"Kami sengaja mengenakan sarung dan kopiah dalam upacara peringatan hari lahir Pancasila ini, untuk menegaskan kepada para santri, bahwa kita ini, para santri, memiliki andil dalam merumuskan Pancasila," ungkap pembina upacara dan salah seorang mundzir PP. Baitussalam, Gus Fikri Aditya.
| Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung (Sumber Gambar : Nu Online) |
Santri Pesantren Baisussalam Upacara Hari Pancasila Pakai Sarung
Gus Fikri menegaskan dilaksanakan upacara peringatan Pancasila di pesantren sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai keislaman. Sampai saat ada beberapa gelintir umat Islam di Indonesia yang masih mempertentangkan antara Islam dan Pancasila.?"Pesantren sebagai salah satu simbol Islam di Indonesia, ingin menunjukkan bahwa Pancasila dan Islam itu bisa selaras," tegasnya.
Di pesantren ini, penguatan nilai-nilai kebangsaan dan Nasionalisme juga ditekankan. Tidak hanya berupa seremonial upacara, tapi dalam belajar mengajar sehari-hari juga diberikan materi-materi yang berkaitan dengan kebangsaan. Baik di dalam pesantren sendiri, maupun di SMP NU Baitussalam sendiri.
Ustadz Felix Siaw
"Bagi kami, penguatan ilmu keagamaan harus juga dilengkapi dengan semangat kebangsaan dan nasionalisme. Karena, tidak mungkin agama bisa berkembang dengan baik, jika tak memiliki tanah air," pungkas Gus Fikri. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)Ustadz Felix Siaw
Dari Nu Online: nu.or.idUstadz Felix Siaw Kajian, Makam Ustadz Felix Siaw