Senin, 30 Oktober 2017

Bahtsul Masail adalah Kebutuhan Pokok Warga Nahdliyin

Sumenep, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sumenep, Jawa Timur aktif mengikuti kegiatan bahtsul masail bulanan MWCNU se-Kabupaten Sumenep. Terbaru, kegiatan tersebut dilangsungkan di daerah Ganding, Kabupaten Sumenep Madura, Jawa Timur, Sabtu (9/1).

Ketua GP Ansor Sumenep M Muhri Zaen merasa bersyukur dirinya bisa hadir silaturrahim dengan para kiai di acara bahtsul masail tersebut. Menurutnya, kegiatan bahtsul masail merupakan kebutuhan pokok bagi dirinya dan warga Nahdliyin.

Bahtsul Masail adalah Kebutuhan Pokok Warga Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail adalah Kebutuhan Pokok Warga Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail adalah Kebutuhan Pokok Warga Nahdliyin

"Apalagi sekarang kian gencar gerakan garis keras yang melenceng dari paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). Melalui bahtsul masail, kita bisa merawat dan mengembangkan paham Aswaja. Sebab, di acara tersebut hadir para kiai yang pemahaman keagamaannya tidak diragukan lagi," ujar Muhri.

Ustadz Felix Siaw

Alumnus Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep tersebut mengatakan, keputusan bahtsul masail di lingkungan NU, dibuat dalam rangka bermazhab dengan salah satu mazhab empat yang disepakati. Dan, mengutamakan bermazhab secara qaul (pendapat).

"Oleh karena itu, sebagaimana diketengahkan Dr Imam Yahya, MAg dalam buku Dinamika Ijtihad NU, dalam memberikan jawaban ittifaq hukum dalam bahtul masail, setidaknya digunakan 4 susunan metodologis," terang mantan Ketua Umum Pimpinan Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumenep tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Pertama, terangnya, dalam kasus yang ditemukan jawabannya dalam ibarat kitab dan hanya satu qaul, maka qaul itu yang diambil. Kedua, dalam kasus yang hukumnya terdapat dua pendapat, maka dilakukan taqrir jamai dalam memilih salah satunya. Ketiga, bila jawaban tidak diketemukan dalam ibarat kitab sama sekali, dipakai ilhaq al masail bin nadhariha secara jamai oleh para ahlinya.

"Dan terakhir, masalah yang dikemukakan jawabannya dalam ibarat kitab dan tidak bisa dilakukan ilhaq, maka dilakukan istinbat jamai dengan prosedur mazhab secara manhaji oleh para ahlinya," tukas M Muhri Zaen. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw PonPes Ustadz Felix Siaw

Minggu, 29 Oktober 2017

Kenapa Warga NU Berkunjung ke Kantor PCNU Surabaya?

Surabaya, NU? Online. Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cabang Surabaya memiliki segudang sejarah tentang NU. Di kota pahlawan ini, Nahdlatul Ulama didirikan. Salah satu peninggalan pendirian NU adalah kantor PCNU Surabaya yang terletak di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya ini.

Kenapa Warga NU Berkunjung ke Kantor PCNU Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Warga NU Berkunjung ke Kantor PCNU Surabaya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Warga NU Berkunjung ke Kantor PCNU Surabaya?

"NU berdiri bukan di gedung ini, melainkan di rumah KH Ridwan Abdullah di Bubutan gang VI No 20, banyak orang yang salah mengira. Dan gedung ini digunakan para kiai rapat untuk mencetuskan Resolusi Jihad," kata H A Muhibbin Zuhri mengawali perbincangan dengan Sekjen PBNU.? ? ?

Ruang tengah yang persis dengan aula utama itu, Sekretaris Jenderal PBNU H. Helmy Faishal Zaini melihat satu per satu ruangan yang ada di kantor pertama PBNU ini. Mulai dari ruangan H Hasan Gipo yang sekarang menjadi ruangan Ketua PCNU Surabaya. Ruangan Syuriah, ruangan sekretariatan hingga ruangan badan otonom NU Surabaya.

Ustadz Felix Siaw

"Bangunan yang asli hanya hanya sampai sini (ruangan Ketua PCNU Surabaya), sedangkan ruangan banom itu tambahan dan sudah lain gang," jelas Muhibbin.

Ustadz Felix Siaw

Puas melihat di dalam, Menteri PDT Kabinet Indonesia Bersatu Jilid 2 ini, melihat momentum Resolusi Jihad di samping pintu masuk. Momentum ini ditandatangi oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tahun 2011 lalu.

Setelah puas menjelajahi isi gedung, Sekjen PBNU menyarakan supaya kondisi gedung tetap dipertahankan dengan melakukan renovasi dan tidak menghilangkan unsur keasliannya sebagai cagar budaya (heritage).

"Gedung ini harus sedikit direnovasi dengan memasukkan unsur entertainnya, agar feel-nya terasa saat ada yang mengunjungi gedung ini," terangnya.

Bahkan Helmy juga menyerukan agar warga NU wajib mengunjungi kantor NU Surabaya saat berkunjung ke ibu kota Jawa Timur ini. "Saya kira gedung ini wajib dikunjungi oleh warga NU agar mengetahui sejarah NU," ujarnya

Dengan didampingi H A Muhibbin Zuhri dan sejumlah pengurus, Helmy membuat video dokumenter kedua dengan berdiri tepat di ruangan yang pernah dipakai memimpin rapat pertama kali oleh para muasis Nahdlatul Ulama. Selain itu, dia juga mengusulkan agar posisi meja rapat juga disetting sesuai zaman dulu dan tempat duduknya diberi namansejumlah kiai atau ulama pendiri Nahdlatul Ulama. (Rof Maulana/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaSantri, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 28 Oktober 2017

Gandeng Kemenag, Pergunu Kirim Guru ke Daerah 3T

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pendidikan adalah faktor penting dalam upaya mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Maka mutlak dibutuhkan akses pendidikan yang merata bagi masyarakat Indonesia, guna mencapai hakikat dan kebermaknaan kegiatan.?

Itulah salah satu visi besar Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), yang selalu digelorakan Ketua Umum PP Pergunu, KH Asep Saifuddin Chalim dalam setiap kesempatan pembinaan organisasi.

Gandeng Kemenag, Pergunu Kirim Guru ke Daerah 3T (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Kemenag, Pergunu Kirim Guru ke Daerah 3T (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Kemenag, Pergunu Kirim Guru ke Daerah 3T

Berangkat dari visi tersebut, Pergunu membuat program penempatan Guru di daerah 3T, yakni Terpencil, Tertinggal, dan Terluar. Kegiatan ini bekerjasama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Subdit Pendidikan Agama Islam pada Perguruan Tinggi Umum.

Hal itu senada dengan keterangan yang diberikan Wakil Ketua Pengurus Pusat Pergunu, Aris Adi Leksono. Pergunu kehadirannya dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan nasional, salah satu program dilaksanakan di bulan September 2017 ini akan mengirimkan Guru ke daerah tertinggal, terpencil, dan terluar.?

Ustadz Felix Siaw

“Program ini bersinergi dengan program bina kawasan Kementerian Agama, melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam,” ujar Aris lewat keterangan tertulisnya, Ahad (17/9).

Lebih lanjut, Aris menuturkan secara teknis mulai Agustus sampai dengan September 2017, fokus pada rekrutmen dan pembekalan kompetensi, fisik, dan mental calon Guru yang siap ditempatkan di daerah 3T.?

Sebagai sasaran penempatan sudah dipilih 25 Kabupaten dari Aceh hingga Papua yang masuk dalam katagori daerah 3T. Daerah sasaran dikhususkan untuk daerah di luar Jawa. Masa pengabdian bagi mereka yang lulus rekrutmen adalah satu tahun.

Pada tahap selanjutnya, Guru hasil rekrutmen akan diberangkatkan 50 orang ke daerah tujuan pada Awal Oktober 2017. Sampai saat ini, sudah dilakukan seleksi untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Lampung.?

"Pergunu bekerja sama dengan Kemenag akan mengutus 50 orang yang lulus seleksi. Mereka akan diberikan insentif khusus selama menjalani tugas. Kami berencana, program ini akan terus berkelanjutan sehingga akan terjadi pemerataan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia,” terang Aris yang juga Dosen UNU Indonesia. (Red: Fathoni)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah Ustadz Felix Siaw

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

Bolmong Utara, Ustadz Felix Siaw - Gerakan Pemuda Ansor Bolang Mongondow Utara kembali berdakwah Islam rahmatan lil alamin di masjid-masjid. Mereka membuat mengadakan kajian-kajian rutin Islam yang penuh rahmat di tiap masjid.

Pada pekan ini, mereka menggelar kajian di masjid Al-Ikhwan Desa Tote, Sabtu (27/02). Pada kesempatan ini mereka mengangkat tema "Menangkal Bahaya Radikalisme dan Penguatan Kebangsaan Ini.”

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Pantau Radikalisme GP Ansor Bolmut Sebarkan Islam Rahmatan lil Alamin di Tiap Masjid

"Kajian seperti ini memang harus dikuatkan pada setiap generasi penerus bangsa apalagi pada saat ini banyak paham-paham radikal,” kata Dansatkorcab Banser Bolmong Utara Ridwan.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Ridwan, Islam Rahmatan lil Alamin dan penguatan kebagsaan perlu diberikan kepada generasi penerus bangsa sehingga mereka diharapkan tidak menjadi target penyebaran paham-paham radikal yang saat ini mengacam NKRI.

Ustadz Felix Siaw

Kajian ini langsung dipandu langsung oleh Ketua GP Ansor Bolmong Utara Donal Lamunte. Hadir Juga Ketua BPD Desa Tote dan para pemuda Desa Tote. (Taufik Paputungan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah Ustadz Felix Siaw

Jumat, 27 Oktober 2017

KH Syukron Ma’mun: Islam Hidup karena Banyak Bid’ah

Jakarta,Ustadz Felix Siaw

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta KH Syukron Ma’mun menjelaskan, bid’ah berasal dari bahasa Arab bada’a yang memiliki arti barang baru yang tidak ada sebelumnya. Lebih khususnya, bid’ah adalah amalan yang tidak ada pada zaman Nabi Muhammad. Menurutnya, bid’ah itu ada dua, yaitu bid’ah yang baik dan bid’ah yang tercela.

