Kamis, 26 Juni 2014

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Ali Maschan Moesa mengatakan, saat ini, gerakan untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan ancaman keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin menguat. Karena itu, pihaknya akan mengumpulkan para Pengurus Cabang (PC) dan Pengurus Ranting (PR) NU se-Jatim.

“Dalam hal ini, NU jelas akan mempertahankan NKRI, karena bagi NU, NKRI merupakan bentuk final. Tidak ada tawar-menawar lagi,” tegas Ali, begitu panggilan akrab Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Husna, Surabaya, itu kepada Ustadz Felix Siaw di Surabaya, Kamis (31/5) kemarin.

Selain itu, menurut Ali, agenda besar yang juga akan dibicarakan pada acara tersebut ialah tentang penguatan paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja), sebagaimana dianut NU. Sebab, seperti diketahui, saat ini wacana Aswaja sudah banyak diperebutkan kelompok Islam lainnya, “Meski perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran Salafus Shalih, mereka juga tidak segan mengaku sebagai Aswaja,” tandasnya.

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Pancasila-NKRI Terancam, PWNU Kumpulkan PC dan PR se-Jatim

Dosen Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya itu menambahkan, pertemuan itu juga untuk membangun kembali NU, baik dari sisi jamaah maupun jamiyah (organisasi). Kedua unsur itu merupakan kesatuan yang sangat penting dalam tubuh NU. “Seperti sayap kanan dan kiri pesawat, keduanya penting, saling mendukung, dan menjadi penyeimbang lajunya pesawat,” tuturnya.

Dalam hal penguatan keorganisasian, pihaknya berupaya menertibkan administrasi. Seluruh PC dan PR yang tidak aktif, nantinya diminta untuk segera melakukan reformasi kepengurusan sekaligus ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) PC. Begitu juga bagi PR yang aktif namun belum memiliki SK, diminta juga melakukan hal yang sama.

Ustadz Felix Siaw

“Dan setiap Pengurus Ranting nantinya diminta untuk mendaftar seluruh anggotanya dengan tertib, lengkap dengan nomor induknya,” ujar Ali.

Pertemuan besar yang bakal digelar sepanjang bulan Juni dan Juli itu akan melibatkan 9.552 PR, 676 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan 44 PC se-Jatim. Masing-masing PR diminta mengirimkan dua orang, terdiri dari ketua dan rais syuriah.

Ustadz Felix Siaw

Pertemuan dilakukan dengan model pengelompokan. Dibagi menjadi sembilan kali pertemuan. Masing-masing bagian terdiri dari 4 hingga 6 PC terdekat. Pertemuan pertama dilakukan di Pendopo Kabupaten Probolinggo pada 2 Juni. Pertemuan di kota mangga itu diperuntukkan bagi PCNU Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kraksaan, Lumajang dan Bangil.

Sedangkan, pertemuan kedua bertempat di Ponpes Al-Hikam, Malang, pada 3 Juni. Pertemuan itu diikuti PCNU Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Pasuruan dan Kota Batu. Terakhir, dijadwalkan pada 29 Juli di Ponpes Darul Falah Bondowoso untuk PCNU Bondowoso, Jember, Kencong, Banyuwangi dan Situbondo. (sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Internasional, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 07 Juni 2014

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP

Sidoarjo,Ustadz Felix Siaw. Rumah Qori Baitul Quran menggelar Mushabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) antar-rumah Qori daerah Tanggulangin, Candi, Buduran dan Sidoarjo. Acara tersebut digelar di musholla Baitul Quran Desa Pagerwojo, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Ahad (10/1).

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP (Sumber Gambar : Nu Online)
Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP (Sumber Gambar : Nu Online)

Baitul Quran Sidoarjo Gelar MTQ Tingkat TK Sampai SMP

Ketua panitia MTQ Khilmi Nasrullah mengatakan, masing-masing Rumah Qori mengirimkan sebanyak 5 sampai 7, dan 10 peserta. Jumlah peserta sekitar 27 orang tersbut mulai tingkat TK hingga SMP. Para peserta dibagi ke dalam beberapa kategori, di antaranya tingkat anak-anak mulai dari kelas IV ke bawah. Sedangkan tingkat remaja kelas V hingga kelas IX.

MTQ itu, kata dia, sudah berjalan setiap tahun. Menurutnya, kalau anak-anak tidak pernah diikutkan MTQ, maka mereka tidak mempunyai giroh (semangat). Jadi, dengan diadakannya MTQ itu sendiri untuk memacu semangat belajarnya dan mengetahui sampai dimana kualitas anak-anak di dalam proses atau selama belajar Qori.

Ustadz Felix Siaw

"Tujuan yang pertama untuk melatih mereka supaya tidak minder, Mas. Kedua sebagai evaluasi selama proses pembelajaran qori. Pada saat MTQ dimulai ada yang menangis, ada juga yang tidak mau tampil, dan kemudian dirayu hingga akhirnya mau tampil. Selain itu untuk menyiapkan kader-kader Qori sejak dini," kata pria yang juga sebagai Sekretaris II PC JQHNU Sidoarjo itu.

Ustadz Felix Siaw

Pada ajang MTQ, panitia sengaja menjaring juara 1, 2, 3 dan juara harapan 1, 2 dan 3. Bagi para juara akan mendapatkan piagam serta tropi dari panitia.

Setelah diadakannya MTQ, lanjut Khilmi, pihaknya akan menampilkan para juara pada acara Lailatul Qiroah yang diadakan JQHNU Sidoarjo, di musholla Baitul Quran Desa Pagerwojo Buduran Sidoarjo, 16 Januari mendatang dengan peserta lebih banyak lagi.

Khilmi mengaku bahwa peranan JQHNU Sidoarjo selama ini sangat luar biasa. Mereka selain sebagai pembina, JQHNU Sidoarjo sangat berperan aktif di dalam menelorkan bibit-bibit qori-qoriah yang baru dan unggul. JQHNU Sidoarjo juga akan mengorbitkan para juara pada ajang MTQ baik di tingkat Kabupaten/kota hingga tingkat nasional.

"Dari dulu JQHNU Sidoarjo mengorbitkan lewat lailatul qiroah dari satu tempat ke tempat lainnya. Hal itu sebagai upaya pembinaan dan melatih anak-anak agar kendel (berani) tampil di panggung, serta tidak ragu lagi," tambah Khilmi.

Ketua JQHNU Sidoarjo H Imam Mukozali memberikan apresiasi luar biasa kepada Rumah Qori Baitul Quran yang telah menyelenggarakan acara tersebut. Pihaknya juga mengucapkan terima kash kepada masing-masing Rumah Qori yang telah mengajarkan ilmunya selama ini.

"Rumah-rumah Qori di Sidoarjo itu teman-teman JQH. Mereka sudah berbuat dan memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Dan kita memberikan support. Bagi para juara akan ditampilkan, walaupun bentuk dan modalnya apa tapi perlu ditampilkan. Saya yakin manfaatnya tinggi, dari yang belum berani, akhirnya menjadi berani," tutur Imam.

Imam ingin Rumah Qori dan Rumah Tahfidz lainnya juga mengadakan hal yang sama. Karena, menurut Imam bahwa Sidoarjo dicap sebagai gudangnya Qori. Bahkan sudah diakui dan pernah tiga kali mendapatkan juara umum MTQ.

"Syukur-syukur bisa muncul bibit qori yang unggul untuk regenerasi. Memang apa yang kami lakukan ini kecil, namun dampaknya menjadi besar. Bagi para juara harus ditingkatkan. Kalau belum juara lebih semangat belajarnya lagi," pungkas Imam. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba Ustadz Felix Siaw