Minggu, 06 Maret 2011

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama

Tanah Datar, Ustadz Felix Siaw. Keragaman masyarakat Tanah Datar selama ini sudah tertanam baik. Sehingga, adanya perbedaan keyakinan menjadi rahmat dan dapat menciptakan ketenangan di dalam masyarakat. Sementara pimpinan organisasi keagamaan dan masyarakat Tanah Datar sepakat mengecam semua bentuk kekerasan atas nama agama atau SARA.

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Tanah Datar Kecam Kekerasan Atas Nama Agama

Demikian disampaikan Ketua  PCNU Tanah Datar H Ihsan A Tuanku Bagindo di hadapan hadirin silaturahmi jajaran aparat keamanan kabupaten Tanah Datar di Batusangkar, Selasa (28/7).

Silaturahmi dihadiri langsung Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Arm Bagus Tri K, tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, Kejaksaan, Kesbanglinpol, Kementerian Agama, dan instansi terkait lainnya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Ihsan, sebagai masyarakat yang taat beragama, peristiwa seperti itu jangan sampai terjadi pula di kabupaten Tanah Datar. "Kita juga berharap jangan sampai terjadi pula di tempat lain," kata Ihsan menambahkan.

Ihsan juga menyayangkan, adanya pihak-pihak yang memprovokasi insiden Tolikara sehingga menimbulkan  ketegangan antarumat beragama. Padahal peristiwa yang sesungguhnya, melenceng dari informasi yang disampaikan ke publik di awal-awal peristiwa tersebut.

Ustadz Felix Siaw

"Tempat ibadah keagamaan dan kegiatan hari lebaran merupakan hal sangat penting bagi umat Islam sehingga sangat mudah menyulut sentimen keagamaan. Peristiwa Tolikara ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua sebagai bangsa yang besar, yakni bangsa Indonesia," katanya. (Bagindo Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 05 Maret 2011

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Aksi solidaritas untuk rakyat Palestina yang kini mengalami penderitaan akibat kekejaman militer Israel mengalir dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mengutuk serangan Israel yang membabi buta sehingga menghilangkan nyawa ratusan rakyat sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

Seperti yang dilakukan Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Universitas Hasyim Asy’Ari (Unhasy) Jombang, Jawa Timur, Selasa (15/7). Mereka menggelar doa bersama dengan memanfaatkan momen buka puasa. Acara juga dirangkai dengan khotmil qur’an dan pembacaan puisi untuk Palestina.

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Solidaritas NU untuk Palestina Datang dari Berbagai Daerah

Di waktu yang bersamaan, kumandang doa juga datang dari Makassar, Sulawesi Selatan, tepatnya di Gedung Maarif Centre. Sementara di belahan Pulau Madura, shalat ghaib dan aksi bakar bendera Israel mewarnai protes para kader PC IPNU Sumenep. Para pelajar NU ini mengungkapkan rasa prihatin yang mendalam dan berharap Palestina segera mendapat kedamaian.

Novi Muklisoh, Ketua IPPNU Unhasy mengatakan, apa yang terjadi terhadap masyarakat di Gaza, Palestina sudah tak bisa ditoleransi. "Bayangkan, anak kecil yang berumur 5 tahun pun mereka (militer Israel) sayat-sayat dagingnya, mereka potong tangannya, dan itu mereka melakukannya dalam keadaan sadar. Kemudian anak kecil yang berumur 3 tahun, dengan beramai-ramai mereka berondong dengan senjata," ungkap santriwati Pesantren Darul Falah 5 ini.

Ustadz Felix Siaw

Di Sukoharjo, Jawa Tengah, Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam se-solo Raya menjalankan aksi dengan berjalan jauh (long march), Ahad (14/7). Aksi yang dimulai pukul 09.00 wib ini berjalan melalui Jl. Slamet Riyadi dengan tertib.

Ustadz Felix Siaw

Gema Takbir dan Sholawat yang dikumandangkan peserta aksi membuat aksi solidaritas ini tetap damai dan simpatik. Masing-masing perwakilan secara bergantian melakukan orasi terkait tindakan biadab tentara Israel terhadap rakyat Palestina.

Koordinator Aksi dari Pagar Nusa Kartasura, Ulil Albab menuturkan bahwa kepedulian terhadap Palestina bukan sekedar bentuk rasa kasihan. Tapi wujud nasionalisme sebagai warga negara Indonesia. "Setiap warga negara Indonesia tentunya mengetahui bahwa pembukaan UUD 45 kita menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, dan itu adalah jiwa kita sebagai bangsa Indonesia," lanjutnya.

Di beberapa tempat dan kesempatan yang berbeda, keprihatinan terhadap krisis yang terjadi di Palestina juga diungkapkan sejumlah pesantren, badan otonom dan berbagai komunitas NU, seperti PMII, GP Ansor, Jaringan Gusdurian, dan lainnya. (Idris/Kamil/Rosyidi/Anwar/Mahbib)

Foto: Shalat ghaib pelajar NU Sumenep untuk para korban kekejaman Israel

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan, Halaqoh, Sholawat Ustadz Felix Siaw