Minggu, 28 Mei 2017

Yang Sibuk Duniawi Belum Terlambat Raih Lailatul Qadar

Brebes, Ustadz Felix Siaw

Ramadhan telah membimbing kita untuk menyeimbangkan hubungan harmonis hamba dengan Sang Khalik dan manusia dengan manusia. Bila keduanya bisa sama-sama berjalan dengan baik, maka akan tercapai kefitrian manusia.

Yang Sibuk Duniawi Belum Terlambat Raih Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Yang Sibuk Duniawi Belum Terlambat Raih Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Yang Sibuk Duniawi Belum Terlambat Raih Lailatul Qadar

Pandangan tersebut disampaikan Imam Besar Masjid Agung Brebes KH Rosyidi saat bincang-bincang dengan Ustadz Felix Siaw di rumahnya, Jalan KH Kholid Barat Brebes, Kamis (30/6).

“Manusia, harus menjalin hubungan yang seimbang dengan Allah SWT maupun sesama manusia,” tuturnya.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Rosyidi menjelaskan, hubungan dengan Allah berupa pokok-pokok peribadatan sebagaimana termaktub dalam rukun Islam, yakni membaca dua kalimat syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji serta ibadah-ibadah lainnya. Sedangkan hubungan dengan manusia dengan manusia, berupa berbuat baik kepada tetangga, kerabat, dan handai taulan dan termasuk dengan alam raya. “Kedua hubungan tersebut harus terus dijaga sepanjang masa,” ucapnya.

Lewat puasa, lanjutnya, kita diarahkan untuk memperbaiki kembali hubungan baik dengan Allah SWT. Puasa menjadi cara ampuh untuk mengharmonisasi hubungan tersebut, karena penilaiannya langsung dilakukan oleh Allah.

Ustadz Felix Siaw

“Hubungan spesial ini menjadikan kita mengintrospeksi dan berbuat jujur dengan apa adanya serta tidak ada intervensi dari pihak manapun karena didasari oleh keimanan,” terang mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Brebes tempo dulu itu.

Di ujung Ramadhan, sambungnya, keberadaan manusia digiring untuk berbuat baik dengan sesama manusia. Yakni dengan tradisi silaturahim yang lebih kita kenal halal bi halal.

Kenapa manusia kadang lalai berbuat baik untuk Sang Khalik dan sesama manusia? Karena manusia telah disatukan dengan jasad. Ketika di alam arwah, ruh telah berjanji akan selalu taat dan berbuat baik kepada sesama manusia. Namun ketika bersatu dengan jasad dan dilahirkan ke alam dunia, manusia memiliki nafsu dan nafsu itulah yang menjadikan ruh lupa dengan janjinya.

“Agar tidak lupa dengan janjinya, jasad dan ruh manusia harus berpuasa untuk mengingatkan kembali hal-hal terbaik yang harus dilakukan untuk menuju jalan yang lurus dan diridhai-Nya,” tutur pria kelahiran Brebes 8 Oktober 1937 itu.

Dalam suatu hikayat, ada seorang perempuan yang sempurna ibadahnya kepada Allah SWT. Namun dengan tetangganya dia tidak baik. Di hadapan Rasulullah, wanita itu tidak bisa masuk surga akibat berbuat zalim dengan tetangganya.

Belum Terlambat

Tentu, kita berharap pada Lebaran nanti menjadi orang yang sukses berupa kembali ke fitrah. Apalagi, di bulan Ramadhan ada malam yang lebih baik dari seribu bulan yakni malam Lalilatul Qadar yang bisa kita raih dengan ikhtiar.

Allah, tambahnya, tidak menjelaskan secara pasti kapan datangnya Lalilatul Qadar tetapi kita harus terus-menerus mencari dengan berjaga sepanjang malam. Dalam artian bukan begadang, namun kita isi malam itu dengan membaca Al-Qur’an, dzikir, shalat tasbih, dan i’tikaf.

Ciri-ciri orang yang mendapatkan malam Lailatul Qadar tergambar jiwa dan kehidupannya tenang, serbabaik, mendapat barokah dari Allah SWT.

Hanya saja, tutur Kiai, banyak orang yang tidak menyempatkan i’tikaf karena lebih mementingkan kehidupan duniawi belaka. Berbagai sebab telah membuat manusia lalai dengan perburuan Lailatul Qadar akibat terlalu keras bekerja sehingga kecapekan, nonton bola, maupun memilih bermedsos ria. “Meski demikian, kita belum terlambat, mudah-mudahan kita bisa meraihnya untuk menyeimbangkan hubungan vertikal dan horizontal bisa terwujud dan meraih surga-Nya, Amin,” pungkasnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Pergunu Adakan Rakernas di Pesantren Al-Manshuriyah Lombok

Lombok Tengah, Ustadz Felix Siaw

Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional di Pondok Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan Bonder, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara mulai Kamis sampai Ahad (23-26/2).

Pergunu Adakan Rakernas di Pesantren Al-Manshuriyah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Adakan Rakernas di Pesantren Al-Manshuriyah Lombok (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Adakan Rakernas di Pesantren Al-Manshuriyah Lombok

Ada beberapa agenda Rakernas bertema Menggerakkan Pendidikan Nilai Ahlussunah wal-Jama’ah An-Nahdliyah untuk Kedaulatan NKRI, yaitu pada Kamis siang (23/2) diadakan Seminar Nasional bertema Pelindungan Profesi Guru di hotel D’Praya, Lombok Tengah.

Pada Jumat (24/2) diadakan Sarasehan Alim Ulama se-NTB, Pembinaan Riset untuk Guru dan Dosen di Pesantren Al-Manshuriyah Ta’limushibyan. Di tempat sama, pada malam harinya dilakukan pengukuhan Pimpinan Pusat Pergunu yang dihadiri Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Ustadz Felix Siaw

Kemudian pada Sabtu (25/2) diadakan Sidang Pleno dan Rekomendasi. Dan pada hari terakhir Rakernas, peserta akan study tour di sekitar Lombok.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh perwakilan Pimpinan Wilayah Pergunu di 34 provinsi. Namun bagi Pimpinan Cabang maupun Anak Cabang yang ingin hadir, dipersilakan. (Abdullah Alawi)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pertandingan, Budaya Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 27 Mei 2017

Antusiasme Rohis Harus Diarahkan ke Pemahaman Agama yang Baik

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Kuota 8 kontingen per provinsi yang ditetapkan oleh panitia pusat Perkemahan Rohis Nasional II tahun 2016 pada Selasa-Jumat (2-6/5) di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta tidak menyurutkan langkah para pengurus Rohis di setiap provinsi untuk memutuskan ikut secara mandiri.?

Antusiasme Rohis Harus Diarahkan ke Pemahaman Agama yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Antusiasme Rohis Harus Diarahkan ke Pemahaman Agama yang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Antusiasme Rohis Harus Diarahkan ke Pemahaman Agama yang Baik

Mereka rela mengeluarkan biaya perjalanan sendiri demi ikut even dua tahunan tersebut. Delapan kuota yang dutentukan oleh panitia pusat terdiri dari 7 delegasi dan 1 pendamping. Panitia mempersilakan tamabahan kontingen per provinsi asal akomodasi transport ditanggung oleh masing-masing di luar kontingen yang ditetapkan oleh pusat.

Mengenai antusiasme tinggi para Rohis ini diungkapkan oleh Direktur Pendidikan Agama Islam (PAI) Kemenag RI H Amin Haedari. Hal ini dia sampaikan saat memberi pengarahan penutup kepada para pendamping dan pembina Rohis, Kamis (5/5) di Gedung Serba Guna Cut Nyak Dien Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta.

“Sebagian Rohis ada berangkat ke kegiatan ini secara mandiri. Antusiasme mereka dalam kebersamaan ini perlu diarahkan ke pemahaman agama yang lebih baik agar menjadi generasi ramah, cinta perbedaan, dan toleran. Ini harus menjadi perhatian para guru di setiap sekolah,” tegas Amin.

Di antara kontingen mnadiri terbanyak berasal dari Sulawesi Selatan. Mereka mengirimkan hingga 40 delegasi tambahan yang berangkat secara mandiri. “Saya lihat delegasi tambahan yang berangkat secara mandiri terbanyak dari Sulawesi Selatan, yakni 40 delegasi tambahan,” terang H Ibrahim Abu Bakar, pendamping kontingen Sulawesi Selatan.

