Senin, 06 Juli 2015

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Kepala Satuan Koordinasi Nasional (Kasatkornas) Banser H Alfa Isnaeni berpesan kepada anggota baru Banser untuk tidak membahas masalah agama di tengah masayarakat. Menurutnya, bicara agama tanpa bekal ilmu agama yang memadai hanya membuat kekacauan baru di masyarakat.

“Syukur alhamdulillah kalau sahabat sekalian ini pandai membaca kitab kuning. Tetapi kalau tidak bisa, lebih baik belajar,” kata Alfa saat menjadi inspektur upacara penutupan DTD Banser Jakarta Selatan di Kompleks Yayasan KH A Wahid Hasyim, Ciganjur, Jakarta Selatan, Ahad (27/8) pagi.

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)
Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham (Sumber Gambar : Nu Online)

Kasatkornas Alfa Isnaeni: Jangan Bicara Agama Kalau Tidak Paham

Menurutnya, masalah agama adalah pertanggungjawaban dunia dan akhirat. Jangan mudah berbicara agama.

“Butuh ilmu tafsir, ilmu hadits, dan disiplin kelimuan lainnya untuk bicara agama,” kata Alfa.

Ustadz Felix Siaw

Kepada seratus lebih peserta diklatsar terpadu, ia mengingatkan kembali tugas Banser sebelum kembali ke masyarakat untuk mendakwahkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ustadz Felix Siaw

“Tugas sahabat adalah mendakwah Ahlusunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tetapi ‘dakwah’ harus diartikan secara luas. Artinya, sahabat sekalian harus menghidupkan dan mengawal amaliyah Aswaja NU, yaitu tahlilan, malam Yasin, dibaan, tawasulan, ziarah, manaqib di daerah sahabat masing-masing,” kata Alfa.

Terakhir, ia mengimbau seratus lebih anggota baru Banser ini untuk mengajak anak-anak muda di sekitar sahabat masing-masing untuk masuk Diklatsar.

Sebagaimana diketahui, Diklat Terpadu Dasar (DTD) Angkatan I Satkorcab Banser pada 25-27 Agustus 2017 diadakan oleh GP Ansor Jakarta Selatan. Peserta DTD terdiri atas 112 orang. Peserta terdiri atas kalangan laki-laki dan perempuan. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Jumat, 03 Juli 2015

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Coumas menjelaskan, salah satu usaha yang dikembangkan dalam upaya kemandirian anggota dan organisasi adalah gencar melakukan penguatan di bidang ekonomi.

“Kita ingin menumbuhkan jiwa enterpreneursip untuk kader-kader kita, supaya tidak ada lagi yang namanya kader Ansor itu nganggur,” papar (Gus Tutut), saat perbincangan dengan Ustadz Felix Siaw (19/4).

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gencar Upayakan Kemandirian Ekonomi Anggota

Pria yang akrab disapa Gus Tutut memaparkan saat ini GP ansor sudah mencoba melakukan beberapa terobosan. Antara lain pendirian salon mobil online di beberapa tempat di Jabodetabek.

Ustadz Felix Siaw

“Tahap pertama kita memasukkan 200 kader Banser di bisnis tadi, meskipun baru sebatas tenaga kerja. Tapi menurut kami itu jauh lebih daripada tidak kerja sama sekali,” kata Gus Tutut.

Ustadz Felix Siaw

Selain itu, usaha perekonomian juga dilakukan dengan pendirian industri komunitas. Di Jawa Tengah? pilot projek pendirian industri komunitas dilakukan di Batang dan Rembang, yang pada waktu mendatang sangat mungkin untuk dikembangkan ke daerah lain.

Lebih lanjut, Gus Tutut mengatakan masih ada banyak usaha perekonomian yang dilakukan Pimpinan Pusat GP Ansor. Dapat dikatakan, saat ini yang paling sibuk di GP Ansor adalah di bidang ekonomi karena banyak terobosan yang sedang dirancang. Ditargetkan dalam 2-3 tahun ke depan sudah mulai kelihatan.

Anggota GP Ansor, kata dia, berada pada usia yang produktif. Salah satu tanggung jawab yang perlu dilakukan pada usia tersebut? adalah tanggung jawab ekonomi baik kepada diri dan keluarga.

“Ini yang kita coba tekankan ke sahabat-sahabat kita (anggota GP Ansor), meskipun kita tidak bisa meninggalkan tanggung jawab ideologis. Kita tentu tetap akan menjadi benteng pertahanan pertama bagi berdirinya NKRI, dan kejayaan Pancasila, dan tentu bagi marwah jamiyah NU,” kata Gus Tutut yakin.

Dengan upaya ekonomi, diharapkan jika GP Ansor akan mengadakan kegiatan sudah bisa membiayai sendiri, dan inilah yang disebut kemandirian organisasi. Gus Tutut menilai kemandirian ekonomi tersebut, sebenarnya bukan hal yang tidak mungkin, mengingat jumlah anggota yang sangat besar yakni sebanyak 1,7 juta kader. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Rabu, 01 Juli 2015

GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar

Pontianak,Ustadz Felix Siaw. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Kalbar Nurdin, siap menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatu Ulama (UNU) Kalbar. Sebagai bentuk kesiapan itu tertuang dalam penandatangan kerja sama (MoU) yang akan digelar dalam waktu dekat.

GP Ansor Siap Kerja Sama  Kembangkan UNU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Siap Kerja Sama Kembangkan UNU Kalbar

“Sebagai salah satu Banom (Badan Otonom, red) NU, GP Ansor tentu memiliki kewajiban untuk membesarkan UNU Kalbar yang baru berdiri. Kebetulan pihak UNU mengajak kerja sama, tentu kita sambut baik ajakan tersebut,” kata Nurdin di kampus UNU Kalbar beberapa waktu lalu.

Dijelaskannya, Ansor merupakan? Banom NU yang sudah lama berdiri. Kadernya sudah tersebar di seluruh Indonesia. Demikian juga di Kalbar, cukup banyak kader Ansor. “Kader Ansor otomatis kader NU juga. Ketika lahir UNU, tentu Ansor siap mendukung serta membesarkannya,” kata anggota DPRD Kubu Raya ini.

Ustadz Felix Siaw

“Ansor jelas tidak membiarkan UNU berjalan sendiri. Bagaimanapun UNU lahir dari rahim NU, sama dengan halnya Ansor. Kalau UNU maju, jelas Ansor merasa bangga. Sebaliknya, bila UNU tertinggal, Ansor juga ikut merasa malu. Tapi, saya yakin UNU akan eksis di Kalbar karena kader NU cukup banyak dan sudah pasti merasa ikut bertanggung jawab membesarkannya,” ujar mantan pengurus PKC PMII Kalbar ini.

Ustadz Felix Siaw

Ketika UNU menawarkan kerja sama atau MoU, Ansor menyatakan kesediaannya untuk menandatangani kerja sama itu. Kerja sama ini penting agar jalinan kerja sama bisa diwujudkankan secara nyata. “Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat untuk penandatangan naskah kerja sama itu,” tambah Nurdin.

Sementara itu, Rektor UNU Kalbar, Dr Rachmat Sahputra M Si merasa senang Ansor ikut mendukung keberadaaan UNU. “Kita merasa senang, Ansor sebagai Banon NU merasa ikut memiliki UNU. Inilah yang sangat kita harapkan. UNU bukanlah milik semata pengurus NU, melainkan seluruh Banom juga,” katanya. (Ros/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Nasional, Tegal Ustadz Felix Siaw