“Imam Syafii mengatakan bahwa bid’ah itu ada dua, bid’ah yang terpuji dan bid’ah yang tercela. Bid’ah yang terpuji adalah yang sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis. Sedangkan, yang tercela adalah yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadis,” terang Kiai Syukron saat berceramah pada Peringatan Haul Ke-1 KH Ali Musthafa Ya’qub di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (15/4) malam.

KH Syukron Ma’mun: Islam Hidup karena Banyak Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Syukron Ma’mun: Islam Hidup karena Banyak Bid’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Syukron Ma’mun: Islam Hidup karena Banyak Bid’ah

Maka dari itu, ia menilai, tidak semua bid’ah itu jelek dan tercela. Ia mecontohkan, Khalifah Umar bin Khattab juga melakukan dan menganjurkan bid’ah yang baik seperti mengadakan Shalat Terawih berjamaah.

Ustadz Felix Siaw

“Sebelumnya Shalat Terawih itu sendiri-sendiri. Kemudian Umar melakukan Shalat Terawih berjamaah. Adapun yang menjadi imamnya adalah Ubay bin Ka’ab. Umar pun berkata inilah sebagus-bagusnya nikmat,” urai Kiai Syukron.

Ustadz Felix Siaw

Lebih jauh, ia mengkritik mereka yang melarang orang melaksanakan bid’ah hasanah seperti tahlil, maulid, shalawatan, dan lainnya. Menurutnya, orang tersebut adalah mereka yang memahami Al-Qur’an dan hadis secara sepotong-sepotong.

“Dalam memahami agama itu itu, tidak cukup satu dua ayat Al-Qur’an. Tidak hanya cukup satu dua hadis,” tegasnya.

“Hanya modal dua ayat tiga ayat menganggap kiai salah semua,” lanjutnya.

Ia menilai, Nabi Muhammad menyuruh umatnya untuk membuat bid’ad yang baik sebanyak-banyaknya. Karena semakin banyak bid’ah yang baik maka itu akan semakin bagus dan membuat Islam semakin hidup.

“Hidupnya Islam karena banyaknya bida’h. Bid’ah yang ada sandarannya dalam Al-Qur’an dan hadis,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail, Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Kamis, 26 Oktober 2017

Abu MUDI Wakili Indonesia Dalam Pertemuan Ulama ASEAN

Johor, Ustadz Felix Siaw. Dalam rangka membangun kesadaran Umat Islam dalam berselawat, Pertumbuhan Rahmatan Lil-alamin (Perahmat) mengadakan serangkaian acara dengan tema “Gema Cinta 5 Negara Untukmu Ya Habiballah”.

Acara ini sendiri telah dibuka pada malam senin (15/6/2014) dan akan berakhir pada hari Rabu (18/6/2014) di di UPM Serdang, Johor, Malaysia. Negara yang mengikuti kegiatan ini adalah India, Pakistan, Brunai, Malaysia dan Indonesia. Selain kegiatan shalawat juga diadakan pertemuan para Ulama yang diwakili oleh masing-masing negara.

Abu MUDI Wakili Indonesia Dalam Pertemuan Ulama ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Abu MUDI Wakili Indonesia Dalam Pertemuan Ulama ASEAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Abu MUDI Wakili Indonesia Dalam Pertemuan Ulama ASEAN

Perwakilan Indonesia diwakili oleh Alfadhil Syehk Hasanoel Basri atau Abu MUDI yang juga ketua Himpunan Ulama Dayah Aceh. Ikut juga dalam rombongan Tu Bulqaini selaku Sekjend HUDA, Tgk Asy’ari pimpinan Majelis Zikir Mujiburrahman dan seratus orang lainnya.

Ustadz Felix Siaw

“Para ulama dari berbagai negara ini akan diundang ke Aceh dalam momentum peringatan sepuluh tahun tsunami. Bahkan penggagas Perahmat, Syekh Dr. Ismail Kassim berencana untuk membawa 1000 jamaah ke tanah rencong. Hal ini karena rasa cinta beliau kepada Aceh dan kekaguman beliau atas penyambutan saat berkunjung ke Aceh beberapa waktu yang lalu.” Demikian kata Tgk Zahrul Mubaraq, salah satu anggota rombongan dari Aceh.

Ketika diberikan kesempatan berbicara dalam seminar yang bertema “Magnet Mahabbah Rasul”, Abu MUDI menekankan tentang pentingnya mencintai Rasul. Hal ini dikarenakan cinta kepada Allah adalah melalui cinta kepada Rasul dan mengikuti ajarannya. Salah satu bentuk mahabbah kepada Rasulullah adalah dengan sering-sering bershalawat kepadanya.

Ustadz Felix Siaw

Dalam rilisnya, Tgk. H. Muhammad Iqbal Jalil, S. HI menyampaikan bahwa acara ini mendapat sambutan yang luar biasa dari warga Malaysia. Ribuan masyarakat tumpah ruah memenuhi Dewan Besar UPM Serdang tempat acara ini berlangsung. Acara ini juga dihadiri oleh tamu kehormatan seperti Tun Abdullah Badawi, Mantan Perdana Menteri Malaysia dan beberapa delegasi-delegasi Islam dari seluruh dunia. (Red:Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Cerita, Ubudiyah, Doa Ustadz Felix Siaw

Rabu, 25 Oktober 2017

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Palu, Ustadz Felix Siaw

Panitia Kongres XIX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadwalkan Presiden Joko Widodo bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja hadir dalam perhelatan Kongres yang berlangsung 2-6 Mei 2016.

Pemerintah Kota Palu juga mengaku siap menyambut Presiden Jokowi, Menteri Kabinet Kerja, serta ribuan kader PMII se-Indonesia. Hal itu terungkap pada pertemuan dan kordinasi ketiga antara panitia pelaksana dengan Wali Kota Palu yang dilaksanakan Selasa (25/4).

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Kongres XIX PMII

Asisten I Pemerintah Kota Palu, Muh. Ridwan Karim, menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Walikota Palu telah memberikan arahan agar pelaksanaan dan bantuan terhadap Panitia Kongres dapat dilakukan dengan secepatnya untuk menyambut kehadiran Presiden RI dan seluruh kader PMII se-Indonesia sebagai peserta kongres yang berjumlah 7000 orang.

Ustadz Felix Siaw

"Kemarin telah dilakukan pertemuan sebelumnya dengan panitia pelaksana, maka saya berharap bahwa segala bantuan yang telah dijanjikan oleh Walikota kepada panitia demi kelancaran acara PMII nanti dapat dipenuhi, sehingga panitia dapat bekerja dan melaksanakan Kongres dengan baik dan tertib di Kota ini," jelas Muh, Ridwan.

Ustadz Felix Siaw

Muh. Ridwan juga mendesak kepada panitia untuk menuntaskan secara detail bantuan yang akan diberikan oleh Pemerintah Kota Palu kepada Panitia Kongres PMII, agar Pemerintah dapat melakukan eksekusi bantuan secepatnya.

"Kira-kira panitia sebaiknya merinci bantuan secara detail hasil pertemuan kemarin, baik dari konsumsi peserta, transportasi, hingga pelaksanaan pembukaan acara yang akan dihadiri oleh Presiden dan beberapa Menteri nantinya", tambahnya.

Pertemuan koordinasi tersebut dihadiri Ketua Panitia Lokal Kongres Palu Fauzi Habibu, Ketua Pengurus Cabang PMII Kota Palu Ryan Hidayat, Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah Sukri, dan Ketua Ikatan Alumni PMII (IKAPMII) Provinsi Sulawesi Tengah Abd. Ghani Jumat.

Pasca pertemuan dan koordinasi dengan Pemerintah Wali Kota Palu tersebut, ketua PKC PMII Sulawesi Tengah berharap bahwa semoga kehadiran Presiden RI dan beberapa Menteri serta kader PMII dari seluruh Indonesia dapat berjalan lancar, tertib dan merasakan kehangatan dan kemeriahan masyarakat Kota Palu dalam menyambut tamu dari berbagai daerah di Indonesia melalui Kongres XIX PMII ini.

"Kita berharap bahwa Koordinasi dengan Pemerintah Kota Palu, termasuk dengan Gubernur Provinsi selama ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tutur Ketua PKC PMII Sulawesi Tengah, Sukri.

?

Dalam pertemuan dan koordinasi antara panitia dan pemerintah Kota Palu tersebut turut hadi Panitia Nasional yaitu Herman Saputra, Munawir Arifin, dan Novriana Dewi. Mereka datang dalam rangka membantu pekerjaan teknis dan kelancaraan pelaksanaan Kongres XIX PMII. (Fandi/Isna/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga Ustadz Felix Siaw

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi

Oleh Royyan Firdaus

Sebelum meletus perang Badar di tahun 624, Nabi Muhammad menemani pasukan perintis dalam misi pengamanan sumur di Badar, dekat jalur Madinah. Dalam misi tersebut, salah satu pasukan perintis bernama Hubab Al-Jamuh yang sudah akrab dengan kawasan Badar, lantas mengkoreksi srategi yang dijalankan oleh nabi. Ia menegaskan bahwa tempat itu bukan tempat yang layak diperhitungkan. Ia justru menganjurkan pasukan perintis untuk terus maju ke sumur yang berada paling dekat dengan posisi musuh, behenti di sana, kemudian menyumbat sumur-sumur yang berada di belakangnya.

Selain air dari sumur tersebut berguna bagi pasukan muslim, strategi ini juga sebagai upaya melemahkan musuh sebelum bertarung. Karena musuh sudah terkulai lemas terlebih dahulu akibat kehabisan pasokan air. Benar saja, pasukan muslim yang hanya berkisar 300 orang, akhirnya dapat memenangkan peperangan melawan 1.000 lebih prajurit Makkah. Dalam konteks perang, air berguna bagi prajurit agar tetap bertenaga. Bila tak menemui air, masyarakat Arab pada saat itu harus menyembelih unta yang dikendarai untuk diminum darahnya dan diambil air di lambung si unta.

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Merenungkan Kisah Perang Zaman Nabi

Jalan cerita di atas tentu akan berbeda andai Hubab menerima secara taken for granted, mentah-mentah, apa yang dipraktikan oleh nabi. Abu Jahal (Amr bin Hisyam) tidak jadi terbunuh, nabi mengalami kekalahan, lalu ketika kembali ke Madinah pasti akan menimbulkan kekecewaan yang berujung pada perpecahan antara suku dan agama di Madinah. Sebagaimana diketahui, nabi pada tahun 622 baru hijrah ke kota Madinah, yang sebelumnya mengalami kebuntuan saat berdakwah di Makkah.

Akan tetapi, tidak semua umat muslim layaknya Hubab Al-Jamuh. Belakangan, kisah-kisah peperangan zaman nabi dimaknai semena-mena oleh pemeluknya. Diperkuat dengan seruan jihad yang terdapat dalam teks suci, keduanya diseret untuk bertanggung jawab atas rangkaian teror yang terjadi. Simbol dan sejarah agama direplikasi sekelompok orang dalam melakukan setiap aksinya. Aksi yang berujung pada laku kekerasan yang kerap menimbulkan korban. Bila pada zaman nabi saja, ada seorang sahabat yang mempertanyakan strategi perang nabi, kini di abad 21 dan saat Islam telah menyebar ke pelosok dunia, kisah perang malah dimakan mentah-mentah.

Memaknai Kisah Perang Nabi

Mau tidak mau, umat muslim kini dihadapkan pada realitas, bahwa agama yang selama ini patuh dianutnya ternyata dilibatkan atau terlibat dalam serangkaian teror yang terjadi. Sebuah kenyataan pahit untuk mengakui bahwa agamanya melegalkan tercecernya darah kala ada pembeda. John Adair dalam buku Kepemimpinan Muhammad dari Alwiqidi di buku Al-Maghzi (penaklukan) memaparkan, terdapat 28 serangan dan 70 pertempuran yang terjadi pada 10 tahun terakhir kehidupan Nabi Muhammad.

Ustadz Felix Siaw

Tentu tak mudah untuk melokalisir kisah-kisah perang zaman nabi pada etalase masa lalu saat melihatnya. Atau dengan kata lain, meletakan Islam sebagai ‘agama wahyu’ itu lebih mudah, dibanding Islam diletakan sebagai ‘agama historis’. Mengutip teori Antony Giddens tentang relasi agen dan stuktur, umat Islam sebagai sebuah agen sejak kecil sudah diyakinkan terhadap keduanya; bahwa itu merupakan panduan yang sempurna (stuktur), tidak ada keraguan di antaranya. Adagium andalan yang sering dilontarkan saat melihat realitas ialah cocok ditempatkan pada waktu dan tempat (Shohih likuli zaman wa makan) untuk keduanya.

Ustadz Felix Siaw

Melalui kisah koreksi yang dilakukan oleh sahabat Hubab Al-Jamuh pada strategi perang Badar, dapat diambil pelajaran bahwa Islam saat itu terbentuk dari realitas umat. Sebagai seseorang yang baru berhijrah –belum mengetahui realita Madinah- Nabi Muhammad mendengarkan strategi yang diungkap oleh Hubab. Terbukti dengan ditandai perang Badar merupakan perang yang dikategorisasi sebagai perang pertama dalam sejarah Islam.?

Perang, saat itu merupakan metode yang sudah biasa dilakukan di dataran Arab sebagai penuntasan tiap masalah. Budaya masyarakat Arab yang keras dan bergengsi tinggi diantara tiap kafilah menjadi kewajaran bila perang menjadi satu-satunya jalan keluar. Padahal jauh-jauh hari Nabi Muhammad pernah menyindir atas kondisi ini. Setelah perang Hunain, nabi membagi-bagikan seratus unta pada keempat orang terkemuka dari Suku Quraisy yang sebelumnya merupakan musuh besarnya. Sebuah laku yang kemudian berujung pada protes keras orang muslim Madinah.

Orang muslim Madinah menganggap diperlakukan secara tidak adil. Harusnya orang-orang Anshar (muslim asli Madinah) yang berhak menerima imbalan unta tersebut. Anshar yang pertama kali meyakini seruan Muhammad SAW ketika dipukul mundur saat di Makkah, Anshar pula yang pertama kali bertempur habis-habisan, tapi mengapa, saat perang usai bekas musuh yang diistimewakan. Laku ganda itu dilakukan oleh Nabi Muhammad, di satu sisi ia berlaku keras lewat perang, di sisi lain ia sangat menghormati musuh. Nabi Muhammad sedang memberi cermin terhadap budaya masyarakat Arab kala itu.

Refleksi Beragama di Indonesia

Jika di zaman nabi strategi perang Badar saja merupakan hasil dari proses dialog antara realitas dan ajaran, di tengah Islam yang kini telah menyebar ke penjuru dunia dan telah berumur tua, mengapa masih saja ada orang yang mengais kisah-kisah perang yang terakam dalam kata ‘jihad-qital-harb’ sebagai sebuah keharusan tanpa melihat realitas? Melakukan teror atas nama agama bukan sebuah amal melainkan kriminal. Baik itu kriminal terhadap agama maupun negara. ? Kriminal terhadap agama, lantaran menjauhkan agama dari pemeluknya (realitas), sedangkan terhadap negara karena kini umat muslim telah terjamin hidup secara merdeka di Indonesia, sebagaimana kehidupan yang damai dulu di Madinah (Piagam Madinah).

Di tengah kehidupan damai di Indonesia bila kemudian ditemukan sekelompok umat yang mengaku muslim, tapi mencederai keberagaman atas dasar nama agama, maka tak lain mereka sama persis seperti penghianatan yang dilakukan oleh Yahudi bani Nadzir saat di Madinah. Pengkhianatan terhadap Piagam Madinah (konsep ideal negara bangsa) yang dibuat oleh nabi guna memayungi perbedaan para kafilah dan pemeluk agama. Sebuah latar belakang yang memunculkan perang Khandaq.?

Terhadap penghianatan, Allah menyerukan peperangan sebagaimana tertuang dalam surat Ash-shaf ayat 4; “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalanNya dengan berbaris seolah-seolah mereka itu suatu bangunan yang tersusun.”? Surat yang turun sebagai pengingat bagi umat muslim akibat kekalahan yang dialami saat perang Uhud.? Pengkhianatan terjadi saat berlangsungnya perang Uhud, di mana pasukan dari keturunan Bani Aus melakukan balas dendam terhadap salah satu pasukan muslim lain hingga berujung pada kematian.

Masyarakat muslim yang kini telah terjamin kemerdekaanya dalam konsep ideologi bangsa Pancasila yang terurai dalam Undang-Undang Dasar 1945, betapa naifnya bila kemudian melakukan pengkhianatan atas nama agama. Jihad fi sabilillah, pengusungan konsep khilafah, dan teror atas nama agama, di satu sisi merupakan sebuah bentuk kemalasan berpikir yang tidak ada di zaman nabi sebagaimana dicontohkan oleh Hubab Al-Jamuh, di sisi lain, ia merupakan bentuk dari pengkhianatan atas konsep negara bangsa. Bak pengkhianatan yang dilakukan Yahudi bani Nadzir terhadap konsep Piagam Madinah yang berguna untuk menaungi beragam kafilah dan agama.?

Penulis adalah? Asisten Dosen Institute Studi Islam Fahmina Program Islamologi Terapan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pemurnian Aqidah, Kyai Ustadz Felix Siaw

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan

Samarinda, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj didampingi beberapa pengurus harian selama dua hari kemarin, 13-14 April 2012, menghadiri rapat koordinasi dari empat lembaga di dua tempat yang berbeda.

Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU), Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU), dan Lembaga Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LBHNU) di Samarinda, Kalimantan Timur. Sementara Rakornas Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) digelar di Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang, JawaTimur.

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Instruksikan Konsolidasi Internal Kepengurusan

Saat memberikan arahan pada pembukaan Rakornas di Samarinda, Jum’at (13/4), Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengamanatkan agar para pengurus NU se-Indonesia melakukan konsolidasi internal kepengurusan.

Ustadz Felix Siaw

“Saya rekomendasikan agar semua jajaran pengurus, baik tingkat ranting (PR), MWC, PC, dan PW melakukan konsolidasi. Data nama-nama pengurus, mohon kirim ke PBNU. Ini tahap awal membenahi administrasi kepengurusan NU se-Indonesia,” harap Kiai Said.

“Kita harus tetap optimis bahwa NU akan selalu maju hingga akhir masa,” tandasnya yang direspon positif oleh hadirin. Tepuk tangan pun menggema, menambah semaraknya acara NU di Hotel ternama di Kalimantan Timur.

Ustadz Felix Siaw

Sementara Ketua PBNU Saifullah Yusuf saat membuka Rakornas LKNU di Jombang, Jum’at (13/4), memimta Rakornas LKNU merumuskan tata pengelolaan lembaga kesehatan di bawah naungan NU agar lebih baik. Diharapkan NU dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk warganya, dan juga untuk masyarakat umum.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Hairul Anam, Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai, Daerah Ustadz Felix Siaw

Selasa, 24 Oktober 2017

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Pondok pesantren Ar-Rahmah Nglawan Senden, Peterongan, Jombang, mendapatkan bantuan ratusan bibit dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemkab Jombang. Bantuan bibit seperti pohon jati, sengon, trembesi, nangka, dan sirsak, akhirnya ditanam pada peringatan maulid Rasulullah SAW.

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, Pesantren Ar-Rahmah Jombang Tanam Pohon

"Bersamaan dengan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, acara penanaman ratusan bibit pohon kami mulai Ahad lalu," kata Kepala Sekolah SMK Ar-Rahmah Affandi kepada Ustadz Felix Siaw, Senin (12/1). Kegiatan penanaman pohon dilakukan bersama ratusan siswa dan siswi sekolah SMK Ar-Rahmah dan sejumlah santri.

"Masing-masing bibit kami tanam di area sekitar pesantren dan sekolah," kata Affandi.

Ustadz Felix Siaw

Mereka terpanggil untuk menanam pohon karena kondisi iklim yang semakin tidak menentu. "Bagaimana mungkin saat musim penghujan ternyata hujan tidak lagi turun," kata alumnus Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang ini.

Ustadz Felix Siaw

Demikian juga kala musim kemarau, ternyata tidak jarang turun juga hujan dengan intensitas tinggi, lanjutnya.

Belum lagi musibah tanah longsor dan kekeringan yang menimpa sebagian daerah. "Dalam pandangan kami, hal tersebut bukan murni sebagai musibah namun memang ada faktor kelalaian manusia dalam menjaga ekosistem," kata Affandi.

Oleh karena hal yang perlu untuk dilakukan adalah menyelamatkan lingkungan dengan menanam sebanyak mungkin pohon yang bisa menjaga ekosistem yang ada. 

"Paling tidak kita bisa mengingatkan mereka bahwa tugas menjaga kelestarian alam harus menjadi tanggungjawab bersama," katanya. Dan mengenalkan budaya menanam pohon adalah langkah positif bagi persepsi mereka terhadap alam di masa mendatang.

Sebelum penanaman pohon, para siswa siswi serta santri mengawali dengan pembacaan sholawat. Para pimpinan pesantren, sekolah dan guru berbaur dengan para santri dan murid melantunkan sholawat Nabi. Usai kegiatan shalawat dilanjutkan dengan penanaman bibit pohon yang telah disiapkan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen, Kyai, Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga miskin. Aksi bakti sosial yang digelar dalam rangka Pra-Muktamar Ke-33 NU ini diikuti 1200 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

"Alhamdulillah dari target 1000 pasien yang bakal dioperasi katarak ternyata yang mendaftar telah mencapai 2000 orang lebih," ujar dr Zulfikar Asad, Direktur RS Unipdu Medika, bersama Ketua LKKNU Jatim Zahrul Azhar, Kamis (23/4) kemarin.

Zahrul Azhar menuturkan, kegiatan operasi katarak yang dilakukan di RS Unipdu Medika merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya LSPT Tebuireng INTI, A New Vision Singapura, RTV, dan melibatkan TNI dan Polri.

Ustadz Felix Siaw

"Biayanya gratis untuk pasien, kalau diuangkan bisa mencapai Rp 1 Miliar lebih karena untuk satu operasi bisa sampai Rp 15 juta untuk setiap orang," jelasnya seraya mengatakan, karena banyaknya pasien, operasi akan digelar selama 5 hari.

Ustadz Felix Siaw

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa apa yang dialkukan LKKNU sejatinya adalah bagian dari ikhtiar NU sejak 93 tahun yang lalu. “Kehadiran NU di tengah tengah masyarakat salah satunya adalah menyelesaikan masalah masyarakat dengan tuntunan agama," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan banyaknya paisen yang mengikuti operasi katarak ini berarti masih? ada persoalan kesehatan mata di tengah masyarakat kita. “Ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, untuk ikut berbuat membantu mereka yang menderita katarak," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pemerintah Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat berterima kasih telah dibantu menyelesaikan persoalan katarak yang masih dialami masyarakat . "Kita berharap banyak pihak juga ikut melakukan hal yang sama menggelar operasi katarak seperti yang dilakukan di RS Unipdu Medika Pesantren Rejoso ini," tandas mantan ketua umum PP GP Ansor ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Foto: Saifullah Yusuf menyapa warga yang usai mengikuti operasi katarak gratis di RS Unipdu Medika

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Khutbah, Amalan, Hikmah Ustadz Felix Siaw

Senin, 23 Oktober 2017

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, Ustadz Felix Siaw - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

Ustadz Felix Siaw

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

Ustadz Felix Siaw

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Ustadz Felix Siaw . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Ustadz Felix Siaw

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Ustadz Felix Siaw di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Ustadz Felix Siaw

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote, Internasional, Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Sanitasi Harus Jadi Prioritas Pemerintahan Baru

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Berbagai kalangan menilai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak memperhatikan masalah-masalah lingkungan yang dapat berdampak pada kesehatan masyarakat. Maka dari itu, pemerintahan mendatang harus memprioritaskan sanitasi lingkungan agar pembangunan dan sistem kesehatan nasional dapat berjalan dengan baik.

Sanitasi Harus Jadi Prioritas Pemerintahan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Sanitasi Harus Jadi Prioritas Pemerintahan Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Sanitasi Harus Jadi Prioritas Pemerintahan Baru

Demikian inti dari diskusi bertema "Pembangunan Kesehatan dalam Mendukung Mewujudkan Revolusi Mental untuk Indonesia Hebat" yang digelar Aliansi Nahdliyin di Jakarta, Kamis (18/9). Narasumber yang hadir antara lain, pelaksana harian Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU), Hanibal Hamidi; pakar kesehatan UI, Budi Hartono; dan praktisi kesehatan, Mahindria.

Hanibal mengatakan, secara komprehensif lingkungan dan kesehatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rantai sehat dan sakit. Gas emisi dan tumbuh-tumbuhan memang berhubungan dengan kesehatan atau budaya sehat.

Ustadz Felix Siaw

Dia melanjutkan, pengerucutan dari budaya sehat yang paling utama dan strategis bagi kualitas kesehatan adalah memastikan soal sanitasi lingkungan dengan ketersediaan air bersih. "Air bersih itu harus dipastikan benar-benar air yang layak dijadikan sumber pengelolaan air minum.

Dalam konteks lingkungan bisa juga pengelolaan air dan sebagainya," katanya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Asisten Deputi Urusan Sumber Daya Kesehatan Kemen PDT, pemerintah saat ini hanya fokus pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang berorientasi pada masyarakat di perkotaan, sedangkan masyarakat di pedesaan mereka tidak terjangkau.

"PDAM yang lebih banyak barang yang didatangkan dari luar negeri misalnya. Seharusnya yang ada saja yang basisnya lokal dengan memanfaatkan gravitasi, pemanfaatan atas embun dan sebagainya," jelasnya.

Dia menuturkan, peran pemerintah juga harus tampak membudayakan sanitasi lingkungan, karena sanitasi belum banyak di pamahami oleh masyarakat seperti Mandi Cuci Kakus (MCK) dan ketahanan pangan. "Mental harus dikembangkan dari psikologinya," katanya.

Dia menilai, koordinasi antara Kemenkes dan KLH dalam mensosialisasikan sanitasi lingkungan sudah dilakukan, tetapi tidak cukup hanya koordinasi, harus masuk dalam ketentuan sistem kesehatan nasional. "Jadi memastikan air bersih, sanitasi dan gizi tadi ada dalam peraturan sistem kesehatan nasional. Kemudian yang mau mimpin Kemenko Kesra atau Kemenkes, itu silakan dan BPJS dan BKKBN masuk didalamnya," tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), tambahnya, tidak perlu dilibatkan karena KLH hanya mengelola air bersih yang dari Kementerian PU dan juga ketahanan pangan dari pertanian masuk ke sistem kesehatan nasional. "Anggaran 5-15 persen dari APBN belum tentu. Itu perlu direkontruksi ulang yang dimaksud revolusi kesehatan. Jadi perubahan kelembagaan, anggaran dan lainnya," katanya.

Budi Hartono juga mengakui, sanitasi yang erat kaitannya dengan lingkungan dan kesehatan perannya tidak boleh dikesampingkan, melainkan harus diprioritaskan. "Ingin sehat tapi lingkungan kotor, itu tidak sehat yang seharusnya lingkungan itu terkondisikan. Jadi ini yang membuat lingkungan penting," kata Dr. Budi.

Menurutnya, sanitasi merupakan dukungan dari lingkungan maupun gizi yang dibutuhkan bagi orang yang ingin sehat. Maka dari itu, pemerintah harus beri keleluasaan kepada Kemenkes, Kemen PU untuk mendirikan Sumber Daya Sanitasi. Ini sesuatu yang harus dipikirkan bahwa Kemenkes tidak bisa bicara obat kalau tidak ada air bersih," ungkapnya.

Dia melanjutkan, pemerintahan ke depan juga harus berperan sebagai pembuat regulasi yang berpihak kepada lingkungan yang sehat. Sehingga, diperlukan audit kesehatan bahwa penegak hukum diberi kewenangan untuk menindak langsung perusak lingkungan. "Dengan begitu tercipta sistem yang baik, dan masyarakat akan disadari lingkungan bagi kesehatan," katanya. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga, Kajian Sunnah, Nusantara Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 21 Oktober 2017

Tambah Gizi, "Nyate Bersama" Setahun Sekali

Subang, Ustadz Felix Siaw. Salah satu aktifitas yang rutin dilakukan tiap tahun di Pesantren Al-Mukhtariyyah adalah "nyate bersama". Tahun ini kegiatan tersebut digelar di halaman Pesantren yang beralamat di Desa Caracas, Kec. Kalijati, Kab. Subang.

Selasa (15/10) lalu, 2 kambing kurban disembelih di pesantren ini. Para santri yang biasanya membuka-buka kitab kuning, kali ini berurusan dengan daging kurban. Sebagian dari mereka  menyiapkan tusuk sate, sebagian yang lain menyiapkan tungku dan kayu bakar.