Ustadz Felix Siaw

Kepala Seksi (Kasi) PAI pada SMK di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan ini menjelaskan bahwa dari aspek transport, mereka biaya mandiri. Biaya mandiri tersebut berasal dari bantuan sekolah maupun dari orang tua mereka sendiri.?

“Sedangkan Kanwil menyediakan persediaan atribut perkemahan seperti kaos, dan lain-lain. Adapun persediaan makan, tenda, dan lain-lain tetap panitia pusat membantu,” terang Ibrahim.

Ustadz Felix Siaw

Mengenai kontingen yang berangkat secara mandiri ini, dari Provinsi Nanggroe Aceh Darusslam (NAD) mengirimkan kontingen tambahan sejumlah 25 peserta. Begitu juga dengan provinsi lain, bisa menambah 5-8 delegasi tambahan. Banyak juga yang mematuhi kuota wajib dari panitia pusat seperti Provinsi Jawa Timur. ? (Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Meme Islam, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Jumat, 26 Mei 2017

Kiai Said Dorong Ciri Khas Rumah Sakit NU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw?

Rumah sakit NU harus memiliki ciri khas yang membedakannya dengan rumah sakit lain. Hal itu ditekankan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj saat mengisi sambutan Pelantikan dan Rapat Kerja Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (7/12) siang.

Kiai Said Dorong Ciri Khas Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said Dorong Ciri Khas Rumah Sakit NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said Dorong Ciri Khas Rumah Sakit NU

Menurut Kiai Said, ciri rumah sakit NU adalah Islami. Maka secara umum hal apa pun bila mendasarkan iman kepada Allah SWT sudah disebut Islami.

“Segala sesuatu yang berdasarkan iman kepada Allah, maka disebut Islami. Misalnya bank yang menerapkan kejujuran, itu sebenarnya Islami,” kata Kiai Said kemudian menyebut bahwa contoh bank syariah yang paling maju justru berada di Inggris.

Kaitannya dengan rumah sakit NU, ciri itu hendaknya diperkuat lagi dengan muatan NU.

Ustadz Felix Siaw

“Dalam keseharian ada nilai-nilai Islam. Misal saat dilakukan operasi, di luar ruang operasi ada yang membacakan salawat badar. atau istighotsah. Perawat dan dokternya ketika akan menangani pasien, mengucapkan doa dan tawasul,” tambah Kiai Said.

Kiai Said juga mendorong adanya pengobatan yang menjadi tradisi turun temurun yang diharapkan bisa diterapkan oleh rumah sakit NU.

Ustadz Felix Siaw

“Di China ada rumah sakit yang mempertahankan tradisi tusuk jarum, selain memakai peralatan dan metode modern. Mengapa kita tidak menjunjung tradisi pengobatan yang kita miliki,” ujar Kiai Said pada acara yang dihadiri juga oleh perwakilan ARSINU seluruh Indonesia.

“Di Indonesia ada kumis kucing, mengkudu, cimplukan dan tanaman-tanaman lainnya yang berkhasiat obat. Itu bisa dikembangkan secara ilmiah untuk menjadi ciri pengobatan ala NU,” saran Kiai Said.

Kiai Said berkeyakinan, pengobatan yang baik tidak sekadar berasal dari Barat. Bahkan ia mengkritisi adanya pihak-pihak yang menganggap bahwa yang disebut ilmu adalah ilmu dari Barat.

“Padahal bisa jadi orang Barat malah kagum dengan kesederhanaan orang Timur,” katanya.?

Kiai Said berpesan, kelokalan dan ciri khas itu adalah warisan yang harus dikelola. “Kalau enggak, warisan itu akan habis atau jadi barang antik. Padahal warisan mulia itu bisa menjadi rahmat dan kekuatan kita bersama.” (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Kamis, 25 Mei 2017

Gerakan Santri Menulis Terinspirasi dari Almarhum Mbah Sahal

Kudus, Ustadz Felix Siaw. Gerakan Santri Menulis (GSM) yang dihelat Suara Merdeka saat ini memasuki tahun ke-21. Sarasehan jurnalistik Ramadhan yang diadakan media berjargon Perekat Komunitas Jawa Tengah ini terinspirasi dari kecemasan Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudz.

Gerakan Santri Menulis Terinspirasi dari Almarhum Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Santri Menulis Terinspirasi dari Almarhum Mbah Sahal (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Santri Menulis Terinspirasi dari Almarhum Mbah Sahal

Demikian dikatakan Ketua panitia GSM Agus Fathuddin Yusuf saat melaksanakan road show di Universitas Muria Kudus (UMK), Jum’at (26/6).

Kepada 115 peserta yang terdiri atas santri, pelajar, dan mahasiswa, ia menjelaskan bahwa diadakannya kegiatan yang rutin saban Ramadhan ini ialah hasil ngudarasa dengan KH Sahal Mahfudz.

Ustadz Felix Siaw

Waktu itu Kiai Sahal prihatin bahwa kiai-kiai saat ini jarang menulis kitab kuning. Sehingga Kiai Sahal mendorong Suara Merdeka untuk menstimulasi tradisi menulis para santri di pesantren. Sebab, lewat tradisi menulis sesuai imbauan kiai juga merupakan pesan dakwah yang bisadinikmati semua orang.

Santri, lanjut alumnus magister daro Nancang University, boleh menulis apa saja. Yang perempuan menulis novel dan roman. Sedangkan laki-laki bisa menulis profil seseorang, perusahaan maupun institusi.

Ustadz Felix Siaw

Di samping itu saat ini menurutnya sedang tren citizen journalism (jurnalisme warga). “Wartawan yang jumlahnya terbatas tidak mungkin memback up semua jenis kejadian. Sehingga ini peluang bagi santri, pelajar dan mahasiswa untuk belajar menulis,” jelasnya.

Ia meyakini tulisan perempuan lebih indah dibanding tulisan laki-laki. Sebab perempuan rajin menulis juga hampir semuanya memiliki diary (catatan harian).

Santri, sambung pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) ini, gudangnya penulisan. Terkait kasus prostitusi online misalnya, santri bisa mengangkat pena dengan berpijak kitab Uqudul Lujjain serta Qurrotul Uyun. Perkelahian antarpelajar bisa direspon santri dengan kitabTa’limul Muta’allim.

Sebagai bentuk apresiasi kepada santri, pelajar dan mahasiswa panitia GSM 2015 bekerja sama dengan BNI menggelar Lomba Menulis untuk Santri dengan 3 pilihan tema; Merencanakan Keuangan Sejak Dini Untuk Haji dan Umroh, Menabung Investasi Masa Depan, dan Pengalamanku Berhubungan Dengan Bank.

Naskah minimal 2 lembar folio, maksimal 4 halaman. Peserta diwajibkan menyertakan identitas penulis, alamat, pendidikan, pekerjaan, nomor telepon, dan email. Paling lambat 5 Juli 2015. Tulisan dikirim via email atas nama fathuddin@yahoo.com atau agustonokaryadi@yahoo.co.id. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, Nahdlatul Ustadz Felix Siaw

Rabu, 24 Mei 2017

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dari berbagai daerah di Tanah Air menggelar aksi unjuk rasa memprotes kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka antara lain melakukan orasi, aksi turun jalan, dan membentangkan spanduk berisi protes.

"Seharusnya pemerintah melihat kondisi rakyat secara cermat terlebih dahulu sebelum memutuskan suatu kebijakan yang dampaknya akan sangat luas," kata Ipung dari Pengurus Cabang PMII Ciputat yang mengikuti seruan penolakan kenaikan BBM di kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarata, Selasa (18/11).

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo PMII soal Kenaikan BBM Berlangsung di Berbagai Daerah

Protes senada juga diungkapkan PC PMII Bojonegoro. Kebijakan Presiden Jokowi dinilai tidak tepat karena ia menaikan harga BBM ketika harga minyak mentah dunia masih pada kisaran harga $ 80 perbarel. Harga tersebut masih di bawah kisaran asumsi APBN selain lifting minyak juga masih berada di bawah APBN.

Ustadz Felix Siaw

"Bukan mensejahterakan pemerintah tetapi malah membuat rakyat Indonesia semakin sengsara," kata koordinator aksi PC PMII Bojonegoro, Heri Cahyono di Bunderan Jetak, Bojonegoro, Jawa Timur.

PC PMII Kota Solo juga melakukan aksi penolakan atas kebijakan tersebut bersama berbagai elemen gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Solo (AMS), di antaranya, GMNI, HMI, KAMMI, dan BEM UNS.

Ustadz Felix Siaw

Ketua PC PMII Kota Solo Ahmad Rodif Hafidz dalam orasinya juga menegaskan, Jokowi telah mengingkari janjinya untuk tidak menaikkan harga BBM. “Dari dulu alasan menaikkan harga BBM masih ajeg karena APBN defisit. Kenyataannya, defisitnya anggaran itu bukan hanya karena subsidi BBM yang tinggi. Melainkan korupsi besar-besaran yang dilakukan mafia migas,” katanya di Tugu Gladag dan depan Balaikota Solo. (Yazid/Ajie/Owi/Mahbib)

 

Foto: Aksi unjuk rasa PMII Bojonegoro

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan, Sunnah Ustadz Felix Siaw

Soal Pilihan Politik, Warga NU Jangan Taqlid Buta

Jember, Ustadz Felix Siaw. Warga NU tidak boleh taqlid buta atau sekadar ikut-ikutan dalam menyalurkan hak-hak politiknya. Nahdliyin harus tahu dan mencari tahu latar belakang partai politik yang akan dipilihnya.

Soal Pilihan Politik, Warga NU Jangan Taqlid Buta (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pilihan Politik, Warga NU Jangan Taqlid Buta (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pilihan Politik, Warga NU Jangan Taqlid Buta

Demikian disampaikan Ketua PCNU Jember KH Abdullah Syamsul Arifin saat memberikan pengarahan dalam acara pelantikan Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Jember, Jawa Timur, di aula kantor NU Jember, Ahad (23/2).

Menurut Gus A’ab, sapaan akrabnya, taqlid buta dalam politik rawan menimbulkan kekecewaan dan bisa melahirkan sikap pragmatis bagi yang bersangkutan.

Ustadz Felix Siaw

“Warga NU biasanya ikut kiai atau tokoh, ikut dalam memilih partai tertentu. Itu namanya taqlid politik. Ketika sang kiai atau yang diikuti pindah partai, dia bingung. Dan akhirnya jadi petualang politik yang pragmatis lagi. Dan pemimpin yang dihasilkan dari pola semacam ini juga tidak berkualitas,” ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Gus A’ab berharap agar warga NU cerdas dalam berpolitik. Dengan kata lain, jika mereka bergabung dengan partai politik tertentu karena ikut orang tertentu, dia harus tahu alasan yang mendasari pilihan itu.

“Secara umum warga NU masih taqlid politik sekarang, dan itu harus diubah,” harapnya.

Pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Jember periode 2013-2018 itu dipimpin Ketua PW Fatayat NU Propinsi Jawa Timur Hikmah Bafaqih. Dalam periode ini, ketua PC Fatayat NU Jember dijabat oleh Rahmah Saidah. Sedangkan Drg Mahdiyah Daat Arina dan Indah Yuliana sebagai sekretaris dan bendahara. (Aryudi A. Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Sunnah, News, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Selasa, 23 Mei 2017

Gaji Perawat Dinilai Belum Sebanding dengan Jerih Payahnya

Makassar, Ustadz Felix Siaw



Walaupun hari perawat telah terlewati namun sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan diskusi dengan tema "Ironi Perawat Indonesia" guna menyikapi nasib perawat di Indonesia.

Diskusi yang berlangsung pada Senin (23/05) ini diselenggarakan di Sekretariat PMII FKM UMI di Jalan Recing Sinrijala Nomor 26, Makassar, Sulawesi Selatan. Diskusi ini merupakan diskusi rutinan yang diadakan oleh pengurus PMII FKM UMI.

Gaji Perawat Dinilai Belum Sebanding dengan Jerih Payahnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaji Perawat Dinilai Belum Sebanding dengan Jerih Payahnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaji Perawat Dinilai Belum Sebanding dengan Jerih Payahnya

"Perawat digaji rendah, sementara beban kerjanya besar sehingga hal ini tidak balance antara beban kerja dan upah yang di dapat, sementara peran perawat dalam dunia kesehatan sama sekali tidak bisa dipungkiri,” kata salah satu peserta diskusi, Abdul Rasyid Tunny.

Menurut akademisi keperawatan yang juga mantan Ketua PMII FKM UMI ini, dalam sistem pelayanan kesehatan di semua negara, perawat memiliki peranan penting dalam penanganan pasien. Perawat harus menjaga, mengawasi serta memantau kesehatan pasien selama 24 jam penuh. “Itu sebabnya peran yang sedemikian besar ini harus dihargai besar juga,” ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Sejalan dengan itu, salah satu pengurus Cabang PMII Makassar, Andi Kamal menyatakan, peran organisasi profesi sangatlah penting guna menyikapi hal ini, tapi sangat disayangkan sampai saat ini nasib perawat bukanlah isu penting di negeri ini, sementara profesi lain seperti guru bahkan militer mempunyai tambahan penghasilan.?

“Gaji untuk perawat di Indonesia masih sangat kecil jika dibanding dengan negara-negara lain. Jadi sangat tidak wajar jika dengan beban kerja yang berat, namun gaji yang didapat justru kecil,” tambah Andi Kamal yang juga mahasiswa keperawatan UMI. (Zulkarnain Razak/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw News Ustadz Felix Siaw

Minggu, 21 Mei 2017

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi

Solo, Ustadz Felix Siaw. Gelaran 12 malam Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta, telah memasuki malam ke-4. Setelah tiga malam sebelumnya diselenggarakan di luar Solo, tadi malam (15/1) acara dzikir dan solawat tersebut kembali diadakan di Solo, tepatnya di kediaman keluarga H Hardono Manahan Solo.

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi

Cuaca yang cukup bersahabat, menambah semangat ribuan jamaah untuk bisa hadir dalam acara tersebut. Usai pembacaan kitab maulid al-Barzanjiy, KH Abdul Karim Ahmad Mustofa menjelaskan bab tentang masa menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. Selama pelaksanaan 12 hari Jamuro, beliau menjelaskan per bab (athiril) bacaan yang ada di kitab karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji ini.

“Menjelang pemindahan Nur Nabi Muhamamd saw, tumbuh-tumbuhan, hewan, jin dan segenap makhluk merasa gembira. Sebab sebentar lagi akan lahir sang rahmatan lil alamin.” Kata kiai yang akrab disapa Gus Karim ini.

Ustadz Felix Siaw

Tahun pemindahan nur kenabian ke dalam kandungan dinamakan sanatul fathi wal ibtihaj (tahun pembukaan dan kegembiraan). Tahun itulah bumi yang telah lama kering seketika ditumbuhi tumbuh-tumbuhan seperti hamparan sutra. Buah-buahan menjadi masak, dahannya melengkung sehingga memudahkan orang yang ingin memetiknya.

Pengasuh Pesantren Al-Qur’any Az-zayyady itu kemudian melanjutkan, menjelang detik-detik kelahiran nabi saw, “Lalu datanglah dua perempuan, yakni Siti Maryam dan Siti Asiyah kepada Siti Aminah, Ibu Nabi saw.”

Ustadz Felix Siaw

Maryam menenangkan Siti Aminah bahwa yang akan ia lahirkan ini lebih utama dari putranya, Nabi Isa as. Sedangkan Siti Asiyah juga menguatkan Siti Aminah, bahwa yang dialaminya ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah swt. Sampai pada keterangan tersebut, beliau mengakhiri ceramahnya.

Ceramah beliau akan kembali dilanjutkan pada pergelaran Jamuro pada malam berikutnya, Rabu (16/1), yang akan diadakan di Masjid Agung Surakarta.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pemurnian Aqidah, Sunnah, IMNU Ustadz Felix Siaw

Minggu, 14 Mei 2017

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo membuat terobosan baru dengan melakukan penunjukan langsung ketua 5 (lima) Pimpinan Anak Cabang (PAC). Hal ini dilakukan dalam rangka mendisiplinkan PAC di sejumlah kecamatan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan Taufiq. Menurutnya, dari 13 PAC yang ada di bawah naungan PC GP Ansor Kota Kraksaan, dipastikan ada 5 PAC yang ketuanya ditunjuk langsung.

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kraksaan Tunjuk Langsung Ketua 5 PAC

"Kami akan melakukan penunjukan langsung 5 ketua PAC. Diantaranya PAC Kecamatan Pajarakan, Gading, Krejengan, Tiris Timur dan Gending," katanya, Jum’at (16/12).

Ustadz Felix Siaw

Menurut Taufiq, sebelum melakukan penunjukan langsung pihaknya terlebih dahulu melakukan rapat pleno dengan pengurus harian. Penunjukan langsung dilakukan dengan tujuan supaya organisasi GP Ansor bekerja lebih efektif.

Ustadz Felix Siaw

“Lima PAC yang kami tunjuk langsung selama ini konstribusi dan gerakannya di tengah masyarakat sangat kecil. Sehingga dengan adanya penunjukan langsung diharapkan pergantian kepengurusan berjalan lebih baik dan efektif,” jelasnya.

Sementara Ketua MWCNU Kecamatan Pajarakan H. Jamal sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh PC GP Ansor Kota Kraksaan. Menurutnya, selama ini GP Ansor di wilayahnya terbilang kurang berjalan secara keorganisasian.

“Padahal saya mengharapkan melalui GP Ansor, pemuda NU bisa berkiprah lebih banyak di tengah masyarakat. Saya sangat mendukung penunjukan langsung ini. Selama tujuannya untuk menjadikan organisasi lebih baik, saya kira tidak ada masalah,” pungkasnya (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Syariah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 13 Mei 2017

Mentan Beri 38 Traktor, Ayam KUB, dan Bibit Cabai untuk Muslimat NU

Bogor, Ustadz Felix Siaw. Muslimat NU terus berupaya melakukan sinergi program dengan pemerintah. Termasuk meneken kerja sama dengan Kementerian Pertanian dalam penyediaan bibit, ayam, dan alat berat seperti traktor untuk operasional petani di desa.

Kerja sama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman diteken dalam kegitan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Muslimat NU, Ahad (26/30 di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Mentan Beri 38 Traktor, Ayam KUB, dan Bibit Cabai untuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mentan Beri 38 Traktor, Ayam KUB, dan Bibit Cabai untuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mentan Beri 38 Traktor, Ayam KUB, dan Bibit Cabai untuk Muslimat NU

Amran Sulaiman berkesempatan berdialog dengan 34 Pimpinan Wilayah (PW) dan 180 cabang berprestasi setelah sebelumnya menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama dengan Muslimat NU.?

Amran memberikan bantuan berupa 38 traktor tangan, Ayam Kampung Unggul Balitnak (KUB), dan bibit cabai kepada masing-masing Pimpinan Wilayah Muslimat NU. Kerja sama ini merupakan komitmen bersama untuk memberdayakan masyarakat di desa untuk mewujudkan kesejahteraan.

Ustadz Felix Siaw

"Dalam waktu dua minggu, paling lama satu bulan traktor akan kami kirimkan ke semua pimpinan wilayah Muslimat NU. Sementara untuk bibit cabai tinggal ambil sesuai kebutuhan di masing-masing wilayah," ungkapnya.?

Bagi pemerintah sendiri, Muslimat NU mempunyai potensi untuk mewujudkan cita-cita kedaulatan pangan karena sebagian besar warga Muslimat juga petani di desa.?

“Semoga bantuan tersebut dapat mewujudkan cita cita pemerintah dalam menciptakan kedaulatan pangan,” ujar Amran di dampingi Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indar Parawansa dan Ketua V PP Muslimat NU Hj Yenny Wahid. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Syariah, Humor Islam, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, Ustadz Felix Siaw - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian, Kyai Ustadz Felix Siaw

Jumat, 12 Mei 2017

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

Pati, Ustadz Felix Siaw. KH. Abdul Ghaffar Rozien, M. Ed (Gus Rozin) selaku Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA) meresmikan Pusat Fatwa Bank Syariah, The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), Rabu, (14/1) ditandai dengan pmotongan tumpeng di depan puluhan undangan yang hadir. Selaku Direktur Pusat, STAIMAFA menunjuk Dr. Jamal Mamur Asmani, MA.?

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

STAIMAFA Resmikan Pusat Fatwa Bank Syariah

Menurut Jamal, lembaga syariah menjadi kebutuhan yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat muslim, mulai dari lembaga keuangan, hotel, kolam renang dan bidang usaha lainnya yang memiliki label syariah.

“Ini menjadi keharusan pemikir muslim untuk mengontekstualisasikan dan mentransformasikan fiqh muamalah di zaman sekarang,” ujarnya.?

Ustadz Felix Siaw

Kelahiran The Center of Shariah Banking Fatwa (CSiF), kata Jamal, berawal dari kunjungan studi banding mahasiswa Perbankan Syariah ke Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DNS-MUI) dua tahun yang lalu.?

Kemudian, lanjutnya, lahir gagasan untuk membuat lembaga yang menjadi partner DSN-MUI sebagai pemberi masukan saran dan kritik. Selain itu, tambah Jamal, untuk mengurangi jarak antara perbankan konvensional dan syariah dengan fatwa yang dikeluarkan oleh MUI.?

Ustadz Felix Siaw

“Sebagian fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI kadang tidak membumi (tidak menyentuh masyarakat), sebab itu lembaga ini ingin mengusulkan metode fatwa baru yang dapat diterima oleh praktisi lembaga keuangan," ungkapnya.?

Wilayah kerja CSIF ini, ucap Jamal, juga akan mempelajari metode fatwa yang dikeluarkan oleh DNS-MUI untuk ikut menyosialisasikan fatwa kepada pihak-pihak terkait dan mengadakan pelatihan-pelatihan untuk memperkuat kelembagaan CSiF.?

Selain CSiF, STAIMAFA juga memiliki Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M), Pusat Bahasa Mathali’ul Falah (Pushami), Fiqh Sosial Institute (FISI) dan The North Cost Center (NCC).?

Setelah peresmian dilanjutkan dengan seminar bertema Menggagas Pembaharuan Metodologi Fatwa Perbankan Syariah dengan narasumber Prof. Dr. Ahmad Rofiq, MA, Muhammad Niam Sutaman, LLM dan KH. Shalahuddin al-Ayyubi, M.Si (Katib Syuriyah PBNU). (M. Zulfa/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai, Nusantara Ustadz Felix Siaw

Kamis, 11 Mei 2017

Orator, Muallif dan Pengasuh Pesantren

Sebuah berita interlokal dari Drs. M. Zamroni di Semarang, mengabarkan bahwa KH Bisyri Musthofa wafat di Rumah Sakit Umum Daerah Semarang. Serangan jantung dan tekanan darah tinggi ditambah gangguan pada paru-paru yang menyebabkan proses kematiannya begitu cepat, hanya tiga hari saja. Musibah itu terjadi dua minngu setelah meninggalnya KH Muhammad Dahlan, mantan Menteri Agama. Keduanya adalah  ulama besar, keduanya tenaga-tenaga penting dalam perjuangan. Kepergiannya adalah suatu kehilangan amat besar. Yang patah memang bisa tumbuh, yang hilang dapat terganti. Tetapi, penggati itu bukan lagi Bisyri Musthofa…..!

Seminggu sebelumnya, di Jakarta, Bisri menyelesaikan kebarangkatan puteranya ke Arab Saudi, melanjutkan sekolah ke Riyadh. Menyelesaikan pula beberapa urusan dengan Majelis Syuro Partai Persatuan. Pulang dari Jakarta terus ke Jombang untuk suatu urusan dengan Rois ‘Aam KH Bisyri Syansuri. Sebenarnya telah terasa juga bahwa kesehatannya mulai terganggu, namun dipaksakan juga untuk mengajar para santri dalam pondok pesantren yang dipimpinnya di Rembang.

Orator, Muallif dan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Orator, Muallif dan Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Orator, Muallif dan Pengasuh Pesantren

Selain itu, Bisri masih juga dipaksakan untuk menghadiri harlah partai, karena tak sampai hati menolak undangan mereka. Selesai menghadiri harlah partai, Bisri benar-benar tak sanggup lagi untuk menghadiri beberapa undangan yang memang padat direncanakannya sebelumnya.

Ustadz Felix Siaw

KH Bisyri Musthofa memerintahkan puteranya untuk memanggil dokter, suatu hal yang dirasakan agak luar biasa karena beliau memang tidak biasa datang kepada dokter. Tekanan darahnya amat tinggi, keletihannya yang menumpuk menyebabkan timbulnya komplikasinya demikian berat hingga jantung dan paru-parunya tidak normal lagi. Kesanggupan tim dokter telah sampai di batas kemampuan mereka sebagai manusia sekalipun mereka bekerja keras. Allah SWT Maha Berkehendak lagi Maha Kuasa. Hari Rabu 16 Pebruari menjelang waktu ‘Ashar, KH Bisyri Musthofa 64 tahun, dipanggil keharibaanNya dalam husnul khatimah. Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji’un!

