Sabtu, 15 Agustus 2009

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Gerakan Daulat Nusantara yang diketuai Al-Amin Nur Nasution bekerjasama dengan Yayasan Said Aqil Siroj menggelar Istighotsah di pesantren Luhur Al-Tsaqafah jalan Mohammad Kahfi I nomor 22 Cipedak-Ciganjur kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (7/4).

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur

Di panggung tampak hadir Sekjen PBNU Marsudi Syuhud, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Wakil Ketua Umum PPP Imron Panggabean, Ketua DPP Partai Golkar Rully Khoirul Azwar, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj duduk di antara Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung dan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa.

Ustadz Felix Siaw

Al-Amin Nur Nasution mengatakan, kegiatan terlaksana berkat kerja keras Gerakan Daulat Nusantara, organisasi berisikan anak muda NU yang gelisah terhadap kedaulatan ekonomi, pangan, migas, dan lain sebagainya

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengawal demokrasi yang akan dijalankan dua hari lagi,” ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Sementara usai memimpin istighotsah, Kiai Said menjelaskan tradisi istighotsah yang telah diamalkan para kiai ini. “Tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. Berkah istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kiai Said menambahkan, ormas yang tumbuh subur di Indonesia merupakan bukti negeri ini menjunjung demokrasi. Persatuan Ormas Islam (POI) yang diketuainya, misalnya, merupakan ide Pemimpin Libya Moammar Ghadafi.

“Kalian ini besar. Mengapa tidak menyatu saja,” ujar Kiai Said menirukan Ghadafi. Diskusi dengan Ghadafi dilakukannya saat dirinya dijadikan penasihat agama dari Asia. (Ali Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ulama, Kiai Ustadz Felix Siaw

Senin, 03 Agustus 2009

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan penandatanganan nota kesepahaman di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (12/2) pagi. Penandatanganan kerja sama dua pihak ini terkait dengan pengerjaan desain maskot dan tema Asian Games 2018 oleh pakar-pakar kreatif yang dikelola Bekraf.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, Asian Games merupakan beyond sports dan bertaraf internasional. Indonesia akan dilihat sebagai pemimpin Asia pada 2018. Maka strategi branding Asia sebagai penggerak dunia perlu menjadi landasan berpikir mendesain tema dan maskot Asian Games.

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018

"Asia memiliki energi yang optimis dan menatap ke masa depan. Jadi tema Asian Games 2018 adalah The Energy of Asia. Energi yang mendorong dunia menuju masa depan. Energi Asia adalah energi yang kaya dan beragam, lahir dari kebudayaan luhur berusia ribuan tahun. Indonesia adalah energi Asia, bangsa yang masih muda dan penuh optimis," ujar Triawan saat penandatanganan nota kesepahaman.

Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang hadir dalam kesepakatan antara Kemenpora dan Bekraf ini mengatakan, banyak persiapan yang harus dilakukan menuju Asian Games 2018.

Ustadz Felix Siaw

"Jangan sampai persiapan berantakan, master plan menjadi mutlak diselesaikan. Olympic Council of Asia (OCA) telah memberi deadline kita. Ketika Instruksi Presiden (Inpres) selesai, penyusunan panitia harus cermat. Budgeting, marketing sales and department, dan team sports and venues adalah fokus yang kita persiapkan betul," kata Erick.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, sejak awal pihaknya mengakomodasi penuh semua kalangan untuk ikut berpartisipasi dalam menyambut Asian Games.

"Semakin banyak yang membantu, semakin bagus. Ini adalah hajatan bersama. Kami menyambut gembira respon Bekraf mengenai maskot Asian Games. Kemudian, anggaran Asian Games akan ditanggung oleh berbagai kementerian dan lembaga negara," ujar Menpora. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw