Rabu, 28 Februari 2018

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

Tidak dinyana sebelumnya, kesadaran kaum salafi terutama di Indonesia untuk menggunakan ruang publik sebagai spatial medium bagi dakwah mereka begitu menakjubkan. Kelompok ini sangat cepat belajar menatap kebutuhan masa depan mereka. Setelah era majalah cetak di kalangan mereka habis, ditandai dengan kejatuhan majalah cetak Sabili, Hidayatullah, dan beberapa jenis yang lainnya, kaum salafi begitu cepat melakukan proses adaptasi ke online media.

Sebagaimana yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya –lihat dua post terakhir saya—, gejala seperti ini, selain dilatarbelakangi oleh “kewarasan” mengenai perlunya terus eksis di ruang publik, gejala ini juga menunjukkan adanya penerimaan yang rendah atas kelompok ini di ruang konkrit kalangan Muslim Indonesia. Karenanya, bagi mereka, hijrah untuk menggunakan ruang online media atau internet merupakan ruang baru yang menjanjikan. Sebuah medan baru untuk melaksanakan jihad baru juga. Jihad lama dengan senjata tidak dihapus, namun jihad baru melalui pena dan tulisan perlu digalakkan.?

Tulisan ini tidak ingin mencari bagaimana masalah penggunaan teknologi internet atau online untuk keperluan dakwah di kalangan salafi, namun lebih ingin melihat antusiasme mereka dalam mengelola, menyajikan dan mengkampanyekan opini, diskursus, berita yang bernuansa salafi melalui surat kabar atau majalah, webpage, facebook, dan sarana-sarana online mereka lainnya. Basis analisis yang akan saya pakai di sini adalah teori-teori mengenai “ruang” (space) terutama abstract space. Yang saya maksud dengan abstract space di sini adalah ruang yang tidak tidak tersentuh oleh dunia nyata atau biasa disebut dengan istilah virtual. Selain itu, dalam menulis artikel ringan ini, saya terilhami oleh metode riset kualitatif yang biasa disebut dengan netnografi (netnography). Netnografi adalah etnografi di internet. Artinya, metode ini menggunakan teknik-teknik riset etnografis untuk mengkaji kebudayaan dan masyarakat yang muncul melalui komunikasi berbasis internet. Metode riset kualitatif ini pada mulanya digunakan untuk meriset konsumen di online misalnya forum-forum di internet untuk menjajagi apa yang diminati dan dikehendaki oleh konsumen. Metode ini sangatlah berguna untuk melihat kehadiran kaum salafi di ruang online –ruang-ruang forum–dan bagaimana mereka mempersuasi audien.

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaum Salafi Indonesia dan Ruang Maya Bag-1

?

Makna Ruang Maya Bagi Salafi

Sebagaimana kita tahu tahu bahwa kaum mainstream Indonesian yang berhaluan Sunni masih belum bisa menerima sepenuh hati kehadiran kalangan salafi. Meskipun istilah salafi atau salafiyyah sendiri sudah lama dipakai I Indonesia misalnya oleh kalangan NU untuk menamai pesantren mereka, namun salafi yang saya maksudkan di sini, masih dianggap oleh mainstream Islam di Indonesia sebagai Wahhabi. Dalam kajian Islam, Wahhabi sebenarnya masih dalam kategori Sunni, namun masyarakat Sunni Islam di Indonesia—merupakan Sunni terbesar di seluruh dunia—belum bisa memasukki Wahhabi ke dalam kelompok mereka. Dalam diskursus publik, mayoritas ulama di Indonesia keberatan dengan Wahhabi. Fenomena lain yang sering dijumpai adalah meskipun mereka secata teologis berafilalsi dengan Wahhabi namun kebanyakan juga tidak berterus terang atau enggan disebut sebagai kaum Wahhabi. Hal ini semua karena stigmatisasi Wahhabi di Indonesia sebagai kelompok sesat dalam Islam sudah sekalian lama terjadi. Sudah barang tentu bagi mereka yang belajar di sekolah-sekolah atau madrasah-madrasah NU, Perti, al-Wasiliyah organisasi-organisasi lainnya, pernah disodori pelajaran Ahlusunnah Waljamaah dengan menggunakan buku pegangan yang dikarang oleh KH. Siradjuddin Abbas. Jelas dalam buku beliau, I’tiqad Ahlussunnah Waljamaah, Wahhabi dikeluarkan dari firqah najiyah (kelompok yang selamat). Tidaknya hanya Wahhabi, seluruh mereka yang menolak Imam AshʿārÄ« dan MāturidÄ« sebagai pedoman i’tiqad mereka bukan menjadi bagian dari mereka.

Namun yang lebih mendasar lagi, penolakan atas Wahhabi oleh kalangan Islam mainstream juga disebabkan oleh kekhuwatiran mereka akan ajaran Wahhabi yang mengancam pada tradisi keagamaan kaum mainstream. Di sini kaum mainstream bisa dikatakan sebagai kaum ortodoks dimana mereka menggunakan alasan-alasan kesucian doktrin agama untuk melarang ajaran lain yang dipandangnya keluar dari ortodoksi. Talal Asad menyatakan ortodoksi adalah pengaturan kembali pengetahuan yang bertujuan membangun sebuah relasi penguasaan wacana dalam hal pengaturan mana bentuk-bentuk praktis Islam yang benar. (210-11, Genealogy of Religion).

Ustadz Felix Siaw

Meskipun di Saudi Arabia, salafi-Wahhabi bisa dikatakan sebagai pemegang ortodoksi, tapi di Indonesia mereka tidak demikian adanya. Dari perspektif kaum mainstream Islam Indonesia, salafi-Wahhabi adalah kaum heterodok karena pemegang kebenaran ajaran Islam di Indonesia adalah kelompok mainstream Islam yang memiliki perbedaan cara pandang keagamaan dengan kaum salafi-Wahhabi. Karenanya, pada titik ini, keberadaan kaum Wahhabi sebenarnya hampir mirip dengan nasib-nasib kelompok sempalan lainnya, katakanlah kelompok Syiah atau Ahmadiyah. MUI sendiri misalnya secara implisit menolak salafi melalui fatwa-fatwa mereka yang menolak jihad ekstrim kaum salafi-Wahhabi sebagaimana juga menolak kaum Syiah. ? Nahdlatul Ulama secara keras menolak model pemikiran dan praktik keagamaan kaum Wahhabi.? Kembali kepada pandangan Talal Asad? bahwa kaum Muslim yang memiliki kuasa untuk mengatur, mempertahankan, mempersyaratkan, merendahkan atau mengganti hal-hal yang tidak benar adalah kaum ortodok.

Sebagai kelompok heterodok, kaum salafi-Wahhabi di Indonesia memerlukan ruang untuk mengekspresikan dan mempertahankan doktrin mereka yang dianggap “menyimpang” dari mainstream Islam di Indonesia dan “internet space” adalah pilihan yang tepat. Ketika mereka tidak bisa atau terancam oleh ketatnya ortodoksi dalam “concrete space,” maka ruang internet menyediakan mereka kebebasan untuk berdakwah karena di dalam ruang ini mereka adalah atau kita adalah pemegang kendali diskursus yang kita kehendaki. Berbeda dengan model interaksi “dari muka ke muka,” interaksi di ruang internet bisa dilakukan secara arbitrer, doktriner dan sekaligus otoriter. Dalam konteks Indonesia, Salafi-Wahhabi memerlukan ruang yang demikian ini untuk bergerak? karena pada dasarnya mereka adalah “kaum ortodoksi” juga di negara asalnya, namun karena ortodoksi mereka tidak mendapatkan legitimasi maka mereka menjadi heterodok. Di ruang maya ada proses dialog dan interaksi, tapi pemegang domain secara unilateral bisa menghentikan atau mentiadakan proses dialog atau forum. Ruang maya juga merupakan hal yang paling strategis untuk berkampanye pada audien yang tidak memerlukan penelahaan panjang (tidak kritik). Namun patut diakui bahwa daya juang kaum salafi-Wahhabi di ruang maya luar sangat efektif. Saya tidak menjumpau kelompok-kelompok heterodok lain yang seperti salafi-Wahhabi ini yang sedemikian efektif dan strategis dalam menggunakan “internet space.” Katakanlah kelompok Ahmadiyah dan Syiah Indonesia, mereka tidak punya “cyberspace fighters” sebagaimana yang dipunyai oleh kaum salafi-Wahhabi. Internet space sekarang menjadi semacam masjid virtual pusat pembelajaran alternatif.

Dalam kondisi yang terdesak di ruang konkrit, web-space menyediakan sifat immediacy, kecepatan untuk memanfaatkan media online ini dalam merespon peristiwa, kejadian, atau hal-hal genting lainnya, dalam waktu yang hampir bersamaan. Surat kabar, hasil riset, majalah dan sumber-sumber informasi offline lainnya tidak memiliki ini. Kita teringat ketika kaum salafi-Wahhabi mendapatkan tuduhan sebagai pelaku pengeboman beberapa tempat penting di Eropa, dengan cyberspace mereka bisa bereaksi secara cepat baik reaksi dan meluas itu untuk melakukan pembenaran maupun pengingkaran akan keterlibatan dirinya. Meskipun para ahli cyberspace crime bisa menemukan “concrete space” yang dijadikan sebagai tempat dimana mereka mengeluarkan pernyataan tersebut, tetapi hal ini memerlukan waktu yang lumayan agak panjang dan cara yang agak rumit.?

Dalam satu dekade terakhir, setelah beberapa peristiwa pengeboman di beberapa tempat penting di Indonesia dimana kaum salafi-Wahhabi adalah pihak yang banyak dituduh, dicurigai dan ada juga yang sudah terbutki secara hukum, mereka menyadari akan marginalisasi kelompok mereka di ruang konkrit. Tidak hanya menyadari hal ini, namun mereka berusaha untuk mencari ruang baru (alternative site). Ruang baru ini tidak hanya menyediakan kenyamanan bagi mereka, namun juga mempermudah transnasionalisasi ide dan gagasan mengingat frontier di dalam virtual space sangat cair dan bahkan bisa dikatakan borderless (tanpa batas). Di dunia nyata, transnasionalisasi membutuhkan ongkos yang tidak murah. Memindahkan dan mengirimkan orang, buku, dan juga hal-hal sarana lainnya dari satu negara ke negara lain tidak bisa dilakukan tanpa dukungan uang yang banyak. Lihat berapa uang yang dihabiskan oleh pemerintah Saudi dalam menyebarkan Islam-versi mereka ke negara-negara lain dalam kurun 30 tahun terakhir ini. Namun dalam dunia maya, mobilitas dan migrasi ide dan gagasan tidak memerlukan kehadiran seseorang, rujukan yang tersentuh, dan lain sebagainya.

Ustadz Felix Siaw

Lalu bagaimana dengan otoritas agama? Dunia maya tidak kurang canggih dalam mengakomodasi dan mempertahankan otoritas agama. Apabila di dunia offline, otoritas agama bisa runtuh gara-gara penampilan seorang pemegang otoritas yang kacau, di dunia maya, otoritas agama tidak hanya disediakan ruang untuk menyampaikan, tapi juga ruang untuk memperindah dan bila perlu memanipulasi kekurangan-kekurangan yang terjadi di ruang offline. Inilah salah satu kelebihan yang dimiliki oleh ruang maya dan salafi Wahhabi Indonesia membaca ini sebagai hal yang berguna bagi perjuangan mereka.

*) Penulis adalah Rais Syuriah PCI-NU Jerman, saat ini menetap di Berlin.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba Ustadz Felix Siaw

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw - Pada Hari Raya Idul Adha, 10 Dzulhijjah 1437 H, Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyembelih 131 ekor hewan kurban, Senin (12/9). Terdiri dari 28 ekor sapi dan 3 ekor kambing ditambah 100 ekor kambing dari Persatuan Guru dan Ulama Singapura.

Prosesi penyembelihan hewan kurban ini dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Hati Hj. Puput Tantriana Sari yang juga Bupati Probolinggo serta jajaran pengurus PCNU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo.

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Hati Sembelih 131 Ekor Hewan Kurban

Ketua Panitia Kurban Pondok Pesantren Hati Zulmi Noor Hasani mengungkapkan bahwa pelaksanaan penyembelihan hewan kurban ini akan dirampungkan dalam waktu 1 (satu) hari. Tetapi jika dalam penyembelihan tersebut tidak selesai, maka akan dilanjutkan hari kedua, Selasa (13/9) di lokasi yang sama.

Ustadz Felix Siaw

“Dari hasil penyembelihan hewan kurban, dagingnya akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di 20 desa di Kecamatan Kraksaan, Krejengan dan Besuk. Dimana masing-masing desa akan menerima 100 bungkus. Sehingga total untuk 20 desa mencapai 2.000 bungkus daging kurban,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Sementara Hj. Puput Tantriana Sari mengharapkan agar daging kurban ini mampu berbagi kebahagiaan dengan masyarakat kurang mampu. “Setidaknya masyarakat dari kalangan kurang mampu bisa bersama-sama merayakan Hari Raya Idul Adha 1437 H,” uangkapnya.

Dalam penyembelihan hewan kurban ini, panitia kurban sendiri mengerahkan sedikitnya 75 orang petugas jagal yang akan menyembelih ratusan hewan kurban tersebut. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu

Oleh Miftahul Jannah--Cita-cita tentang terwujudnya perdamaian dunia adalah tujuan kemanusiaan yang mulia. Di mana pun, konflik dan peperangan adalah kesedihan bagi yang menyaksikannya. Terlebih lagi bagi yang mengalaminya. Anak-anak, perempuan mengalami trauma. Juga kaum bapak dan semua yang kehilangan anggota keluarga, harta benda dan pekerjaan.

Begitu juga Konflik Israel-Palestina. Konflik di sana berawal dari adanya resolusi PBB yang membagi tanah Palestina menjadi dua bagian. Israel mendapatkan tanah lebih luas sementara Palestina mendapat bagian yang lebih kecil. Konflik semakin memuncak ketika Israel mendirikan negara pada tahun 1948 berdasarkan resolusi tersebut.

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu (Sumber Gambar : Nu Online)
Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu (Sumber Gambar : Nu Online)

Jika Kau Sebut Gus Dur, Mereka Menyahabatimu

Konflik terus berlangsung. Tak sedikit masyarakat sipil baik dari Palestina maupun Israel yang menjadi korban. Dampak semakin terasa di pihak Palestina karena wilayahnya semakin mengecil, akibatnya masyarakat terusir dari wilayahnya sendiri dan harus mengungsi ke negara-negara Arab lainnya.

Jalan damai Israel-Palestina telah diupayakan sejak tahun 1948 baik oleh kedua belah pihak atau pihak lain sebagai mediator. Namun kata sepakat sulit ditemukan. Puncak kegagalan upaya damai ini terjadi ketika partai Hamas dari Palestina menolak berunding dengan Israel sehingga peperangan kembali terjadi dan entah sampai kapan akan berakhir. Bahkan Liga Arab sebagai organisasi negara-negara Arab tidak mampu memberikan jalan tengah bagi konflik tersebut. Banyak negara-negara Timur Tengah turut merasakan dampaknya. Pan-Arabisme yang menyatukan negara-negara Arab ini sempat mengalami kemunduran sehingga menimbulkan sikap apatis terhadap konflik Timur Tengah. Dengan demikian perdamaian di Israel Palestina dan Timur Tengah lainnya masih sulit untuk terwujud sampai saat ini.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Jerusalem

Saya berkesempatan melakukan kunjungan ke Israel (19-27 Jan 2015) sebagai salah seorang peserta Indonesian Moslem Leaders "Tribute to Gus Dur". Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Jerusalem. Nama ini diambil dari kata saleem (selamat), merupakan kota yang penting bagi umat Yahudi (Jewish), umat muslim dan umat Kristen. Di Jerusalem lah Nabi Ibrahim menerima wahyu untuk berkurban, Nabi Sulaiman membangun temple, juga Nabi Muhammad berangkat ke langit dari Jerussalem.

Bagi umat Yahudi, Jerusalem merupakan tempat beradanya tembok ratapan dan Bait Allah. Bagi umat Islam, adalah tempat dimana mesjid Al Aqsha berada, tempat nabi melaksanakan perjalanan spiritual nan suci dari Masjidil Haram di Makkah ke mesjid Al Aqsha di Jerussalem (Qs Al Isra:1). Lalu menuju ke langit untuk menerima wahyu kewajiban shalat lima waktu bagi umat muslim. Dan bagi umat Kristen, Jerusalem adalah tempat gereja Makam Kudus, dimana Jesus disalib dan dimakamkan. Serta situs-situs keagamaan yang penting lainnya seperti gereja Kelahiran dan kuburan Rahel di Betlehem.

Israel memiliki budaya yang beranekaragam karena para Yahudi imigran dari seluruh dunia membawa tradisi dan budayanya masing-masing. Hari raya nasional ditentukan berdasarkan kalender Yahudi. Saya menyaksikan hari Sabtu (Shabbat), candlelighting di rumah seorang yahudi taat, Peta Pelach. Lalu Shabbat Service di sinagoge terdekat dan Shabbat hospitality di kediaman seorang rabi (pendeta Yahudi).

Shabbat ditetapkan sebagai hari libur dimulai dari sunset Jumat sampai dengan sunset Sabtu. Tidak ada aktivitas apa pun saat Shabbat. Tidak ada jual beli, tidak bekerja, tidak menyalakan computer atau kamera. Hanya doa dan kumpul bersama keluarga menikmati dinner saat Shabbat. Israel juga dipengaruhi budaya Arab yang terlihat pada arsitektur-arsitektur bangunan, musik, dan kuliner Israel.

Kami berkunjung ke museum, salah satu institusi kebudayaan yang terpenting di Israel. Saya mengunjungi Museum Holocaust nasional Israel, Yad Vashem. Museum ini menyimpan sejumlah arsip-arsip informasi mengenai peristiwa pembantaian terhadap kaum Yahudi oleh Nazi Jerman. Juga berkunjung ke museum di Masada in memory of Yigeal Yadin, dan Museum of Islamic Art yang menyimpan sejarah perjalanan Islam Timur Tengah, periode Mongol, Iran, Turki dan tentunya Islam di Israel.

Silaturrahim dan kunjungan juga dilakukan ke pusat pusat kebudayaan Islam. Selain ke museum yang menyimpan banyak sejarah tokoh dan peristiwa, kunjungan juga ke Arabiyah Village dekat perbatasan Israel Lebanon Jordan, dan Syiria, dimana komunitas muslim Israel Palestina berada. Kunjungan juga dilakukan ke mesjid-mesjid, yaitu Masjid Ahmad Haji Qadirov (nama ayah dari presiden Cechnya), karena memang biaya pembangunan mesjid berasal dari donasi Presiden Cechnya. Menurut peraturan perundangan yang berlaku, pemerintah Israel tidak boleh memberikan dana untuk mendirikan tempat ibadah agama apa pun. Pendirian tempat ibadah menjadi tanggung jawab para pemeluknya masing-masing.

Kami disambut Walikota Abi Gosh, visit dan lunch at sufi center-Islamic cultural Syeikh Ghassan Manasra imam Thariqah Qadliriyah di Nazaret; putra Syeikh Abdussalam Husein Munashiroh muallif kitab “Mu’jam kalimatul Qur’anul karim maniy wa tashrif”. Nazareth adalah Kota terindah di Israel yang berada di puncak pegunungan, dengan mayoritas muslim keturunan Arab. Meski demikian, kota ini tetap disebut sebagai kota Jesus. Atas kesepakatan bersama, di sinilah toleransi dan kebesaran hati masing-masing pemeluk agama teruji.

Tak lupa kunjungan juga dilakukan untuk turut dapat berempati dan memberikan cinta kasih kepada korban perang Syiria yang dirawat Rumah Sakit Zip Hospital. Seluruh korban perang di sini tidak dipungut biaya, ditanggung pemerintah Israel. Setidaknya selama tahun 2014, sebanyak 77.000 pasien gawat darurat dan 220.000 pasien rawat jalan di sini. Selanjutnya kunjungan ke Save A Child’s Heart di Wolfson Hospital, Holon Tel Aviv. Di situ anak-anak dari seluruh dunia termasuk Afrika yang memiliki penyakit di bagian hati dirawat dan diupayakan sembuhkan. Love is powerfull! ?

Gus Dur dan Perdamaian dunia

Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid adalah nama seorang muslim Indonesia yang paling sering didengar di Israel karena selalu disebut para rabai (Pendeta Yahudi), tokoh Kristen, jurnalis, aktivis Interfaith di Israel. Juga tentunya di kalangan moslem community di Israel dan Palestina. Gus Dur menjadi nama yang begitu akrab dan dicintai baik kalangan yahudi maupun komunitas muslim di kedua negara itu. Menyebut nama Gus Dur adalah berkah bagi warga Indonesia karena dengan menyebutnya seperti menjadi semacam clue dan ada chemistry bahwa ada persahabatan antara kami dengan mereka.

Peran aktif Gus Dur dalam mewujudkan perdamaian antara Palestina dan Israel terlihat jelas semasa hidupnya. Setidaknya Gus Dur tercatat dalam dua organisasi besar yang memperjuangkan terwujudnya kerukunan antarumat beragama dan perdamaian dunia di Israel dan Palestina. Bahkan Gus Dur juga menjadi salah satu pendiri di dalam organisasi ini jauh sebelum ia menjadi Presiden Republik Indonesia, yaitu the Peres Center for Peace. Organisasi itu dimotori mantan Presiden Israel Simon Peres. Gus Dur juga tercatat sebagai member board The Elijah Interfaith Institute sharing wisdom, fostering peace dimana para tokoh agama dan tokoh perdamaian dunia menjadi member di dalam kedua organisasi ini. Gus Dur ada di dalamnya karena konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.

Ketika Gus Dur menjadi presiden, beliau pernah mewacanakan membuka hubungan dagang dengan Israel. Wacana yang cukup kotroversial. Banyak yang mengkritik terhadap keinginannya, terutama dari kalangan umat Islam. Alasannya cukup ‘ideologis’ bahwa Israel sampai saat ini masih melakukan penjajahan terhadap Palestina. Konstitusi Indonesia UUD 1945 menganut ‘Penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Penolakan muncul dari mana-mana, baik dari dalam parlemen maupun dari luar parlemen. Akibat penolakan ini, bisa ditebak hasilnya, pembukaan hubungan dagang batal dilakukan.

Selama di Israel, setidaknya saya mengikuti dua forum diskusi formal dalam bentuk seminar, beberapa seminar yang diperuntukkan khusus sebagai penghormatan kepada jasa Gus Dur dalam turut serta mewujudkan kerukunan antarumat beragama dan perdamaian dunia. Fakta eksistensi Gus Dur sangat berarti bagi umat beragama khususnya di wilayah konflik seperti Israel-Palestina yang tidak bisa dilepaskan dari pengaruh agama yang berbeda-beda di sana.

Israel berpenduduk kurang lebih 7.5 juta jiwa dengan16 % persennya beragama Islam. Lebih dari tiga per empat, atau 75,5% populasi Israel adalah Yahudi yang berlatar belakang berbeda-beda. Sekitar 68% Yahudi Israel dilahirkan di negara tersebut, 22%-nya merupakan imigran dari Eropa dan Amerika, dan 10%-nya merupakan imigran dari Asia dan Afrika (termasuk pula dari Arab). Umat Muslim mencapai 16%, agama minoritas terbesar di Israel sebab yang lain sekitar 2% populasi beragama Kristen, dan 1,5%-nya beragama Druze.

Saat rasa curiga dan tidak percaya antarwarga bangsa, antarumat beragama terjadi, saat umat Yahudi tidak percaya lagi kepada umat Muslim, saat umat muslim tidak percaya umat Yahudi dan umat lainnya, Gus Dur datang memberikan pencerahan dan harapan perdamaian di tanah Israel-Palestina.

Seorang aktivis kerukunan umat beragama perempuan di Israel dari Elijah Institut Peta Jones Pellach menyampaikan testimoninya tentang Gus Dur. “Menyaksikan langkah dan usaha Gus Dur dalam kerukunan umat beragama dan perdamaian dunia, membuat kami semakin memahami bahwa Islam yang sebenarnya adalah Islam yang dipikirkan, dikatakan, dan dilakukan oleh Gus Dur, yaitu Islam yang rahmatan lil alamin; Islam yang mengayomi semua orang yang menjadi berkah dan member kasih sayang tanpa pandang bulu kepada siapa pun di dunia.”

Ini sejalan dengan yang sering didengungkan Gus Dur “bahwa kita butuh Islam ramah, bukan Islam marah”.

Masih menurut Pelach bahwa ia masih mengingat kata-kata Gus Dur terhadap saya "lakukan kebaikan yang selama ini telah kamu lakukan, maka engkau akan mendapatkan perdamaian di tanah suci tiga agama ini."

Menarik, bahwa para Yahudi dan Kristen di Israel sangat berharap akan terus berkembangnya Islam moderat sebagaimana Islam Indonesia yang telah ditunjukkan Gus Dur. Indonesia sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia sangat diharapkan peran aktifnya dalam membantu proses perdamaian termasuk di Timur Tengah. Moderasi Islam yang dibawa oleh Gus Dur telah mengubah pandangan mereka tentang Islam di dunia. Mereka sangat berharap pemahaman Islam "model" Gus Dur ini akan terus berkembang agar dunia menjadi lebih damai.

Selain itu mereka juga menceritakan bagaimana mereka juga sangat terkesan dengan guyonan ala Gus Dur yang sering dilontarkannya di forum Israel, sebagaimana disampaikan Emanuel Shahaf, seorang Yahudi yang menjadi Vice Chairman Israel-Indonesia Chamber of Commerce.

Begitu juga Mr Chaim Chosen selaku Head of the Asia and the Pacific division of Ministry of Foreign Affairs of Israel. Dia mengaku sangat terkesan dan bahagia bisa bertemu dengan Gus Dur. Menurutnya bertemu Gus Dur adalah peristiwa penting dan istimewa. Pertama dia bertemu Gus Dur di Universitas Hebrow Israel. Kedua, Gus Dur hadir pada penandatanganan perdamaian antara Israel dengan Jordania. Menurut Chaim juga, bahwa meski tidak memiliki hubungan diplomatik antara Israel dengan Republik Indonesia, tetapi hubungan tidak formal seperti kunjungan ini menjadi penting mengingat Indonesia sebagai negara Muslim moderat di dunia. Katanya tidak ada conflict of interest antara Indonesia dan Israel.

The last but not the least bertemu dengan Simon Peres, mantan Presiden Israel di Bait Peres Lil Salam. Lagi-lagi Gus Dur menjadi objek utama perbincangan. Tentu tak lupa juga tentang Islam Indonesia. Bagi Simon Peres, Mr. Wahid (begitu dia menyebut KH Abdurrahman Wahid) adalah pribadi yg sangat merdeka, independen dan mengayomi. Saat semua orang membicarakan tentang perang dan menuding Israel sebagai penyerang, ia justru datang kepada kami, Israel, untuk bicara tentang perdamaian. Ia adalah figur yang inspiratif bagi para pencinta damai dan kerukunan.

“Wahid adalah salah satu board di Peres Peace Center. Kami merasa kehilangan seorang tokoh yg luar biasa dan sangat dicintai. Dia memimpin jutaan umat Islam di negara muslim terbesar di dunia, yaitu Indonesia. Islam yg menjadi harapan bagi kedamaian dunia,” kata Peres.

Dan tak lupa Peres pun meminta kepada tim delegasi Indonesia, jika tidak keberatan, ada yang membuat patung Wahid untuknya, untuk dipasang di salah satu bagian gedung kantornya “The Peres Center for Peace” berdampingan dengan tokoh besar dunia lainnya seperti yang sudah ada di situ, yaitu patung Dalailama, Mahatma Ghandi dan lain-lain.

Gus Dur anugrah bagi Indonesia dan perdamaian dunia.

“Jika kamu berbuat baik pada semua orang, orang tidak akan tanya apa agamamu.” Gus Dur, lahul Fatihah.

Miftahul Jannah, Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Banten

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib, Kajian Ustadz Felix Siaw

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni

Jepara, Ustadz Felix Siaw. Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Sya’roni Ahmadi menyebut ada tiga tingkatan santri. Tingkatan pertama adalah Mubtadi. Ialah santri yang sudah bisa membaca kitab tetapi belum bisa menguasainya.

Halitu dikemukakannya dalam Haflah Akhirussanah Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Rabu (3/6) siang.

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Tingkatan Santri Menurut Kiai Syaroni

Tingkatan berikutnya Mutawasit yakni santri yang bisa membaca kitab kuning serta mampu mengulasnya.

Sedangkan tingkatan terakhir Muntahi yaitu santri yang bisa membaca, mengulas dan bisa menunjukkan dalil qur’an dan hadits tentang yang dibacanya.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Sya’roni menjelaskan pesantren yang diasuh KH Makmun Abdullah Hadziq dinamakan Roudlotul Mubtadiin sudah tepat. Karena sesuai penjabarannya bisa membaca namun belum bisa menguasainya.

Ustadz Felix Siaw

Harapannya kedepan santri tingkatannya bisa meningkat menjadi Muntahi. Kiai kharismatik ini menambahkan menjadi santri harus percaya diri. Sebab perintah mondok sudah dicantumkan dalam Surat Baraah.

Perintah mondok disejajarkan dengan perintah perang Sabil. Baik mana? Kiai Sya’roni menjelaskan sama-sama baiknya tetapi ia lebih cocok untuk memilih mondok. Karena ilmu yang telah diperoleh di bangku pesantren bisa ditular-tularkan kepada yang lain.

Ia menambahkan orang yang mati dalam medan pertempuran dan di pesantren sama-sama sahidnya. Mati di medan perang sahid dunia akhirat. Sedangkan yang wafat di pesantren sahid akhirat.

“Semoga ilmu yang anda peroleh di Balekambang bermanfaat di dunia dan akhirat,” doanya. (Syaiful Mustaqim/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pertandingan, Aswaja, Daerah Ustadz Felix Siaw

Selasa, 27 Februari 2018

PMII Kota Depok Pertanyakan Urgensi Reuni Alumni 212

Depok, Ustadz Felix Siaw. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Depok mempertanyakan urgensi reuni alumni 212.

PMII Kota Depok juga meyakini adanya kepentingan politik yang sangat kuat dibandingkan keperluan ukhuwah-nya.

“Aksi 212 dulu dilakukan karena kasus penistaan agama (yang dilakukan Ahok). Sekarang Pak Ahok sudah dipenjara, masih saja ada agenda kumpul. Ya, tidak ada urgensi untuk kumpul-kumpul itu,” ujar Ketua Cabang PMII Kota Depok, Ahmad Luthfi, Kamis (30/11).

PMII Kota Depok Pertanyakan Urgensi Reuni Alumni 212 (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Depok Pertanyakan Urgensi Reuni Alumni 212 (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Depok Pertanyakan Urgensi Reuni Alumni 212

Oleh karena itu, PMII Kota Depok juga menolak ajakan Gema Pembebasan yang menyerukan mahasiswa untuk ikut serta dalam acara tersebut.

PMII Kota Depok menilai alasan Gema Pembebasan menyerukan ajakan tersebut sebagai bukti persatuan umat Islam adalah klaim yang gegabah. Pasalnya, bukti luhurnya Islam tercermin dari akhlaknya, bukan dengan berkumpul untuk melakukan reuni.

“Kami menolak reuni 212 dan kami pastikan tidak akan ikut serta,” tegas Ahmad.

Ustadz Felix Siaw

Pihaknya mengajak seluruh mahasiswa untuk lebih kritis dan tidak mudah teprovokasi dengan aksi-aksi yang tidak memilki urgensi yang jelas. (Dewi Wulandari/Kendi Setiawan)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah, Cerita, Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Senin, 26 Februari 2018

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Jakarta,Ustadz Felix Siaw

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menceritakan, Allah memerintahkan Nabi Muhammad SAW untuk membangun umat Islam yang moderat. Artinya tidak ekstrem ke kanan dan juga tidak terlalu ekstrem ke kiri ataupun tidak radikal dan juga tidak sekuler, tetapi berada di tengah-tengah.

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: yang Langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah

Maka dari itu, Islam adalah moderat itu sendiri. Karena kalau tidak moderat itu tidak Islam dan itu tidak sesuai dengan amanat Allah kepada Nabi Muhammad SAW.

“Kalau tidak wasatan (moderat), (maka) tidak sesuai perintah Allah kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Kiai Said saat berceramah dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Daan Mogot Jakarta, Sabtu (21/10) malam.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Said menambahkan, dalam sejarahnya ada kelompok-kelompok Muslim yang terlalu liberal dan sekuler seperti Mu’tazilah, tapi mereka tidak bertahan hingga hari ini. Baginya, baik ekstrem kanan ataupun ekstrem kiri akan bubar dengan sendirinya.

Ustadz Felix Siaw

Wasatan itulah yang paling abadi. Yang langgeng Ahlussunnah wal-Jama’ah,” urainya.

Bagi Kiai Said, ajaran Islam harus disampaikan dan diamalkan dengan cara-cara yang baik dan benar. Jangan sampai mendakwahkan Islam dengan cara-cara yang malah merusak Islam yang damai, toleran, dan menghargai perbedaan. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Cerita, Daerah, Pertandingan Ustadz Felix Siaw

Khutbah Idul Adha: Mengurai Makna Ibadah Kurban dan Haji

Khutbah I

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ?? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.



Khutbah Idul Adha: Mengurai Makna Ibadah Kurban dan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Idul Adha: Mengurai Makna Ibadah Kurban dan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Idul Adha: Mengurai Makna Ibadah Kurban dan Haji



? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? .? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Ustadz Felix Siaw

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Ustadz Felix Siaw

Ungkapan rasa syukur sudah seharusnya kita ungkapkan biqouli alhamdulillah karena sampai dengan saat ini kita masih mendapat kepercayaan dari Allah SWT untuk tetap bisa menikmati karunia Allah untuk tetap dapat menginjakan kaki kita di atas bumi-Nya. Terlebih lagi saat ini kita masih di berikan-Nya kesempatan untuk bertemu dengan Hari Raya Idul Adha 1438 H. Mudah-mudahan semua ini mampu menjadi motivasi kita untuk meningkatkan dan memperkuat keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

Maasyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Idul Adha adalah salah satu hari raya dalam agama Islam yang di dalamnya menyimpan berbagai peristiwa monumental dari peradaban kehidupan di bumi. Peristiwa tersebut selanjutnya diabadikan dalam sebuah ritual ibadah. Dua ibadah yang sangat identik dengan Hari Raya Idul Adha adalah ibadah kurban dan haji. Kedua ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang di dasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.





? ? ? ? ? ? ? ?

Hadirin Rahimakumullah?

Ibadah kurban adalah ibadah yang berawal dari sejarah ketika Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya, Ismail, dengan cara disembelih. Berbekal keimanan yang tinggi, Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah yang disampaikan Allah melalui sebuah mimpi. Namun, sebelum Nabi Ibrahim menyembelih Ismail, malaikat membawa seekor kambing dari surga sebagai ganti untuk disembelih. Peristiwa ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Asshoffat: 102





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

Dari sejarah inilah umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah untuk mengingatkan kita semua untuk kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Disebutkan dalam Al-Qur’an surat Adz-Dzaariyaat: 56





? ? ? ? ? ?

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku.”

Hikmah dari ujian Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya adalah keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT. Keikhlasan menjadi salah satu kunci untuk memperoleh ridha Allah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka.





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: Allah tidak menerima amal, kecuali amal (ibadah) yang dilandasi keikhlasan dan karena mencari keridhaan Allah SWT (HR. Nasa’i)

Dalam berkurban kita harus ikhlas dan siap mengorbankan sebagian harta kita untuk orang lain yang pada hakikatnya perlu kita camkan bahwa semuanya adalah milik Allah SWT. Dikarenakan ibadah kurban adalah untuk Allah SWT maka sudah seharusnya kita memberikan hewan kurban yang terbaik yang kita punya. Prinsip ini akan menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah.

Hikmah lain dari ibadah kurban dapat dilihat dari makna kata kurban itu sendiri. Kurban dalam Bahasa Indonesia berarti dekat. Oleh karena itu, kurban dapat diartikan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui wasilah hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.





? ? ? ? ? ? ? ?


Maasyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Ibadah selanjutnya yang identik dengan Hari Raya Idul Adha adalah ibadah haji ke Tanah Suci Makkah. Ibadah haji merupakan kewajiban bagi kita umat Islam yang memiliki kemampuan. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 97:





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.“

Mampu melaksanakan Rukun Islam yang kelima ini memiliki artian siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat harta dan kesehatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kesiapan kita mengorbankan harta untuk menjadi tamu Allah di Baitullah sekaligus mengajarkan kepada kita untuk menjauhi sifat kikir dan cinta terhadap kekayaan materi.

Pengorbanan kita dalam berhaji juga mengajarkan kepada kita untuk tidak membangga-banggakan kekayaan ataupun kelebihan yang kita miliki karena pada dasarnya semua itu adalah karunia dan anugerah dari Allah. Sudah seharusnya semua itu kita syukuri untuk menjadi modal kita untuk tekun beribadah kepada Allah SWT.

Ibadah haji juga mengajarkan kepada kita untuk saling membantu dan saling bekerja sama dengan orang lain. Seperti yang kita ketahui, perjalanan ibadah haji ditempuh dengan berduyun-duyun dalam sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan kesulitan dan pengorbanan.

Di dalamnya harus diikuti dengan semangat juang tinggi tanpa putus asa disertai dengan kedisiplinan dan kesabaran untuk mencapai sebuah tujuan. Akhlaqul Karimah kepada sesama manusia juga harus dikedepankan diiringi dengan kesadaran bahwa niat kebaitullah adalah untuk beribadah. Bukan untuk yang lain.

Dengan niat yang benar, ibadah haji harus dapat membangkitkan semangat dan kesadaran diri untuk saling mengingatkan dalam kebenaran, menasehati dalam kesabaran dan menebarkan kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah SWT.

?

? ? ? ? ? ? ? ?

Maasyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Ibadah haji juga merupakan wujud ketaatan dan ketundukan kita kepada perintah Allah SWT. Ibadah haji adalah ibadah yang sudah ditentukan waktunya dengan artian harus meninggalkan aktifitas duniawi untuk fokus beribadah bagi kepentingah ukhrowi.

Dalam ibadah haji para jamaah melakukan rangkaian ibadah sebagai upaya membersihkan diri dari dosa seraya mengharapkan ampunan, rahmat, dan ridha Allah SWT. Mereka juga melatih kesabaran dengan kedisiplinan rangkaian ibadah sekaligus melupakan urusan dunia yang sering membuat hati manusia lalai mengingat Allah SWT.

Dengan hanya mengenakan kain ihram berwarna putih, para jamaah diingatkan dengan kain kafan ciri khas dari kematian yang pasti akan datang kepada setiap yang bernyawa. Kita berasal dari Allah dan hanya kepada-Nyalah kita akan kembali. Kita pasti akan berpisah dengan semua yang kita cintai dan berpisah dengan yang mencintai kita. Semua akan kembali kepada sang pemilik yang hakiki, Allah SWT.

Dalam ibadah haji, jamaah juga melakukan ibadah lainnya seperti Tawaf mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali dan melakukan lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwah yang dinamakan dengan Sai. Dalam ibadah ini para jamaah berdoa untuk senantiasa mendapatkan pertolongan Allah SWT dan perlindungan dari dosa yang timbul dari hawa nafsu dan godaan Setan.

Ibadah Towaf dan Sai memiliki makna yang mendalam agar kita senantiasa berusaha tanpa henti dan berhijrah melalui bentuk aktivitas berlari untuk meraih kemuliaan dengan berserah diri kepada Allah. Dengan senantiasa membersihkan hati dari sifat yang tercela, kita harus menanamkan tekad untuk mencapai puncak kesucian.





? ? ? ? ? ? ? ?

Maasyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Allah SWT telah menjanjikan Surga Allah SWT kepada umat Islam yang melaksanakan haji dengan niat tulus karena Allah dan dapat meraih predikat mabrur.

? ? ? ? ? ? ?

Artinya: haji yang mabrur tiada balasan baginya kecuali surga (HR. Nasa’i).

Lalu, apa yang dimaksud dengan haji mabrur? Haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri kemaksiatan. Hal ini sesuai dengan makna kata “al-mabrur” yang diambil dari kata al-birr yang artinya adalah ketaatan. Dengan kata lain haji mabrur adalah haji yang dijalankan dengan penuh ketaatan sehingga tidak tercampur dengan dosa. Haji mabrur juga merupakan haji yang maqbul atau diterima oleh Allah dan akan dibalas dengan al-birr (kebaikan) yaitu pahala.

Haji mabrur dapat ditandai dengan terlihatnya seseorang menjadi lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat dan dosa yang ia lakukan.

Maasyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Dengan hikmah dua ibadah ini yaitu kurban dan haji, sudah merupakan kewajiban bagi kita selaku umat Islam untuk menyakini bahwa Allah memiliki tujuan dalam memberikan setiap perintah kepada manusia. Allah pasti akan memberikan yang terbaik kepada kita jika kita juga berbuat baik dan mematuhi perintah-Nya. Keyakinan dan keikhlasan untuk mematuhi perintah-Nya akan membawa kebaikan kepada kita.





? ? ? ? ? ? ? ?

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah

Akhirnya marilah kita berdoa memohon kepada Allah SWT agar semua ibadah yang kita lakukan akan mendapatkan ridha dari Allah SWT. Ya Allah, ya Rahman, limpahkanlah Rahman Rahim-Mu. Curahkanlah hidayah-Mu sehingga kami dapat meraih keridhaan-Mu. Hanya kepada Engkaulah kami mempercayakan diri kami. Janganlah Engkau membiarkan kami berjalan sendiri tanpa kendali hidayah-Mu. Ya Allah......

Ya Allah, ya Rahim, kami mempersembahkan ke hadirat-Mu, sekelumit pengorbanan berupa hewan kurban, yang nilainya jauh tak sebanding dengan luas pemberianmu dan kasih sayang-Mu, yang tiada terhingga banyaknya dan kami tidak mampu memperhitungkannya.?

Ya Allah perkenankanlah kami untuk sampai ke Mekkah, Madinah, dan Arafah untuk menjadi tamu-Mu menjalankan ibadah haji. Berikanlah kami rezeki menjadi haji mabrur. Anugerahkanlah ridha-Mu dan sayangilah kami.





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.





? ?3X ? ?.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?3 X ? ? ? ? ? :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?





? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Muhammad Faizin, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Pringsewu

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Cerita Ustadz Felix Siaw

Minggu, 25 Februari 2018

HPN Adakan FGD dan Konsolidasi Potensi Bisnis Warga NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Memperkuat ekonomi kerakyatan warga NU merupakan salah satu prioritas utama Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN). Visi tersebut terus diperkuat dengan mengadakan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (6/10) di Gedung PBNU Jakarta.

FGD ini menghadirkan salah satu Deputi Bidang Bisnis dan Infrastruktur Kementerian BUMN, Hamra. Dia berkomitmen menggandeng HPN yang mempunyai basis warga NU di seluruh daerah di Indonesia.

HPN Adakan FGD dan Konsolidasi Potensi Bisnis Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN Adakan FGD dan Konsolidasi Potensi Bisnis Warga NU (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN Adakan FGD dan Konsolidasi Potensi Bisnis Warga NU

Ketua Umum HPN Abdul Kholik mengungkapkan, pertemuan terbatas ini juga untuk memperkuat konsolidasi dan mempererat jaringan dengan pemerintah terkait. “Penting untuk networking,” ujar Abdul Kholik didampingi Sekjen HPN Luqmanul Hakim.

Dalam hal ini, Hamra juga memberikan catatan kepada HPN agar semakin gencar lagi dalam memberdayakan potensi-potensi bisnis warga NU. Menurutnya, sebagian besar warga NU bergerak di sektor riil sehingga hal ini harus menjadi catatan penting bagi HPN.

Ustadz Felix Siaw

“Seperti membuat KEM (kawasan ekonomi mikro) dengan program bina warga, bina pendidikan, dan bina sektor-sektor lain. Perguruan tinggi setempat bisa digandeng untuk bina pendidikan misalnya,” jelas Hamra.

Sementara itu, salah satu pengurus pusat HPN Umar menjelaskan, FGD ini merupakan kegiatan penting sehingga harus menjadi agenda konkret. Karena sampai saat ini kesenjangan ekonomi cukup jauh.?

Ustadz Felix Siaw

“Mayoritas warga NU adalah petani dan nelayan. Mereka pelaku dalam menyediakan kebutuhan pokok tetapi kurang pendampingan dalam pemasarannya sehingga kebanyakan mengalami rugi,” jelas Umar.

Menurutnya, warga NU juga harus didampingi dari sisi teknologi, permodalan, dan akses pasar sehingga memungkinkan mereka terus berkembang sesuai dengan perkembangan ekonomi modern.?

Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus HPN dari tiga wilayah, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Perkumpulan para saudagar NU ini terus berkomitmen untuk membangun dan memberdayakan potensi-potensi bisnis dan usaha Nahdliyin.? (Fathoni)?





Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga, Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Fatayat Jateng Targetkan Miliki Daiyah Muda Berkapasitas

Brebes, Ustadz Felix Siaw

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Tengah Tajkiyatul Mutmainnah menargetkan memiliki daiyah muda yang berkapasitas, bukan daiyah yang instan atau karbitan dan melalui proses.?

“Fatayat bertekad melahirkan dai perempuan muda yang memiliki kapasitas berdakwah dan diterima di semua kalangan,” ujar Iin panggilan akrab Tajkiyatul Mutmainnah saat berbincang dengan Ustadz Felix Siaw tentang program kerja kepengurusannya, di Brebes, beberapa waktu lalu.

Fatayat Jateng Targetkan Miliki Daiyah Muda Berkapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Jateng Targetkan Miliki Daiyah Muda Berkapasitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Jateng Targetkan Miliki Daiyah Muda Berkapasitas

Daiyah yang bisa diterima dari kalangan bawah hingga middle up, kata Iin. Tentu harus digladi sejak dini sehingga perlu digalakan pelatihan yang intensif. Fatayat akan membidani kelahirannya lewat Forum Daiyah Fatayat NU (Fordaf). Dengan demikian, Fordaf bisa melahirkan sosok daiyah yang marketable, good lucking berikut substansi dari dakwahnya bisa dipertanggungjawabkan.

Langkah tersebut dilakukannya sebagai salah satu upaya merevitalisasi lembaga-lembaga Fatayat NU Jateng. Hal lain Lembaga Konsultasi Pendayagunaan, Perlindungan Anak (LKP3A). Fatayat mengadvokasi dan menanggulangi serta memberi perlindungan berbagai tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan,

Iin juga berupaya menguatkan kaderisasi, sebab tanpa kaderisasi organisasi tidak memiliki ruh. Kaderisasi mutlak dilakukan untuk menghadapi tantangan dari dari dalam maupun dari luar serta dinamika dunia global. Pelan-pelan namun pasti tantangan tersebut akan menggerogoti kader-kader Fatayat, untuk itu harus kita bentengi sejak dini.

Ustadz Felix Siaw

Dari 37 Cabang se-Jawa Tengah, lanjutnya, di tiap-tiap cabang harus memiliki anak cabang. Tidak hanya papan nama saja di seluruh tingkatan. Begitupun dengan Anak Cabang yang rantingnya masih redup harus dihidupkan lagi termasuk anak rantingnya, “Kami akan focks ke Jateng bagian selatan, menghijaukan Solo Raya dan alhamdulillah sudah mulai bangkit di sana,” tuturnya penuh semangat. ? ?

Penguatan sturuktural, kata Iin, dibarengi dengan membangun jaringan dan mensinergikan. Seluruh kegiatan kalau bisa dikerjsamakan dengan banom lainnya.

Fatayat yang beranggotakan para ibu muda, sambungnya, tentu harus memposisikan diri sebagai ibu dengan mengingat tugas utama sebagai ibu rumah tangga, pendidik anak. “Komunikasikan secara aktif dengan suami, bila akan mengikuti berbagai kegiatan organisasi,” ajaknya.

Berkhidmat di Fatayat, bukan hanya panggilan hati tetapi juga panggilan perjuangan sehingga perlu mengetahui tugas, hak dan kewajiban sebagai perempuan. Harus saling paham, agar tetap saleha, produktif, dan terus bergerak. “Insya Allah, perjuangan berkhidmat di Fatayat mbarokahi,” pungkasnya. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Ahlussunnah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 24 Februari 2018

Besok, Gusdurian Jakarta Bahas Penegakkan HAM Pasca Reformasi

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Gusdurian Jakarta mengundang sahabat-sahabat pada Forum Jumat Pertama untuk mendiskusikan Penegakkan HAM Pemerintah Paska Reformasi. Forum tersebut mengundang narasumber Marzuki Darusman, Jaksa Agung masa Presiden KH Abdurrahman Wahid.

Kegiatan tersebut akan berlangsung Jumat, 5 Desember 2014, mulai 19.00 WIB sampai dengan selesai, di Aula Wahid Institute (Jl. Taman Amir Hamzah no 8, Pegangsaan, Jakarta Pusat)

Besok, Gusdurian Jakarta Bahas Penegakkan HAM Pasca Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, Gusdurian Jakarta Bahas Penegakkan HAM Pasca Reformasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, Gusdurian Jakarta Bahas Penegakkan HAM Pasca Reformasi

Menurut undangan yang dikirim ke Ustadz Felix Siaw, pada forum ini akan membahas poin-poin sebagai berikut:

Ustadz Felix Siaw

Bagaimanakah perbandingan penghormatan, perlindungan dan pemajuan HAM pemerintah pasca reformasi?

Ustadz Felix Siaw

Sejauh mana keberhasilan pemerintah kita melakukan konvenan-konvenan internasional?

Bagaimanakah evaluasi kinerja polisi dan penegak hukum dalam menangani kekerasan terutama terkait korban kelompok minoritas? Mengingat banyak sekali rekomendasi KomNas HAM atas berbagai kasus pelanggaran yang tidak ditindaklanjuti? (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Aswaja Ustadz Felix Siaw

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

Satu persatu, hari demi hari, mulai berdatangan para diplomat di KBRI Roma, Italia menghampiri saya. Kedatangan mereka adalah untuk menunaikan kewajiban berzakat, seperti pada Senin (11/6) kemarin.

Semangat para diplomat untuk berzakat patut diapresiasi. Meski jauh di luar negeri, tetapi mereka masih peduli dengan masyarakat di Indonesia dengan menyisihkan sebagian rizki untuk berdekah, dan utamanya adalah kewajibannya untuk berzakat.

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Para Diplomat di Italia Saat Berzakat

?

Saya dapat memahami, para diplomat meyakini bahwa dengan zakat yang mereka keluarkan kepada mustahiknya akan membuat rejeki mereka berkah dan bertambah.

Menunaikan kewajiban sebagai seorang Muslim dalam setiap perintah-Nya merupakan kebahagiaan bagi pelakunya. Baik perintah itu kewajiban setiap hari, seperti shalat lima waktu, perintah atau kewajiban mingguan, seperti shalat Jumat, kewajiban bulanan seperti berpuasa pada bulan Ramadhan, juga kewajiban tahunan seperti zakat fitrah.

Ustadz Felix Siaw

?

Ada juga kewajiban sekali seumur hidup jika mampu seperti ibadah haji, sebagaimana yang telah tertanam kuat dalam prinsip Islam, rukun Islam yang lima.

Dalam menunaikan kewajiban di dalam hukum-hukum Islam dikenal sebuah istilah yakni taklif. Artinya setiap Muslim yang sudah baligh dan berakal wajib melaksanakan perintah yang telah ditetapkan dalam agama. Ketika seseorang itu belum mencukupi syarat tiga tersebut, maka tidak ada kewajiban baginya untuk melakukannya.

?

Dengan mengucapkan sepenuh hati dua kalimat syahadat, “Asyhadu An laa Ilaaha Illallah wa Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah,” maka sudah cukup syarat baginya disebut sebagai Muslim. Ketika seorang muslim laki-laki atau perempuan itu sudah baligh—ditandai dengan menstruasi bagi perempuan dan bermimpi keluar sperma bagi laki-laki—wajib hukumnya untuk melakukan shalat lima waktu dan berpuasa sebulan penuh pada bulan Ramadhan.

Ustadz Felix Siaw

?

Di samping syarat sudah baligh di atas, Muslim itu juga harus berakal sehat. Meskipun muslim sudah baligh tapi akalnya tidak sehat, maka tidak ada kewajiban untuk melakukan shalat, puasa, dan haji.

Berbeda dengan zakat. Dalam berzakat tidak disyaratkan muslim itu harus berakal dan baligh. Selama seseorang itu muslim, maka wajib membayar zakat. Kalau dia belum baligh atau akalnya tidak sehat tetap wajib membayar zakat. Jangankan yang masih kecil, bayi baru lahir saja pada bulan Ramadhan wajib dibayarkan zakat.

?

Jangankan yang masih hidup, orang yang meninggal pada bulan Ramadhan pun wajib dibayarkan zakat. Siapa yang membayarkannya? Tentunya, orangtuanya atau orang yang menanggung biaya hidupnya. Zakat yang dimaksud di sini adalah zakat fitrah.

Marilah menunaikan zakat. Zakat dapat membuat berkah harta. Zakat dapat menentramkan hati pelakunya. Zakat dapat menyucikan hati dan harta. Zakat dapat menghapuskan dosa-dosa. Amin ya robbal ‘alamin.

Khumaini Rosadi, Dai Ambassador Cordofa 2017 dengan penugasan ke Roma Italia.

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah, Amalan, Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Jumat, 23 Februari 2018

Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku

Temanggung, Ustadz Felix Siaw

Hari Guru Nasional (HGN) yang diperingati 25 November 2017 ini menjadi momentum dosen STAINU Temanggung untuk mempublikasikan gagasan konseptual dan praktis bagi kemajuan pendidikan.





Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Dosen STAINU Temanggung Rillis Buku

Hal itu dibuktikan dengan peluncuran buku baru yang memberikan sumbangsih sekaligus hadiah ilmiah guna untuk akselerasi pendidikan dan dunia keguruan.

Ustadz Felix Siaw

Mereka adalah Khamim Saifuddin, dosen prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang menulis buku bertajuk KH. Ilyas Kalipaing (Pejuang Tarbiyah), diterbitkan Formaci Press. Lalu Hamidulloh Ibda, dosen prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) yang menulis buku Media Pembelajaran Berbasis Wayang (Konsep dan Aplikasi).





Ustadz Felix Siaw



Selain itu Husna Nashihin dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) menulis buku Pendidikan Akhlak Kontekstual yang diterbitkan CV. Pilar Nusantara; serta Sumarjoko dosen dan Kaprodi Ahwal Al-syakhshiyah (AS) STAINU Temanggung merillis buku Ikhtisar Usul Fiqh 2 yang diterbitkan CV. Trussmedia Grafika.

"KH. Ilyas Kalipaing ini merupakan salah satu tokoh lokal asal Temanggung yang perannya sangat besar bagi perkembangan pendidikan Islam khususnya pesantren di wilayah Temanggung bahkan di luar Temanggung," ujar Khamim Saifuddin saat launching buku di aula STAINU Temanggung, Sabtu (25/11).

Ia berharap, buku bersampul hijau itu menjadi salah satu inspirasi bahkan studi tokoh pendidikan lokal yang memiliki ide besar melalui pesantren yang dikembangkan sejak dulu.

"Banyak kekurangan dan kelebihannya buku ini. Namun, saya sudah mentashihkannya kepada beberapa kiai sepuh di Temanggung," ujar pengurus LTN NU Temanggung itu.

Sementara itu, Hamidulloh Ibda yang menulis buku tentang media, menegaskan di era disrupsi atau ketercerabutan seperti ini, guru juga dosen harus pakem dan tidak boleh tercerabut dari akarnya.

"Wayang ini kan khazanah lokal khas Nusantara. Metallica saja pernah merillis lagu Master of Puppets. Walisongo juga melakukan pendekatan dakwah melalui wayang. Artinya, media wayang yang di sini saya singgung secara konsep dan aplikasi memang mendorong guru untuk tetap menjadi guru Nusantara meskipun di era digital," ujar mantan sekretaris IPNU tersebut.

Ada nilai edukasi, kata dia, budaya, konservasi dan juga spirit nasionalisme dalam media wayang tersebut.

"Banyak nilai-nilai karakter dalam media wayang yang saya tulis dalam buku setebal 200 halaman ini. Buku ini di dalamnya sudah sesuai 17 karakter yang ada dalam Perpress 87 tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. Jadi sangat cocok untuk menghadapi era 21 ini yang penuh ketercerabutan," tegas editor Jurnal Citra Ilmu tersebut.

Husna Nashihin melalui buku Pendidikan Akhlak Kontekstual juga memberikan tawaran solusi atas kemunduran akhlak bangsa ini. Menurut dia, akhlak yang sudah dimasukkan dalam pendidikan tidak boleh sekadar tekstual, melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan zaman.

"Pendidikan Akhlak Kontekstual di sini berawal dari pola pengembangan pendidikan akhlak dengan menggunakan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL). Hadirnya buku ini, saya harap menjadi spirit baru terhadap pengkajian pendidikan akhlak yang saat ini semakin tergantikan dengan pendidikan karakter," beber dia.

Menurut dia, pendidikan akhlak yang sudah hadir sejak lama dalam dunia pendidikan Indonesia urgen untuk dikembangkan karena memiliki kekayaan pengetahuan empiris yang relevan dengan kearifan budaya lokal di Indonesia.

"Salah satu metode pengembangan pendidikan akhlak dapat dilakukan dengan pengembangan strategi yang digunakan di dalamnya. Maka buku setebal 200 halaman ini menjadi ikhtiar memajukan pendidikan melalui penguatan karakter kontekstual," tegas dia. 

Sementara itu, Sumarjoko mengatakan memahami ilmu Ushul Fiqh sangatlah penting bagi siapapun yang mendalami ilmu agama, terutama santri, mahasiswa, guru ataupun lainnya. 

"Ushul Fiqh ibarat  anyaman jala (metode) yang akan digunakan nelayan (faqih) untuk mendapatkan barang tangkapan (hasil ijtihad ) sedangkan  samudera adalah sumbernya (mashadir ahkam)  yakni hukum yang tertulis ketetapannya," kata dia.

"Tujuan para nelayan  adalah untuk mendapatkan ikan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, baik secara langsung atau dijualnya," kata dosen kelahiran Tuban itu. 

Demikian pula seseorang belajar ilmu Ushul Fiqh, lanjut dia, adalah untuk mendapatkan  suatu pemahaman  agama dengan mengetahui metode penetapan dari sumbernya.

"Hal ini  sangat bermanfaat bagi orang tersebut dan bagi orang lain yang membutuhkannya," kata dia.

Sebelumnya, Sumarjoko juga telah meluncurkan buku Ikhtisar Ushul Fiqih pada tahun 2015 yang diterbitkan oleh CV. Trussmedia Grafika dengan editor Hidayatun Ulfa. Tahun 2017 ini, ia merillis kembali buku itu sebagai sumbangsih di dunia hukum Islam di negeri ini. (Dul/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat Ustadz Felix Siaw

ISNU Sumbar Berhasil Bentuk 14 PC ISNU

Padang, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PW ISNU) Sumatera Barat  terus gencar melakukan konsolidasi organisasi. Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, tinggal 5 yang belum terbentuk kepengurusan PC ISNU, yaitu Kabupaten Mentawai, Kabupaten Agam, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Sijunjung dan Kota Payakumbuh.

ISNU Sumbar Berhasil Bentuk 14 PC ISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Sumbar Berhasil Bentuk 14 PC ISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Sumbar Berhasil Bentuk 14 PC ISNU

Sekretaris PW ISNU Sumbar Hariadi, Rabu (5/6/2013), kepada Ustadz Felix Siaw di Kantor PW NU Sumbar Jalan Ciliwung No. 10 Padang menjelaskan, yang sudah terbentuk PC ISNU adalah Kota Padang, Pariaman, Bukittinggi, Solok, Sawahlunto, Padangpanjang,  Kabupaten Padangpariaman, Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, Tanah Datar, Solok, Damasraya, dan Pesisir Selatan.   

Menurut Hariadi, untuk kelima daerah tersebut PW ISNU Sumbar sudah memberikan arahan dan kebijakan untuk secepatnya  membentuk kepenguruan Pimpinan Cabang. Selain memberikan mandat, juga diamanahkan kepada PCNU untuk membantu pembentukan ISNU tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Dikatakan Hariadi, peran ISNU sangat diharapkan untuk mempercepat peningkatan peluang pendidikan bagi masyarakat. ISNU bisa berperan untuk meningkatkan pendidikan di  masing-masing daerah. ISNU dapat berperan mencerdaskan anak-anak bangsa, penegakan hukum, pengembangan ekonomi kerakyatan dan sebagainya.

Ustadz Felix Siaw

“Anak-anak yang cerdas, pintar, tidak terlibat narkoba, tak tawuran dan sesuai dengan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah sebagaimana dijelaskan falsafah Minangkabau,” kata Hariadi.

Ditambahkan, bagi PC ISNU yang sudah terbentuk, diharapkan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota sehingga bisa bersinergi dengan pihak-pihak terkait. Dengan bersinergi dengan pemerintah daerah, diharapkan peran ISNU semakin dapat dirasakan masyarakat.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Bagindo Armaidi Tanjung

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Syariah, Kajian, Pemurnian Aqidah Ustadz Felix Siaw

Menjawab Kontroversi Acara Tahlilan

Membicarakan tahlil sama saja membicarakan ketidaksepahaman antara orang NU dan orang-orang yang tidak setuju dengan acara tahlilan. Ada sebagian orang menganggap acara tahlilan itu sesat dan bahkan haram menurut mereka. Tentu mereka memiliki alasan tersendiri menurut apa yang mereka pelajari dan mereka pahami dalam persoalan agama dan tradisi. Tanpa dalil tentu mereka tidak akan berani mengharamkan bahkan mengkafirkan pelakunya (Nahdliyyin) sebagai subjek dari acara tahlilan itu.

Kelompok yang anti tahlil kerap menuduh tahlil sebagai bid’ah karena sebagai warisan tradisi agama pra-Islam di Jawa, yaitu Budha dan Hindu, sehingga praktek tahlil hukumnya haram dilakukan karena menyerupai dengan tradisi agama lain. Tuduhan ini dilakukan sebagaimana ketika mereka mengharamkan perayaan maulid nabi Muhammad Saw. karena menyerupai perayaan kelahiran dalam agama lain, yaitu perayaan Natal (Kristen) (Hal. 15).

Menjawab Kontroversi Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Kontroversi Acara Tahlilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Kontroversi Acara Tahlilan

Pandangan yang serba membuat kesamaan antara tradisi Islam dengan tradisi non-Islam ini beranggapan jika bukan orang Islam yang melakukan pertama kali, berarti itu bid’ah sesat, haram, bahkan kafir jika dilakukan oleh orang Islam. Perlu juga diingat bahwa budaya sarungan itu bukan budaya Islam. Pada masa nabi Muhammad Sawa. tidak ada. Budaya sarungan umat Islam yang cuma di Indonesia. Itu pun juga berangkat dari budaya agama Hindu yang ada di Indonesia. Anggap saja orang Madura yang kentara dengan budaya sarungnya, dan lihat agama nenek moyang orang Madura sebelum Islam datang, tak lain mayoritas menganut Hindu.

Begitu pula dengan budaya celana yang sudah banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Tempo dulu budaya memakai celana di kalangan Islam Indonesia haram. Hal tersebut dengan suatu dalil dan alasan bahwa orang yang menyerupai suatu, maka mereka merupakan bagian dari mereka. Karena dianggap menyerupai dengan orang Belanda atau Jepang yang beragama non-Islam, maka memakai celana diharamkan. Itu semua merupakan buah dari fanatisme dalam beragama yang mengekang dan mempersulit hidupnya sendiri. Baru ketika mereka sadar bahwa memakai celan itu penting, pengharaman lambat laun menyusut dan rata-rata kiai memakai celana.

Ustadz Felix Siaw

Diakui atau tidak, latar belakang tahlil itu memang awalnya merupakan budaya masyarakat Indonesia yang beragama non-Islam sebelum Islam masuk ke Nusantara ini. Namun karena di satu sisi nabi Muhammad Saw. khususnya Islam sendiri yang memiliki sifat menghargai (toleran), maka ekspansi Islam tidak dengan cara merusak dan meniadakan apa yang telah menjadi tradisi masyarakat non-Islam sebelumnya (Hal.10). Namun, upaya ekspansi Islam ini dengan fleksibelitasnya mampu mengislamkan orang Nusantara ini dengan mudah dan tanpa kekerasan apapun. Tentunya kelenturan dan cara beradaptasi baik yang dijadikan senjata ampuh oleh penyebar Islam tempo dulu.

Secara historis, keberadaan tahlil adalah salah satu wujud keberhasilan islamisasi terhadap tradisi-tradisi masyarakat Indonesia pr-Islam. Tradisi masyarakat Indonesia ketika ada orang meninggal dunia adalah berkumpul di rumah duka pada malam hari untuk berjudi, mabuk-mabukan dan sebagainya. Lambat laun seiring dengan Islam yang mulai menyentuh mereka, acara tersebut diisi dengan nilai-nilai keislaman yang dapat mendatangkan manfaat kepada orang yang meninggal dunia, keluarga duka, serta masyarakat secara umum. Dari sini kemudian tradisi tahlilan berkembang luas di tengah masyarakat seperti yang diamalkan oleh masyarakat saat ini (Hal. v).

Ustadz Felix Siaw

Tradisi kumpul-kumpul yang dilakukan oleh masyarakat non-Islam dulu itu tidak dirusak dan tidak disuruh bubar begitu saja oleh penyebar agama Islam dahulu. Jika sebaliknya yang terjadi, maka entah seperti apa lagi Islam di mata masyarakat non-Islam dahulu hingga sekarang. Maka dari itu, masyarakat non-Islam yang berkumpul ketika ada acara kematian itu diubah melalui pendekatan pengaplikasian dengan nilai-nilai keislaman sebagai dakwah yang paling jitu dan tidak harus merusak yang sudah ada. Hingga akhirnya acara itu bernilai sebagaimana yang diamanatkan oleh syariat Islam.

Buku Tahlil Bid’ah Hasanah ini tak lain merupakan rasionalisasi dan penalaran dengan menggunakan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan al-Hadits mengenai acara tahlilan yang sering diharamkan oleh kalangan non-Nahdliyyin. Pemantapan pemahaman mengenai tradisi, kedamaian, dan eksistensi Islam itu sendiri disuguhi dengan beraneka dalil yang cukup jelas. Bagi mereka yang mengerti metode penyebaran Islam, silakan melihat sejarah tentang penyebaran Islam dan bagaimana Islam ketika itu. Tentunya dengan sifatnya yang fleksibel Islam mampu masuk ke Indonesia. Dengan fleksibelitasnya pula penyebaran Islam di Nusantara ini tidak harus banyak menumpahkan darah seperti.

Judul: Tahlil Bidah Hasanah Berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah

Penulis: Muhammad Ma’ruf Khozin

Penerbit: Muara Progresif

Cetakan: I, Juli 2013

Tebal: xviii + 190 hlm. 12 x 17.5 cm

ISBN: 978-602-17206-6-0

Peresensi: Junaidi Khab, santri Pesantren Al-in’am Pajagungan Banjar Timur Gapura Sumenep Madura.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Santri, Berita Ustadz Felix Siaw

Kamis, 22 Februari 2018

Fatayat NU Bonang Latih Kader Berwirausaha

Demak, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para kader, 2-6 Desember 2013, di Balaidesa Bonangrejo, Kecamatan Bonang.

Fatayat NU Bonang Latih Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Bonang Latih Kader Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Bonang Latih Kader Berwirausaha

Pelatihan ini diikuti 100 peserta perwakilan sejumlah pimpinan ranting Fatayat NU setempat yang dibagi dalam dua gelombang. Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama PAC Fatayat NU Bonang, Yayasan Santri  Indonesia (Yasin) dan Balai Besar Peningkatan Produktifitas (BBPP) Kemenakertrans RI.

Selama pelatihan, selain praktik secara langsung, peserta juga diajak melakukan kunjungan lapangan. Para pemudi NU ini dilatih mempraktikan ketrampilan tata rias pengantin  dan berkunjung ke pabrik kerupuk.

Ustadz Felix Siaw

Dalam sambutannya, Ketua PAC Fatayat NU Bonang Hj Sumarni berpesan, kader Fatayat NU harus mampu meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya, di antarnya dengan mengasah ketrampilan melalui pelatihan Wirausaha ini.

“Kita tahu, banyak sekali potensi daerah di Demak yang bisa digarap. Contohnya, semangka poncoharjo (doko), itu sudah terkenal sampai Jakarta. Begitu juga dengan yang lain. Ada jambu citra, delima, ada belimbing, bahkan ada pengurus Fatayat NU Morodemak (desa di Bonang, red) yang sudah memproduksi Tepung Ikan dan Kerupuk Ikan,” tegasnya.

Ustadz Felix Siaw

Pelatihan ini dibuka oleh Pembina  Yayasan Santri Indonesia Fathan Subchi juga Staf Khusus Kemenakertrans RI. Acara juga dihadiri Direktur Yayasan Santri Indonesia Muthoif, pemerhati dan konsultan bisnis Shofiyul Arif, serta perangkat Desa Bonangharjo dan para pelaku bisnis. (Shofiyul Arif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Nasional Ustadz Felix Siaw

Rabu, 21 Februari 2018

NERS, Upaya Nurul Jadid Satukan Agama dan Sains

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw. Dalam rangka memperkuat integrasi agama dan sains dalam membentuk kampus yang berkeadaban, Ahad (21/1) dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Program Studi Pendidikan NERS di Aula Universitas Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo.

NERS, Upaya Nurul Jadid Satukan Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
NERS, Upaya Nurul Jadid Satukan Agama dan Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

NERS, Upaya Nurul Jadid Satukan Agama dan Sains

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jawa Timur Dr. Ahmad Yusuf, M. Kes, para pimpinan Universitas Nurul Jadid dan wali mahasiwa. 

Ketua DPW PPNI Provinsi Jawa Timur Ahmad Yusuf menyampaikan lulusan NERS dalam tiap tahun itu ada sekitar 11.000 tiap tahunnya. Oleh karena itu, perawat harus kreatif terkait dengan kebermanfaatan posisinya selaku lulusan NERS. Minimal lulusan Ners Universitas Nurul Jadid ini mampu memberikan manfaat kepada keluarga dan masyarakat di sekitarnya, baik pertolongan pertama ataupun edukasi kesehatan. 

“Dengan hal-hal tersebut, sudah dengan sendirinya kita akan dipromosikan oleh mereka. Kesimpulannya, ketika ilmu kita bermanfaat bagi mereka, maka secara otomatis dunia atau uang akan mengikuti kita,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Sementara Wakil Rektor 1 Bidang Akademik Universitas Nurul Jadid Paiton Drs. H. Hambali, M. Pd menyampaikan apa yang sudah didapatkan oleh para mahasiswa ketika proses belajar, baik di kampus atau di dunia kerja, harus benar-benar diaplikasikan dengan profesional dan tanggung jawab dengan prinsip ikhlas karena Allah.

“Di luar sana, khususnya di dunia kerja, banyak tantangan yang harus dihadapi oleh lulusan NERS yang sudah dilantik dan disumpah saat ini. Karena itu Anda harus benar-benar menjadi insan yang berguna bagi masyarakat dunia kerja dan negara. Anda adalah mutiara, tugas Anda adalah memanage bagaimana sekiranya mutiara itu menjadi barang yang berharga, bukan barang murahan,” lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Intinya terang Hambali, kalau mahasiswa mampu memberikan manfaat kepada  orang lain, maka dengan sendirinya mahasiswa akan mendapatkan manfaat dari apa yang telah dilakukannya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Nusantara, AlaSantri Ustadz Felix Siaw

Bupati Harap BMT NU Pringsewu Berdayakan Haji

Pringsewu, Ustadz Felix Siaw. Bupati Pringsewu H Sujadi mengapresiasi rencana pembentukan BMT NU Sejahtera di kabupaten Pringsewu yang merupakan kerja sama PCNU Pringsewu dan Lembaga Perekonomian NU Kota Semarang. Ia berharap segenap pengurusnya memaksimalkan layanan bagi nahdliyin khususnya yang akan melaksanakan Ibadah Haji.

Demikian disampaikan H Sujadi yang kini diamanahkan Mustasyar PCNU Pringsewu pada acara Walimatus Safar Sekretaris PCNU Pringsewu Adi Ben Slamet, Ahad (30/08).

Bupati Harap BMT NU Pringsewu Berdayakan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Harap BMT NU Pringsewu Berdayakan Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Harap BMT NU Pringsewu Berdayakan Haji

"Berdayakan dana dari para warga NU yang haji untuk kesejahteraan warga NU melalui BMT NU yang akan dibuka ini," kata Sujadi pada acara yang dihadiri beberapa pengurus mulai dari tingkat cabang, wakil cabang hingga ranting NU di Pringsewu.

Ustadz Felix Siaw

Salah satu pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama Pringsewu Mustanir menyatakan bahwa pihaknya akan berupaya untuk merealisasikan harapan Bupati. “Hal ini akan menjadi prioritas dari BMT NU ke depan di samping sumber dana yang lainnya.”

Ustadz Felix Siaw

Mustanir beserta seluruh pengurus akan terus menyosialisasikan kehadiran BMT NU ini ke seluruh warga sekaligus menggali peluang-peluang ekonomi yang dapat memberi kemakmuran kepada warga.

BMT NU Sejahtera, kata Mustanir, sudah melaksanakan survei untuk lokasi kantor yang rencananya dibuka di Kawasan Pasar Sarinongko, Pringsewu. (M Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Gusdurian Yogyakarta Adakan Tadarus Gus Dur di 7 Pesantren dan 2 Masjid

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Seperti tahun sebelumnya, Gusdurian Yogyakarta mengadakan kegiatan Tadarus Gus Dur di sejumlah pesantren dan masjid di daerah Yogyakarta. Tadarus Gus Dur adalah kegiatan belajar nilai, pemikiran, dan keteladanan Gus Dur selama bulan Ramadhan.?

“Tahun ini Gusdurian Yogya mengajak beberapa organisasi untuk bekerja sama dalam pelaksanaan acara. Di antara organisasi tersebut yaitu PMII Sleman, IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta, dan Takmir Masjid Jendral Sudirman (MJS) Yogyakarta,” terang Gusdurian Yogya dalam keterangan tertulisnya.

Gusdurian Yogyakarta Adakan Tadarus Gus Dur di 7 Pesantren dan 2 Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogyakarta Adakan Tadarus Gus Dur di 7 Pesantren dan 2 Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogyakarta Adakan Tadarus Gus Dur di 7 Pesantren dan 2 Masjid

Tujuan diadakannya Tadarus Gus Dur adalah memberi pemahaman terhadap para santri dan jamaah umum tentang nilai, pemikiran, dan keteladanan Gus Dur yang telah diwariskan pada generasi setelahnya. Dalam Tadarus Gus Dur kali ini, peserta diajak belajar tentang perjalanan intelektual Gus Dur dan biografinya. Kemudian peserta juga diajak menyelami relasi antara Gus Dur, NU dan pesantren, juga peran strategis Gus Dur dengan keislaman di Indonesia.

Safari Tadarus Gus Dur ini berlangsung mulai tanggal 11-19 Juni 2016. Sedangkan terkait pondok yang dijadikan lokasi tadarus, Gusdurian Yogya dan organisasi yang diajak kerja sama menggandeng tujuh pesantren dan dua masjid di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ustadz Felix Siaw

Tujuh pesantren tersebut ialah Pondok Pesantren Sunni Darussalam (Maguwo-Sleman), Pesantren As-Salafiyah (Mlangi-Sleman), Pesantren Al-Imdad (Pajangan-Bantul), Pesantren Pandanaran (Ngaglik-Sleman), Pesantren Nurul Ummahat (Kotagede-Jogja), Pesantren Al-Barokah (Tegalrejo-Jogja), dan Pesantren Aswaja Nusantara (Mlangi-Sleman). Sedangkan dua masjid lainnya adalah Masjid Jendral Sudirman (Demangan-Sleman) dan Yayasan Kodama (Krapyak).

Pada dasarnya, penyelenggaraan Tadarus Gus Dur ini memiliki sasaran prioritas para santri dan jamaah di masing-masing pesantren dan masjid. Namun demikian, tidak ada pembatasan jika ada peserta dari luar yang ingin bergabung. (Mohamamd Pandu/Fathoni)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah Ustadz Felix Siaw

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Sukoharjo. Ustadz Felix Siaw. Sekitar tujuh ribu jamaah tumplek blek di Balai Desa Mulur Kecamatan Bendosari Sukoharjo, hadiri pengajian bertajuk “Jamaah bertanya Kiai menjawab” yang digagas Pengurus Wakil Cabang (MWC NU) Bendosari bekerjasama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Sukoharjo, Rabu malam.

Kiai Muhammad Adib Zein dan Kiai Ahmad Baidlowi selaku narasumber mengupas sekitar thaharah. Sedikitnya ada tujuh jamaah bertanya secara langsung dan sembilan bertanya melalui SMS. Walau membicarakan tema thaharah, tapi jamaah ada yang bertanya tentang berbagai hal diantaranya soal, hukum makan bekicot, hukum makan daging anjing, yang di duga kelompok lain menghalalkan daging anjing, tata cara menyembelih hewan, dan kedudukan perempuan datang bulan yang mengikuti pengajian di masjid, dan lain sebagainya.

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)
MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab” (Sumber Gambar : Nu Online)

MWC NU Gagas Pengajian “Jamaah Bertanya Kiai Menjawab”

Pantauan Ustadz Felix Siaw, acara pengajian Jamaah Bertanya Kiai Menjawab identik dan menjadi “tandingan” pengajian kelompok lain di Solo Raya yang juga memakai metode sama, cuma bedanya yang ditanyakan selalu seputar hukum ziarah kubur, tahlilan bid’ah, dan kalau ada pertanyaan lain sang ustadz selalu berupaya mengarahkan dan menyinggung tata cara amaliah NU yang dianggap keluar dari tuntunan. 

Ustadz Felix Siaw

Menurut Ketua PCNU Sukoharjo Muhammad Nagib Sutarno, model pengajian ala NU mengupas kitab kuning, lalu santri (jamaah) bertanya, harus digalakkan lagi di kalangan NU secara massif agar jamaah mengetahui secara mendalam berbagai persoalan baik ubudiyah maupun lainnya. 

Di sisi lain, jamaah terjaga dari pemahaman dari luar yang “menyerang” amaliyah NU. “Pengajian ini rutin dilakukan oleh NU Sukoharjo, untuk membangun soliditas jamaah,” kata Sutarno.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu Ketua MWC NU Bendosari Agus Purwanggono menjelaskan, suksesnya pengajian ini tak lepas dari partisipasi semua pihak. Tampak hadir diantaranya Kepala Desa Mulur, Muspika Kecamatan Bendosari, pengurus GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, Jatman dan lain-lain. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Cecep Choirul Sholeh    

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Selasa, 20 Februari 2018

Gus (ti)Dur

Setelah mendapat gelar Kanjeng Pangeran Aryo dari Keraton Surakarta, Gus Dur berbincang dengan Sinuhun Paku Buwono XII.

“Tapi nanti saya tidak mau dipanggil dengan panggilan Gusti seperti orang keraton itu, lho,” kata Gus Dur.

“Lha kok bisa, Gus? Apa takut dianggap syirik?” tanya Sinuhun. (Gusti dalam bahasa Jawa dapat bermakna raja,-red)

“Bukan apa-apa. Cuma nggak enak aja kalau ditambahi tambahan Gusti. Nanti, malah bisa keliru panggilannya jadi Gus Tidur,” jawab Gus Dur. (Ajie Najmuddin)

Gus (ti)Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus (ti)Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus (ti)Dur

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Budaya, Pesantren, Kajian Islam Ustadz Felix Siaw

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

Bojonegoro, Ustadz Felix Siaw. Ketua PCNU Bojonegoro Cholid Ubed meminta segenap warga mengawal kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Pengawalan niat baik pemerintah melalui BPJS mesti dilakukan untuk mengoptimalkan kerja BPJS.

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Bojonegoro Dorong Pengawalan BPJS

"Tujuannnya tidak lain agar pada 2019 mendatang kepentingan masyarakt bisa terpenuhi," kata Cholid Ubed yang juga dokter spesialis membuka diskusi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM NU) di gedung PCNU Bojonegoro, Jumat (17/1).

BPJS ini, terang Ubed, merupakan niat baik pemerintah. Untuk kerja optimal dan benar-benar menjangkau warga, "Tugas kita mengiring, mengawal agar semua warga bisa terpenuhi."

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, tingkat kepedulian terhadap masyarakat saat ini belum selesai dan perlu ditindaklanjuti. Pasalnya banyak masyarakat di tingkat bawah belum mengetahui dan memahami program baru di dunia kesehatan.

JKN mengambil tema “Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional dalam Perspektif Hak Atas Kesehatan”. Pemateri diskusi JKN antara lain Direktur RSUD Bojonegoro Sunhadi, Direktur Amarylis Jakarta Budi, dan Kabag Ops Kepesertaan BPJS Bojonegoro Suharlina. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Warta, Pendidikan, News Ustadz Felix Siaw

Malam Pertama Ramadhan

Jakarta, Ustadz Felix Siaw
Kedatangan Bulan Ramadhan memang selalu dinantikan setiap muslim. Siapapun orangnya, asal memeluk agama Islam pasti menantikan kehadiran Ramadhan dengan gembira. Suasana itu tampak dalam keramaian di jalan-jalan atau bahkan tempat – tempat perbelanjaan di Jakarta.

Kegembiraan ini bisa jadi merupakan tren, karena berbagai iklan dalam rangka menyambut Ramadhan, khususnya di media elektronik berlangsung jor-joran. Atau bisa pula kegembiraan itu muncul dari kerinduan mendalam  seseorang kepada bulan Ramadhan. Karena dalam bulan ini, pahala ibadah diyakini berlipat-lipat. Dan   Ramadhan menjadi momentum langka.

Kelangkaan itu telah membuat puasanya pun terasa istimewa, termasuk ibadah pada malam hari, salah satunya  sholat tarawih.

Bertemunya kegembiraan yang bersumber dari tren maupun kerinduan mendalam, membuat awal Ramadhan semarak. Pada hari Kamis (14/10) jalan – jalan di Jakarta menjadi macet. Banyak orang menganggap kemacetan jalan menjadi pemandangan sehari-hari. Memang benar Jakakarta menjadi langganan macet. Tapi berbeda dengan hari ini. Meski keputusan awal bulan Ramadhan secara Rukyat Bil Fi’li baru diputuskan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) sekitar pukul 19.30 WIB, juga keputusan pemerintah, dalam hal ini Departemen Agama Republik Indonesia. Kemacetan di jalan-jalan itu bertambah parah setelah sholat ashar hingga maghrib.

Karena kegembiraan terlanjur tidak bisa dibendung. Demi memburu sholat tarawih hari pertama. Mereka yang bekerja di kantor pada hari Kamis, inginnya cepat sampai di rumah. Tak dapat dihindarkan, jalan-jalan pun macet. Saya melihat langsung fenomena itu. Tidak seperti biasanya, pada hari Kamis jalanan dari Simpruk – Manggarai macet. Motor yang biasa saya kendarai nyaris bernasib seperti mobil umum dan pribadi yang merangkak. Motor pun kejebak macet.

Teman saya, Adnan Anwar menyaksikan pula pemandangan  yang sama antara ruas Jalan Jenderal S. Parman hingga Kramat Raya. Sungguh macet. Saya sendiri pun tiba di Ustadz Felix Siaw pukul 18.30 WIB. Setelah PBNU mengumumkan keputusannya, bahwa Puasa jatuh pada hari Jumat (15/10). Saya pun menyempatkan diri turut  sholat tarawih di Mushollah An Nahdiah PBNU. Mushollah Annahdiyah pun dipenuhi jamaah tarawih dari karyawan yang berkantor di Graha Nahdiyin, maupun warga sekitar Kramat Raya.

Tidak seperti puasa yang sudah – sudah, sholat tarawih hari pertama pada Ramadhan tahun ini terasa berbeda. Sejak tinggal di Jakarta, Ini adalah sholat tarawih pertama yang saya lakukan di mushollah Annahdiyah . Pengalaman sholat tarawih hari pertama puasa memang menyenangkan.

Biasanya, di Jakarta, sholat tarawih dilakukan setelah terlebih dahulu ceramah agama. Dengan cara ini peserta sholat (jamaah tarawih: Red.) bisa tidak bisa harus mengikuti proses ceramah agama yang disampaikan ustadz. Tetapi bagi yang bekerja pada siang hari di tengah – tengah Jakarta yang hiruk pikuk ini tentu melelahkan untuk mengikuti tarawih terlalu malam. Sehingga tidak jarang kita melihat jamaah tarawih mengantuk.   Pola  penataan seperti ini di Jakarta, berlaku untuk sholat tarawih delapan rakaat maupun dua puluh tiga rakaat. 

Ceritanya menjadi lain  ketika saya mengikuti sholat tarawih di mushollah PBNU. Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat isya. Ceramah dilakukan setelah sholat tarawih.

Menurut  koordinator sholat tarawih dan idul fitri mushollah Annahdiyah PBNU Syamsudin, dilakukannya khotbah atau ceramah agama setelah sholat tarawih, bertujuan   mencegah kantuk dari  jamaah sholat tarawih. “Kita sholatnya panjang sampai 23 rakaat dengan panjang bacaan surat dari rakaat pertama hingga akhir sampai setengah juz,”kata Syamsudin yang pengurus LDNU ini.

“Kalau ceramah agama diletakkan di awal, sebelum sholat tarawih, kasihan jamaahnya,”katanya.

Koordinator panitia sholat tarawih dan idhul fitri mushollah Annahdiyah ini memaparkan, bahwa untuk memenuhi pilihan bacaan sholat yang panjang—setiap hari setengah juz—panitia mengundang para mahasiswa dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) untuk menjadi imam sholat.

“Ini dijadwalkan hingga hari ke-30, masalah puasanya akan genap 30 hari atau tidak, tinggadisesuaikan,”ujarnya. Untuk ceramah tadi malam, Kamis (14/10), diberikan oleh Drs H Isron Syamsudin dengan tema “Makna dan Hikmah Ramadhan”. Sedangkan imamnya, Miftahudin dari PTIQ.

Menurut Syamsudin, sholat tarawih hari kedua, Jumat (15/10) akan dipimpin oleh Ustadz Muhammad Mukhlas, sedangkan Drs. KH. AN Nuril Huda akan menjadi penceramah dengan tema Hikmah Ibadah Puasa.

Melihat pola tarawih yang lebih awal dari ceramah, saya tentu lebih memilih tarawih di mushollah Annahdiyah. Biar khusuDari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah, Nusantara Ustadz Felix Siaw

Malam Pertama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Malam Pertama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Malam Pertama Ramadhan