Senin, 22 Desember 2014

Asbihu-NU Bantu Korban Banjir Kampung Melayu

Jakarta. Ustadz Felix Siaw. Asosiasi Bina Haji dan Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu-NU) memberikan bantuan 500 nasi bungkus plus air mineral kepada korban banjir di Kampung Pulo, Kampung Melayu Jakarta Timur, Kamis (17/1) petang kemarin.

Asbihu-NU Bantu Korban Banjir Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)
Asbihu-NU Bantu Korban Banjir Kampung Melayu (Sumber Gambar : Nu Online)

Asbihu-NU Bantu Korban Banjir Kampung Melayu

Sumbangan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Asbihu, H Moh. Bukhori Muslim kepada korban banjir melalui RW setempat. ? Menurut Bukhori Muslim, penyampaian bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap ? saudara-saudara kita yang kebetulan terkena musibah banjir.

“Hendaknya bantuan ini jangan dilihat dari besarnya kecilnya bantuan, tetapi ini bentuk dari kepedulian kami terhadap sesama yang kebetulan terkena banjir,” tutur Bukhori yang kantornya di jalan Basuki Rahmat, Kampung Melayu, tak jauh dari tempat banjir.

Ustadz Felix Siaw

Sebelumnya, Asbihu juga telah memberikan sumbangan kepada korban banjir di Kedung Rejo dan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, enam minggu lalu.

Di tempat ini Asbihu menyerahkan sumbangan sebanyak 100 dus mie instan yang diserahkan oleh Wakil Ketua Umum Asbihu, KH Hafidz Taftazani.?

Ustadz Felix Siaw

Redaktur: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Amalan, Berita Ustadz Felix Siaw

Jumat, 31 Oktober 2014

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Model Islam wasathiyah (moderat) saat ini mampu menjadi solusi dari semakin pudarnya ukhuwah islamiyah umat Islam diseluruh penjuru dunia. Islam yang ramah dan toleran mulai mendapatkan tempat khusus bukan hanya di Indonesia dengan Islam Nusantaranya, namun juga di negara kawasan timur tengah yang sampai dengan saat ini terus bergejolak dilanda konflik.

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangun Islam Moderat, Ulama Yordania Siap Gandeng Ulama Indonesia

Respon positif diberikan Darul Ifta (Majelis Ulama) Kerajaan Yordania dengan siap membangun kerja sama dan saling tukar pikiran terkait bagaimana cara membangun pemahaman keislaman dan dakwah Islam moderat dan Islam rahmatan lil alamin. Ulama Jordan Siap Menerima Ulama Indonesia dari MUI dan Nahdlatul Ulama serta ulama yang berpaham wasatiyah lainnya.

"Kami semua sangat senang dengan upaya-upaya membangun kerjasama dan taawun alal birri wattaqwa dengan semua ulama kaum muslimin di dunia ini. Wabil khusus  dengan Indonesia, karena kami tahu Umat islam di Indonesia ini jumlahnya terbesar di dunia, tentu kami sangat terbuka dan marhaban, serta ahlan washlan jika akan ada kunjungan dari MUI ke Jordan," kata Grand Mufti Of Hashemate Kingdom Of Jordan atau Syekh Darul Iftanya Kerajaan Yordania Syekh Muhammad Ahmad  Khalayleh.

Hal itu disampaikan Syekh Khalaylah yang didampingi dengan para masyayikh Darul Ifta lainnya seperti Ketua Komisi Fatwa, dan para ketua dan pimpinan darul Ifta lainya saat saat menerima Pengurus LDNU yang juga Anggota Komisi Dakwah MUI, KH Muhammad Nur Hayid di Kantor Darul Ifta, Amman, Yordania beberapa waktu lalu. 

Muhammad Nur Hayid yang akrab disapa Gus Hayid datang didampingi oleh Perwakilan dari Kedubes RI di Amman, Yordania, Suseno yang merupakan Atase Ketenagakerjaan di KBRI Amman.

Ustadz Felix Siaw

Dalam pertemuan tersebut dibahas isu-isu mengenai masalah kaum muslimin yang terjadi diberbagai belahan dunia. Mulai dari isu ekonomi kaum muslimin yang secara rata-rata dibawah kelompok non muslim. Selain itu juga dibahas soal lemahnya persatuan dan kebersamaan antara kaum muslimin yang mengakibatkan umat Islam mudah diadu domba dan dipecah belah. 

Ustadz Felix Siaw

Pada pertemuan tersebut, Grand Mufti mengatakan perlunya menyikapi mulai massif dan banyaknya pemahaman keagamaan yang ekstrem dan berlebihan atau tasyaddud yang menjadi cikal bakal munculnya konflik berkepanjangan. Menurutnya, jika umat islam bersatu dan tidak membesarkan perbedaan khilafiyyah, niscaya Islam akan menjadi berwibawa dan disegani 

"Apa yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan dunia arab pada umumnya saat ini merupakan wujud lemahnya persatuan kaum muslimin, termasuk banyak berkembangnya pemahaman keagamaan yang mudah mengkafirkan orang lain. Sehingga, umat mudah disulut permusuhan karena kondisi ekonomi yang juga mempengaruhi," jelas Sekjen Lembaga Fatwa Darul Ifta Syekh Ahmad Alhasanat yang mendampingi Grand Syekh.

Menanggapi Hal itu, Gus Hayid juga menceritakan fenomena yang sama yang juga terjadi di Indonesia. Belakangan ini tuturnya, banyak juga kelompok-kelompok tertentu sangat keras menentang cara berislam dan beragama yang sudah dianut oleh mayoritas kaum muslimin Indonesia. Padahal problem pokoknya bukan pada masalah ushuliyah, tetapi masalah furuiyah.

"Kami juga menghadapi hal yang sama soal ancaman ekstrimisme kanan dan kiri. Ekstrimisme kanan mengajak kepada orang-orang untuk mengkafirkan sesama kaum muslimin yang tidak sealiran dan sepemahaman dengan mereka, ekstrim kiri mengajak bersikap liberal dan bahkan anti-agama melalui gerakan masif di media maupun perusakan moral dengan narkoba dan semacamnya," terang Gus Hayid menanggapi sharing soal masalah keumatan.

Atas Dasar itulah, lanjut Grand Syekh, diperlukan upaya kongkrit untuk terus membangun dan menjalin sinergi dakwah yang tepat dan bisa dirasakan oleh umat. Dan langkah tersebut diperlukan kerjasama yang erat antara lembaga semacam darul Ifta untuk bersama-sama mengatasi masalah umat dengan mengunakan pemahaman dan pemikiran islam wasatiyyah.

"Kita tidak bisa sendiri-sendiri menghadapi tantangan dan ancaman terhadap pemahaman islam yang rahmatan lilalamin ini dan perusakan moral kaum muslimin yang akhirnya membuat umat Islam mudah dipecah belah. Kita harus bersama-sama mengatasinya," terangnya diamini oleh Gus Hayid dan rombongan.

Pertemuan ini digelar karena adanya rencana Komisi Dakwah MUI Pusat pimpinan KH Cholil Nafis akan melakukan Rihlah Ilmiah dalam rangka membangun kerjasama sekaligus saling belajar mengenai sistem berdakwah di era modern di berbagai dunia Islam dan sekaligus sistem lembaga semacam MUI merespon problematika umat. Rihlah Ilmiah yang direncanakan akan dilaksanakan pada Maret 2018 ini juga direncanakan ke berbagai negara lain seperti Mesir, Arab Saudi dan Turki selain ke Jordania. 

Menanggapi rencana penguatan kerja sama antara ulama Indonesia dengan Ulama Yordania, Dubes RI untuk Amman, Andi Rahmianto menyambut baik upaya tersebut. Pihak pemerintah melalui kedutaan besar di Yordania siap memfasilitasi dan membantu penguatan kerjasama antara para kedua negara dalam menguatkan pemahaman keilaman yang moderat atau wasathiyah.

"Kami sangat senang mendengar rencana itu. Sudah barang tentu kami pasti mendukung setiap upaya positif yang dibangun oleh para ulama kedua negara dalam rangka merekatkan hubungan antara kedua bangsa dan kedua negara sekaligus dalam rangka menangkal pemahaman islam ekstrem dan mengembangkan islam yang damai, islam rahmatan lil alamain," terang Suseno yang sudah bertugas di berbagai pos penting dan strategis, khususnya di Amerika ini. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw IMNU Ustadz Felix Siaw

Kuda Putih Kiai Asad

Perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan bukanlah perkara mudah. Butuh perjuangan keras untuk mempertahankan hingga sekarang ini.





KHR Asad Syamsul Arifin merupakan salah satu tokoh yang menggelorakan semangat juang untuk melanggengkan NKRI dari agresi militer Belanda I. Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyyah Sukorejo ini rela mengorbankan waktu, tenaga, harta serta pemikirannya untuk mempertahankan wilayah kesatuan NKRI.

Kuda Putih Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)
Kuda Putih Kiai Asad (Sumber Gambar : Nu Online)

Kuda Putih Kiai Asad





Melalui novel K.H.R. Asad Syamsul Arifin Kesatria Kuda Putih Santri Pejuang ini kita diajak penulis menyelami sejarah bangsa. Karya berbasis sejarah ini merupakan cara terbaik untuk menggambarkan betapa dahsyatnya pertempuran yang menguras banyak tenaga. Meski terdapat sisi kekurangan berupa keterbatasan data sejarah dan hanya mengandalkan rujukan dari buku Kharisma Kiai Asad di Mata Umat (2009), tentu juga menjadi kendala tersendiri bagi penulis untuk berhati-hati menggunakan sejarah di lapangan. Namun, disisi lain penulis harus jeli dalam menggali data yang ada.

Ustadz Felix Siaw





Ustadz Felix Siaw

Tokoh utama bernama Yusuf, santri yang memiliki tekad kuat dalam mengemban amanah sebagai seorang kurir (penyampai pesan). Perjalanan Yusuf inilah yang membawa kita menelusuri perjuangan Kiai Asad dalam berbagai pergerakan untuk menyusun strategi hingga melancarkan serangan terhadap pasukan Belanda.





Novel ini berlatar belakang tahun 1947, dimana Belanda menyebut operatie product untuk merebut daerah yang kaya sumber daya alam. Belanda mendarat di Pasir Putih Situbondo dan Teluk Meneng Banyuwangi. Kiai Asad dan Barisan Pelopor memulai perjalanan merebut senjata di gudang mesiu Desa Dabasah Bondowoso. Begitulah kronik sejarah yang terjadi. (halaman xxix)





Yusuf sempat gentar karena berulang kali mendapat peringatan ibunya. Hal ini wajar, sebagai orang tua tentu merasa was-was terhadap anaknya. Karena diceritakan bahwa ayah Yusuf tak kembali dari laskar hingga cerita ini rampung. Di sisi lain, kakek Yusuf memiliki jiwa yang kuat untuk merebut kemerdekaan karena dengan sebilah keris pernah digunakan untuk melawan penjajah. Ketika memandang cucunya ini memiliki rasa kebanggaan yang bercampur cemas karena sudah seringkali kehilangan orang tercintanya. Mungkin semangat juang inilah yang menurun pada cucunya.





"Sudah lama tak kelihatan. Apa ibumu masih menahanmu di rumah?" ujar Kiai Asad sembari membuka tutup pipa besi untuk mengambil surat yang tergulung di dalamnya. (halaman 15)





Dalam berjuang melawan Belanda, kiai Asad tidak sendirian. Bersama kiai lain, ia berembug strategi, termasuk membentuk Barisan Pelopor. Komando gerakan ini berada dalam tangan beliau. Selain itu, barisan Pelopor ini sangat agamis. Dalam berjuang kiai Asad selalu mengingatkan akan niat jihad fi sabilillah, semata-mata untuk menegakkan agama dan negara.





Kiai Asad juga merangkul perampok, penjudi dan bajingan masuk anggota Pelopor. Alasan ini agar mereka sadar dan bertobat kepada Allah. Di sisi lain, keahlian dan kemampuan mereka ini bila dikelola dengan baik dan digunakan dengan tepat akan bermanfaat untuk menegakkan syiar Islam. Hal inipun ternyata ampuh dilakukan Kiai Asad dalam merekrut mereka untuk berjuang bersama.





Selain Yusuf dan sosok Kiai Asad terdapat Letnan Sufyan yang hadir dalam novel ini. Nama Sufyan merupakan rekaan penulis yang terinspirasi dari kisan Letnan Dua beserta pasukannya dari Sidoarjo, Mojokerto dan Malang yang menjaga pesisir pantai Jawa Timur, khususnya ketika terjadi baku tembak di Pasir Putih, Situbondo 1947. (halaman 29) Penulis menggambarkan perjalanan Sufyan ini dengan penuh heroik melakukan gerilya menghambat pergerakan pasukan Belanda yang baru mendarat di pesisir.





Judul buku Kuda Putih, merupakan kisah nyata kehidupan Kiai Asad. Pada saat perang gerilya ini, Kiai Asad sering menunggang kuda putih, warna kegemarannya. Karena itu, ia dikenal pula dengan sebutan "Satria Kuda Putih. Mengapa, menggunakan kuda putih? "Nabi Ibrahim kudanya juga putih," jelasnya suatu hari kepada wartawan Tempo edisi 15 Oktober 1983. (Kharisma Kiai Asad di Mata Umat: 2009)





Karya semacam ini ke depan perlu kita perbanyak untuk menuliskan sejarah bangsa ini. Perjalanan Kiai Asad ini telah diadakan peringatan dengan menggelar napak tilas tempat yang pernah disinggahi untuk bergerilya semenjak 2014. Selain seorang pejuang, kiai kelahiran Makkah dari pasangan Raden Ibrahim dan Siti Maemunah ini produktif dalam menulis diantaranya, Ekonomi dalam Islam, Syair Madura, Risalah Shalat Jumat, Isra Miraj, Tsalats Rasail, Tarikh Perjuangan Islam Indonesia, Risalah al-Tauhid, al-Aurad al-Yaumiyyah dan karya lain yang masih dalam bentuk tulisan tangan.





Dengan membaca novel berbasis sejarah seperti ini, kita diajak penulis untuk terus mengingat kepahlawanan founding fathers untuk menguatkan nasionalisme. Indonesia ini tak hanya memiliki kekayaan alam. Begitu pula dengan pemikiran liberal hingga fundamental serta moderat tumbuh berdampingan membentuk Indonesia yang guyub dan rukun.?









Data Buku

Judul : K.H.R. Asad Syamsul Arifin Kesatria Kuda Putih Santri Pejuang?

Penulis : Ahmad Sufiatur Rahman?

Penerbit : Tinta Medina?

Cetakan : Mei, 2015

Tebal : xxxviii + 210 halaman?



ISBN : 978-602-72129-7-8?





Peresensi? Mukhamad Zulfa, Pegiat Diskusi Rabu Sore IDEASTUDIES Semarang





Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits, AlaNu, Cerita Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 11 Oktober 2014

PMII Banten Harapkan Pilkada Cerdas dan Berintegritas

Serang, Ustadz Felix Siaw?

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Banten mengharapkan pemilihan kepala daerah yang akan digelar di provinsi tersebut dilakukan warga dengan cerdas memilih calon agar menghasilkan pemimpin yang berintegritas.?

PMII Banten Harapkan Pilkada Cerdas dan Berintegritas (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Banten Harapkan Pilkada Cerdas dan Berintegritas (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Banten Harapkan Pilkada Cerdas dan Berintegritas

“Kita sadari serta ketahui kelahiran suatu negara yang bernama Indonesia ini merupakan ? manifestasi kesepakatan dari ? perbedaan kultur, etnis, agama dan bahasa, yang kemudian di kemas dalam ? pancasila yang menjadi pilar dalam kehidupan berbanga dan bernegara,” ungkap Ketua PKC PMII Banten Mukhtar Ansori Attijani di Serang, Banten pada Rabu (8/2).

Ia menambahkan, proses pemilihan kepala daerah dikhawatirkan meninggalkan kesan-kesan yang agak buram. Dari 166 pelaksanaan yang digelar Juni 2008 lalu, termasuk tujuh pilkada provinsi, 12 di antaranya bermasalah.?

Menurut dia, kekecewaan publik terhadap hasil pilkada yang teramat dalam di sejumlah daerah, menyebabkan kerusuhan dan amuk massa. Usai Pilkada (pemilhan kepala daerah) terjadi kerusuhan dan sengketa yang melelahkan, menghabiskan pikiran, tenaga serta uang.?

Agar peristiwa buram yang terjadi dalam pilkada tidak terulang, lanjutnya, kita harus melaksanakan pemilu bersih (jujur). Kalau pemilu bersih (jujur) sudah hadir, otomatis akan damai. Karena yang kalah merasa wajar di dalam pertandingan: ada yang kalah, ada yang menang.

Ustadz Felix Siaw

“Untuk itulah kami dari PKC PMII Banten mengelar “Kaijian untuk daerah Tercinta” yang diselenggarakan pada Rabu, 8 Februari 2017 bertempat di Rumah Makan “S” Rizki Kota Serang,” katanya.?

Dengan kegiatan tersebut, PMII berharap membantu mensukseskan kelancaran teknis maupun non-teknis agar Pilkada cerdas dan berintegritas bisa menghasilkan pemimpin yang berkulitas di provinsi Banten.?

PMII mengimbau kepada berbagai komponen masyarakat untuk :?

Ustadz Felix Siaw



1. Berpartisipasi aktif dalam proses pilkada

2. Kepada para mahasiswa agar terlibat langsung dalam mengawal Pilkada agar Transparan, akuntable dan damai

3. Kepada para stakeholder, alim ulama dan tokoh masyarakat agar bisa menahan dari dari provokasi – provokasi berita Hoax atau di pancing oleh TimSes salah satu calon

4. Mendorong agar pihak kepolisian dan pihak penyelenggara agar Netral dan terbuka untuk menatralisir berbagai konflik horizontal di masyarakat.

5. Pemimpin yang berkualitas adalah harapan besar masyarakat Banten

(Obon Najmutsakib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail, Nusantara, Internasional Ustadz Felix Siaw

Jumat, 10 Oktober 2014

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam?

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku mengembangkan pemikiran Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari tentang ukhuwwah islamiyyah (persaudaraan sesama umat Islam) dan ukhuwwah wathaniyyah (persaudaraan sesama bangsa).

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Tanah Air Mesti Didahulukan daripada Islam?

Menurut dia, sebagai sebuah strategi, memperjuangkan tanah air harus dilakukan lebih dahulu daripada Islam. Kenapa? “Karena dengan tanah air ini kita bisa memperjuangkan Islam,” ujarnya dalam pembukaan Harlah ke-60 dan Rakernas IPNU di Jakarta, Senin (24/02).

Kiai Said, sapaan akrabnya, mengatakan banyak bangsa yang tidak bisa menjaga tanah airnya akhirnya hilang dari sejarah, seperti yang dialami bangsa Kurdi.

Ustadz Felix Siaw

Man laisa lahu ardlun laisa lahu tarikh, waman laisa lahu tarikh laisa lahu dzakirah; barangsiapa tidak memiliki tanah air, tidak memiliki sejarah dan barangsiapa tidak memiliki sejarah tidak akan dikenang,” imbuhnya. 

Ustadz Felix Siaw

Timur Tengah, lanjut Kiai Said, memiliki segudang ulama yang ‘alim dan ‘allamah. Namun demikian, di sana terjadi banyak konflik berdarah yang tidak bisa dipecahkan oleh ulama.

Hal ini, menurutnya, karena tidak adanya nasionalisme di kalangan ulama dan organisasi kemayarakatan sebagai kekuatan masyarakat sipil di sana. Dengan adanya ormas seperti NU, Al-Washliyyah, Hizbul Wathan dan lain-lain, ulama Indonesia memiliki peran strategis, baik di kancah nasional maupun Internasional.

Maka dari itu, Kiai Said berharap IPNU sebagai ujung tombak pengkaderan NU mampu mewarisi nilai-nilai yang telah dipelopori oleh ulama Nusantara sebagai pengawal ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan NKRI.

“Selama masih ada NU, Insya Allah Indonesia akan terus ada. Semoga, NU langgeng sampai yaumil qiyamah,” ungkapnya di depan Wakil Menteri Pertahanan Letjend Sjafrie Sjamsoeddin, tamu undangan, para alumni IPNU, Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah IPNU se-Indonesia.

Usai sambutan, Kiai Said menerima kenang-kenangan dari Ketua Umum PP IPNU Khairul Anam Kharisah. PP IPNU periode ini juga memberi penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa besar dan memiliki dedikasi kepada IPNU. (A Naufa Khoirul Faizun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 02 Oktober 2014

Aswaja Landasan Jihad dan Khidmah Ummat

Karawang, Ustadz Felix Siaw. Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) adalah ajaran yang moderat dan menjadi landasan perjuangan dan pengabdian kepada Ummat. Aswaja telah kokoh sebagai landasan jihad oleh Nahdlatul Ulama untuk memperbaiki kondisi sosial dan kultural bangsa Indonesia.

