Minggu, 23 Januari 2011

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris

Kairo, Ustadz Felix Siaw. Mohammed, nama Nabi Muhammad (damai dan berkah besertanya), telah menjadi nama yang paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales pada tahun 2013. 

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

“Muhammad” Nama Bayi Paling Populer di Inggris

Angka dari Kantor Statistik Nasional mengungkapkan bahwa nama Nabi (saw) telah mengalahkan Oliver sebagai nama paling populer yang dipilih oleh orang tua selama tahun lalu, Breitbart London melaporkan pada Jumat 15 Agustus. 

Meskipun hasil yang diumumkan menempatkan Oliver di bagian atas daftar dengan 6.949 kali, statistik menempatkan variasi yang berbeda dari ejaan nama Nabi dalam entri yang berbeda pada posisi terdepan dalam daftar. 

Ustadz Felix Siaw

Ini berarti bahwa "Muhammad" datang 15 dengan 3,499 anak-anak tetapi "Mohammed" adalah 23 dengan 2887 dan "Mohammad" adalah 57 dengan 1059 diberi nama. 

Ustadz Felix Siaw

Akibatnya tiga ejaan saja menyumbang nama anak laki-laki 7.445, mengalahkan nama yang paling populer kedua Oliver dengan mudah. 

Berita bahwa Muhammad adalah nama anak laki-laki paling populer di Inggris pertama kali secara eksklusif dilaporkan pada Breitbart London menyusul kebocoran pada ONS minggu lalu. 

Pada saat itu, Mohammed sudah menjadi anak laki-laki yang paling populer nama di London dengan beberapa margin yang cukup besar. 

Perkiraan menunjukkan bahwa nama Muslim tersebut paling banyak terdapat di London yang merupakan kota multi-budaya dan di Barat tengah, sementara Oliver dominan di Timur Selatan, Barat Selatan dan Wales. 

Inggris adalah rumah bagi minoritas Muslim yang cukup besar hampir 2,7 juta, terutama dari India, Bangladesh dan Pakistan. 

Nama Muhammad telah semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. 

Pada tahun 2009, nama Nabi menjadi nama paling populer untuk bayi yang baru lahir di Inggris dan Wales. 

Mohamed datang ketiga sebagai nama yang paling populer di Inggris pada tahun 2008. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaNu, Jadwal Kajian, Olahraga Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 22 Januari 2011

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Perkembangan dunia mode semakin dinamis. Termasuk model pakaian yang sedang ngetren di masyarakat. Sejumlah model jilbab yang dikenakan kaum muslimah, juga ikut mengikuti perkembangan zaman. Sayangnya ada beberapa yang keluar dari tuntunan syariah.

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tren Jilboob, Tantangan Bagi Perancang Busana Muslim

Majelis Ulama Indonesia (MUI) angkat bicara mengharapkan para muslimah yang menggunakan jilbab untuk tidak asal saja dalam menutupi auratnya. MUI meminta para muslimah untuk tidak memperlihatkan bentuk tubuh yang sensual dengan memakai pakaian yang menonjolkan lekuk-lekuk tubuh, kendati sudah berjilbab.

Pernyatan yang sama disampaikan KH Abdurrahman Navis. Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini mengingatkan para muslimah untuk memperhatikan gaya berpakaian. “Idealnya menutup aurat itu adalah menutup warna kulit dan bentuk tubuh,” katanya saat dikonfirmasi Ustadz Felix Siaw, Rabu (13/8).

Ustadz Felix Siaw

“Artinya, pakaian wanita itu harus longgar dan tebal, tidak transparan,” tandas Direktur Aswaja NU Center PWNU Jawa Timur ini. Bagi Kiai Navis, sapaan akrabnya, fenomena jilboobs yakni perempuan yang memakai jilbab tapi ketat, memang belum memenuhi syarat menutup aurat yang ideal. Namun sebagai proses dari yang terbuka menjadi memakai jilbab, itu sudah lebih baik, lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

"Akan lebih baik lagi kalau terus disempurnakan sehingga menutup aurat dengan sempurna,” kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini. Kendati demikian, kemunculan trend perempuan berjilbab dengan pakaian yang masih terkesan menonjolkan lekuk tubuh, hendaknya jangan dicaci. “Kita hendaknya mengapresiasi langkah mereka yang berubah dari yang awalnya tidak berjilbab sehingga mengenakan pakaian tertutup seperti itu,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kiai Navis mengharapkan sejumlah kalangan untuk mendekati kalangan ini dengan tindakan persuasif. “Agar mereka tidak putus asa,” terangnya. Karena bila mereka merasa bahwa niat baiknya untuk berjilbab ternyata dipersoalkan berbagai pihak, maka akhirnya tidak lagi berkenan untuk mengenakai pakaian tertutup tersebut.

