Rabu, 18 Desember 2013

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Kawasan Babarsari, Tambakbayan, Yogyakarta merupakan daerah yang rawan terjadinya konflik sosial antar kelompok. Hal ini karena daerah tersebut mengalami pergeseran akibat pesatnya perkembangan Aglomerasi perkotaan dengan berkembangnya sekitar 11 perguruan tinggi, perhotelan dan perumahan. Peristiwa kekerasan demi kekerasan terjadi di kawasan tersebut.

Menyikapi itu, Our Indonesia bekerjasama dengan Masyarakat Tambakbayan, Prodi Sosiologi Atma Jaya dan Alliansi Bela Garuda (ABG) menyelenggarakan diskusi dan buka puasa bersama (Bukber) dikemas dalam kegiatan Ramadhan Kebhinekaan, di Balai Pendopo Tambakbayan RW 04, Catur Tunggal, Kecamatan Depok, Yogyakarta, Rabu (21/6).

"Kita perlu menjaga toleransi antar berbagai perbedaan yang ada di Babarsari dan Tambakbayan. Perlu dikembangkan dengan membangun interaksi antara komunitas yang berbeda secara dialogis dalam suasana saling menjaga kedamaian. Dengan demikian, kerukunan dapat terwujud," kata Slamet Suparman  salah satu tokoh masyarakat Tambakbayan.

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukber Dan Dialog, Cara Warga Yogyakarta Wujudkan Toleransi

Slamet menambahkan, pada dasarnya masyarakat setempat adalah masyarakat yang toleran terhadap perbedaan dan memiliki semangat nasionalis yang tinggi. Hidup berdampingan dengan pendatang dari berbagai daerah sudah menjadi bagian dan interaksi,  baik mahasiswa maupun yang bekerja. 

"Perkembangan terjadi berdampak perubahan pola interaksi sosial antar masyarakat maupun dengan pendatang," kata dia lagi.

Ustadz Felix Siaw

Ia menegaskan, pengelolaan  kompleksitas  dan dinamika perkembangan masyarakat  lokal dengan para pendatang yang perlu tetap dijaga semangat keterbukaan dan toleransinya.

"Indonesia menjamin kebinekaan yang ada. Keberadaan NKRI  tidak terlepas dari himpunan perbedaan-perbedaan namun memiliki rasa kebangsaan yang dikuatkan dengan Pancasila sebagai dasar konsensus bersama. Oleh karena itu, perlu upaya untuk membangun interaksi dan dialog diantara anggota masyarakat yang berbeda agar bisa saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain. Keragaman bukanlah sumber konflik tetapi dapat dikelola sebagai sumber kekayaan untuk kemajuan bersama," paparnya.

Ustadz Felix Siaw

Kemampuan mengakomodasi keragaman sebagai sumber kemajuan dan kesejahteraan bersama ini seringkali dihadapkan dengan kesenjangan yang berujung konflik. 

Oleh karena itu, kata dia menambahkan, perlu mengembangkan  semangat toleransi berbasis komunitas yang beragam sehingga perbedaan tersebut bisa dikelola dengan baik untuk kedamaian bersama.

Hadir dalam diskusi itu, diantaranya adalah  Ketua PC GP Ansor Yogyakarta, Saifudin, Pendeta Indrianto dari Omah Pirukun dan pihak kepolisian dari sektor Depok Barat, Yogyakarta yang didapuk sebagai narasumber untuk mengungkap berbagi gagasan dalam mewujudkan kedamaian dan kerukunan di Babarsari, Tambakbayan.

Pengembangan kebersamaan antar masyarakat yang beragam dengan bahasa kebudayaan dan kemanusiaan di Babarsari Tambakbayan sekaligus bertujuan untuk menghilangkan bebaya (malapetaka) dengan menumbuhkan kembali budi daya dan toleransi sehingga kawasan tersebut dapat mencerminkan Indonesia mini, yang penuh warna tetapi dapat menjaga kedamaian hidup bersama. (Gatot Arifianto / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa, Internasional Ustadz Felix Siaw

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Sekretaris Jenderal PBNU A. Helmy Faishal Zaini mengatakan dana yang berputar di Indonesia sekitar 9 ribu triliun. Dari jumlah itu, sekitar 85 persen dikuasi 35 orang saja.

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harapkan Pembangunan Ekonomi Merata dan Adil

“Jadi, warga NU, sekitar 91 juta jika tabungannya digabung jadi satu, termasuk yang dibawah bantal, tidak sampai 15 persen. Warga NU, besar jumlah warganya, tapi peran ekonominya kecil,” katanya pada peresemian Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia di gedung PBNU, Jakarta Senin malam (20/2).

Belum lagi, lanjutnya, data dari Bank Dunia yang menyebutkan 10 persen orang kaya, menguasai menguasi 74 persen aset dunia. ?

Ustadz Felix Siaw

Hal ini, kata dia, jelas bertentangan dengan apa yang diperintahkan Allah dalam Al-Qur’an. Dalam perintah tersebut, “Janganlah harta hanya berputar di segelintir orang di antara kalian.”

Ustadz Felix Siaw

“Maka tentu harapan kita, pemberantasan dan pencegahan korupsi ini spiritnya adalah pembangunan berbasis pemerataan dan keadilan,” ujarnya. ?

Karena, menurut dia, korupsi tidak jauh dari tindakan monopoli dan eksploitasi untuk memperkaya sekelompok orang. Hal tersebut dilarang dalam agama.

Ia berharap, agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama masyarakat bisa mengubah hal itu. Kalau bisa, membalik keadaan pada sepuluh yang akan datang, berbalik menjadi 85 persen aset di Indonesia dikuasai mayoritas penduduk. Sisanya para konglomerat.

“Itulah ekonomi berbasis keadilan yang merata,” pungkasnya. ?

Peresemian Pusat Kajian dan Pendididikan Antikorupsi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia tersebut dihadiri Ketua KPK Agus Rahardjo, Rektor UNU Indonesia KH Maksum Mahfud, perwakilan lembaga pembarantasan korupsi Hongkong ICAC Tony Kwok dan mahasiwan dan mahasiswi UNU Indonesia. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh, Pesantren Ustadz Felix Siaw

Rabu, 11 Desember 2013

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Sesuai sebutannya, perpustakaan ini hanya menyediakan beberapa buku, biasanya hanya dalam hitungan puluhan, di tempatkan di kotak kecil dengan aneka bentuk di depan rumah-rumah warga.

Orang bisa membaca, meminjam, atau menyumbangkan buku.

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpustakaan Mini Kini Jadi Trend di Dunia

"Pekan lalu, kami mendapatkan 11 buku baru," kata Kevin Sullivan, salah seorang pengelola perpustakaan mini di Bethesda, di pinggiran Washington DC, kepada kantor berita AFP dan dilansir oleh BBC Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

"Perpustakaan ini sebagai hadiah untuk istri saya. Ia kutu buku," katanya.

Sullivan punya koleksi 30 buku di kotak yang ia tempatkan di depan garasi rumahnya, sebagian adalah buku-buku anak.

Ustadz Felix Siaw

Mendunia

Ia dan istrinya tinggal tidak jauh dari sekolah dan mereka berharap orang tua dan murid menyempatkan waktu membaca buku-buku tersebut.

Konsep perpustakaan mini diperkirakan lahir di satu kota kecil di negara bagian Wisconsin pada 2009 ketika Todd Bol membangun rumah buku untuk menghormati ibunya yang baru saja meninggal.

