Rabu, 26 Desember 2012

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

Batang, Ustadz Felix Siaw. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hadir membuka kegiatan Kemah Bakti II tahun 2017 pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Sabtu (22/4) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Ia hadir didampingi Penjabat (PJ) Bupati Batang Siswo Laksono. Saat menyampaikan sambutannya, Ganjar mengapresiasi kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai Sabtu sampai Senin (22-24/4).

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

"Kemah ini menurut saya jadi bagian membentuk karakter anak bangsa. Mereka secara agama sudah tentu sangat paham, ideologi bernegara juga paham, tapi sikapnya seperti kereta atau tidak maju mundur," katanya.

Kondisi bangsa yang ada saat ini, menurutnya membutuhkan sikap bersama-sama menyuarakan kebenaran. Maka Ansor Banser melalui Kemah Bakti ini harus berani menyuarakan kebenaran.

"Saya mengapresiasi kemah bakti ini dari teman-teman GP Ansor," katanya.

Ustadz Felix Siaw

Ia menambahkan, melalui Kemah Bakti ini, para kader Ansor Banser akan menginternalisasi diri membangun karakter anak bangsa yang baik. Mereka nantinya akan tersebar di mana-mana untuk menularkannya.

Adapun pembukaan, dilakukan secara simbolis dengan pemukulan rebana oleh Gubernur Jateng. Selain itu juga dilakukan pemakaian jaket Banser pada Gubernur Ganjar Pranowo, Ketua PWNU Jateng DR KH Abu Hapsin, dan Anggota DPD RI Achmad Muqowam oleh Kasatkorwil Banser Jateng Hasyim Asyari.

Ketua PW Ansor Jateng Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Ustadz Felix Siaw

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil alamin," katanya.

Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bershalawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

"Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya.

PJ Bupati Batang, Siswo Laksono mengatakan, pihaknya berharap Batang kembali menjadi juara umum dalam kemah bakti tahun ini. Sehingga jika tahun ini digelar di kawasan pegunungan, maka tahun depan bisa digelar di kawasan pantai.? (Sholahuddin Al-Ahmed/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah Ustadz Felix Siaw

Rabu, 19 Desember 2012

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi

"Al-Fath" merupakan surat ke 48 yang ada dalam Al-Quran. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia Al-Fath berarti kemenangan. Kemenangan inilah yang menjadi salah satu motivasi KH M. Fajar Laksana memberikan nama untuk lembaga pendidikan Islam yang ia dirikan, yaitu Pesantren Dzikir Al-Fath.

Pesantren yang berdiri sekitar lima tahun lalu ini beralamat di Jln. Merbabu Perum Gading Kencana Asri, Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren ini Terapkan 60% Kurikulum Ekonomi

KH M. Fajar Laksana selaku Pengasuh Pesantren Dzikir Al-Fath mengungkapkan, saat ini Indonesia sedang dalam kondisi perang, sehingga santri yang saat ini berjumlah sekitar 470 orang, dididik dan digembleng untuk berhijrah dan menjadi seorang mujahid agar memperoleh kemenangan yang nyata (fatham mubina).

Ustadz Felix Siaw

Namun perang yang dimaksud oleh Fajar yang juga Murid Abah Anom Tasikmalaya ini, adalah perang dalam konteks ekonomi dan Teknologi Informasi.

Ustadz Felix Siaw

"Yang namanya perang itu jangan diartikan hanya perang fisik saja, tapi perang ekonomi, perang IT, artinya perang psikologis, perang dakwah, syiar Islam," kata alumni Pesantren Gentur Cianjur ini.

Mantan Bendahara PCNU Sukabumi ini pun menyayangkan di internal Islam sendiri ada paham-paham yang cenderung "menyerang" tradisi keagaamaan warga NU, padahal menurutnya hal itu adalah habluminallah.

"Padahal kan kita tidak mengganggu mereka, ini kan urusan kita dengan Allah dan lagipula ada dalil Al-Quran haditsnya, kepengen tuh ya jangan mengganggu karena kita juga tidak mengganggu atau mengusik mereka"tambahnya

Ekonomi sebagai Konsentrasi Pesantren

KH Fajar Laksana menyadari betul bahwa waktu dalam mendidik para santri sangat terbatas serta tidak cukup untuk materi pengajian kitab kuning, sehingga yang menjadi konsentrasi di pesantren ini adalah di bidang ekonomi dan IT.

"Di sini menerimanya Mahasantri, sehingga yang mau mondok disini harus kuat agamanya, saya sengaja mengambil porsi ekonomi karena porsi ekonomi ini sangat jarang, kalau yang mengambil porsi keagamaan sudah banyak," tambahnya

Dikatakan Ketua V MUI Sukabumi ini, kurikulum yang dikembangkan di Pesantren Dzikir Al-Fath ini adalah 20% teori yang didapatkan melalui belajar di kelas, 20% Dzikrullah, pengajian Al-Quran dan Hadits serta 60% bekerja di 30 unit bisnis pesantren yang sudah beromzet milyaran rupiah.

Diantara unit bisnis tersebut adalah Al-Fath Mart, Al-Fath Express, Al-Fath Plaza, Al-Fath Fried Chiken, Bank Swamitra, Investasi Domba Berqurban Beramal Berkelanjutan (IDB3), Integrated Farm Education And Entrepreneurship (IFE2), Rumah Kemasan dan Produksi, Al-Fath Tirta Hurip, Al-Fath Distribution Center, Al-Fath Techno Center, Sarah Boutique, Alya Boutique, Koperasi SSC, dan lainnya.

"Mayoritas penduduk Indonesia adalah Islam, tapi ternyata perekonomian di Indonesia justeru dikuasai oleh non muslim, jadi kita berperang dengan mereka dalam konteks ekonomi, tapi kita menggunakan fiqh siyasah, bukan berarti kita memusuhi apalagi menyerang mereka, kita tetap kerjasama dengan mereka, karena Nabi Muhammad pun dulu membuat perjanjian Hudaibiyah dengan non muslim," tambah Magister Manajemen Ekonomi ini.

Modal Usaha setelah Lulus

Mahasantri di Pesantren Dzikir Al-Fath semuanya mendapatkan beasiswa 100%, dengan mendapatkan fasilitas makan, tempat, serta pendidikan di pesantren dan di STIE-STMIK Pasim Sukabumi, perguruan tinggi tersebut masih berintegrasi dengan Pesantren Dzikir Al-Fath.

Untuk mendapatkan beasiswa tersebut, selain harus mempunyai mental yang tangguh, para mahasantri juga diwajibkan minimal hafal tiga surat, yaitu surat Al-Fath, Al-Anam dan Surat ar-Rum, karena ketiga surat itu sangat relevan untuk dijadikan sebagai motivasi dalam berperang.

"Kita ingin mencetak pemimpin, pekerja, pegawai yang berakhlakul karimah," ungkap KH. Fajar Laksana yang saat ini menjabat Ketua Lazisnu Sukabumi ini.

Para santri tidak semuanya tinggal di Pesantren, melainkan ditempatkan di beberapa tempat unit bisnis yang ada di Sukabumi dan sekitarnya, namun dalam seminggu harus ke pondok untuk mengikuti pengajian umum.

"Disana kalau waktu shalat tiba semuanya harus istirahat untuk shalat dan mengaji, disana ada ustad yang jadi mentornya," tukasnya.

Pendidikan dan penggemblengan yang diperoleh Mahasantri menyangkut tiga aspek, yaitu akal, hati dan badan, akal sebagai media untuk conceptual skill, dididik melalui pendidikan ilmu ekonomi dan IT di kelas, hati sebagai media spiritual skill, dididik dan digembleng melalui dzikirullah, dan badan sebagai media human skill atau life skill melalui bekerja di unit usaha pesantren.

Selain mendapatkan beasiswa selama mondok, para santri pun akan mendapatkan gaji dari hasil pekerjaannya, bukan hanya itu saja, jika nanti sudah lulus kuliah dan akan pulang ke kampungnya masing-masing mereka akan diberikan modal usaha sebesar Rp. 15.000.000.

Raih Berbagai Penghargaan

Walaupun usianya terhitung masih muda, Pesantren Dzikir Al-Fath berhasil menyabet berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat lokal maupun nasional, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Juara I Pemangku Ketahanan Pangan tingkat Propinsi Jawa Barat (2012-2013)

2. Peraih Adhikarya Pangan Nusantara Se-Kota Sukabumi dari Wali Kota Sukabumi (2012-2013)

3. Juara I Kelompok Ternak Domba tingkat Jawa Barat (2013)

4. 10 penampil terbaik tingkat Nasional Olahraga Tradisional di Morotai Maluku (2012)

5. Juara I Olahraga Tradisional tingkat Jawa Barat (2013)

6. Praktisi Etnofarmaka tingkat Nasional (2013)

7. Juara I Kirab Seni Budaya Pawau Heleran Kota Sukabumi (2012-2013)

8. Penghargaan Walikota Sukabumi Sebagai Pembina Olahraga Masyarakat (2012-2013)

9. Penghargaan Kadis PORABUDPAR Sebagai Pelopor dan Pencipta Seni Budaya Boles (Bola Leungeun Seuneu/Bola Tangan Api) (2011)

10. Juara Intensifikasi pekarangan terbaik Kota Sukabumi

11. Juara Terbaik Pengurangan Kemiskinan & Pengangguran tingkat Jawa Barat. (Aiz Luthfi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Habib Ustadz Felix Siaw