Minggu, 25 Desember 2011

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah

Banda Aceh, Ustadz Felix Siaw. Rais Syuriyah PWNU Aceh Tgk. H Nuruzzahri (Waled Nu) ditetapkan sebagai pelaksana tugas (plt) Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA), di kantor HUDA, Banda Aceh pada Selasa malam (11/6).

Ia ditetapkan setelah para pengurus menggelar musyawarah yang membahas kekosongan Ketua Umum HUDA, Abu Panton wafat. Hadir pada musyawarah tersebut Abu Mudi, Waled Nu, Abu Tanjong Bungong, Aba lamno, dan sejumlah pimpinan dayah lainnya.

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah NU Aceh Pimpin Himpunan Ulama Dayah

Sekretaris Panitia Mubes HUDA, Tgk. Muslem Hamdani mengatakan, Mubes ulama dayah berjalan dengan lancar dan demokratis.

Ustadz Felix Siaw

Setelah 1 jam lebih musyawarah berlangsung, tambah Muslem, para ulama se-Aceh sepakat untuk mengisi kekosongan tampuk ketua HUDA dengan menunjukkan Tgk. H. Nuruzzahri sebagai Pelaksana Tugas Ketua Umum PB. HUDA Aceh,

Sekretaris Jenderal Huda Tgk. H. Faisal Ali, dalam sambutannya mengatakan, almarhum Abu Panton meminta kepadanya. Permintaan almarhum adalah untuk menyelenggarakan Mubes HUDA mengingat masa jabatan Abu hampir berakhir.

Ustadz Felix Siaw

Adapun Mubes HUDA untuk menentukan ketua defenitif? di rencanakan akan digelar pada bulan Muharram nanti.

Mubes tersebut ditutup dengan membaca samadiah, tahlilan kepada Almarhum Abu Panton.

Redaktur? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor: Muslem Hamdani

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Budaya Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 24 Desember 2011

BEM STAI Attanwir Gelar Talks Show Entrepreneur Berbasis Syariah.

Bojonegoro, Ustadz Felix Siaw. BEM STAI Attanwir Bojonegoro mendatangkan Anggota DPR RI Komisi IX, Hj Anna Muawanah dalam acara Talk Show Ramadhan, Rabu, 14 Juni 2017, di Gedung Aula Attanwir. Acara yang dikemas dengan Buka Bersama itu mengangkat tema Mengembangkan Jiwa Entrepreneur Berbasis Syariah.

BEM STAI Attanwir Gelar Talks Show Entrepreneur Berbasis Syariah. (Sumber Gambar : Nu Online)
BEM STAI Attanwir Gelar Talks Show Entrepreneur Berbasis Syariah. (Sumber Gambar : Nu Online)

BEM STAI Attanwir Gelar Talks Show Entrepreneur Berbasis Syariah.

Hadir pula sebagai pembicara, yaitu Yason Taufik Akbar, perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Eryul Mufidah, owner Bank Sampah Bojonegoro, dan Mukhammad Ronny, Kepala BMT Mega Bintang Sejahtera Bojonegoro.

Sebagai pembicara kunci, Hj Anna Muawanah memberikan semangat ber-intrapreneur--terlebih kepada para perempuan. Anggota Komisi IX DPR RI itu mengatakan, bahwa di zaman yg sudah canggih dan dengan begitu maraknya bisnis online, kini perempuan tetap bisa berkreasi, berkarir dan menghasilkan uang sendiri meskipun hanya dari rumah. Tanpa meninggalkan anak dan keluarga.

Yason Taufik Akbar, selaku bagian Divisi Pengembangan Ekonomi--Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga memberikan motivasi untuk mengembangkan ekonomi berbasis syariah. Ia cukup menyayangkan bahwa pada kenyataannya, saat ini, Muslim di Indonesia ini lebih banyak yang menggunakan bank konvensional, dan belum banyak yang beralih ke bank syariah. Ia juga berharap banyak pada santri, agar nantinya bisa mengembangkan ekonomi berbasis syariah yang dibutuhkan oleh umat.

Ustadz Felix Siaw

Mukhammad Ronny, sebagai pemateri yang merupakan alumni STAI Attanwir, bercerita bahwa ia selalu bangga dan tak pernah malu mengatakan bahwa ia adalah alumni STAI Attanwir. Sebagai Sekjen IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam) Jawa Timur, ia memberikan pesan

"Saya ini satu-satunya pengurus di IAEI yang belum bergelar doktor. Padahal semua pengurus sudah profesor dan doktor. Jadi, meskipun kita dari produk lokal (kampus lokal), tapi fikiran kita harus global," tandasnya.?

Sedangkan Eryul Mufidah, sebagai owner Bank Sampah Bojonegoro dan juga Dosen STAIAttanwir, mengajak seluruh peserta untuk bisa berpikir kreatif dalam berbisnis. Ia mencontohkan usahanya sendiri, yaitu memanfaatkan sampah plastik menjadi sebuah karya yang bernilai dan berkualitas tinggi. "Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?" ujarnya penuh semangat.?

Acara ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Kiai M Harsono dan juga penyerahan cinderamata kepada para pemateri. (Dwi Khoirotun Nisa/Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, Kajian, Quote Ustadz Felix Siaw

Selasa, 06 Desember 2011

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Dompu, Ustadz Felix Siaw. Setelah jauh sebelumnya ? 31 region memastikan wakilnya di seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN), akhirnya Ahad (16/10) malam, region NTB III yang meliputi Bima, Dompu juga telah selesai melangsungkan laga final yang berlangsung di Lapangan Pantapaju, Dompu.

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenangan Ar-Rizki NTB III Lengkapi 32 Tim di Seri Nasional LSN

Pada laga final LSN Region NTB III ini mempertemukan Pesantren Ar-Rizki melawan Pesantren Al-Kautsar. Sejak peliut panjang berbunyi yang menjadi tanda dimulainya laga final, kedua tim saling menampilkan permainan terbaiknya.

Setelah menampilkan permainan yang terbaik dari masing-masing tim, jelang beberapa menit babak pertama tepatnya menit 10 Rahman gelandang serang Ar-Rizki dengan nomor punggung 10 berhasil merobek gawang Al-Kautsar, sehingga merubah skor menjadi 1-0.

Detik-detik babak pertama akan berakhir menit ke-30 Rahman kembali menyumbangkan gol yang kedua, dengan demikian skor berubah menjadi 2-0, hingga babak pertama selesai tim Al-Kautsar belum berhasil mengejar ketertinggal 2 gol.

Masuk babak kedua, skuad Al-Kautsar mencoba menyusun serangan guna mengejar ketertinggalan gol, beruntung usaha yang dibangun oleh skuad Al-Kautsar berhasil menciptakan gol melalui kaki kanan Irfan pada menit 40, ? memperkecil ketertinggalan skor menjadi 1-2.

Ustadz Felix Siaw

Tapi tak diduga sebelum mengakhiri babak kedua yang sekaligus menjadi tanda selesainya laga final LSN Regional NTB III, skuad Ar-Rizki Kasman nomor punggung 7 berhasil menambah koleksi gol yang ketiga, sekaligus menjadi gol penutup laga final tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Dengan demikian Ar-Rizki tampil sebagai juara LSN Regional NTB III dengan skor 3-1, dan berhak mewakili NTB III pada ? seri nasional yang akan berlangsung pada tanggal 22 Oktober di Yogyakarta.

Dengan hasil laga final tersebut Rahmat Ismail Koordinator Regional NTB III merasa puas dan bersyukur atas suksesnya final LSN Regional NTB III meski cukup dekat waktu pelaksanaannya denga seri nasional.

"Saya sangat puas dengan laga final yang sangat luar biasa ini, juga saya sampaikan terimaksih banyak kepada semua pihak yang telah bekerja sama mensukseskan LSN Region NTB II ini", ungkapnya.

Hadir dalam acara penutupan LSN regional NTB III, Kadispora mewakili Bupati Dompu, Wakil Ketua DPRD Dompu, Ketua Fraksi PKB DPRD Dompu, ? dan tokoh agama berpengaruh KH. Asikin Ahmad. (Red: Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita Ustadz Felix Siaw

Kamis, 01 Desember 2011

Tim Rebana NU Pakistan Diluncurkan, Siap Syiar lewat Seni

Islamabad, Ustadz Felix Siaw - Gemuruh sorak sorai dan tepuk tangan memenuhi Aula Nusantara KBRI Islamabad, Pakistan. Hari itu bertepatan dengan acara peluncuran tim rebana NU Pakistan.

Grup nasyid dan shalawat ini tampil memukau di hadapan Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri dan warga Indonesia yang ada di Pakistan. Perhelatan yang berlangsung Sabtu (29/4) itu bersamaan dengan penyelenggaraan Seminar Kemahasiswaan PPMI Pakistan.

Tim Rebana NU Pakistan Diluncurkan, Siap Syiar lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Rebana NU Pakistan Diluncurkan, Siap Syiar lewat Seni (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Rebana NU Pakistan Diluncurkan, Siap Syiar lewat Seni

Tim rebana yang beranggotakan 15 orang ini terdiri dari 8 orang vokalis yang semuanya adalah perempuan dan 7 orang pemegang alat rebana seperti banzari, sela-sela, dan bass. Sebelum unjuk kebolehan, mereka telah latihan sebulan sebelum acara.

Ustadz Felix Siaw

Grup rebanan NU membawakan dua buah lagu yang berjudul Yaa Aasyiqol Musthafa dan Shalatun Bisalamil Mubin. Para hadirin tampak ikut melantunkan lagu shalawat ini.

Ustadz Felix Siaw

“Tim rebana kali ini layak untuk diapresiasi dan diacungi jempol karena penampilannya yang bisa menyihir para audiens untuk sama-sama menikmati tembang shalawat yang dibawakan oleh semua anggota tim rebana NU Pakistan,” kata Wakil Rais Syuriyah PCINU Pakistan H. Zulfikri Hasibuan.

Ketua PCINU Pakistan Azizuddin berharap di kemudian hari tim rebana ini dapat menjadi jantung pada berbagai perhelatan baik antar warga Indonesia sendiri atau pada kegiatan di luar yang biasa diadakan oleh beberapa instansi pemerintah maupun swasta di Pakistan.

Menurut Azizuddin yang juga penanggung jawab grup ini, langkah tersebut bisa menjadi syi’ar tentang budaya Nusantara kepada masyarakat Pakistan. “Sehingga dapat mengharumkan nama Indonesia dan Nahdlatul Ulama sebagai perekat umat dan pemersatu seluruh elemen masyarakat,” ujarnya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, AlaSantri, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 19 November 2011

Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya’ban

Orang-orang saleh terdahulu membaca Al-Quran lebih banyak pada bulan Sya‘ban. Kebiasaan mereka kemudian ditandai oleh masyarakat. Tidak heran kalau masyarakat menamai bulan Sya‘ban sebagai “bulan para pembaca Al-Quran” dan “bulan Al-Quran”.

Bahkan Amr bin Qais Al-Mala’i menghentikan aktivitas bisnisnya di bulan Sya‘ban hanya untuk meluangkan waktu untuk tadarus Al-Quran.

Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya’ban (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Amalan Salafus Saleh di Bulan Sya’ban

Betul bahwa tadarus Al-Quran dianjurkan di setiap bulan. Hanya saja tadarus sangat dianjurkan pada bulan-bulan penuh berkah seperti Sya‘ban atau Ramadhan; atau di tempat-tempat mulia seperti di kota Mekkah, Raudhah, dan tempat-tempat mulia lainnya.

Hasan bin Sahal meriwayatkan bahwa bulan Sya‘ban bertanya kepada Allah, mengapa ia ditempatkan di antara dua bulan agung, yaitu Rajab dan Ramadhan? “Aku menjadikanmu sebagai bulan untuk umat-Ku bertadarus,” jawab Allah SWT.

Ustadz Felix Siaw

Selain tadarus, umat Islam juga dianjurkan untuk banyak bersedekah kepada kalangan dhuafa. Hal ini dimaksudkan agar kelompok penghasilan rendah dan tidak menentu dapat menyambut gembira bulan puasa sebagaimana umat Islam menengah ke atas.

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Ibnu Rajab Al-Hanbali rahimahumullah mengatakan, ‘Kami menerima riwayat dengan sanad dhaif dari Anas RA yang mengatakan bahwa ketika masuk bulan Sya‘ban umat Islam tertunduk pada mushaf Al-Quran. Mereka menyibukkan diri dengan tadarus dan mengeluarkan harta mereka untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadhan,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban?, cetakan pertama, 1424 H, halaman 44).

Tampaknya dua amalan utama salafus saleh di bulan Sya‘ban perlu dihidupkan kembali di tengah masyarakat sekarang. Keduanya masih relevan untuk saat ini. Keduanya merupakan ibadah yang mencakup aspek ritual dan sosial. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Aswaja, News, Hikmah Ustadz Felix Siaw

Rabu, 09 November 2011

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

Cirebon, Ustadz Felix Siaw. HIPSI atau Himpunan Pengusaha Santri Indonesia, sebuah lembaga yang dibentuk di bawah Rabithah al-Maahid al-Islamiyyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia, menempuh jalur dakwah lewat jalur wirausaha. Menurut HIPSI, nilai-nilai kejujuran dan kerja keras bisa didakwahkan lewat entrepreneurship.

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Berdakwah Lewat Wirausaha

Demikian disampaikan Mohammad Gozali, Ketua Umum HIPSI, di sela Munas-Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Senin (17/9) lalu.

“Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah. Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

HIPSI  menjadi institusi yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif

HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini Pasuruan ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jatim, Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain seperti Jabar berikut DKI menjadi target berikutnya. 

Ustadz Felix Siaw

Menurut Gozali, seminar dan deklarasi HIPSI sudah dilakukan kepada santri dari ratusan, salah satunya di  pesantren Alqurthuby Bondowoso, dikumpulkan 300-an santri yang dididik targetnya agar mereka memiliki jiwa wirausaha. Diharapkan mereka setelah lulus dari pesantren, tidak lagi bingung mencari, melainkan justru bisa membuka lapangan pekerjaan.

HIPSI berdiri awal 2012, tepatnya bulan Februari. Waktu itu sekitar 2008 dirinya dan beberapa teman santri, sudah gandrung berbicara tentang bisnis. Melihat semangat sekelompok  anak muda itu, maka RMI mengakomodasinya dalam sebuah lembaga resmi, maka berdirilah HIPSI.

RMI membawahi 23.000 pondok pesantren se-Indonesia, tapi rata-rata, mereka ini lebih fokus ke ilmu agama jarang sekali yang menyentuh ekonomi. Secara legalitasnya HIPSI di bawah RMI atau menginduk ke RMI, organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri. 

Mochammad Ghozali menegaskan, target ke depan HIPSI menjadi organisasi wadah pengkaderan pengusaha  dan jejaring ekonomi di kalangan nahdiyyin. Beralamat kantor di Jl Kayun 38-40 Surabaya, sampai saat ini telah memiliki hampir 1000-an santri pengusaha anggota yang tersebar merata di Jawa Timur dan beberapa di daerah lain. 

Menurutnya, HIPSI yang berada di bawah RMI sebagai organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri, Targetnya 1 juta pengusaha santri dalam 10 tahun kedepan.

