Senin, 28 Desember 2015

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Perolehan nilai akademik para mahasiswa bukan satu-satunya tujuan utama mengikuti pendidikan di perguruan tinggi. Ada kompetensi yang diharapkan dikuasai mahasiswa.?

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Tak Cukup Hanya Cerdas, Tetapi Harus Terampil

Hal tersebut disampaikan Dosen Psikologi Univesritas Nahdlatulu Ulama Indonesia (Unusia), dalam kuliah umum bertemakan “Aplikasi Psikologi Pendidikan dan Masa Depan Pendidikan Tinggi di Indonesia” di Aula Utama Unusia Jakarta Pusat, Kamis (17/11).

“IP (Indeks Prestasi) yang tinggi memang harapan semua mahasiswa, tetapi itu saja tidak cukup. Ada faktor yang sangat penting dari sekedar itu. Ada kompetensi apa yang diharapkan dari pendidikan tinggi, yaitu kemampuan apa yang mahasiswa miliki,” terang Solichah.

Pendidikan di perguruan tinggi, lanjut Solichah, selain bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif, juga mengembangkan cara serta kualitas berpikir. Untuk itu pengelola pendidikan tinggi serta peserta didik harus berupaya bagaimana mengelola dan mencapainya.

Ustadz Felix Siaw

Solichah menyebut bila berbicara tentang pendidikan maka berbicara bagaimana proses pembelajaran, dan hal itu melibatkan banyak sekali faktor. Diantaranya kondisi sosial, kognitif mahasiswa, perilaku dan sebagainya. Faktor-faktor tersebut berlaku di sepanjang kehidupan setiap orang, dalam hal ini peserta didik (mahasiswa).?

Beberapa hal yang penting diperhatikan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik adalah motivasi intrinsik, personal skill (keterampilan pribadi), berpikir kreatif dan inovatif, dan self management (manajemen diri).

Motivasi intrinsik sangat penting karena diperlukan dalam menghadapi setiap perubahan serta perkembangan jaman di depan kita. “Kita biasa memotivasi orang lain, tetapi susah memotivasi diri sendiri. Itu sebabnya motivasi terhadap diri sendiri sangat dipelukan.”

Solichah lalu menyebut contoh ada beberapa orang bila berkesempatan maju di depan forum, mengatakan, “Saya sebenarnya tidak pantas berdiri di depan.”?

Ustadz Felix Siaw

Seharurnya hal seperti itu tidak disampaikan. “Tetapi yang baik adalah mengatakan ‘Saya bersyukur bisa berdiri di sini’ karena hal itu bisa menjadi motivasi orang tersebut,” kata Solichah.?

Mahasiswa juga harus diberi kesempatan untuk mengembangkan kebebasan mereka untuk bertanya dan mengemukakan pendapat.?

“Sering kali di dalam kelas ketika mahasiswa diberi kesempatan bertanya atau berpendapat banyak yang belum terbuka. Mereka masih malu seaakan-akan tidak mau menerima tantangan. Oleh karena itu harus dibangun apa yang dilakukan siswa dan dosen supaya berpikir dan bersikap kreatif,” tambah Solichah.

Berpikir kretaif diperlukan yaitu bagaimana berpikir fleksibel dari berbagai sudut pandang, tidak hanya satu aspek. Setiap menghadapi masalah kiranya dapat ditinja dari berbagai aspek.

Terkait dengan manajemen diri, berdasarkan penelitian menunjukkan mahasiswa di Indonesia manajemen diri mereka masih rendah. Parahnya pengawasan dan evaluasi akan hal tersebut juga tidak dilakukan.

“Selain itu dibutuhkan juga kemampuan memprediksi, memecahkan masalah, inisiatif dan inovatif. Sehingga dalam perkuliahan didapatkan juga berbagai keterampilan yang kita butuhkan dalam ‘hutan rimba’ sesunggunya yang penuh dengan berbagai macam problem, komunitas dan sebagainya,” tegas Solichah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sejarah, Ahlussunnah Ustadz Felix Siaw

Minggu, 13 Desember 2015

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Komisi Pemberantas Korupsi memberikan sertifikat kepada PWNU Daerah Istimewa Yogyakarta atas partisipasinya pada acara Integrity EXPO di Grha Sabha Pramana UGM, Yogyakarta, Selasa-Kamis (9-11/12).

"Stand NU paling unik daripada yang lain pada kesempatan Integrity Expo. Stand NU berbeda dengan kementerian, BUMN, BUMD, atau universitas," kata Sekretaris PWNU DIY Mukhtar Salim.

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat KPK Expo, PWNU Yogyakarta Dukung Gerakan Antikorupsi

Mukhtar juga menjelaskan, partisipasi PWNU DIY dalam acara Hari Antikorupsi sedunia ini merupakan wujud komitmen NU dalam mendukung pemerintah untuk memberantas korupsi sampai akar-akarnya.

Ustadz Felix Siaw

"Warga PWNU DIY banyak sekali yang datang. Terbukti yang datang mengunjungi stand NU setiap harinya hampir mencapai seribu orang," lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Mukhtar menegaskan stand NU memiliki keunikan, karena desainnya dipenuhi foto para kiai, silsilah keilmuan NU, puisi Rais Aam PBNU KH Musthofa Bisri, layanan keluarga antikorupsi, dokumen NU antikorupsi, dan Majalah Bangkit. (Madun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Daerah, Berita, Pertandingan Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 05 Desember 2015

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT

Sidoarjo, Ustadz Felix Siaw

Menteri Sosial Republik Indonesia, Hj Khofifah Indar Parawansa akan merehabilitasi kaum lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). ? Hal itu dilakukan karena sebelumnya sudah berkomunikasi dengan Ary Ginanjar Agustian, salah satu pendiri ESQ Ledership Center.

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Akan Rehabilitasi Kaum LGBT

"Lewat ESQ tersebut, ternyata laki-laki sudah mau menikah dengan perempuan. Dan itu salah satu opsi redesain rehabilitasi sosial apakah LGBT ataukah Napza (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif). Kita sedang melakukan hitung-hitungan dengan Pak Ary Ginanjar, dalam artian begini, kita bisa menyiapkan berapa kapasitas dimana," papar Khofifah kepada wartawan usai menghadiri acara majlis dzikir dan doa bersama jamaah Al-Khidmah di depan masjid Agung Sidoarjo, Ahad (28/2).

Khofifah menyebutkan bahwa pada tanggal 16 Maret nanti, di salah satu puncak di Bogor ? ada semacam pelepasan LGBT yang bisa kembali sesuai dengan fungsi sosial semula.

Menurutnya, proses rehabilitasi Napza bisa dilakukan dengan cara memasukkan korban Napza ke dalam air rebus. Lalu korban Napza dimasukkan di sebuah tempat dengan suhu 85 derajat celcius. Dan proses tersebut tidak berbahaya karena ada rempah-rempah. "Saya sendiri pernah mencoba dan itu memang tidak berbahaya. Saya juga meminta kepada Dirut nafsah untuk mencobanya dan ternyata tidak ada masalah," ujranya.

Ustadz Felix Siaw

Lebih lanjut Khofifah menerangkan, ada semacam jamu yang dimiliki oleh pusat rehabilitasi nafsah, dan bisa melakukan ditok. "Kalau dihentikan mungkin tidak bisa 100 persen. Tapi kemungkinan untuk bisa dikurangi saya rasa selama ini sudah bisa dibuktikan. Bahkan dari beberapa negara asing juga sudah mendatangi ke Mojokerto untuk melihat cara rehabsos korban nafsah yang ada di Mojokerto," terangnya.

Khofifah juga mengaku pernah melakukan kuinjungan ke Kalimantan Timur, tepatnya di Kutai Kartanegara. Di sana juga ada rehab untuk LGBT. Di Kalimantan Timur sendiri terdapat 35 titik lokasi dan lokalisasi prostitusi. Gubernur Kaltim sudah melakukan pencanangan penutupan lokasi dan lokalisasi. Dan yang sudah siap ditutup di Kutai Kartanegara.

Ustadz Felix Siaw

"Tahun 2019, Kemensos dan Dinsos se-Indonesia mentargetkan penutupan lokasi dan lokalisasi prostitusi sudah ditutup," pungkasnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Kiai Ustadz Felix Siaw

Kamis, 03 Desember 2015

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset

? ? ? ?

