Senin, 28 Desember 2015

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Perolehan nilai akademik para mahasiswa bukan satu-satunya tujuan utama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi. Ada kompetensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa.?

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil

Hal tersebut disampaikan Dosen Psikologi Univesritas Nahdlatulu Ulama Indonesia (Unusia), dalam kuliah umum bertemakan “Aplikasi Psikologi Pendidikan dan Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia” di Aula Utama Unusia Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

“IP (Indeks Prestasi) yang tinggi memang harapan semua mahasiswa, tetapi itu saja tidak cukup. Ada faktor yang sangat penting dari sekedar itu. Ada kompetensi apa yang diharapkan dari pendidikan tinggi, yaitu kemampuan apa yang mahasiswa miliki,” terang Solichah.

Pendidikan di perguruan tinggi, lanjut Solichah, selain bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif, juga mengembangkan cara serta kualitas berpikir. Untuk itu pengelola pendidikan tinggi serta peserta didik harus berupaya bagaimana mengelola dan mencapainya.

Ustadz Felix Siaw

Solichah menyebut bila berbicara tentang pendidikan maka berbicara bagaimana proses pembelajaran, dan hal itu melibatkan banyak sekali faktor. Diantaranya kondisi sosial, kognitif mahasiswa, perilaku dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut berlaku di sepanjang kehidupan setiap orang, dalam hal ini peserta didik (mahasiswa).?

Beberapa hal yang penting diperhatikan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik adalah motivasi intrinsik, personal skill (keterampilan pribadi), berpikir kreatif dan inovatif, dan self management (manajemen diri).

Motivasi intrinsik sangat penting karena diperlukan dalam menghadapi setiap perubahan serta perkembangan jaman di depan kita. “Kita biasa memotivasi orang lain, tetapi susah memotivasi diri sendiri. Itu sebabnya motivasi terhadap diri sendiri sangat dipelukan.”

Solichah lalu menyebut contoh ada beberapa orang bila berkesempatan maju di depan forum, mengatakan, “Saya sebenarnya tidak pantas berdiri di depan.”?

Ustadz Felix Siaw

Seharurnya hal seperti itu tidak disampaikan. “Tetapi yang baik adalah mengatakan ‘Saya bersyukur bisa berdiri di sini’ karena hal itu bisa menjadi motivasi orang tersebut,” kata Solichah.?

Mahasiswa juga harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kebebasan mereka untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.?

“Sering kali di dalam kelas ketika mahasiswa diberi kesempatan bertanya atau berpendapat banyak yang belum terbuka. Mereka masih malu seaakan-akan tidak mau menerima tantangan. Oleh karena itu harus dibangun apa yang dilakukan siswa dan dosen supaya berpikir dan bersikap kreatif,” tambah Solichah.

Berpikir kretaif diperlukan yaitu bagaimana berpikir fleksibel dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu aspek. Setiap menghadapi masalah kiranya dapat ditinja dari berbagai aspek.

Terkait dengan manajemen diri, berdasarkan penelitian menunjukkan mahasiswa di Indonesia manajemen diri mereka masih rendah. Parahnya pengawasan dan evaluasi akan hal tersebut juga tidak dilakukan.

“Selain itu dibutuhkan juga kemampuan memprediksi, memecahkan masalah, inisiatif dan inovatif. Sehingga dalam perkuliahan didapatkan juga berbagai keterampilan yang kita butuhkan dalam ‘hutan rimba’ sesunggunya yang penuh dengan berbagai macam problem, komunitas dan sebagainya,” tegas Solichah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Ahlussunnah Ustadz Felix Siaw

Minggu, 13 Desember 2015

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Komisi Pemberantas Korupsi memberikan sertifikat kepada PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta atas partisipasinya pada acara Integrity EXPO di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa-Kamis (9-11/12).

"Stand NU paling unik daripada yang lain pada kesempatan Integrity Expo. Stand NU berbeda dengan kementerian, BUMN, BUMD, atau universitas," kata Sekretaris PWNU DIY Mukhtar Salim.

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Mukhtar juga menjelaskan, partisipasi PWNU DIY dalam acara Hari Antikorupsi sedunia ini merupakan wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi sampai akar-akarnya.

Ustadz Felix Siaw

"Warga PWNU DIY banyak sekali yang datang. Terbukti yang datang mengunjungi stand NU setiap harinya hampir mencapai seribu orang," lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Mukhtar menegaskan stand NU memiliki keunikan, karena desainnya dipenuhi foto para kiai, silsilah keilmuan NU, puisi Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, layanan keluarga antikorupsi, dokumen NU antikorupsi, dan Majalah Bangkit. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Daerah, Berita, Pertandingan Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 05 Desember 2015

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT

Sidoarjo, Ustadz Felix Siaw

Menteri Sosial Republik Indonesia, Hj Khofifah Indar Parawansa akan merehabilitasi kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). ? Hal itu dilakukan karena sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Ary Ginanjar Agustian, salah satu pendiri ESQ Ledership Center.

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT

"Lewat ESQ tersebut, ternyata laki-laki sudah mau menikah dengan perempuan. Dan itu salah satu opsi redesain rehabilitasi sosial apakah LGBT ataukah Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). Kita sedang melakukan hitung-hitungan dengan Pak Ary Ginanjar, dalam artian begini, kita bisa menyiapkan berapa kapasitas dimana," papar Khofifah kepada wartawan usai menghadiri acara majlis dzikir dan doa bersama jamaah Al-Khidmah di depan masjid Agung Sidoarjo, Ahad (28/2).

Khofifah menyebutkan bahwa pada tanggal 16 Maret nanti, di salah satu puncak di Bogor ? ada semacam pelepasan LGBT yang bisa kembali sesuai dengan fungsi sosial semula.

Menurutnya, proses rehabilitasi Napza bisa dilakukan dengan cara memasukkan korban Napza ke dalam air rebus. Lalu korban Napza dimasukkan di sebuah tempat dengan suhu 85 derajat celcius. Dan proses tersebut tidak berbahaya karena ada rempah-rempah. "Saya sendiri pernah mencoba dan itu memang tidak berbahaya. Saya juga meminta kepada Dirut nafsah untuk mencobanya dan ternyata tidak ada masalah," ujranya.

Ustadz Felix Siaw

Lebih lanjut Khofifah menerangkan, ada semacam jamu yang dimiliki oleh pusat rehabilitasi nafsah, dan bisa melakukan ditok. "Kalau dihentikan mungkin tidak bisa 100 persen. Tapi kemungkinan untuk bisa dikurangi saya rasa selama ini sudah bisa dibuktikan. Bahkan dari beberapa negara asing juga sudah mendatangi ke Mojokerto untuk melihat cara rehabsos korban nafsah yang ada di Mojokerto," terangnya.

Khofifah juga mengaku pernah melakukan kuinjungan ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai Kartanegara. Di sana juga ada rehab untuk LGBT. Di Kalimantan Timur sendiri terdapat 35 titik lokasi dan lokalisasi prostitusi. Gubernur Kaltim sudah melakukan pencanangan penutupan lokasi dan lokalisasi. Dan yang sudah siap ditutup di Kutai Kartanegara.

Ustadz Felix Siaw

"Tahun 2019, Kemensos dan Dinsos se-Indonesia mentargetkan penutupan lokasi dan lokalisasi prostitusi sudah ditutup," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Kiai Ustadz Felix Siaw

Kamis, 03 Desember 2015

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset

? ? ? ?

Apakah kita wajib menyimak bacaan Al-Qur’an yang diputar lewat kaset atau radio? Bagaimana jika seseorang yang stay on seharian menyalakan murottal qur’an via radio namun tidak menyimaknya tapi mendengarnya sambil lalu saja? Benarkah membaca Al-Qur’an itu bisa haram jika bacaan kita mengganggu orang lain, semisal orang yang sedang tidur.

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset

Trimakasih. Somad Jl. Pekalipan, Cirebon, Jawa Barat.

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ?

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ? ?

Bapak Somad yang saya hormati, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Sebagian ulama menghukumi wajib, sebagian yang lain menghukumi sunnah. Perbedaan itu dalam hal bacaan Al-Qur’an? yang di luar shalat. Bacaan Al-Qur’an? yang kita dengar saat ini ada yang berasal dari orang langsung dan ada yang berasal dari rekaman seperti kaset, CD (Compact Disc) dan lain-lain.

Mendengarkan Al-Qur’an? melalui kaset, radio atau rekaman yang lain, pernah menjadi tema pembahasan pada Mukamar NU ke-26. Dalam Muktamar tersebut diputuskan bahwa Al-Qur’an? yang didengar dari Kaset itu sama dengan Al-Qur’an? yang didengar dari Jamadat(benda-benda mati), maka tidak dihukumi Al-Qur’an . Jadi, boleh mendengarkannya atau tidak mendengarkannya. Salah satu rujukannya adalah Kitab Al Fatawa Asy-Syariyah karangan Hasanain Makhluf, juz ! hal 288-289 ;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya :? “Hanafiyah menjelaskan, jika seseoarng mendengar ayat sajadah dari burung seperti Beo, menurut pendapat yang terpilih, dia tidak wajib sujud karena bukan bacaan yang sebenarnya, namun sekedar kicauan yang tidak dimengerti“.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa orang yang stay-on seharian mendengar bacaan Al-Qur’an? via radio tanpa menyimaknya tidak berdosa.

Bapak Somad yang baik, mengenai bacaan Al-Qur’an? yang keras sehingga mengganggu orang lain, ulama menghukumi HARAM. Dalam kitab Al-Adzkar hal. 198 disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya : banyak hadits yang menerangkan keutamaan membaca Al-Qur’an? dengan keras dan hadits yang menerangkan membaca Al-Qur’an? dengan suara lirih. Ulama mengatakan : hasilnya adalah bahwa melirihkan suara lebih dapat menghindarkan diri dari riya, maka hal itu lebih utama bagi orang yang khawatir riya. Namun, jika tidak khawatir riya maka mengeraskan suaranya lebih utama dengan catatan tidak mengganggu orang lain seperti orang sholat, orang tdur atau yang lain.

Penjelasan tersebut sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam Musnad Imam Ahmad ;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Artinya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar menemui para sahabatnya, dan saat itu, mereka sedang menunaikan shalat, sedangkan suara bacaan mereka saling meraung satu sama lain. Maka beliau pun bersabda: "Seorang yang menunaikan shalat, pada hakekatnya sedang bermunajat kepada Rabb-nya azza wajalla. Karena itu, hendaknya setiap orang mencermati doa yang dibacanya, dan janganlah salah seorang di antara kalian mengeraskan bacaan Al-Qur’an? terhadap saudaranya yang lain."

Dengan demikian, kita harus bisa melihat situasi dan kondisi. Jika memungkinkan untuk membaca Al-Qur’an? dengan suara keras maka bacalah dengan suara keras, tapi jika tidak memungkinkan maka bacalah dengan suara lirih.

Begitulah jawaban dari pertanyaan Bapak Somad. Mudah-mudahan jawaban ini memberikan pencerahan dan membuat kita lebih bijak.

? ? ?

? ? ? ? ?

?

Maftuhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba, Pemurnian Aqidah, Tokoh Ustadz Felix Siaw

Rabu, 25 November 2015

Dua Alasan Indonesia Inspirasi Perdamaian Timur Tengah

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Katib Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya C. Staquf menuturkan bahwa dunia sekarang sedang mengalami krisis Islam. Krisis itu terjadi pada negara-negara Islam yang telah mewujud ke dalam konflik-konflik militer yang mengarah kepada tragedi kemanusiaan secara berkepanjangan,”

Ia menyampaikan hal itu pada Press Gathering Pra-Interntional Summit of the Moderate Islamic Leaders (ISOMIL) di Lantai 8 Gedung PBNU pada Rabu, (23/3).

Dua Alasan Indonesia Inspirasi Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Alasan Indonesia Inspirasi Perdamaian Timur Tengah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Alasan Indonesia Inspirasi Perdamaian Timur Tengah

Kiai yang akrab disapa Gus Yahya tersebut menjelaskan, krisis Islam ini terjadi karena menyebarnya ideologi ekstrimis di dunia Islam, sehingga ini memicu ancaman keamanan di seluruh negara di dunia.

Ia mengatakan bahwa konflik negara Timur Tengah yang tidak kunjung usai dan terorisme di Eropa adalah dampak dari krisis Islam tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

“Walaupun tidak ada peperangan di Indonesia seperti di Timur Tengah, tapi ancaman bencana dari peperangan itu tidak bisa kita anggap jauh dari kita. Kalau seandainya perang di Timteng tidak bisa dihentinkan dalam lima tahun ini, ekonomi dunia akan runtuh. Dan kalau ekonomi runtuh, 15 juta orang di Jakarta tidak bisa makan,” paparnya.

Lebih lanjut, Gus Yahya menilai bahwa orang-orang yang berperang di Timur Tengah dan yang melakukan aksi teror di negara-negara Barat adalah orang Islam. “Mereka membela diri dengan argumentasi Islam, membawa ayat, membawa hadits dari Islam. Ini berarti ada masalah di dalam Islam,” terang mantan juru bicara presiden Abdurrahman Wahid tersebut.

“Maka dari itu, dengan acara ini (International Summit of Moderate Islamic Leaders) PBNU ingin mengajak kepada seluruh umat Islam di seluruh dunia yang tidak ingin dan menginginkan bencana kemanusiaan terjadi dan Indonesia adalah negara yang paling memungkinkan untuk mewujudkan perdamaian di Timur Tengah dan menginspirasi Islam yang ramah,” kata Kiai asal Rembang tersebut.

Ada dua alasan, imbuh Gus Yahya, mengapa Indonesia adalah negara yang paling memungkinkan untuk mewujudkan perdamaian. Pertama, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia.

“Dan yang kedua kita spenuhnya netral. Kita tidak memiliki kepentingan apapun di Timur Tengah,” pungkasnya. ?

Sementara itu, Ketua pengarah KH Maksum Machfoed mengatakan bahwa acara pertemuan para pemimpin moderat dunia tersebut bukanlah kepentingan NU semata.

“Ini (Isomil) adalah kepentingan bangsa Indonesia dan juga kepentingan seluruh umat beragama di seluruh dunia untuk membangun apa yang kita sebut peaceful co-existence (kedamaian bersama). Hidup bersama dalam toleransi dan saling menerima satu sama lain,” tuturnya.

Demikian pula, Ketua pelaksana KH Imam Aziz menerangkan bahwa acara ini merupakan upaya untuk menyelesaikan persoalan di tingkat masyarakatnya. “Maka dari itu yang kita undang (dalam acara ini) masyarakatnya, bukan kepala negaranya. Dan selain masalah teologis, salah satu pokok bahasan kita dalam konferensi nanti adalah masalah kesejahteraan,” jelasnya.

Acara ini akan diselengarakan dari tanggal 9 sampai 11 Mei 2016 di Jakarta Convension Center (JCC). Diantara pembicara yang direncanakan menjadi narasumber dalam acara tersebut adalah Muhammad Yunus (peraih nobel perdamaian dari Bangladesh, Nico Prusha (seorang ahli ISIS dari Universitas Vienna), Syekh Ali Jumu’ah (mantan Grand Mufti Al Azhar), Lauren Booth (seorang muallaf, adik iparnya Tony Blair), Steve Hanke (pakar ekonomi), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Luhut Panjaitan (Menko Polhukam), KH Ma’ruf Amin (Rais ‘Aam PBNU), KH Said Aqil Siroj (Ketua PBNU), Alwi Shihab, Muliaman Haddad (dari Otoritas Jasa Keuangan dan lainnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)? ?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba, Nasional Ustadz Felix Siaw

Minggu, 15 November 2015

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

Kendal, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Cabang NU Kendal menggelar serangkaian kegiatan dalan rangka memperingati hari lahir ke-92 NU. Kegiatan harlah kali ini tergolong meriah dan padat kegiatan yang berlangsung selama dua pekan.

Menurut ketua panitia harlah NU, KH Mustamsikin banyaknya kegiatan Harlah NU tahun ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi program PCNU Kendal tentang rencana pembangunan Rumah sakit NU (RSNU).

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92 (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kendal Gelar Rangkaian Peringatan Harlah ke-92

"Sudah saatnya NU Kendal punya rumah sakit," tegas Mustamsikin saat sambutan Seminar Kesehatan di Pendopo kabupaten Kendal Sabtu (9/5).

Ustadz Felix Siaw

Sebelumnya kegiatan harlah NU dimulai dengan mengadakan istighotsah serempak di masing-masing MWC NU (1/5) dengan dihadiri utusan PCNU Kendal untuk memberikan sosialisasi harlah NU dan pendirian rumah sakit.

Kemudian sepekan berikutnya (6/5) kegiatan dilanjutkan dengan istighotsah kubro oleh jamaah Al Hikmah di masjid Agung Kendal.

Ustadz Felix Siaw

Puncak acara sendiri akan dilaksanakan besok Ahad (10/5) dengan acara simaan & pengajian akbar di GOR Bahurekso Kendal yang akan dihadiri oleh Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj.

Sebagai penutup kegiatan Harlah Kamis (14/5) mendatang akan digelar kegiatan jalan sehat di alun-alun Kendal dengan berbagai macam door prize. (fahroji/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara, Ulama, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Jumat, 13 November 2015

Kata Cholil Nafis soal Dai Bertarif

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat KH Cholil Nafis mengatakan, kalau para dai atau penceramah tidak memiliki pekerjaan lain selain ceramah maka sudah pasti mereka mengandalkan pemasukan dari ceramah tersebut.

“Apalagi di kota besar. Kita tidak bisa ingkari bahwa kehidupan di kota itu menuntut finansial yang lumayan,” kata Kiai Cholil kepada Ustadz Felix Siaw di Jakarta, Jumat (16/6).

Kata Cholil Nafis soal Dai Bertarif (Sumber Gambar : Nu Online)
Kata Cholil Nafis soal Dai Bertarif (Sumber Gambar : Nu Online)

Kata Cholil Nafis soal Dai Bertarif

Ia mengaku tidak pernah memberikan tarif tertentu kepada pihak pengundang. Baginya, ceramah adalah tempat untuk mengaji bersama, bukan hanya sekedar dari pelengkap sebuah acara dan dihitung bayarannya.

“Kalau bagi saya lebih senang ceramah itu sebagai tempat ngaji, bukan sebagai pelengkap dari sebuah kegiatan,” ungkap Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia itu.

Ustadz Felix Siaw

Ia tidak menafikan bahwa ada beberapa dai yang secara terang-terangan memberi tarif kepada pihan pengundang. Namun demikian, ia menyatakan bahwa mayoritas mereka berdakwa memang karena ingin menyebarkan Islam dan bukan karena tarif.?

“Tetapi sepanjang yang saya tahu, mayoritas masih takdzim. Tidak semata-mata karena tarif,” terangnya.

Terkait dengan ceramah bertarif, ia sering bepesan dan berkoordinasi untuk tidak berceramah dan menentukan tarif tertentu jika yang mengundang umat masyarakat.?

Ustadz Felix Siaw

“Tetapi kalau yang mengundang perusahaan karena untuk syiar dan itu dianggarkan, sebaiknya saling pengertian antara pihak panitia dan dai nya,” ungkapnya.

Ia menyadari, ada dai yang tidak mendapatkan bagian yang seharusnya dia dapatkan. Misalkan, sebuah perusahan menganggarkan ratusan juta untuk mengundang dai tertentu agar orang yang datang banyak. Tetapi, di lapangan dai tersebut hanya mendapatkan bagian yang jauh lebih kecil dari yang dianggarkan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Senin, 09 November 2015

Islam Moderat Penting Digaungkan di Tengah Pergeseran Gerakan Keislaman

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siaw. Wakil Rais Syuriyah PWNU Provinsi Lampung KH Khairuddin Tahmid menjelaskan bahwa Paradigma Islam Wasathiyah (moderat) harus menjadi corak faham keagamaan mainstream umat Islam di Indonesia. Hal ini menurutnya penting seiring dengan semakin kuatnya indikasi bergesernya gerakan keislaman di negeri ini ke kutub kiri ataupun kutub kanan.

"Pergeseran ke kutub kiri memunculkan gerakan liberalisme dan sekularisme dalam beragama. Sedangkan pergeseran ke kutub kanan menumbuhkan radikalisme dan fanatisme sempit dalam beragama.

Islam Moderat Penting Digaungkan di Tengah Pergeseran Gerakan Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Moderat Penting Digaungkan di Tengah Pergeseran Gerakan Keislaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Moderat Penting Digaungkan di Tengah Pergeseran Gerakan Keislaman

Demikian disampaikan Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung ini saat menjadi Pemateri pada Dialog Ormas Keagamaan di Kampus Universitas Malahayati Bandarlampung, Kamis (20/7).

Kiai Khairuddin menambahkan bahwa Islam wasathiyah identik dengan kaum Muslimin yang disebut sebagai ummatan washatan dalam Quran yang mampu menjadi saksi kebenaran bagi manusia Iain. "Ummatan washatan adalah umat yang selalu menjaga keseimbangan. TIdak terjerumus ke ekstrimisme kiri atau kanan, yang dapat mendorong kepada tindakan kekerasan," ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Islam moderat lanjut Dosen UIN Raden Intan Lampung ini, memiliki ciri sesuai dengan beberapa qaidah seperti santun, tidak keras dan tidak radikal (Layyinan, Ia fazzon wala gholizon), Kesukarelaan, tidak memaksa dan tidak mengintimidasi (Tathowwuiyyan, Ia ikrohan wala ijbaron), toleran, tidak egois dan tidak fanatis (Tasamuhiyyan, Ia ananiyyan wala taasubiyyan) dan saling mencintai, tidak saling membenci dan bermusuhan (Tawaddudiyyan, Ia takhosumiyyan wala tabaghudiyyan).

Keterkaitannya antara agama dengan negara, ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan contoh model relasi negara yang simbiotik mutualisme. Agama dan negara merupakan dua entitas yang berbeda. Namun keduanya dipahami saling menempatkan diri, di mana agama dan negara dipahami sebagai saling membutuhkan secara timbal balik.

Ustadz Felix Siaw

"Agama membutuhkan negara sebagai instrumen dalam melestarikan dan mengembangkan agama, sebaliknya negara juga memerlukan agama karena agama juga membantu dalam pembinaan moral, etika dan spiritualitas," katanya.

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa Agama dalam konteks negara mesti diletakkan sebagai sumber nilai, dan secara fungsionai agama mengambil peran tawassuth. Hal ini dalam artian menentukan visi kenegaraannya dengan pendekatan membangun masyarakat Islam (Islamic society) dari pada membangun negara Islam (Islamic state). (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 31 Oktober 2015

Kandungan Ibadah dalam Tradisi Maulid

Memasuki bulan Rabi’ul Awal atau yang dikenal orang jawa dengan “bulan mulud”, ada tradisi yang senantiasa dilestarikan oleh sebagian umat Islam, yaitu tradisi baca Al-Barjanzi atau Burdah dalam rangka memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Tradisi ini biasanya diselenggarakan dari rumah kerumah secara bergiliran, atau di masjid-masjid maupun mushalla, dengan cara membaca shalawat secara bersama-sama dimana salah satu dari yang hadir membaca Al-Barjanzi tersebut, sedangkan yang tidak membaca dianjurkan menjawab dengan bacaan shalawat.Setelah acara usai dilanjutkan dengan jamuan makan bersama. Entah makanan itu berupa maknan ringan, snack, ataupun lainnya. Kadang kala juga hanya sekedar minuman teh atau kopi.

Semarak membaca Al-Barjanzi ini tiada lain bertujuan untuk bershalawat, memanjatkan doa untuk Nabi Muhammad sebagai nabi yang telah memberi perubahan dari jaman kegelapan jahiliyah menjadi jaman pencerahan Islam. Meskipun doa kita sebagai hamba tidak dibutuhkan Rasulullah saw, mengingat posisinya sebagai makluk yang paling utama, tetapi bagi kita doa itu sendiri adalah ibadah. Sebagaimana hadits riwayat dari Nu’man Bin Basyir Radliyallahu Anhu,? ? ? ? ? ? Doa adalah ibadah yang berpahala.

Dalam penyelenggaraan membaca Al-Barjanzi tersebut menyimpan beberapa macam ibadah, diantaranya adalah, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad, bersedakah berupa makanan, berdoa dan mendoakan, mengingat perjuangan para pendahulu dengan maksud dan tujuan mengambil hikmah dan pelajaran dari masa mereka.

Kandungan Ibadah dalam Tradisi Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)
Kandungan Ibadah dalam Tradisi Maulid (Sumber Gambar : Nu Online)

Kandungan Ibadah dalam Tradisi Maulid

Tentunya dibalik semua ibadah-ibadah diatas ada keberkahan dan anugerah yang akan diterima jika memang menjalankannya tulus karena mengharap pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hadits berikut memberi penjelasan mengenai keutamaan membaca shalawat, sebagaimana riwayat sahabat Ibnu Mas’ud Radliyallahu Anhu,

? ? ? ? ? ?, ? ? ?. Orang yang paling utama berada denganku kelak di hari kiamat adalah mereka yang banyak membaca shalawat kepadaku.

Ustadz Felix Siaw

Sungguh keberkahan tiada tara bagi siapa saja umat muslim diantara mereka yang senantiasa memperbanyak membaca shalawat kecuali balasan pahala dari Allah Subhanu Wa Ta’ala, dengan menempatkannya bersama Nabi Muhammad.

Ustadz Felix Siaw

Maka di bulan rabi’ul awal ini kita senantiasa membaca shalawat kepada Nabi Muhammad dan banyak mengerjakan ibadah-ibadah sunnah dengan maksud dan tujuan mendapat keberkahan dan rahmat serta pertolongan sari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (Pen. Fuad H/ Red Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Sunnah, Tokoh Ustadz Felix Siaw

Kamis, 15 Oktober 2015

Cara Wali Songo Mengislamkan Nusantara

Konsep “wali songo” merupakan pengambilalihan dari konsep kosmologi Nawa Dewata atau sembilan dewa, yakni dewa-dewa penjaga delapan mata angin ditambah satu dewa di titik pusatnya. Kedudukan dewa-dewa itu kemudian digantikan oleh manusia-manusia yang dicintai Tuhan, atau para wali yang berjumlah sembilan (songo).?

Jadi konsep Wali Songo merupakan pengambilalihan dari konsep Nawa Dewa Dewata yang bersifat hinduistik menjadi konsep sembilan wali yang bersifat sufistik. Di kalangan penganut ajaran sufi ada sembilan tingkat kewalian dari mulai wali quthub sampai wali khatam, seperti disebut oleh Ibnu Araby dalam Futuhat Makiyyah.

Cara Wali Songo Mengislamkan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Wali Songo Mengislamkan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Wali Songo Mengislamkan Nusantara

Hal tersebut merupakan salah satu bagian saja dalam “Atlas Wali Songo” karya besar sejarawan NU Agus Sunyoto; untuk sekedar menjelaskan kunci sukses dakwah Wali Songo menyebarkan Islam di wilayah Nusantara. Pengambilalihan konsep Nawa Dewata itu beserta lambang-lambangnya dan abtraksi-abstraksinya merupakan hal yang luar biasa di saat bekas wilayah kekuasaan Majapahit sedang mengalami kemunduran dalam aspek sosiokultural-religius.

Seperti disinggung pada bagian 1, Islam yang sudah masuk ke wilayah Nusantara semenjak abad ke-7 Masehi baru diminati oleh penduduk asing dari Cina, Arab dan Persia. Baru pada akhir abad ke-15 hingga paruh abad ke-16 ada sekumpulan tokoh penyebar Islam yang berjuluk Wali Songo telah berhasil mengislamkan penduduk pribumi dengan metode dakwah yang khas; hampir tidak ada pergolakan dan penolakan.

Ustadz Felix Siaw

Wali Songo berhasil menjelaskan apa itu Islam dan seluk-beluknya dengan perangkat-perangkat budaya yang ada dan dihayati oleh masyarakat. Islam “dibumikan” dengan prinsip bil hikmah wal mauidzatil hasanah wajadilhum billati hiya ahsan. Penjelasan mengenai Islam dikemas secara sederhana yang dikaitkan dengan pemahaman masyarakat setempat.

Wali Songo benar-benar masuk ke jantung kebudayaan masyarakat, tidak hanya soal yang rumit seperti kosmologi. Agus Sunyoto, mengutip salah satu primbon, menyebutkan tugas-tugas tokoh para Wali Songo dalam mengubah dan menyesuaikan tatanan nilai-nilai dan sistem budaya masyarakat. Misalnya Sunan Giri bertugas menjelaskan siklus perhitungan kalender dan perubahan hari. Sunan Gunung Jati mengajarkan tata cara berdoa, membaca mantra dan pengobatan. Sunan Drajat mengajarkan tata cara membangun rumah. Sunan Kudus mengajarkan cara membuat keris dan kerajinan emas.

Ustadz Felix Siaw

Hal penting yang perlu dicatat dalam sukses dakwah Wali Songo adalah corak sufistik dalam ajaran-ajaran mereka. Istilah “wali” itu sendiri sangat lekat dengan kaum sufi atau kajian tasawuf. ? Corak sufistik dalam hal ini diperbandingkan dengan corak fikih yang hitam-putih. Ajaran sufi lebih terbuka, luwes dan adaptif dalam menyikapi keberadaan ajaran selain Islam.

Keterangan gambar: Lambang Nawa Dewata (Surya majapahit).

A. Khoirul Anam

Serial ini ditulis dalam rangka menyambut kegiatan Pengajian Budaya dan Bedah Buku Atlas Walisongo untuk memperingati Harlah NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman PBNU, Jakarta, 31 Januari dan 1 Februari 2013

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal Ustadz Felix Siaw

Jumat, 02 Oktober 2015

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

Jakarta, Ustadz Felix Siaw



Pengamat ISIS dari Universitas Vienna, Dr Nico Prucha, mengatakan, ISIS menggunakan media sosial sebagai strategi komunikasi untuk merekrut dan menyebarkan pahamnya.

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Gunakan Media Sosial untuk Sebarkan Pahamnya

"Mereka merekrut anggota baru dari video dan jaringan media sosial yang mereka sebarluaskan," kata ? Prucha, pada International Summit of the Moderate Islamic Leaders (Isomil), di Balai Sidang Senayan, Jakarta, Selasa.

Oleh sebab itu, paham ISIS gampang tersebar karena sebagian besar penyebaran pemahaman mereka menggunakan pendekatan berbasis sosial.

Hal ini juga berdampak pada wajah Islam di mata dunia yang mengaggap ISIS adalah Islam sebenarnya.

Ustadz Felix Siaw

Dia mengatakan ISIS mengunggah dua video dalam sehari, menggunakan bahasa Arab dan kemudian diterjemahkan dalam bahasa lainnya.

"Jadi sebanyak 95 persen menggunakan bahasa Arab dan sebanyak lima persen menggunakan bahasa lain, seperti Jerman, Belanda, Inggris," kata Nico.

Dia mengatakan ISIS mempunyai simpatisan atau anggota di berbagai negara Eropa yang masuk sebagai imigran.

Kejadian ini berdampak pada penolakan negara-negara Eropa atas imigran Muslim di negaranya.

Ustadz Felix Siaw

Dia mengatakan ISIS mengklaim dirinya sebagai Islam yang paling benar sesuai Al-Qur’an dan sunnah Rasul, mereka juga menolak Islam yang berbeda dari paham mereka.

"Seperti mereka menolak Islam yang ada di Indonesia, mereka menganggap Islam Nusantara salah karena menjunjung toleransi kepada umat beragama," kata dia.

Selain itu, ISIS juga menguasai tanah seperti di Suriah dan di Irak. Prucha mengatakan gerakan ISIS ini berbahaya karena menggunakan pendekatan kekerasan dan perang. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ulama Ustadz Felix Siaw

Selasa, 29 September 2015

PMII Kutai Timur Gelar Seminar Iringi Konferensi

Kutai Timur, Ustadz Felix Siaw

Kepengurusan PMII Kutai Timur kini telah berganti dari Nasirudin digantikan oleh Suci Nastiti. Prosesi pergantian pengurus ini diawali dengan rentetan kegiatan mulai dari seminar nasional dengan tema "Menguatkan Integritas Kebangsaan dengan Nilai Luhur Islam Nusantara" dan dilanjutkan dengan Konferensi Cabang (Konfercab) yang ke V yang bertemakan "Mengukuhkan Visi Gerakan PMII Kutai Timur untuk Mewujudkan Kutai Timur Bermartabat".

PMII Kutai Timur Gelar Seminar Iringi Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kutai Timur Gelar Seminar Iringi Konferensi (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kutai Timur Gelar Seminar Iringi Konferensi

Kegiatan seminar berlangsung di Gedung BPU Kecamatan Sangatta Utara, sedangkan Konfercab berlangsung BPP-UTK Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur. Seminar nasional kebangsaan dan pembukaan yang dihadiri oleh pengurus cabang, GP Ansor Kab. Kutai Timur, Alumi PMII Kutai Timur, Mabincab PMII Kutai Timur, DPD KNPI Kab. Kutai Timur, BEM STIE, BEM STAI Sangatta, Sapma PP, GMNI, HMI.

PCNU Kab. Kutai Timur membuka acara Seminar Nasional Kebangsaan dan konferensi PMII Cabang Kutai Timur yang ke V. Pembukaan acara seminar nasional kebangsaan & konfercab juga sangat meriah karena dihadiri oleh seluruh kader PMII STAI Sangatta, Rayon Tarbiyah dan Rayon Syariah yang berjumlah kurang lebih 150 kader dan anggota.

Dalam sambutanya Ketua Panitia Abdul Manab menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PMII Kutai Timur yang telah menghadiri kegiatan seminar nasional kebangsaan dan konfercab ke -V. Konfercab merupakan forum evaluasi, penilaian dan menyusun GBHO serta pemilihan ketua umum cabang baru masa khidmat 2016-2017.

Ustadz Felix Siaw

?

Nashirudin dalam sambutannya berharap agar PMII ke depan lebih baik dalam kaderisasi dan selalu progresif dalam mengawal dan mengontrol kebijakan-kebijakan pemerintah baik di level kabupaten, provinsi, maupun pusat. “Jadi jangan pernah berharap meminta apapun dari PMII tapi berfikirlah apa yang mau diberikan untuk PMII, dan semoga PMII Cabang Kutai Timur ke depan lebih baik dari sebelumnya," tutur Nasirudin.?

Ustadz Felix Siaw

Majelis pembina cabang (Mabincab) Hariono dalam sambutannya menuturkan, "Jadilah kader-kader yang militan yang mampu membawa perubahan karena kalian semua adalah generasi bangsa yang diharapkan oleh seluruh bangsa Indonesia khususnya kabupaten Kutai Timur.?

Dalam pemilihan yang berlangsung secara aklamasi Suci Nastiti menjadi ketua umum Kutai Timur masa ibadah 2016-2017.

Dalam sambutanya sebagai mandataris, Suci Nastiti menyampaikan bahwa PMII adalah milik bersama, jadi besarnya PMII Cabang Kutai Timur juga bergantung pada sahabat-sahabat yang mendedikasikan dirinya untuk PMII baik tenaga, pikiran, waktu bahkan materil. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Nasional, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Rabu, 23 September 2015

Madrasah Muallimat NU Kudus Resmikan Pesantren Putri

Kudus, Ustadz Felix Siaw?

Pengurus Madrasah NU Muallimat Kudus meresmikan pondok pesantren putri yang berlokasi di ? Dukuh Tepasan, Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus. Rabu (12/9). Pondok pesantren ini berdiri di atas tanah seluas 2.460 meter persegi ini difokuskan pada pengajaran Al Quran.?

Ketua Pengurus Madrasah Muallimat, KH Nadjib Hassan mengungkapkan pendirian pesantren putri ini sebagai salah satu upaya yang dilakukan sebagai jawaban atas pelajaran salafiyah yang terus-menerus terdesak oleh pelajaran-pelajaran umum.?

Madrasah Muallimat NU Kudus Resmikan Pesantren Putri (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Muallimat NU Kudus Resmikan Pesantren Putri (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Muallimat NU Kudus Resmikan Pesantren Putri

“Ini adalah jawaban untuk terus mempertahankan dan mempertahankan pendidikan agama Islam terutama ? ajaran salafi. Kita juga bertekad untuk membentuk generasi yang qur’ani,” ujarnya di depan sejumlah tokoh yang hadir.

Ustadz Felix Siaw

Tak jauh berbeda apa yang disampaikan ketua PCNU Kudus, HM Chusnan. Dalam sambutannya, dia menyatakan peresmian pesantren putri ini selain menambah jumlah keberadaan pesantren putri di Kabupaten Kudus, juga melahirkan generasi mendatang akan semakin baik dan agamis.?

“Di tengah kemajuan zaman, kita tentu berharap pada generasi depan yang semakin baik dalam memahami alquran. Tentunya tak bisa lepas dari pesantren semacam ini,” kata Chusnan.

Ustadz Felix Siaw

Sementara Kepala Kemenag Kudus, H Hambali dalam sambutannya menyambut baik peresmian pesantren putri ini. Ia berharap tumbuhnya madrasah yang bersinergi dengan pesantren akan semakin memperbaiki kualitas alumninya.?

“Kita berharap alumni dari madrasah yang sekaligus telah membuka pesantren ini akan semakin berkualitas,” harapnya.

Pesantren ini diasuh oleh KiaiHamid Syatho dan istri, Minhatul Maula, sedangkan santrinya berasal dari pelajar putri MTs dan MA Mualllimat Kudus.Bangunan pesantren ini merupakan merupakan renovasi atas bangunan lama peninggalan zaman Belanda.?

“Kita tetap mempertahankan bentuk bangunan lama. Kita juga berterima kasih atas bantuan dari masyarakat terutama bantuan dari Kemenag atas renovasi bangunan ini,” terang Kiai Hamid.

Ia berharap dengan visi pesantren membentuk insan yang qur’ani, akan lahir generasi-generasi putri yang berkarakter islami serta berpegang teguh pada kitab suci Alquran.?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw RMI NU Ustadz Felix Siaw

Minggu, 20 September 2015

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

Karanganyar, Ustadz Felix Siaw - Dalam menyambut harlah IPNU Ke-63 dan IPPNU Ke-62, para pengurus IPNU dan IPPNU Kabupaten Karanganyar mengkhatamkan 30 juz Al-Qur’an. Upacara khataman itu kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil sebelum dialog terbuka dengan para pembina di Gedung PCNU Kabupaten Karanganyar, Kamis (2/3).

Ketua IPNU Karanganyar M Ilham Subkhan mengatakan, khatmil Quran ini merupakan sarana agar nilai spiritual dalam berorganisasi para pengurus IPNU-IPPNU bertambah untuk kebesaran IPNU-IPPNU.

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Syukuran Harlah, Pelajar NU Karanganyar Gelar Khataman Al-Quran

"Kegiatan khataman ini? merupakan momentum untuk memberikan tambahan bekal spiritual kepada para pengurus IPNU-IPPNU se-Kabupaten Karanganyar agar lebih giat lagi dalam membesarkan organisasi pelajar ini," ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Ketua IPPNU Karanganyar Muflichah mengungkapkan rasa syukurnya kepada Allah SWT karena organisasi pelajar yang ia pimpin di Karanganyar mengalami perkembangan cukup menggembirakan.

Ustadz Felix Siaw

Selain itu, ia juga berharap dengan khatmil Quran oleh pengurus ini yang diselenggarakan dalam peringatan harlah IPNU-IPPNU semakin solid dan merata dalam pengkaderan.

"Bertepatan dengan harlah IPPNU yang jatuh hari ini. Semoga IPNU dan IPPNU di Kabupaten Karanganyar semakin solid, aktif, dan berkembang. Selain itu, pengkaderan semakin merata," harap Muflich.

Pembina IPNU NHT Kholid menegaskan pentingnya menggalakan kaderisasi. Tetapi pendalaman terhadap NU tidak kalah penting. “Kita pun harus menata niat perjuangan di IPNU dan IPPNU, bahwa kita khidmah di NU juga melestarikan Aswaja.”

Pertemuan harlah ini ditutup dengan pemotongan nasi tumpeng. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah, Sunnah Ustadz Felix Siaw

Minggu, 06 September 2015

Fiqih Toleransi ala Pesantren, Jalan Tengah Problem Kebhinnekaan

Temanggung, Ustadz Felix Siaw. Sejak kemunculannya secara menyolok mulai beberapa bulan terakhir ini, isu tentang toleransi dan intoleransi sampai saat ini masih tetap menjadi topik perbincangan yang hangat di Indonesia.?

Bahkan tak dapat sangkal kedua isu tersebut kini nuansa persoalannya justru kian berkembang sedemikian rupa hingga munyembul aneka polemik dalam pelbagai lapisan masyarakat dan negara.

Pondok Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional tertua di Nusantara ini, metodologi pembelajaran di dalamnya tidak saja berfungsi sebagaimana yang sudah lazim kita ketahui seperti misalnya menjadi benteng penjaga moral dan tradisi, media pemindahan ilmu dan pengetahuan agama dari kiai ke santri.?

Fiqih Toleransi ala Pesantren, Jalan Tengah Problem Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Fiqih Toleransi ala Pesantren, Jalan Tengah Problem Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Fiqih Toleransi ala Pesantren, Jalan Tengah Problem Kebhinnekaan

Harta karun pesantren

Salah satu harta karun yang belum banyak digali dari pesantren adalah adanya pembelajaran di pesantren yang sebenarnya mampu menawarkan solusi berupa ajaran toleransi yang khas serta memiliki karakteristik toleransi tersendiri yang membedakan dengan model-model toleransi lainnya yang di antaranya dinilai cenderung ekstrem. ?

Ustadz Felix Siaw

Demikian benang merah dari diskusi dan bedah buku karya Syarif Yahya berjudul Fikih Toleransi dan Relevansinya dengan Kebhinekaan yang diadakan oleh LPM Grip STAINU Temanggung, bertempat di aula kampus STAINU Temanggung lantai tiga, Rabu (15/2).

"Saya berulang-ulang dalam buku ini memetakan tiga kelompok yang masing-masing mempunyai perbedaan pandangan secara signifikan. Ketiganya yaitu kelompok kanan, kiri, dan tengah. Kelompok pertama yang dimaksud ialah kaum fundamentalis yang sangat kaku dalam menafsirkan agama. Bagi mereka ukhuwah islamiyah hanya berlaku bagi orang yang sefaham saja,” terang Syarif Yahya penulis buku ini.

Sementara Golongan kedua acap cenderung liberal, sering mereka mewacanakan dan mempraktikkan toleransi tanpa batas. Menurut golongan ini toleransi tak melulu dalam ranah sosial kemasyarakatan an sich tapi juga termasuk dalam wilayah teologi peribadatan. Maka posisi fiqih tradisional pesantren berada di tengan antara keduanya. ? ? ?

Ustadz Felix Siaw

Ketua Aswaja Center Kabupaten Temanggung ini menambahkan, meski pada awalnya antara Islam fundamentasil seperti Wahabi dengan Islam tradisional mempunyai kesamaan materi yang dipelajari misalnya pembahasan tentang jihad, amar maruf nahi mungkar, kisas, rajam, potong tangan, dll yang mana term-term Islam tersebut juga terdapat dalam kitab kuning yang dibaca santri, tapi istimewanya kaum tradisionalis pesantren tetap bisa tampil moderat.?

Hal itu kata kuncinya adalah terletak pada masih lestarinya metodologi pembelajaran kaum pesantren yang tidak dogmatis dan Cuma menggantungkan pada metode istifta atau meminta fatwa pada mufti dari negara pusatnya sebagaimana yang ditempuh golongan Islam fundamentalis.

Kekayaan metode

Lebih dari itu, kata Gus Yahya, demikian sapaan akrab alumni Al-Anwar Rembang ini, pendidikan pesantren memiliki kekayaaan metode seperti metode halakah misalnya, dimana murid berhadapan langsung dengan guru, kemudian santri menyimak pemamaparan materi yang luas dari guru, dipakainya pendapat ulama salaf salih yang jelas sanadnya, dipertimbangkannya aneka khilafiyah, juga murid dapat menyaksikan secara langsung pembawaan guru yang santun yang senantiasa mengedepankan akhlak mulia.

"Fiqih melalui metode syarah dan verbalisasi halakah dari matan sampai hasyiah bukanlah kitab fatwa. Fiqih ini lebih berupa pandangan umum penjelasan nash-nash suci. Itu artinya fleksibelitasnya terjaga dan memungkinkan seseorang dapat mengamalkannya sesuai kondisi yang menuntutnya. Berbeda dengan metode istifta ala Wahabi, kareana fatwa bersifat terikat dengan situasi dan kondisi tertentu maka belumlah tentu fatwa Arab cocok untuk Indonesia,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai muda yang baru saja memenangi juara I kompetisi nasional penulisan esai yang diprakarsai Ustadz Felix Siaw ini menyatakan kurang setuju pada kelompok Islam yang disebutnya liberalis.?

Menurutnya dalam soal ukhuwah, sebagian kelompok liberal demi melawan intoleransi mereka getol mengampanyekan persaudaraan sebangsa dengan terlebih dahulu menghancurkan dinding batas agama, seperti gencar sekali menghujati kaum fundamentalis dan tradisionalis sembari mereka berakrab karib dengan non-muslim secara kelewat batas.?

Mereka juga yang beranggapan bahwa persaudaraan lintas agama lebih penting ketimbang persaudaraan seagama demi bhinneka tunggal ika.

Berbeda dengan itu, lanjut pengurus LBM PCNU Temanggung ini, kelompok pesantren tradisionalis yang terinstitusikan dalam NU berpandanagan tengah dalam menyikapi kebhinnekaan.?

Jika kaum kanan begitu gemar mengafirkan muslim dari golongan lain yang berbeda paham; jika kaum kiri dengan dalih persatuan bangsa kemudian melacurkan agama melalui pluralisme teologi, maka kelompok pesantren bersikap tengah bahwa ukhuwah harus dibangun secara urut: ukhuwah qarabah (sekeluarga), ukhuwah islamiyah, dan ukhuwah wathaniyah atau sebangsa.?

"Kita berkewajiban baik kepada kepada saudara seagama tapi jangan samapai kebaikan itu melebihi kebaikan kita kepada keluarga. Kita berkewajiban baik kepada saudara sebangsa tapi jangan sampai melebihi kebaikan terhadap saudara seagama," jelas Gus Yahya.

Dalam acara yang diikuti sekitar seratus peserta ini, hadir pula Wakil Bupati Temanggung, Kapolres Temanggung, perwakilan dari berbagai banom dan lembaga dari kalanagan NU Temanggung, delegasi pondok pesantren, dan delegasi dari LPM beberapa Perguruan tinggi di Jawa Tengah. (M. Haromain/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Budaya, AlaSantri, Doa Ustadz Felix Siaw

Senin, 31 Agustus 2015

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah

Baghdad, Ustadz Felix Siaw. Kelompok terdepan Al Qaida, Negara Islam Irak, mengaku menyerang iring-iringan di Irak barat, yang menewaskan 48 tentara Suriah dan sembilan penjaga asal Irak, dalam pernyataan di forum jihad pada Senin.

Tentara itu, yang terluka dan mendapat perawatan di Irak, diangkut melalui provinsi barat Anbar dalam perjalanan kembali ke Suriah ketika serangan itu terjadi pada 4 Maret, kata kementerian pertahanan Irak.

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah

Namun kementerian itu menyalahkan serangan itu pada kelompok "teroris yang menyusup ke wilayah Irak yang berasal dari Suriah."

Ustadz Felix Siaw

Pernyataan di forum jihad itu mengatakan bahwa para pejuang Negara Islam Irak mampu menghancurkan "tentara Safawi terkait dengan

Ustadz Felix Siaw

kendaraan yang membawa anggota tentara Nusairi dan rezim Suriah `shabiha.`"

Safawi adalah kata yang menyiratkan Syiah berada di bawah kendali Iran, sementara Nusairi adalah istilah untuk merendahkan Alawi, sekte di mana Presiden Suriah Bashar berasal, dan shabiha adalah nama yang digunakan untuk pasukan milisi Suriah pro-rezim.

Baghdad telah secara konsisten menghindari bergabung dengan seruan-seruan yang mendesak Assad mundur, terhadap siapa para pemberontak berjuang, dan mengatakan bahwa pihaknya menentang mempersenjatai kedua pihak serta mendesak segera mengakhiri kekerasan yang telah melanda Suriah selama dua tahun, dan menewaskan setidaknya 70.000 orang.

Tetapi serangan mematikan di wilayahnya mengancam untuk melibatkan Irak dalam konflik Suriah.

Baghdad terjebak antara tekanan-tekanan konflik atas Suriah - tetangga timurnya yang kuat, Syiah Iran, mendukung rezim Assad, sementara Amerika Serikat dan negara-negara Arab banyak yang ingin agar presiden Suriah tunduk pada tuntutan oposisi dan mundur.

Namun demikian, serangan 4 Maret bukan konflik pertama kali yang menyeberangi perbatasan ke Irak.

Tembakan dari Suriah menewaskan seorang tentara Irak di utara negara itu pada 2 Maret dan seorang gadis belia di Irak barat pada September.

Para pejabat Amerika Serikat juga berulang kali meminta Irak untuk menghentikan pemberian izin penerbangan pesawat-pesawat Iran yang Washington katakan digunakan untuk mengangkut senjata-senjata kepada pasukan Bashar.

Pada 3 Maret, Dewan Nasional Suriah, kelompok oposisi utama, menduga bahwa Irak "memberikan dukungan politik dan intelijen kepada rezim Suriah."

Dan seperti negara-negara lain yang berbatasan dengan Suriah, Irak telah melihat membanjirnya pengungsi yang melarikan diri dari konflik, lebih dari 109.000 orang, menurut PBB, yang sebagian besar berada di Irak utara dan barat, demikian AFP melaporkan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh Ustadz Felix Siaw

Selasa, 04 Agustus 2015

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan

Rembang, Ustadz Felix Siaw - Setelah Solo Raya menjadi pusat agresi kelompok radikal dengan serangkaian aksi terornya, keluarga besar NU Kaliori Kabupaten Rembang menyatakan siap mendukung Banser se-Pati Raya meningkatkan kemampuan. GP Ansor berencana mengadakan kaderisasi pada pertengahan Agustus yang melibatkan unsur banom NU lainnya.

Dukungan ini sejak awal tampak pada Selasa (2/8) sore dengan kehadiran MWCNU beserta banom dan lembaga saat rapat koordinasi di rumah Sekretaris PAC GP Ansor Kaliori di Desa Sambiyan Kabupaten Rembang.

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan

Mereka merapatkan persiapan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang akan digelar di Madrasah Raudlatul Ulum Desa Karang Sekar, 12-14 Agustus 2016 mendatang.

Ketua MWCNU Kecamatan Kaliori H Ali Armani menyatakan siap sedia menjadi penopang terselengaranya Subalan se-eks karesidenan Pati. Ia mengatakan bahwa NU Kaliori sudah berkoordinasi dengan semua banom, dan lembaga terkait persiapan demi terselenggaranya Susbalan.

Ustadz Felix Siaw

"Demi terselengara dan suksesnya Susbalan sahabat Banser, saya mengajak Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU untuk membantu persiapan yang dilakukan Ansor,” ajak Ali Armani.

Sementara itu Sekertaris GP Ansor Rembang Pujianto Amilogo yang hadir bersama Satkorcab Banser menyampaikan, dasar pelaksanaan Susbalan adalah perlunya peningkatan mutu kader.

Ustadz Felix Siaw

"Seiring melimpahnya lulusan PKD (untuk PKL) dan Diklatsar (Susbalan) di GP Ansor Rembang, maka mereka perlu dilatih secara berlanjut dan berkelanjutan,” harap Pujianto.

Menurut data paling akhir, di Kabupaten Rembang selama setahun belakangan, GP Ansor telah memiliki 200-an anggota lulusan PKD dan 300-an anggota lulusan Diklatsar berseragam lengkap.

Pujianto berharap, Susbalan se-eks karesidenan Pati dapat meningkatkan kemampuan kader menyikapi paham radikal beserta serangkaian aksinya di wilayah Pati Raya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 01 Agustus 2015

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2017 dalam rangka memperkuat sinergitas semua elemen dalam mewujudkan target nasional pariwisata. Peran dan dukungan konektivitas pariwisata dari seluruh kementerian/lembaga sebagai inkorporasi Indonesia menjadi topik bahasan utama.

Rakornas yang dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang sekaligus sebagai pembicara kunci di forum itu berlangsung selama dua hari, 18-19 Mei 2017, di Birawa Assemby Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata

Rakornas Pariwisata II-2017 yang mengangkat tema “Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017” mengagendakan sejumlah topik bahasan menarik, antara lain legalitas lahan, pengembangan homestay desa wisata, skema pendanaan homestay desa wisata, dan skema pengelolaan homestay desa wisata. Strategi pengembangan pariwisata yang merupakan bagian dari Nawacita dalam rangka inkorporasi Indonesia melibatkan aturan ABCGM, yakni akademisi, bisnis, community, government, dan media.

Ustadz Felix Siaw

Desa wisata pertama kali digagas oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu 15 Oktober 2016 di acara Sail Selat Karimata di Kalimantan Barat. Gagasan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

"Saya sudah kontak Pak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Saya mengirim Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar, Dadang Rizky untuk menindaklanjuti teknis dengan Dirjen PPMD Kemendes PDDT Prof Dr Erani yang ditunjuk sebagai PIC. Kita akan segera menentukan quick win, destinasi mana saja yang paling siap untuk diformat menjadi Desa Wisata," tutur Menpar Arief Yahya dari keterangan pers tertulis.

Ustadz Felix Siaw

Desa wisata digagas sejalan dengan karakter dan potensi desa di Indonesia sebanyak 74.954 yang tersebar di seluruh Nusantara, dengan 1.902 di antaranya sudah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Selain keunikan alamnya, Desa Wisata diharapkan sangat kental dengan daya tarik budaya dan momen hidup bersama penduduk lokal dan mengenal kehidupan mereka. Hal ini mendorong hadirnya ide pengadaan homestay yang cepat, tepat dan sesuai potensi Indonesia.

Selain itu, homestay menjadi gerbang peluang bisnis jasa yang baru. Peluang tersebut diikuti dengan bisnis lain seperti penyewaan kendaraan, jasa kuliner, jasa parkir, jasa pemandu wisata, jasa binatu dan cindera mata khas. Semua peluang tersebut membutuhkan SDM, sehinga homestay dinilai sebagai bisnis yang mampu membuka lowongan kerja dengan sendirinya.

Kemenpar juga menggandeng beberapa kementerian dan lembaga untuk menyukseskan program tersebut. Khusus untuk Kemendes PDTT, Kemenpar berharap kementerian ini berperan dalam pembangunan Desa Wisata dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap Desa Wisata. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen Ustadz Felix Siaw

Senin, 06 Juli 2015

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

Ustadz Felix Siaw

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ustadz Felix Siaw

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Jumat, 03 Juli 2015

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan dalam upaya kemandirian anggota dan organisasi adalah gencar melakukan penguatan di bidang ekonomi.

“Kita ingin menumbuhkan jiwa enterpreneursip untuk kader-kader kita, supaya tidak ada lagi yang namanya kader Ansor itu nganggur,” papar (Gus Tutut), saat perbincangan dengan Ustadz Felix Siaw (19/4).

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Pria yang akrab disapa Gus Tutut memaparkan saat ini GP ansor sudah mencoba melakukan beberapa terobosan. Antara lain pendirian salon mobil online di beberapa tempat di Jabodetabek.

Ustadz Felix Siaw

“Tahap pertama kita memasukkan 200 kader Banser di bisnis tadi, meskipun baru sebatas tenaga kerja. Tapi menurut kami itu jauh lebih daripada tidak kerja sama sekali,” kata Gus Tutut.

Ustadz Felix Siaw

Selain itu, usaha perekonomian juga dilakukan dengan pendirian industri komunitas. Di Jawa Tengah? pilot projek pendirian industri komunitas dilakukan di Batang dan Rembang, yang pada waktu mendatang sangat mungkin untuk dikembangkan ke daerah lain.

Lebih lanjut, Gus Tutut mengatakan masih ada banyak usaha perekonomian yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dapat dikatakan, saat ini yang paling sibuk di GP Ansor adalah di bidang ekonomi karena banyak terobosan yang sedang dirancang. Ditargetkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah mulai kelihatan.

Anggota GP Ansor, kata dia, berada pada usia yang produktif. Salah satu tanggung jawab yang perlu dilakukan pada usia tersebut? adalah tanggung jawab ekonomi baik kepada diri dan keluarga.

“Ini yang kita coba tekankan ke sahabat-sahabat kita (anggota GP Ansor), meskipun kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ideologis. Kita tentu tetap akan menjadi benteng pertahanan pertama bagi berdirinya NKRI, dan kejayaan Pancasila, dan tentu bagi marwah jamiyah NU,” kata Gus Tutut yakin.

Dengan upaya ekonomi, diharapkan jika GP Ansor akan mengadakan kegiatan sudah bisa membiayai sendiri, dan inilah yang disebut kemandirian organisasi. Gus Tutut menilai kemandirian ekonomi tersebut, sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, mengingat jumlah anggota yang sangat besar yakni sebanyak 1,7 juta kader. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Rabu, 01 Juli 2015

GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar

Pontianak,Ustadz Felix Siaw. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalbar Nurdin, siap menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatu Ulama (UNU) Kalbar. Sebagai bentuk kesiapan itu tertuang dalam penandatangan kerja sama (MoU) yang akan digelar dalam waktu dekat.

GP Ansor Siap Kerja Sama  Kembangkan UNU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar

“Sebagai salah satu Banom (Badan Otonom, red) NU, GP Ansor tentu memiliki kewajiban untuk membesarkan UNU Kalbar yang baru berdiri. Kebetulan pihak UNU mengajak kerja sama, tentu kita sambut baik ajakan tersebut,” kata Nurdin di kampus UNU Kalbar beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, Ansor merupakan? Banom NU yang sudah lama berdiri. Kadernya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Demikian juga di Kalbar, cukup banyak kader Ansor. “Kader Ansor otomatis kader NU juga. Ketika lahir UNU, tentu Ansor siap mendukung serta membesarkannya,” kata anggota DPRD Kubu Raya ini.

Ustadz Felix Siaw

“Ansor jelas tidak membiarkan UNU berjalan sendiri. Bagaimanapun UNU lahir dari rahim NU, sama dengan halnya Ansor. Kalau UNU maju, jelas Ansor merasa bangga. Sebaliknya, bila UNU tertinggal, Ansor juga ikut merasa malu. Tapi, saya yakin UNU akan eksis di Kalbar karena kader NU cukup banyak dan sudah pasti merasa ikut bertanggung jawab membesarkannya,” ujar mantan pengurus PKC PMII Kalbar ini.

Ustadz Felix Siaw

Ketika UNU menawarkan kerja sama atau MoU, Ansor menyatakan kesediaannya untuk menandatangani kerja sama itu. Kerja sama ini penting agar jalinan kerja sama bisa diwujudkankan secara nyata. “Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk penandatangan naskah kerja sama itu,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Rektor UNU Kalbar, Dr Rachmat Sahputra M Si merasa senang Ansor ikut mendukung keberadaaan UNU. “Kita merasa senang, Ansor sebagai Banon NU merasa ikut memiliki UNU. Inilah yang sangat kita harapkan. UNU bukanlah milik semata pengurus NU, melainkan seluruh Banom juga,” katanya. (Ros/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Nasional, Tegal Ustadz Felix Siaw

Kamis, 25 Juni 2015

Wasiat Pendiri Al-Karimiyyah, Gelar Rajaban Awal Bulan

Subang, Ustadz Felix Siaw. Pendiri Pondok Pesantren Al-Karimiyyah KH. Abdul Karim Kabupaten Subang, Jawa Barat mewasiatkan penerusnya untuk menggelar peringatan Rajaban (Isra Mi’ra Nabi Muhammad) atau Muludan (kelahiran Nabi Muhammad) di tanggal 1.

Wasiat Pendiri Al-Karimiyyah, Gelar Rajaban Awal Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasiat Pendiri Al-Karimiyyah, Gelar Rajaban Awal Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasiat Pendiri Al-Karimiyyah, Gelar Rajaban Awal Bulan

Pada Rajab tahun ini, pesantren yang berlokasi di Dusun Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi tersebut, akan menggelar Rajaban pada Jumat (10/5) malam.

Menurut Dedi Setiawan, salah seorang pengurus pesantren, kegiatan Muludan dan Rajaban di Pesantren Al-Karimiyyah sama seperti di daerah lain, yakni ada pengajian umum dan ceramah agama. Biasanya diisi juga dengan pengajian kitab Hasyiyah Qishshatul Miraj karya Sayyid Ahmad ad Dardiri.

Ustadz Felix Siaw

“Rajaban di Al-Karimiyyah selalu dilaksanakan pada tanggal 1 rajab dan diisi dengan pengajian kitab Dardir sampai khatam. Insya Allah tahun ini akan dilaksanakan malam Sabtu nanti,” ungkap Dedi kepada Ustadz Felix Siaw, Ahad (5/5).

Ustadz Felix Siaw

Dedi pun menambahkan bahwa pembaca kitab dalam pengajian tersebut adalah Ketua MWC NU Patokbeusi yang juga pengasuh Pesantren Al-Karimiyyah, Kiai Thala`al Badar Karim.

“Ngaji dimulai pukul 8 malam, selesainya kadang sampai jam 1 atau jam 2. Yang baca kitab langsung sama Kang Toto (panggilan akrab Kiai Thala`al Badar Karim),” tamabahnya.

Dalam kegiatan tersebut, hadirin terdiri dari para santri, alumni, warga sekitar, dan tamu undangan,” Pungkasnya, “Bagi yang berkenan, Pesantren Al-Karimiyyah pun mengundang kepada siapapun yang ingin mengikuti kegiatan tersebut,” pungkasnya.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax, Budaya Ustadz Felix Siaw

Selasa, 02 Juni 2015

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Duta besar Swiss untuk Indonesia Bernardino Regazzoni melakukan kunjungan? ke PBNU untuk menjelaskan masalah Prakarsa pelarangan menara masjid yang diajukan oleh sebagian masyarakat Swiss. Ia diterima oleh Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.



Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Swiss Kunjungi PBNU, Jelaskan Masalah Prakarsa Pelarangan Menara Masjid

Prakarsa pelarangan pembangunan menara masjid ini diajukan pada 8 Juli 2008 yang ditandatangani 113.540 orang inisiatif ini diajukan oleh komite independent yang mewakili berbagai partai politik.

Pada tanggal 29 November mendatang akan dilakukan voting apakah pembangunan masjid ini akan dilarang atau tidak. Menurut UU Swiss, sebuah prakarsa harus ditindaklanjuti jika ditandatangani minimal 100 ribu orang.

Ustadz Felix Siaw

Regazzoni menjelaskan pemerintah dan parlemen menentang keberadaan Prakarsa ini dan merekomendasikan pemilik hak suara untuk menentangnya.

Ustadz Felix Siaw

“Pemerintah Swiss percaya bahwa pelarangan pembangunan menara merupakan larangan yang tak dapat diterima bagi komunitas muslim untuk menjalankan keyakinan agamanya,” katanya.

Pelarangan ini merupakan diskriminasi terhadap umat Islam, dan tidak mengacu pada simbol arsitektural agama lain. Karena itu, pelarangan ini tidak sesuai dengan nilai kebebasan dan masyarakat demokratis.

Karena itu, Dewan Federal dan Parlemen meminta dilakukannya dialog yang didasarkan pada sikap saling menghormati untuk mempromosikan saling pengertian antara agama yang berbeda dan integrasi mereka di Swiss.

Dukungan terhadap kebebasan membuat menara masjid juga datang dari masyarakat Yahudi dan Kristen yang ada di Swiss yang tergabung dalam The Swiss Council of Religions (SCR) seperti dalam siaran pers yang mereka sebarluaskan pada awal September 2009 lalu. The Swiss Council of Churches menuntut adanya integrasi, bukan pengeluaran bagi komunitas beragama.

SCR berpendapat bahwa prakarsa ini merupakan wujud dari kekhawatiran dan ketakutan terhadap muslim. Perbedaan pandangan yang ada saat ini harus disikapi dengan serius agar tidak mengganggu hak kebebasan beragama yang merupakan hak dasar universal.

Jumlah muslim di Swiss diperkirakan mencapai 350-400 ribu jiwa yang mayoritas berasal dari Eropa Tenggara dan dari Turki. Terdapat sekitar 150 pusat kebudayaan dan jamaah muslim. Jumlah masjid atau tempat ibadah lain berkisar 100 buah. Sebagian dari masjid tersebut memiliki menara.?

Mayoritas dari komunitas muslim ini juga terintegrasi dengan baik dengan masyarakat Swiss. Hubungan antara muslim dan non-muslim berjalan dengan damai dan tak ada problem. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan, AlaSantri, Nasional Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 02 Mei 2015

Pesantren Tempat Menggembleng, NU Tempat Mengabdi

Cirebon, Ustadz Felix Siaw

Pengasuh Pondok Pesantren Kiai Haji Aqil Siroj (KHAS) Kempek, Cirebon, Jawa Barat KH Mustofa Aqil menjelaskan hubungan antara NU dan pesantren. Menurut dia, NU adalah pesantren besar, sementara pesantren adalah NU kecil.

“Pesantren adalah mahalalul ilmi, sementara NU adalah mahalut tabligh,” katanya pada sambutan pembukaan Rapat Pleno PBNU 2016 di Pengasuh Pondok Pesantren KHAS Kempek, Cirebon, Ahad (24/7). ?

Pesantren Tempat Menggembleng, NU Tempat Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Tempat Menggembleng, NU Tempat Mengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Tempat Menggembleng, NU Tempat Mengabdi

Menurut dia, Nabi Muhammad SAW pada mulanya mendapatkan wahyun nubuwah, untuk sendiri. Wahyu yang pertama ini sebagai sarana menggembleng Nabi Muhammad ketika mendapat wahyu yang bersifat risalah.

Ustadz Felix Siaw

“Setelah lama tidak turun ayat, turunlah wahyu risalah. Wahyu risalah memberikan perintah untuk tabligh (menyampaikan ajaran Islam, red.).

Dengan demikian, menurut adik kandung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, ini anak-anak harus mengaji terlebih dahulu, dikirim ke pesantren dulu, setelah itu menyampaikan dan mengamalkan atau mengabdikan ilmunya (tabligh).

Ustadz Felix Siaw

Santri-santri sekarang digembleng dulu di pesantren (mahalalul ilmi), nanti pada saatnya mereka akan berkiprah di Nahdlatul Ulama (mahalut tabligh). (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Daerah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 25 April 2015

Pergamanas, ini Tanggapan dan Harapan Menag RI

Cirebon, Ustadz Felix Siaw. Perkemahan Regu Penggalang Ma’arif Nasional NU Nasional (Pergamanas) 2015 yang dilaksanakan di Pesantren KHAS Kempek Cirebon mendapatkan sambutan positif dari Menteri Agama Republik Indonesia, H Lukman Hakim Saefudin.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan di acara Apel Pembukaan Pergamanas 2015 di Lapangan Sepak Bola Desa Kempek Kecamatan Gempol Kabupaten Cirebon, Kamis (8/1).

Pergamanas, ini Tanggapan dan Harapan Menag RI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergamanas, ini Tanggapan dan Harapan Menag RI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergamanas, ini Tanggapan dan Harapan Menag RI

“Pergamanas merupakan bentuk partisipasi NU dalam mendesiminasi wawasan kebangsaan, nasionalisme dan patriotisme kepada warganya,” ungkap Lukman.

Ustadz Felix Siaw

Menteri Agama juga mengatakan, bahwa NU melalui LP Ma’arif mampu memahami bahwa Gerakan Kepramukaan memberi peran besar dalam pembentukan karakter pada generasi muda.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap, Pergamanas 2015 mampu menguatkan peserta sebagai generasi muda yang beriman, bertakwa, berkepribadian mulia dan bertindak cakap.

“Melalui Pergamanas ini, diharap para peserta akan menjadi pribadi yang unggul, serta memiliki kecakapan hidup dalam menyikapi perubahan lokal, nasional maupun global,” tambahnya.

Selain diisi sambutan Menteri Agama RI, dalam acara apel pembukaan ini juga dilakukan? pemberian beasiswa secara simbolis, serta penyerahan penghargaaan kepada 9 tokoh NU yang memiliki jasa dan pengabdian yang tinggi terhadap dunia pendidikan. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Amalan, Ulama Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 18 April 2015

Gus Mus: Pintar Tak Terdidik Bisa Menyimpang

Rembang,Ustadz Felix Siaw. Rais Aam PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus menyebut bahwa pendidikan nasional masih sebatas melakukan pengajaran, belum melaksanakan pendidikan. Justru mendidik masih dijumpai di Raudlatul Athfal (RA) atau Taman Kanak-kanak (TK).

Gus Mus: Pintar Tak Terdidik Bisa Menyimpang (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Pintar Tak Terdidik Bisa Menyimpang (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Pintar Tak Terdidik Bisa Menyimpang

"Saya melihat, mengamati, dan mencocokkan, pendidikan nasional kita masih sebatas pengajaran, kecuali di RA atau TK," ungkap Gus Mus saat bertaushiyah pada peresmian gedung RA dan Kelompok Bermain Masyithoh di bilangan Jalan KH Bisri Mustofa Kelurahan Leteh Kecamatan Rembang, Kamis (1/1).

Namun Gus Mus menyesalkan di jenjang berikutnya, mulai Sekolah Dasar, pendidikan menengah hingga pendidikan tinggi, lebih banyak melakukan pengajaran.

