Rabu, 18 Desember 2013

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Kawasan Babarsari, Tambakbayan, Yogyakarta merupakan daerah yang rawan terjadinya konflik sosial antar kelompok. Hal ini karena daerah tersebut mengalami pergeseran akibat pesatnya perkembangan Aglomerasi perkotaan dengan berkembangnya sekitar 11 perguruan tinggi, perhotelan dan perumahan. Peristiwa kekerasan demi kekerasan terjadi di kawasan tersebut.

Menyikapi itu, Our Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Tambakbayan, Prodi Sosiologi Atma Jaya dan Alliansi Bela Garuda (ABG) menyelenggarakan diskusi dan buka puasa bersama (Bukber) dikemas dalam kegiatan Ramadhan Kebhinekaan, di Balai Pendopo Tambakbayan RW 04, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Yogyakarta, Rabu (21/6).

"Kita perlu menjaga toleransi antar berbagai perbedaan yang ada di Babarsari dan Tambakbayan. Perlu dikembangkan dengan membangun interaksi antara komunitas yang berbeda secara dialogis dalam suasana saling menjaga kedamaian. Dengan demikian, kerukunan dapat terwujud," kata Slamet Suparman  salah satu tokoh masyarakat Tambakbayan.

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi

Slamet menambahkan, pada dasarnya masyarakat setempat adalah masyarakat yang toleran terhadap perbedaan dan memiliki semangat nasionalis yang tinggi. Hidup berdampingan dengan pendatang dari berbagai daerah sudah menjadi bagian dan interaksi,  baik mahasiswa maupun yang bekerja. 

"Perkembangan terjadi berdampak perubahan pola interaksi sosial antar masyarakat maupun dengan pendatang," kata dia lagi.

Ustadz Felix Siaw

Ia menegaskan, pengelolaan  kompleksitas  dan dinamika perkembangan masyarakat  lokal dengan para pendatang yang perlu tetap dijaga semangat keterbukaan dan toleransinya.

"Indonesia menjamin kebinekaan yang ada. Keberadaan NKRI  tidak terlepas dari himpunan perbedaan-perbedaan namun memiliki rasa kebangsaan yang dikuatkan dengan Pancasila sebagai dasar konsensus bersama. Oleh karena itu, perlu upaya untuk membangun interaksi dan dialog diantara anggota masyarakat yang berbeda agar bisa saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain. Keragaman bukanlah sumber konflik tetapi dapat dikelola sebagai sumber kekayaan untuk kemajuan bersama," paparnya.

Ustadz Felix Siaw

Kemampuan mengakomodasi keragaman sebagai sumber kemajuan dan kesejahteraan bersama ini seringkali dihadapkan dengan kesenjangan yang berujung konflik. 

Oleh karena itu, kata dia menambahkan, perlu mengembangkan  semangat toleransi berbasis komunitas yang beragam sehingga perbedaan tersebut bisa dikelola dengan baik untuk kedamaian bersama.

Hadir dalam diskusi itu, diantaranya adalah  Ketua PC GP Ansor Yogyakarta, Saifudin, Pendeta Indrianto dari Omah Pirukun dan pihak kepolisian dari sektor Depok Barat, Yogyakarta yang didapuk sebagai narasumber untuk mengungkap berbagi gagasan dalam mewujudkan kedamaian dan kerukunan di Babarsari, Tambakbayan.

Pengembangan kebersamaan antar masyarakat yang beragam dengan bahasa kebudayaan dan kemanusiaan di Babarsari Tambakbayan sekaligus bertujuan untuk menghilangkan bebaya (malapetaka) dengan menumbuhkan kembali budi daya dan toleransi sehingga kawasan tersebut dapat mencerminkan Indonesia mini, yang penuh warna tetapi dapat menjaga kedamaian hidup bersama. (Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa, Internasional Ustadz Felix Siaw

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini mengatakan dana yang berputar di Indonesia sekitar 9 ribu triliun. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen dikuasi 35 orang saja.

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil

“Jadi, warga NU, sekitar 91 juta jika tabungannya digabung jadi satu, termasuk yang dibawah bantal, tidak sampai 15 persen. Warga NU, besar jumlah warganya, tapi peran ekonominya kecil,” katanya pada peresemian Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia di gedung PBNU, Jakarta Senin malam (20/2).

Belum lagi, lanjutnya, data dari Bank Dunia yang menyebutkan 10 persen orang kaya, menguasai menguasi 74 persen aset dunia. ?

Ustadz Felix Siaw

Hal ini, kata dia, jelas bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an. Dalam perintah tersebut, “Janganlah harta hanya berputar di segelintir orang di antara kalian.”

Ustadz Felix Siaw

“Maka tentu harapan kita, pemberantasan dan pencegahan korupsi ini spiritnya adalah pembangunan berbasis pemerataan dan keadilan,” ujarnya. ?

Karena, menurut dia, korupsi tidak jauh dari tindakan monopoli dan eksploitasi untuk memperkaya sekelompok orang. Hal tersebut dilarang dalam agama.

Ia berharap, agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama masyarakat bisa mengubah hal itu. Kalau bisa, membalik keadaan pada sepuluh yang akan datang, berbalik menjadi 85 persen aset di Indonesia dikuasai mayoritas penduduk. Sisanya para konglomerat.

“Itulah ekonomi berbasis keadilan yang merata,” pungkasnya. ?

Peresemian Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia tersebut dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo, Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud, perwakilan lembaga pembarantasan korupsi Hongkong ICAC Tony Kwok dan mahasiwan dan mahasiswi UNU Indonesia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh, Pesantren Ustadz Felix Siaw

Rabu, 11 Desember 2013

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.

Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku.

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

"Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.

Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.

Ustadz Felix Siaw

Mendunia

Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.

Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.

Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".

Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.

Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.

Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.

Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.

"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pertandingan, Amalan, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siaw

Senin, 09 Desember 2013

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Ustadz Felix Siaw ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Ustadz Felix Siaw

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Ustadz Felix Siaw

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Makam, News Ustadz Felix Siaw

Kamis, 05 Desember 2013

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Di antara sikap dan karakter Gus Dur yang mengagumkan adalah kesabaran dan ketabahannya saat ditimpa musibah dan menghadapi suatu cobaan. Tentu bukan sabar dan tabah dalam arti negatif berupa pasrah absolut atau lemahnya kemauan untuk bangkit, melainkan sabar dan pasrah (nrimo) dalam konotasi yang positif. Selain itu yang tak kalah mengagumkannya lagi dari tabiat Gus Dur ialah kemampuannya dalam mempertahankan sikap humorisnya dalam berbagai situasi dan keadaan, tak kecuali  dalam situasi genting sekalipun Gus Dur senantiasa bisa mengeluarkan joke segar yang menghibur khalayak.

Hal itu salah satunya terungkap dan tampak terutama ketika detik-detik dan hari-hari pasca beliau dilengserkan dari jabatan Presiden RI oleh MPR dalam Sidang Istimewa (SI) akhir bulan Juli 2001. Beberapa kesaksian dari para tokoh maupun pemberitaan media masa menyatakan bahwa meski mandatnya sebagai presiden telah dicabut MPR dalam SI MPR Juli 2001, namun hal itu tidak membuat Gus Dur bersedih. Apalagi meratapi atas hilangnya jabatan itu. Gus Dur masih tetap seperti dulu, baik sebelum atau pun waktu menjadi presiden, yaitu suka guyon dan mbanyol.

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Dan itu pula yang dia tunjukkan ketika para kiai khos NU dari berbagai daerah dan pengurus DPP PKB (kala itu) menemui Gus Dur di istana negara, sehari setelah dia dilengserkan. Para Kiai itu, antara lain, Rais Syuriah PBNU, KH Muchit Muzadi, Mustasyar PBNU KH Ahmad Idris Marzuki (alm) dan KH Cholil Bisri (alm),  Ketua FKB MPR KH Yusuf Muhammad dan beberapa kiai dan tokoh lainnya.

Dalam pertemuan tersebut para Kiai maupun Gus Dur sama-sama menghindari membicarakan masalah politik. Melainkan Gus Dur justru bercerita yang membuat ger-geran semua yang hadir.  

Dalam kesempatan kunjungannya, para kiai dan tokoh-tokoh yang dekat dengan Gus Dur tersebut, dia bercerita, "Bahwa dulu ada seorang kiai di Denanyar Jombang yang pandai mengobati orang sakit. Tapi cara dan doa yang digunakan cukup unik."

Ustadz Felix Siaw

"Suatu hari", kata Gus Dur, "Kiai itu mengobati orang sakit gigi. Dia mengambil paku, kemudian dimasukkan ke dalam mulut, persis di tempat gigi yang sakit. Setelah itu sang kiai membaca surat an-Nas. Ketika sampai ayat terakhir bunyinya bukan minal jinnati wan naas, tapi minal jinnati waras (sehat)."

Sudah barang tentu sikap yang ditunjukkan Gus Dur yang tetap sabar dan tidak kehilangan sence of humor-nya ini di luar dugaan semua yang hadir termasuk para kiai. Pasalnya, pada waktu yang sama umumnya tokoh NU maupun PKB sedang dalam puncang emosi lantaran tidak terima Gus Dur dilengserkan MPR melalui SI. Begitu pula warga nahdliyyin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia waktu itu sedang dirundung kesedihan yang cukup mendalam menyaksikan pemimpin dan panutannya dilengserkan di tengah-tengah periode masa khidmahnya sebagai Presiden RI keempat.

Maksud kehadiran para kiai yang datang menemui Gus Dur pun sebenarnya dalam rangka menunjukkan solidaritas dan rasa simpati kalangan Kiai serta upaya untuk membesarkan hati (menghibur) Gus Dur setelah sebelumnya berbagai usaha telah ditempuh para kiai agar MPR tidak sampai menggelar SI yang berujung dengan dicabutnya mandat Gus Dur sebagai presiden. Diantara upaya itu adalah pada 19 Juli 2001 para kiai Jawa Timur yang di prakarsai PWNU Jawa Timur mennggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pertemuan tersebut di hadiri pula oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 22 Juli 2001 juga diselenggarakan pertemuan yang sama dengan skala yang lebih besar di Pesantren As Sidiqiyyah Jakarta asuhan KH Nur Muhammad Iskandar. Kali ini melibatkan seluruh Kiai NU se Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

Pertemuan-pertemuan para kiai di atas dimaksudkan menghasilkan keputusan yang bisa menyejukkan bagi kondisi negeri tempo itu dan tidak sebaliknya membuat negeri ini kian memanas.

KH Ali Maschan Musa, Ketua PWNU Jawa Timur waktu itu, menyatakan bahwa dengan adanya forum pertemuan para kiai tersebut pada intinya para kiai menginginkan persatuan bangsa Indonesia tidak pecah. Dan salah satu syarat agar Indonesia tidak pecah adalah Gus Dur tidak dijatuhkan. Pertemuan semacam ini, menurut Kiai Ali, pernah dilakukan ketika presiden Soekarno mendapat banyak masalah. Ketika itu para kiai membahas apakah Soekarno presiden yang sah apa tidak. Ketika diputuskan bahwa Soekarno presiden yang sah, para kiai meminta jabatan itu diteruskan dan rakyat Indonesia diserukan untuk mendukungnya.   

M Haromain, Pengajar di pesantren Nurun Ala Nur, Bogangan Wonosobo.

Disarikan dari berbagai sumber, di antaranya:   

1. Harian Surya, Senin (30/7/2001)

2. Jawa Pos, Senin (16/7/2001)

3. M Rofiq Madji, Jurus Dewa Mabuk ala Gus Dur, Pustaka Tebu Ireng, 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Selasa, 03 Desember 2013

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa

Sebagaimana diketahui, puasa memiliki aturan-aturan khusus yang harus dipatuhi. Bila aturan tersebut tidak ditaati, puasa yang bersangkutan dianggap tidak sah dan tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aturan puasa ada bersifat formal dan ada pula yang bersifat substansial.

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa

Aturan formal puasa ini banyak dijelaskan oleh ulama-ulama fikih, sementara aturan substansial puasa dijelaskan panjang lebar oleh ulama tasawuf. Dalam pandangan ulama tasawuf misalnya, puasa tidak hanya batal lantaran makan dan minum di siang hari, tetapi juga melakukan perbuatan maksiat juga dapat membatalkannya, sebab ketika manusia bermaksiat puasanya tidak bernilai apa-apa di hadapan Allah SWT.

Ustadz Felix Siaw

Menurut ulama fikih, selain makan dan minum, ada beberapa hal yang perlu dihindari dan dijauhi pada saat berpuasa. ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam dalam Maqashid al-Shaum menyebut tiga hal yang perlu dihindari saat puasa, meskipun sebagian di antaranya disunnahkan ketika tidak puasa. Ketiga hal tersebut adalah:

Ustadz Felix Siaw

Pertama, mencium istri. Mencium istri merupakan tanda kasih sayang dan bagian dari kemesraan rumah tangga. Namun hal ini perlu dihindari ketika sedang berpuasa, khususnya bagi orang yang tidak kuat menahan syahwat. ‘Aisyah dalam hadis riwayat al-Bukhari menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menciumnya saat puasa, namun beliau memberi catatan bahwa Rasulullah adalah orang yang sangat pandai mengendalikan syahwat.

Melalui hadis ini, ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam menyimpulkan, orang yang tidak kuat menahan syahwat dan dikhawatirkan puasanya akan batal, lebih baik tidak mencium istri pada saat puasa. Namun bila orang tersebut mampu menahannya, seperti orang yang sudah tua, dibolehkan bagi mereka mencium istri di siang hari Ramadhan.

Kedua, memasukan air ke dalam hidung (istinsyaq). Di antara kesunnahan wudhu’ adalah istinsyaq. Pada saat puasa, amalan sunnah ini lebih baik tidak dilakukan agar air tidak masuk ke dalam anggota tubuh yang berimplikasi pada pembatalan puasa.? Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, melarang istinsyaq ketika sedang puasa.

Ketiga, berbekam. Tidak diragukan lagi bahwa bekam sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Rasulullah pun dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau suka berbekam. Dalam sebuah diriwayat dikisahkan, Rasulullah SAW pernah bekam pada saat puasa.

Ibnu ‘Abdul Salam menjelaskan, bagi orang yang lemah dan kondisi tubuhnya tidak bagus, dimakruhkan bagi mereka untuk berbekam di siang hari bulan Ramadhan, sebab hal itu bisa mendorong mereka untuk membatalkan puasa dan menganggu kenyamanan dalam beribadah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw