Minggu, 22 November 2009

Innalillah, Buya Ja’far Aqil Siroj Wafat

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. Pengasuh Pondok Pesantren Kempek Cirebon KH Ja’far Aqil Siroj meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Selasa (1/4) malam ini, sekitar pulul 18.00 WIB. Kakak Kandung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj itu kembali ke Rahmatullah setelah menjalani perawatan di RSPAD selama 12 hari.

Innalillah, Buya Ja’far Aqil Siroj Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Innalillah, Buya Ja’far Aqil Siroj Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Innalillah, Buya Ja’far Aqil Siroj Wafat

“Beliau menderita sakit gagal ginjal,” kata sekretaris pribadi KH Said Aqil Siroj, MH Nabil Haroen, yang memberikan informasi pertama kali kepada Ustadz Felix Siaw.

Menurut Nabil, KH Said Aqil Siroj sempat mendampingi kakak kandungnya itu, sesaat sebelum meninggal. Usai menerima kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jerderal TNI Budiman di kantor PBNU Jakarta, Said Aqil langsung meluncur ke RSPAD.

Ustadz Felix Siaw

Hingga berita ini diturunkan, beberapa pengurus NU sudah berada di RSPAD, antara lain Bendahara PBNU H Bina Suhendra, Ketua PBNU H Iqbal SUllam, dan Sekjen PBNU H Hanif Saha Ghafur. Tampak hadir Menakertrans Muhaimin Iskandar dan Sekjen DPP PKB Imam Nahrawi.

Buya KH Ja’far Aqil Siroj adalah putra sulung dari kelima putra KH Aqil Siroj, tokoh pendiri Majlis Tarbiyatul Mubtadiien (MTM) Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat. Secara berurutan, kelima putra tersebut disusul KH Said Aqil Siroj, KH Musthofa Aqil Siroj, KH Ahsin Syifa Aqil Siroj, serta paling akhir, KH Niamillah Aqil Siroj. (A. Khoirul Anam)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai Ustadz Felix Siaw

Kamis, 01 Oktober 2009

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung

Banyuwangi, Ustadz Felix Siaw. Pondok Pesantren Baitussalam, Desa Tampo, Kecamatan Cluring menggelar upacara bendera lengkap dengan pembacaan teks Pancasila sebagaimana upacara pada umumnya. Menariknya, mereka menggunakan seragam yang menunjukkan ciri khas kesantriannya, yaitu sarung dan kopiah.

"Kami sengaja mengenakan sarung dan kopiah dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila ini, untuk menegaskan kepada para santri, bahwa kita ini, para santri, memiliki andil dalam merumuskan Pancasila," ungkap pembina upacara dan salah seorang mundzir PP. Baitussalam, Gus Fikri Aditya.

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung

Gus Fikri menegaskan dilaksanakan upacara peringatan Pancasila di pesantren sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Sampai saat ada beberapa gelintir umat Islam di Indonesia yang masih mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.?

"Pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia, ingin menunjukkan bahwa Pancasila dan Islam itu bisa selaras," tegasnya.

Di pesantren ini, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Nasionalisme juga ditekankan. Tidak hanya berupa seremonial upacara, tapi dalam belajar mengajar sehari-hari juga diberikan materi-materi yang berkaitan dengan kebangsaan. Baik di dalam pesantren sendiri, maupun di SMP NU Baitussalam sendiri.

Ustadz Felix Siaw

"Bagi kami, penguatan ilmu keagamaan harus juga dilengkapi dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Karena, tidak mungkin agama bisa berkembang dengan baik, jika tak memiliki tanah air," pungkas Gus Fikri. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian, Makam Ustadz Felix Siaw

Rabu, 09 September 2009

Pelajar NU Harus Bikin Sekolah Penggemblengan

Rembang, Ustadz Felix Siaw 

Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf menganjurkan  agar IPNU-IPPNU membuat sekolah percontohan yang diformat untuk penggembelngan ujung tombak Nahdlatul Ulama. 

Pelajar NU Harus Bikin Sekolah Penggemblengan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Bikin Sekolah Penggemblengan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Bikin Sekolah Penggemblengan

Anjuran itu ia sampaikan saat dikunjungi Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang, Jawa Tengah di kediamannya, pada Rabu (24/7). 

Salah seorang Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Tholibien Leteh itu menambahkan, IPNU sebagai organisasi Pelajar, harus  mampu memberikan bimbingan kepada para kadernnya dalam perekrutan anggota. 

Ustadz Felix Siaw

Ia juga berpesan agar para pelajar tetap semangat berjuang untuk mensyiarkan Ahlussunnah wal-Jama’ah.

Sekretaris Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang, Asmu’i mengungkapkan, pihaknya senang bisa silaturahim dan mendapatkan nasihat dan wawasan dari Pengurus PBNU yang akrab disapa Gus Yahya tersebut. 

Ustadz Felix Siaw

Pertemuan itu, kata Asmu’i, ia dan rekan-rakannya dapat mengetahui kemampuan seberapa besar kelemahan dan seberapa kecil kelebihan organisasi pelajar NU. 

“Kami akan siap melaksanakan setiap saran yang sudah di berikan oleh beliau, KH Yahya Cholil Staquf,“ katanya.

Redaktur: Abdullah Alawi 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah Ustadz Felix Siaw

Jumat, 04 September 2009

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB

Mataram, Ustadz Felix Siaw. Konferensi wilayah IPNU-IPPNU NTB yang diselenggarakan pada tanggal 26 Juli 2015 di pesantren Abharian Jerneng Labuapi Lombok Barat berakhir dengan hasil Syamsul Hadi terpilih secara aklamasi setelah kandidat lain menayatakan mundur dari pencalonan. 

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Syamsul-Maisyaroh Pimpin IPNU-IPPNU NTB

Dua kandidat lain Hery Nurdiasyah mengaku dirinya sudah melebihi batas usia. "Saya sudah lewat batas usia dan saya percayakan kepada rekan Syamsul untuk memimpin IPNU satu priode ke depan," kata Hery. 

Sementara itu Hadi Irawan saat giliran penyampaian visi misinya menyatakan mundur dari pencalonan, "saya mundur dari pencalonan tanpa alasan. katanya singkat.

Ustadz Felix Siaw

Akhirnya Selamat Subroto selaku ketua pimpinan sidang menetapkan Syamsul Hadi sebagai ketua terpilih secara aklamasi. "Berdasarkan kedua calon (Hery Nurdiansyah dan Lalu Hadi Irawan) dari tiga yang daftar sebagai kandidat calon ketua IPNU NTB masa khidmat 2015-2018 maka ditetapkan rekan Syamsul Hadi sebagai ketua terpilih secara aklamasi, katanya sambil patok palu sidang yang disambut aplaus oleh peserta konferwil.

Ustadz Felix Siaw

Sedangkan IPPNU ditetapkan Bq. Maisyarah sebagai ketua terpilih setelah melalui voting dengan perbandingan suara 8 untuk Sarah dan 6 untuk Hidayah.

Pada saat pembukaan Irpan Suriadiata, ketua PW IPNU NTB demisioner menegaskan bahwa pola musyawarah harus di upayakan untuk mengurangi faksi-faksi di dalam intern IPNU. 

"Selama masih bisa dimusyawarahkan kita lakukan musyawarah agar IPNU-IPPNU tambah kuat menjadi garda terdepan mengawal generasi bangsa di tingkat pelajar,” katanya.

Dia pun memberikan peringatan dan menolak keras apabila ada calon  yang maju dan terpilih karena money politic ataupun sejenisnya "Saya akan menolak tanda tangan hasil rapat formatur apabila nanti ada calon terpilih menggunakan uang," tegas pengacara muda NTB ini.

IPNU-IPPNU, kata Irfan sapaan akrabnya belum bisa mentradisikan kaderisasi sehingga regenarasi mandek khususnya di Nusa Tenggara Barat. 

"Ke depan saya harapkan IPNU-IPPNU harus lebih baik dari kepengurusan kami saat ini," harapnya.

Hadir Ketua PWNU NTB sekaligus menjadi pencermah pada acara pembukaan konferwil yang dirangkaikan dengan halal bihalal IPNU NTB, Hery Susanto dari PP IPNU, Cabang-cabang IPNU se-NTB serta ratusan santri Abhariah. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Amalan, Pendidikan, Daerah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 15 Agustus 2009

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Gerakan Daulat Nusantara yang diketuai Al-Amin Nur Nasution bekerjasama dengan Yayasan Said Aqil Siroj menggelar Istighotsah di pesantren Luhur Al-Tsaqafah jalan Mohammad Kahfi I nomor 22 Cipedak-Ciganjur kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (7/4).

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Tokoh Politik Hadiri Istighotsah di Ciganjur

Di panggung tampak hadir Sekjen PBNU Marsudi Syuhud, Ketua Umum Partai Gerindra Suhardi, Wakil Ketua Umum PPP Imron Panggabean, Ketua DPP Partai Golkar Rully Khoirul Azwar, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj duduk di antara Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tanjung dan Ketua Umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa.

Ustadz Felix Siaw

Al-Amin Nur Nasution mengatakan, kegiatan terlaksana berkat kerja keras Gerakan Daulat Nusantara, organisasi berisikan anak muda NU yang gelisah terhadap kedaulatan ekonomi, pangan, migas, dan lain sebagainya

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengawal demokrasi yang akan dijalankan dua hari lagi,” ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Sementara usai memimpin istighotsah, Kiai Said menjelaskan tradisi istighotsah yang telah diamalkan para kiai ini. “Tradisi ini pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika bersama 314 pemuda yang dengan gagah berani mengalahkan 1000 tentara kafir Quraisy. Berkah istighotsah, pasukan Nabi yang sedikit itu dengan senjata apa adanya mampu mengalahkan pasukan Quraisy yang dipimpin Abu Jahal. Padahal mereka bersenjata lengkap,” paparnya.

Kiai Said menambahkan, ormas yang tumbuh subur di Indonesia merupakan bukti negeri ini menjunjung demokrasi. Persatuan Ormas Islam (POI) yang diketuainya, misalnya, merupakan ide Pemimpin Libya Moammar Ghadafi.

“Kalian ini besar. Mengapa tidak menyatu saja,” ujar Kiai Said menirukan Ghadafi. Diskusi dengan Ghadafi dilakukannya saat dirinya dijadikan penasihat agama dari Asia. (Ali Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ulama, Kiai Ustadz Felix Siaw

Senin, 03 Agustus 2009

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan penandatanganan nota kesepahaman di Media Center Kemenpora, Jakarta, Jumat (12/2) pagi. Penandatanganan kerja sama dua pihak ini terkait dengan pengerjaan desain maskot dan tema Asian Games 2018 oleh pakar-pakar kreatif yang dikelola Bekraf.

Kepala Bekraf Triawan Munaf mengatakan, Asian Games merupakan beyond sports dan bertaraf internasional. Indonesia akan dilihat sebagai pemimpin Asia pada 2018. Maka strategi branding Asia sebagai penggerak dunia perlu menjadi landasan berpikir mendesain tema dan maskot Asian Games.

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpora dan Bekraf Sepakati Desain Maskot Asian Games 2018

"Asia memiliki energi yang optimis dan menatap ke masa depan. Jadi tema Asian Games 2018 adalah The Energy of Asia. Energi yang mendorong dunia menuju masa depan. Energi Asia adalah energi yang kaya dan beragam, lahir dari kebudayaan luhur berusia ribuan tahun. Indonesia adalah energi Asia, bangsa yang masih muda dan penuh optimis," ujar Triawan saat penandatanganan nota kesepahaman.

Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir yang hadir dalam kesepakatan antara Kemenpora dan Bekraf ini mengatakan, banyak persiapan yang harus dilakukan menuju Asian Games 2018.

Ustadz Felix Siaw

"Jangan sampai persiapan berantakan, master plan menjadi mutlak diselesaikan. Olympic Council of Asia (OCA) telah memberi deadline kita. Ketika Instruksi Presiden (Inpres) selesai, penyusunan panitia harus cermat. Budgeting, marketing sales and department, dan team sports and venues adalah fokus yang kita persiapkan betul," kata Erick.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi mengatakan, sejak awal pihaknya mengakomodasi penuh semua kalangan untuk ikut berpartisipasi dalam menyambut Asian Games.

"Semakin banyak yang membantu, semakin bagus. Ini adalah hajatan bersama. Kami menyambut gembira respon Bekraf mengenai maskot Asian Games. Kemudian, anggaran Asian Games akan ditanggung oleh berbagai kementerian dan lembaga negara," ujar Menpora. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw

Minggu, 21 Juni 2009

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Pati, Ustadz Felix Siaw. Bencana kekeringan tahun ini akibat kemarau panjang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Dampaknya banyak sumur-sumur dan sumber mata air yang mengering. Kabupaten Pati menjadi salah satu daerah yang terkena imbas kemarau panjang.

Kekeringan di Kabupaten Pati meluas dari 5 kecamatan menjadi 8 Kecamatan yaitu Winong, Jakenan, Jaken, Batangan, Pucakwangi, Gabus, Tambakromo, Kayen bahkan beberapa desa di Kecamatan Kota juga terkena dampak kekeringan dan membutuhkan Bantuan air bersih.

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekeringan Meluas, LPBINU dan Ansor Pati Salurkan Air Bersih

Untuk merespon keadaan tersebut, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Pati, LPBINU Jawa Tengah serta PP LPBINU bersama GP Ansor Pati mengadakan bakti sosial di 8 Kecamatan yang dilanda kekeringan paling parah pada Kamis (5/11).

Ustadz Felix Siaw

Ketua GP Anshor Pati, Imam Rifai mengatakan, untuk memenuhi ke delapan kecamatan tersebut, sekurang-kurangnya harus ada 40 tangki air yang dikirim. Untuk hari ini (Kamis kemarin, red) hanya ada lima belas tangki air yang bisa didistribusikan, dan ini jauh dari kata cukup. Akibatnya warga harus berbagi rata dengan sesame warga. 

Ustadz Felix Siaw

“Tahun ini kekeringan sangat parah. bahkan desa yang tidak pernah dilanda kekeringan, tahun ini mengalami kekurangan sumber air bersih,” terangnya.

Rifai mengeluhkan minimnya mobil tangki air yang bisa disewa. Usaha untuk menyewa mobil tangki air dari luar Kabupaten Pati mengalami kendala yang sama, bahwa tangki-tangki itu sudah disewakan. “Kendala kami adalah tentang penyewaan mobil,” katanya.

Direncanakan kegiatan ini akan berlanjut setiap harinya, sampai akhir November. (Faridur/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Sunnah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 30 Mei 2009

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siaw. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Ustadz Felix Siaw

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kiai, Santri Ustadz Felix Siaw

Jumat, 08 Mei 2009

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Jember, Ustadz Felix Siaw - Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KH Afifuddin Muhajir menghadiri silaturahmi yang diselenggarakan Pesantren Darul Hikam Mangli, Kaliwates Jember, Jumat (2/12) pagi. Pada kesempatan ini Kiai Afif mengijazahkan karyanya Fathul Mujibil Qarib kepada sedikitnya 90 mahasantri Darul Hikam.

Sebelumnya Kiai Afif menghadiri undangan bedah Kitab Fathul Mujibil Qarib di Gedung Teater IAIN Jember.

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Kiai MN Harisudin dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah beserta beberapa staf pengajar di pesantren setempat menyambut kedatangan Kiai Afif.

Kiai Harisudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kia Afif. “Alhamdulillah, kami sangat senang atas rawuh-nya Romo KH Afifudin Muhajir. Beliau adalah guru kami di Ma’had Aly Situbondo, selain juga penulis Kitab Fathul Mujibil Qarib yang tadi dibedah di IAIN Jember. Karena itu, nanti kami mohon beliau memberi motivasi kepada mahasantri Pesantren Darul Hikam yang rata-rata mahasiswa IAIN Jember tersebut.”

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Kiai Haris memohon Kiai Afif berkenan memberikan ijazah kitabnya. “Sudah satu tahun lebih kitab Kiai Afif dijadikan bacaan wajib di pondok ini,” kata Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember.

Sementara Kiai Afifudin mendoakan ilmu santri-santri nanti bermanfaat. “Saya berdoa semoga mahasantri Pesantren Darul Hikam menjadi anak-anak yang salehah berguna bagi agama nusa dan bangsa. Terus belajar untuk mencapai cita-cita. Jadi apapun, semoga ilmunya berkah,” kata Kiai Afif.

Setelah mengijazahkan kitabnya, Kiai Afif membaca doa di hadapan sedikitnya seratus hadirin. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa, Sejarah Ustadz Felix Siaw

Jumat, 01 Mei 2009

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Sumenep, Ustadz Felix Siaw 

Baitul Mal wat Tamwil NU Cabang Rubaru resmi dilaunching dan pegawainya resmi dilantik oleh Manager BMT NU Gapura Masyudi di KecamatanRubaru, Selasa (30/5) malam. Ada lima orang yang diangkat sebagai pegawai BMT NU Cabang Rubaru.

Usai pelantikan dilakukan pengguntingan pita sebagai tanda resmi telah dibukanya aktivitas BMT NU Cabang Rubaru. Pengguntingan pita dilakukan secara bersama oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Gapura Masyudi dan Rais Syuriyah MWN NU Rubaru KH Madani. 

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Bantuan untuk siswa

Ustadz Felix Siaw

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada 10 siswa berprestasi di Kecamatan Rubaru.Siswa yang mendapatkan bantuan Muhammad Naufal, SaifulBahri, M Sufyan, Fahrul Rozi, Aflahah, Qudsiyah, Muliatul Hasanah, Moh. Abdullah, dan dua siswa lainnya.

Ustadz Felix Siaw

Selain memberikan hadiah kepada siswa berprestasi, BMT NU Gapura juga memberikan rekening tabungan dengan simpanan sebesar 100 ribu rupiah kepada siswa yatim dan miskin.

Usai menerima rekening tabungan, Rifah (11), mengaku sangat bangga dan senang.Ia berjanji akan menyisihkan uang jajan sekolahnya untuk ditabung menambah tabungan yang diberikan BMT NU Gapura.

“Ke sekolah tiap hari 1000 tapi ada sisanya.Ke belakang sisa jajan akan ditabung,”ungkapnya pada Ustadz Felix Siaw, saat ditemui di sela-sela acara.

Masyhudi dalam sambutannya menjelaskan, untuk menabung di BMT minimal 500 rupiah.

Bantuan Sepeda Motor

Bersamaan dengan acara launching tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyerahkan bantuan sepada motor kepada Majelis Wakil Cabang NU Rubaru.

Pemberikan sepeda motor tersebut diterima langsung Ketua MWC NU Rubaru KH Ali Murtadlo dengan disaksikan puluhan undangan yang menghadiri iacara launching BMT NU Rubaru.

Seusai menerima penyerahan sepeda motor, KH Ali Murtadlo mengaku sangat bangga dan senang dan sekaligus berterima kasih kepada politis idari dapil IV yang meliputi kecamatan rubaru. “Saya malam ini sangat bangga dan bersyukur,” katanya.

Usai penyerahan, Ali Munir mengatakan, hal itu sebagai wujud kebanggaan sebagai warga NU yang telah berhasil menduduki kursi dewan.“Itu terima kasih saya pada MWC NU Rubaru,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan sepeda motor, ia menabung di BMT NU Cabang Rubaru yang baru di launching dengan simpanan lima juta rupiah.

Sepeda motor yang diberikan jenis motor Revo keluaran 2011 dengan warna hitam. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen, Internasional, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Jumat, 10 April 2009

Lagi, PMII Demo Tolak Eksploitasi Tambang di Jember

Jember, Ustadz Felix Siaw

Bagi aktivis Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember tak ada kata menyerah untuk urusan tolak-menolak tambang emas. Meski sempat babak belur lantaran dihajar petugas saat berunjuk rasa beberapa waktu lalu, kini mereka kembali turun ke jalan. Tujuannya sama: mendesak Bupati Jember agar secara resmi menyatakan menolak tambang emas di wilayah Jember.

Dengan mengusung berbagai spanduk kertas yang bertuliskan penolakan tambang emas, puluhan aktivis PMII dari rayon IAIN Jember, Universitas Jember, Universitas Islam Jember (UIJ) dan Sekolah Tingi Ekonomi Mandala itu mendatangi gedung DPRD Jember, Kamis (25).

Lagi, PMII Demo Tolak Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, PMII Demo Tolak Eksploitasi Tambang di Jember (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, PMII Demo Tolak Eksploitasi Tambang di Jember

Dalam orasinya, salah satu korlap aksi, Muhammad, meminta dukungan kepada? DPRD Jember untuk mendesak bupati agar secepatnya? menolak tambang. “Bupati harus menyatakan sikap di depan publik secara langsung, bahwa Pemkab Jember menolak tambang emas. Selain itu, DPRD dan Bupati Jember, kami minta agar? mengeluarkan surat pernyataan resmi penolakan tambang (emas ) di wilayah Jember,” tukasnya.

Ustadz Felix Siaw

Bukan tanpa alasan jika belakangan ini, PMII dan sejumlah elemen lain getol meneriakkan penolakan tambang. Sebab, menurut Muhammad, saat ini PT. Antam tengah mengincar pundi-pundi emas di Silo. Bahkan, perusahaan BUMN tersebut? sudah menccapai tahapan studi kelayakan dan lelang investasi di Pemerintah Provinsi Jawa Timur. “Ini harus kita cegah. Sebelum izin itu benar-benar turun. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi jika penambangan? emas itu terjadi kelak,” jelasnya.

Menaggapi hal tersebut, Ketua Komisi B DPRD Jember, Bukri menyatkan bahwa sejak awal pihaknya memang menolak eksploitasi tambang emas. Menurutnya, kekayaan alam Jember bukan cuma tambang emas tapi masih banyak kekayaan lain yang masih berserakan dan belum digarap optimal. “Kami mendukug penuh upaya adik-adik menolak tambang. Saya yakin rakyat Jember masih bisa makan walaupun tanpa tambang,” ucapnya.

Ustadz Felix Siaw

Usai unjuk rasa di dewan, mereka lantas menuju Kantor Bupati Jember. Tidak terjadi kericuhan lagi karena Bupati Faida berkenan menemui mereka.? Faida justru mengaku heran? tentang ribut-ribut soal tambang. Pasalnya, dari awal ia sudah menyatakan menolak tambang. “Bupati dan wakil bupati menolak tambang emas di Silo bukan sekarang. Sudah jauh-jauh hari. Kebetulan saya dan Pak Wabup adalah aktivis lingkungan hidup sejak masaih remaja, bukan ketika jadi bupati dan wakil bupati," ujar Faida. (Aryudi AR/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Rabu, 18 Maret 2009

KH Hasyim Muzadi: Anak Warga NU Enggan Ikuti Orang Tuanya

Semarang, Ustadz Felix Siaw. Dalam sarasehan kebangsaan di Kantor PWNU Jateng jalan Dr Cipto, Semarang, Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menyayangkan fenomena di mana keturunan warga NU enggan merapatkan barisan ke dalam perjuangan orang tuanya di NU.

KH Hasyim Muzadi: Anak Warga NU Enggan Ikuti Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Muzadi: Anak Warga NU Enggan Ikuti Orang Tuanya (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Muzadi: Anak Warga NU Enggan Ikuti Orang Tuanya

Gejala seperti ini, kata KH Hasyim Ahad (23/3), patut menjadi perhatian bersama pengurus dan warga NU. Padahal anak-anak merupakan penerus perjuangan orang tuanya.

Di hadapan narasumber lain Ketua Dewan Kehormatan ISNU Mahfud MD dan hadirin, pengasuh pesantren Al-Hikam ini mengatakan, “banyak dari generasi yang bapak-ibunya merupakan NU, sedangkan anak-anaknya enggan berjuang atau masuk ke NU maupun banomnya.”

Ustadz Felix Siaw

Dalam kesempatan itu, KH Hasyim mengajak segenap pengurus NU, banom, dan warga NU untuk terus melakukan pendekatan khusus kepada anak mereka. Karena, regenerasi merupakan roh NU.

“Bagaimanapun bangunan NU mesti rapat,” tegas Kiai Hasyim.

Ustadz Felix Siaw

Sedangkan Mahfud MD membahas Indonesia yang kini dihadapkan pada ancaman kehilangan orientasi. Menurut mantan Ketua MK itu, kini masyarakat cenderung tidak percaya kepada pemerintah maupun penegak hukum.

"Satu kasus dinegosiasikan, sedangkan kasus lain dibuang. Polisi ditembak, ruang sidang hakim diobrak-abrik, birokrasi korupsi, bahkan kantor bupati dibakar,” ujarnya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib, Pertandingan, Cerita Ustadz Felix Siaw

Minggu, 15 Maret 2009

Mantan Ketua IPNU Padangpariaman Pimpin Pondok Al-Quran Darul Hikmah

Padangpariaman, Ustadz Felix Siaw. Mantan Ketua IPNU kabupaten Padang Pariaman Aznam Tuanku Bagindo Batuah diamanahkan menjadi ketua pesantren Al-Quran Darul Hikmah kecamatan Enam Lingkung kabupaten Padangpariaman. Ke depan ia akan memimpin pondok yang melatih calon-calon hafizh kontestan MTQ.

Menurut Aznam, kegiatan pondok Darul Hikmah sekarang berbeda dengan aktivitas sebelumnya. Dulu pondok hanya aktif melatih calon-calon hafiz yang dipertandingkan menjelang pelaksanaan MTQ di kabupaten Padangpariaman dan tingkat Sumatera Barat. Jika tidak ada persiapan MTQ, maka kegiatan pondok Darul Hikmah ini juga berhenti.

Mantan Ketua IPNU Padangpariaman Pimpin Pondok Al-Quran Darul Hikmah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantan Ketua IPNU Padangpariaman Pimpin Pondok Al-Quran Darul Hikmah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantan Ketua IPNU Padangpariaman Pimpin Pondok Al-Quran Darul Hikmah

"Mulai periode kepengurusan ini, kegiatan belajar di pondok Darul Hikmah akan dilakukan secara berkala. Apakah setiap pekan, atau dua kali sepekan, nanti disepakati dalam rapat pengurus. Yang penting kegiatan pendalaman baca Al-Quran dilakukan secara rutin, terprogram dan tersistematis," kata Aznam kepada Ustadz Felix Siaw, Jumat (19/6).

Ustadz Felix Siaw

Aznam yang juga Kepala Tata Usaha Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan kecamatan Enam Lingkung, dilantik pada Rabu (17/6). Tampak hadir pada pelatihan ini Camat Enam Lingkung Irsyaf Bujang dan Kepala KUA Enam Lingkung Kasmir Diram.

Menurut keduanya, pondok Al-Quran Darul Hikmah merupakan lembaga agama dengan masa bakti empat tahun.

Ustadz Felix Siaw

"Mereka bekerja hanya dengan ikhlas. Tidak ada gaji yang akan diharapkan, selain dari pengabdian yang tulus karena Allah Swt," kata mereka.

Dengan hadirnya pondok ini, Enam Lingkung ke depan bisa diharapkan menjadi “kota santri”. "Apalagi, Yuleni penyuluh agama fungsional teladan Sumatera Barat yang memfasilitasinya, tentu sebuah harapan besar dalam mewujudkan apa yang menjadi keinginan semua masyarakat Enam Lingkung," kata Kasmir. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote, Daerah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 07 Februari 2009

Zawawi Imron: Gunakanlah Tanganmu untuk Merangkul, Tidak untuk Memukul

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Gunakanlah tanganmu untuk merangkul, tidak untuk memukul. Itulah pesan inti film Pejuru 5 Santri (Kilau Cahaya di Tengah Belantara) yang disampaikan oleh KH D. Zawawi Imron saat acara nonton bareng film tersebut di Tunjungan Plaza Cinema 21 Surabaya, Ahad (1/2).

Keterpanggilan kiai dan penyair nasional KH D Zawawi Imron memerankan sosok Kiai Landung dalam film Penjuru 5 Santri karena sudah saatnya kalangan pesantren giat di dunia perfilman. Apalagi, katanya, pesan yang diangkat menyuarakan kebenaran.

Zawawi Imron: Gunakanlah Tanganmu untuk Merangkul, Tidak untuk Memukul (Sumber Gambar : Nu Online)
Zawawi Imron: Gunakanlah Tanganmu untuk Merangkul, Tidak untuk Memukul (Sumber Gambar : Nu Online)

Zawawi Imron: Gunakanlah Tanganmu untuk Merangkul, Tidak untuk Memukul

Kiai Zawawi menceritakan, film ini dibuat berbarengan dengan sejumlah pesta demokrasi. "Ketika tensi politik tengah tinggi lantaran ada pilkada, pemilihan umum hingga pilpres, maka sudah saatnya kita antiklimaks dengan menghadirkan film yang menyejukkan," ungkapnya.

Ustadz Felix Siaw

Pelajaran lain dari film yang disutradarai Wimbadi JP ini, ungkapnya, bahwa pesantren harus bisa terbuka menerima lapisan masyarakat kelas apapun untuk ditempa.?

"Bisa orang gila yang awalnya dilempari masyarakat dengan batu, atau orang autis yang sulit belajar akhirnya dapat diterima dengan diajari melukis di pesantren, serta masyarakat lainnya," ungkapnya.

Ustadz Felix Siaw

Bagi kiai yang digelari penyair celurit emas ini, setiap orang harus memiliki niat baik dengan menyesuaikan hati nuraninya. Kalau ? kita menjalani hidup dengan hati nurani, lanjutnya, maka yang akan kita dapatkan adalah kebaikan yang bermuara pada ketentraman dan keindahan.

Kiai Zawawi adalah termasuk dewan kiai di Pesantren Budaya Ilmu Giri, Imogiri, Bantul, DIY, tempat film dibuat. Dia menandaskan ketika dirinya ditawari untuk memerankan Kiai Landung, dia tak ubahnya seperti memerankan diri sendiri.?

“Justru tidak terlalu sulit jika memerankan diri sendiri,” tuturnya. (Syaifullah Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw IMNU Ustadz Felix Siaw

Selasa, 13 Januari 2009

Wali Kota Mataram Jamu Peserta Munas-Konbes dengan Makan Malam

Mataram, Ustadz Felix Siaw?

Wali Kota Mataram H. Ahyar Abduh menyambut segenap peserta Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama melalui jamuan makan malam di pendopo, Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (22/11).?

Wali Kota Mataram Jamu Peserta Munas-Konbes dengan Makan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Kota Mataram Jamu Peserta Munas-Konbes dengan Makan Malam (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Kota Mataram Jamu Peserta Munas-Konbes dengan Makan Malam

Hadir pada jamuan ini Rais Aam KH Maruf Amin, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, Mustasyar KH Nasaruddin Umar, pendiri Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Chalid Mawardi TGH Taqiuddin Mansur, pejabat pemerintahan Kota Mataram dan segenap peserta Munas-Konbes NU 2017.?

Wali Kota Mataram TGH Ahyar Abduh dalam sambutannya, menjelaskan tentang tujuan diadakannya jamuan makan malam ini.?

Ustadz Felix Siaw

Menurut TGH Ahyar Abduh, jamuan ini merupakan bentuk khidmah kepada para kiai, alim ulama, dan para tuan guru.?

"Alhamdulillah segala sesuatunya sudah kami siapkan," katanya.?

Ustadz Felix Siaw

Pria berumur 57 tahun ini mengaku yakin, dengan kehadiran para kiai, dan tuan guru, Kota Mataram ini akan mendapatkan berkah.?

Secara lebih luas, pria yang pernah menjabat Ketua DPRD Kota Mataram 2004-2005 ini juga menyakini, hasil dari pembahasan Munas-Konbes NU akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.?

"Untuk terus Nahdlatul Ulama yang melahirkan negera Indonesia ini untuk terus mengawal, dan memberikan kontribusi bagi negara kesatuan Republik Indonesia," harapnya.?

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada PBNU yang telah mempercayai Kota Mataram untuk menjadi tuan rumah dan mendukung perhelatan Munas-Konbes NU 2017 ini.?

"Kita semua memberikan dukungan. Kita meriahkan penyelenggaraan Munas dan Konferensi Besar," katanya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Jadwal Kajian, Sholawat Ustadz Felix Siaw