Tahlilan tersebut diikuti sejumlah komunitas dari berbagai daerah seperti Gusdurian (Klaten), GP Ansor (Solo), Galuh Tulus Utama (Gresik), Teater Ruang (Solo), komunitas seni asal Sangiran, dan Teater Reakses (Pekalongan).
| Ragam Komunitas Tahlilan 40 Hari Wafat Slamet Gundono (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ragam Komunitas Tahlilan 40 Hari Wafat Slamet Gundono
Sebelum pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Gus Heri dari NU Kartasura, dipentaskan drama yang mengisahkan korban? dari para kaum lemah.Ustadz Felix Siaw
"Acara mulai dari Ahad pagi, ada yang membawakan kidung-kidung karya Ki Slamet, juga ada pembacaan puisi karya Gus Mus," terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, yang turut hadir dalam acara tersebut.Ditambahkan oleh Joko Bibit Santoso, Pegiat Komunitas Tanggul Budaya, inti dari kegiatan ini yakni untuk mendoakan Ki Slamet Gundono. "Acara kami gelar selama satu hari. Intinya kami ingin mengenang dan mengirimkan doa untuk almarhum Slamet Gundono,"
Ustadz Felix Siaw
Sementara itu, acara serupa juga akan diadakan di Taman Budaya Surakarta (TBS) di Solo, Kamis (13/2) mendatang, mulai pukul 09.00-24.00 WIB dengan mengangkat tema Kelingan Lamun Kelangan, Refleksi 40 Hari Slamet Gundono. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw RMI NU Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar