Rabu, 26 Oktober 2016

MA Unggulan akan Diperluas Bekerjasama dengan Pemda

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Keberadaan Madrasah Aliyah unggulan Insan Cendikia yang berprestasi tingkat internasional dan lulusannya bisa masuk universitas negeri papan atas turut mengangkat nama madrasah yang sebelumnya dianggap sebagai lembaga pendidikan kelas dua.

MA Unggulan akan Diperluas Bekerjasama dengan Pemda (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Unggulan akan Diperluas Bekerjasama dengan Pemda (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Unggulan akan Diperluas Bekerjasama dengan Pemda

Dengan keberhasilan ini, Kementerian Agama akan terus menambah jumlah MA Insan Cendikia di seluruh Indonesia. Saat ini yang sudah beroperasi 3 MA, yang dalam proses pembangunan 20 sehingga total ada 23  yang seluruhnya sudah akan beroperasi pada 2017.

Lalu bagaimana dengan 10 propinsi sisanya? Direktur Pendidikan Madrasah Kemenag Nur Kholis Setiawan mengatakan, dalam diskusinya dengan Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Menag menyampaikan bahwa dirinya akan mengusahakan 10 propinsi sisanya dengan bekerjasama dengan gubernur.

Ustadz Felix Siaw

“Kalau sudah ada madrasah yang bagus, kita manage dari sini, menunya dari sini, sama persis rasanya, hanya outletnya yang beragam, bermitra dengan pemerintah daerah, bisa maksimal,” katanya kepada Ustadz Felix Siaw baru-baru ini di kantor Kemenag.

Ia menambahkan, melalui kerjasama dengan pemerintah, maka otomatis sustainabilitas madrasah tersebut juga terjaga. “Pemerintah daerah tidak selesai hanya menyerahkan 10 hektar pada kita, tetapi mereka juga berkewajiban membangun infrastruktur jalan, listrik, air, sanitasi, beasiswa dan seterusnya,” tandasnya. 

Ustadz Felix Siaw

Selanjutnya, tugas Kemenag adalah mengontrol dan membina, sekaligus madrasah unggulan tersebut bisa menjadi percontohan. Ia menjelaskan, Madrasah Insan Cendikian Serpong membantu madrasah yang ada di sekelilingnya sehingga saat ini, tak ada lagi madrasah buruk di seputaran Serpong.

“Tolak ukurnya mudah, dari hasil Ujian Nasional. Tidak ada angka ujian Madrasah Aliyah yang buruk. Tidak pernah dibawah 99 persen. Ini artinya serius membina.”

Bahkan bukan hanya membantu madrasah di sekitarnya, Insan Cendikia Serpong atau Gorontalo juga diminta pertimbangan oleh daerah lain seperti di NTT.

“Skema begini mudah melakukan pembinaan karena ada imamnya. Mereka jadi mercusuarnya. Saya yakin strategi pengembangannya akan jauh lebih efektif karena roadmapnya jelas. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah Ustadz Felix Siaw

Selasa, 18 Oktober 2016

"Ukhuwah Wathaniyah" Dulu, Baru "Ukhuwah Islamiyah"

Semarang, Ustadz Felix Siaw. Kondisi umat Islam dewasa ini tidak menggembirakan. Di beberapa negara, umat Islam sangat menderita karena pertikaian. Afghanistan yang penduduknya 100 persen Islam dilanda perang saudara, lantas diporak-porandakan Amerika, dan sekarang penuh dengan konflik sektarian.

Ukhuwah Wathaniyah Dulu, Baru Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ukhuwah Wathaniyah Dulu, Baru Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

"Ukhuwah Wathaniyah" Dulu, Baru "Ukhuwah Islamiyah"

Republik Somalia yang penduduknya juga 100 persen Islam, bahkan jadi negara gagal. Bisa dikatakan, tak ada pemerintahan di negara itu, karena semua orang bebas memegang senjata dan memiliki kekuasaan sendiri-sendiri.

Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dalam sambutan pengarahan Pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah di halaman Pondok Pesantren Al-Itqon Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Ahad (6/10).

Ustadz Felix Siaw

Itu semua, menurut Kang Said, panggilan akrabnya, karena tiadanya rasa nasionalisme di kalangan warga negaranya. Tak ada ukhuwah wathaniyyah ? (persaudaraan sebangsa dan setanah air) di sana.

Atas fakta tersebut, Kang Said mengusulkan ukhuwah wathaniyah didahulukan, baru kemudian ukhuwah islamiyah (persaudaraan sesama muslim). Jika persaudaraan nasional ini sudah kokoh, sangat mudah untuk membangun persaudaraan sesama umat Islam.?

Ustadz Felix Siaw

Logikanya sederhana. Kata dia, orang ingin membangun masjid, mendirikan pesantren atau madrasah butuh tempat berpijak. Jadi memiliki dan menunjung tanah air merupakan kewajiban, karena tanpa tanah air, kewajiban berupa dakwah Islam tidak bisa dijalankan. ?

“Apa kita mau membangun pesantren dan madrasah di awang-awang?” ujarnya dengan kalimat tanya.?

Tapi dia menegaskan, hal itu hanya sebatas usulan. Itupun menurutnya meniru ajaran pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari yang dia modifikasi. KH Hasyim Asy’ari, kisah Said, mengajarkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyyah. Ajaran itu dia balik susunannya menjadi ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah islamiyah.

“Hadlratussyaikh KH Hasyim Asy’ari mengajarkan ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Saya punya usul yang membalik susunannya saja. Ini sebatas ide saya,” pungkasnya. (Mohammad Ichwan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba Ustadz Felix Siaw

Senin, 17 Oktober 2016

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Sidoarjo, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Cabang Jamiyyatul Qurra Wal Huffahz Nahdlatul Ulama (PC JQHNU) Sidoarjo akan mengadakan pelatihan Khat khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA sederajat.

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Depan, Pelatihan Khat JQHNU Sidoarjo Prioritaskan Siswa MTs/SMP

Hal ini dilakukan karena pelatihan Khat pertama yang diadakan JQHNU Sidoarjo di aula Kemenang Sidoarjo mendapatkan respon positif dari para peserta.

Melihat respon tersebut, JQHNU Sidoarjo akan mengadakan acara yang sama dan lebih difokuskan kepada para pelajar, mengingat saat ini pelatihan Khat sangat langkah.

"Alhamdulillah, saya melihat respon dari para peserta sangat luar biasa. Untuk itu, di tahun yang akan datang kami akan mengadakan pelatihan ini kepada para pelajar," kata Ketua PC JQHNU Sidoarjo, H Imam Mukozali, disela-sela pelatihan Khat di aula Kemenang Sidoarjo, Ahad (12/2).

Senada juga dikatakan oleh ketua panitia pelatihan Khat, Moh Idris, ia mengimbau para peserta khususnya di tingkat MTs/SMP atau SMA untuk mengikuti pelatihan Khat yang diadakan oleh JQHNU Sidoarjo.

Ustadz Felix Siaw

"Melihat animo masyarakat yang sangat merespon kegiatan tersebut, jadi pelatihan Khat mendatang khusus untuk siswa MTs/SMP dan SMA. Karena pelajar nanti juga bisa mengikuti lomba Aksioma. Kami juga mengimbau kepada dewan gurunya, barangkali ada murid yang berminat agar menghubungi JQHNU Sidoarjo," imbau Idris.

Idris menegaskan bahwa, belajar Khat itu selain bersyiar juga turut melestarikan karya tulis kaligrafi yang telah diajarkan para pendahulu dan supaya tidak hilang. Karena, anak muda sekarang untuk menekuni Khat saat ini kurang. (Moh Kholidun/Fathoni)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Minggu, 16 Oktober 2016

Mengapa Haul Gus Dur Diperingati Bulan Desember?

Jika ada yang mengatakan peringatan tahunan meninggalnya ulama atau haul adalah bid’ah, maka keluarga KH Abdurrahman Wahid dan Gusdurian yang menyelenggarakan haul Gus Dur di bulan Desember berarti telah melakukan bid’ah dua kali: Bid’ah pertama adalah haul itu sendiri, dan bid’ah kedua menyelenggarakan haul berdasarkan kalender Masehi.

Dalam tradisi NU, haul para kiai atau ulama yang diniatkan sebagai acara untuk ibadah, berdoa dan mengambil teladan dilaksanakan berdasarkan kalender Hijriyah. Gus Dur meninggal pada 30 Desember 2009, jika dikonversikan dalam kalender qamariyah atau Hijriyah tanggal itu bertepatan dengan 14 Muharram 1431 H. Mengapa haul Gus Dur tidak diperingati di bulan Muharram saja?

Barangkali ada dua jawaban sederhana. Pertama, generasi ketiga dan keempat dari para tokoh pendiri NU, termasuk keluarga Gus Dur lebih akrab dengan sistem pendidikan yang dalam istilah kurang tepatnya disebut “sekolah umum”, yang lebih identik dengan kalender Masehi. Kedua, figur Gus Dur juga dianggap milik publik dan lagi-lagi masyarakat Indonesia lebih akrab dengan penanggalan Masehi. Apalagi Gus Dur meninggal di penghujung tahun, akhir bulan Desember, sehingga mudah diingat karena pada saat itu banyak orang melakukan refleksi dan perenungan.

Mengapa Haul Gus Dur Diperingati Bulan Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengapa Haul Gus Dur Diperingati Bulan Desember? (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengapa Haul Gus Dur Diperingati Bulan Desember?

Namun dua jawaban itu terlalu sederhana jika dikaitkan dengan pergeseran cara pandang orang NU dalam menyikapi sistem penanggalan. Lihat bagaimana hari lahir (Harlah) NU 31 Januari 1926 lebih sering disebut dari pada Hijriyahnya, 16 Rajab 1344. Juga pada saat NU lepas dari politik praktis atau kembali menjadi organisasi keagamaan yang bersifat sosial disebut dengan momen kembali ke Khittah 1926, bukan Khittah 1344.

Beberapa momen penting NU seperti Resolusi Jihad, beberapa Muktamar dan  Munas paling bersejarah, serta Rapat Akbar NU juga lebih ditulis tanggal Masehinya. Dalam bahasa yang lebih akademis barangkali sejak NU menyetujui berdirinya sebuah negara (Islam) bernama Indonesia, selanjutnya NU mengintegrasikan diri ke dalam pergerakan nasional; menuliskan sejarah pergerakannya dalam sistem kalender nasional.

Bukan saja dalam hal berorganisasi, dalam hal ibadah kalangan NU juga tidak terlalu mensakralkan hari dan tanggal. Lihat pelaksanaan khususi tarekat, manakib, tahlil, istighotsah, maulid, atau ziarah kubur tidak harus diselenggarakan di malam Jum’at yang diyakini sebagai hari terbaik dalam Islam (sayyidul ayam), atau di tanggal yang baik menurut kalender Hijriyah. Tradisi keagamaan NU itu malahan juga sering diselenggarakan di hari Ahad (Minggu), bahkan di hari-hari libur nasional.

Lagi-lagi dengan bahasa yang lebih akademis, pola dakwah NU dalam mengena hati para jamaah belakangan ini semakin renyah dan longgar. Dan selain artikel ini juga tidak ada yang menyoal pelaksanaan haul Gus Dur di bulan Desember, tidak ada yang melarang orang berdoa di penghujung tahun 2013 Masehi. (A. Khoirul Anam)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw