Senin, 31 Agustus 2015

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah

Baghdad, Ustadz Felix Siaw. Kelompok terdepan Al Qaida, Negara Islam Irak, mengaku menyerang iring-iringan di Irak barat, yang menewaskan 48 tentara Suriah dan sembilan penjaga asal Irak, dalam pernyataan di forum jihad pada Senin.

Tentara itu, yang terluka dan mendapat perawatan di Irak, diangkut melalui provinsi barat Anbar dalam perjalanan kembali ke Suriah ketika serangan itu terjadi pada 4 Maret, kata kementerian pertahanan Irak.

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Qaida Bunuh 48 Tentara Suriah

Namun kementerian itu menyalahkan serangan itu pada kelompok "teroris yang menyusup ke wilayah Irak yang berasal dari Suriah."

Ustadz Felix Siaw

Pernyataan di forum jihad itu mengatakan bahwa para pejuang Negara Islam Irak mampu menghancurkan "tentara Safawi terkait dengan

Ustadz Felix Siaw

kendaraan yang membawa anggota tentara Nusairi dan rezim Suriah `shabiha.`"

Safawi adalah kata yang menyiratkan Syiah berada di bawah kendali Iran, sementara Nusairi adalah istilah untuk merendahkan Alawi, sekte di mana Presiden Suriah Bashar berasal, dan shabiha adalah nama yang digunakan untuk pasukan milisi Suriah pro-rezim.

Baghdad telah secara konsisten menghindari bergabung dengan seruan-seruan yang mendesak Assad mundur, terhadap siapa para pemberontak berjuang, dan mengatakan bahwa pihaknya menentang mempersenjatai kedua pihak serta mendesak segera mengakhiri kekerasan yang telah melanda Suriah selama dua tahun, dan menewaskan setidaknya 70.000 orang.

Tetapi serangan mematikan di wilayahnya mengancam untuk melibatkan Irak dalam konflik Suriah.

Baghdad terjebak antara tekanan-tekanan konflik atas Suriah - tetangga timurnya yang kuat, Syiah Iran, mendukung rezim Assad, sementara Amerika Serikat dan negara-negara Arab banyak yang ingin agar presiden Suriah tunduk pada tuntutan oposisi dan mundur.

Namun demikian, serangan 4 Maret bukan konflik pertama kali yang menyeberangi perbatasan ke Irak.

Tembakan dari Suriah menewaskan seorang tentara Irak di utara negara itu pada 2 Maret dan seorang gadis belia di Irak barat pada September.

Para pejabat Amerika Serikat juga berulang kali meminta Irak untuk menghentikan pemberian izin penerbangan pesawat-pesawat Iran yang Washington katakan digunakan untuk mengangkut senjata-senjata kepada pasukan Bashar.

Pada 3 Maret, Dewan Nasional Suriah, kelompok oposisi utama, menduga bahwa Irak "memberikan dukungan politik dan intelijen kepada rezim Suriah."

Dan seperti negara-negara lain yang berbatasan dengan Suriah, Irak telah melihat membanjirnya pengungsi yang melarikan diri dari konflik, lebih dari 109.000 orang, menurut PBB, yang sebagian besar berada di Irak utara dan barat, demikian AFP melaporkan.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber ? : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh Ustadz Felix Siaw

Selasa, 04 Agustus 2015

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan

Rembang, Ustadz Felix Siaw - Setelah Solo Raya menjadi pusat agresi kelompok radikal dengan serangkaian aksi terornya, keluarga besar NU Kaliori Kabupaten Rembang menyatakan siap mendukung Banser se-Pati Raya meningkatkan kemampuan. GP Ansor berencana mengadakan kaderisasi pada pertengahan Agustus yang melibatkan unsur banom NU lainnya.

Dukungan ini sejak awal tampak pada Selasa (2/8) sore dengan kehadiran MWCNU beserta banom dan lembaga saat rapat koordinasi di rumah Sekretaris PAC GP Ansor Kaliori di Desa Sambiyan Kabupaten Rembang.

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan Banom NU Setempat, GP Ansor se-Pati Raya Gelar Kaderisasi Lanjutan

Mereka merapatkan persiapan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) yang akan digelar di Madrasah Raudlatul Ulum Desa Karang Sekar, 12-14 Agustus 2016 mendatang.

Ketua MWCNU Kecamatan Kaliori H Ali Armani menyatakan siap sedia menjadi penopang terselengaranya Subalan se-eks karesidenan Pati. Ia mengatakan bahwa NU Kaliori sudah berkoordinasi dengan semua banom, dan lembaga terkait persiapan demi terselenggaranya Susbalan.

Ustadz Felix Siaw

"Demi terselengara dan suksesnya Susbalan sahabat Banser, saya mengajak Muslimat, Fatayat, IPNU, dan IPPNU untuk membantu persiapan yang dilakukan Ansor,” ajak Ali Armani.

Sementara itu Sekertaris GP Ansor Rembang Pujianto Amilogo yang hadir bersama Satkorcab Banser menyampaikan, dasar pelaksanaan Susbalan adalah perlunya peningkatan mutu kader.

Ustadz Felix Siaw

"Seiring melimpahnya lulusan PKD (untuk PKL) dan Diklatsar (Susbalan) di GP Ansor Rembang, maka mereka perlu dilatih secara berlanjut dan berkelanjutan,” harap Pujianto.

Menurut data paling akhir, di Kabupaten Rembang selama setahun belakangan, GP Ansor telah memiliki 200-an anggota lulusan PKD dan 300-an anggota lulusan Diklatsar berseragam lengkap.

Pujianto berharap, Susbalan se-eks karesidenan Pati dapat meningkatkan kemampuan kader menyikapi paham radikal beserta serangkaian aksinya di wilayah Pati Raya. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hadits, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 01 Agustus 2015

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata

Jakarta, Ustadz Felix Siaw

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata II-2017 dalam rangka memperkuat sinergitas semua elemen dalam mewujudkan target nasional pariwisata. Peran dan dukungan konektivitas pariwisata dari seluruh kementerian/lembaga sebagai inkorporasi Indonesia menjadi topik bahasan utama.

Rakornas yang dibuka oleh Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang sekaligus sebagai pembicara kunci di forum itu berlangsung selama dua hari, 18-19 Mei 2017, di Birawa Assemby Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenpar-Kemendes Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata

Rakornas Pariwisata II-2017 yang mengangkat tema “Indonesia Incorporated: 20.000 Homestay Desa Wisata pada tahun 2017” mengagendakan sejumlah topik bahasan menarik, antara lain legalitas lahan, pengembangan homestay desa wisata, skema pendanaan homestay desa wisata, dan skema pengelolaan homestay desa wisata. Strategi pengembangan pariwisata yang merupakan bagian dari Nawacita dalam rangka inkorporasi Indonesia melibatkan aturan ABCGM, yakni akademisi, bisnis, community, government, dan media.

Ustadz Felix Siaw

Desa wisata pertama kali digagas oleh Presiden Joko Widodo, Sabtu 15 Oktober 2016 di acara Sail Selat Karimata di Kalimantan Barat. Gagasan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

"Saya sudah kontak Pak Eko Putro Sandjojo, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Saya mengirim Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Kemenpar, Dadang Rizky untuk menindaklanjuti teknis dengan Dirjen PPMD Kemendes PDDT Prof Dr Erani yang ditunjuk sebagai PIC. Kita akan segera menentukan quick win, destinasi mana saja yang paling siap untuk diformat menjadi Desa Wisata," tutur Menpar Arief Yahya dari keterangan pers tertulis.

Ustadz Felix Siaw

Desa wisata digagas sejalan dengan karakter dan potensi desa di Indonesia sebanyak 74.954 yang tersebar di seluruh Nusantara, dengan 1.902 di antaranya sudah memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata. Selain keunikan alamnya, Desa Wisata diharapkan sangat kental dengan daya tarik budaya dan momen hidup bersama penduduk lokal dan mengenal kehidupan mereka. Hal ini mendorong hadirnya ide pengadaan homestay yang cepat, tepat dan sesuai potensi Indonesia.

Selain itu, homestay menjadi gerbang peluang bisnis jasa yang baru. Peluang tersebut diikuti dengan bisnis lain seperti penyewaan kendaraan, jasa kuliner, jasa parkir, jasa pemandu wisata, jasa binatu dan cindera mata khas. Semua peluang tersebut membutuhkan SDM, sehinga homestay dinilai sebagai bisnis yang mampu membuka lowongan kerja dengan sendirinya.

Kemenpar juga menggandeng beberapa kementerian dan lembaga untuk menyukseskan program tersebut. Khusus untuk Kemendes PDTT, Kemenpar berharap kementerian ini berperan dalam pembangunan Desa Wisata dan pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di setiap Desa Wisata. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen Ustadz Felix Siaw