Ustadz Felix Siaw

Disembahyangi lebih dari duapuluh gelombang

Pak Idham Chalid Presiden Partai Persatuan dan Ketua Umum PBNU menugaskan saya untuk mewakili  DPP dan PBNU menghadiri pemakaman KH Bisyri Musthofa di Rembang esok harinya. Rembang kota di mana Ibu RA Kartini disemayamkan 73 tahun yang lampau, diliputi suasana mendung, kelabu hujan air mata. Puluhan ribu rakyat Jawa Tengah dan Jawa Timur membanjiri bekas ibu kota keresidenan itu dengan wajah-wajah murung menahan duka dan kesabaran. Tanggul kesabaran itu tiba-tiba jebol begitu pekikan ratap tangis para santri menyambut kedatangan mobil jenazah guru dan pemimpin mereka yang amat tercinta.

Musholla di tengah pesantren itu tidak mungkin bisa menanpung begitu banyak Umat Islam yang hendak menyembahyangkan almaghfurlah satu gelombang, dua gelombang, tiga gelombang dan seterusnya hingga lebih dari duapuluh gelombang jama’ah menyembahyangkan jenazah KH Bisyri Musthafa. Sejauh 1 km dari rumah kediaman menuju makam, jenazah itu dibiarkan diusung ribuan tangan tanpa bandosa tertutup, Ummat seolah-olah hendak meyakinkan kepada dirinya bahwa jasad yang membujur dalam kain kafan itu adalah benar-benar KH Bisyri Musthofa, seorang mubaligh yang jika diatas podium, kata-kata mutiaranya itu mengikat ratusan ribu hadirin hadirat menjadi satu, bukan lagi ratusan ribu manusia, tetapi Cuma satu. Satu dalam asas, satu dalam akidah, dan satu dalam tujuan.

Berpuluh-puluh ulama terkemuka, diantaranya KH Arwani dari Kudus, KH Ali Ma’sum dari Yogyakarta, KH Alwi dari Magelang, KH Muntaha dari Wonosobo, KH Sulaiman dari Purworejo, KH Ahmad Abdul Hamid dari Kendal, KH Muslih dari Mranggen Semarang, dan masih banyak lagi yang memimpin doa, Surat Yasin dan Tahlil yang diikuti oleh berpuluh-puluh ribu umat sepanjang jalan hingga ke makam (kuburan).

Gubernur Jawa Tengah Suparjo Rustam melepas jenazah dari Semarang, adapun Muspida setempat mewakili pemerintah daerah dalam upacara pemakaman. Tak satupun ulama yang sanggup menyelesaikan pidato sambutannya karena rasa haru yang mencekam menahan musibah dalam kesabaran.

Profil seorang mubaligh

Seorang orator, ahli pidato yang mengutarakan hal-hal yang sebenarnya sulit menjadi begitu gamblang, mudah diterima oleh baik orang-orang kota maupun desa. Hal-hal yang berat menjadi begitu ringan, yang membosankan menjadi mengasyikkan, yang kelihatanya sepele menjadi amat penting, begitulah jika diuraikan olah KH Bisyri Musthafa. Kritik-kritiknya mengenai hal-hal fundamental,  yang orang lain jarang yang sanggup mengungkapkannya. Akan tetapi oleh KH Bisyri Musthofa dengan amat mudah diutarakan dalam senda gurau yang menyegarkan. Pihak yang terkena tidak marah, karena disadarkan secara sopan dan menyenangkan. Tidak terasa penat mengikuti pidato-pidatonya sekalipun sudah berlangusung tiga jam.

Hadirin yang terdiri dari berbagai golongan, penguasa, pemimpin masyarakat, ulama, orang hartawan, pemuda, terpelajar, wanita, orang awam, masing-masing memperoleh bagian yang mereka harap-harapkan dari pidato-pidato KH Bisyri Musthafa. Tone (bunyi suaranya) dalam pidato sangat enak untuk didengar, berkumandang mengalun naik dan turun mengikuti arti kalimat-kalimat yang diutarakan dengan jelas. Bahasanya selalu dipilih secara baik tetapi amat mudah dimengerti, sopan dan selalu menghindari kalimat-kalimat yang tajam apalagi kotor. Baliau seorang sastrawan, tetapi tidak tele-tele, sasarannya terarah, dihiasi oleh irama baik sya’ir maupun ayat-ayat Al-Qur’an dengan lagu yang indah mempesonakan. Ilmu pengetahuannya memang banyak dan mendalam, pemandangannya luas dan pendiriannya sangat teguh.

Memang KH Bisyri Musthofa seorang orator, profil seorang mubaligh yang sempurna. Perawakannya yang besar, tinggi, dan gagah memang modal utama karunia Allah untuk menimbulkan kesan meyakinkan tetapi menyenangkan!

Musibah menjelang kampanye pemilu

Kepergiannya amat dirasakan sangat berat justru masa kampanye pemilu tinggal satu minggu. Sudah menjadi kebiasaan KH Bisyri Musthafa, bahwa untuk bisa memenuhi keinginan sebanyak mungkin masyarakat yang mengundang beliau untuk ceramah, pengajian, harlah, dan sebagainya, hari-hari selama 4 atau 5 bulan di muka itu sudah penuh dengan acara-acara undangan siang maupun malam.

Seorang yang boleh dibilang bisa bicara mengenai segala hal, bermacam-macam situasi dan kondisi. Berbicara tentang ilmiyah, tentang kemasyarakatan, tentang keruwetan dan penderitaan, tentang suasana gembira, tentang politik, tentang kepartaian, dan terutama tentang kampenye pemilu. Hal itu dialami semenjak pemilu tahun 1955 dan tahun 1971. Pidato-pidatonya begitu saja meluncur dari perbendaharaan otak dan hatinya, tanpa konsep dan tanpa teks. Hadirin senatiasa merasa bahwa  pidato-pidatonya senantiasa mengetengahkan masalah-masalah yang baru, hampir tidak pernah mengulang pidato-pidatonya yang pernah diberikan. Pidato-pidatonya dalam bahasa Indonesia maupun Arab sama baiknya dengan pidato-pidatonya dalam bahasa Jawa.

Akhir-akhir ini sedang membiasakan pidato dalam bahasa sunda dan Madura, karena semakin banyaknya undangan-undangan dari daerah itu. Tadinya orang mengira, bahwa KH Bisyri Musthofa hanya sanggup berbicara di forum desa dan paling-paling kota kabupaten. Akan tetapi dua kali pidato di Mauludan di tempat kediaman KH Dr Idham Chalid yang dikunjungi selosin menteri, jenderal dan diplomat, ternyata sukses dan hadirin “ketagihan” minta lain kali KH Bisyri Musthofa didatangkan lagi!

Sudah direncanakan, bahwa masa kampanye pemilu yang akan dimulai tanggal 24 Februari yang akan datang KH Bisyri Musthofa akan memenuhi undangan-undangan. Selain di Jawa termasuk ibukota, juga daerah-daerah di luar Jawa. Akan tetapi Allah SWT mentaqdirkan lain. Wafatnya menjelang kampanye pemilu 1977 dirasakan sebagai suatu musibah.

Namun, Imam dan Taqwa ini ridha akan segala qadha dan qadar Ilahi. Antara harap dan cemas (roja’ wal khauf) yakin benar bahwa tiap musibah mengandung hikmah, dan Allah SWT yang maha Tahu. Allahumma haawalaina wa laa’alainaa!!!

Jama’ah di daerah-daerah telah banyak memiliki rekaman pidato-pidato dan ceramah-ceramah KH Bisyri Musthofa. Sebagai seorang ulama dan pengarang (muallif), beliau meninggalkan begitu banyak kitab-kitab karangan serta terjemahan mengenai berbagai bidang, seperti Tafsir Al-Qur’an “Al Ibriz” 30 Juz, terjemahan “Alfiyah Ibnu Malik” dan lain-lain termasuk pedoman studi yang banyak sekali penggemarnya, baik di pesantren maupun kursus-kursus pemuda.

Semoga wafat KH Bisyri Musthofa membangkitkan para mubaligh dan angkatan muda untuk segara tampil, agar kepergiannya tidak menimbulkan kekosongan dalam Amar Ma’ruf nahi Munkar dan Dakwah pada umumnya.

Kita memohon kepada allah SWT semoga musibah ini bukanlah suatu bencana. Apapun yang terjadi adalah Ke Maha Kuasaan Allah yang Maha Lembut Kasih sayangNya. Allahummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu…………………!

(oleh: KH Saifuddin Zuhri dalam Secercah Dakwah)
Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw News, Meme Islam, Fragmen Ustadz Felix Siaw

NU Sijunjung Terus Berkembang dan Menjamur

Sijunjung, Ustadz Felix Siaw. Ketua PCNU Kabupaten Sijunjung Sumatera Barat Buya Bustamam Habib mengatakan bahwa Nahdlatul Ulama di Kabupaten Sijunjung terus berkembang dan menjamur di seluruh pelosok Ranah Lansek Manih ini. Hal ini ditandai dengan adanya semua struktur yang digerakan secara bersama-sama baik Anak Ranting, MWC maupun banom-banom NU yang ada.

Hal itu diungkapkan Buya Bustamam Habib pada peringatan tahun baru Islam yang diselenggrakan oleh Anak Ranting NU Kamang Madani di Masjid Raya Kamang Madani samping Markas Banser, Ahad (16/10). Acara dihadiri Ketua GP Ansor Sijunjung Usman Amris dan Ketua MWC Kamang Baru Kiai Abdus Somad.

Menurut Buya Bustaman, makna tahun baru Islam bagi umat adalah sebuah refleksi gerakan dan menatap peluang ke depan untuk memperkokoh persatuan umat. “Warga NU harus selalu meningkatkan silaturahmi dan persatuan untuk menangkal masuknya paham radikal dan penangkalan pemahaman keagamaan yang sekarang meresahkan umat,” kata Bustaman.

NU Sijunjung Terus Berkembang dan Menjamur (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sijunjung Terus Berkembang dan Menjamur (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sijunjung Terus Berkembang dan Menjamur

Ketua Pengurus Anak Ranting (PAR) NU Kamang Madani Kecamatan Kamang Baru Kabupaten Sijunjung Kiai Listiyono mengatakan, peringatan tahun baru Islam ini memang agak terlambat dilaksanakan. Karena acara peringatan itu, sebuah kegiatan perayaan maka boleh saja terlambat diperingati.

“Yang penting bagi kita adalah bagaimana mengambil hikmah dan pelajaran dari kegiatan ini,” katanya. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Ustadz Felix Siaw

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Warta Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Selasa, 09 Mei 2017

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara dalam acara kuliah umum di Nanyang Technological University (NTU) Singapura hari ini, Senin (13/3).

Dia akan menyampaikan materi bertema Promoting Moderation And Tolerance In Indonesia: The Nahdlatul Ulama’s Story yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam School of International Studies (RSiS) NTU di Sheraton Towers Singapore, Singapura, pukul 15.30 waktu setempat.

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Dalam acara tersebut, Kiai yang akrab dipanggil Kang Said tersebut akan berbicara tentang Islam Nusantara yang mempromosikan moderasi, toleran terhadap keyakinan lain, dan menghargai budaya lokal.

Selain itu, Kang Said juga akan memaparkan langkah-langkah NU dalam mempromosikan Islam Nusantara di negara-negara Islam.?

Ustadz Felix Siaw

Kemudian, Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini akan menjelaskan bagaimana Islam Nusantara diterima oleh komunitas masyarakat Islam Indonesia.?

Islam Nusantara merupakan terma yang diusung oleh Nahdlatul Ulama untuk meng-counter attack paham ekstremis-radikal yang sedang menjamur di negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

RSiS merupakan sekolah otonom di Universitas Teknologi Nanyang. Ia didirikan tahun 2007. Misi mereka adalah menjadi sebuah institusi riset dan pengajaran tingkat sarjana dalam bidang strategi dan internasional di Asia Pasifik. (Muchlishon Rohmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw PonPes, Olahraga Ustadz Felix Siaw

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih

Situbondo, Ustadz Felix Siaw. Selama ini, terdapat kesenjangan pemahaman antara para ulama dengan tenaga medis. Di satu sisi, ulama kurang akrab dengan ilmu medis. Sebaliknya, para tenaga medis juga kurang memahami ilmu fikih yang terkait dengan panduan beribadah pasien.

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih (Sumber Gambar : Nu Online)
Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih (Sumber Gambar : Nu Online)

Tenaga Medis pun Harus Tahu Fikih

Kesenjangan itulah yang coba dicarikan titik temu dalam Halaqah Fiqih Medis, Ahad (31/3) kemarin. Kegiatan yang digelar di Pendopo Kabupaten Situbondo itu dihadiri oleh para kiai dari Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) dan tenaga medis dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) se-Kabupaten Situbondo. Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar hadir dalam kesempatan ini.

Halaqah Fiqih Medis diharapkan akan dapat menjadi embrio sinergi antara ulama dan tenaga medis di salah satu daerah tertinggal di Jawa Timur ini. “Nantinya, peserta halaqah diharapkan akan mendapat pemahaman yang komprehensif seputar prosedur ibadah bagi pasien, baik dari kacamata medis maupun fikih Islam,” ujar Rijal Mumazziq dari Penerbit Imtiyaz Surabaya yang berbicara dalam halaqah ini.

Ustadz Felix Siaw

Rijal menandaskan, selama ini terdapat kesenjangan pemahaman yang cukup mengkhawatirkan antara para pegiat agama dengan praktisi medis. “Padahal antara keduanya tidak selayaknya dipertentangkan, malah harus disinergikan,” katanya.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto juga menegaskan pentingnya penguasaan fikih bagi kalangan tenaga medis, baik di Puskesmas maupun rumah sakit. Karena itu, ia berharap kegiatan halaqah akan ditindaklanjuti dengan berbagai pelatihan bagi tenaga medis. 

Ustadz Felix Siaw

Dadang menambahkan, pihaknya akan segera mengkoordinasikan tindak lanjut halaqah dengan jajaran rumah sakit dan dinas kesehatan serta Puskesmas di seluruh Situbondo. Targetnya, setiap tenaga medis di rumah sakit dan Puskesmas akan memiliki pemahaman dasar terkait fikih medis.

“Dengan pelatihan itu, setiap tenaga medis diharapkan mampu memahami suasana batin pasien dan mengkomunikasikan prosedur penanganan pasien dalam kerangka fikih Islam,” tuturnya.

Rais Syuriah PWNU Jawa Timur KH Miftachul Akhyar yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengapresiasi komitmen Bupati Situbondo. Pengasuh PP Miftahussunnah Kedungtarukan, Surabaya, ini berharap akan semakin banyak kepala daerah di Jawa Timur yang mempunyai komitmen serupa.

Selain Kiai Miftah, halaqah tersebut juga dihadiri oleh KHR Azaim Ibrahimy (Pengasuh PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo), KH Abdul Hamid Wahid (Wakil Bendahara Umum PBNU), KH Achmad Shampton Masduqie (LBM PWNU Jawa Timur), Saifullah (Sekkab Situbondo) serta Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran Puskesmas.

Pada saat sama, halaqah serupa juga diselenggarakan di Kabupaten Bondowoso. Dalam kegiatan yang digelar di Aula RSNU Bondowoso tersebut, tampil sebagai narasumber adalah KH Afifuddin Muhajir (PBNU) dan KH Zainul Mun’im (Besuki, Situbondo). Bupati Bondowoso H Amin Said Husni dan Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam juga hadir dan memberikan sambutan.

Satu hal yang patut dicatat, Halaqah Fiqih Medis di kedua daerah tersebut juga diisi penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Pemerintah Kabupaten Situbondo dan Bondowoso dengan PCNU masing-masing. Nota kesepahaman tersebut diharapkan menjadi landasan bagi sinergi ulama dan tenaga medis dalam pelayanan kesehatan di kedua daerah tertinggal tersebut.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Senin, 08 Mei 2017

Kiai Said: Sweeping FPI Tak Sesuai Ajaran Islam

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berpendapat aksi sweeping berujung maut yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) dengan warga di Kendal, Jawa Tengah pada 18 Juli lalu, tidak sesuai ajaran agama Islam.

Kiai Said: Sweeping FPI Tak Sesuai Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Sweeping FPI Tak Sesuai Ajaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Sweeping FPI Tak Sesuai Ajaran Islam

Ia mengatakan hal itu pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-15 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bertajuk “Indonesi Lahir Batin”, di Kantor DPP PKB, Jl Raden Saleh, Jakarta, Selasa (23/).

"Itu bertentangan dengan Islam dan itu melanggar kaidah hukum yang ada!" tegas Kiai asal Cirebon tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said tersebut, aksi sweeping tidak bisa dilakukan oleh FPI. Hal itu jelas diatur di Undang-Undang, dan yang berhak melakukan sweeping ialah pihak kepolisan.

Dia juga menyinggung pemerintah yang tidak bertindak tegas kepada ormas Islam yang melanggar hukum. Pemerintah harus bertindak tegas agar ormas tersebut jera.

Ustadz Felix Siaw

Kemudian ia menegaskan, setiap pelaku kriminal harus ditangkap sesuai hukum yang berlaku,?

“Tunjukkan pemerintah berwibawa," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjamin bahwa tak seorang pun warga NU yang akan melakukan sweeping.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan, Kajian Ustadz Felix Siaw

Kamis, 04 Mei 2017

Ini Cara Dapatkan Beasiswa di Universitas Wahid Hasyim Semarang

Universitas Wahid Hasyim Semarang, bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta Kopertis Wilayah VI, kembali memberikan kesempatan kepada para lulusan SMU/SMK/MA untuk menempuh perkuliahan dengan meraih Beasiswa BIDIKMISI.

Beasiswa tersebut adalah beasiswa penuh biaya pendidikan sampai 8 semester (atau sampai lulus) dan bantuan biaya hidup setiap bulan (selama kuliah)

Ini Cara Dapatkan Beasiswa di Universitas Wahid Hasyim Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Dapatkan Beasiswa di Universitas Wahid Hasyim Semarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Dapatkan Beasiswa di Universitas Wahid Hasyim Semarang



Adapun Program Studi yang ditawarkan adalah:


1. Program Studi Ilmu Politik - Pemerintahan (Terakreditasi Peringkat B)

Ustadz Felix Siaw

2. Program Studi Hubungan Internasional (Terakreditasi Peringkat B)

3. Program Studi Manajemen (Terakreditasi Peringkat B)

4. Program Studi Akuntansi (Terakreditasi Peringkat B)

5. Program Studi Ilmu Hukum (Terakreditasi Peringkat B)

Ustadz Felix Siaw

6. Program Studi Agribisnis (Terakreditasi Peringkat B)



Persyaratan Pendaftar


1. Lulusan SMA/SMK/MA Tahun 2016

2. Usia paling tingggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun

3. Berasal dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi

4. Mempunya prestasi belajar yang bagus di SMA/SMK/MA

5. Mempunya prestasi yang bagus dalam bidang ekstra-kurikuler dan berbagai lomba

6. Mendapat persetujuan dan jaminan dari orang tua atau wali



Tata Cara Pendaftaran


1. Mengikuti Panduan dan Petunjuk Teknis Beasiswa BIDIKMISI Tahun 2016, bisa diunduh di website bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id

2. Mendaftar secara on-line di sistem BIDIKMISI, melalui SELEKSI MANDIRI PTS (Universitas Wahid Hasyim), dan semua berkas yang diwajibkan dalam pendaftaran ini juga harus ikut diunggah.

3. Mendaftar sebagai calon mahasiswa baru Universitas Wahid Hasyim Semarang di Sekretariat Penerimaan Mahasiswa Baru (Jl. Menoreh Tengah X/22 Sampangan Semarang) atau melalui sistem on-line di website pmbonline.unwahas.ac.id

4. Batas akhir pendaftaran on-line adalah Rabu, 20 Juli 2016 pukul 24.00? WIB

Contact Person :

Bp. Tofik (0857268866650), Bp. Kamilin (089606167009), Bp. Fatan (085640190907)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pahlawan Ustadz Felix Siaw

Rabu, 03 Mei 2017

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Di Hollywood, Los Angeles, California, Amerika Serikat terdapat sebuah tempat bernama "The Hollywood Walk of Fame", yakni trotoar sepanjang 15 blok di Hollywood Boulevard dan 3 blok di Vine Street. Di trotoar ini tertulis nama-nama orang terkenal di bidang seni dan hiburan, seperti Jackie Chan, Celine Dion dan Walt Disney. Muhammad Ali pada awalnya menolak namanya tertulis di sini demi menghormati Nabi Muhammad SAW.

The Hollywood Walk of Fame menampilkan lebih dari 2.600 ubin keramik bergambar bintang dan bertuliskan nama-nama artis dan karakter fiksi sebagai bentuk penghargaan dari Kamar Dagang Hollywood atas sumbangsih mereka bagi industri hiburan. 

Petinju Muhammad Ali baru menyetujui namanya tertulis di sana setelah terjadi pembicaraan alot mengenai di mana namanya akan dituliskan. Masalahnya, ia menolak jika namanya ditulis di atas lantai atau trotoar sebagaimana yang berlaku pada artis-artis lain karena nama Muhammad adalah nama Nabi Besar Muhammad SAW. 

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Petinju Muhammad Ali Hormati Nabi Muhammad

Ia mengatakan, “I bear the name of our honorable Prophet Muhammad Peace be upon him, and it is impossible that I allow people to trample on his name (Saya mengemban nama Baginda Nabi Muhammad SAW, dan tidaklah mungkin saya membolehklan orang-orang menginjak-injak nama beliau).”

Muhammad Ali baru menyetujui namanya ditulis di situ setelah ada titik temu bahwa namanya akan ditulis di dinding dan bukan di lantai atau trotoar. Gagasan tersebut juga disetujui oleh Kamar Dagang Hollywood, dan pada tanggal 11 Januari 2002 nama Muhammad Ali secara resmi tertulis di The Hollywood Walk of Fame . 

Ustadz Felix Siaw

Dengan tertulisnya nama Muhammad Ali di tempat itu, maka hingga tahun 2017 petinju Muhammad Ali merupakan satu-satunya dari 2.600 orang terkernal di dunia seni dan hiburan yang namanya terukir di dinding dan bukan di lantai atau trotoar Hollywood. Hal ini memunculkan celetukan bahwa nama Muhammad Ali tidak tercantum di The Hollywood Walk of Fame (walk = tempat berjalan) tetapi di The Hollywood Wall of Fame (wall = dinding). Tempat yang disebut terakhir ini tidak dikenal. . 

Begitulah cara Muhammad Ali menghormati Nabi Muhammad SAW. Di Amerika Serikat sebetulnya sudah biasa nama-nama orang berjasa diabadikan di trotoar jalan, dan di sana bukan merupakan penghinaan ketika nama-nama itu diinjak orang-orang yang berjalan di atasnya. Tetapi adalah hak Muhammad Ali sebagai seorang Muslim ketika ia berpikir lain menyangkut Nabi Muhammad SAW. Bagaimamapun ini harus diapresiasi sebagai keberhasilan dakwahnya di Amerika tanpa kekerasan. Ia wafat dalam usia 74 tahun pada tanggal 3 Juni 2016. 

Muhammad Ishom, dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Tegal, Pendidikan, Kajian Islam Ustadz Felix Siaw

Selasa, 02 Mei 2017

Melawan Radikalisme dengan Cerita

Tangerang Selatan, Ustadz Felix Siaw. Penulis Fahd Pahdepie memaparkan pentingnya sebuah cerita hingga bisa mengubah sesuatu. Cerita juga bisa digunakan untuk sebanyak mungkin kebaikan, termasuk dijadikan counter narative terorrism, dan kita bisa mengatakan kepada dunia bahwa Islam adalah agama yang damai. Salah satunya cerita Hijrah Bang Tato yang disampaikan pada Seminar Islam Kontemporer di Indonesia dan Australia di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada Rabu, (20/9).

Melawan Radikalisme dengan Cerita (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Radikalisme dengan Cerita (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Radikalisme dengan Cerita

“Cerita selalu luar biasa. Cerita selalu bekerja dengan baik,” ungkap direkrur Inspirasi.co itu. 

Peraih Ahmad Wahib Award dari Yayasan Paramadina itu memulai ceritanya dari seorang pria yang bernama Lalan Maulana. Seorang preman yang luar biasa ditakuti di daerah Rumpin, Bogor. Ia menceritakan Lalan yang selanjutnya akrab disapa Bang Tato, dalam kesehariannya mengendalikan jaringan preman yang luar biasa besar. 

“Memalak toko dan material yang mayoritas dikendalikan dari etnis China adalah kebiasaan yang dilakukannya setiap hari. Dari masa lalunya yang kelam itu, ia ingin berhijrah ke jalan yang benar,” tambahnya.

Ustadz Felix Siaw

Namun Fahd dalam ceritanya menyayangkan bahwa momen hijrah tersebut dipakai oleh Bang Tato untuk kemudian merasa mempunyai ruang untuk melakukan sesuatu yang disebut sebagai jihad atau perlawanan. Menurutnya hal itu dilakukan untuk menebus dosa di masa lalu, tetapi jalur yang dipilih adalah kekerasan. 

Selanjutnya lulusan Monash University Australia itu menilai hijrah adalah sesuatu yang menarik. Hal itu dikarenakan karena betapa mudahnya mantan preman atau mereka yang berurusan dengan kekerasan, ketika mengkonversi dirinya untuk hijrah, bisa masuk ke dalam kelompok radikal dan tiba-tiba merasa mempunyai rasa legitimasi untuk melawan siapa pun yang berseberangan dengannya.

“Jika artis dan selebriti hijrah, mereka bisa aktif di majelis dzikir dan sebagainya. Tetapi ketika preman atau mereka yang berurusan dengan kekerasan ingin berhijrah, tempat yang paling kompatibel dengan posisi mereka adalah kelompok radikal,” terangnya. 

Ustadz Felix Siaw

Selanjutnya peraih Outstanding Young Alumni Award dari Australia Global Alumni itu memberikan contoh kecil tindakan radikal tersebut dengan menampilkan status facebook dari Bang Tato. Status yang isinya kurang lebih menceritakan bahwa Bang Tato akan membakar toko-toko jika kasus Basuki Tjahja Purnama berujung dengan mengulang sejarah seperti halnya pemberontokan 1998.

Pria kelahiran Cianjur itu mempunyai keyakinan bahwa kita tidak bisa mengadili seseorang dengan masa lalunya, dan kita tidak bisa menentukan masa depan seseorang karena fisiknya. Ia memulai dengan melibatkan Bang Tato untuk mendalami kesibukan baru di tempat usahanya yaitu barber shop dan coffe shop yang ia miliki di BSD Tangerang Selatan. Lalu diberikannya sejumlah keahlian yang akhirnya memunculkan rasa bangga baru. 

Bang Tato dalam kesehariannya diceritakan bertemu dengan pelanggan dari etnis dan agama yang berbeda. “Sampai pada akhirnya ia mempunyai rasa bangga baru karena merasa mempunyai empati yang diletakkan di kondisi psikolgisnya,” tuturnya.

Perubahan tersebut digambarkan melalui status facebook pada bulan Juni 2017 yang kurang lebih berisi sebagai berikut

    Tenang para pemilik toko dan material yang di Rumpin sana, sekarang saya tidak akan meminta uang lagi kepada     kalian. Sekarang saya sudah mempunyai pekerjaan.

“Dari status tersebut, ia menunjukkan bahwa cara berpikir radikal sudah berubah. Dan itu merupakan sesuatu yang luar biasa dari hijrahnya seorang Bang Tato,” tambahnya.

Bulan depan, Hijrah Bang Tato itu akan diterbitkan oleh  Bentang Pustaka menjadi sebuah novel. Ia menegaskan bahwa ke depan yang akan berbicara tentang cerita tersebut bukan lagi dirinya, melainkan Bang Tato sendiri. 

“Lalan Maulana yang akan menceritakannya sendiri,” ungkapnya. (M Ilhamul Qolbi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren, Kajian Sunnah, Tegal Ustadz Felix Siaw

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Sumenep, Ustadz Felix Siaw. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien KH Maktum Djauhari yang wafat Selasa (29/12) kemarin merupakan sosok berpengalaman dalam berorganisasi. Ia pernah diamanahi sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Al-Amien (1992-1996), Ketua STAI Al-Amien Prenduan (1996-2000), dan Rektor IDIA Al-Amien Prenduan (2000-2012).

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)
Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris (Sumber Gambar : Nu Online)

Almarhum KH Maktum Djauhari Sosok Organisatoris

Sebelumnya, alumnus Pascasarjana Universitas Al-Azhar Cairo ini pernah menjadi Wakil Bendahara OPPM (1974-1975), Sekretaris Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Madinah (1977), Ketua IKPM Cairo (1984), salah seorang Deklarator ICMI Malang (1990), dan anggota BP3 A Departemen Agama Jawa Timur pada 2006 silam.

Selain itu, almarhum pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Islam (Pusdilam) Al-Amien (1998-2000), Sekretaris Pesantren Al-Amien (2000-2004), dan Wakil Pimpinan Pesantren Al-Amien (2007-2012). Puncaknya, sebagai pimpinan Pesantren Al-Amien mulai Juni 2012 sampai sekarang.

Ustadz Felix Siaw

Seperti diberitakan, Kiai Maktum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 12.21 WIB di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Jawa Timur, Selasa (29/12). Ia juga dikenal pejuang antikorupsi melalui taushiyah-taushiyahnya.

Ustadz Felix Siaw

Wafatnya KH Maktum Djauhari menyisakan luka mendalam di hati keluarganya. Khususnya bagi sang istri tercinta, Ny. Hj. Nur Jalilah Dimyathi dan keenam anaknya. Kiai yang lahir 14 Mei 1958 itu, mempunyai 2 laki-laki dan 4 perempuan. Mereka adalah Muhammad Haitsam (23 tahun), Samiyah (22 tahun), Afaf Az-Zahro (20 tahun), Nabil Fuadi (18 tahun), Rania Izzati (16 tahun), dan Madilah Amani (13 tahun).? (Hairul Anam/Mahbib)

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar

Bandung, Ustadz Felix Siaw. Ketua PWNU Jawa Barat, Dr H Eman Suryaman mengatakan, saat ini pengurus NU diharapkan lebih fokus untuk mengawal program-program kerja produk Muktamar Ke-33 NU. Menurutnya, Muktamar NU sudah selesai dan semuanya patut bersyukur karena lancar, dinamis dan semakin berkualitas.

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus NU Diminta Fokus Kawal Program Kerja Produk Muktamar

"Kita sepatutnya bersyukur muktamar berlangsung meriah dan menyenangkan. Jika ada pihak yang kurang berkenan dan bicara lain di luar, biarkan saja. Kita tidak usah bereaksi. Sudah biasa dalam organisasi seperti ini. Tinggal kita bersabar. Barangkali mereka masih emosi, nanti tunggu beberapa waktu juga reda sendiri," terangnya, Sabtu (8/8).

Di mata Eman, pihak-pihak yang merasa tidak puas dengan kegiatan Muktamar agar menghargai panitia yang sudah bekerja keras mengawal Muktamar dari awal hingga akhir. Menurutnya, persoalan kecewa, misalnya soal registrasi atau pelayanan dan ketatnya memasuki ruang persidangan itu bukan hanya dialami oleh satu pihak.

Ustadz Felix Siaw

"Saya sendiri juga mengalami perasaan yang kurang mengenakkan. Tetapi kita juga harus bersikap dewasa. Panitia itu punya tanggungjawab penuh meraih target sukses. Jadinya ketat. Di hari pertama saya dan teman-teman juga merasa, kok ini sepertinya panitia sangat menekan peserta, tetapi pada akhirnya harus sama-sama sadar apa yang dilakukan panitia untuk kebaikan bersama," paparnya.

Ia berharap kepada semua pihak agar tidak membuat panas suasana, termasuk media massa yang sering mengambil judul atau kata-kata yang provokatif berkaitan isu Muktamar tandingan, muktamar ulang, kecurangan, NU pecah dan seterusnya.?

Ustadz Felix Siaw

"Harus proporsional melihat Muktamar secara umum. Situasi Muktamar berlangusng baik. Insiden kecil sudah biasa terjadi. Begitulah dinamika," terang penulis buku Jalan Hidup Sunan Gunung Jati yang baru terbit Juli 2015 ini.

Lebih lanjut Eman berpesan agar semua sumberdaya NU saat ini lebih fokus bergerak secara aktif mengawal mandat Muktamar yang meletakkan spirit gerakan dakwah di jalur budaya dengan spirit Islam-Nusantara. Fokus melanjutkan gerakan pembangunan rumah sakit, pendirian sekolah dan kampus. Juga serius menggerakkan ekonomi rakyat karena warga NU mayoritas berada di lapisan ekonomi bawah. (Yus Makmun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah, Berita, Habib Ustadz Felix Siaw