Di rumah buku itu ia tempatkan koleksi buku-buku milik orang tuanya dan di atasnya ditulis papan pengumuman berbunyi "buku-buku gartis".

Tak lama kemudian tetangga-tetangga Bol mengikuti jejaknya dengan membuat kotak dengan aneka ukuran dan bentuk dan mengisinya dengan buku.

Kotak buku ini biasanya ditaruh di depan garasi atau di pagar rumah.

Kini perpustakaan mini menyebar hingga Ukraina dan Pakistan.

Pada Oktober lalu Bol mengirim tak kurang dari 20 perpustakaan mini ke Ghana.

"Sekarang ada 15.000 perpustakaan mini di 55 negara, di 50 negara bagian. Rata-rata ada 700-1.000 perpustakaan mini muncul setiap bulannya," kata Bol. (mukafi niam)

Foto: BBC

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pertandingan, Amalan, Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siaw

Senin, 09 Desember 2013

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) yang kini memiliki anggota 15 ribu orang akan memberikan anugerah kepada Presiden RI keempat KH Abdurrahman Wahid dalam bidang kelautan pada Jumat (26/1). ISKINDO menilai Gus Dur adalah presiden yang memiliki kesadaran tentang laut Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan membentuk Kementerian Eksplorasi Kelautan. 

Menurut salah satu deklarator ISKINDO Ahmad Najid, fakta sejarah Indonesia modern, hanya di era pemerintahan Gus Dur, kementerian yang dicitat-citakan mahasiswa kelautan diwujudkan. 

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Sarjana Akan Anugerahi Gus Dur di Bidang Kelauatan

Gus Dur, kata dia, mengambil langkah strategis bagi sebuah bangsa yang bercirikan kepulauan dan kelautan dengan membentuk Departemen Eksplorasi Laut, cikal bakal Kementerian Kelautan dan Perikanan. 

“Gus Dur menunjuk dan menugaskan Sarwono Kusumaatmadja sebagai Menteri Eksplorasi Laut pada tanggal 26 Oktober 1999,” katanya kepada Ustadz Felix Siaw ketika dihubungi dari Jakarta, Selasa (23/1).

Ustadz Felix Siaw

Karena itulah, Ikatan sarjana kelautan Indonesia akan memberikan anugerah kepada KH Abdurrahman Wahid, sebagai presiden pertama kelautan Indonesa menerima anugerah itu. 

“Dalam perjalanan sejarah, sejak tahun 1999, sejak pemerintahan Gus Dur, isu kelautan menjadi isu; hampir setiap hari menjadi isu utama,” tambah doktor Kelautan IPB itu.

Ketua Iskindo DPW DKI Jaya dan Banten 2018-2021 itu menjelaskan profil organisasinya. Pada tahun 2015, ISKINDO dideklarasikan oleh sekitar 16 perguruan tinggi di Indonesia antara lain dari Universitas Riau (UNRI), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Pattimura (UNPATTI), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Brawijaya (UNIBRAW), Universitas Muslim Indonesia (UMI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Trunojoyo (UNIJOYO). 

Ustadz Felix Siaw

Perguruan tinggi lain yang turut mendeklarasikan adalah Universitas Padjajaran (UNPAD), Universitas Jendral Soedirman (UNSOED), Universitas Bangka Belitung (UBB), STIPER Kutim, Universitas Hang Tuah (UHT), Universitas Khairun (UNKHAIR), Universitas Maritim Ali Haji (UMRAH). 

Para sarjana kelautan itu berkumpul dan bermusyawarah di Gedung Juang di Jakarta serta mendeklarasikan komitmen untuk bergerak bersama, mengakselerasi dan mengawal pembangunan kelautan Indonesia melalui pembentukan wadah Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO).  (Abdullah Alawi)

Saat ini tidak kurang dari 15.000 alumni kelautan telah siap dan tengah berkontribusi dalam berbagai bidang pembangunan kelautan. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Makam, News Ustadz Felix Siaw

Kamis, 05 Desember 2013

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Di antara sikap dan karakter Gus Dur yang mengagumkan adalah kesabaran dan ketabahannya saat ditimpa musibah dan menghadapi suatu cobaan. Tentu bukan sabar dan tabah dalam arti negatif berupa pasrah absolut atau lemahnya kemauan untuk bangkit, melainkan sabar dan pasrah (nrimo) dalam konotasi yang positif. Selain itu yang tak kalah mengagumkannya lagi dari tabiat Gus Dur ialah kemampuannya dalam mempertahankan sikap humorisnya dalam berbagai situasi dan keadaan, tak kecuali  dalam situasi genting sekalipun Gus Dur senantiasa bisa mengeluarkan joke segar yang menghibur khalayak.

Hal itu salah satunya terungkap dan tampak terutama ketika detik-detik dan hari-hari pasca beliau dilengserkan dari jabatan Presiden RI oleh MPR dalam Sidang Istimewa (SI) akhir bulan Juli 2001. Beberapa kesaksian dari para tokoh maupun pemberitaan media masa menyatakan bahwa meski mandatnya sebagai presiden telah dicabut MPR dalam SI MPR Juli 2001, namun hal itu tidak membuat Gus Dur bersedih. Apalagi meratapi atas hilangnya jabatan itu. Gus Dur masih tetap seperti dulu, baik sebelum atau pun waktu menjadi presiden, yaitu suka guyon dan mbanyol.

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Banyolannya Sehari setelah Lengser

Dan itu pula yang dia tunjukkan ketika para kiai khos NU dari berbagai daerah dan pengurus DPP PKB (kala itu) menemui Gus Dur di istana negara, sehari setelah dia dilengserkan. Para Kiai itu, antara lain, Rais Syuriah PBNU, KH Muchit Muzadi, Mustasyar PBNU KH Ahmad Idris Marzuki (alm) dan KH Cholil Bisri (alm),  Ketua FKB MPR KH Yusuf Muhammad dan beberapa kiai dan tokoh lainnya.

Dalam pertemuan tersebut para Kiai maupun Gus Dur sama-sama menghindari membicarakan masalah politik. Melainkan Gus Dur justru bercerita yang membuat ger-geran semua yang hadir.  

Dalam kesempatan kunjungannya, para kiai dan tokoh-tokoh yang dekat dengan Gus Dur tersebut, dia bercerita, "Bahwa dulu ada seorang kiai di Denanyar Jombang yang pandai mengobati orang sakit. Tapi cara dan doa yang digunakan cukup unik."

Ustadz Felix Siaw

"Suatu hari", kata Gus Dur, "Kiai itu mengobati orang sakit gigi. Dia mengambil paku, kemudian dimasukkan ke dalam mulut, persis di tempat gigi yang sakit. Setelah itu sang kiai membaca surat an-Nas. Ketika sampai ayat terakhir bunyinya bukan minal jinnati wan naas, tapi minal jinnati waras (sehat)."

Sudah barang tentu sikap yang ditunjukkan Gus Dur yang tetap sabar dan tidak kehilangan sence of humor-nya ini di luar dugaan semua yang hadir termasuk para kiai. Pasalnya, pada waktu yang sama umumnya tokoh NU maupun PKB sedang dalam puncang emosi lantaran tidak terima Gus Dur dilengserkan MPR melalui SI. Begitu pula warga nahdliyyin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia waktu itu sedang dirundung kesedihan yang cukup mendalam menyaksikan pemimpin dan panutannya dilengserkan di tengah-tengah periode masa khidmahnya sebagai Presiden RI keempat.

Maksud kehadiran para kiai yang datang menemui Gus Dur pun sebenarnya dalam rangka menunjukkan solidaritas dan rasa simpati kalangan Kiai serta upaya untuk membesarkan hati (menghibur) Gus Dur setelah sebelumnya berbagai usaha telah ditempuh para kiai agar MPR tidak sampai menggelar SI yang berujung dengan dicabutnya mandat Gus Dur sebagai presiden. Diantara upaya itu adalah pada 19 Juli 2001 para kiai Jawa Timur yang di prakarsai PWNU Jawa Timur mennggelar pertemuan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pertemuan tersebut di hadiri pula oleh Presiden KH Abdurrahman Wahid. Kemudian pada 22 Juli 2001 juga diselenggarakan pertemuan yang sama dengan skala yang lebih besar di Pesantren As Sidiqiyyah Jakarta asuhan KH Nur Muhammad Iskandar. Kali ini melibatkan seluruh Kiai NU se Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

Pertemuan-pertemuan para kiai di atas dimaksudkan menghasilkan keputusan yang bisa menyejukkan bagi kondisi negeri tempo itu dan tidak sebaliknya membuat negeri ini kian memanas.

KH Ali Maschan Musa, Ketua PWNU Jawa Timur waktu itu, menyatakan bahwa dengan adanya forum pertemuan para kiai tersebut pada intinya para kiai menginginkan persatuan bangsa Indonesia tidak pecah. Dan salah satu syarat agar Indonesia tidak pecah adalah Gus Dur tidak dijatuhkan. Pertemuan semacam ini, menurut Kiai Ali, pernah dilakukan ketika presiden Soekarno mendapat banyak masalah. Ketika itu para kiai membahas apakah Soekarno presiden yang sah apa tidak. Ketika diputuskan bahwa Soekarno presiden yang sah, para kiai meminta jabatan itu diteruskan dan rakyat Indonesia diserukan untuk mendukungnya.   

M Haromain, Pengajar di pesantren Nurun Ala Nur, Bogangan Wonosobo.

Disarikan dari berbagai sumber, di antaranya:   

1. Harian Surya, Senin (30/7/2001)

2. Jawa Pos, Senin (16/7/2001)

3. M Rofiq Madji, Jurus Dewa Mabuk ala Gus Dur, Pustaka Tebu Ireng, 2012.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Selasa, 03 Desember 2013

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa

Sebagaimana diketahui, puasa memiliki aturan-aturan khusus yang harus dipatuhi. Bila aturan tersebut tidak ditaati, puasa yang bersangkutan dianggap tidak sah dan tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT. Aturan puasa ada bersifat formal dan ada pula yang bersifat substansial.

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Hal Ini Harus Dihindari Saat Berpuasa

Aturan formal puasa ini banyak dijelaskan oleh ulama-ulama fikih, sementara aturan substansial puasa dijelaskan panjang lebar oleh ulama tasawuf. Dalam pandangan ulama tasawuf misalnya, puasa tidak hanya batal lantaran makan dan minum di siang hari, tetapi juga melakukan perbuatan maksiat juga dapat membatalkannya, sebab ketika manusia bermaksiat puasanya tidak bernilai apa-apa di hadapan Allah SWT.

Ustadz Felix Siaw

Menurut ulama fikih, selain makan dan minum, ada beberapa hal yang perlu dihindari dan dijauhi pada saat berpuasa. ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam dalam Maqashid al-Shaum menyebut tiga hal yang perlu dihindari saat puasa, meskipun sebagian di antaranya disunnahkan ketika tidak puasa. Ketiga hal tersebut adalah:

Ustadz Felix Siaw

Pertama, mencium istri. Mencium istri merupakan tanda kasih sayang dan bagian dari kemesraan rumah tangga. Namun hal ini perlu dihindari ketika sedang berpuasa, khususnya bagi orang yang tidak kuat menahan syahwat. ‘Aisyah dalam hadis riwayat al-Bukhari menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah menciumnya saat puasa, namun beliau memberi catatan bahwa Rasulullah adalah orang yang sangat pandai mengendalikan syahwat.

Melalui hadis ini, ‘Izzuddin Ibnu ‘Abdul Salam menyimpulkan, orang yang tidak kuat menahan syahwat dan dikhawatirkan puasanya akan batal, lebih baik tidak mencium istri pada saat puasa. Namun bila orang tersebut mampu menahannya, seperti orang yang sudah tua, dibolehkan bagi mereka mencium istri di siang hari Ramadhan.

Kedua, memasukan air ke dalam hidung (istinsyaq). Di antara kesunnahan wudhu’ adalah istinsyaq. Pada saat puasa, amalan sunnah ini lebih baik tidak dilakukan agar air tidak masuk ke dalam anggota tubuh yang berimplikasi pada pembatalan puasa.? Rasulullah SAW, sebagaimana diriwayatkan Abu Dawud, melarang istinsyaq ketika sedang puasa.

Ketiga, berbekam. Tidak diragukan lagi bahwa bekam sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Rasulullah pun dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau suka berbekam. Dalam sebuah diriwayat dikisahkan, Rasulullah SAW pernah bekam pada saat puasa.

Ibnu ‘Abdul Salam menjelaskan, bagi orang yang lemah dan kondisi tubuhnya tidak bagus, dimakruhkan bagi mereka untuk berbekam di siang hari bulan Ramadhan, sebab hal itu bisa mendorong mereka untuk membatalkan puasa dan menganggu kenyamanan dalam beribadah. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 02 November 2013

Kenapa Merokok Batalkan Puasa?

Keisengan selalu muncul di waktu senggang. Pengasuh pesantren Gedongan Cirebon KH Mukhlas yang sudah sepuh itu hadir dalam pelantikan pengurus baru pelajar NU Cirebon. Acara pelantikan belum juga selesai. Padahal melantik tidak perlu makan waktu lama. Yang penting kan aksinya.

Dari sinilah keisengan muncul. Ia duduk di salah satu ruang di kantor PCNU Cirebon dikelilingi 3 santri. Entah berapa batang rokok berubah menjadi abu di tangannya.

Kenapa Merokok Batalkan Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Merokok Batalkan Puasa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Merokok Batalkan Puasa?

Lalu seseorang datang menyapa mereka. Usai cium tangan, yang datang menawarkan kopi atau teh manis kepada sang kiai. Yang ditawarin menjawab sambil senyum, “Kula puasa (Saya puasa).” Yang menawarkan dan yang mendengar tahu kiai sedang tidak berpuasa. Ia lalu pamit menghilang entah ke mana.

Mereka lalu meneruskan perbincangan. Sambil mencabut sebatang rokok, Kiai meminta 3 santri di sekitarnya menjawab, “Kalian tahu kenapa rokok membatalkan puasa?”

Ustadz Felix Siaw

Mereka kaget menerima pertanyaan tak terduga. Salah seorang dari mereka mencoba menjawab sekenanya. Sementara lainnya meraba-raba ke mana maksud pertanyaan sang kiai.

Ustadz Felix Siaw

Udut membatalaken puasa ya asape metu maning (Rokok membatalkan puasa karena asapnya keluar lagi). Lamun bli metu, ya wis bli pa pa (Coba kalau nggak keluar, ya puasanya tidak batal),” kata Kiai Mukhlas yang sebentar serius sebentar gurau itu.

Mendengar jawaban itu, keheningan ruangan pecah oleh derai tawa mereka. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal, Pahlawan Ustadz Felix Siaw

Kamis, 31 Oktober 2013

Foke dapat Dukungan Anggota Muslimat NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Langkah Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) untuk menjadi orang nomor satu di Jakarta kian mantap. Para hadirin yang datang pada acara Harlah ke-61 Muslimat NU yang berlangsung di Istora Senayan memberi aplus panjang setiap nama Ketua PWNU DKI itu dipanggil.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang hadir dalam acara tersebut malah berujar “Yang paling untung dalam acara ini kan Pak Fauzi Bowo, belum kampanye sudah mendapat dukungan dari anggota Muslimat,” tuturnya.

Kiai Hasyim bahkan secara pribadi menyatakan dukungannya kepada Fauzi Bowo yang juga ketua PWNU DKI ini. “Saya nanti akan milih Pak Fauzi Bowo, bukan yang lain, silahkan beritahu para anggota Muslimat bahwa saya dukung Pak Fauzi Bowo,” katanya.

Foke dapat Dukungan Anggota Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Foke dapat Dukungan Anggota Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Foke dapat Dukungan Anggota Muslimat NU

Pernyataan senada juga diungkapkan oleh Ketua Muslimat NU DKI Hizbiyah Rohim dalam pembukaan yang menyatakan warga Muslimat NU DKI akan memberikan dukungan penuh kepada putra Betawi ini.

Mendapat perlakukan istimewa ini, Fauzi Bowo hanya tersenyum simpul dengan wajah ceria. Dukungan yang terus mengalir membuatnya semakin pede dalam berkompetisi memperebutkan jabatan gubernur DKI.

Namun demikian, secara organisatoris, setelah resmi pencalonannya di KPUD DKI, Fauzi Bowo harus non aktif dalam kepengurusannya di PWNU DKI. Ketua PBNU H. Ahmad Bagdja menjelaskan jika nantinya terpilih, Fauzi Bowo harus memilih salah satu jabatan karena aturan PBNU melarang adanya rangkap jabatan politik. (mkf)

Ustadz Felix Siaw



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Pesantren Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 26 Oktober 2013

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Jepara, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang (PC) IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengenalkan peserta didik baru baik di MTs dan MA sederajat ke-IPNU-IPPNU-an lewat kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (Mopdik).

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan IPNU-IPPNU Lewat Mopdik

Kegiatan yang dilaksanakan serentak di 15 kecamatan tersebut dimulai Kamis-Jumat (10-25/7) mendatang. Pelaksanaannya sesuai jadwal Mopdik di masing-masing madrasah yang ditangani Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU setempat.

Sasaran agenda tahunan tersebut adalah seluruh MTs dan MA di Kabupaten Jepara yang berjumlah 159, ditambah SMP, SMA dan SMK umum. “Materinya memang IPNU-IPPNU namun kami juga menyisipkan materi ke-NU-an dan ke-Aswaja-an,” kata M Khoironi, Ketua PC IPNU Jepara.

Ustadz Felix Siaw

Dihubungi via telepon, ia menjelaskan sisipan kegiatan tersebut untuk mengenalkan dan mendoktrin peserta didik tentang organisasi pelajar NU. “Harapannya mereka tidak mudah goyah saat dirong-rong ideologinya,” jelasnya.

Ustadz Felix Siaw

Ia mengatakan pemberian materi IPNU-IPPNU pada saat Mopdik merupakan momen yang tepat. Apalagi mayoritas madrasah yang ada di Jepara berbasis NU.

Beberapa tahun terakhir, pihaknya juga menggandeng sekolah umum SMP, SMA dan SMK baik negeri maupun swasta dengan kegiatan serupa. Hasilnya, sekolah yang digandeng memberikan respon positif. “Ini menjadi bukti IPNU-IPPNU bisa diterima sekolah diluar Maarif,” tambah Khoironi.

? ?

Ia berharap kerjasama yang dilakukan dengan madrasah maupun sekolah umum terus terjalin erat sehingga IPNU-IPPNU kian diminati pelajar. Khususnya pelajar di madrasah maupun pelajar di sekolah umum. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Hadits Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 22 Juni 2013

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Perwakilan ulama Afganistan dari Provinsi Maidan Wardak yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA) berhasil membebaskan seorang sandera yang diculik oleh keompok Taliban. Proses pembebasan dilakukan dengan cara damai.

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

“Mereka berhasil membebaskan sandera beberapa minggu lalu karena membawa nama Nahdlatul Ulama Afghanistan,” kata Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali kepada Ustadz Felix Siaw di Jakarta, Kamis (18/9).

Alhamdulillah, organisasi Nahdlatul Ulama Afghanistan telah mendapat kepercayaan dari lapisan masyarakat setempat, baik dari kalangan pemerintah maupun oposisi,” tambahnya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut As’ad, warta mengenai pembebasan sandera itu menjadi salah satu bagian dalam laporan Workshop NUA 17 September 2014 kemarin yang dilaporkan kepada PBNU di Jakarta. Workshop sendiri diselenggarakan dalam rangka memperkuat jaringan NUA di seluruh wilayah Afghanistan.

Ustadz Felix Siaw

Workshop tersebut diadakan di kantor Noor Educational and Capacity Development Organization (NECDO), Butcher St, Shahr-e-now, Kabul Afghanistan. Sementara dalam laporan juga disebutkan bahwa Gubernur Maidan Wardak telah memberikan salah satu ruangan untuk kantor perwakilan NU Afghanistan, serta akan membantu sepenuhnya NUA dalam mempersiapkan peresmian dan pelantikan pengurusnya.

Setelah ada pelantikan secara resmi, NUA akan secepatnya disosialisasikan ke seluruh Provinsi Afghanistan. Menurut As’ad, dalam waktu dekat pihak NUA juga akan mengadakan silaturahim dengan kedua kandidat calon presiden Afghanistan yaitu DR Abdullah Abdullah dan DR Ashraf Ghani.

“Secara khusus NU Afganistan menyampaikan ucapan terimakasih kepada PBNU di Indonesia yang telah mensupport pendanaan, support teknis dan support politis, serta mengharapkan PBNU Indonesia untuk hadir dalam pelantikan NUA,” katanya.

Ditambahkan, seperti NU di Indonesia, NU Afghanistan akan bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan serta melayani masyarakat dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Berbeda dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri yang beranggotakan warga Indonesia, NUA didirikan dan beranggotakan masyarakat setempat. Menurut As’ad, organisasi ini akan mengadopsi AD/ART dari PBNU yang ada di Indonesia dengan beberapa penyesuaian terkait regulasi dan kondisi negara setempat. (A. Khoirul Anam)

Gambar: Logo NU Afganistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 06 Juni 2013

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada dua rumah sakit yang berdiri di bawah naungan NU. Bantuan alat kesehatan itu bernilai total Rp. 10 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang dikelola oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Rumah Sakit NU Demak, Selasa (24/7), di Pati, Jawa Tengah.

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Bantuan untuk RSI Pati diterima oleh Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, sementara untuk RS NU Demak diterima oleh perwakilan PCNU Kabupaten Demak. RSI Pati mendapatkan bantuan perlengkapan pengelolaan limbah medis, kamera rontgen, dan kursi roda. Sementara RS NU Demak memperoleh peralatan pendukung laboratorium kesehatan dan seperangkat Ultrasonografi (USG).

"Total semuanya nanti senilai sepuluh miliar, diberikan bertahap. Ini tahap pertama  dan Insya Allah akan segera menyusul bantuan selanjutnya," ungkap Kiai Said.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Said menambahkan, pemberian bantuan alat kesehatan oleh Kristen Mormon disebutnya sebagai perwujudan nyata sebuah toleransi antar umat beragama. Toleransi yang sama diakuinya sudah terjalin sejak zaman khalifah penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW.