Ustadz Felix Siaw

Lebih lanjut dia menjelaskan, pendidikan itu lebih pada tarbiyah, sedangkan pengajaran itu lebih bermakna taklim. Makanya tidak heran, karena pengajaran yang diuber, pendidikan menjadi terabaikan.

Ustadz Felix Siaw

"Jadi kalau hanya dipintarkan dengan pengajaran, bisa bahaya. Perbanyak mendidik, jangan sekadar memberikan pengajaran atau memberikan informasi. Mereka yang pintar tetapi tidak terdidik, bisa melakukan hal-hal yang justru menyimpang," tandasnya.

Dia mencontohkan, sejumlah pejabat negara dan daerah yang terlibat dalam kasus korupsi, bukan orang-orang bodoh karena mendapat pengajaran hingga di universitas. Namun bagaimana pendidikan para pejabat itu, sehingga tidak mencerminkan sikap dan perilaku seorang yang terdidik.

"Bahkan secara ekstrem saya katakan, lebih baik bodoh daripada tidak terdidik. Program tertentu di komputer bisa jadi akan secara cepat menjawab setiap kebutuhan informasi, namun pendidikan akan memberikan perilaku yang baik kepada orang dalam menggunakan informasi," paparnya.

Secara khusus, Gus Mus berharap kepada setiap guru, terutama di level usia dini, agar benar-benar hadir menjadi pendidik. Meski umur pendidikan di RA atau TK berlangsung hanya dua tahun, menurutnya, itu sudah lumayan untuk meletakkan dasar pendidikan.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Di kelompok bermain pun, guru mesti memasukkan pendidikan. Guru yang kreatif tidak mengajar menggambar, tetapi hubungan gambar itu dengan ciptaan Allah yang lain," tuturnya.

Namun, pendidikan di RA atau TK tetap perlu diimbangi dengan hal yang sama di lingkup keluarga atau orang tua. Menurut Gus Mus, jangan sampai anak yang sudah dididik di sekolah, justru mendapatkan contoh pendidikan yang keliru di keluarga dan lingkungan.

Dengan demikian, lanjut dia, harus ada kerja sama antara lembaga pendidikan, guru, anak didik, dan orang tua. Pendidikan di rumah baik, tapi di sekolah tidak, akan rusak. Misalnya soal tata krama, dididik di sekolah baik, tapi di rumah dididik buruk, ya sama saja rusak," tegasnya.

Gedung baru Raudlatul Athfal dan Kelompok Bermain Masyithoh diresmikan, Kamis (1/1) ditandai dengan pemotongan pita oleh KH. Ahmad Mustofa Bisri dengan didampingi Nyai Hj. Muhsinah Cholil. Acara tersebut digelar sekaligus dalam kemasan tasyakuran ulang tahun ke-45 RA Masyithoh.

Pembangunan gedung tiga lantai itu mulai dirintis sekitar tahun 2012. Ketua Pengurus RA Masyithoh Nyai Hj. Muhsinah Cholil menyatakan harapannya agar RA dan Kelompok Bermain Masyithoh bermanfaat.

"RA Masyithoh sebenarnya lahir tahun 1969, namun untuk mudahnya, saya catatkan tahun 1970. Saat pertama kali dibuka muridnya 10 orang, kini 120 orang. Dan alhamdulillah setelah beberapa kali menumpang, kini punya gedung sendiri yang representif," ujarnya.

Dia menyebut TK atau RA dan Kelompok Bermain Masyithoh sebagai tempat mendidik generasi penerus yang baik dan berguna bagi bangsa.

"Mudah-mudahan lulusan RA ini nanti, bisa jadi orang yang berguna, manfaat, dan amanah. Jadi jenderal, kyai, kapten, atau pengusaha. Jadi apa saja yang penting amanah," pungkasnya.(Moh. Lilik Wijanarko/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nasional, Fragmen, Kiai Ustadz Felix Siaw

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Puslitbang Kehidupan Keagamaan Balitbang Diklat Kemenag mengadakan penelitian tentang Peran Rohaniwan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia pada tahun 2016. 

Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang dilakukan di 7 lokasi, yakni: DKI Jakarta (Peran Rohaniwan Asing Islam terhadap Kehidupan Keagamaan di Jakarta); Jawa Barat (Peran Rohaniwan Asing Kristen terhadap Kehidupan Keagamaan di Jawa Barat); Kota Malang (Peran Rohaniwan Asing Islam terhadap Kehidupan Keagamaan di Malang); Bali (Peran Rohaniwan Asing Hindu terhadap Kehidupan Keagamaan di Bali).

Lokasi berikutnya Kabupaten Sikka NTT (Peran Rohaniwan Asing Katolik terhadap Kehidupan Keagamaan di Kabupaten Sikka); Sulawesi Utara (Peran Rohaniwan Asing Kristen terhadap Kehidupan Keagamaan di Sulawesi Utara); dan Kepulauan Riau (Peran Rohaniwan Asing Buddha terhadap Kehidupan Keagamaan di Provinsi Kepulauan Riau).

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Rohaniawan Asing terhadap Perkembangan Kehidupan Keagamaan di Indonesia

Penelitian tersebut menghasilkan temuan-temuan:

Pertama, prosedur kedatangan rohaniwan asing Katolik di Kota Maumere belum sejalan dengan alur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karenanya data rohaniwan asing Katolik di keuskupan Maumere tidak sinkron dengan jumlah data yang dikeluarkan Ditjen Bimas Katolik dan Departemen Tenaga Gerejawi. 

Demikian pula di Bali, proses kedatangan rohaniwan Hindu hanya sebagian kecil yang melalui prosedur resmi, karena hanya sebagian kecil pula diantara mereka yang memahami peraturan keimigrasian. Di Kota Malang, tidak ada rohaniwan (Islam) asing yang benar-benar sebagai rohaniwan, kecuali petugas di Sudan Centre yang dimanfaatkan sebagai dosen dan sebagai rohaniwan. 

Ustadz Felix Siaw

Selain itu ada pula mahasiswa asing yang berperan sebagai rohaniwan. Sementara di Jawa Barat, peran rohaniwan asing Kristen tidak hanya terbatas di dalam gereja, tetapi meliputi kegiatan di luar gereja, seperti di yayasan pendidikan dan lembaga-lembaga kemanusiaan.

Meskipun eksistensi rohaniwan asing Kristen semakin berkurang dan perannya sudah banyak digantikan oleh rohaniwan lokal, bagi denominasi tertentu yang berpusat di luar negeri seperti Bala Keselematan dan Saksi-saksi Yehuwa peran rohaniwan asing belum tergantikan.

Ustadz Felix Siaw

Kedua, rohaniawan asing Katolik berperan positif dan dapat menguntungkan generasi muda Katolik, karena selain meningkatkan kesadaran beragama juga meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Di Menado rohaniwan asing Kristen dapat mebawa pencerahan bagi pendeta-pendeta lokal dan para jemaat.

Di Malang, rohaniwan asing Islam dan berperan sebagai dosen bahasa Arab dari native speaker bisa dijadikan promosi dan dapat menaikan rating lembaga pendidikan yang bersangkutan.

Ketiga, menurut pemuka agama setempat, pengaruh rohaniwan asing Kristen di Jawa Barat dalam kehidupan keagamaan masyarakat tidak terlalu tampak meskipun ada, karena peran rohaniwan asing cenderung ke dalam, sedangkan misi keluar lebih banyak diperankan oleh rohaniwan lokal.

Sedangkan peran rohaniwan Kristen di Menado cukup baik dalam membina calon pendeta dan menyiarkan agama di pedalaman kepada masyarakat yang belum beragama. Sedangkan rohaniwan asing Buddha di Kepulauan Riau yang datang secara legal dipandang positif terhadap kualitas keagamaan, meskipun mereka kurang menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku terutama berkaitan dengan kultur dan nilai-nilai setempat. 

Masuknya rohaniwan asing Buddha secara illegal belum begitu mencemaskan, meski mulai terlihat gejala-gejala munculnya ekslusifisme, hate speech, dan persaingan yang semakin menguat di antara kelompok-kelompok agama.

Berkenaan dengan peran rohaniwan asing Katolik di Maumere, sebagian besar tokoh agama dan tokoh masyarakat di luar penganut agama Katolik tidak mengetahui secara persis apa kegiatan yang dilakukan oleh para rohaniwan asing Katolik, karena kegiatan mereka hanya di lakukan di dalam.

Sebaliknya di Bali, kedatangan rohaniwan asing Hindu berdampak pada munculnya aliran baru yang menimbulkan pro dan kontra.

Di Kota Malang dosen asing Islam yang berperan sebagai rohaniwan, justru menjadi penceramah favorit, mereka berceramah sampai kabupaten lain. Di masa lalu pernah ada yang isi ceramahnya meresahkan masyarakat dan masih terkesan dalam memori kolektif sebagian pemuka agama Islam di sana.

Keempat, jamaah Tabligh dari luar negeri tidak memahami tentang Tata Cara Pelaksanaan Penyiaran Agama dan Bantuan Luar Negeri Lembaga Keagamaan di Indonesia. Ketiadaan data yang akurat menyulitkan proses pengaturan dan pengawasan terhadap rohaniwan asing.

Peraturan perundang-undangan yang berkenaan dengan ketenagakerjaan asing memang telah ada baik berupa Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri, Surat Keputusan Dirjen dan termasuk Peraturan Menteri Agama, namun peraturan Perundang-undangan ini belum spesifik mengatur soal tenaga kerja asing khusus bidang agama, maka diperlukan peraturan yang mengatur khusus tenaga kerja asing yang bergerak di bidang agama. 

Di Malang, dosen asing yang datang ke Kota Malang tidak disertai tembusan kepada kantor kemenag setempat dan instansi terkait, sehingga mereka tidak dapat dimonitoring.

Di Kepulauan Riau peraturan yang ada dipandang kurang sesuai dengan dinamika perkembangan jumlah rohaniwan dan permasalahannya yang memerlukan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, sehingga memberikan celah kepada semakin berkembangnya jumlah rahaniwan asing illegal dan mendatangkan berbagai problem di masyarakat. (Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw IMNU Ustadz Felix Siaw