Sabtu, 22 Juni 2013

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Perwakilan ulama Afganistan dari Provinsi Maidan Wardak yang tergabung dalam Nahdlatul Ulama Afghanistan (NUA) berhasil membebaskan seorang sandera yang diculik oleh keompok Taliban. Proses pembebasan dilakukan dengan cara damai.

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Afganistan Bebaskan Seorang Sandera Taliban

“Mereka berhasil membebaskan sandera beberapa minggu lalu karena membawa nama Nahdlatul Ulama Afghanistan,” kata Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali kepada Ustadz Felix Siaw di Jakarta, Kamis (18/9).

Alhamdulillah, organisasi Nahdlatul Ulama Afghanistan telah mendapat kepercayaan dari lapisan masyarakat setempat, baik dari kalangan pemerintah maupun oposisi,” tambahnya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut As’ad, warta mengenai pembebasan sandera itu menjadi salah satu bagian dalam laporan Workshop NUA 17 September 2014 kemarin yang dilaporkan kepada PBNU di Jakarta. Workshop sendiri diselenggarakan dalam rangka memperkuat jaringan NUA di seluruh wilayah Afghanistan.

Ustadz Felix Siaw

Workshop tersebut diadakan di kantor Noor Educational and Capacity Development Organization (NECDO), Butcher St, Shahr-e-now, Kabul Afghanistan. Sementara dalam laporan juga disebutkan bahwa Gubernur Maidan Wardak telah memberikan salah satu ruangan untuk kantor perwakilan NU Afghanistan, serta akan membantu sepenuhnya NUA dalam mempersiapkan peresmian dan pelantikan pengurusnya.

Setelah ada pelantikan secara resmi, NUA akan secepatnya disosialisasikan ke seluruh Provinsi Afghanistan. Menurut As’ad, dalam waktu dekat pihak NUA juga akan mengadakan silaturahim dengan kedua kandidat calon presiden Afghanistan yaitu DR Abdullah Abdullah dan DR Ashraf Ghani.

“Secara khusus NU Afganistan menyampaikan ucapan terimakasih kepada PBNU di Indonesia yang telah mensupport pendanaan, support teknis dan support politis, serta mengharapkan PBNU Indonesia untuk hadir dalam pelantikan NUA,” katanya.

Ditambahkan, seperti NU di Indonesia, NU Afghanistan akan bergerak dalam bidang sosial kemasyarakatan serta melayani masyarakat dan tidak terlibat dalam politik praktis.

Berbeda dengan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) di luar negeri yang beranggotakan warga Indonesia, NUA didirikan dan beranggotakan masyarakat setempat. Menurut As’ad, organisasi ini akan mengadopsi AD/ART dari PBNU yang ada di Indonesia dengan beberapa penyesuaian terkait regulasi dan kondisi negara setempat. (A. Khoirul Anam)

Gambar: Logo NU Afganistan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 06 Juni 2013

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyerahkan bantuan alat-alat kesehatan kepada dua rumah sakit yang berdiri di bawah naungan NU. Bantuan alat kesehatan itu bernilai total Rp. 10 miliar. Penyerahan bantuan secara simbolis telah dilakukan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj kepada Rumah Sakit Islam (RSI) Pati yang dikelola oleh PC Muslimat NU Kabupaten Pati dan Rumah Sakit NU Demak, Selasa (24/7), di Pati, Jawa Tengah.

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Serahkan Bantuan untuk Dua Rumah Sakit NU

Bantuan untuk RSI Pati diterima oleh Nyai Hj. Nafisah Sahal Mahfudh, sementara untuk RS NU Demak diterima oleh perwakilan PCNU Kabupaten Demak. RSI Pati mendapatkan bantuan perlengkapan pengelolaan limbah medis, kamera rontgen, dan kursi roda. Sementara RS NU Demak memperoleh peralatan pendukung laboratorium kesehatan dan seperangkat Ultrasonografi (USG).

"Total semuanya nanti senilai sepuluh miliar, diberikan bertahap. Ini tahap pertama  dan Insya Allah akan segera menyusul bantuan selanjutnya," ungkap Kiai Said.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Said menambahkan, pemberian bantuan alat kesehatan oleh Kristen Mormon disebutnya sebagai perwujudan nyata sebuah toleransi antar umat beragama. Toleransi yang sama diakuinya sudah terjalin sejak zaman khalifah penerus perjuangan Nabi Muhammad SAW.

"Dokternya Muawiyah itu namanya Tarjius, orang Kristen. Dokternya Abu Jafar al Mansur, pendiri Abbasiyyah bernama Jirjis, orang Kristen juga. Di bidang kesehatan Islam dan Kristen sudah lama bekerjasama, meski sebenarnya tidak sedikit ulama Islam yang menguasai ilmu kesehatan," tegas Kiai Said.

Ustadz Felix Siaw

Bendahara Umum PBNU H. Bina Suhendra yang ikut hadir dalam seranh terima bantuan mengatakan, PBNU saat ini tengah mempelajari kemungkinan bantuan yang sama disalurkan ke rumah sakit lain. "Salah satunya yang sedang disurvey untuk dibantu RS NU Rembang. Bertahap, jika memang ada kerjasama dengan pihak luar lain akan disalurkan secara merata," ujarnya.

Melalui bantuan tersebut, operasional sejumlah rumah sakit yang dikelola di bawah naungan NU diharapkan bisa semakin meningkat. Sejalan dengan hal tersebut, layanan kesehatan ke masyarakat, khususnya Nahdliyin juga ditekankan harus bisa ditingkatkan.

"Yang bagus dari Kristen Mormon ketika membantu juga menyertainya dengan pelatihan penggunaan peralatan yang diberikan. Mereka juga mensurvey sendiri alat apa yang dibutuhkan, jadi apa yang diberikan diharapkan bisa dimanfaatkan sengan maksimal," tuntas Bina.

Penulis: Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara Ustadz Felix Siaw