"Dokternya Muawiyah itu namanya Tarjius, orang Kristen. Dokternya Abu Jafar al Mansur, pendiri Abbasiyyah bernama Jirjis, orang Kristen juga. Di bidang kesehatan Islam dan Kristen sudah lama bekerjasama, meski sebenarnya tidak sedikit ulama Islam yang menguasai ilmu kesehatan," tegas Kiai Said.

Ustadz Felix Siaw

Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang ikut hadir dalam seranh terima bantuan mengatakan, PBNU saat ini tengah mempelajari kemungkinan bantuan yang sama disalurkan ke rumah sakit lain. "Salah satunya yang sedang disurvey untuk dibantu RS NU Rembang. Bertahap, jika memang ada kerjasama dengan pihak luar lain akan disalurkan secara merata," ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, operasional sejumlah rumah sakit yang dikelola di bawah naungan NU diharapkan bisa semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin juga ditekankan harus bisa ditingkatkan.

"Yang bagus dari Kristen Mormon ketika membantu juga menyertainya dengan pelatihan penggunaan peralatan yang diberikan. Mereka juga mensurvey sendiri alat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sengan maksimal," tuntas Bina.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara Ustadz Felix Siaw

Jumat, 24 Mei 2013

Akhlak dan Hizbul Hoaks Indonesia

Oleh Ayik Heriansyah



NU sebagai kekuatan sipil terbesar di Indonesia berada di garda terdepan menjaga NKRI. Harus diakui sejak republik ini berdiri, NU masih bersih dari segala macam kegiatan yang menganggu eksistensi negara. Dalam keadaan suka duka NU selalu bersama Indonesia secara lahir dan batin.?

Wajar jika pemerintah dan rakyat Indonesia menaruh kepercayaan penuh kepada NU ketika gerakan kaum radikal mulai menggeliat sejak 20 tahun yang lalu. Dari waktu ke waktu, mereka semakin menampakkan diri bertujuan mengubah NKRI menjadi negara khilafah. Untuk mengamankan negara, pemerintah? pun membubarkan organisasi pengusung paham itu, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), melalui Perppu Ormas yang kemudian disahkan menjadi UU Ormas oleh DPR.?

Akhlak dan Hizbul Hoaks Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhlak dan Hizbul Hoaks Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhlak dan Hizbul Hoaks Indonesia

Logis jika NU, GP Ansor dan Banser menjadi sasaran kemarahan selepas dicabutnya badan hukum mereka oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenkumham; dengan memanfaatkan blog dan media sosial, berbagai berita hoaks, meme bernada pelecehan, potongan video yang tendensius, serta opini-opini lepas tanpa peduli benar atau salah, yang penting viral.?

Di sisi lain, reaksi GP Ansor dan Banser terhadap HTI, jadi dalih penghalang “dakwah”. Itu merupakan pintu propaganda masif agar terjadi pelemahan jama’ah dan jam’iyah. Tak hanya itu, untuk menciptakan aura kebencian kalangan umat Islam yang lain terhadap NU, GP Ansor dan Banser. Awalnya sempat terjadi kontraksi kecil di internal jama’ah NU, tapi tampaknya makin lama, mulai paham dan sadar ada niat busuk di balik share-sharean mereka di dunia maya.?

Alhamdulillah warga NU cepat kembali ke kiainya setelah sempat sebentar geger dan gagap dibombardir konten hoaks mereka.?

Ustadz Felix Siaw

Selama ini HTI mencitrakan dirinya sebagai kelompok politik intelektual, santun dan tanpa kekerasan. Bagi mereka, bahwa akhlak bagian dari syariat Islam. Bahkan ada satu kitab khusus berisi kumpulan ayat dan hadits tentang akhlak dalam rangka memperkokoh nafsiyah para anggotanya yaitu kitab Min Muqawwimat Nafsiyah Islamiyah (Pilar-pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah).?

Di sisi lain pendapat HTI tentang akhlak terkait dakwah dan kebangkitan umat Islam sangat minor. Terkesan mengabaikan akhlak. Di bab terakhir kitab Nizhamul Islam? membahas akhlak. Di bab tersebut Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan: akhlak tidak mempengaruhi secara langsung tegaknya suatu masyarakat. Masyarakat tegak dengan peraturanperaturan hidup dan dipengaruhi oleh perasaan-perasaan dan pemikiran-pemikiran. Akhlak tidak mempengaruhi tegaknya suatu masyarakat, baik kebangkitan maupun kejatuhannya. Yang mempengaruhinya adalah opini (kesepakatan) umum yang lahir dari persepsi tentang hidup. Disamping itu yang menggerakkan masyarakat bukanlah akhlak, melainkan peraturan-peraturan yang diterapkan di tengah-tengah masyarakat itu, pemikiran-pemikiran, dan perasaan yang melekat pada masyarakat tersebut. Akhlak sendiri adalah produk berbagai pemikiran, perasaan, dan hasil penerapan peraturan.?

Ustadz Felix Siaw

Atas dasar inilah, maka tidak diperbolehkan dakwah hanya diarahkan pada pembentukan akhlak dalam masyarakat. Sebab akhlak merupakan hasil dari pelaksanaan perintah- perintah Allah SWT yang dapat dibentuk dengan cara mengajak masyarakat kepada akidah dan melaksanakan Islam secara sempurna.?

Disamping itu, mengajak masyarakat pada akhlak semata, dapat memutarbalikkan persepsi Islam tentang kehidupan dan dapat menjauhkan manusia dari pemahaman yang benar tentang hakikat dan bentuk masyarakat. Bahkan dapat membius manusia dengan hanya mengerjakan keutamaan amal-amal yang bersifat individual. Hal ini mengakibatkan kelalaian terhadap langkah-langkah yang benar menuju kemajuan hidup. Dengan demikian sangat berbahaya mengarahkan dakwah Islamiyah hanya pada pembentukan akhlak saja. Hal itu memunculkan anggapan bahwa dakwah Islam adalah dakwah untuk akhlak saja. Cara seperti ini dapat mengaburkan gambaran utuh tentang Islam dan menghalangi pemahaman manusia terhadap Islam. Lebih dari itu dapat menjauhkan masyarakat dari satu-satunya metode dakwah yang dapat menghasilkan penerapan Islam, yaitu tegaknya Daulah Islamiyah. (Nizhamul Islam, terj, 2007: 197-198)

Di kitab at-Takattul Hizbi, Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani juga mengkritik organisasi-organisasi yang mendakwahkan Islam, di samping berbagai organisasi pendidikan dan social tersebut, berdiri pula organisasi berdasarkan akhlak yang berusaha membangkitkan umat atas dasar akhlak melalui nasihat-nasihat, bimbingan-bimbingan, pidato-pidato, dan selebaran-selebaran, dengan suatu anggapan bahwa akhlak adalah dasar kebangkitan. Organisasi-organisasi ini telah mencurahkan tenaga dan dana yang tidak sedikit, namun tidak mendatangkan hasil yang berarti. Perasaan umat tersalur melalui pembicaraan-pembicaraan yang membosankan yang diulang-ulang tanpa arti. (at-Takattul Hizbi, terj: 2001: 25).

Dari pemikiran Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani di atas sebenarnya HTI tidak melepaskan akhlak secara mutlak. Akhlak sebatas urusan seorang individu terhadap dirinya sendiri. Maksudnya akhlak masalah privat bukan politik. Di ranah politik, akhlak dikesampingkan sebab dalam proses politik menuju tegaknya khilafah, HTI berpedoman pada metode dakwah yang mereka adopsi yang diyakini berasal dari metode dakwah Nabi SAW. Tahap yang krusial bagi eks-HTI dalam metode dakwah mereka adalah fase tafa’ul ma’a ummah (berinteraksi dengan umat). Di fase ini eks-HTI melancarkan shira’ul fikri (konfrontasi pemikiran) dan gencar melakukan aktivitas kifahu siyasi (perjuangan politik).?

Pelanggaran akhlak islami sering kali terjadi pada dua aktivitas ini. Untuk memenangkan konfrontasi pemikiran, eks-HTI tidak segan-segan memanipulasi makna kitab turats (kitab kuning). Contohnya makna khilafah itu sendiri. Eks-HTI mengutip qaul ulama berbagai mazhab tentang khilafah yang bermakna umum (general) kemudian oleh eks-HTI keumuman makna khilafah ditimpali/ditahrif menjadi makna khusus menjadi lebih spesisfik dengan makna khilafah yang mereka maksud dan mereka perjuangkan.?

Khilafah yang ada dalam benak eks-HTI adalah kepemimpinan umat yang dipegang oleh Amir Hizbut Tahrir dalam naungan negara yang mengadopi kontitusi yang disusun oleh Amir Hizbut Tahrir. Tentu saja makna khilafah seperti ini bukan yang dimaksud oleh para ulama salaf dan khalaf di kitab-kitab mereka. Para ulama membiarkan keumuman makna khilafah, sehingga bentuk kepemimpinan, negara dan pemerintahan yang tercakup dalam keumuman makna ini, dianggap Khilafa secara syar’i. NKRI salah satunya.?

Dengan demikian, sebenarnya umat Islam tidak pernah kosong dari khilafah sejak dibaiatnya Abu Bakar al-Shiddiq sebagai khalifah sampai dilantiknya Presiden Jokowi. Keadaan vacuum of khilafah tidak pernah terjadi pasca runtuhnya Khilafah Turki Utsmani 3 Maret 1924 sebagaimana yang diyakini oleh HTI.

Adapun titik rawan pelanggaran akhlak islami oleh eks-HTI ketika melakukan aktivitas perjuangan politik yaitu aksi membongkar strategi (kasyful khuththath). Kasyful khuththath merupakan aktivitas politik eks-HTI dalam membongkar, menyingkap lalu membongkar ke publik strategi dan rencana penguasa yang mereka vonis sebagai antek-antek negara asing. Tujuan aksi ini untuk memutus kepercayaan publik terhadap pemerintah (dharbu ‘alaqah baina ummah wa hukkam).?

Untuk mendapatkan informasi seputar strategi dan rencana penguasa, eks-HTI melakukan kegiatan mata-mata (intelijen) amatiran. Informasi-informasi mereka kumpulkan dari berbagai sumber baik yang terbuka umum seperti media massa, media online dan media sosial maupun sumber-sumber tertutup dari kegiatan silaturahmi mereka dengan para ulama, pejabat, birokrat, akademisi, dan lain-lain yang mayoritas beragaman Islam.?

Padahal aktivitas memata-matai mereka sangat dilarang oleh akhlak islami. Tajassus kepada sesama muslim perbuatan yang tidak diragukan lagi keharamannya. Seringkali eks-HTI ceroboh dalam menilai kegiatan seorang Muslim yang jadi pejabat, antara perbuatan pribadi atau sebagai pejabat sehingga yang terjadi justru aksi bongkar aib pribadi yang dilakukan eks-HTI kepada seorang pejabat bukan membongkar rencana “jahat antek penjajah”. Membongkar aib pribadi pejabat ke publik termasuk dosa besar. Itu pun bercampur fitnah dan ghibah.

Namun demikian, eks-HTI merasa tidak bersalah karena diyakini sebagai bagian dari implementasi metode dakwah Nabi SAW. Kemudian diperkuat oleh pemikiran Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani yang memisahkan akhlak dari masyarakat membuat eks-HTI mengabaikan akhlak dalam berdakwah. HTI sendiri menegaskan kelompok mereka bukan kelompok ruhani dan akhlak. Mereka merupakan partai politik yang berorientasi meraih kekuasaan sebagai syarat terjadinya perubahan masyarakat. Manuver politik nirakhlak yang dipraktikkan eks-HTI dampak dari keyakinan mereka yang salah tentang metode dakwah Nabi SAW dan konsepsi tentang akhlak kaitannya dengan perubahan masyarakat.?

Betul, suatu masyarakat eksis karena adanya pemikiran, perasaan dan aturan yang sama, namun unsur pokok masyarakat adalah individu. Tanpa individu-individu tidak akan terwujud suatu masyarakat sebagus apapun pemikiran, perasaan dan aturan yang dirancang. Sebab itu perubahan masyarakat ditentukan oleh perubahan individu yang meliputi pemikiran, perasaan dan akhlak. Jika seorang individu belum bisa mengatur dirinya dengan akhlak, maka rasanya berat bagi individu untuk bisa diatur dalam suatu masyarakat. Akhlak jadi parameter keteraturan suatu masyarakat.

Kesalahpahaman Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani dalam mendiagnosa penyakit masyarakat ditambah kedangkalan ilmu agama eks-HTI menjadikan mereka tidak segan-segan mengadu domba lawan-lawan politik mereka dari kalangan ulama dan ormas Islam. NU, GP Ansor dan Banser sebagai benteng NKRI tidak lain merupakan penghalang terbesar sipil bagi agenda pendirian Khilafah oleh eks-HTI.?

Meski belum ada bukti pasti berasal dari mereka, memproduksi konten hoaks agar menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan kepada NU, GP Ansor dan Banser adalah perbuatan keji yang jauh dari akhlak terpuji. Dan sepertinya kalangan petinggi eks-DPP HTI membiarkan aksi-aksi “machiaveli” eks-HTI karena dianggap aksi individual, bukan agenda jama’ah dan secara politik aksi-memberi manfaat bagi perjuangan mereka. Mereka seperti menikmati aksi-aksi lone wolf eks-HTI di dunia maya mengingat mereka tidak bisa lagi beraktivitas di dunia nyata.?

Yang pasti, dakwah Islam dengan cara-cara kotor, alih-alih mendapat nashrullah, justru akan mengundang murka Allah SWT. Sudah jadi sunnatullah syariat Islam hanya tegak dengan cara-cara yang bersih, bersih niat, bersih pikiran, bersih ujaran dan bersih tindakan. Menegakkan syariat Islam dengan akhlak tercela ibarat menegakkan benang basah.

Penulis adalah jama’ah Sabtuan NU Kota Bandung, Pegiat di Institute for Democracy Education. Mantan Ketua HTI Babel 2004-2010

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul, Internasional, Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Jumat, 10 Mei 2013

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Penerbit Mizan bekerjasama dengan Lembaga Talif wan Nasyr (LTNNU) dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), akan mengadakan bedah buku dan diskusi tentang perkembangan sufisme dunia, pada Jumat (26/2), jam. 14.00, hari ini. Agenda ini juga dalam rangka Studium Generale Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU Jakarta) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia. Diskusi dan Studium Generale ini, diselenggarakan dengan tema "Sufism in the Modern World".

Menurut rencana, agenda ini akan dihadiri oleh pakar sufi dari Aljazair, Dr Abdul Aziz Abbaci (Sadra Institute), Dr Haidar Bagir (Mizan), dan Dr Mastuki HS (Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta). Agenda ini, terselenggara dengan dukungan Gerakan Islam Cinta, Nutizen, Ustadz Felix Siaw, TV9, Aswaja TV,? dan majalah Risalah NU.

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU dan Mizan Bahas Perkembangan Sufisme Dunia

Munawir Aziz, salah satu panitian menjelaskan pada agenda ini, akan dibahas perkembangan sufisme di negara-negara modern, serta kaitannya dengan jaringan sufisme di Nusantara. Tema ini, terkait erat dengan tema besar yang diusung Nahdlatul Ulama, yakni Islam Nusantara untuk peradaban dunia. Tentu, kajian ini akan menarik sebagai perspektif baru dalam memandang Islam di dunia, yakni dari pendekatan tasawuf yang penuh cinta dan welas asih. Pada momentum ini, juga akan diluncurkan sebuah buku baru, karya Prof. Carl Ernst (Carolina University), yang diterbitkan oleh Penerbit Mizan.

Katib Syuriyah PBNU, KH Mujib Qulyubi, menyambut hangat diksusi sebagai salah satu titik penting dalam mengkaji perkembangan Islam di dunia. "Pada prinsipnya kita menyambut hangat majelis ilmiah yang sesuai dengan visi Nahdlatul Ulama. Terlebih, mengkaji perkembangan sufisme itu sangat menarik. Jadi, ada pengkaji sufi, dan pelaku sufi," ungkap Kiai Mujib.

Ustadz Felix Siaw

Diskusi dan Studium Generale pada agenda ini, akan disiarkan secara langsung (live streaming) oleh Nutizen, via aplikasi media ini. Untuk konfirmasi kehadiran, silakan hubungi Faiz, 085710086095[]. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Berita Ustadz Felix Siaw

Selasa, 07 Mei 2013

Sukendar, Mencintai Gus Dur dengan Puisi Sunda

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Seribu ekspresi umat mencintai Gus Dur. Dari mendoakan, menziarahi maqbarohnya, hingga melukisnya. Semuanya sudah biasa, termasuk menulis puisi untuk guru bangsa itu. Namun, menggubah syair dalam puisi Sunda, ini terasa istimewa.   

Itulah yang dilakukan oleh Dadang Sukendar. Ia menulis syair dalam bahasa Sunda ketika selintingan ada orang yang menghina Gus Dur. “Ngaraos tugenah rehna seueur jalmi nu sok ngahina atanapi nuding Gus Dur tanpa tabayyun, nu antukna jadi opini di masyarakat,” ujarnya, ketika dihubungi Ustadz Felix Siaw, di Jakarta, Senin, (3/12).

Sukendar, Mencintai Gus Dur dengan Puisi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukendar, Mencintai Gus Dur dengan Puisi Sunda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukendar, Mencintai Gus Dur dengan Puisi Sunda

Maksudnya, merasa tidak enak ketika ada orang yang menghina Gus Dur tanpa dasar, karena hal itu menyebabkan opini yang tidak baik di masyarakat. 

Seorang karyawan swasta di daerah Pancoran-Jakarta Selata tersebut mengaku karena ia tak mungkin melakukan unjuk rasa seperti yang lain sehingga ia membela sesuai kemampuannya, yaitu menggubah syair.

Ia menulis dimulai dengan lafadz Bismillahirrohmaanirrohiim diakhiri dengan Alhamdulillah. Kemudian syair itu diberi judul “Syiir keur Gus Dur”.  

Syair tersebut berisi 15 bait. Tiap bait disusun dua baris. Tiap baris disusun dua kalimat. Tiap kalimat dijeda tanda #. Bait-bait tersebut memiliki rima yang beraturan. Misalnya pada bait pertama, setiap baris berakhiran “ur”, bait kedua berakhiran “ak”. Begitu seterunya.    

Ustadz Felix Siaw

Bait pertama berbunyi demikian:

aya jalmi hina gusdur # tangtos eta jalmi ngawur

Ustadz Felix Siaw

pikiran nuju tagiwur # teu emut ka alam kubur

Maksudnya, ada orang yang menghina Gus Dur, jelas ia orang ngawur, pikiran orang itu sedang tidak teratur dan tidak ingat alam kubur. Bait selanjutnya:

kedahna mikir sing asak # mun urang erek ngacaprak

sangkan henteu tisaralak # matak rusak kana awak 

Orang yang menghina Gus Dur adalah orang tidak teratur. Seharusnya (orang itu) berpikir yang matang, supaya tidak terjatuh, karena hal itu bisa menyebabkan badan rusak. 

seueur jalmi kirang cermat # ka gusdur nganggapna sesat

padahal lincah jeung rikat # ngabela sadaya umat

(memperlakukan Gus Dur demikian) karena orang itu tidak cermat sehingga ia menganggap Gus Dur sesat, padahal Gus Dur orang yang cepat tanggap dalam membela umat. Selain itu, Gus Dur juga adalah,

Tara pilih ejueng kasih # sok komo nanagih pamrih

Estu ikhlas bari bersih # sanajan pinuh ka peurih

(Gus Dur adalah orang) yang tidak pilih kasih, apalagi menagih pamrih, (Gus Dur) sangat ikhlas dan bersih, kendati ia sering mengalami perih.

Kemudian syair itu mengimbau. Kepada warga semua, jangan salah sangka, kepada Gus Dur jangan menghina, karena hal itu hanyalah menambah dosa saja. Perhatikan bait berikut. 

Ka warga-warga sadaya # poma ulah salah sangka

Ka gusdur tong sok ngahina # bisi kena tambah dosa

Lalu, syair itu bercerita tentang pribadi Gus Dur lebih umum. Kata orang Gus Dur itu zionis, (orang itu berbicara demikian) dengan sinis, padahal (hati Gus Dur itu) manis, ia adalah orang yang membela orang-orang dari berbagai lapisan masyarakat. Gus Dur adalah orang yang membela rakyat kecil, mekipun banyak kritik. Ia memang nyentrik sehingga hidupnya unik. 

Syair itu kembali membela tuduhan-tudahn orang terhadap Gus Dur. Mulai dari tuduhan sebagai Yahudi, tidak Islami, kafir. Tapi yakinlah itu hanyalah kesalahan cara berpikir sehinngga mangkir. 

Gus Dur adalah orang pesantren, kemudian jadi presiden. Ia berbeda dengan yang lain. Ia penuh wibawa sehingga mendapat gelar bapak bangsa. Itu bukti dan nyata, dan Gus Dur tidak memintanya.    

Tiga bait terakhir, penulis menceritakan kapan dan dimana syair itu ditulis. Syair itu ditulis di Cikoko, dibikin sambil minum kopi dan merokok, pada malam Jumat, hampir pukul setengah empat. Beberapa lama setelah syair ini ditulis, terdengarlah suara iqomat.

Pengarang syair tersebut, Dadang Sukendar, adalah pria kelahiran Majalengka tahun 1980. Tahun 1996, ia pernah nyantri di Arjawinangun, di Pesantren Darut Tauhid yang diasuh KH Ibnu Ubaidillah Syatori, KH Husein Muhammad, KH Ahsin Sakho Muhammad.

Semasa nyantri, ia sering mendengar nama Gus Dur. Ia kemudian mencari tahu kepada santri-santri lain sehingga sedikit-sedikit paham cerita-cerita dan “keanehan” seputar kehidupan Ketua Umum PBNU 1984-1999 tersebut.

Karena ingin bertemu Gus Dur ia membaca “hadiyah” surat Al-Fatihah untuk Gus Dur setiap bada maktubah. Ia yakin upaya tersebut, suatu saat akan dipertemukan dengan Gus Dur.

Sepulang dari pesantren, Dadang mengikuti jejak orang tuanya. Ia masuk di Gerakan Pemuda Ansor Majalengka. Melalui organisasi pemuda inilah “hadiyah” yang ia kirim di pesantren dulu itu terpenuhi.

Ketika Gus Dur menjadi presiden RI keempat, ia ditugaskan Ansor Jawa Barat menjadi salah seorang yang mengamankan Gus Dur saat berziarah ke Panjalu, Ciamis.

Redaktur  : Hamzah Sahal

Penulis     : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh Ustadz Felix Siaw

Selasa, 12 Maret 2013

Kemensos Siap Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba Tiap Tahun

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Kementerian Sosial (Kemensos) optimistis sanggup merehabilitasi 32.000 pecandu narkoba melalui Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kemensos Siap Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba Tiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemensos Siap Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba Tiap Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemensos Siap Rehabilitasi 32.000 Pecandu Narkoba Tiap Tahun

"Dengan jejaring IPWL yang kini berjumlah 160, sebenarnya dalam satu semester Kemensos sanggup merehabilitasi 16.000 pecandu narkoba, jadi setahun bisa 32.000," kata Mensos Khofifah Indar Parawansa saat membuka Rapat Koordinasi Pimpinan IPWL di Bekasi, Selasa, Selasa (11/4).

Hanya, lanjut Khofifah, karena minimnya anggaran, keberadaan IPWL tersebut menjadi kurang maksimal. Tahun 2017, anggaran Kemensos merosot sehingga hanya mampu menangani 2.500 pecandu rehab rawat inap dan 12.900 rawat jalan.

Tahun 2016, pecandu yang menjalani rehab rawat inap di IPWL dengan anggaran dari Kemensos mencapai 5.000 orang. Menurut Khofifah, keberadaan IPWL jauh akan lebih maksimal jika pemerintah daerah ikut memberi dukungan lewat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selama ini, kata dia, Pemda di beberapa daerah terkesan kurang perhatian, padahal di wilayahnya banyak sekali korban penyalahgunaan narkoba.

Ustadz Felix Siaw

"Kalau hanya mengandalkan pemerintah pusat maka banyak residen (pecandu, red) yang tidak akan tertangani. Sementara di luar sana semakin banyak korban berjatuhan karena barang haram tersebut," katanya.

Meski anggaran terbatas, kata Khofifah, penyembuhan terhadap pecandu narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Selain sembuh secara fisik, pecandu juga harus sehat secara psikis sebagai salah satu modal mereka kembali ke lingkungan sosialnya.

Ustadz Felix Siaw

"Jadi, mereka bisa tetap produktif saat kembali ke tengah-tengah masyarakat. Jika tidak total, bukan tidak mungkin mereka kambuh kembali ke narkoba," kata dia.

Khofifah menerangkan, seluruh IPWL di Indonesia yang berada dalam koordinasi Kemensos dalam merehabilitasi pecandu narkoba mengedepankan pendekatan terapi berbasis komunitas (Therapetic Community Approach).

Saat ini, Kemensos tengah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang menjadi acuan pelayanan kepada para pencandu narkoba.

"Kami terus berbenah agar lebih maksimal. Selanjutnya akan ada sertifikasi tambahan konselor dan satuan bakti pekerja sosial, diikuti akreditasi IPWL," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren, Ubudiyah Ustadz Felix Siaw

Jumat, 22 Februari 2013

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Banyumas, Ustadz Felix Siaw - Sedikitnya 66 kader Ansor dari 15 anak cabangnya di Kabupaten Banyumas mengikuti pendidikan dan pelatihan terpadu dasar Banser di MI Al-Itihad Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Jumat-Ahad (1-3/4). Mereka dibekali dengan sejumlah materi keaswajaan yang penerapannya terus mencari bentuk seiring perubahan sosial.

Hadir dalam pembukaan ini Mustasyar PCNU Banyumas KH Zaenurrohman, Majelis Zikir Shalawat Rijalul Ansor Kedung Banteng, dan Wakasat (Satkorcab) Banser Banyumas Muji Setiyono.

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Banyumas Terus Rekrut Kader Muda Aswaja

Ketua GP Ansor Banyumas Tantowi mengatakan, pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Banser ini khusus diperuntukkan bagi peserta yang baru bergabung dengan Banser.

"Alhamdulillah berkat kerja keras kebersamaan Pimpinan Anak Cabang Purwokerto Barat dan Satuan Koordinator Cabang Banser (Satkorcab) Banser, akhirnya kegiatan diklatsar yang ke-18 ini bisa terselenggara," kata Tantowi.

Ustadz Felix Siaw

Kaderisasi melalui Diklastar penting di samping sebagai proses regenerasi. Kaderisasi merupakan doktrin penguatan untuk membentuk kader yang andal dan berkualitas serta mampu menjiwai Nawa Prasetya Banser dan Khittah NU 1924.

Ustadz Felix Siaw

"Ke depan, GP Ansor di semua tingkatan tidak lagi menjadi organisasi papan nama. Tetapi harus mampu menunjukkan eksistensinya di tengah perkembangan masyarakat yang semakin modern sesuai nilai-nilai ideologi Aswaja," katanya.

Satkornas Herry Budhi Hartono juga mengatakan, kegiatan Diklatsar Banser merupakan kegiatan yang wajib dilakukan untuk mendidik para kader Ansor menjadi pribadi berkarakter baik sesuai dengan aturan organisasi. (Iip Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Kamis, 24 Januari 2013

Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan

Bojonegoro, Ustadz Felix Siaw. Memasuki Ramadhan, permintaan ukiran kaligrafi mengalami peningkatan signifikan. Seperti dialami Sanggar Fiesta di Jalan Pemuda Desa Campurejo, Kota Bojonegoro, Jawa Timur, yang bulan puasa tahun ini kewalahan melayani pesanan dari dalam dan luar daerah.

"Pemesannya banyak, ada yang dari dalam dan luar (Bojonegoro). Peningkatan sampai 50 persen," kata salah seorang pengrajin di sanggar tersebut, Widodo, Ahad (28/6).

Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Kaligrafi Kayu Jati Kebanjiran Pesanan

Mereka yang memesan dari luar kabupaten yang terkenal dengan kualitas kayu jatinya itu, antara lain, berasal dari Surabaya, Jawa Timur dan Bandung, Jawa Barat. Kegunaannya pun beragam, ada yag untuk perorangan, ada yang untuk masjid. Ayat kursi dan asmaul khusna menjadi tulisan yang paling banyak dipesan.

Ustadz Felix Siaw

"Memasuki Ramadhan kuwalahan melayani pesanan. Tetapi bahan baku tergantung permintaan, ada yang tebal maupun tipis, semuanya kayu jati," jelasnya.

Ditambahkan, proses pembuatan ukiran kaligrafi hingga jadi memakan waktu sekitar seminggu sampai sepuluh hari, tergantung tingkat kesulitan motif yang dipesan. Harganya pun bervariasi, sekitar Rp 10 juta sampai Rp 35 juta. (M. Yazid/Mahbib)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Hadits, Nasional Ustadz Felix Siaw