Apakah kita wajib menyimak bacaan Al-Qur’an yang diputar lewat kaset atau radio? Bagaimana jika seseorang yang stay on seharian menyalakan murottal qur’an via radio namun tidak menyimaknya tapi mendengarnya sambil lalu saja? Benarkah membaca Al-Qur’an itu bisa haram jika bacaan kita mengganggu orang lain, semisal orang yang sedang tidur.

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyimak Al-Qur’an Lewat Kaset

Trimakasih. Somad Jl. Pekalipan, Cirebon, Jawa Barat.

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ?

Ustadz Felix Siaw

? ? ? ? ?

Bapak Somad yang saya hormati, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Sebagian ulama menghukumi wajib, sebagian yang lain menghukumi sunnah. Perbedaan itu dalam hal bacaan Al-Qur’an? yang di luar shalat. Bacaan Al-Qur’an? yang kita dengar saat ini ada yang berasal dari orang langsung dan ada yang berasal dari rekaman seperti kaset, CD (Compact Disc) dan lain-lain.

Mendengarkan Al-Qur’an? melalui kaset, radio atau rekaman yang lain, pernah menjadi tema pembahasan pada Mukamar NU ke-26. Dalam Muktamar tersebut diputuskan bahwa Al-Qur’an? yang didengar dari Kaset itu sama dengan Al-Qur’an? yang didengar dari Jamadat(benda-benda mati), maka tidak dihukumi Al-Qur’an . Jadi, boleh mendengarkannya atau tidak mendengarkannya. Salah satu rujukannya adalah Kitab Al Fatawa Asy-Syariyah karangan Hasanain Makhluf, juz ! hal 288-289 ;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya :? “Hanafiyah menjelaskan, jika seseoarng mendengar ayat sajadah dari burung seperti Beo, menurut pendapat yang terpilih, dia tidak wajib sujud karena bukan bacaan yang sebenarnya, namun sekedar kicauan yang tidak dimengerti“.

Dari sini, kita bisa melihat bahwa orang yang stay-on seharian mendengar bacaan Al-Qur’an? via radio tanpa menyimaknya tidak berdosa.

Bapak Somad yang baik, mengenai bacaan Al-Qur’an? yang keras sehingga mengganggu orang lain, ulama menghukumi HARAM. Dalam kitab Al-Adzkar hal. 198 disebutkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya : banyak hadits yang menerangkan keutamaan membaca Al-Qur’an? dengan keras dan hadits yang menerangkan membaca Al-Qur’an? dengan suara lirih. Ulama mengatakan : hasilnya adalah bahwa melirihkan suara lebih dapat menghindarkan diri dari riya, maka hal itu lebih utama bagi orang yang khawatir riya. Namun, jika tidak khawatir riya maka mengeraskan suaranya lebih utama dengan catatan tidak mengganggu orang lain seperti orang sholat, orang tdur atau yang lain.

Penjelasan tersebut sesuai dengan hadits nabi Muhammad SAW yang terdapat dalam Musnad Imam Ahmad ;

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.. Artinya: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluar menemui para sahabatnya, dan saat itu, mereka sedang menunaikan shalat, sedangkan suara bacaan mereka saling meraung satu sama lain. Maka beliau pun bersabda: "Seorang yang menunaikan shalat, pada hakekatnya sedang bermunajat kepada Rabb-nya azza wajalla. Karena itu, hendaknya setiap orang mencermati doa yang dibacanya, dan janganlah salah seorang di antara kalian mengeraskan bacaan Al-Qur’an? terhadap saudaranya yang lain."

Dengan demikian, kita harus bisa melihat situasi dan kondisi. Jika memungkinkan untuk membaca Al-Qur’an? dengan suara keras maka bacalah dengan suara keras, tapi jika tidak memungkinkan maka bacalah dengan suara lirih.

Begitulah jawaban dari pertanyaan Bapak Somad. Mudah-mudahan jawaban ini memberikan pencerahan dan membuat kita lebih bijak.

? ? ?

? ? ? ? ?

?

Maftuhan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba, Pemurnian Aqidah, Tokoh Ustadz Felix Siaw