Sabtu, 30 Mei 2009

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Bandar Lampung, Ustadz Felix Siaw. LembagaTalif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNU NU) menggelar pelatihan jurnalistik kepada PMII Universitas Lampung (Unila) di gedung PWNU Lampung, Jalan Cut Meutia, Telukbetung Utara (TbU), Sabtu (7/10).

Selain kader PMII Unila, kegiatan itu juga dihadiri oleh kader PMII Darmajaya, PMII Universitas Bandar Lampung, dan lainnya. Pelatihan yang bertajuk Mahad Shohafiyah, Jurnalisme untuk Syiar Islam, diikuti oleh 25 peserta.

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unila Adakan Pelatihan Jurnalisme Syiar Islam

Jurnalis senior Fadilasari mengatakan, pelatihan ini sengaja digelar untuk menciptakan kader-kader PMII yang pandai mengaplikasikan ide dan gagasannya dalam sebuah tulisan.

"Pelatihan ini merupakan bagian dari program jangka panjang PWNU Lampung untuk menciptakan kader-kader dari keluarga besar Nahdlatul Ulama yang bisa menulis, baik menulis berita, rilis, opini, bahkan menulis buku," kata Fadilasari yang kerap disapa Ila ini dalam sambutannya.

"Kita berharap semua kader lembaga dan badan otonom bisa menulis, paling tidak untuk dirinya sendiri. Dan kebetulan hari ini menjadi kesempatan dari PMII," tambah mantan jurnalis Metro TV ini.

Ustadz Felix Siaw

Ketua IKA PMII Lampung Noverisman Subing berharap kader PMII dapat menimba ilmu sebaik-baiknya dalam pelatihan ini.

"Siapa tahu nanti berkeinginan menjadi seorang jurnalis. Karena jadi wartawan itu enak, bisa banyak ilmu dan banyak kawan. Saya karena (dulunya) jadi wartawan, bisa jadi wakil bupati dan sekarang menjadi anggota DPRD," kata pria yang karib disapa Nover ini saat memberi sambutan dalam pembukaan pelatihan tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Sekretaris PWNU Lampung, Aryanto Munawar, bercerita tentang bagaimana kekuatan seorang jurnalis - dengan tulisannya – dapat membuat sebuah perubahan  di dunia.

"Dulu wartawan sangat sedikit dan terbelenggu dengan larangan-larangan. Tapi sekarang, wartawan sangat banyak dan bebas menuangkan isi pikirannya," kata Bang Ary – panggilan akrabnya.

Sayangnya, kata Bang Ary, saat ini tidak semua wartawan  berdiri dalam pondasi yang benar. Bahkan, tak sedikit yang mengorbankan idealismenya dengan materi duniawi. (Safwanto/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kiai, Santri Ustadz Felix Siaw

Jumat, 08 Mei 2009

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Jember, Ustadz Felix Siaw - Wakil Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo KH Afifuddin Muhajir menghadiri silaturahmi yang diselenggarakan Pesantren Darul Hikam Mangli, Kaliwates Jember, Jumat (2/12) pagi. Pada kesempatan ini Kiai Afif mengijazahkan karyanya Fathul Mujibil Qarib kepada sedikitnya 90 mahasantri Darul Hikam.

Sebelumnya Kiai Afif menghadiri undangan bedah Kitab Fathul Mujibil Qarib di Gedung Teater IAIN Jember.

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)
90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya (Sumber Gambar : Nu Online)

90 Mahasantri Darul Hikam Terima Ijazah Kitab Fathul Mujib dari Penulisnya

Pengasuh Pesantren Darul Hikam Kiai MN Harisudin dan Ibu Nyai Robiatul Adawiyah beserta beberapa staf pengajar di pesantren setempat menyambut kedatangan Kiai Afif.

Kiai Harisudin menyampaikan terima kasih atas kehadiran Kia Afif. “Alhamdulillah, kami sangat senang atas rawuh-nya Romo KH Afifudin Muhajir. Beliau adalah guru kami di Ma’had Aly Situbondo, selain juga penulis Kitab Fathul Mujibil Qarib yang tadi dibedah di IAIN Jember. Karena itu, nanti kami mohon beliau memberi motivasi kepada mahasantri Pesantren Darul Hikam yang rata-rata mahasiswa IAIN Jember tersebut.”

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Kiai Haris memohon Kiai Afif berkenan memberikan ijazah kitabnya. “Sudah satu tahun lebih kitab Kiai Afif dijadikan bacaan wajib di pondok ini,” kata Kiai Harisudin yang juga Katib Syuriyah PCNU Jember.

Sementara Kiai Afifudin mendoakan ilmu santri-santri nanti bermanfaat. “Saya berdoa semoga mahasantri Pesantren Darul Hikam menjadi anak-anak yang salehah berguna bagi agama nusa dan bangsa. Terus belajar untuk mencapai cita-cita. Jadi apapun, semoga ilmunya berkah,” kata Kiai Afif.

Setelah mengijazahkan kitabnya, Kiai Afif membaca doa di hadapan sedikitnya seratus hadirin. (Anwari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa, Sejarah Ustadz Felix Siaw

Jumat, 01 Mei 2009

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Sumenep, Ustadz Felix Siaw 

Baitul Mal wat Tamwil NU Cabang Rubaru resmi dilaunching dan pegawainya resmi dilantik oleh Manager BMT NU Gapura Masyudi di KecamatanRubaru, Selasa (30/5) malam. Ada lima orang yang diangkat sebagai pegawai BMT NU Cabang Rubaru.

Usai pelantikan dilakukan pengguntingan pita sebagai tanda resmi telah dibukanya aktivitas BMT NU Cabang Rubaru. Pengguntingan pita dilakukan secara bersama oleh Ketua PCNU Sumenep H A. Pandji Taufiq, Manager BMT NU Gapura Masyudi dan Rais Syuriyah MWN NU Rubaru KH Madani. 

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)
BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching (Sumber Gambar : Nu Online)

BMT NU Cabang Rubaru Dilaunching

Bantuan untuk siswa

Ustadz Felix Siaw

Pada kesempatan tersebut juga diberikan bantuan kepada 10 siswa berprestasi di Kecamatan Rubaru.Siswa yang mendapatkan bantuan Muhammad Naufal, SaifulBahri, M Sufyan, Fahrul Rozi, Aflahah, Qudsiyah, Muliatul Hasanah, Moh. Abdullah, dan dua siswa lainnya.

Ustadz Felix Siaw

Selain memberikan hadiah kepada siswa berprestasi, BMT NU Gapura juga memberikan rekening tabungan dengan simpanan sebesar 100 ribu rupiah kepada siswa yatim dan miskin.

Usai menerima rekening tabungan, Rifah (11), mengaku sangat bangga dan senang.Ia berjanji akan menyisihkan uang jajan sekolahnya untuk ditabung menambah tabungan yang diberikan BMT NU Gapura.

“Ke sekolah tiap hari 1000 tapi ada sisanya.Ke belakang sisa jajan akan ditabung,”ungkapnya pada Ustadz Felix Siaw, saat ditemui di sela-sela acara.

Masyhudi dalam sambutannya menjelaskan, untuk menabung di BMT minimal 500 rupiah.

Bantuan Sepeda Motor

Bersamaan dengan acara launching tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menyerahkan bantuan sepada motor kepada Majelis Wakil Cabang NU Rubaru.

Pemberikan sepeda motor tersebut diterima langsung Ketua MWC NU Rubaru KH Ali Murtadlo dengan disaksikan puluhan undangan yang menghadiri iacara launching BMT NU Rubaru.

Seusai menerima penyerahan sepeda motor, KH Ali Murtadlo mengaku sangat bangga dan senang dan sekaligus berterima kasih kepada politis idari dapil IV yang meliputi kecamatan rubaru. “Saya malam ini sangat bangga dan bersyukur,” katanya.

Usai penyerahan, Ali Munir mengatakan, hal itu sebagai wujud kebanggaan sebagai warga NU yang telah berhasil menduduki kursi dewan.“Itu terima kasih saya pada MWC NU Rubaru,” ungkapnya.

Selain memberikan bantuan sepeda motor, ia menabung di BMT NU Cabang Rubaru yang baru di launching dengan simpanan lima juta rupiah.

Sepeda motor yang diberikan jenis motor Revo keluaran 2011 dengan warna hitam. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Fragmen, Internasional, Meme Islam Ustadz Felix Siaw