titel berderet dan kebanggaan lain," tarangnya. Karena itu, sebelum masuk di kepengurusan, upaya seleksi bagi komitmen untuk mengabdi menjadi kata kunci, lanjutnya.

Salah seorang jajaran pengurus di Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ini sangat bangga ternyata semakin banyak perempuan aktivis yang berkenan bergabung di kepengurusan PC Fatayat NU Jombang. "Kodrat sebagai perempuan domestik yang berkutat dengan kegiatan kerumahtangaan ternyata tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk berkhidmat kepada umat," bangganya.

Di tengah tempaan dan godaan jaman yang semakin kompleks, Ning Ema berharap "Semoga kepengurusan yang ada bisa lebih optimal dalam mengabdi dan mampu memberikan sumbangsih yang besar bagi masyarakat khususnya perempuan muda NU di seluruh pelosok kota santri ini," pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian, Amalan, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siaw

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

Bandung, Ustadz Felix Siaw. Nahdlatul Ulama (NU) dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan yang mengatasnamakan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA). Demikian ditegaskan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj.

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Tolak Segala Bentuk Kekerasan SARA

"NU didirikan untuk mewujudkan ukuwah islamiyah dan membangun solidaritas, serta tidak  memandang golongan," katanya dalam kunjungan kerja atau turba PBNU dan PWNU Jawa Barat di Pondok Pesantren Darul Falah, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Senin (14/5). 

Menurutnya, NU adalah organisasi kemasyarakatan yang dibentuk untuk memajukan kekuatan budaya, pendidikan dan menjaga tali persaudaraan antar manusia. 

Ustadz Felix Siaw

"Sebagai Organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah jama’ahny sekitar 70 juta umat, NU harus menjadi contoh dan terdepan dalam menyerukan perdamaian," jelas Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Ustadz Felix Siaw

Terkait kekerasan yang mengatas namakan SARA, ia menegaskan bahwa secara tegas NU menolak segala bentuk kekerasan apalagi perang yang digelorakan oleh kelompok garis keras. 

"Dalam perang tidak ada namanya perang suci, tapi yang ada pembantaian dan menghilangkan nyawa manusia," katanya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Zainal Mutaqin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Berita Ustadz Felix Siaw

Rabu, 14 Juni 2017

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah

Blitar, Ustadz Felix Siaw. Untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, anggota Tarekat Al-Mu’tabaroh An Nahdliyah memfida’i ? (mendenda) dirinya sendiri dengan cara menabung dzikir kalimat? Laailaahaillallah sebanyak 70.000 kali.

”Semua ahli Thoriqoh Al-Mu’tabaroh diharapkan bisa mida’i diriya dengan menabung dzikir 70.000 kali. Tabungan ini dimaksudkan untuk bisa lebih dekat kepada Allah. Baik di dunia maupun di akhirat nanti,’’ujar KH. Harun Ismail saat memberikan tausiyah pada penutupan Jamiyah Ahli Thoriqoh Naqshobandi Kholidiyah di Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, Senin (23/5) malam.

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Cara Ahli Tarekat Mendekatkan Diri kepada Allah

Menurut kiai Harun, dzikir tersebut tidak harus diselesaikan sekaligus dalam satu majlis. Namun bisa dicicil beberapa kali.

”Mungkin para jamaah setiap hari sibuk dengan pekerjaan. Bisa dikerjakaan seusai shalat rowatib. Misalnya setiap habis shalat wajib kita membaca 100 atau 200 dzikir saja. Kan nanti akhirnya bisa lunas 70.000 bacaan dzikir,’’ ungkap Kiai Harun yang juga anggota Musytasar PCNU Kabupaten Blitar.

Saat ini pimpinan tarekat (mursyid) di wilayah tersebut dipegang KH Diya’uddin Azam-zami setelah menggantikan ayahnya, KH. Ahmad Zubaidi Abdulu Ghofur yang wafat 4 tahun lalu.

Pesantren Mambaul Hikam menjadi pusat Tarekat Naqsabandiyah Kholidiyah untuk wilayah Blitar. Pesantren ini memiliki jumlah santri sekitar 1500. Sedangkan anggota tarekatnya mencapi 5000 orang yang menyebar di Kabupaten Blitar, Malang, Tulungagung, Kediri dan sekitarnya. Setiap Senin malam, kegiatan tarekat di pesantren ini dilaksanakan sulukan.

Ustadz Felix Siaw

Selain menjadi pusat kegiatan tarekat, Pesantren Mambaul Hikam ini juga menjadi pusat kegiatan sholawat Nariyah Mughistul Al-Mughits yang memiliki jamaah puluhan ribu orang. Jamiyyah ini dipimpin oleh KH. Sunhaji Nawal Karim Zubaidi Abdul Ghofur yang juga adik kandung Kiai Diya’uddin Azam-zami. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Internasional, Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Berkat Gadis 15 Tahun Ini, Emoji Wanita Berjilbab Hadir di Apple

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Perusahaan teknologi raksasa Amerika Apple telah meninjau emoji yang akan dikeluarkan mendatang, salah satu emojinya adalah wanita yang mengenakan jilbab. Saat merayakan hari emoji dunia pada Senin (17/7), perusahaan menampilkan lebih dari dua belas simbol animasi dan itu akan diluncurkan tahun ini di perangkat-perangkat Apple.

Di dalam sebuah pernyataannya, Apple mengungkapkan, emoji baru dimaksudkan untuk mempermudah para pengguna dalam mengekspresikan diri mereka dengan perbedaan yang ada di antara mereka.

Berkat Gadis 15 Tahun Ini, Emoji Wanita Berjilbab Hadir di Apple (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkat Gadis 15 Tahun Ini, Emoji Wanita Berjilbab Hadir di Apple (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkat Gadis 15 Tahun Ini, Emoji Wanita Berjilbab Hadir di Apple

Adalah Rayouf Alhumedhi, seorang gadis Arab Saudi yang tinggal di Jerman, yang mengusulkan emoji wanita berhjilbab tersebut ke sebuah konsorsium nirlaba internasional (A Not-Profit International Consortium), Unicode, pada Sebtember 2016. Lalu kemudian, Unicode mengabulkan proposal yang diajukan oleh gadis berusia lima belas tahun itu.

Ustadz Felix Siaw

Di dalam kampanyenya, Rayouf menyatakan bahwa beberapa wanita Kristen, Yahudi, dan Islam mengenakan jilbab. Bahkan, ratusan juta muslimah mengenakan jilbab karena itu adalah bagian dari pada ajaran Islam.

Selain wanita berjilbab, simbol baru lainnya yang akan juga akan dirilis adalah orang yang berjenggot, juga orang yang sedang melaksanakan meditasi yoga, dan puluhan simbol lainnya.

Di antara negara terbesar yang menggunakan emoji adalah Amerika Serikat, Meksiko, Brazil, Indonesia, UK, Spanyol, Perancis, Italia dan Jerman. Dilaporkan bahwa setiap harinya ada lima milyar emoji yang dikirimkan di seluruh dunia menggunakan aplikasi Facebook Messenger. (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Aswaja, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Senin, 12 Juni 2017

Bukti Tunjukkan Kemungkinan Yasser Arafat Meninggal Diracun

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat mungkin telah diracun dengan radioaktif polonium, kata laporan forensik Swiss yang diperoleh oleh al-Jazeera, seperti dilansir oleh BBC Indonesia.

Catatan medis Araffat menunjukan bahwa dia meninggal pada 2004 karena serangan stroke yang disebabkan karena gangguan darah.

Bukti Tunjukkan Kemungkinan Yasser Arafat Meninggal Diracun (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukti Tunjukkan Kemungkinan Yasser Arafat Meninggal Diracun (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukti Tunjukkan Kemungkinan Yasser Arafat Meninggal Diracun

Namun, Klik jenazahnya diangkat tahun lalu karena adanya dugaan bahwa dia dibunuh.

Ustadz Felix Siaw

Laporan forensik Swiss ini mengatakan tes yang dilakukan pada jenazah menunjukan "kandungan polonium-210 yang cukup tinggi", yang "cukup" untuk mendukung dugaan itu.

Ustadz Felix Siaw

Para ilmuwan dari Vaudois University Hospital Centre (CHUV) mempelajari catatan medis Arafat dan meneliti sisa-sisa jenazah, termasuk tulang belulang dan contoh tanah di makamnya.

Mereka menegaskan bahwa mereka tidak bisa mencapai kesimpulan yang lebih pasti karena jangka waktu kematian yang cukup lama. Sampel yang terbatas juga menjadi penghambat.

Polonium-210 adalah zat radioaktif yang secara alami diperoleh makanan dan tubuh dengan dosis rendah, namun senyawa ini bisa mematikan jika jika tertelan dalam dosis tinggi.

Menurut Prof Paddy Regan, seorang pakar deteksi dan pengukuran radiasi di University of Surrey, Inggris, mengatakan temuan merupakan "pernyataan yang sangat kuat".

"Mereka mengatakan hipotesis yang mengatakan bahwa Arafat diracun dengan polonium-210 adalah valid dan teori ini belum bisa dipatahkan oleh data. Namun, mereka tidak mengatakan secara pasti jika dia dibunuh."

Banyak warga Palestina dan lainnya percaya bahwa Israel menaracuni Arafat. Sementara yang lain menduga bahwa kematian Arafat disebabkan oleh penyakit AIDS atau kanker.

Israel sejauh ini konsisten Klik membantah keterlibatannya. Juru bicara kementerian luar negeri Israel mengatakan penyelidikan yang dilakukan oleh Swiss ini tak ubahnya seperti "sinetron, daripada pembuktian ilmu pengetahuan".

Sementara itu, berbicara di Paris, janda Arafat, Suha, mengatakan temuan ini mengungkap "tindak kriminalitas, pembunuhan politis."

"Ini telah mengkonfirmasi keraguan kita. Telah dibuktikan oleh ilmu pengetahuan bahwa dia tidak meninggal secara alami dan kami memiliki bukti bahwa pria ini dibunuh."

Reuters mengatakan Suha tidak menyebut siapa yang mungkin membunuhnya tetapi menyadari bahwa suaminya memiliki banyak musuh. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw News Ustadz Felix Siaw

Jumat, 09 Juni 2017

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba

Karawang, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat berupaya menghidupkan tradisi NU dengan perlombaan. Aneka lomba yang dikemas dalam rangka memperingati Isra’ Miraj itu adalah baca tahlil, talqin, Al-Barjanzi, Juz Ama, kitab Al-Jurumiah, dan Safinah.

Kegiatan yang diikuti anak-anak pengajian dari sembilan desa di Kecamatan Kotabaru tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Pucung Kamis (6/6).  

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba

Ketua pelaksana kegiatan Muhammad Nawawi mengatakan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Kotabaru. Tujuannya untuk memasyarakatkan kembali tradisi-tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama yang mulai ditinggalkan masyarakat seperti membaca tahlil.

Ustadz Felix Siaw

“Kami ingin memunculkan kembali tradisi-tradisi NU di tengah-tengah masyarakat. Agar, ada regenerasi tokoh-tokoh agama untuk mengembangkan tradisi NU di masyarakat," kata Nawawi, di Pondok Pesantren Al Huda pada Kamis (6/6), seusai acara.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Nawawi masyarakat Kotabaru menyambut dan mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan yang mencapai lebih dari 150 orang.

Kegiatan ini, sambung dia, juga dipadukan dengan kegiatan istghosah kubra dan pelantikan ranting NU se- Kecamatan Kotabaru, "Insya Allah ini akan menjadi kegiatan rutin kami setiap tahun. Masyarakat juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Soalnya ini baru pertama kali dilaksanakan," paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua PAC GP Ansor Kotabaru Nana Nuryadin mengatakan, dewasa ini mulai memudarnya tradisi-tradisi NU di masyarakat, terutama dikalangan generasi muda NU.

Oleh karena itu, tambah dia, GP Ansor ingin melakukan regenarasi dan juga memperkenalkan tradisi-tradisi NU pada generasi muda sejak dini. Maksudnya, agar mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, "Ketika ada acara syukuran kelahiran anak misalnya, yang mengisi itu orang tua saja, anak mudanya gak ada. Oleh sebab itu, ini harus ada pembinaan dalam agar memiliki keahlian dalam menjalankan tradisi-tradisi NU," ucapnya.

Di akhir pemaparannya, Nana meminta dukungan semua pihak agar regenerasi kader NU ini bisa berjalan dengan baik, “Untuk melakukan regenerasi ini, diperlukan dukungan dari semua pihak. Ini adalah cikal bakal pengajian NU yang harus tetap dijalankan," pungkasnya.

Redaktur      : Abdullah Alalwi

Kontributor  : Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren Ustadz Felix Siaw

Kamis, 08 Juni 2017

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Sejumlah kiai dan pengasuh pondok pesantren di Jawa Timur menghadiri Forum Silaturrahim Kiai dan Pengasuh Pesantren NU se-Jawa Timur di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Ahad (11/1) kemarin. Forum antara lain membicarakan kriteria calon ketua umum PBNU.

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diusulkan Calon Ketum PBNU, Ini Komentar Gus Sholah

Hadir sebagai nara sumber pada halaqah bertema "Mengembalikan NU pada Ruhnya," mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi, pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahudin Wahid atau Gus Sholah dan KH Muhyidin Abdusshomad dari Jember.

Halaqah menelorkan beberapa syarat atau kriteria calon ketua umum PBNU periode mendatang, antara lain calon juga harus mampu menjaga martabat NU, komitmen dalam menjalankan Qonun Asasi Hadratus Syekh KH Hasyim Asyari, memiliki kemampuan kepemimpinan dan managemen, istiqomah menjaga netralitas NU dalam politik praktis dan tidak punya beban masa lalu serta profesional.

Salah seorang penggagas kegiatan KH Abdurrahman Ustman mengatakan, meski tidak menyebut nama, kriteria yang diajukan mengarah kepada sosok KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu Gus Sholah dalam forum itu menyampaikan bahwa NU selama ini belum banyak membicarakan persoalan ekonomi terutama yang sesuai dengan sistem Islam, padahal organisasi lain telah melakukan.

“Apakah sistem ekonomi kita sudah islami atau belum? Dimana masih banyak masyarakat muslim dalam kondisi miskin. Padahal negera kita sangat kaya. Apakah ini sistem ekonomi islami.? Kedepan NU perlu membahas persolan ini," ujarnya.

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, NU harus berada di depan dalam menjalankan ajaran Islam ahlussunnah wal jama’ah. Selain itu, NU juga harus memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan pendidikan pesantren.

"Bagaimana NU bisa sesuai dengan Qonun Asasi KH Hasyim Asyari, melayani pesantren dan ulama karena NU didirikan dari ulama pesantren yang telah memberikan pendidikan sejak sebelum adanya lembaga pendidikan formal seperti sekarang," tandas cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari itu.

Disinggung soal kesiapan menjadi calon ketua PBNU, Gus Sholah mengaku belum berpikir, untuk menjadi kandidat. Dikatakannya hingga saat ini dirinya belum berpikir, dan tidak melakukan upaya apapun untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.

Ustadz Felix Siaw

"Saya tidak berpikir dan belum berencana untuk itu, kita lihat saja nanti. Muktamar kan masih lama," pungkasnya usai acara. (Muslim Abdurrahman/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw

PTIQ Helat Diskusi Islam Nusantara ala Gus Dur

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta menghelat diskusi ilmiah bertema “Islam Nusantara perspektif KH Abdurrahman Wahid”, Senin (6/4) pagi. Diskusi tersebut dihelat bebarengan dengan pemilihan ketua Forum Kajian Ushuluddin (Fokus) 2015.

Acara yang digelar di lantai 4 gedung Pascasarjana PTIQ ini diinisiasi oleh Fakultas Ushuluddin. Hadir selaku narasumber dosen Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta Syaiful Arif dan dosen Tafsir dan Ulumul Quran yang juga Dekan Fakultas Ushuluddin PTIQ Dr A Khusnul Hakim.

PTIQ Helat Diskusi Islam Nusantara ala Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
PTIQ Helat Diskusi Islam Nusantara ala Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

PTIQ Helat Diskusi Islam Nusantara ala Gus Dur

Dalam sambutannya selaku dekan, Khusnul mengatakan, persoalan tafsir selalu berkembang sesuai zaman dan tempat. Penafsiran untuk konteks Indonesia tentu berbeda pendekatannya dengan di mancanegara, termasuk Timur Tengah khususnya Arab Saudi di mana Islam dilahirkan.

Ustadz Felix Siaw

"Penafsiran Quran di Indonesia selama ini melulu menggunakan pendekatan Arab atau Timur Tengah. Mestinya, kita juga tak melupakan pendekatan ala Nusantara agar lebih kontekstual,” kata khusnul.

Menurut khusnul, mahasiswa PTIQ memiliki tugas penting terkait dua realitas pendekatan Al-Quran: tekstual dan kontekstual. Untuk tugas menjaga realitas teks dari Al-Quran, bisa dilakukan melalui hapalan. Selain itu, ada juga realitas konteks. Harus sesuai dengan kaidah shalih likulli zaman wa makan.

Ustadz Felix Siaw

“Nah, ketika masuk term ‘di mana saja’, ini jadi tidak pas jika pendekatan kita Timur Tengah atau Arab minded, sementara kita tinggal di Indonesia. Oleh karena itu, pemikiran Gus Dur yang akan dipaparkan saudara Syaiful Arif ini kita harapkan bisa membuka wacana Tafsir baru untuk merespons ayat tersebut,” tegasnya.

Senada dengan Khusnul Hakim, Syaiful Arif dalam presentasinya menyatakan sangat senang bisa bersilaturrahim sembari berdiskusi dengan sivitas akademika PTIQ Jakarta. Sebab, dirinya sejak lama telah bermimpi bahwa kebangkitan peradaban Islam lahir dari PTIQ.

“Sejak dahulu saya memimpikan kebangkitan peradaban Islam itu di sini (PTIQ-red), bukan di tempat lain. Jadi, teman-teman ketika datang dari kampung ke kampus PTIQ di Jalan Batan Pasar Jumat ini mau nggak mau mendaulat diri sebagai pengusung kebangkitan Islam Indonesia,” ujar Arif mengawali diskusi yang langsung disambut aplaus panjang hadirin.

Arif beralasan, banyak sekali kesalahpahaman terhadap Islam, salah satunya tak paham Ulumul Qur’an. Kalau sekedar mengetahui ayat lalu ditafsirkan semaunya sendiri, itu berarti sudah tidak memakai ilmu lagi. Hal terpenting, bagi dia, PTIQ merupakan mesin penggali dan pembangkit peradaban Islam Indonesia.

“Nah, PTIQ di sini sebagai mesin penggali sekaligus pembangkit peradaban Islam Indonesia yang kemudian kita sebut sebagai Islam Nusantara itu, akarnya ya di PTIQ, yang merupakan institusionalisasi modern dalam rangka tradisi akademik dari komunitas sekaligus lembaga pendidikan pesantren,” urai pria lulusan Pesantren Ciganjur Jakarta ini.

Ketika kita membicarakan Islam Nusantara perspektif Gus Dur, lanjut Arif, maka akan ditemukan sebuah pandangan bahwa pesantrenlah yang menjadi bentuk paripurna dari Islam Indonesia.?

“Akan tetapi, pesantren bukan hanya sebatas lembaga pendidikan semata, karena sekarang ini banyak pesantren yang tidak memiliki cukup persyaratan kultural, ideologis, dan metodologis dari pesantren yang sesungguhnya,” tandasnya. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara, Tegal Ustadz Felix Siaw

Rabu, 07 Juni 2017

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Selain menetapkan ketua umum yang baru, Rapat Pleno Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (18/3) kemarin juga membahas rencana kembalinya PMII menjadi salah satu badan otonom NU. Para alumni telah sepakat PMII kembali ke NU.

“Prinsipnya kita sepakat kalau PMII kembali menjadi bagian dari NU, karena PMII adalah kader ideologis NU,” kata Wakil Sekjen IKA-PMII Adnan Anwar dihubungi Ustadz Felix Siaw, Kamis (19/3).

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA-PMII Setuju PMII Kembali Menjadi Badan Otonom NU

Ditegaskan, bahwa PMII akan kembali menjadi badan otonom, bukan lembaga atau lajnah NU. “Statusnya nanti PMII tetap otonom. Beberapa ketentuan lebih lanjut akan ditetapkan sendiri oleh PMII dalam Kongres. Yang penting masuk dulu (kembali menjadi bagian resmi NU: Red),” kata Adnan.

Ustadz Felix Siaw

Ditambahkan, dalam waktu dekat akan diadakan pertemuan tiga pihak, yakni IKA-PMII, PB PMII danTim Kaderisasi PBNU untuk membahas persiapan lebih lanjut.

Ustadz Felix Siaw

Dihubungi terpisah Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan pertemuan dengan IKA-PMII dan PB PMII untuk membahas secara teknis masuknya kembali PMII ke dalam NU, terutama berkaitan dengan AD/ART NU yang akan dibahas dalam Muktamar NU di Jombang, awal Agustus 2015 nanti.

Menurutnya, pasal kembalinya PMII menjadi badan otonom NU dalam Muktamar nanti akan dibahas oleh komisi organisasi dan ditetapkan dalam Sidang Pleno. “Dalam draft sudah kita masukkan, tinggal disepakati di Muktamar,” kata KH Masyhuri yang juga anggota tim perumus materi komisi organisasi Muktamar NU.

PMII didirikan pada 1960 sebagai badan otonom NU yang beranggotakan para mahasiswa NU di berbagai perguruan tinggi. PMII didirikan oleh para tokoh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) sebagai kelanjutan jenjang kaderisasi NU. Pada 1972 dalam suasana tekanan politik Orde Baru PMII menyatakan independen dari NU.

Lalu pada 1991, beberapa tahun setelah NU lepas dari politik praktis, PMII mengumumkan ‘interdependensi’ yang berarti “mempunyai persamaan-persamaan dalam persepsi keagamaan dan perjuangannya, visi sosial dan kemasyarakatan,dan mempunyai ikatan historis dengan NU”, namun belum menjadi badan otonom NU. Jika ditetapkan kembali sebagai badan otonom NU pada Muktamar ke-33 di ‘Ibukota NU’ Jombang, maka PMII akan mencatatkan sejarahnya yang baru. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam Ustadz Felix Siaw

Senin, 05 Juni 2017

Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II

Kediri, Ustadz Felix Siaw - Kesebelasan Pesantren Darut Taibin (DaTa) Kabupaten Tulunggung? menyatakan optimis? bisa menjadi juara Liga Santri Nasional (LSN) Region Jatim II dan lolos ke babak 32 besar nasional. Pihak DaTa telah mempersiapkan fisik dan teknik untuk bisa unggul di babak ini.

“Sudah kepalang? basah. Kami harus ambil kemenangan ini dan lolos ke 32 nasional,” kata manajer tim DaTa Agus Imam Syafii kepada Ustadz Felix Siaw usai mengalahkan kesebelasan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri pada babak semi final kemarin, Senin (29/8).

Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan DaTa Optimis Menangi Babak Final Region Jatim II

Di babak final Selasa (31/8) sore DaTa menghadapi kesebelasan An-Nur 2 Turen Kabupaten Malang. Di atas kertas memang kesebelasan DaTa unggul baik secara teknik maupun materi pemain.

Ustadz Felix Siaw

Ini bisa dilihat dari rekam jejak pertandingan mulai babak penyisihan hingga masuk final LSN Region Jatim II. Kemenangan kesebelasan DaTa memang fantastik. Dua tim kesebelasan pesantren besar Al-Mahrusiyah Lirboyo Kota Kediri dan Quen Al-Falah Ploso Mojo Kediri dibuat? ? tidak berkutik dengan skor 5-0 dan 3-0.

“Bola memang bundar. Jadi wajar kalau kami berkeinginan untuk menang dan lolos? ke babak 32 nasional,” tambah Gus Imam.

