Sabtu, 21 Juli 2007

Sertijab di Lapangan, Pelantikan di Ruangan

Pamekasan, Ustadz Felix Siaw - Siswa-siswi SMP Ma’arif 1 Pamekasan berkumpul di halaman sekolah, Senin (16/1). Balon dengan beragam warna dipegang siswa-siswi dan guru. Selanjutnya, balon-balon yang diekori tulisan? "Jayalah SMP Ma’arif 1 Pamekasan" itu terbang serentak. Sorak-sorai yang diiringi shalawat menggema.

Itulah format serah terima jabatan (sertijab) pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang lama ke yang baru SMP Ma’arif 1 Desa Terrak, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan. Ketua demisioner Lailatul Fitria menyerahkan jabatannyanya kepada ketua baru Moh Rizky.

Sertijab di Lapangan, Pelantikan di Ruangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertijab di Lapangan, Pelantikan di Ruangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertijab di Lapangan, Pelantikan di Ruangan

Sertijab dilakukan di halaman sekolah, sementara prosesi pelantikan pengurus OSIS baru berlangsung dalam ruangan. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan tetap diikuti siswa-siswi hingga usai.

Dalam sambutannya, Moh Rizky berterima kasih atas kepercayaan sebagai Ketua OSIS yang diberikan para siswa dan guru. Baginya, jabatan tersebut siap diemban guna menjadi wadah pengabdian kepada almamater tercinta.

Ustadz Felix Siaw

"Amanah jabatan ini bukan hanya tanggung jawab saya, tetapi rekan-rekanita yang memilih dan mengamini keterpilihan saya juga punya kewajiban turut membesarkan sekolah kita melalui organisasi intra," ujar Rizky.

Ustadz Felix Siaw

Siswa kelas VIIIa tersebut berharap para guru tidak jemu dalam membimbing dirinya memimpin OSIS SMP Ma’arif 1 Pamekasan setahun ke depan.

"Tanpa restu dan bimbingan dewan guru, tentu kami tidak punya daya apa-apa dalam menakhodai organisasi ini," tandasnya. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga Ustadz Felix Siaw

Minggu, 24 Juni 2007

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Sukabumi, Ustadz Felix Siaw. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore melaksanakan kegiatan pelatihan Instructional Mastery (IM). ? Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, (20-22/7) di Pondok Pesantren Assamsyuriah dan diikuti 50 peserta guru-guru NU se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris PERGUNU Jawa Barat, Saepuloh menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi guru di bawah Nahdlatul Ulama yang berperan dalam meningkatkan kompetensi profesional, pendagogi, kepribadian, sosial serta Aswaja dan Ke-NU-an guru-guru NU.?

"PERGUNU bukan hanya mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, pendagogik, sosial, dan kepribadian guru, melainkan pergunu udah harus meningkatkan kompetensi Aswaja dan Ke-NUan guru-guru NU" tutur Saepuloh

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Lebih lanjut Saepuloh menyampaikan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini juga merupakan bagian dari program Pergunu Jawa Barat dalam upaya peningkatan SDM guru-guru NU.?

"Kegiatan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini diselenggarakan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, melainkan akan diselenggarakan juga di empat kabupaten/kota lainnya, yaitu Kabupaten Cianjur, ? Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Hafidz Othman direktur Program Kerjasama dari Irsyad Trust Limited Singapore mengatakan bahwa kegiatan kerjasama pelatihan bagi guru-guru NU sebenarnya sudah dilaksanakan lebih dulu dengan LP Maarif DKI Jakarta selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang.?

Ustadz Felix Siaw

"Kegiatan pelatihan ini, sudah dilaksanakan lebih dulu kerjasama dengan LP Maarif DKI selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang. Dan bukan hanya itu, kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Filipina dan China," tutur Hafidz.

Sementara itu, Bupati Sukabumi yang diwakili Kabag Sosial Keagamaan mengatakan bahwa program PERGUNU Jawa Barat ini sangat membantu dalam ? mewujudkan visi misi kab sukabumi yang religius dan mandiri, karena visi dan misi tersebut bisa tercapai manakala pendidikannya ? berbasis keagamaan.

Ustadz Felix Siaw

"Pemda Kabupaten Sukabumi ? menyambut baik kegiatan ini, dan ini juga harus disambut pula oleh peserta dengan baik agar kualitas setelah pelatihan bisa meningkat dan bermanfaat bagi daerah setempat," tutur Unang

Kegiatan pelatihan tersebut akan dilanjutkan pada 3-5 Agustus 2017 mendatang. Instruktur kegiatan pelatihan semuanya dari Irsyad Trust Limited Singapore, Kamshari dan Madam Zainab. (Awis/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai Ustadz Felix Siaw

Senin, 11 Juni 2007

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah

Blitar, Ustadz Felix Siaw - Tidak hanya warga Amuntai Kalimantan Selatan yang bangga dengan masuknya KH Idham Chalid dalam Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kebanggaan itu juga dimiliki oleh para tokoh perintis Banser (Barsan Ansor Serbaguna), salah satunya adalah H Supangat asal Kota Blitar. Ia mengaku bangga mantan ketua PBNU itu menjadi gambar mata uang Rp5000-an yang baru.

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah

“Sebagai warga NU dan Banser aku sangat bangga dengan keputusan itu. Ini benar-benar meningkatkan kredibilitas warga NU. Marwah NU benar-benar terangkat,” ujar H Supangat kepada Ustadz Felix Siaw tadi pagi.

Supangat adalah satu tokoh perintis berdirinya Banser bersama Zen Kalyubi, KH Abdurrohim Sidik, Mohammad Fadil, Atim Miyanto, dan lainnya. Nama Banser diresmikan menjadi nama pasukan elite NU secara nasional pada 24 April 1964. Mantan pegawai Jawatan Pos dan Telekomunikasi Blitar itu ikut dilantik oleh KH Idham Chalid saat pengukuhan pasukan elite NU tersebut yang bertempat di Alun-alun Kota Blitar.

Ustadz Felix Siaw

“Aku banyak kenangan dengan Pak Kiai Idham. Karena yang meresmikan nama Banser jadi pasukan elite NU dulu Kiai Idham di Blitar ini,” ungkap H Supangat,yang juga pengurus Ta’mir Masjid Agung Kota Blitar ini.

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, Kiai Idham Chalid layak menerima itu mengingat peran dan jasanya pada agama dan negara. Ia mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU dari 1956 hingga 1984.

“Ia menjadi ketua umum PBNU pada usia relatif belia yakni 34 tahun. Dan di antara ketua-ketua umum yang lain, ia merupakan yang terlama,” katanya.

Ia juga pernah menjadi pucuk pimpinan di lembaga eksekutif, legislatif dan ormas (Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR/MPR, dan Ketua Umum PBNU). Juga pernah memimpin pada tiga parpol berbeda yaitu Masyumi, NU dan PPP. “Jadi sangat wajar dan pas bila beliau menerimanya. Sebagai Banser dan warga NU aku sangat bangga. Semoga ada kader-kader NU yang menyusulnya,” tambahnya.(Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Halaqoh, Berita Ustadz Felix Siaw

Senin, 09 April 2007

Perang Diu, Penentu Sejarah Besar Umat Manusia Hingga Saat Ini

Jakarta, Ustadz Felix Siaw



Direktur Eksekutif Islam Nusantara Center A Ginanjar Sya’ban menceritakan, pertempuran laut antara armada Portugis dengan armada gabungan kerajaaan Islam tahun 1509 di Perairan Diu, India menjadi penentu sejarah besar umat manusia bahkan hingga sampai saat ini.?

Karena, kata dia, kalau seandainya Portugis kalah, maka mereka tidak akan sampai ke Nusantara. Tetapi sejarah berkata lain, Portugis mampu mengalahkan pasukan gabungan itu dan berlayar ke wilayah Nusantara. Lalu kemudian diikuti oleh negara-negara Eropa lainnya. ?

Perang Diu, Penentu Sejarah Besar Umat Manusia Hingga Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Perang Diu, Penentu Sejarah Besar Umat Manusia Hingga Saat Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Perang Diu, Penentu Sejarah Besar Umat Manusia Hingga Saat Ini

“Di sana, Portugis menguasai benteng-benteng di India Daratan seperti Haripur, Sri Lanka, dan Gowa,” urainya saat diskusi di Islam Nusantara Center Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Sebagaimana yang tertera dalam literatur yang berbahas Arab dan Inggris, perang tersebut melibatkan kerajaan-kerajaan Islam seperti Kerajaan Mamluk dari Mesir, Kerajaan Usmani dari Turki, dan Kerajaan Gujarat dari India dengan Portugis. Namun demikian, Ginanjar berpendapat bahwa Kerajaan Pasai juga ikut dalam perang tersebut.

Ustadz Felix Siaw

“Pasai kan negara maritim. Negara lautan. Dia pasti punya armada. Besar kemungkinannya (Pasai ikut dalam peperangan Diu),” jelasnya.?

Lalu, imbuh Ginanjar, tahun 1511 Portugis berhasil menguasai Malaka. Sebuah bandar kesultanan terkaya pada saat itu karena semua kapal dari Timur pasti singgah di sana.?

“Tahun 1511 lagi-lagi Portugis menang atas pasukan gabungan Malaka, Aceh, Demak, dan Maluku. Jadilah Portugis memiliki benteng wilayah baru di Malaka,” jelasnya.

Ginanjar menambahkan, setelah berhasil menguasai Malaka, Portugis berupaya untuk menguasai Maluku yang merupakan pusat rempah-rempah. Namun demikian, Portugis mengalami kesulitan untuk bisa sampai Maluku karena ia harus melewati Kerajaan Aceh, Banten, Cirebon, Demak, Gowa.?

Ustadz Felix Siaw

Meski demikian, setelah mengalami beberapa pertempuran, akhirnya Portugis berhasil menginjakkan kakinya di Maluku tahun 1912. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Syariah, Halaqoh, Sholawat Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 24 Maret 2007

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak

Sumenep, Ustadz Felix Siaw - Roh organisasi sekelas Nahdlatul Ulama (NU) ialah memaksimalkan fungsi pengabdian dan pemberdayaan terhadap masyarakat. Itulah yang dicerminkan oleh para pendiri dan ulama NU sekaligus pejuang negeri ini. Karenanya sangat tepat kalau LKNU Sumenep membuka layanan cuma-cuma operasi katarak.

Demikian ditegaskan Ketua NU Sumenep KH Pandji Taufik saat sambutan aksi sosial operasi gratis di aula lantai II PCNU Sumenep di Jalan Trunojoyo, Sumenep, Sabtu (16/4).

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Sumenep Layani Gratis 160 Penderita Katarak

Menurut Kiai Pandji, sejauh ini NU Sumenep berikhtiar mewujudkan misi pengabdian dan pemberdayaan di atas. Karenanya, program operasi katarak secara gratis merupakan salah satu wujud dari misi tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Ketua LKNU Sumenep Taufikurrahman menyatakan, kegiatan tersebut menggandeng Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep dan RSUD Moh Anwar Sumenep.

Ustadz Felix Siaw

Kepala Dinkes Sumenep dr Fathoni dan Direktur RSUD Moh Anwar Sumenep dr Fitril Akbar tampak hadir dalam acara tersebut. Sebanyak 160 penderita katarak dioperasi dalam aksi sosial ini.

"Operasi katarak ini sudah 4 kali dilakukan oleh LKNU Sumenep. Ini khidmah NU kepada warganya. Inilah gerakan konkret yang dilakukan NU kepada warganya," tegas Wakil Sekretaris PCNU Sumenep M Muhri Zaen.

Sebelum aksi ini digelar, beberapa pekan sebelumnya panitia menyebar pamplet dan informasi melalui jejaring sosial. Dalam pengumuman ini disebutkan, warga yang hendak mengikuti operasi katarak harus terlebih dahulu mendaftar kepada panitia. Mereka cukup menyerahkan fotokopi selembar kartu tanda penduduk.

"Ada yang mendaftar langsung pada hari H. Kami tetap melayani mereka," tandas Ketua GP Ansor Sumenep Muhri itu. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Fragmen, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Jumat, 09 Februari 2007

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat

Klaten, Ustadz Felix Siaw. Sebanyak 7 gunungan yang berisikan ratusan ketupat diarak untuk memeriahkan tradisi rayahan kupat di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Ratusan kupat atau ketupat, yang dalam ungkapan bahasa Jawa berarti ngaku lepat (mengakui kesalahan), diarak kurang lebih setengah kilometer oleh warga menuju ke Bukit Sidoguro, Ahad (3/8).

Sesampainya di Bukit Sidoguro, gunungan kemudian didoakan oleh pemuka agama setempat. Setelah itu, dimulailah acara rayahan kupat (rebutan ketupat). Ribuan pengunjung yang hadir, ikut berebut ketupat yang terdapat pada gunungan. Selain ketupat, juga terdapat aneka sayuran seperti kacang panjang, tomat dan cabai yang ikut diperebutkan.

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tujuh Gunungan Meriahkan Tradisi Rayahan Kupat

Para pengunjung yang mengikuti acara ini, sebagian mengaku ada yang ingin sekedar untuk ngalap berkah, namun ada pula yang hanya sekedar untuk mencari kegembiraan semata.

Ustadz Felix Siaw

Dani, salah satu satunya, wanita berusia 40 tahun itu datang bersama suami dan anaknya. Bahkan, secara tak sengaja dia mendapatkan kupon berhadiah yang ikut dibagikan bersama ribuan ketupat. “Tadi, tidak sengaja menemukan. Lumayan, dapat Rp.50.000,” ungkap kata sembari tersenyum.

Panitia acara menerangkan rayahan kupat ini merupakan acara rutin yang sudah ada sejak dulu. Acara ini juga menjadi ajang silaturahim masyarakat setempat, khususnya pada momentum Lebaran. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara Ustadz Felix Siaw

Senin, 15 Januari 2007

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Presiden Joko Widodo menegaskan dukungan Indonesia untuk kemerdekaan Palestina dalam pidato kenegaraan pertamanya di sidang bersama Dewan Perwakilan Rakyat dan Dewan Perwakilan Daerah di Jakarta, Jumat.

"Indonesia juga terus mendukung kemerdekaan Palestina dari penjajahan dan kedzaliman, serta menyerukan agar saudara-saudara Muslim di Timur Tengah meletakkan senjata dan berdamai demi kepentingan ukhuwah Islamiyah," katanya.

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Tegaskan Dukungannya Atas Kemerdekaan Palestina

Sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, ia mengatakan, Indonesia ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Ustadz Felix Siaw

Presiden juga mengatakan bahwa sesuai UUD, prinsip dasar politik luar negeri Indonesia adalah bebas aktif, yang menentukan kebijakan politik luar negeri secara bebas, mandiri, dan tanpa beban aliansi.

Ustadz Felix Siaw

Indonesia, menurut dia, akan terus mengirimkan pasukan perdamaian ke berbagai belahan dunia, menjadi penengah konflik, serta terlibat dalam pembuatan norma-norma regional dan global. (Antara/Mukafi Niam) foto Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Halaqoh, Hadits, Makam Ustadz Felix Siaw

Selasa, 02 Januari 2007

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Jombang, Ustadz Felix Siaw - Gerakan Pemuda Ansor telah memiliki Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor (MDS RA). Bahkan lembaga ini telah tersebar di sejumlah propinsi, kota dan kabupaten. Kegiatan yang diselenggarakan juga banyak diminati anak muda serta khalayak umum.

Dalam rangka penyegaran sekaligus silaturrahim, Pimpinan Pusat MDS RA melakukan konsolidasi. "Kegiatan juga sebagai sarana penegasan kembali gerakan ideologis sesuai bidangnya," kata Rudi Triwahid yang menjadi tuan, Ahad (26/2).

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Liwetan, Rijalul Ansor Mantapkan Konsolidasi

Konsolidasi ini sangat istimewa lantaran dilangsungkan di area makam KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. "Kegiatan ini mengambil tajuk, liwetan santri dan dzikir untuk negeri," kata Rudi yang juga Ketua GP Ansor Jatim tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Menurut alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya, pilihan tempat diharapkan menyadarkan para anggota Rijalul Ansor untuk belajar kepada sosok Mbah Wahab. "Beliau adalah kiai, santri, penggerak ideologi NU hingga sebagai politisi ulung," jelasnya.

Selama kegiatan, ada sejumlah hal yang disampaikan peserta. "Salah satu hal menarik, bahwa kita sepakat semua harus bergerak secara organisatoris. Jangan bergerak sendiri-sendiri," ungkapnya. Keteraturan bergerak adalah kunci keberhasilan perjuangan ideologi, lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Dengan begitu Rijalul Ansor harus serius merebut kantong kegiatan keagamaan khususnya masjid yang mulai dimanfaatkan pihak berhaluan radikal. "Itu artinya, Rijalul Ansor perlu semakin keras memanfaatkan masjid jami’ sebagai simpul pergerakan tingkat kabupaten dan kota dengan menyemarakkan kegiatan dzikir dan shaawat ala Ahlussunah wal jamaah," tegasnya.

Sedangkan Ketua PP MDS RA Sholahul Am Notobuwono mengatakan, masjid jami’ adalah tempat strategis. "Karena di tempat itu mempertemukan sisi spiritualitas di satu sisi dan sisi kekuasaan pemerintah di sisi yang berbeda," kata Gus Aam, sapaan akrabnya.

Berbeda dengan keduanya, KH R Machfudz Chamid (Gus Afud) mendorong perlunya sinergi pesantren dengan kekuatan lain. "Para gus atau putra kiai tidak bisa diam di pesantrennya. Mereka harus kritis menyikapi keadaan jika tidak ingin NKRI lepas dari pangkuan ideologi Pancasila dan UUD 1945," kata Sekretaris PP MDS RA tersebut.

Menurut Rudi, para peserta satu suara untuk bergerak bersama. "Bergerak menjaga nilai-nilai Aswaja dan kebangsaan melalui media majelis dzikir dan shalawat," katanya.

Konsolidasi ditutup dengan liwetan atau makan bareng ala santri di area pesarean Mbah Wahab. "Ini potret dan kesadaran bersama bahwa perjuangan ideologi kebangsaan masih panjang sehingga jangan sampai patah arang," pungkas Gus Aam. (Ibnu Nawawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Pahlawan, Kajian Ustadz Felix Siaw