Misi lainnya adalah menyinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau," kata Gozali.

Sekretaris Pengurus Pusat RMI Miftah Fakih, dihubungi Ustadz Felix Siaw mengatakan, HIPSI diharapkan menjadi wadah untuk memunculkan sebanyak mungkin pengusaha dari kalangan pesantren. 

“RMI sudah berpesan bahwa HIPSI ini anggotanya harus NU atau warga pesantren, lebih khusus lagi harus punya background pesantren atau pernah nyantri di pesantren,” katanya. 

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, IMNU, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Rabu, 19 Oktober 2011

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat

Semarang, Ustadz Felix Siaw?

Ribuan Jamaah Nahdliyin Semarang Bershalawat untuk kesejahteraan bangsa. Gema takbir, tahmid, tahlil dan shalawat terus terdengar sampai Senin (15/4) kemarin di lapangan bola kampus IAIN dalam rangka ulang tahun Jam’iyyatul Qurro’ wal Khuffadz ke-18.

Tak terkecuali tausiyah yang diberikan oleh Habib Lutfi bin Yahya yang diwakili Habib Jakfar Shodiq bin Alwi Almunawar Semarang.

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat

Habib Jakfar dalam tausiyahnya mengajak warga Nahdliyyin untuk meningkatkan dzikir, dengan berdzikir hati akan jadi tenang, firman Allah: Alaa bidzikrillahi tatmainnul quluub, pada hakikatnya manusia itu lemah dan tak berdaya, supaya menjadi kuat caranya dengan memperbanyak dzikir.

Ustadz Felix Siaw

“Kita diberi kesehatan, diberi lisan untuk berdzikir kepada Allah itu sebuah kenikmatan yang luar biasa. Orang yang tidak pernah dzikir di hadapan Allah itu tidak ada artinya,” tandasnya.

Ustadz Felix Siaw

Sebagai umat Rasulullah dan warga ahlul sunnah wal jamaah wajib melanggengkan shalawat dan selalu meneladani Rasulullah Muhammad SAW.

“Mari kita bersama menjadi insan yang memiliki akhlaqul karimah, berbudi pekerti luhur, manusia yang mempunyai sifat ulul albab. Mampu mensinergikan kemampuan dzikir dan fikir,” tambahnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Shoim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Sunnah, Bahtsul Masail, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Jumat, 07 Oktober 2011

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Bekasi, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan, melawan radikalisme agama bukan dengan berhadapan langsung dengan mereka, tapi dengan memperkuat masjid.

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Menurut Kiai Manan, memperkuat masjid adalah menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat, “Masjid harus dipenuhi dengan program-program yang menyentuh keinginan jamaahnya,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Untuk memperkuat masjid dengan program, LTMNU menawarkan tujuh aksi masjid berdasarkan keinginan jamaah. Keinginan itu tertuang dalam doa mereka selepas shalat. Allahuma ini asaluka salamatan fid din, wa ‘fiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmy, wabarakatan fi rizqy, wa taubatan qablal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut.

Ustadz Felix Siaw

Doa orang di masjid itu sambung Kiai Manan, dijabarkan PP LTMNU periode 2010-2015 sebagai program dasar. Rinciannya adalah, peningkatan Ahlussunah wal-Jamaah ‘ala tahriqah Nahdliyah, wa Syari’ah ‘ala madzhabil arba’ah, wa thoriqah a’ala thoriqoti al-Imam Junaid al-Baghdadi wa Imam al-Ghazali.

Kedua, pelayanan kesehatan berbasis masjid, yaitu menjadikan masjid sebagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas), “Paling tidak, setiap masjid kecamatan diharapkan punya satu poliklinik di rumah obat,” harapanya di hadapan ratusan peserta yang terdiri imam, khotib, dan DKM tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan berbasis masjid, baik pendidikan formal maupun nonformal. Keempat, pemberdayaan ekonomi jamaah; mulai dari informasi peluang usaha, pengkaderan enterpreneur, kerja sama kemitraan, sampai pembentukann wadah perekonomian seperti baitul mal masjid, Koperasi masjid NU Kopmasnu, dan lembaga keuangan syariah.

Kelima, pusat pertaubatan, yaitu menjadikan masjid sebagai wadah dan usaha membangun masyarakat husnul khotimah, “Untuk menjalan program itu, harus menciptakan aktivis masjid yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Orang seperti tersebut adalah salah satu dari 7 golongan yang akan dinaungi perlindungan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Kamis, 22 September 2011

Perkuat Ideologi, PMII Subang Gelar Sekolah Aswaja

Subang, Ustadz Felix Siaw. Pengurus harian PMII Subang memfasilitasi kadernya dalam “Sekolah Aswaja” di pesantren Minhajut Thalibin, Patokbeusi, Subang. Sejak Jumat-Ahad (17-19/4), peserta diajak mengaji bersama paham Aswaja NU secara teologis hingga politis.

Ketua PMII Subang Abdun Nasir dalam sambutannya menyampaikan, generasi anak bangsa harus diselamatkan, perkembangan radikalisme dan pergaulan bebas, minuman-minuman keras berkembang sangat luar biasa. Untuk itulah sekolah Aswaja digelar.

Perkuat Ideologi, PMII Subang Gelar Sekolah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Ideologi, PMII Subang Gelar Sekolah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Ideologi, PMII Subang Gelar Sekolah Aswaja

"Ini dalam rangka menggodok para mahasiswa yang tergabung dalam PMII terkait dengan akidah dan nalar berpikir keislaman serta keindonesiaan," ujar ? Nasir, Jumat (17/4).

Ustadz Felix Siaw

Pemateri kegiatan ini terdiri atas tokoh-tokoh agama di Subang seperti Ketua PCNU Subang KH Musyfieq Amrullah, aktivis kawakan NU Wari Maulana, dan lainnya.

Ustadz Felix Siaw

"Manfaatkan sekolah Aswaja ini sebaik mungkin untuk memperkuat pribadi kita, dan menjaga nilai-nilai radikalisme yang bisa merusak keutuhan NKRI," ujarnya.

Pengasuh pesantren Minhajut Thalibin KH Mahfudz Romly menyatakan bahagia atas adanya kegiatan tersebut. kegiatan ini diharapkan memberikan kecerahan generasi muda di masa mendatang.

"Salah satu yang melatarbelakangi kenapa wali 9 begitu sukses membawa ajaran Islam, padahal waktu itu warga pribumi mayoritas non muslim, itu karena yang dibawakan oleh wali 9 adalah nilai-nilai Aswaja," ujarnya.

Ia menyebutkan 4 pilar dalam Aswaja untuk membawa pribadi muslim yang selamat di dunia dan akhirat. Pertama, toleransi, untuk ? membentengi aliran-aliran radikal. Kedua, tasamuh atau pertenghan sehingga anti terhadap kekerasan. Ketiga, tawazun (moderat) menjaga keseimbangn antara duniawi dan ukhrowi. Keempat, itidal, keberpihakan terhadap kebenaran.

"Selamat belajar. Tegakkan terus nilai-nilai Aswaja," ujarnya.

Selagi paham Aswaja masih ada di Indonesia, maka NKRI tidak akan bubar. Karenanya harapan besar antara lain ditujukan kepada kader-kader PMII untuk membangun bangsa agar menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

"NU ini akan bergerak dan hidup manakala bergerak, berjalan sesuai dengan posisinya, menegakan terus nilai-nilai Aswaja," kata Kepala Kemenag Subang H A Sukandar saat membuka sekolah Aswaja. (Zaenal Mutaqin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Internasional, PonPes Ustadz Felix Siaw

Rabu, 14 September 2011

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. PMII Institut Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengadakan program bimbingan belajar bagi pelajar NU untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri secara gratis. Dalam kegiatan ini, PMII ITS bekerjasama dengan PCNU Kota Surabaya dan Lembaga Amil Zakat dan Infaq al-Maun (Lazim).

Program tersebut dinamakan Super Camp SBMPTN 2015. Sebuah program bimbingan belajar intensif dengan sistem diasramakan ‘full service’ yang bertujuan untuk mempersiapkan pelajar NU sukses masuk ITS dan Fakultas Kedokteran.

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Adakan Super Camp SBMPTN 2015 Gratis untuk Pelajar NU

"Alhamdulillah, program ini kami adakan lagi dengan mendapat dukungan penuh dari PCNU Kota Surabaya dan Lazim," ungkap Moh. Imam, Ketua PMII ITS, Ahad (1/3).

Ustadz Felix Siaw

Menurut ketua panitia, Ahmad Safaat, target program yang sudah berjalan selama 5 tahun ini adalah siswa-siswi SMA dari keluarga kurang mampu, namun memiliki kemampuan akademis yang memadai.?

"Program ini sudah berjalan mulai tahun 2010, dan pada tahun ini kami fokuskan pada pelajar NU terutama alumni-alumni pesantren," terangnya.

Ustadz Felix Siaw

Pada tahun ini, kata Safaat, pendaftaran sudah dibuka sejak tanggal 1 Mei 2015 dan bisa dilihat di www.beasiswasupercamp.com. "Dari semua pendaftar, panitia hanya memilih 35 peserta. Peserta yang dinyatakan lulus untuk mengikuti Super Camp SBMPTN 2015, akan difasillitasi asrama, makan, modul belajar, info PTN, psikotes, motivasi para pakar, try out mingguan, out bond, konsultasi pemilihan jurusan, dan masih banyak fasilitas gratis lainnya," ungkap kader PMII ITS ini. ?

Peserta program tahun ini, tambah dia, akan di training secara intensif selama 40 hari, dari tanggal 24 April hingga 4 Juni 2015. Untuk mengikuti program tersebut, peserta terlebih dahulu harus mengikuti beberapa langkah, yaitu mengikuti pendaftaran administrasi secara online dilaksanakan pada tanggal 1 Maret–10 April 2015. Kelulusan administrasi akan diumumkan di website Super Camp pada tanggal 10-13 April.?

“Peserta yang lulus seleksi administrasi berhak mengikuti try out pada tanggal 19 April 2015, hasilnya akan diumumkan pada tanggal 21 April 2015," ungkapnya.

Lebih lanjut Safa’at mengatakan, program ini merupakan bentuk kaderisasi awal pelajar NU supaya bisa mewarnai kampus ITS dan kampus favorit lainnya termasuk fakultas kedokteran dengan warna ke-NU-an.

"Ini langkah awal kita sebagai kader NU di kampus negeri supaya bisa bersaing dalam bidang akademik dan ilmu kedokteran," ungkapnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw IMNU, Khutbah, Olahraga Ustadz Felix Siaw

Selasa, 23 Agustus 2011

Pelajaran Penting dari Gelar Pahlawan untuk Kiai Asad

Surabaya, Ustadz Felix Siaw - Akhirnya pemerintah menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada KHR Asad Syamsul Arifin (Kiai Asad). Pesan penting dari gelar tersebut khususnya untuk para santri adalah mereka harus terus berburu ilmu, berkomitmen pada kebaikan, serta cinta tanah air.

Demikian disampaikan H Badrut Tamam, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jatim, Sabtu (12/11).? Menurutnya, Kiai Asad adalah sosok yang gemar melakukan silaturahim kepada umat khususnya ke berbagai pesantren. "Kelebihan dari beliau senantiasa hadir di tengah masyarakat, terutama yang sedang berduka," ungkap mantan Ketua Umum Koordinator Cabang PMII Jatim tersebut.

Pelajaran Penting dari Gelar Pahlawan untuk Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajaran Penting dari Gelar Pahlawan untuk Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajaran Penting dari Gelar Pahlawan untuk Kiai Asad

"Kelebihan lain yang melekat dari sosok Kiai Asad adalah mendidik santri dan umat untuk berilmu, beramal shaleh dan cinta tanah air," katanya. Tidak semata mendidik, Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo tersebut juga memberikan contah bagaimana berjuang membela tanah air secara nyata," tandas Ketua FKB DPRD Jatim ini.

Puncaknya adalah kesediaan beliau menjadi pesantrennya sebagai tuan rumah pelaksanaan Muktamar ke-27 Nahdlatul Ulama. "Saat itu menjadi prestasi emas lantaran NU sebagai organisasi sosial keagamaan pertama dan satu-satunya yang mengakui Pancasila sebagai dasar negara," jelasnya.

Ustadz Felix Siaw

Saat sejumlah ormas dan partai politik masih berdebat terkait Pancasila, justru NU yang menjadi garda terdepan menyelamatkan bangsa dari kemungkinan perpecahan dan disintegrasi. "Prestasi ini layak diapresiasi negara dengan memberikan gelar pahlawan kepada Kiai Asad," katanya.

Tugas berat harus diemban generasi penerus bangsa yang saat ini menghadapi ancaman serupa. "Bentuknya bisa berbeda, namun tantangan terhadap eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI bisa dirasakan hingga kini," terangnya.

Ustadz Felix Siaw

Karenanya, dengan disematkannya pahlawan nasional kepada Kiai Asad, maka generasi muda khususnya para santri harus meneladani kiprahnya. "Harus dikontekstualisasikan dengan tantangan kekinian, karena tantangan jaman selalu dinamis," urainya.

Kehadiran ideologi transnasional, derasnya arus informasi dan teknologi, serta persaingan global harus dijawab generasi muda saat ini. "Tugas berat ini yang harus diemban generasi santri," katanya. Namun dengan meneladani para kiai dan ulama, serta pahlawan nasional, maka tantangan itu tentu dapat dijawab. "Komitmen para santri dipertaruhkan untuk memberikan solusi atas berbagai problematika bangsa saat ini," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Budaya, Jadwal Kajian, Olahraga Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 16 Juli 2011

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad

Subang, Ustadz Felix Siaw. Selain karena faktor iklim dan cuaca yang ekstrem, ada faktor lain yang luput soal penyebab maraknya bencana alam di beberapa daerah Indonesia. Faktor tersebut adalah karena umat Islam mengecewakan Nabi Muhammad SAW.

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Umat Kecewakan Nabi Muhammad

Demikian pendapat KH Maman Imanulhaq yang disampaikan pada taushiyah peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar warga Dusun Caracas 2, Desa Caracas, Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang, Jawa Barat Selasa (21/1) malam.

"Alam ini tercipta karena adanya Nur Muhammad, laulaka laulaka maa khalaqtu aflak. Kalau bukan karena engkau Muhammad, Aku tidak akan menciptakan alam ini," begitu argumentasi Kiai Maman dengan mengutip Hadits Qudsi.

Ustadz Felix Siaw

Kiai yang akrab disapa Kang Maman itu menambahkan, saat ini umat Islam sudah sering mengecewakan Nabi Muhammad dengan cara meninggalkan ajarannya.

Ketika Nabi Muhammad kecewa, lanjut Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka itu, langit menawarkan diri kepada Nabi Muhammad untuk memberikan peringatan kepada manusia.

Ustadz Felix Siaw

"Langit menawarkan diri, saya siap menyadarkan manusia, akhirnya banjir ada dimana-mana" tambahnya

Selain langit, Kiai Maman  menambahkan, gunung dan bumi pun melakukan hal yang sama seperti halnya langit, akhirnya gunung meletus, tanah longsor dan ombak sampai 3 meter.