Ustadz Felix Siaw

Sementara kesebelasan An-Nur 2 sejak babak penyisihan bermain biasa-biasa saja tanpa kejutan berarti. Misalnya saat ketemu tim Tambakberas? Jombang, pertandingan berakhir dengan skor 6-5 setelah adu penalti. Kemudian, ketika melawan tim kesebelasan Darul Ulum Ploso Peterongan Jombang, permainan kesebelasan An-Nur 2 juga tidak mengejutkan. Meski? menang dengan skor 3-2, itu diraih dengan hasil adu penalti.

“Kami mengalir saja. Yang penting kami akan bermain fair. Meski begitu kami juga ingin juara,” kata Fani Dwi S, Kapten kesebelasan An-Nur 2? Turen Malang. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pertandingan, Habib Ustadz Felix Siaw

Minggu, 04 Juni 2017

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Bogor, Ustadz Felix Siaw. Peringatan hari lahir (harlah) sekaligus tabligh akbar Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) dihadiri tokoh nasional. Tokoh-tokoh itu di antaranya penyair D. Zawawi Imron, Anggota BPK Ali masykur Musa, KH Sa’adih Al-Batawi, Prof. Nandang Nazmul Munir, serta ketua LESBUMI NU Zastrow Al-Ngatawi. Hadir pula pembina KMNU IPB, Aji Hermawan dan Ismatul Hakim.

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah KMNU IPB Dihadiri Tokoh Nasional

Tidak hanya itu, harlah bertajuk “Orasi Kepemudaan dan Kontemplasi Budaya” ini juga dihadiri perwakilan KMNU se-Indonesia, di antaranya KMNU UGM, UNES, UPI, STAN, STAINI Parung, Lembaga Kemahasiswaan IPB, PCNU Kota Bogor, peserta pesantren kilat Mata Air regional Bogor, serta ormas keagamaan lainnya.

Acara dilaksanakan pada Ahad, (3/6) bertempat di Auditorium Sumardi Sastrakusumah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Acara ini merupakan yang terbesar yang digelar KMNU IPB tahun ini.

Ustadz Felix Siaw

Acara dibuka dengan penampilan hadrah KMNU, sambutan-sambutan, dan penyampaian materi dari pembicara. Pada sesi pertama, didaulat tiga pembicara yaitu K.H Nandang Nazmul Munir, D. Zawawi Imron dan Ali Masykur Musa; dipandu moderator Ivan Haryanto.

“Untuk memakmurkan bangsa, dibutuhkan pemuda yang bermoral dan profesional”, kata K.H Nandang di akhir pidatonya. Setelah itu, materi kedua disampaikan D. Zawawi Imron. “Menjadi orang pandai ada gurunya, tetapi menjadi orang mujur tak ada gurunya”.

Ustadz Felix Siaw

Sesi pertama ditutup dengan pembicara ketiga: Ali Masykur Musa. Di akhir materi, ia mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang mempertemukan agama Islam dan budaya dalam bentuk Pancasila.

Usai sesi pertama Zastrow Al Ngatawi mengisi sesi kedua dengan tema, “Menggugah jiwa nasionalis dengan penghayatan makna budaya”.

“Beragama tanpa kebudayaan akan menimbulkan dua tipe manusia, yaitu manusia yang menjadi malaikat dan manusia yang menjadi setan. Pancasila dan Islam tidak bisa dipisahkan”, katanya.

Di ujung acara, tim hadrah KMNU kembali tampil. Kali ini ditemani dengan rekan-rekan dari KMNU universitas lain. Lantunan sholawat simtudduror (mahallul qiyam) menggema di auditorium. Acara pun ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Bachtiar Azizi, salah satu perwakilan dari IMAN (Ikatan Mahasiswa Nahdhiyyin) STAN.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Kontributor : Anik Wiati

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax, Khutbah, Sejarah Ustadz Felix Siaw

Kamis, 01 Juni 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, Ustadz Felix Siaw - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

Ustadz Felix Siaw

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nasional, Lomba, Ubudiyah Ustadz Felix Siaw