Aswaja Landasan Jihad dan Khidmah Ummat (Sumber Gambar : Nu Online)
Aswaja Landasan Jihad dan Khidmah Ummat (Sumber Gambar : Nu Online)

Aswaja Landasan Jihad dan Khidmah Ummat

Demikian dinyatakan Wakil Ketua Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBM NU) KH Arwani Faisal di Karawang, Rabu (12/6). Menurut Arwani, Aswaja sebagai ideologi tengah-tengah telah memiliki karakter ke-Indonesia-an yang mampu menjadi perekat bagi kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

"Aswaja yang dianut oleh NU selalu dipertahankan untuk tidak terdorong ke kutub ekstrim dalam beragama. Demikian juga Aswaja tidak boleh diseret-seret ke dalam kutub ideologi liberal," tutur Arwani.

Lebih lanjut Kyai asal Demak ini menjelaskan, Aswaja harus tetap dipertahankan sebagai konsep perjuangan yang mampu menjadi solusi bagi segenap permasalahan ummat Islam, khususnya di Indonesia. Aswaja harus dijaga dari adanya rongrongan paham radikalisme yang membahayakan keutuhan bangsa Indonesia.

Ustadz Felix Siaw

"Nahdlatul Ulama akan senantiasa berjuang untuk memastikan bahwa Ideologi Aswaja senantiasa menjaga adanya keragaman pendapat dalam beragama, sehingga ideologi agama tidak terjerembab ke dalam juruang kejumudan atau keliberalan," tandas Arwani.

Dalam Aswaja, perbedaan pendapat, selama tidak ada nash qothi (dalil nash) adalah boleh. Sedangkan untuk urusan hal-hal yang tidak ada nash qathi adalah bersifat ijtihadiyah yang memungkinkan terjadinya perbedaan pendapat.

"NU dengan paham Aswaja-nya senantiasa membuka diri terhadap perbedaan-perbedaan pendapat. NU akan selalu bergerak dan dinamis dengan terus bermunculannya pendapat-pendapat baru selama masih berada dalam koridor-koridor yang dapat dipertanggungjawabkan, terutama dalam mengikuti perkembangan-perkembangan zaman," tandas Arwani.

Penulis ? ? : Syaifullah Amin?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nasional Ustadz Felix Siaw

Minggu, 28 September 2014

Fatayat Tulungagung Borong Juara di Ajang Putri Auleea 2017

Surabaya, Ustadz Felix Siaw

Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama Tulungagung mengakhiri tahun 2017 dengan memborong sejumlah juara. Pasalnya salah satu kader atas nama Nurun Nujum berhasil meraih juara pertama ajang pemilihan Putri Auleea 2017.  Pada waktu berselang, grup qasidah An-Najma juga berhasil menyabet juara pertama tingkat provinsi.

Nurun Nujum yang tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Airlangga Surabaya berhasil menyisihkan puluhan peserta dari daerah lain se-Jawa Timur. Namanya diumumkan pada puncak pemilihan Putri Auleea 2017 di Royal Plaza, Surabaya, Ahad (31/12) malam.

Fatayat Tulungagung Borong Juara di Ajang Putri Auleea 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Tulungagung Borong Juara di Ajang Putri Auleea 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Tulungagung Borong Juara di Ajang Putri Auleea 2017

Rasa bangga disampaikan Ketua PC Fatayat NU Tulungagung, Nihayatus Solihah. “Nujum adalah bukti bahwa Fatayat memiliki kader yang berpotensi,” katanya kepada media ini.

Tidak hanya juara di ajang pemilihan Putri Auleea, grup qasidah An-Najma yang mewakili PC Fatayat NU Tulungagung juga berhasil menyabet juara pertama lomba qasidah tingkat provinsi Jawa Timur. Kegiatan juga diselenggarakan Majalah Auleea bekerjasama dengan PW Fatayat NU Jatim.

Dengan 14 personil, tim qasidah An-Najma membawakan beberapa lagu. 14 personil tersebut yaitu Riska Yunitasari, Nur Cholifah, Nur Mazidah, Isroin, Nur Hidayah, Uswatul Khoir, Siti Kholidah, Sholikatin, Siti Khodijah, Tri Dewi Masitoh, Yuliani, Ana Maulidina, Nur Churunin, dan Yuna Fildzah.

Ustadz Felix Siaw

Sebelum tampil, tim ini rutin melakukan latihan di Aula PCNU Tulungagung. Hal ini dilakukan agar bisa tampil total saat lomba berlangsung.

Menurut Nihayatus, kemenangan ini adalah hasil dari kerja keras tim dengan semangat yang luar biasa dan dukungan dari seluruh pengurus Fatayat NU Tulungagung.

Ustadz Felix Siaw

"Prestasi ini adalah kado akhir tahun yang indah dan inspirasi awal tahun yang berkah," ungkapnya. (Puspita Hanum/Ibnu Nawawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 11 September 2014

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Rembang, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, akan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XX di Gedung Haji Kompleks Islamic Center, akhir pekan ini, Ahad (12/4).



Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, GP Ansor Rembang Pilih Ketua Baru

Ketua Panitia Konfercab GP Ansor Rembang Abdul Rosyid menjelaskan, forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang itu akan berlangsung kurang dari 24 jam.

"Konfercab kali ini akan digelar secara singkat, tidak seperti biasanya. Kali ini hanya satu hari sudah selesai dan GP Ansor Rembang sudah mempunyai Ketua Cabang yang baru,” ujar Abdul Rosyid.

Panitia juga telah mengundang pimpinan anak cabang (PAC) dari seluruh kecamatan di Kabupaten Rembang. "Memang sedikit terlambat (pelaksanaannya), tetapi saya pastikan akan dihadiri PAC (Pimpinan Anak Cabang) dari 14 kecamatan di Kabupaten Rembang,” tuturnya.

Ustadz Felix Siaw

Ada isu yang berkembang bahwa terdapat dua nama kader yang dikabarkan akan maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di GP Ansor Rembang. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw RMI NU Ustadz Felix Siaw

Kamis, 28 Agustus 2014

Kisah Kampung Toleran di Selatan Jakarta

Oleh Nurhidayat

Jika tuan menelan sebuah ujaran mentah-mentah, itu seperti mengubur akal sehat. Tuan bisa buktikan itu sendiri. Tapi ini cerita penulis sendiri yang pernah tersesat dan enggan mengulangi kebodohan serupa.

Peristiwa ini terjadi sewaktu di pesantren dulu penulis terbuai untuk berjihad. Memerangi orang-orang kafir, murtad, begitu tafsirannya. Ittikad ini kemudian menyeret untuk hadiri tabligh akbar buatan Forum Solidaritas Umat Islam dalam rangka penolakan pendirian gereja KHBP Cinere pada 2012 silam.

Kisah Kampung Toleran di Selatan Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Kampung Toleran di Selatan Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Kampung Toleran di Selatan Jakarta

Saat itu bertebaran kabar; akan ada kristenisasi akbar di Depok! Dada siapa yang tidak bergelora? Entah siapa yang memulai itu. Yang jelas, itu dikabarkan dari mulut ke mulut dan tiap hari kian membesar. Dibeberkan pula bahwa Depok sudah ngantongi banyak gereja. Untungnya penulis tipe manusia penakut. Hanya bisa duduk manis saja, cukup. Sesekali tersentak teriakan Allahu Akbar!

Rendelnya gereja di Depok memang penulis benarkan. Pancoran Mas, salah satu daerah di Depok, saja ada 42 gereja. Bahkan di masa Hindia Belanda (1816-1942) ada nama Jalan Kerkstraat –dalam bahasa belanda– artinya jalan Gereja. Kini nama itu berubah menjadi Jalan Pemuda. Immanuel, gereja tertua di Depok juga berdiri di sana.

Meski begitu, setelah mengalami banyak pergulatan, penulis menyadari bahwa ujaran itu ternyata tidak benar. Apalagi selepas penulis melakukan penelitian di sana pada Oktober lalu. Di Depok istilah ‘kampung kristen’ menjadi penanda kampung-kampung di Jalan Pemuda. Jalan yang membelah dari Jalan Kartini menuju Jalan Sersan Anning, Kelurahan Depok, Pancoran Mas. Tapi, penulis lebih senang menyebutnya kampung toleran. Sebab, kampung ini melahirkan bibit-bibit unggul kebhinekaan.

Ustadz Felix Siaw

Kampung Toleran

Penduduk muslim di kampung ini sebenarnya mayoritas dan berbanding lurus dengan jumlah gereja yang juga mayoritas. ? Komposisinya mencapai 44 persen (6.606 jiwa) dari total pemeluk Kristen sekecamatan Pancoran Mas. Sementara Umat Islam mencapai 83 persen (40.902) dengan jumlah masjid 71 dan mushalla 229.

Komposisi ini ternyata menjadi barang antik dan mahal. Kampung ini menyulap perbedaan suku dan agama menjadi keindahan. Menghadirkan persaudaraan universal yang sedemikian kokoh. Bahkan ujaran kebencian di sini bak anjing menggonggong kabilah berlalu.

Hal itu terlihat, misalnya bila hari-hari besar keagamaan, Idul Fitri, Idul Adha dan Natal. Masyarakat biasa untuk pergi bernatal ke rumah keluarga Kristen atau berlebaran di tetangga yang Muslim. Khusus hari Natal yang kerap berdekatan dengan Tahun Baru, para tukang becak atau ojek bakal ketiban rezeki nomplok. Mereka kebanjiran pelanggan untuk menghantar pergi dan pulang dari gereja.

Ustadz Felix Siaw

Selain itu, ada satu hal yang abadi dari wajah toleransi di kampung ini, yakni tradisi membakar sate dari daging kurban bersama-sama oleh warga Muslim-Kristen. Daging kurban dibagi rata kepada warga, baik muslim maupun nonmuslim dan diatur oleh para ketua Rukun Tetangga. Tradisi ini terus berlangsung hingga hari ini.

Dalam urusan bertetangga, prinsip kesetaraan adalah hal yang paling utama. Tak menilai agama apa yang dianut dan dari mana asal mereka. Warga senantiasa bergotong royong dalam segala hal. Misalnya ketika ada tetangga tertimpa musibah seperti sakit, mereka dengan spontan membesuk secara bergiliran.

Kebiasaan ini tidak hanya bagi mereka yang sudah dewasa. Sedari kecil mereka sudah terbiasa dengan toleransi antar sesama. Anak-anak yang muslim biasa menunggu temannya selesai kebaktian di sekitar gereja. Setelah itu mereka akan bermain besama. Begitupun teman-temannya yang Kristen. Mereka biasa menunggu di sekitar mushalla. Karena itu mereka juga hafal surat Al-Fatihah dan adzan.

Bukan Sekali Jadi

Tentu saja jalinan toleransi antarwarga ini? bukan tercipta begitu saja. Mereka melalui proses panjang, melalui tradisi-tradisi yang dirayakan bersama. Sudah sejak lama, antar warga ini terjalin persaudaraan, kawin-mawin dan patron-client.

Semakin jelas, bukan? Adalah suatu kebodohan belaka jika melihat banyaknya gereja disamakan dengan gencarnya arus kristensiasi. Padahal, tafsir terbuka pada dasarnya membuka keran toleransi tersebut.

Toh, agama jika dirumuskan sebagai ‘pertemuan spiritual di dalam perbedaan’ bukan sarana untuk ‘merezimkan kebenaran’ maka kita akan lebih indah melihat segala sesuatu. Tantangan utamanya, jika konsep toleransi bisa menyebar di desa lain, bisa jadi adalah upaya membangun metode pengajaran yang lebih terbuka. Tentu hal ini tidak mudah dan butuh komitmen tinggi dari pemerintah. Kitab kita dalam hidup bernegara adalah undang-undang, bukan? Bukan kitab agama-agama.

Itu sebabnya kampung toleran perlu ada di mana-mana. Agar keindahannya tak hanya di selatan pinggiran Jakarta saja. Tapi, meluas hingga ke pelosok Indonesia. Kepentingannya jelas: menghentikan adu domba.

?

Nur Hidayat adalah Koordinator Umum Forum Kajian Sosial dan Keagaam Piramida Circle Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah, Ubudiyah, Santri Ustadz Felix Siaw

Senin, 25 Agustus 2014

Episode Baru PCINU Pakistan

Oleh Firman Arifandi

Sudah merupakan tradisi yang sejak lama bergulir, bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sarat dengan pendekatan-pendekatan intelektual dan sosial kemasyarakatan guna mensyiarkan Islam yang tasamuh rahmatan li-alamin. Hal ini juga menjadi pedoman kami, Pengurus Cabang Istimewa  Nahdlatul Ulama (PCINU) Pakistan dalam menjalankan program kerja di negeri Ali Jinnah ini.

PCINU Pakistan merupakan wadah organisasi NU di Pakistan yang berdiri pada tanggal 28 Mei 2005 dan diresmikan oleh Rais Syuriah DR. KH. M. Mashuri Naim, MA. Peresmian yang juga diisi dengan sumpah pengurus tersebut disaksikan oleh Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Hasyim Muzadi dan Duta Besar RI untuk Pakistan H. Anwar Santoso serta para pejabat KBRI dan masyarakat Indonesia di Islamabad.

Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)
Episode Baru PCINU Pakistan (Sumber Gambar : Nu Online)

Episode Baru PCINU Pakistan

PCINU Pakistan yang diresmikan adalah Muhammad Niam, LLM selaku Musytasyar, Reza Muhammad, Lc selaku Rais Syuriah dan M. Sodiq Ahmad, Lc selaku Ketua Tanfidziah untuk masa jabatan 2005-2006.

Salah satu tujuan penting diresmikannya PCINU Pakistan adalah untuk mensinergikan program yang bertujuan memberdayakan kader muda NU. PCI-NU Pakistan yang semula hanya berbentuk paguyuban komunitas NU merubah diri menjadi PCI-NU untuk lebih memperkuat hubungan struktural dengan PBNU di Jakarta. Masyarakat NU di Pakistan menyebar tidak hanya di Islamabad, namun juga di kota-kota lain seperti Lahore, Karachi dan Rawalpindi terdiri dari para mahasiswa yang menuntut ilmu di Pakistan dan beberapa pekerja Indonesia di lembaga asing di Pakistan.

Sepanjang perjalanannya sejak diresmikan, tak sedikit agenda yang dihelat dan tak lepas dari nuansa keilmuwan, kekeluargaan, dan semangat kenusantaraan. Karena mayoritas warga NU di Pakistan adalah mahasiswa yang notabene menempuh jurusan agama seperti ushuluddin dan fakultas syariah, maka tak jarang mereka menggelar acara diskusi keilmuwan, bahtsul masail, dan lain sebagainya yang memang sengaja dikemas untuk seluruh warga Indonesia di Pakistan dan tidak bersifat eksklusif. Selain itu, acara-acara yang bertujuan mempererat tali persaudaraan antar WNI dan bersifat santai juga kerap digelar seperti tabadul hadayah, Jalan santai berhadiah, perlombaan anak-anak, NU Cup, dan lain-lain sehingga NU di mata WNI dirasa sangat dekat dan bersahabat tidak hanya antar sesama muslim tapi juga semua.

Ustadz Felix Siaw

Namun perjalanan yang maksimal ini sempat  mengalami masa kevakuman beberapa waktu dikarenakan beberapa hal. Yakni pada pertengahan tahun 2010 pasca kejadian pemboman di kampus International Islamic University yang menelan belasan korban, dan kemudian berdampak pada kebijakan pemerintah untuk memperketat regulasi di bidang imigrasi. Sehingga terasa sekali susahnya mendapat visa study ke Pakistan.

Sementara para pelajar dan mahasiswa yang kerap mewarnai pergerakan NU di Pakistan juga sedikit demi sedikit kembali ke tanah air karena masa studynya telah usai. Masa kevakuman ini berlangsung selama kurang lebih tiga tahun dengan kuantitas SDM yang sangat minim sekali, namun NU masih ada dan eksis dengan segala kegiatannya yang sederhana di internal.

Pada akhir tahun 2012 intensitas kehadiran mahasiswa baru mulai kembali dirasakan dan mahasiswa berlatarbelakang NU juga mulai nampak terlihat antusiasnya untuk membentuk aktivitas pada interes yang sama. Mulailah sejak enam bulan setelahnya, yakni tepatnya pada Agustus 2013 kumpulan mahasiswa ini sepakat untuk menggelar yasinan dan kajian rutin setiap malam jum’at bergilir di setiap asrama. Ide terus bergulir hingga akhirnya komunitas NU kembali bisa merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan menggelar pengajian mingguan ke rumah-rumah.

Atas inisiasi bersama, akhirnya mahasiswa berlatarbelakang NU yang berjumlah 25 orang setelah berkonsultasi dengan senior yang ada dan masyarakat yang telah lama tinggal di Pakistan, semuanya sepakat untuk melanjutkan roda organisasi PCI-NU Pakistan yang sempat mengalami masa surut.

Ustadz Felix Siaw

Untuk memaksimalkan kerja usaha membangun komunikasi, rencana dan strategi maka PCI NU Pakistan penting  untuk dilanjutkan. Lembar episode baru kini mulai ditoreh kembali setelah para warga Nahdliyin di Pakistan yang terdiri dari segala elemen WNI, mereka kembali menggelar Konfercab NU pada bulan februari 2014 yang saat itu berhasil membentuk formatur dewan Suriah dan pengurus Tanfiziyah yang baru untuk masa Bhakti 2014-2015.

Berawal dari pengajian dan tahlilan rutin setiap malam Jum’at di hostel kampus IIUI sejak pertengahan tahun 2013 lalu, dipupuk rasa kebersamaan antar mahasiswa, hingga saat ini PCI-NU Pakistan dan warganya kembali merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan dengan bergilir menggelar yasinan, tahlil dan dilanjutkan dengan kajian kegamaan dari rumah ke rumah. Hal ini dibentuk demi menghidupkan dua aspek penting yaitu menyambung silaturahim dan atmosphere keagamaan.

Beberapa waktu lalu, pada tanggal 2 Maret 2014 Lakpesdam yang dikomandoi oleh saudara Hasanuddin Tosimpak, S.Pd.I menggelar acara nonton bareng alias nobar film Sang KIai mengundang segenap mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Islamabad. Nobar ini dimaksudkan untuk merefleksikan kembali perjalanan kalangan santri dan ulama yang mewarnai proses menuju kemerdekaan Indonesia. Hadir dalam acara tersebut, ketua PIP-PKS Pakistan, saudara Irfan Abdul Aziz, ketua Pengurus Muhammadiyah cabang Pakistan saudara Hatta Fahamsyah, dan perwakilan PERSIS cabang Pakistan saudara Emha Hasan Saifullah. Bedah film dipresentasikan oleh rais Syuriah NU Pakistan saudara Ahmad Badruddin, Lc.

Tak kalah pentingnya, badan otonom Fatayat NU yang merupakan wadah untuk mengoptimalkan gerakan muslimat pada khususnya, juga menggelar kegiatan yang berkaliber unggul. Hingga saat ini program yang rutin mereka gelar adalah kajian mingguan dan satu program yang melibatkan masyarakat Indonesia di Pakistan bernamakan DKI (Daily Khotmil-Qur’an Islamabad), yakni merupakan program mengaji harian untuk membiasakan setiap orang bisa mengkhatamkan satu juz dalam sehari, targetnya agar setiap individu tak lepas kesehariannya dari Qur’an sebagai pedoman dan kemudian mentadaburinya. Program DKI ini dikoordinir oleh saudari Fina Fandini, S.Pd.I dan saudari Ummi Salamah S.Pd.I

Dalam bidang pengembangan  sumber daya masyarakat yang dipegang oleh Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Masyarakat) PCI-NU Pakistan akan berkonsentrasi menggelar kajian-kajian bertemakan Islam dan nusantara, menggelar bahtsul masail terhadap fenomena-fenomena kontemporer. Selain itu, Lakpesdam juga berkonsentrasi memfasilitasi  paham ke NU-an untuk warganya dalam program orientasi NU yang akan digelar dalam waktu dekat ini. Pada tanggal 2 Maret 2014 lalu, Lakpesdam juga telah menggelar pelatihan penggunaan almaktabah as-syamilah dan metodologi penelitian berbasis teknologi digital yang digelar untuk umum dan pada mahasiswa khususnya.

Demikianlah progress seputar PCINU Pakistan pasca konfercab pada Februari kemarin, lembaran baru telah dimulai harapannya ke depan kita mampu bersinergi bersama seluruh masyarakat Indonesia dan seluruh instansi Indonesia di Pakistan dalam menerapkan program bersama demi membangun solidaritas dan menumbuhkan kecintaan pada tanah air dan agama.

 

Firman Arifandi, Ketua PCINU Pakistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Internasional Ustadz Felix Siaw

Jumat, 15 Agustus 2014

Kiai Said: Beri Kesempatan Densus Tunjukkan Siyono Teroris

Jakarta, Ustadz Felix Siaw



Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta masyarakat bersabar agar densus bisa membuktikan bahwa Siyono memang benar-benar teroris.?

Kiai Said: Beri Kesempatan Densus Tunjukkan Siyono Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Beri Kesempatan Densus Tunjukkan Siyono Teroris (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Beri Kesempatan Densus Tunjukkan Siyono Teroris

“Terorisme adalah musuh negara, siapapun orangnya. Densus 88 perangkat negara. NU, Muhammadaiyah merupakan kekuatas sipil yang di luar wilayah negara. Oleh karena itu, dalam kasus Siyono, berikan kesempatan kepada Densus. Buktikan itu teroris. Kalau itu terbukti, maka NU berada di belakang negara,” katanya di gedung PBNU, Kamis.?

Kiai Said mengakui, idealnya siapapun yang melanggar hukum, ditangkap hidup-hidup dan kemudian diadili. Maka yang memutuskan kemudian adalah pengadilan.?

“Tapi kadang sering terjadi dalam keadaan darurat, Densus sendiri juga manusia biasa, maka terjadi seperti ini,” paparnya.?

Ustadz Felix Siaw

Karo Penmas Polri Brigjen Agus Rianto membenarkan Siyono ditangkap Tim Densus 88 Antiteror Polri pada Selasa (8/3) yang merupakan pengembangan dari tersangka T alias W.

Ketika diminta menunjukkan senjata api yang sudah diserahkan kepada orang lain, ternyata Siyono tidak dapat menunjukkan rumah dan orang yang dimaksud.?

Akhirnya, setelah pencarian gagal, mereka balik lagi dan di dalam mobil, terjadi perkelahian. Siyono akhirnya dapat dikendalikan disertai dengan kelelahan dan lemas.?

"Ternyata nyawa tersangka tidak dapat ditolong dan meninggal dunia di rumah sakit. Selanjutnya jenazah dibawa ke Rs Polri Kramatjati, Jakarta," ucap Agus seperti dikutip dari detik.com. (Mukafi Niam)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah, Ubudiyah, Sholawat Ustadz Felix Siaw

Senin, 11 Agustus 2014

Hentikan Politisasi Agama untuk Kepentingan Pilkada!

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, menyerukan agar isu sentimen agama tidak digembor-gemborkan untuk kepentingan politik sesaat, khususnya Pilkada yang bakal digelar serentak tahun ini.

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna mengatakan, kontestan pilkada, organisasi kemasyarakatan agama, dan lembaga terkait harus mampu memosisikan diri dengan mengedepankan kebajikan, kemaslahatan, kejujuran, dan keadilan untuk menjadi dasar dan tujuan dalam bersikap, bertindak, dan mengambil kebijakan.

Hentikan Politisasi Agama untuk Kepentingan Pilkada! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentikan Politisasi Agama untuk Kepentingan Pilkada! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentikan Politisasi Agama untuk Kepentingan Pilkada!

Menurutnya, politisasi agama adalah bentuk langkah manipulatif yang menggunakan instrumen propaganda agama atau kepercayaan untuk mempengaruhi konstituen. Arjuna mengatakan, hajatan Pilkada serentak adalah contoh faktual, di mana posisi dan peran agama mulai digeser sekaligus dimanfaatkan untuk kepentingan politik sesaat. GP Ansor mengecam keras penggunaan isu agama untuk kepentingan semacam ini.

Ustadz Felix Siaw

“Jika politik diperjuangkan untuk kepentingan agama, barangkali tidak akan menjadi masalah. Namun, jika agama dieksploitasi untuk kepentingan politik seperti penggunaan simbol-simbol agama dan ajaran agama hanya demi tujuan mencapai kemenangan politik, di sinilah mulai terjadi pelecehan agama,” ujar Arjuna dalam siaran pers, Rabu (4/11).

Ustadz Felix Siaw

Pelecehan tersebut, sambungnya, tidak bisa dihindari apabila sudah bersinggungan dengan nafsu keserakahan akan kekuasaan politik. Namun ia optimis, masyarakat bisa menyeleksi dan tak mudah terpancing dengan isu sentimen agama. “Kita yakin masyarakat sudah pintar, tidak akan terprovokasi oleh isu-isu yang membawa-bawa keagamaan dalam politik sesaat,” katanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Kamis, 26 Juni 2014

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Ali Maschan Moesa mengatakan, saat ini, gerakan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin menguat. Karena itu, pihaknya akan mengumpulkan para Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Ranting (PR) NU se-Jatim.

“Dalam hal ini, NU jelas akan mempertahankan NKRI, karena bagi NU, NKRI merupakan bentuk final. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegas Ali, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Surabaya, itu kepada Ustadz Felix Siaw di Surabaya, Kamis (31/5) kemarin.

Selain itu, menurut Ali, agenda besar yang juga akan dibicarakan pada acara tersebut ialah tentang penguatan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU. Sebab, seperti diketahui, saat ini wacana Aswaja sudah banyak diperebutkan kelompok Islam lainnya, “Meski perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran Salafus Shalih, mereka juga tidak segan mengaku sebagai Aswaja,” tandasnya.

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Dosen Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan, pertemuan itu juga untuk membangun kembali NU, baik dari sisi jamaah maupun jamiyah (organisasi). Kedua unsur itu merupakan kesatuan yang sangat penting dalam tubuh NU. “Seperti sayap kanan dan kiri pesawat, keduanya penting, saling mendukung, dan menjadi penyeimbang lajunya pesawat,” tuturnya.

Dalam hal penguatan keorganisasian, pihaknya berupaya menertibkan administrasi. Seluruh PC dan PR yang tidak aktif, nantinya diminta untuk segera melakukan reformasi kepengurusan sekaligus ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) PC. Begitu juga bagi PR yang aktif namun belum memiliki SK, diminta juga melakukan hal yang sama.

Ustadz Felix Siaw

“Dan setiap Pengurus Ranting nantinya diminta untuk mendaftar seluruh anggotanya dengan tertib, lengkap dengan nomor induknya,” ujar Ali.

Pertemuan besar yang bakal digelar sepanjang bulan Juni dan Juli itu akan melibatkan 9.552 PR, 676 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 44 PC se-Jatim. Masing-masing PR diminta mengirimkan dua orang, terdiri dari ketua dan rais syuriah.

Ustadz Felix Siaw

Pertemuan dilakukan dengan model pengelompokan. Dibagi menjadi sembilan kali pertemuan. Masing-masing bagian terdiri dari 4 hingga 6 PC terdekat. Pertemuan pertama dilakukan di Pendopo Kabupaten Probolinggo pada 2 Juni. Pertemuan di kota mangga itu diperuntukkan bagi PCNU Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang dan Bangil.

Sedangkan, pertemuan kedua bertempat di Ponpes Al-Hikam, Malang, pada 3 Juni. Pertemuan itu diikuti PCNU Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Pasuruan dan Kota Batu. Terakhir, dijadwalkan pada 29 Juli di Ponpes Darul Falah Bondowoso untuk PCNU Bondowoso, Jember, Kencong, Banyuwangi dan Situbondo. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Internasional, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 07 Juni 2014

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP

Sidoarjo,Ustadz Felix Siaw. Rumah Qori Baitul Quran menggelar Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) antar-rumah Qori daerah Tanggulangin, Candi, Buduran dan Sidoarjo. Acara tersebut digelar di musholla Baitul Quran Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (10/1).

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP (Sumber Gambar : Nu Online)
Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP (Sumber Gambar : Nu Online)

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP

Ketua panitia MTQ Khilmi Nasrullah mengatakan, masing-masing Rumah Qori mengirimkan sebanyak 5 sampai 7, dan 10 peserta. Jumlah peserta sekitar 27 orang tersbut mulai tingkat TK hingga SMP. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya tingkat anak-anak mulai dari kelas IV ke bawah. Sedangkan tingkat remaja kelas V hingga kelas IX.

MTQ itu, kata dia, sudah berjalan setiap tahun. Menurutnya, kalau anak-anak tidak pernah diikutkan MTQ, maka mereka tidak mempunyai giroh (semangat). Jadi, dengan diadakannya MTQ itu sendiri untuk memacu semangat belajarnya dan mengetahui sampai dimana kualitas anak-anak di dalam proses atau selama belajar Qori.

Ustadz Felix Siaw

"Tujuan yang pertama untuk melatih mereka supaya tidak minder, Mas. Kedua sebagai evaluasi selama proses pembelajaran qori. Pada saat MTQ dimulai ada yang menangis, ada juga yang tidak mau tampil, dan kemudian dirayu hingga akhirnya mau tampil. Selain itu untuk menyiapkan kader-kader Qori sejak dini," kata pria yang juga sebagai Sekretaris II PC JQHNU Sidoarjo itu.

Ustadz Felix Siaw

Pada ajang MTQ, panitia sengaja menjaring juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2 dan 3. Bagi para juara akan mendapatkan piagam serta tropi dari panitia.

Setelah diadakannya MTQ, lanjut Khilmi, pihaknya akan menampilkan para juara pada acara Lailatul Qiroah yang diadakan JQHNU Sidoarjo, di musholla Baitul Quran Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo, 16 Januari mendatang dengan peserta lebih banyak lagi.

Khilmi mengaku bahwa peranan JQHNU Sidoarjo selama ini sangat luar biasa. Mereka selain sebagai pembina, JQHNU Sidoarjo sangat berperan aktif di dalam menelorkan bibit-bibit qori-qoriah yang baru dan unggul. JQHNU Sidoarjo juga akan mengorbitkan para juara pada ajang MTQ baik di tingkat Kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

"Dari dulu JQHNU Sidoarjo mengorbitkan lewat lailatul qiroah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu sebagai upaya pembinaan dan melatih anak-anak agar kendel (berani) tampil di panggung, serta tidak ragu lagi," tambah Khilmi.

Ketua JQHNU Sidoarjo H Imam Mukozali memberikan apresiasi luar biasa kepada Rumah Qori Baitul Quran yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Pihaknya juga mengucapkan terima kash kepada masing-masing Rumah Qori yang telah mengajarkan ilmunya selama ini.

"Rumah-rumah Qori di Sidoarjo itu teman-teman JQH. Mereka sudah berbuat dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dan kita memberikan support. Bagi para juara akan ditampilkan, walaupun bentuk dan modalnya apa tapi perlu ditampilkan. Saya yakin manfaatnya tinggi, dari yang belum berani, akhirnya menjadi berani," tutur Imam.

Imam ingin Rumah Qori dan Rumah Tahfidz lainnya juga mengadakan hal yang sama. Karena, menurut Imam bahwa Sidoarjo dicap sebagai gudangnya Qori. Bahkan sudah diakui dan pernah tiga kali mendapatkan juara umum MTQ.

"Syukur-syukur bisa muncul bibit qori yang unggul untuk regenerasi. Memang apa yang kami lakukan ini kecil, namun dampaknya menjadi besar. Bagi para juara harus ditingkatkan. Kalau belum juara lebih semangat belajarnya lagi," pungkas Imam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba Ustadz Felix Siaw

Jumat, 30 Mei 2014

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne

Kunjungan Safari Ramadan Wakil Rois ‘Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Tolchah Hasan ke Australia berikutnya adalah kota Melbourne. Kira-kira satu jam perjalanan dengan menggunakan pesawat dari Canberra.

Kunjungan mantan Menteri Agama di era pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu ke kota tempat digelarnya balap mobil Formula 1 dan Tenis Australia Open itu disponsori Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Australia-New Zealand ANZ, berkerja sama dengan KJRI Melbourne, IMCV dan seluruh kelompok pengajian di Melbourne seperti MIIS Monash Uni, Pengajian HANIF Brunswick, Pengajian Al-Ikhlash, Pengajian Laverton, YIMSA, dan Pengajian KITA.

Agenda pertama Kiai Tolchah—demikian panggilan akrabnya—di ibukota negara bagian Victoria ini adalah ceramah agama dalam sebuah forum shalat tarawih. Acara dilanjutkan dengan fund raising (penggalangan dana) untuk pembangunan Indonesian Islamic Center (IIC) Victoria.

Dalam kesempatan yang dihadiri sekitar 250-an jama’ah itu, panitia berhasil menghimpun dana sebesar A$1800 dan U$100. Pada saat itu juga Kiai Tolchah dititipi proposal panitia pembangunan untuk disampaikan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Agama.

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)
Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne (Sumber Gambar : Nu Online)

Ceramah Pada Pengumpulan Dana Pembangunan IIC di Melbourne

“Mudah-mudahan siapapun yang menyambung kepengurusan NU di Melbourne ini bisa memonitor proses proposal ini,” Kata Su’aidi Asy’ari, salah seorang Ketua PCINU ANZ perwakilan Victoria.

Keterlibatan PCINU ANZ Victoria secara intensif dalam proses pembangunan IIC bukannya tanpa alasan. Sebab, dengan berdirinya IIC di Victoria, diharapkan dapat menjadi representasi wajah Islam alternatif, selain wajah Islam Timur Tengah.

Ustadz Felix Siaw

“Di lembaga ini NU bisa memberi warna Islam yang moderat ala Islam Indonesia,” ujar Su’aidi yang juga mahasiswa S3 University of Melbourne ini.

Pagi harinya acara Kiai Tolchah di Melbourne dilanjutkan dengan kuliah subuh dan diskusi seputar Islam, toleransi dan perbedaan paham aliran keagamaan di Masjid Westol, Clyton dekat Monash University. Dalam ceramahnya, Kiai Tolchah menyinggung luasnya konsep sedekah dalam Islam. Menurutnya, sedekah tidak hanya bersifat kebendaan. Sedekah antara lain bisa berarti mendamaikan dua pihak yang bertikai, juga bisa berarti mendekatkan hubungan antara dua golongan.

Ustadz Felix Siaw

Mantan Rektor Universitas Islam Malang itu juga menyayangkan hilangnya dimensi etis dan humanis dalam keberagamaan umat Islam Indonesia akibat semangat yang berlebihan dari beberapa kelompok umat Islam. Mereka tidak tahu bahwa sikap yang demikian justru melanggar ajaran Islam itu sendiri. Contohnya sungguh ironis, mereka bermaksud menegakkan ajaran Islam, namun mereka lakukan dengan menggunakan cara kekerasan. 

“Oleh karena itu, di tengah situasi yang demikian, saat ini perlu adanya komunitas Islam yang ramah, damai dan bisa hidup dengan siapa saja tanpa kehilangan jati diri sebagai muslim, tandas Kiai Tolchah.

Dalam forum diskusi, salah seorang peserta bertanya mengenai respon umat Islam setelah jatuhnya mantan Presiden Irak Saddam Husein yang tidak berdampak pada perbaikan ekonomi rakyat Irak sendiri.

“Saya tiga kali ke Irak, sebelum dan sesudah Perang Teluk. Dalam sebuah Konferensi negara-negara Islam, saya berdialog dengan seorang akademisi Irak—yang sebenarnya tidak sepaham dengan Saddam—tetapi  mereka berkata, setidaknya Saddam tidak pernah menjual Islam dan Arab, tidak seperti Raja Fahd,” jawab Kiai Tolchah diplomatis.

Irak adalah negara yang sangat kaya minyak dan memiliki rasa nasionalisme yang sangat tinggi, maka Amerika Serikat bependapat, negara tersebut harus segara dihancurkan sebelum jadi ancaman nyata baginya. Invasi Amerika bukan hanya menginjak-injak harga diri sebagai bangsa, tetapi juga telah menginjak-injak harga diri sebagai manusia, Oleh karena itu tidak heran invansi tersebut menimbulkan banyak sikap radikal untuk menentangnya. (Arif Zamhari/Bersambung)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Aswaja Ustadz Felix Siaw

Selasa, 06 Mei 2014

UKM Pagar Nusa UNU Surakarta Gelar Latihan Rutin

Solo, Ustadz Felix Siaw. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta rutin menggelar latihan rutin di halaman kampus Jl. Dr Wahidin 5/VI, Penumping, Lawean, Surakarta, Jawa Tengah, Ahad, (11/1) lalu. Sekitar 20 mahasiswa dari daerah Solo Raya mengikuti latihan rutin ini.

UKM Pagar Nusa UNU Surakarta Gelar Latihan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)
UKM Pagar Nusa UNU Surakarta Gelar Latihan Rutin (Sumber Gambar : Nu Online)

UKM Pagar Nusa UNU Surakarta Gelar Latihan Rutin

Menurut Arifin, salah satu penanggung jawab UKM Pagar Nusa UNU Surakarta, latihan tersebut merupakan kegiatan rutin. ”Sejak terbentuknya UKM Pagar Nusa di Kampus UNU Surakarta ini, kami sudah enam kali menggelar latihan rutin, setiap Ahad pukul 15.30 WIB,” ujar Arifin saat dikonfirmasi Ustadz Felix Siaw, Selasa, (13/1).

UKM Pagar Nusa UNU Surakarta merupakan UKM Pertama yang telah disetujui pendiriannya oleh Rektor UNU Surakarta, menyusul berikutnya UKM Hadrah, Futsal, dan Mapala yang juga akan mendapat persetujuan dari rektor.

Ustadz Felix Siaw

Arifin menambahkan, UKM Pagar Nusa UNU Surakarta dibuka untuk umum tanpa batasan usia, kampus, dan sekolah lain. “Yang sudah ikut latihan bareng di sini antara lain, dari kampus ISI Surakarta, UMS, SMK 1 Murni, dan SMAN 1 Cawas Klaten,” terang Arifin yang juga santri di Pesantren Al-Qur’aniy Mangkuyudan itu.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap dengan terbentuknya UKM Pagar Nusa UNU Surakarta ini, proses pelebaran sayap yang dilakukan oleh Pagar Nusa di Solo Raya menjadi semakin cepat terlaksana.

“Jika ada yang berminat untuk bergabung dengan UKM Pagar Nusa UNU Surakarta, silakan langsung datang ke kampus pada saat latihan,” pungkas dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Rabu, 16 April 2014

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

Tegal, Ustadz Felix Siaw. Bupati Tegal, Enthus Susmono mengemukakan, Hari Santri Nasional sebagaimana telah ditetapkan oleh Pemerintah melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap peran perjuangan para kiai dan santri dalam memerdekakan republik ini. 

Ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional ini bertepatan dengan dikeluarkannya fatwa jihad oleh KH. Hasyim Asyari di tahun 1945 yang mampu membangkitkan semangat ruhul jihad, semangat cinta tanah air arek-arek Suroboyo utamanya kalangan pesantren kala itu yang berujung pada pecahnya pertempuran heroik di

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Enthus Tegaskan Hari Santri adalah Momen Perjuangan Rakyat Indonesia

“Surabaya 10 November 1945 melawan tentara sekutu yang kemudian kita kenang sebagai Hari Pahlawan Nasional," ujar Enthus dalam sambutannya pada Apel Akbar Peringatan Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Tegal dilapangan Pemkab Tegal, Ahad (22/10).

Menurut Bupati yang jago jadi dalang itu, meskipun peristiwa bersejarah tersebut dicetuskan oleh Rais Akbar dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), akan tetapi semangat berjihad dan berjuang yang dikobarkannya mampu menembus sanubari seluruh elemen bangsa Indonesia. 

"Hal ini penting saya sampaikan di sini agar peringatan Hari Santri tidak memunculkan dikotomi di kalangan umat beragama dan mengusik kehidupan pluralisme Bangsa Indonesia yang berasaskan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya

Ustadz Felix Siaw

Dikatakannya, peringatan Hari Santri Nasional ini bukan saja perwujudan rasa syukur, penghormatan dan penghargaan kita kepada santri dan ulama yang telah ikut serta berjuang mengusir penjajah, akan tetapi juga momentum penting bagi kita Bangsa Indonesia untuk memupuk dan menumbuhkembangkan semangat rasa cinta tanah air. 

“Rasa cinta tanah air ini tidak boleh luntur, maka harus dijaga, dipelihara dan digelorakan semangatnya di berbagai kesempatan,” tegasnya.

"Bagaimana Kiai Wahab atas bimbingan Kiai Hasyim Asyari mencetuskan adagium hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air bagian dari iman dan menggubah lagu bertajuk Syubanul Wathan ini merupakan upaya dan pesan dari para pendahulu kita untuk merawat nasionalisme," sambung Enthus.

Untuk itu, Mantan Kasatkorcab Banser itu memandang bahwa Hari Santri Nasional ini adalah momentum yang tepat untuk menggugah dan membangkitkan kesadaran kita sebagai sebuah bangsa yang besar. Bangsa yang disatukan oleh kesatuan ideologi anak bangsa yang terdiri dari beragam suku, budaya, agama, ras dan golongan.

Ustadz Felix Siaw

Untuk itulah, melalui kesempatan Hari Santri ini, semangat "NKRI Harga Mati" harus terus kita gelorakan. Sudah tidak ada lagi waktu bagi kita memperdebatkan hal-hal yang bersifat wacana atau adanya hanya di awang-awang saja. 

Yang bangsa ini butuhkan adalah generasi santri hebat yang mau turun tangan, bukan urun angan. Saatnya kita bekerja nyata dengan terus mencari persamaan, bukan mempertajam perbedaan, saling memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, bukan saling melemahkan.

"Semoga dengan peringatan Hari Santri Nasional ini Bangsa Indonesia menjadi semakin damai, berdaulat secara politik, berdikari di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan demi terwujudnya Bangsa Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, anggota Forkompimda Tegal, Sekda Tegal, jajaran Syuriyah dan Tanfidziah PCNU, Badan Otonom NU, para kepala OPD Pemkab Tegal dan ribuan santri se Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib, News Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 22 Maret 2014

Surat Santri untuk Presiden Baru

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Dibekali teori dan wawasan seputar penulisan kreatif, 22 santri hasil seleksi dari pesantren-pesantren di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Banten, diminta praktik menulis surat untuk presiden baru.

Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Surat Santri untuk Presiden Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Surat Santri untuk Presiden Baru

“Mereka menulis harapan dan pandangan mereka sebagai santri kepada presiden baru. Gaya dan panjang-pendeknya halaman kita serahkan ke mereka. Karya mereka itu didiskusikan bersama dan disempurnakan,” terang Alamsyah M. Dja’far, Program Officer the Wahid Institute, Sabtu siang (13/7) di Jakarta.

Ditambahkan Ahmad Nurcholis, fasilitator kegiatan dua hari ini, tulisan mereka itu juga akan dipublikasi di website resmi WI www.wahidinstitute.org dan dibukukan. Hasilnya akan disampaikan kepada presiden baru yang akan dilantik Oktober mendatang.

Ustadz Felix Siaw

“Di Negara kita ini, Indonesia masih banyak permasalah yang mencekik rakyat secara perlahan. Mulai dari produktivitas ekonomi yang anjlok. Angka kemiskinan semakin hari semakin parah,” tulis Mohammad Fahminuddin santri asal As-Sa’adah Banten.

Syifa fauziah, santri kelas tiga Pesantren Al-Falak Bogor menyorot soal pentingnya pengembangan sumber daya manusia. “Saya berharap bapak menjadi pemimpin yang mampu mengembangkan SDM. Saya tidak ingin Bapak menjadi seorang penguasa. Kata KH Abdurrahman Wahid, pemimpin dan penguasa adalah dua hal berbeda,” katanya dalam surat.

Ustadz Felix Siaw

Soal menjaga keragaman juga mendapat sorotan. “Saya sadar menjadi Presiden di Republik ini bukanlah hal yang mudah dengan keberagaman agama, suku, adat, bahasa, dan budaya. Tapi saya meyakini bahwa semua perbedaan itu bukanlah penbghambat. Malah itu menjadi suatu suatu penguatan persatuan, dalam agama yang saya anut, perbedaan adalah rahmat,” kata Syifa Husnul Ummah dari Pesantren Qathratul Falah.        

Praktik menulis ini merupakan satu rangkaian dalam Pelatihan Penulisan Kreatif

santri se-jabodetabek bertajuk “Pesantren untuk Peradaban Dunia”. Pelatihan digelar The Wahid Institute bekerjasam dengan Kedutaan Kanada, pada Sabtu – Minggu (12-13/07) di Jakarta.

Kegiatan ini melibatkan perwakilan santri dari Pesantren Ashidiqiyah Jakarta Barat, Pesantren Tapak Sunan Jakarta Timur, Pesantren Motivasi Nurul Mukhlisin Bekasi, Pesantren Al-Falak Pagentongan Bogor, Al-Inayah Bogor, Miftahul Huda Tangerang, Qatrathul Falah Banten, As-Saa’dah Banten, dan Malnu Menes Banten.

Sepanjang dua hari mereka berdiskusi dan mendapat motivasi dari sejumlah ahli seputar pesantren dan dunia penulisan: Direktur WI Yenny Zannuba Wahid, Sekretaris Kedua Bidang Politik dan Hubungan Masyarakat kedutaan Kanada Huy Nguyen, sastrawan AS Laksana dan Acep Zamzam Noor, dewan redaksi majalah sastra Surah dan redaktur Ustadz Felix Siaw, dan pendiri Menara Hati International M. Najmi AF.

Dalam sambutan dan motivasinya, Yenny Wahid menegaskan pentingnya kontribusi santri mengembangkan sikap kerterbukaan dan mempromosikan wajah Islam yang damai.

“Untuk menjadi orang hebat seperti Gus Dur misalnya, hanya bisa dilakukan dengan pikiran dan sikap yang terbuka terhadap setiap gagasan dan informasi dari manapun. Jangan mudah menutup diri. Gus Dur banyak membaca buku dari Timur dan Barat. Setelah itu baru mencerna dan mengnalisis informasi dan gagasan tersebut. Dengan sikap ini, kita sangat bisa berkontribusi bagi dunia. Di samping itu modal utama menjadi santri yang hebat di bidang penulisan adalah semangat dan pantang menyerah,” tandasnya.

Semangat itu, kata Yenny, yang membuat dirinya lolos seleksi dan menjadi wartawan The Sydney Morning Herald and The Age. Sebagai wartawan harian ini ia banyak meliput wilayah konflik di Indonesia. Ia juga berhasil mewawancari Xanana Gusmao, kini Perdana Menteri Timor Leste, saat menjadi tahanan pemerintah Indonesia di era tahun 90-an. Hasil liputannya pernah diganjar penghargaan. “Modalnya semangat dan pantang menyerah,” ungkapnya lagi.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia, pesantren banyak melahirkan tokoh di bidang penulisan yang levelnya mendunia. Selain KH. Abdurrahman Wahid, ada Mahbub Djunaidi, putera Betawi yang kesohor sebagai penulis esai yang andal, lincah, dan jenaka. Di dunia sastra, ada sejumlah tokoh seperti KH. Mustofa Bisri asal Rembang, KH Dzawawi Imron dari Madura, Acep Zamzam Noor dari Cipasung.

“Pesantren telah memainkan peran penting bagi dunia dalam mengembangkan Islam rahmatan lil alamin,” kata Nguyen dalam sambutannya. [Red: Abdullah Alawi]

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw PonPes Ustadz Felix Siaw

Selasa, 11 Maret 2014

Bupati Bondowoso: Saat Ini Seharusnya PMII Lebih Mudah Lahirkan Tokoh

Bondowoso, Ustadz Felix Siaw?



Pengurus Cabang Ikatan Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupten Bondowoso memperingati hari lahir ke-57 PMII yang dikemas dengan acara bertajuk malam tasyakuran. Kegiatan berlangsung di aula Pendopo Bupati pada Senin (17/4) malam itu diikuti kader dan alumni.

Bupati Kabupaten Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, PMII pada eranya bergerak dengan segala keterbatasan, tapi bisa menghasilkan pejuang-pejuang, tokoh-tokoh nasional dengan sikap kenegarawanannya.

Bupati Bondowoso: Saat Ini Seharusnya PMII Lebih Mudah Lahirkan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso: Saat Ini Seharusnya PMII Lebih Mudah Lahirkan Tokoh (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso: Saat Ini Seharusnya PMII Lebih Mudah Lahirkan Tokoh

Menurut Ketua IKA PMII Jawa Timur itu, PMII zaman sekarang, pada era gajet, dengan segala macam teknologi informasi dan komunikasi di tangan-tangan para kader, seharusnya lebih mudah menghasilkan tokoh-tokoh yang lebih besar lagi.

Ia juga mengajak seluruh kader PMII dan alumni untuk terus menambah semangat dalam pergerakan dalam mengawal bangsa Indonesia dengan berperan di segala bidang.

"Alumni PMII bisa jadi bupati, bisa jadi menteri, bisa menjadi hakim-hakim, termasuk hakim konstitusi, juga profesi yang lain, bisa juga tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh ulama, tokoh perempuan dan lain sebagainya," katanya.?

Ustadz Felix Siaw

Kegiatan ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua IKA PMII Bondowoso Asnawi Sabil yang diserahkan kepada Bupati Bondowoso, Ketua PCNU, Kapolres, Dandim, Kajari dan Sekda Bondowoso, Ketua PC PMII Bondowoso dan Ketua Kopri Bondowoso.

Malam tasyakuran bertema Revitalisasi Nilai-nilai Pergerakan dalam Pemberdayaan Umat tersebut juga dihadiri Sekda Bondowoso Hidayat, Kapolres Bondowoso AKBP Afrisal SIK,Dandim 0822 Bondowoso Letkol Arh Sudrajay serta Kajari. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw IMNU Ustadz Felix Siaw

Jumat, 07 Maret 2014

Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Rais Majelis Ilmi Jam’iyyatul Qurra wal-Huffaz Nahdlatul Ulama (JQHNU) KH Akhsin Sakho Muhammad memaparkan tiga aspek Al-Quran, yaitu sebagai bacaan, tulisan, dan makna. Ia memaparkan itu pada peluncuran mushaf Al-Quran An-Nahdlah di gedung PBNU, Jakarta, Jumat (21/6).

Menurut Kiai Ahsin, bahwa Al-Quran itu terdiri dari bacaan. Bacaan tersebut harus dibaca sesuai dengan apa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada para Sahabat, “Harus sesuai ikhfanya, idghamnya, gunnahnya, madnya,” katanya.

Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Majelis Ilmi Paparkan Tiga Aspek Al-Quran

Yang kedua, kata dia, Al-Quran menyangkut aspek tulisan. Tulisan Al-Quran harus ditulis dengan huruf Arab sebagaiamana yang telah dilakukan sahabat, tabiin, atbaith tabi’in.

Ustadz Felix Siaw

Kemudian Al-Quran juga ada yang berkaitan dengan makna, dan inilah yang telah dilakukan para mufasirin (para penafsir Al-Quran).

Mushaf Al-Quran bernama An-Nahdlah d tersebut diterbitkan PBNU melalui PT Hati Emas yang menggandeng Asia Pulp & Paper (APP).

Ustadz Felix Siaw

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Khutbah, PonPes Ustadz Felix Siaw

Senin, 24 Februari 2014

LP Maarif NU Bondowoso Gelar Perkemahan Pramuka Penggalang

Bondowoso, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan (LP) Maarif Nahdlatul Ulama Kabupaten Bondowoso menggelar perkemahan pertama tingkat penggalang SMP/MTs NU Se- Kabupaten Bondowoso pada tanggal 25 sampai 27 Desember 2015.

Kegiatan bertema "Berkarya dengan nyata, beraksi dengan kreasi" tersebut dilaksanakan di bumi perkemahan MWCNU Cermee di Jl. Cermee Kecematan Cerme Kabupaten Bondowoso Jawa Timur.

LP Maarif NU Bondowoso Gelar Perkemahan Pramuka Penggalang (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Maarif NU Bondowoso Gelar Perkemahan Pramuka Penggalang (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Maarif NU Bondowoso Gelar Perkemahan Pramuka Penggalang

Pembukaan perkemahan Jumat (25/12) sore dihadiri Pengurus Wilayah (PW) Maarif NU Jawa Timur, Ketua DPRD Bondowoso, Bupati Bondowoso, Ketua? Tanfidziah dan Rais Syuriah PC NU Bondowoso, Ketua PC LP Maarif NU Bondowoso, Kwartir Ranting, Kwartir Cabang Bondowoso.

Ustadz Felix Siaw

Bupati Bondowoso H. Amin Said Husni selaku pembina upacara mengatakan sangat mengapreasiasi kegiatan ini, karena dilaksanakan di tengah-tengah terjadinya perlaku penyimpangan dan dekadensi moral para remaja.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap dengan perkemahaan ini akan bisa mengurangi, mengkikis atau bahkan menghilangkan prilaku dekadensi moral tersebut. Sehingga yang ada adalah generasi yang unggul dalam berprestasi, handal, bermoral dan mempunyai daya saing yang tinggi.

Amin menyampaikan pula perkemahan ini bersamaan dengan mementum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia juga berpesan kepada penggalang pramuka untuk mengikuti kegiatan perkemahan ini dengan baik, benar, penuh semangat dan tegakkan kejujuran. Kepada panitia, ia meminta supaya kegiatan tersebut berlangsung penuh kekeluargaan, kebersaman, serta semangat persatuan dan kesatuan.

Satuan Kominitas Pramuka (Sakoma) yang juga Pengurus Wilayah Maarif Jawa Timur Abdul Haris mengatakan, komonitas Pramuka di bawah Lembaga Pendidikan Maarif NU ini adalah generasi yang akan memimpin negeri ini.

Acara pembukaan perkemahan Maarif NU tersebut diresmikan dengan ditandai pemukulan beduk dan pelepasan balon bupati didampingi Abdul Haris, Ketua DPRD Bondowoso H. Ahmad Dhafir, Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam dan Ketua PC LP Maarif NU Bondowoso H. Moh. Syaiful Bahar. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Cerita, Tokoh, Quote Ustadz Felix Siaw

Kamis, 20 Februari 2014

Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Nahdlatul Ulama melalui Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) memberangkatkan anggotanya dalam misi kemanusiaan di Myanmar.?

Anggota tersebut atas nama Beny S. Jakfar dari Tim Tanggap Darurat LPBI NU yang akan bertugas sebagai tim advance yang merupakan bagian dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia di Myanmar dalam naungan Indonesian Aid, Jumat (13/1) lalu.

Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Misi Kemanusiaan, LPBINU Kirim Relawan ke Myanmar

Yayah Ruchyati, Sekretaris PP LPBINU menjelaskan bahwa Indonesian AID adalah program bantuan kemanusiaan dari masyarakat Indonesia menggunakan dana yang telah dihimpun dari berbagai lembaga filantropis dan lembaga kemanusiaan. ? ?

“Program ini merupakan program yang pertama kali dilakukan bersama antar lembaga ZIS, lembaga kemanusiaan, dan pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri,” ungkapnya.

Sementara itu terkait tim advance dirinya menyampaikan bahwa tugasnya adalah untuk melakukan kajian kebutuhan para penyintas yang ada disana agar bantuan yang akan masuk dapat tersalur dengan tepat sasaran.

Ustadz Felix Siaw

Bersama dengan 4 perwakilan lembaga lainnya yakni Surya Rahman Muhammad (Humanitarian Forum Indonesia), Rama (Dompet Dhuafa), Tri Yunanto (MDMC) dan Deni Kurniawan (PKPU) Beny berada di Myanmar 13-19 Januari 2017.

M. Ali Yusuf, Ketua PP LPBINU bersama 6 orang perwakilan lembaga lainnya, Kamis (19/1) juga akan bertolak ke Myanmar guna mendampingi Menteri Luar Negeri dalam penyerahan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar.

“Jadi hari ini saya bersama enam orang perwakilan dari lembaga-lembaga lainnya akan mendampingi Menlu menyerahkan bantuan kemanusiaan Indonesia. Bantuan dari pemerintah berupa 10 kontainer logistik, dari Aliansi Kemanusiaan Indonesia obat-obatan dan pelayanan medis serta bantuan makanan dan pakaian,” papar Ali Yusuf.

Selain itu LPBINU bersama lembaga lainnya juga memberikan bantuan dengan beragam jumlahnya. “LPBINU komitmen menggalang donasi sejumlah 1,5 Milyar. Dana tersebut untuk obat dan alat kesehatan, family kits, hygiene kits, makanan anak/bayi dan makanan dewasa.” tutupnya.

Ustadz Felix Siaw

Penyerahan bantuan akan dilaksanakan pada 20 Januari 2017 di Sittwe, Rakhine State Myanmar yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI bersama rombongan dari Indonesia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah, Tegal Ustadz Felix Siaw

Rabu, 19 Februari 2014

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Bogor, Ustadz Felix Siaw. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU menggelar Pelatihan dan Lokakarya Media Kreatif bagi para kader NU dari 13 daerah rawan konflik.

Kegiatan yang berlangsung 13-16 Agustus 2017 ini dimaksudkan untuk mendukung gerakan Lakpesdam PBNU di bidang inklusi sosial di sejumlah daerah dengan penduduk minoritas yang rentan terdiskriminasi.

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Media Kreatif Inklusi Sosial

Peserta lokakarya tersebut antara lain datang dari Aceh, Cimahi, Indramayu, Kuningan, Cilacap, Sampit, Tasikmalaya, Jepara, Sampang, Jember, Bulukumba, Mataram, dan Bima.

Selama lokakarya berlangsung, para utusan cabang Lakpesdam NU itu mendapatkan materi seputar tantangan media digital, teknik fotografi publikasi, pengelolaan media sosial, dan pengembangan pusat pembelajaran berbasis komunitas.

Wakil Ketua Lakpesdam PBNU Ahmad Suaedi menjelaskan, pihaknya berkomitmen pada lebih dari sekadar gerakan karitatif.

Ustadz Felix Siaw

"Kita inginnya Lakpesdam bergerakan transformatif, memiliki agenda perubahan yang jelas baik di tingkat layanan, rekognisi sosial, dan kebijakan," katanya.

Lokakarya yang digelar selama empat hari ini berlangsung di Jambuluwuk Puncak Resort & Convention Hall Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Lakpesdam PBNU dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Doa, Daerah, Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Kang Said: Kemitraan Indonesia-AS Harus Setara

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj menyatakan bahwa kehadiran Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama di Indonesia cukup penting. Karena banyak hal akan bisa dibicarakan dalam situasi nostalgik bagi Obama. “Saya yakin, sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, tentu Obama cukup banyak mengerti Indonesia,” ujar Kang Said melalui pesan singkatnya kepada Ustadz Felix Siaw, (9/11).

Obama sendiri menulis dalam autobiografi berjudul Dreams from My Father yang ia susun saat memimpin jurnal hukum Harvard Law Review. Dalam buku itu, Obama menyukuri pengalaman hidupnya di Indonesia sebagai sebuah petualangan panjang dan karunia bagi kehidupan seorang anak kecil.

Kang Said: Kemitraan Indonesia-AS Harus Setara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kemitraan Indonesia-AS Harus Setara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kemitraan Indonesia-AS Harus Setara

“Tentu saja, ini adalah ungkapan nostalgik, namun lebih dari itu, Obama kecil banyak belajar membangun empati dan kepekaan terhadap sesama dari kenyataan hidup masyarakat Indonesia,” tambah Kang Said.

Ustadz Felix Siaw

Salah satu poin berharga dari Obama adalah kesanggupannya mengolah asal-usul identitasnya yang beranekarupa. Keanekarupaan yang dalam konteks AS kerap distigmatisasi secara derogatif dengan istilah “tragedi mulato”. Dalam darah dan genetiknya, Obama ialah pribadi yang menyandang sekian banyak ras dan atribut budaya.

Ustadz Felix Siaw

“Karenanya, menurut saya, keberhasilan Obama menjadi Presiden AS ialah bukan hanya prestasi demokrasi, namun ialah prestasi kemanusiaan. Dalam konteks Indonesia, kita memiliki segenap unsur dan khazanah lokal yang sangat kaya untuk merumuskan keindonesiaan yang menyadari kebhinekaannya. Ini bukan upaya mudah, namun tidak mustahil selama kita dengan serius dan rendah hati bersedia mengupayakannya,” jelas Kang Said.

Ia berharap kedatangan Obama kali ini bisa meningkatkan hubungan Indonesia-AS dalam hubungan kemitraan yang setara. Orientasi yang perlu untuk selalu ditekankan adalah orientasi kemaslahatan bagi rakyat.

Keberhasilan hubungan kedua negara sangat berpengaruh bukan hanya untuk Indonesia atau AS, namun juga bagi iklim dialog dunia internasional. “Jika hubungan kemitraan yang baik bisa terwujud, fenomena Obama akan sesuai dengan namanya sendiri: barack, barokah, berkah,” ujar Kang Said. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa Ustadz Felix Siaw

Selasa, 18 Februari 2014

Pemerintah Biarkan Konflik Pengusaha dan Buruh

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pemerintah melepas diri dari persoalan pengupahan. Pengusaha dan buruh dibiarkan menyelesaikan persoalannya. Padahal pemerintah memiliki posisi penting dalam penyelesaian masalah pengupahan dan juga hubungan pengusaha dan buruh.

Demikian dikatakan Wakil Sekretaris Umum Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Baitul Khoiri kepada Ustadz Felix Siaw per telepon, Jumat (1/11) siang.

Pemerintah Biarkan Konflik Pengusaha dan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Biarkan Konflik Pengusaha dan Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Biarkan Konflik Pengusaha dan Buruh

“Pengupahan menjadi bermakna kalau pemerintah sanggup mengatasi dan mengendalikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Apa artinya kenaikan upah kalau biaya hidup terus meningkat?” tegas Baitul Khoiri.

Ustadz Felix Siaw

Masalah kesejahteraan buruh, sambung Baitul, perlu diselesaikan secara menyeluruh. Penyelesaian harus melibatkan sejumlah departemen dan lembaga pemerintahan. Departemen Industri dan Perdagangan, Departemen Perumahan Rakyat, Kadin, Kepala Daerah, dan anggota DPRD harus dilibatkan.

Ustadz Felix Siaw

Dengan membiarkan konflik berkepanjangan antara pengusaha dan buruh, pemerintah membiarkan pengusaha dan buruh sebagai korban.

Pasalnya, kata Baitul Khoiri, kenaikan upah buruh membuat pihak pengusaha tersudut. Kalau upah tidak dinaikan, buruh selalu menempati posisi korban.

Buruh tidak butuh kenaikan upah. Percuma naik, kalau pemerintah tidak sanggup mengendalikan lonjakan harga kebutuhan sehari-hari masyarakat. Mereka hanya perlu sejahtera, tutup Baitul Khoiri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw