Minggu, 08 Februari 2015

PCNU Trenggalek Luncurkan Koin Nusantara

Trenggalek, Ustadz Felix Siaw

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Trenggalek meluncurkan program Koin Nusantara, Sabtu (16/12). Bertempat di aula Gedung NU Trenggalek, peluncuran dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

PCNU Trenggalek Luncurkan Koin Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Trenggalek Luncurkan Koin Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Trenggalek Luncurkan Koin Nusantara

Ketua PCNU Trenggalek, KH Fatchulloh Sholeh, menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama harus bisa menjadi solusi bagi masyarakat, terutama dalam kemandirian ekonomi.

Salah satu ikhtiar tersebut adalah melalui Lembaga Perekonomian NU (LPNU), LP Maarif NU, dan Lembaga Amil, Zakat, Infak dan Sedekah NU (LAZISNU).

"Melalui tiga lembaga ini, kita berkihtiar mewujudkan kemandirian jamaah dan jamiyah," kata Gus Loh, panggilan akrabnya.

Di tempat terpisah, Ketua LAZISNU sekaligus Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU Trenggalek, Yusuful Khamdani (Gus Yusuf), menuturkan program Koin NUsantara yang diadopsi LAZISNU Pusat sudah berhasil memberdayakan umat di Sragen dan Boyolali.

Ustadz Felix Siaw

"Karena itu, LAZISNU Trenggalek akan meniru di dua kabupaten tersebut. Tentunya dengan modifikasi sesuai kearifan Trenggalek," jelas Gus Yusuf.

Melalui Koin Nusantara ini, Nahdliyin Trenggalek diharapkan lebih mampu mandiri dan berdaya.

Selain dihadiri oleh ratusan pengurus baik tanfidziyah maupun syuriyah NU dari seluruh MWC dan Ranting se-Trenggalek, Peringatan Maulid Nabi dan Peluncuran Koin Nusantara juga dihadiri segenap lembaga dan banom NU Trenggalek. (Androw Dzulfikar/Kendi Setiawan).

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Internasional, Kajian, Berita Ustadz Felix Siaw

Jumat, 06 Februari 2015

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan

Bandung, Ustadz Felix Siaw. Pada pengajian mingguan PCNU Kota Bandung, KH Imron mengatakan, bahwa agama itu mudah, misalnya shalat, jika dalam perjalanan bisa dijamak-qashar. Bila dalam keadaan sakit, bisa shalat sambil duduk. Jika tak mampu, bisa sambil tiduran.

“Jadi agama itu tak memberatkan, tapi jangan sampai agama itu dienteng-enteng. Maksudnya menyepelekan perintah agama,” tutur Ketua Lembaga Kajian Aswaja ini saat mengaji kitab Mukhtarul Hadits di Kantor PCNU Kota Bandung, Jalan Sancang 6, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung.

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Itu Mudah, Tapi Jangan Disepelekan

Pengajian tersebut diikuti sekitar 150 orang dari daftar semestinya yang mencapai 250 orang. Mereka adalah kiai, pengurus dan jamaah NU. Dalam pengajian yang dimulai pukul 07.00 WIB ini, empat kiai turut mengisi. Mereka mengaji sekitar 45 menit.

Ustadz Felix Siaw

Pengajian kitab at-Tadzhib diasuh oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Bandung KH Tajuddin Subki, kitab Ibanatul Ahkam oleh Ketua PCNU Kota Sukabumi KH Maftuh Kholil, kitab Tafsir Jalalain oleh KH Asep Syarif Hidayat, dan kitab Mukhtarul Hadits oleh KH Imron.

Menurut Ketua PCNU Kota Bandung KH Maftuh Kholil, pengajian ini membawa beberapa manfaat. Pertama, silaturahim antarpengurus, jamaah, dan kiai. Kedua, sosialisasi program-program NU kepada jamaah.

Ustadz Felix Siaw

“Kalau kita keliling, belum tentu selesai selama 7 bulan. Kalau melalui pengajian ini, bisa langsung sampai dengan cepat, sebab yang mengikuti pengajian (juga) memiliki jamaahnya sendiri di masjid-masjid dan majelis talim,” jelasnya.

Juga, tambah Kiai Maftuh, pengajian yang berlangsung sejak 2008 tersebut menunjukkan bahwa syiar NU di Kota Bandung itu hidup, berkembang, dan tumbuh. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Khutbah Ustadz Felix Siaw