Hal ini justru harusnya menjadi ladang dakwah bagi para perancang busana muslim untuk menampilkan model pakaian yang memenuhi tuntunan syariat dengan tetap tidak menanggalkan unsur modisnya. “Saatnya para desainer untuk merancang banyak model pakaian muslimah yang tetap mengikuti trend dan sesuai dengan tuntunan agama Islam,” pungkasnya. (Syaifullah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote Ustadz Felix Siaw

Minggu, 16 Januari 2011

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat

Shalat merupakan ibadah istimewa. Keistimewaan itu ada pada posisinya sebagai ruang komunikasi antara hamba dan Tuhannya. Sebagaimana layaknya proses komunikasi, dalam shalat juga diandaikan adanya saling kirim dan terima pesan. Baik pesan itu berbentuk laporan maupun sekedar informasi kehadiran.

Yang jelas diantara dua pihak harus ada kesaling pengertian dan saling memahami. Hal ini akan terjadi jika keduanya berada dalam satu tingkat yang sama, dan akan semakin jelas jika keduanya berada dalam frekwensi yang sama pula.

Oleh karenya shalat menjadi satu kegiata yang cukup berat bagi seorang hamba karena dia harus bolak-balik dari alam bawah ke alam atas, dari dunia kasar ke alam halus, dari ruang kemanusiaan ke ruang ilahiyyaah, meskipun proses ini tidak melibatkan unsur jasmani. Sebagaimana seseorang menaiki tangga atau memanjat gunung. Inilah yang dalam bahasa para sufi diterangkan bahwa shalat merupakan miraj kecil.

Karenanya tidak berlebihan jika seorang hamba mensakralkan shalat. Karena menghadap Tuhan tentunya jauh lebih berharga nilainya dari pada beraudiensi dengan presiden. Demikianlah berbagai peratura dan protab syariah ditentukan semata untuk mempermudah proses komunikasi ini.

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ludah dan Riak Tertelan Saat Shalat

Meskipun seorang hamba telah asyik berkomunimasi dengan Allah swt dalam shalatnya misalnya, dan telah meninggalkan dunia ke manusiaan. Namun tetap saja dia adalah manusia yang memiliki keterbatasan secara fisik dan materi.

Maka masalah yang muncul kemudian adalah bagaimanakah jika urusan tehnis mengganggu komunikasi itu, apakah dapat dianggap menggugurkan shalat? misalnya menelan ludah atu riak. Bisa jadi keduanya baik ludah dan riak tidak mengganggu komunikasi seorang hamba dengan Tuhannya, akan tetapi tinjauan secara syariah bisa lain.  

Ustadz Felix Siaw

Menelan ludah yang bersih dari percampuran sesuatu, seperti bekas-bekas makanan ataupun lainnya tidaklah membatalkan shalat sebagaimana juga tidak membatalkan puasa. Berbeda jika sengaja menelan ludah yang telah tercampur dengan sisa-sisa makan. Maka jelas membatalkan shalat, sebagaimana membatalkan puasa juga. Akan tetapi jika seseorang tidak bisa lagi membedakan apakah ludah yang ada itu bercampur sisa-sisa makanan ataukah tidak, dan kemudian tertelan, maka hal itu tidak membatalkan shalat. Sebagaimana juga riak yang tiba-tiba ada di dalam mulut dan tidak terhindarkan lagi sehingga tertelan, itupun tidak membatalkan shalat. sebagaiman diterangkan dalam syarah sittina maslah

 

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siaw

Inilah suatu faedah, telah berkata Syekh Muhammad Arramli: Jika mengalir ludahnya bersama sisa makanan yang ada diantara gigi-giginya, dan (ia) tidak bisa membedakannya dan mengeluarknnya dari mulutnya (menelannya), tidaklah mengapa, sebagaimana juga pada puasa. Dan seperti demikian juga, jika turun riak, dan tidak memungkinkan dia menahannya. Ulil H 

 

  

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam, Cerita, Nusantara Ustadz Felix Siaw