Sabtu, 23 Januari 2010

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Semarang, Ustadz Felix Siaw - Pemilik akun Facebook yang diberi nama Ummu Izzah Mujahidah (UIM) diduga sering menghina Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hal ini mendorong Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang bersama Banser setempat menempuh jalur hukum.

“Sudah lama kita lihat dinding FB UIM berisi kata-kata yang provokatif dan fitnah,” kata Sekretaris PC GP Kota Semarang Rahul Saiful Bahri saat melaporkan ke Polrestabes Semarang Jl Dr Sutomo IV Barusari Semarang Selatan, Jumat (4/8) malam. Tindakan mengunggah status medsos demikian dianggap sebagai tindakan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik tokoh nasional.

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Dua hari kemarin tampak postingan yang jelas-jelas menghina Jokowi dan Ketum PBNU di atas gambar uang kertas lima ribu dan foto Jokowi bersama Kiai Said. Tertulis di situ percakapan palsu di antara keduanya.

Ustadz Felix Siaw

“Ada kalimat ‘JENGGOT GAMIS SORBAN GOBLOK’ di atas foto Kiai Said,” kata Rahul. Tulisan dengan pola dialog Kiai Said dengan Jokowi juga terlihat jelas. “Pak Jokowi tolong diganti yang pakai peci seperti saya,” lanjutnya sambil menunjukkan teks itu.

Ustadz Felix Siaw

Kemudian di atas foto Jokowi tertulis “bisa diatur Yai yang penting dukung saya”. Di akhir foto tertulis kata “akhirnya keluar uang baru” dengan gambar uang kertas dengan foto KH Idham Chalid, mantan Ketum PBNU. “Itu tampak jelas bahwa UIM merendahkan simbol negara dan melecehkan kiai yang jadi panutan nahdliyyin se-Indonesia” tegas Rahul. Sayangnya mulai hari Kamis malam (3/8/2017) FB UIM sudah tidak aktif lagi.

Di hadapan petugas piket Polrestabes Semarang dijelaskan bahwa UIM hanya nama samaran dari seorang wanita yang tinggal di Perumahan Permata Hijau Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Nama pemiliki FB sudah kita serahkan polisi. “Terima kasih atas pengaduan ini, karena ini wilayah cyber maka kami sarankan langsung ke Polda Jateng agar lebih cepat ditangani,” kata anggota polisi. Dengan didampingi Tuts Pitoyo, anggota Intel Polrestabes Semarang mengadu ke Polda Jateng Jl Pahlawan No 1 Kota Semarang.

Di Polda Jateng, pelapor diterima petugas piket SPKT. Komandan Banser Kota Semarang Suharmanto menyampaikan kronologi dugaan penghinaan Presiden dan Ketum PBNU kepada petugas piket. “Pemilik FB UIM ini meresahkan dan kami merasa tersinggung karena dia menghina simbol negara dan kiai, maka kami adukan ke Polda sesuai arahan Polrestabes,” tegasnya.

Karena ini ranah IT, maka unit cyber crime Ditreskrimsus Polda Jateng turut mendampingi pengaduan ini. “Pengaduan ini kami terima dengan baik dan pelapor diminta melengkapi form laporan dan bukti screenshot,” ujar anggota Polda. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw PonPes, Sunnah, Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 16 Januari 2010

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul

Jepara, Ustadz Felix Siaw - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berkesempatan hadir dalam Rakorda LP Maarif NU se-Eks Karesidenan Pati di Kampoeng Wisata Jepara, Sabtu (17/9). Ia menekankan pentingnya perbaikan mutu pendidikan lembaga di bawah naungan LP Maarif. Padahal potensi lembaga pendidikan Maarif NU sebenarnya lebih unggul.

Marzuqi mencontohkan, Anisa Hayati siswi MA NU Mathalibul Huda Mlonggo Jepara yang menjuarai olimpiade Matematika tingkat Internasional di Singapura belum lama ini adalah potensi unggul tersebut.

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul

Sebab itu, pentingnya sebuah penguatan baik kuantitas maupun kualitas pendidikan di bawah naungan LP Maarif NU. Jika ada kader yang berprestasi, tidak perlu dicemburui tetapi harus terus didorong prestasinya. Sedangkan yang lain harus berlomba-lomba menjadi yang terbaik.

Senada dengan Marzuqi, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq mendorong pendidikan di Maarif agar terus berkompetisi dengan lembaga yang lain.

Ustadz Felix Siaw

“Kalau MTs dan MA yang sudah maju banyak, tetapi perguruan tinggi kita masih kalah jauh dengan PT yang lain,” tegas kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini.

Ustadz Felix Siaw

Untuk itu, ia? berpesan agar bersatu untuk memajukan lembaga pendidikan Maarif.

Sementara itu, Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah Agus Sofyan Hadi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilaksanakan di Semarang.

Kegiatan yang diikuti oleh LP Maarif dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Lasem dan Grobogan lanjutnya untuk mempertajam hasil rakor tingkat provinsi. Juga untuk menyerap aspirasi LP Maarif di kabupaten. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, IMNU Ustadz Felix Siaw

Kamis, 14 Januari 2010

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal

Trenggalek, Ustadz Felix Siaw

Paham radikal dan anti-NKRI adalah musuh bangsa Indonesia. Menurut data yang disampaikan pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), setidaknya ada 19 nama organisasi di Indonesia yang tergolong dalam kelompok radikal.

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal

Demikian ditegaskan Kepala Satkorwil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur dr H Umar Usman di hadapan sekitar 350 peserta pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser angkatan III Satkorcab Banser Trenggalek di Pondok Pesantren Hidayatulloh Kecamatan Pule, Trenggalek, Sabtu (28/5) siang.

Siapa saja 19 organisasi itu? Umar Usman menyebutkan antara lain Jamaah Islamiyah, Tauhid Wal Jihad, NII, Majelis Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid, Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad, Pendukung dan Pembela Daulah Islamiah, Jamaah Anshauri Daulah, Mahad Ansharullah, Laskar Dinullah, Gerakan Tauhid Lamongan, Halawi Makmun Grup, Ansharul Khilafah Jawa Timur, IS Aceh, Ikhwan Muahid Indonesia fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dan Al Muhajirin (sempalan HTI).

Ustadz Felix Siaw

“Ke-19 organisasi tersebut menggunakan kekerasan (dalam melancarkan aspirasinya, red). Mulai dari mengkafirkan selain kelompoknya, melakukan teror, menembak, meledakan bom, dan kegiatan lain yang mengandung teror. Nah, selanjutnya masih terdapat organisasi yang dapat dikelompokkan anti NKRI dan Pancasila dan di antaranya, neo-PKI dan HTI. Ini yang harus juga diwaspadai,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, persoalan PKI dan model barunya, punya kata kunci, yaitu telah berkhianat pada NKRI dengan melakukan kudeta. Sedangkan HTI adalah penggagas dan pengusung ideologi sistem khilafah Islamiyyah untuk menggantikan bentuk NKRI, tidak menerima Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Untuk itulah Ansor dan Banser nenolak gerakan paham radikal dan paham khilafah,” tegasnya.

Kenapa Banser dan Ansor menolak khilafah? Umar Usman menambahkan, di antara alasan pokoknya adalah karena khilafah memposisikan Indonesia sebagai negara jajahan, berlaku purifikasi yang mencerabut warga dari budayanya sendiri, dikriminasi gender, dan ancaman disintegrasi bagi wilayah di Tanah Air yang berpenduduk non-Muslim.

“Apa bedanya dengan pemberontakan DI/TII. Untuk itulah, Banser dan Ansor mengajak kepada, OKP, LSM, ormas dan kepada seluruh anak bangsa yang masih mencintai negerinya, yang memiliki paham nasionalisme, dan yang memiliki rasa cinta kepada tanah, air bersatu padu menolak paham tersebut,” tegasnya.

Diklatsar angkatan III kali ini diikuti lebih dari 300 peserta, sebelumnya maksimal hanya diikuti tidak kurang dari 200 peserta. “Diklat ini termasuk luar biasa. Karena diikuti lebih dari 300 orang. Kami berharap dengan banyaknya anggota baru bisa menambah ghirah dan mutu SDM Banser di Trenggalek,” ungkap Abdurrohman Ketua PC GP Ansor Trenggalek. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul, Kajian Islam, News Ustadz Felix Siaw