Dalam kegiatan yang dihadiri ratusan hadirin itu, Kiai Maman mengajak kepada  masyarakat untuk dapat istiqamah dalam melaksanakan apa yang diperintahkan Allah Swt dan menjauhi larangan-Nya, serta rajin membaca shalawat sebagai bentuk ungkapan rasa cinta kepada Nabi Muhammad Saw agar kelak bisa mendapatkan syafaatnya. (Aiz Luthfi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Amalan Ustadz Felix Siaw

Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Penghitungan suara pemilihan raya (Pemira) Presiden Mahasiswa (Presma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia Jakarta memilih Aldiansyah sebagai Presma. Mahasiswa prodi hukum ini memenangi pemira setelah unggul tipis dengan selisih 12 suara dari pesaingnya Khoirul Aziz.

Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemira Pertama BEM UNU Indonesia Sukses Digelar

Penghitungan suara disaksikan oleh kedua calon beserta pendukungnya, dan para mahasiswa, Sabtu siang (9/1) di lantai dasar UNU Indonesia yang beralamat di Jalan Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta. Sekaligus menetapkan presma pertama untuk BEM UNU Indonesia.

Ketua Pemira, Aceng Danta mengatakan, penghitungan kali ini merupakan penghitungan yang kedua. Pasalnya, pada penghitungan pertama, Sabtu (26/12/2015) lalu, kedua pasangan ini mendapatkan suara sama, alias imbang. "Sesuai peraturan yang ada, maka perlu dilakukan pemilihan ulang, dan akhirnya hari ini rangkaian pemira sudah menemukan pemenangnya," katanya.

Ustadz Felix Siaw

Lebih lanjut, Aceng mengatakan, dirinya senang sekali karena banyak pembelajaran yang didapat dari proses kepemiluan kali ini. Mulai dari persiapan teknis, dinamika politik serta suasana panas saat kampanye. "Meski ada berbagai kekurangan disana-sini, alhamdulilah pemira yang pertama ini berjalan dengan aman dan demokratis," tambahnya.

Ke depan, Aceng yang mahasiswa prodi Akutansi ini menambahkan, hasil pemira akan disampaikan kepada Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Drs H Mujib Qulyubi, MH dalam waktu dekat. Selanjutnya, ia juga berpesan kepada para pendukung dan calon untuk tetap menghormati hasil yang telah ditetapkan.

Ustadz Felix Siaw

"Jangan ada perpecahan di tengah mahasiswa, bagi yang menang dan kalah keduanya harus saling menghargai dan legowo. Mari kita sama-sama memajukan kampus lewat institusi BEM," pungkasnya. (Faridur Rohman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Minggu, 29 Mei 2011

Kiai Syaroni Ahmadi: Urusan Ayam Saja, Manusia Sering Tidak Konsisten

Kudus, Ustadz Felix Siaw. Dalam pengajian Tafsir Al-Quran di Masjid Al-Aqsa Menara Kudus, Sabtu (25/6), Mustasyar PBNU KH.Syaroni Ahmadi menyinggung sikap manusia yang tidak punya malu, bluboh dan tidak konsisten.

Lalu, Mbah Syaroni memberikan contoh seekor ayam saat bertelur. Ketika telur sudah keluar dari dubur ayam, orang seringkali menyebut itu telur miliknya.

Kiai Syaroni Ahmadi: Urusan Ayam Saja, Manusia Sering Tidak Konsisten (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Syaroni Ahmadi: Urusan Ayam Saja, Manusia Sering Tidak Konsisten (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Syaroni Ahmadi: Urusan Ayam Saja, Manusia Sering Tidak Konsisten

"Saat ditanya, ini telurnya siapa? Biasanya pada menjawab, ini telurku," tutur Mbah Syaroni.?





Ustadz Felix Siaw

Namun, saat ayam mengeluarkan kotoran, setiap orang terlihat tidak konsisten mengakuinya.

"Ketika ditanya, semua orang pada menjawab ini telek (kotoran) ayam, padahal sama seperti telur yang keluar dari dubur ayam. Harusnya kalau konsisten, orang tersebut bilang iku telek ku," kata Kiai Syaroni, yang langsung? disambut gerr jamaah. (Qomarul Adib/Zunus). Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Senin, 25 April 2011

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Pringsewu, Ustadz Felix Siaw. Suasana berbeda nampak terlihat dari Kegiatan Safari Ramadhan Pemerintah Daerah Kabupaten Pringsewu yang digelar tahun ini. Kegiatan tahunan di setiap Ramadhan kali ini nampak khidmah dan sejuk seiring lantunan ayat Quran yang dibaca oleh para jamaah.

Sebelum Acara Safari dilaksanakan, setiap desa di Kecamatan yang mengadakan acara tersebut mengirimkan 30 jamaah yang akan menghatamkan Al-Qur’an. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolaborasi antara MUI Kabupaten Pringsewu dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu.

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Safari Ramadhan di Pringsewu Diiringi Khotmil Qur’an

Kegiatan pertama pada Safari yang dilaksanakan di Masjid Al-Muttaqin Kedaung Kecamatan Pardasuka, Kamis (9/6) tersebut diikuti oleh lebih kurang 500 orang jamaah yang terdiri dari Ibu Ibu Muslimat dan Pengurus MUI Kecamatan Pardasuka.

Dalam Kegiatan tersebut, Ketua MUI Kabupaten Pringsewu KH Hambali dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pringsewu Ibu Nurrohmah Sujadi nampak langsung memandu Jamaah serta ikut membaca dan menghatamkan 1 juz Al Quran yang sudah diberikan.

Menurut KH Hambali, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memohon barakah dan ridho dari Allah SWT agar cita cita Pringsewu yang Agamis dapat benar benar terealisasi di Kabupaten dengan Motto Bersenyum Manis tersebut.

Ustadz Felix Siaw

"Kita akan laksanakan kegiatan Tahtimul Quran di sembilan kecamatan yang ada di Kabupaten Pringsewu mengiringi Kegiatan Safari Ramadhan Pemda. Semoga Allah memberkahi kegiatan ini dan memberkahi Kabupaten Pringsewu," harap KH Hambali yang juga sesepuh JQH NU Kabupaten Pringsewu. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw IMNU, Khutbah Ustadz Felix Siaw

Rabu, 13 April 2011

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan, atas nama pemerintah, dirinya meminta maaf terkait layanan mudik pada 2016 ini, terutama terjadinya musibah kemacetan panjang di Brebes yang merenggut korban jiwa.

"Terjadinya musibah sebagian warga masyarakat pada saat kemacetan di Pantura daerah Kabupaten Brebes, Saya Mendagri atas nama pemerintah juga menyampaikan permohonan maaf," katanya seperti diinformasikan oleh Puspen Kemendagri yang diunggah dalam laman kementerian tersebut, Sabtu.

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendagri Minta Maaf Terkait Kemacetan di Brebes

Seperti diberitakan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Brebes telah merilis 17 orang yang meninggal dunia saat mudik lebaran 2016 mulai dari 29 Juni - 5 Juli 2016.

Penyebab meninggalnya dalam musibah mudik tersebut beragam, diantaranya selain karena kecelakaan lalu lintas, juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan akibat kemacetan yang panjang dan kelelahan.

Ia mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya maksimal untuk memberikan pelayanan ke masyarakat saat mudik. Mulai dari mempercepat proses pembayaran jalan tol hingga perbaikan jalan.

Ustadz Felix Siaw

Untuk itu, menurut dia, kejadian tersebut akan menjadi evaluasi pemerintah, khususnya Kementerian Dalam Negeri. "Adanya musibah, kekurangnyamanan dalam perjalanan menjadi evaluasi kami, pemerintah khususnya Kemendagri, sekali lagi sebagai Mendagri saya mohon maaf," kata Tjahjo.

Tjahjo menjelaskan, Kemendagri sebelumnnya juga telah mengirimkan radiogram ke sejumlah kepala daerah wilayah Pantura, dimana menjadi perlintasan arus mudik dan balik lebaran.

Ustadz Felix Siaw

Para kepala daerah tersebut antara lain Bupati Pemalang, Bupati Tegal, Wali Kota Tegal, Bupati Brebes, dan Bupati Cirebon. Dan khususnya adalah di Kabupaten Brebes.

Dalam radiogram tersebut, Mendagri meminta perbantuan siaga 24 jam untuk Satpol PP, aparat kecamatan, aparat desa dan dinas terkait di sepanjang Jalan Pantura dan puskesmas.

Mereka harus siap membantu kelancaran masyarakat arus balik ke arah Barat dan Timur melalui tol dan Pantura. Mendagri menekankan kepala daerah segera berkoordinasi untuk melakukan kesiapan tersebut. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Minggu, 06 Maret 2011

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama

Tanah Datar, Ustadz Felix Siaw. Keragaman masyarakat Tanah Datar selama ini sudah tertanam baik. Sehingga, adanya perbedaan keyakinan menjadi rahmat dan dapat menciptakan ketenangan di dalam masyarakat. Sementara pimpinan organisasi keagamaan dan masyarakat Tanah Datar sepakat mengecam semua bentuk kekerasan atas nama agama atau SARA.

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama

Demikian disampaikan Ketua  PCNU Tanah Datar H Ihsan A Tuanku Bagindo di hadapan hadirin silaturahmi jajaran aparat keamanan kabupaten Tanah Datar di Batusangkar, Selasa (28/7).

Silaturahmi dihadiri langsung Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm Bagus Tri K, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, Kejaksaan, Kesbanglinpol, Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Ihsan, sebagai masyarakat yang taat beragama, peristiwa seperti itu jangan sampai terjadi pula di kabupaten Tanah Datar. "Kita juga berharap jangan sampai terjadi pula di tempat lain," kata Ihsan menambahkan.

Ihsan juga menyayangkan, adanya pihak-pihak yang memprovokasi insiden Tolikara sehingga menimbulkan  ketegangan antarumat beragama. Padahal peristiwa yang sesungguhnya, melenceng dari informasi yang disampaikan ke publik di awal-awal peristiwa tersebut.

Ustadz Felix Siaw

"Tempat ibadah keagamaan dan kegiatan hari lebaran merupakan hal sangat penting bagi umat Islam sehingga sangat mudah menyulut sentimen keagamaan. Peristiwa Tolikara ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua sebagai bangsa yang besar, yakni bangsa Indonesia," katanya. (Bagindo Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 05 Maret 2011

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini mengalami penderitaan akibat kekejaman militer Israel mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta sehingga menghilangkan nyawa ratusan rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’Ari (Unhasy) Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/7). Mereka menggelar doa bersama dengan memanfaatkan momen buka puasa. Acara juga dirangkai dengan khotmil qur’an dan pembacaan puisi untuk Palestina.

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Di waktu yang bersamaan, kumandang doa juga datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gedung Maarif Centre. Sementara di belahan Pulau Madura, shalat ghaib dan aksi bakar bendera Israel mewarnai protes para kader PC IPNU Sumenep. Para pelajar NU ini mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berharap Palestina segera mendapat kedamaian.

Novi Muklisoh, Ketua IPPNU Unhasy mengatakan, apa yang terjadi terhadap masyarakat di Gaza, Palestina sudah tak bisa ditoleransi. "Bayangkan, anak kecil yang berumur 5 tahun pun mereka (militer Israel) sayat-sayat dagingnya, mereka potong tangannya, dan itu mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Kemudian anak kecil yang berumur 3 tahun, dengan beramai-ramai mereka berondong dengan senjata," ungkap santriwati Pesantren Darul Falah 5 ini.

Ustadz Felix Siaw

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam se-solo Raya menjalankan aksi dengan berjalan jauh (long march), Ahad (14/7). Aksi yang dimulai pukul 09.00 wib ini berjalan melalui Jl. Slamet Riyadi dengan tertib.

Ustadz Felix Siaw

Gema Takbir dan Sholawat yang dikumandangkan peserta aksi membuat aksi solidaritas ini tetap damai dan simpatik. Masing-masing perwakilan secara bergantian melakukan orasi terkait tindakan biadab tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Koordinator Aksi dari Pagar Nusa Kartasura, Ulil Albab menuturkan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekedar bentuk rasa kasihan. Tapi wujud nasionalisme sebagai warga negara Indonesia. "Setiap warga negara Indonesia tentunya mengetahui bahwa pembukaan UUD 45 kita menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan itu adalah jiwa kita sebagai bangsa Indonesia," lanjutnya.

Di beberapa tempat dan kesempatan yang berbeda, keprihatinan terhadap krisis yang terjadi di Palestina juga diungkapkan sejumlah pesantren, badan otonom dan berbagai komunitas NU, seperti PMII, GP Ansor, Jaringan Gusdurian, dan lainnya. (Idris/Kamil/Rosyidi/Anwar/Mahbib)

Foto: Shalat ghaib pelajar NU Sumenep untuk para korban kekejaman Israel

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan, Halaqoh, Sholawat Ustadz Felix Siaw

Minggu, 27 Februari 2011

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri mengggambarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai “kiai unta”. Maksudnya ialah kiai yang tahan bepergian jauh ke desa terpencil, kota kecil atau kota besar, bahkan lintas negara.?

KH Abdul Mun’im DZ pada tulisan Gus Dur Mengabdi mendeskripsikan cucu Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari itu begini:? ?



Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Maunah Ketahanan Fisik Ketua Umum PBNU



“Suatau hari, di tahun 1985, Gus Dur mengunjungi sahabatnya, KH Muhammad Jinan di gunung Balak, Lampung. Setelah naik bus Jakarta-Lampung, lalu naik angkot, ia meneruskan dengan berjalan kaki sepanjang empat kilo meter. Jalan menuju pesantren memang hanya setapak. Coba bayangkan, Gus Dur jalan kaki dengan badan tambun, kacamata tebal, sementara jalan berbatu. Tapi Gus Dur menjalaninya dengan enteng, bahkan ceria.”

Ustadz Felix Siaw

Begitu juga Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurut sekretaris pribadinya, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat terbang.?

Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan atau silaturahim. Dalam satu hari Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat.?

Bagaimana dengan aktivitas tokoh NU awal-awal organiasi didirikan? Sepertinya sama saja. Malah lebih harus ekstra keras. Dengan alat transportasi dan komunikasi yang tentu saja masih sulit, juga ongkos perjalanan, waktu itu para tokoh NU harus berjuang keras mengkonsolidasi kiai-kiai NU dan pesantren di daerah-daerah dengan jarak berjauhan.?

Bukti kesibukan dari konsolidasi mereka, pada Muktamar NU keempat di Semarang, Jawa Tengah pada 1929, NU telah memiliki 67 Cabang, terbentang dari Madura hingga ujung Banten, Menes.?

Ustadz Felix Siaw

Keberhasilan itulah yang membuat KH Wahid Hasyim berdecak kagum, dan memantapkan diri turut serta di NU. Menurut dia, NU memang didirikan para orang tua, tapi dalam waktu sepuluh tahun mampu membentuk ratusan cabang dan tak hanya di pulau Jawa. NU memiliki gerak cepat daripada organisasi pemuda waktu itu, yang dalam rentang waktu yang sama hanya bisa membentuk beberapa cabang di beberapa keresidenan yang berdekatan. NU memang didirikan orang tua, tapi geraknya melebihi anak muda. Begitu kesimpulan Kiai Wahid setelah mengamati selama empat tahun.? ?