Tambah Gizi, Nyate Bersama Setahun Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)
Tambah Gizi, Nyate Bersama Setahun Sekali (Sumber Gambar : Nu Online)

Tambah Gizi, "Nyate Bersama" Setahun Sekali

"Senang, bisa nyate dan makan sate, biasanya makan ala santri," ujar Antowi berseloroh sambil menyiapkan kayu di tungku yang akan dipakai untuk membakar sate.

Ustadz Felix Siaw

Di tempat yang sama santri puteri yang sudah terbiasa "hidup di dapur pesantren" dengan sigap menggerus bumbu-bumbu yang sudah disiapkan

"Mudah-mudahan rasanya tidak kalah dengan tukang sate profesional" harap Leni Nurwidia, salah seorang santri puteri Pesantren Al-Mukhtariyyah

Ustadz Felix Siaw

Setelah memasak sate para santri pun langsung menikmati masakan mereka. Secara terpisah, santri putera dan puteri makan di atas daun pisang. (Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, Berita Ustadz Felix Siaw

Rabu, 18 Oktober 2017

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba!

Banyumas, Ustadz Felix Siaw

Peringatan hari lahir ke-93 NU menjadi momentum bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menyatakan sikap terhadap isu strategis akhir-akhir ini, termasuk soal narkoba dan radikalisme.

"Kami mengutuk keras segala bentuk produk yang merusak generasi muda dan bangsa Indonesia, di antaranya narkoba. Kami juga mendesak pemerintah segera eksekusi terpidana mati narkoba. Jangan ditunda, termasuk yang ada di Lapas Nusakambangan Cilacap," kata Ketua PCNU Banyumas H Hasan Maula.

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba! (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Banyumas: Segera Eksekusi Terpidana Mati Kasus Narkoba!

Gus Hasan, sapaan karibnya, juga menegaskan komitmen menjaga ketuhan NKRI. Segala bentuk propaganda makar yang mengatasnamakan Islam seperti khilafah harus mendapat sikap tegas dari pemerintah.

Ustadz Felix Siaw

"Kami juga menolak segala bentuk paham radikalisme, terorisme, dan Islam garis keras yang berpotensi merongrong keutuhan NKRI. Kami meminta pemerintah tindak tegas ormas yang jelas-jelas melawan pancasila dan UUD 45," tegasnya.

Ustadz Felix Siaw

Pernyataan itu diungkapkan di sela peringatan harlah ke-93 NU yang dihadiri tak kurang dari 10.000 Nahdliyin di alun-alun Kota Purwokerto, ibu kota Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akhir pekan (24/4) kemarin.

Terkait pemilihan lokasi, Gus Hasan menyebut semua mengandung pesan tersirat. "Alun-alun adalah jantung Kota Purwokerto, pusat pemerintahan. Ini adalah pesan bahwa NU mendukung penuh keutuhan NKRI, bersama-sama TNI-Polri. Siap menghadapi siapa saja yang mengancam keutuhan dan perdamaian yang tercipta di Indonesia tercinta," katanya lagi.

Puncak peringatan hari lahir ke-93 NU di Banyumas dihadiri Ketua PBNU KH Abdul Manan Ghoni, Rais Syuriyah PCNU Banyumas KH Kharifi Sofa, KH Toha Alawiy Al Hafidz, serta tokoh NU se-Banyumas. Kapolres Banyumas AKBP Gideon Arif Setiawan, Wakil Bupati Banyumas dr Budhi Setiawan, akademisi, serta seluruh badan otonom NU juga hadir.

Pada kesempatan itu PCNU Banyumas meluncurkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Banyumas dengan presentasi Prof Ade Maman Suherman, guru besar Fakultas Hukum Universitas Jendral Soederman (Unsoed) yang juga pernah mengikuti seleksi KPK. Ada juga pengenalan batik NU dan Maarif Mart yang digagas dan sudah berjalan untuk mendorong sektor ekonomi Nahdliyin.

Koordinator acara, Muktamir menambahkan harlah di hadapkan menjadi momentum pemersatu bangsa. Di Banyumas, kumpulnya puluhan ribu Nahdliyyin disebut mengobati kerinduan untuk silaturahmi bersama sejalan dan seirama menjaga keutuhan negara. Dia juga menegaskan kesiapan Banser Banyumas menjadi garda depan melawan segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah kerukunan beragama di Banyumas khususnya.? (Djito el Fateh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nasional, Pendidikan, Kyai Ustadz Felix Siaw

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Seorang produsen film anti Islam yang menggambarkan Nabi Muhammad secara tidak benar akhirnya menjadi pemeluk Islam dan menunaikan ibadah haji tahun ini. 

Arnoud Van Doorn mengaku mendapat ketenangan dan kedamaian setelah menunaikan ibadah haji.

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Produsen Film Fitna Akhirnya Temukan Kebenaran Islam

“Hati saya sekarang diantara para pengikut yang setia,” kata Arnoud Van Doorn, mantan anggota Partai Kebebasan yang dipimpin oleh Wilder, seperti dikutip oleh Saudi Gazette, Jum’at.

Ustadz Felix Siaw

“Saya berharap air mata penyesalah akan menghapus seluruh dosa-dosa saya setelah pertobatan,” tambahnya.

 Dia memaluk Islam awal tahun ini setelah melakukan penelitian secara ekstensif terhadap agama ini.

Ustadz Felix Siaw

Dia diantara para pemimpin partai yang membantu memproduksi film ofensif berjudul “Fitna” yang menghubungkan Islam dan Qur’an dengan kekerasan.

Tetapi setelah terjadi protes keras terhadap film ini, Doorn mulai membaca lebih banyak tentang Islam dan Nabi Muhammad, yang mengarahkannya untuk memeluk Islam.

Doorn mengatakan bahwa sejak dia tiba di tanah suci, dia menjalani hari-hari terbaik dalam hidupnya.

Dia berharap dapat menghabiskan lebih banyak waktu di Madinah setelah dia menyelesaikan rangkaian haji.

Jumlah Muslim mencapai satu juta di Belanda dari populasi 16 juta, sebagian besar berasal dari Turki dan Marokko.

Jumlah muallaf asli Belanda telah meningkat mencapai 15 ribu dari 12 ribu dalam beberapa tahun terakhir.

Penebusan dosa

Van Doorn sangat menyesal telah ikut ambil bagian dari film Fitna yang sangat dibenci dan mengatakan dia pergi ke tanah suci untuk melakukan penebusan dosa.

“Saya merasa malu berdiri di depan makan Rasulullah. Saya telah membuat kesalahan besar dengan ikut membuat film asusila ini,” katanya.

“Saya berharap Allah memberi maaf dan menerima pertobatan saya.”

Kunjungannya ke tanah suci Makkah dan Madinah bukan untuk pertama kalinya.

Setelah ia masuk Islam, politisi Belanda ini melakukan umrah setelah menemui dua imam dari masjid Nabawi Sheikh Ali Al-Hudaifi dan Sheikh Salah Al-Badar.

Dia diberi wejangan oleh dua orang imam tersebut bagaimana menjalani hidup sebagai Muslim yang baik dan menghadapi tantangan Islam di Barat.

Ia menunjukkan kegembiraannya di Madinah dalam akun twitter, yang merefleksikan perasaannya.

“Berdoa di Raudhah yang sakral #Madinah,” kata Doorn dalam sebuah tweetnya.

“Pertemuan penuh inspirasi dengan imam masjid Ali Al-Hudayfee,” katanya dalam tweet lainnya. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: Onislam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai, PonPes Ustadz Felix Siaw

Selasa, 17 Oktober 2017

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo, Selasa (27/12) menempatkan duet KH Sholeh Asyari dan Gus Fauzan Adzim untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading periode 2016-2021.

Dalam konfercab yang digelar di Pondok Pesantren Miftahul Jannah Desa Wangkal Kecamatan Gading tersebut, KH Sholeh Asyari terpilih sebagai Rais MWCNU Kecamatan Gading melalui metode Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Tim Ahwa sendiri terdiri dari KH Nur Hasan, KH Nasirudin, KH Zainul Arifin, Kiai Roi Fadli, KH Sholeh Asyari dan KH Husni Misnawi.

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Sholeh-Gus Fauzan Pimpin MWCNU Gading

Sementara dalam proses pemilihan Ketua MWCNU Kecamatan Gading, Gus Fauzan Adzim terpilih secara aklamasi oleh Tim Ahwa untuk memimpin MWCNU Kecamatan Gading 5 (lima) tahun ke depan.

Ustadz Felix Siaw

Setelah terpilih, Kiai Sholeh menyatakan siap menjalankan amanah yang sudah diberikan kepada dirinya. "Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan semuanya. Saya siap mengemban amanah yang sudah diberikan ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Gus Fauzan Adzim. Dirinya bertekad akan menjalankan semua yang sudah menjadi ketentuan dalam Konferensi MWCNU Kecamatan Gading.

Ustadz Felix Siaw

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin menjalankan amanah dari hasil konferensi ini. Program yang sudah baik selama ini akan terus ditingkatkan dan disempurnakan agar hasilnya bisa lebih baik. Terima kasih atas amanah yang sudah diberikan," ungkapnya.

Konferensi MWCNU Kecamatan Gading ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kota Kraksaan KH. Nasrullah Ahmad Suja’i, Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi dan segenap pengurus NU se-Kecamatan Gading. Hadir pula jajaran Forkopimka Gading.

Selanjutnya Rais dan Ketua MWCNU Kecamatan Gading terpilih membentuk tim formatur untuk melakukan penyusunan kepengurusan MWCNU Gading periode 2016-2021.

Sekretaris PCNU Kota Kraksaan H Fauzan Hafidhi mengharapkan agar kepengurusan yang baru terpilih ini bisa lebih memaksimalkan untuk melaksanakan program-program yang telah dihasilkan dalam konferensi yang lebih terarah dan terukur.

"Dengan kata lain, para pengurus harus ikhlas berjuang membesarkan NU. Caranya dengan menghidupkan NU dan bukan mencari hidup di NU," katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Budaya, IMNU Ustadz Felix Siaw

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU!

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Pusat Lembaga Seniman Budayawan Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (Lesbumi NU) mengundang masyarakat secara umum untuk hadir dalam acara “Pemutaran dan Apresiasi Film ‘Jagal’ dan ‘Senyap’” karya Joshua Oppenheimer, Selasa (27/1), pukul 13.00 WIB.

Acara yang akan digelar di Gedung PBNU Lantai 5 Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, ini menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Prof Dr Hermawan Sulistyo (peneliti LIPI), Dr Ade Armando (pemerhati film), dan KH Chalid Mawardi (pelaku sejarah). Ketua PP Lesbumi Dr. Al-Zastrouw Ngatawi akan memoderatori diskusi tersebut.

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadirilah, Diskusi dan Pemutaran Film Senyap di Gedung PBNU!

“NU selalu didzalimi oleh media nasional dan internasional sebagai tersangka dalam kasus dan tragedi G30 SPKI,” bunyi siaran pers Lesbumi yang diterima Ustadz Felix Siaw, Senin (26/1), soal latar belakang acara ini diselenggarakan.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Lesbumi, selama ini NU menjadi korban dari keganasan PKI sejak tahun 1926 sampai 1965 dan sangat jarang sekali terekspos.

Ustadz Felix Siaw

Kedua film karya Joshua itu dinilai sebagai salah satu film yang mengambarkan PKI dengan sudut pandang hanya sebagai korban. Film tersebut mengambil latar di Sumatera Utara dan menuding beberapa ormas sebagai tersangka kekerasan.

Lesbumi merasa perlu mengadakan pemutaran film dan diskusi ini, agar masyarakat Nahdliyin memahami akar persoalan sejarah peristiwa dalam film tersebut. Kegiatan ini sekaligus untuk menyambut hari lahir ke-89 Nahdlatul Ulama yang jatuh pada akhir Januari nanti. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen, Budaya, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Cara Niat Ibadah Haji

Niat menduduki posisi penting dalam setiap ibadah, baik shalat, puasa, maupun haji. Niat menjadi pembeda antara satu ibadah dan ibadah lain. Shalat zuhur misalnya, dari sisi pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan shalat ashar, yaitu empat raka’at dan bacaannya juga sama. Selain waktu pelaksanaan, shalat dzuhur dan ashar dibedakan berdasarkan niat.

Sebab itu, calon jamaah haji penting mengetahui niat haji sebagai rukun pertama dalam ibadah haji. Niat haji sering diistilahkan dengan ihram. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarah Al-Muhadzdzab mengatakan,

Cara Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Niat Ibadah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Niat Ibadah Haji

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siaw

Artinya, “Ihram ialah niat dalam hati, yaitu niat untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah.”

Menurut Imam An-Nawawi, niat haji harus dimantapkan di dalam hati, dilafalkan, dan diiringi dengan lafal talbiyah. Ia menjelaskan,

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Orang yang ingin ihram harus berniat dalam hati, melafalkan niat, dan bertalbiyah. Hendaklah ia mengatakan dalam hatinya sembari dilafalkan, ‘nawaitul hajja wa ahramtu bihi lillahi ta’ala, labbaik allahumma labbaik, aku niat haji dan berihram karena Allah SWT, aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah’, hingga akhir lafal talbiyah. Ini termasuk niat yang paling sempurna.”

Perlu diingat bahwa niat mesti dimantapkan dalam hati terlebih dahulu sembari dilafalkan. Niat tidak sempurna bila hanya dilafalkan tanpa dibatinkan dalam hati. Menurut Imam An-Nawawi, orang yang hanya melafalkan niat haji tanpa mengucapkan dalam hati, ihramnya tidak sah.

Sebaliknya, orang yang tidak melafalkan niat, tetapi mengucapkannya dalam hati, ihramnya tetap sah, karena pada hakikatnya niat itu dalam hati.

Adapun pelafalan niat untuk memantapkan apa yang sudah tertanam di dalam hati. Sebab itu, melafalkan niat dalam ibadah disunahkan. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Doa Ustadz Felix Siaw

Senin, 16 Oktober 2017

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Sidoarjo, Ustadz Felix Siaw. Pondok Pesantern Millinium Roudlotul Jannah di Desa Tenggulunan, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur siap menampung para korban etnis Rohingnya. Ponpes Millinium ini siap menampung sebanyak 150 orang khususnya dari kalangan anak-anak dan balita yang menjadi koran kekejian militer Myanmar.

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Millinium Roudlotul Jannah Tenggulunan Siap Tampung Anak-anak Rohingya

Kepala pengurus Pondok Pesantren Millinum Roudlotul Jannah, Ali Mustofa Ahmad mengatakan, anak-anak dan balita yang menjadi korban etnis Rohingya rencananya akan ditampung di ruang pondok pesantren putra dan putri, yang baru dengan kapasitas kurang lebih 150 anak.

Pihak pesantren akan menerima korban etnis Rohingnya dengan tangan terbuka, jika pemerintah memintanya untuk menampung anak-anak yang saat ini mencari perlindungan dan keamanan.

"Saat ini memang belum ada yang meminta kami untuk menerima para korban. Akan tetapi jika ada yang meminta, yang jelas sesama Muslim dari manapun selama sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang ada akan siap menampung para korban yang saat ini tertindas. Karena kita disini tidak membeda-bedakanm," kata Ali Mustofa, Rabu (6/9).

Ustadz Felix Siaw

Meski begitu, pihak Pondok Pesantren Millinium akan menampung para korban jika sesuai prosedur dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Pasalnya, korban pembantaian itu merupakan warga negara asing.

Perlu diketahui bahwa, saat ini jumlah penghuni Pondok Pesantren yatim piatu, dhuafa dan bayi terlantar Millinium Roudlotul Jannah berjumlah 250 anak. Kesemua penghuni Ponpes Millinium tersebut merupakan bayi dan anak-anak yang terlantar hingga anak-anak yang dibuang oleh orang tuanya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Pendidikan Ustadz Felix Siaw

PMII Unila Gelar Doa dan Yasinan untuk Pilkada Serentak

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siaw. Pilkada serentak yang dilakukan pada 9 Desember 2015 dikawal dengan doa bersama oleh PMII Komisariat Universitas Lampung. Doa bersama dilakukan pada malam hari setelah pemungutan suara pada setiap TPS.

Acara tersebut diadakan di sekretariat PMII setempat yang berada di Rajabasa Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung, Rabu (9/12) malam.

PMII Unila Gelar Doa dan Yasinan untuk Pilkada Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Gelar Doa dan Yasinan untuk Pilkada Serentak (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Gelar Doa dan Yasinan untuk Pilkada Serentak

Riski Firmanto selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa dalam mengawal pilkada serentak, selain dengan mengawal secara langsung juga perlu dikawal dengan doa agar kelak pemimpin yang terpilih bisa amanah dalam mengemban kepercayaan rakyat.

Ustadz Felix Siaw

“Mengawal secara langsung memang perlu, namun jangan pernah mengesampingkan doa agar pilkada ini mendapatkan pemimpin yang amanah,” ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Doa bersama ini juga diiringi dengan yasinan, dengan menghadirkan pengurus, kader, dan anggota PMII Unila. Erzal Syahreza Aswir selaku ketua komisariat berharap melalui doa bersama ini pemimpin yang terpilih dari pilkada serentak dapat memperbaiki tatanan kehidupan negara ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah, Sholawat, Doa Ustadz Felix Siaw

Kamis, 12 Oktober 2017

Khutbah Idul Fitri: Keseimbangan antara Kehambaan dan Kekhalifahan

Khutbah I

? ? ? ? ?

? ? 9×? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Khutbah Idul Fitri: Keseimbangan antara Kehambaan dan Kekhalifahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Fitri: Keseimbangan antara Kehambaan dan Kekhalifahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Fitri: Keseimbangan antara Kehambaan dan Kekhalifahan

(? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Ustadz Felix Siaw

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?!

Alhamdulillah, pada hari ini kita memasuki hari Idul Fitri 1438 H. Sebagai seorang Muslim, hari raya ini patut kita syukuri. Setelah selama satu bulan kita melakukan ibadah puasa, hari ini merupakan momentum bagi kita untuk mengingat kembali kepada fitrah dan hakikat jadi diri kita baik sebagai manusia sekaligus sebagai makhluk Allah SWT.

Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada peubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”. (QS. Al-Rum [30]: 30)

Ketika menafsirkan ayat di atas, Syekh Ahmad Musthafa al-Maraghi menyatakan bahwa yang dimaksud dengan “fitrah” adalah al-tahayyu liqubul al-haqq wa din al-tawhid? (kesiapan mental untuk menerima kebaikan dan agama yang esa). Menganut penafsiran ini, sesungguhnya manusia ketika lahir diliputi oleh potensi kebaikan-kebaikan. Ia dalam keadaan baik dan berpihak pada kebaikan serta kesucian. Ia memiliki hati suci dan tidak mau untuk dikotori. Inilah sesungguhnya potensi dasar yang dimiliki oleh manusia. Oleh karenanya, jika ada tekanan terhadap hak-hak kemanusiaan maka sesungguhya ia memiliki potensi untuk melakukan perlawanan. Namun demikian, potensi kesucian yang dimiliki manusia seringkali terkikis oleh gangguan dan rongrongan terutama dari luar dirinya. Kondisi lingkungan keluarga dan masyarakat sosial lainnya turut memberikan andil terhadap pengikisan potensi kefitrahan. Oleh karena itu, orang yang fitrah sesungguhnya adalah orang yang mampu membentengi diri dari godaan-godaan yang tidak baik.

Dalam konteks ini, ibadah puasa merupakan sarana yang diberikan oleh Allah agar manusia mampu mempertahankan kefitrahannya itu. Ibadah puasa mengajarkan kepada kita agar menghilangkan atau meminimalisasi nafsu-nafsu kemanusiaan dan meneladani sifat-sifat ketuhanan. Ibadah puasa pun mengisyaratkan agar manusia senantiasa agar dapat melakukan yang terbaik, ikhlas, jujur dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Jika manusia mampu melakukan pesan-pesan moral ibadah puasa itu dalam kehidupannya, maka layaklah ia berada dalam kefitrahannya dan mendapatkan predikat muttaqin. Mudah-mudahan, kita semua yang hadir di tempat ini termasuk di dalamnya, amin.

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?!

Memahami fitrah manusia sejatinya juga menyadari akan hakikat dirinya. Allah SWT telah memberi kepercayaan kepada manusia untuk memegang tugas kehambaan dan tugas kekhalifahan. Sebagai hamba, manusia diciptakan dengan tujuan untuk beribadah kepada Allah. Hal ini dinyatakan dalam firman-Nya:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS al-Dzariyat [51]: 56)

Fungsi kehambaan (abid) relasinya adalah dirinya secara personal kepada Tuhannya. Manusia merupakan makhluk yang diciptakan oleh Tuhan (khaliq) sehingga berkewajiban untuk berterima kasiih kepada-Nya. Ia harus patuh, tunduk, tanpa reserve terhadap apapun yang diperintahkan oleh Tuhan. Siapa yang melanggar akan ketentuan itu dinyatakan sebagai orang yang mengingkari akan hakikat dirinya, yang dalam bahasa keagamaan disebut kufr.

Dalam QS. al-Dzariyat [51]: 56 di atas secara tegas dikatakan bahwa manusia merupakan yang diciptakan (makhluq) sedangkan Tuhan sebagai yang menciptakan (khaliq). Keterciptaan manusia ini membuat keharusan bagi manusia untuk beribadah, menyerahkan diri secara total kepada Tuhan. Penyerahan diri kepada Tuhan ini dalam banyak hal tidak mengedepankan validitas secara rasional. Oleh karena itu, jika dinyatakan dalam bentuk garis maka fungsi kehambaan ini dapat digambarkan dengan garis vertikal, di mana posisi Tuhan berada di atas sedangkan manusia berada di bawah.

Patut digarisbawahi bahwa bentuk-bentuk kehambaan ini memiliki muatan dan fungsi-fungsi sosial yang perlu diimplementasikan secara sosial. Sebab, yang membutuhkan penyembahan manusia bukanlah Tuhan, tetapi manusia itu sendiri. Tuhan bukanlah Dzat yang memiliki kebutuhan, oleh karenanya Dia tidak bersifat kurang (naqish). Akan tetapi, justeru manusialah yang membutuhkan akan makna sosial dari bentuk-bentuk kehambaan ini. Oleh karena itu, orang yang berhasil dalam beribadah adalah orang yang mampu memanivestasikan muatan dari praktek ibadah itu dalam ranah sosial.

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah

Sebagai khalifah, manusia adalah makhluk yang diberi kepercayaan oleh Allah Swt. untuk memakmurkan bumi dan alam semesta ini. Relasinya adalah manusia dengan sesama manusia dan dengan alam. Firman Allah menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (QS al-Baqarah [2]: 30)

Sebagaimana makna asal katanya, khalifah di sini dipahami sebagai wakil Tuhan untuk mengurus, mengelola, mengayomi, memakmurkan, dan memanfaatkan segala isi yang ada di muka bumi. Di samping itu, fungsi kekhalifahan ini juga menegaskan secara meyakinkan akan terbentuknya tatanan pranata sosial yang adil, demokratis, setara, dan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan. Antara satu dengan yang lainnya memiliki relasi yang sama besar dan sama kuat. Di antara mereka tidaklah dianggap sebagai subordinasi. Oleh karena itu, secara historis-sosiologis kehidupan keduniaan harus didasarkan atas kevalidan secara rasional. Jika diwujudkan dalam bentuk gambar maka tugas kekhalifahan ini akan membentuk garis horizontal, ujung satu dengan yang lainnya adalah manusia yang memiliki relasi kesejajaran.

Dalam Islam, kedua fungsi di atas harus dapat disinergikan secara seimbang. Tuntutan kehambaan harus dapat diwujudkan secara seimbang dengan tuntutan kekhalifahan. Tidak dianggap sebagai orang yang baik (insan kamil) jika ia hanya mampu menjalankan fungsi-fungsi kehambaannya, sementara fungsi sosial-kemanusiaan terbengkalai. Demikian juga sebaliknya, bukanlah orang yang baik jika ia hanya mementingkan tugas-tugas kekhalifahan sementara tugas kehambaannya tidak diaktualisasikan. Dengan demikian, fitrah manusia adalah menjalankan tugas-tugasnya dengan sukses baik sebagai hamba Allah maupun sebagai khalifah di muka bumi secara seimbang.

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?!

Banyak sekali sindiran Allah Swt. kepada orang yang hanya memenuhi salah satu tugas dengan mengabaikan tugas lainnya. Misalnya dalam surat al-Mâ’ûn dilontarkan celaan kepada orang-orang yang mengerjakan shalat tetapi suka menghardik anak yatim dan tidak mau peduli kepada orang miskin. Orang seperti ini dijuluki pendusta agama (yukadzdzibu bid-dîn). Allah berfirman:

? ? ? ? (?) ? ? ? ? (?) ? ? ? ? ? (?)? ? (?) ? ? ? ? ? (?) ? ? ? (?) ? ? (?)

Artinya: [1] Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? [2] Itulah orang yang menghardik anak yatim, [3] dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. [4] Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, [6] orang-orang yang berbuat riya, [7] dan enggan (menolong dengan) barang berguna. (QS al-Mâ’ûn [107]: 1-7)

Orang seperti ini hanya melakukan tugas kehambaan saja dalam bentuk ibadah mahdah, tetapi ibadah sosial dia lalaikan. Meski mengerjakan shalat dan menyembah Allah, dia akan mengalami celaka di akhirat nanti, sebab dia lupa akan makna shalatnya. Dia beribadah hanya secara formalistik, tetapi tidak secara substansialistik. Dalam kehidupan sehari-hari, dia shalat tetapi lisannya tidak dijaga, telinga tidak diperhatikan, mata berkeliaran ke mana-mana, kaki melangkah ke jalan yang tidak dibenarkan, pemikiran menyalahi aturan. Ini sindiran yang luar biasa dari Allah lewat surat al-Mâ’ûn ini.

Oleh karena itu, di dalam Islam, ritual ibadah selalu memiliki dua hal secara integral: formalistik dan substansialistik Tidak ada ibadah dalam Islam yang hanya dianjurkan secara aspek formalistik semata. Antara formalistik dan substansialistik harus dilakukan secara seimbang. Dalam kasus ibadah puasa, juga demikian. Hadis Nabi menyatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Betapa banyak orang yang berpuasa, dia tidak mendapat apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus.

Orang yang melakukan ibadah puasa tidak mendapatkan balasan apapun disebabkan dirinya tidak mampu membangun harmoni dalam kehidupan sosialnya. Pikiran, gerakan, lisan, dan anggota tubuh lainnya tidak terjaga dari perilaku destruktif.

Begitu pula ibadah haji, Nabi SAW menyebutkan:

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Haji yang mabrur tidak ada balasan yang setimpal kecuali surga.

Ketika itu para sahabat menanyakan bagaimana haji yang mabrur itu, Rasulullah menjawab, “Dia suka memberi makan dan rajin menebarkan salam.” Artinya, seorang yang telah melaksanakan haji baru disebut mabrur jika sekembalinya dari tanah suci dia peduli kepada sesamanya dan senantiasa menimbulkan kedamaian di sekelilingnya. Kalau tidak, maka hajinya mardud (tertolak) dan tidak ada surga baginya.

Memberi makanan merupakan wujud dari solidaritas kita. Orang yang memiliki kepedulian yang baik dan solidaritas yang tinggi kepada sesamanya, sesungguhnya itu merupakan manifestasi dari amal ibadahnya.

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Sesungguhnya banyak cara untuk dapat memperkuat dan memperteguh potensi kefitrahan itu, di antaranya adalah menghilangkan atau meminimalisasi nafsu-nafsu kemanusiaan dan meneladani sifat-sifat ketuhanan. Jika Tuhan Maha Pengampun terhadap semua hamba-hamba-Nya maka kitapun sedikit demi sedikit memberikan keikhlasan dalam memberikan ampunan kepada orang-orang yang telah menyakiti kita. Jika Tuhan Maha kasih dan sayang terhadap hamba-Nya maka kitapun belajar mengasihi dan menyayangi orang-orang di sekitar kita.

Diceritakan dalam salah satu hadits Nabi SAW. Ada 2 orang di akhirat yang sama-sama tidak masuk surga. Si A adalah orang yang berlumuran dosa sehingga kebaikannya itu tidak dapat mengimbangi dosanya itu. Sedang si B adalah orang yang memiliki kebaikannya hampir mengimbangi dosanya. Jika ada satu kebaikan lagi, niscaya kebaikannya itu lebih banyak. Lalu, si A dengan penuh ketulusan dan keikhlasan demi solidaritas dan kasih sayang terhadap sesamanya, mengajukan diri, “Ambillah satu dari kebaikanku untuk kawanku ini. Toh hal ini tidak akan mengubah nasibku”. Mendengar itu Allah berkata: ”Atajudu wa ana al-jawwad al-karim” (Apakah Engkau akan berbuat baik, sedang Akulah Yang Maha Pengasih lagi Pemurah). Akhirnya, Allah memerintahkan malaikat untuk memasukkan kedua hamba itu ke dalam surga. Si B dimasukkan ke dalam surga dikarenakan nilai kebaikannya melampaui dosanya, sedangkan si A disebabkan karenanya solidaritasnya yang tinggi terhadap sesama.

Dari cerita ini, pelajaran yang dapat kita tarik di antaranya adalah bahwa faktor penentu sesorang masuk surga atau neraka atau mempertahankan kefitrahan itu sesungguhnya tidak hanya sema-mata didasarkan atas faktor militansi keimanan secara personal kepada Tuhannya semata, tetapi juga kepeduliaannya terhadap nasib sesama.

Jamaah Shalat Idul Fitri rahimakumullah,

Demikianlah, semoga Allah menerima semua ibadah Ramadan kita dan sholat id yang baru saja kita tegakkan. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita sehingga tugas-tugas yang telah diamanahkan kepada kita, terutama tugas kehambaan dan kekhalifan itu, dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Amin ya Rabbal Alamin.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ?.



Khutbah II



? ? 7×? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ?". ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ?, ? ?, ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dr. H. Suwendi, M.Ag, Alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon dan Pesantren Luhur Sabilussalam Ciputat



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits Ustadz Felix Siaw

Rabu, 11 Oktober 2017

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Seorang ulama atau kiai adalah tokoh yang bertanggung jawab dalam mendidik moral masyarakat. Tanggung jawab ini sering sangat berat karena watak dan karakter masyarakat tidaklah sama. Para kiai tidak jarang dihadapkan pada sebuah situasi sulit ketika ia harus menjaga agar prinsip-prinsipnya tidak terlukai.

Tak terkecuali Kiai Muhammad, seorang Kiai di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamkesanan yang sangat alim dan menutupi dirinya dari keterkenalan oleh khlayak ramai. Kabarnya ia pernah nyantri di Pesantren Kiai Maksum Lasem. Ia juga rupanya memiliki hubungan yang baik dengan pesntren Tebuireng, Denanyar, Tambakberas dan Rejoso Jombang.

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Suami Izin ke Kiai Akan Bunuh Selingkuhan Istri

Kiai Muhammad pernah menceritakan kepada penulis bahwa suatu hari datanglah kepadanya seorang warga desanya yang baru pulang bekerja dari luar negeri sebagai TKI. Dalam sowannya itu dengan nada memendam amarah yang memuncak, seorang warga meminta izin sang kiai untuk membunuh seseorang. Pasalnya, orang yang dimaksud ini telah main serong dengan istrinya selama ditinggal bekerja ke luar negeri.

“Saya minta izin kiai, saya minta restu dan doanya, saya mau carok.” Katanya.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

“Kenapa?” kata sang kiai.

“Istri saya diambil orang,” ungkapnya.

Untungnya, sang kiai dapat meredam emosi warga tersebut. Sang kiai mengungkapkan bahwa tidak ada untungnya berkelahi dan bunuh-membunuh. Ia juga mengungkapkan bahwa jika seorang warga tersebut menang, ia akan dipenjara. Selama di penjara siapa yang tahu kalau istrinya akan dicuri orang lagi. Jika ia kalah dan harus mati, maka istrinya akan kawin lagi. Jadi sebaiknya carok itu jangan pernah terjadi.

“Menurut saya,” lanjut sang kiai dengan nada tenang dan hati-hati, “Sebaiknya jangan ada bunuh-bunuhan karena tidak ada untungnya baik buat yang kau bunuh maupun dirimu sendiri.”

“Lagian kamu sendiri juga agak keliru, masa istri ditinggal ke luar negeri, dalam hitungan tahun lagi,” kata Kiai Muhammad yang mengerti bahwa tamunya itu habis pulang dari luar negeri.

“Sebaiknya jangan ada carok itu, kamu lebih baik hidup tenang dan jaga istrimu baik-baik. Yang lalu biarlah berlalu sebagai pelajaran. Kalau harus ke luar negeri berangkatlah bersama jangan sendiri-sendiri,” tutur Kiai Muhammad sebagai pamungkas.

Warga tersebut langsung menyadari emosinya dan pulang dengan perasaan yang penuh kesadaran akan kesalahan dirinya telah meninggalkan istri ke luar negeri. Pertumpahan darah pun dihindarkan. Kiai Muhammad sukses memberi jalan tengah “menang sama menang” dan menghindarkan warga tersebut dari perbuatan yang mencelakakan orang lain dan dirinya. (R. Ahmad Nur Kholis)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, Kyai, Amalan Ustadz Felix Siaw

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

Blitar, Ustadz Felix Siaw

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi akan memberikan kuliah perdana, sebagai tanda dibukanya proses perkuliahan di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar. Kuliah tersebut dijadwalkan pada 29 Oktober di Pendapa Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Ketua PCNU Kabupaten Blitar KH Masdain Rifai Ahyat menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Pesantren Mambaul Hikam, Mantenan Udanawu, Kamis (20/10).

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kado Istimewa Hari Santri bagi NU Blitar

“Pak Menteri yang akan menyampaikan kuliah perdana nanti pada 29 Oktober mendatang di Pendapa Kabupaten,’’ujar Kiai Dain.

Ustadz Felix Siaw

Dijelaskan Kiai Dain, kunjungannya ke pesantren asuhan KH Diya’uddin Azam-zami adalah dalam rangka memberitahukan dan mengajak para santri dan alumni untuk ikut bergabung di kuliah umum tersebut. Karena, berdirinya UNU ini sebagai kado ulang tahun Hari Santri tahun ini.

Ustadz Felix Siaw

”Bisa dibilang berdirinya UNU ini sebagai kado istimewa pada Hari Santri tahun ini,’’ tandas alumni Pesantren Lirboyo Kediri ini.

Kehadiran Ketua NU didampingi Rektor UNU Blitar HM Zainuddin disambut shohibul ma’had KH Diya’uddin Azam-Zami di rumahnya. Setelah ramah-tamah sebentar, rombongan bertemu dengan ratusan santriwan dan santriwati pesantren yang didirikan KH Abdul Ghofur tersebut.

Di hadapan jamaah, Kiai Dain mengajak para santri dan alumni untuk bisa melanjutkan kuliah di UNU.

“Ada 10 prodi di UNU, konco-konco santri dan alumni bisa masuk di situ, khususnya ke jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar, red.) karena sesuai penelitian, tahun 2020 nanti, ribuan guru SD akan pensiun. Sehingga banyak tenaga yang akan dibutuhkan dan positifnya para santri bisa mengajar dan mengembangkan ilmunya di sana, setelah mengantongi sarjana di UNU,’’ tandas Kiai Dain.

Biaya termurah sedunia

Sementara Rektor NU Blitar mengatakan, banyak kemudahan yang di berikan UNU, kata dia. Selain biayanya murah, juga akan diberikan beasiswa bagi yang tidak mampu. Biaya kuliah di UNU paling murah di seluruh dunia, per tahunnya hanya sekitar Rp1.200.000 saja.

Jadi, kalau dihitung biaya kuliahnya, hanya 100 ribu saja per bulan. UNU murah tapi buka murahan lo,’’ tambah Profesor Zainuddin.

Sebelumnya, hal yang sama juga disampaikan di hadapan ratusan warga NU di Desa Bakung Udanawu saat acara santunan yatim.

“Tadi Kiai Cikut (Syaikuddin Rohman, red.) sudah banyak memberikan uraian seputur anak yatim. Kami malam ini akan banyak berbicara masalah organisasi saja, termasuk masalah berdirinya Universitas NU di Blitar,’’ katanya, mengawali pidatonya.

Menurutnya, selain menyatuni anak yatim seperti saat ini, warga NU Blitar juga punya kewajiban meningkatkan taraf pendidikan putra-putrinya. Kalau sebelumnya hanya sebagaian saja yang bisa masuk perguruan tinggi, saat ini semua punya kesempatan untuk masuk ke perguruan tinggi, yakni masuk ke Universitas NU Blitar.

Untuk itu, lanjutnya, semua pengurus dan warga NU Blitar memiliki kewajiban untuk membesarkan dan memajukan perguruan tinggi ini.

“Diharapkan setiap tahun minimal setiap ranting NU ada 2-10? siswa yang melanjutkan ke UNU yang memiliki 10 prodi tersebut. Misalanya kalau per Ranting NU bisa atau ada 2 anak saja yang masuk, maka sudah ada 1000 lebih mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Karena jumlah ranting NU di Blitar ada 500 lebih,’’ terang Kiai Dain. (imam kusnin ahmad/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah, Lomba Ustadz Felix Siaw

Dakwah di AS, M. Syamsi Kenalkan Wajah Islam Aswaja

Makassar, Ustadz Felix Siaw. Dakwah umum Universitas Islam Makassar, Sabtu (15/11) di aula Gedung PWNU Sulsel, menghadirkan Ketua Masyarakat Muslim New York M. Syamsi Ali. Pada dakwah umum yang dihadiri ribuan mahasiswa ini, ia menceritakan keragaman kehidupan muslim di negara minoritas muslim.

Dakwah di AS, M. Syamsi Kenalkan Wajah Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah di AS, M. Syamsi Kenalkan Wajah Islam Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah di AS, M. Syamsi Kenalkan Wajah Islam Aswaja

Rektor UIM ? Andi Majdah M Zain menyambut baik dakwah umum ini. "Alhamdulillah kali ini, kami kedatangan tamu putra daerah asal Bulukumba yang berkiprah di New York. Ketika berkunjung ke Makassar, saya mengajaknya ke daerah-daerah untuk menebar pesan rahmatan lil alamin dan pengalamannya menjadi imam di Amerika Serikat.”

Dalam dakwah itu, M Syamsi mengatakan, banyak pelajaran yang didapatnya di Amerika Serikat. “Agama bukan sekadar formalitas, tetapi nilai-nilai agama mestinya diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.”

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, dakwah harus dimulai dari ketulusan hati, bukan sekadar berpikir segi kuantitas. Namun kesalahpahaman dalam menyebar konsep dakwah ini harus senantiasa diperbaiki.

“Membangun komunikasi intens terhadap pemeluk agama lainnya juga penting. Kemudian menjelasakan, bahwa Islam sangat mengedepankan persahabatan di atas permusuhan dan dialog di atas konflik,” tandas Syamsi. (Andy M Idris/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax Ustadz Felix Siaw