Sepak terjang pada masa itu, tentu kita ingat akan konsolidasi Kiai Wahab Chasbullah, yang menurut Choirul Anam, bisa dikatakan tak pernah tidur, saking padat aktivitasnya. Kiai Wahab sibuk mengkader anak muda, mengajar, berdebat, konsolidasi NU, sowan kepada kiai yang lebih tua, bersilaturahim dengan sesama temannya. Di samping itu, menurut KH Saifuddin Zuhri, Kiai Wahab tidak lupa memberikan oleh-oleh perjalanan untuk keluarganya, termasuk membetulkan petromaks yang rusak.? ?

Di samping risiko-risiko lain, paling tidak, risiko kesibukan itulah yang selalu dialami Ketua Umum PBNU di periode mana pun. Termasuk periode 2000-2010 dengan Ketua Umum KH Hasyim Muzadi. Kesibukannya didokumentasikan dengan apik pada Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi yang ditulis sekretaris pribadinya, Muhammad Ghozi Alfatih.





Ketahanan fisik adalah maunah? ?

Setahu saya, tidak pernah ada agenda senam kebugaran khusus untuk tokoh-tokoh NU, misalnya Ketua umum PBNU sekarang, Kiai Idham Chalid, Gus Dur, termasuk KH Hasyim Muzadi.? ?

Saat menjadi Ketua Umum PBNU, Kiai Hasyim menjalani rutinitas yang tidak normal. Pagi hari, sebelum jam kantor dimulai, ia biasanya menerima tamu di rumah. Lalu berangkat ke kantor PBNU untuk mengurusi tugas-tugas organisasi yang seringkali berakhir saat larut malam. Itu pun kerap diselingi acara-cara di luar kantor yang mengharuskan Kiai Hasyim menyampaikan ceramah di lebih dari satu tempat dengan topik pembicaraan yang berbeda-beda. Umumnya sampai rumah pukul sebelas malam. Itu pun belum langsung istirahat karena sudah ada tamu yang menunggu. (hal.65)

Barulah sekitar jam satu malam, Kiai Hasyim bisa istirahat. Tiga jam kemudian, ia sudah harus berangkat ke bandara, ke luar kota atau luar negeri untuk menghadiri acara.?

Mendapati rutinitas semacam itu, malah sang sekretaris Kiai Hasyim yang meminta istirahat di hari berikutnya. Sementara dia tetap menjalankan aktivitas sesuai yang dijadwalkan. Padahal aktivitas itu bukan urusan bisnis atau dinas yang sudah jelas ongkosnya. Kiai Hasyim malah harus mengeluarkan kocek sendiri.?

“Bukan saya orang hebat. Tuhan yang memberi ma’unah (pertolongan). Badan saya biasa saja, sama seperti orang lain. Bisa kuat karena Tuhan yang menguatkan,” jelas Kiai Hasyim menjelaskan kekuatan fisiknya.?

“Bagaimana mungkin saya bisa menjaga lisik? lstirahat hanya sebentar. Olahraga tidak pernah. Makan juga sembarangan dan tidak teratur. Tanpa ma’unah Allah, saya tidak akan bisa apa-apa.”?

“Mungkin karena dipakai keliling untuk ngurusi umat, ngurusi persoalan masyarakat, akhirnya Allah memberi kemampuan fisik lebih kepada saya."?

“Seandainya badan cuma dipakai jalan-jalan, pelesiran, mungkin jadinya malah gampang masuk angin."?

“Saya ini kalau berhari-hari tidak ke mana-mana kadang justru mudah sakit," kelakar beliau. (hal. 67)?

Aktivitas semacam itu memang tidak selamanya membuat Kiai Hasyim sehat-sehat saja. Karena menjalani aktivitas padat yang mengharuskannya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain yang berjarak puluhan hingga ratusan kilometer, sebagai manusia biasa, ia harus dilarikan ke rumah sakit. Lantaran benar-benar kelelahan usai menghadiri acara atau menyampaikan ceramah yang sambung menyambung di berbagai daerah, ia harus istirahat total sehari dua.

Risiko ke rumah sakit dan risiko-risiko lain tentu selalu ada. Bahkan risiko kematian akibat kecelakaan atau lainnya. Ambil contoh KH Wahid Hasyim, ia wafat di perjalanan ketika akan menuju Sumedang pada 1953. Salah satu agenda ke tempat itu ia mensosialiasikan NU yang telah menjadi partai, hasil Muktamar NU Palembang tahun 1952.?

Tentu tidak hanya melulu soal kesibukan Kiai Hasyim di buku itu. Ada humor, catatan masa muda yang penuh teladan, pengalaman spiritual, serta pandangan-pandangan keislamaan dan kebangsaan jam’iyyah NU yang diwakilinya. Semuanya disajikan dengan cara yang ringan dan sederhana sehingga mudah dicerna.?

Buku semacam ini harus diperbanyak, untuk cermin keteladanan generasi muda NU, umat Islam dan bangsa Indonesia.?

Judul : Uang Koin; Keping Cerita Kiai Hasyim Muzadi?

Penulis : Muhammad Ghozi Alfatih

Penerbit ? ? ? ? : Kompas

Cetakan : Pertama, 2017

ISBN : 978-602-412-299-7

Peresensi : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 17 Februari 2011

Kiai Imam Sarang dan Ikan Bandeng

Ini cerita mutawatir, banyak orang yang meriwayatkannya. Oleh karena itu, kesahihannya tidak diragukan lagi, dan saya telah mengonfirkasi saksi utamanya, yakni yang punya cerita: KH Zubaduz Zaman, atau Gus Bad dari Kediri.

Begini kisahnya. Dulu almagfurlah simbah Kiai Imam Kholil, pengsauh Pesantren MIS, Sarang-Rembang, Jawa Tengah, pernah memerintahkan santrinya untuk membuka tutup air tambak miliknya.

Kiai Imam Sarang dan Ikan Bandeng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Imam Sarang dan Ikan Bandeng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Imam Sarang dan Ikan Bandeng

Tambak tersebut berisi ribuan ikan Bandeng siap panen harus dibuka, agar Bandeng keluar ke sungai. Ide Kiai Imam itu muncul karena saat itu sedang masa paceklik ikan, bahasa setempatnya "terak". Pada masa itu, para nelayan sangat kesusahan mendapat ikan.

"Cung, mbrolen galengane, iwake ben metu" perintah Kiai Imam pada santrinya. Artinya, "Kang, buka saja pematangnya, biar ikan keluar semua. Setengah tidak percaya, tapi santri itu tidak berani nolak juga. Dia jawab, "Sendiko, Mbah."

Ustadz Felix Siaw

Tak lama, si santri membuka pematang yang membendung air tambak pelan-pelan. Sambil menunggu Mbah Imam tidak kelihatan karena masuk ke ndalem. Ketika diperkirakan Mbah Imam sudah tidak kelihatan lagi, si santri segera menutup kembali galengan tersebut.?

Ustadz Felix Siaw

Tapi tiba-tiba Mbah Imam muncul di belakangnya dan mbentak, "Hei Cung, ojo ditutup neh. Dibuka wae, iwake ben golek konco!" "Hei, Kang, jangan ditutup lagi. Dibuka aja. Ikannya biar cari teman!" Si santri akhirnya tidak berani melanggar perintah lagi.?

Setelah itu, banyak orang kampung cari ikan di sungai dan dapt ikan banyak. (Imam Baehaqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw RMI NU Ustadz Felix Siaw

Minggu, 23 Januari 2011

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris

Kairo, Ustadz Felix Siaw. Mohammed, nama Nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya), telah menjadi nama yang paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2013. 

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris

Angka dari Kantor Statistik Nasional mengungkapkan bahwa nama Nabi (saw) telah mengalahkan Oliver sebagai nama paling populer yang dipilih oleh orang tua selama tahun lalu, Breitbart London melaporkan pada Jumat 15 Agustus. 

Meskipun hasil yang diumumkan menempatkan Oliver di bagian atas daftar dengan 6.949 kali, statistik menempatkan variasi yang berbeda dari ejaan nama Nabi dalam entri yang berbeda pada posisi terdepan dalam daftar. 

Ustadz Felix Siaw

Ini berarti bahwa "Muhammad" datang 15 dengan 3,499 anak-anak tetapi "Mohammed" adalah 23 dengan 2887 dan "Mohammad" adalah 57 dengan 1059 diberi nama. 

Ustadz Felix Siaw

Akibatnya tiga ejaan saja menyumbang nama anak laki-laki 7.445, mengalahkan nama yang paling populer kedua Oliver dengan mudah. 

Berita bahwa Muhammad adalah nama anak laki-laki paling populer di Inggris pertama kali secara eksklusif dilaporkan pada Breitbart London menyusul kebocoran pada ONS minggu lalu. 

Pada saat itu, Mohammed sudah menjadi anak laki-laki yang paling populer nama di London dengan beberapa margin yang cukup besar. 

Perkiraan menunjukkan bahwa nama Muslim tersebut paling banyak terdapat di London yang merupakan kota multi-budaya dan di Barat tengah, sementara Oliver dominan di Timur Selatan, Barat Selatan dan Wales. 

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar hampir 2,7 juta, terutama dari India, Bangladesh dan Pakistan. 

Nama Muhammad telah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada tahun 2009, nama Nabi menjadi nama paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales. 

Mohamed datang ketiga sebagai nama yang paling populer di Inggris pada tahun 2008. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaNu, Jadwal Kajian, Olahraga Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 22 Januari 2011

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Perkembangan dunia mode semakin dinamis. Termasuk model pakaian yang sedang ngetren di masyarakat. Sejumlah model jilbab yang dikenakan kaum muslimah, juga ikut mengikuti perkembangan zaman. Sayangnya ada beberapa yang keluar dari tuntunan syariah.

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara mengharapkan para muslimah yang menggunakan jilbab untuk tidak asal saja dalam menutupi auratnya. MUI meminta para muslimah untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual dengan memakai pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuh, kendati sudah berjilbab.

Pernyatan yang sama disampaikan KH Abdurrahman Navis. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini mengingatkan para muslimah untuk memperhatikan gaya berpakaian. “Idealnya menutup aurat itu adalah menutup warna kulit dan bentuk tubuh,” katanya saat dikonfirmasi Ustadz Felix Siaw, Rabu (13/8).

Ustadz Felix Siaw

“Artinya, pakaian wanita itu harus longgar dan tebal, tidak transparan,” tandas Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur ini. Bagi Kiai Navis, sapaan akrabnya, fenomena jilboobs yakni perempuan yang memakai jilbab tapi ketat, memang belum memenuhi syarat menutup aurat yang ideal. Namun sebagai proses dari yang terbuka menjadi memakai jilbab, itu sudah lebih baik, lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

"Akan lebih baik lagi kalau terus disempurnakan sehingga menutup aurat dengan sempurna,” kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Kendati demikian, kemunculan trend perempuan berjilbab dengan pakaian yang masih terkesan menonjolkan lekuk tubuh, hendaknya jangan dicaci. “Kita hendaknya mengapresiasi langkah mereka yang berubah dari yang awalnya tidak berjilbab sehingga mengenakan pakaian tertutup seperti itu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kiai Navis mengharapkan sejumlah kalangan untuk mendekati kalangan ini dengan tindakan persuasif. “Agar mereka tidak putus asa,” terangnya. Karena bila mereka merasa bahwa niat baiknya untuk berjilbab ternyata dipersoalkan berbagai pihak, maka akhirnya tidak lagi berkenan untuk mengenakai pakaian tertutup tersebut.

Hal ini justru harusnya menjadi ladang dakwah bagi para perancang busana muslim untuk menampilkan model pakaian yang memenuhi tuntunan syariat dengan tetap tidak menanggalkan unsur modisnya. “Saatnya para desainer untuk merancang banyak model pakaian muslimah yang tetap mengikuti trend dan sesuai dengan tuntunan agama Islam,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote Ustadz Felix Siaw

Minggu, 16 Januari 2011

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat

Shalat merupakan ibadah istimewa. Keistimewaan itu ada pada posisinya sebagai ruang komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Sebagaimana layaknya proses komunikasi, dalam shalat juga diandaikan adanya saling kirim dan terima pesan. Baik pesan itu berbentuk laporan maupun sekedar informasi kehadiran.

Yang jelas diantara dua pihak harus ada kesaling pengertian dan saling memahami. Hal ini akan terjadi jika keduanya berada dalam satu tingkat yang sama, dan akan semakin jelas jika keduanya berada dalam frekwensi yang sama pula.

Oleh karenya shalat menjadi satu kegiata yang cukup berat bagi seorang hamba karena dia harus bolak-balik dari alam bawah ke alam atas, dari dunia kasar ke alam halus, dari ruang kemanusiaan ke ruang ilahiyyaah, meskipun proses ini tidak melibatkan unsur jasmani. Sebagaimana seseorang menaiki tangga atau memanjat gunung. Inilah yang dalam bahasa para sufi diterangkan bahwa shalat merupakan miraj kecil.

Karenanya tidak berlebihan jika seorang hamba mensakralkan shalat. Karena menghadap Tuhan tentunya jauh lebih berharga nilainya dari pada beraudiensi dengan presiden. Demikianlah berbagai peratura dan protab syariah ditentukan semata untuk mempermudah proses komunikasi ini.

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat

Meskipun seorang hamba telah asyik berkomunimasi dengan Allah swt dalam shalatnya misalnya, dan telah meninggalkan dunia ke manusiaan. Namun tetap saja dia adalah manusia yang memiliki keterbatasan secara fisik dan materi.

Maka masalah yang muncul kemudian adalah bagaimanakah jika urusan tehnis mengganggu komunikasi itu, apakah dapat dianggap menggugurkan shalat? misalnya menelan ludah atu riak. Bisa jadi keduanya baik ludah dan riak tidak mengganggu komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya, akan tetapi tinjauan secara syariah bisa lain.  

Ustadz Felix Siaw

Menelan ludah yang bersih dari percampuran sesuatu, seperti bekas-bekas makanan ataupun lainnya tidaklah membatalkan shalat sebagaimana juga tidak membatalkan puasa. Berbeda jika sengaja menelan ludah yang telah tercampur dengan sisa-sisa makan. Maka jelas membatalkan shalat, sebagaimana membatalkan puasa juga. Akan tetapi jika seseorang tidak bisa lagi membedakan apakah ludah yang ada itu bercampur sisa-sisa makanan ataukah tidak, dan kemudian tertelan, maka hal itu tidak membatalkan shalat. Sebagaimana juga riak yang tiba-tiba ada di dalam mulut dan tidak terhindarkan lagi sehingga tertelan, itupun tidak membatalkan shalat. sebagaiman diterangkan dalam syarah sittina maslah

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siaw

Inilah suatu faedah, telah berkata Syekh Muhammad Arramli: Jika mengalir ludahnya bersama sisa makanan yang ada diantara gigi-giginya, dan (ia) tidak bisa membedakannya dan mengeluarknnya dari mulutnya (menelannya), tidaklah mengapa, sebagaimana juga pada puasa. Dan seperti demikian juga, jika turun riak, dan tidak memungkinkan dia menahannya. Ulil H 

 

  

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam, Cerita, Nusantara Ustadz Felix Siaw