Senin, 30 Maret 2015

Pagar Nusa Sahkan 62 Pendekar Baru

Gunung Sugih, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah, mengesahkan 62 pendekar baru. Pengesahan dilakukan dalam acara tasyakuran dan khataman santri di halaman Pondok Pesantren Roudlotul Jannah.

Kegiatan yang diadakan pada Sabtu (26/1) malam lalu dihadiri oleh Ketua MWCNU Bangunrejo, Ketua PC IPSNU Pagar Nusa Lampung Tengah Sunanta, Ketua PC GP Ansor Lampung Tengah Budi Hadi Yunanto, para alim ulama, dan Unsur Pimpinan Kecamatan yang terdiri dari Camat Bangunrejo, Kapolsek Bangunrejo, dan Danramil Bangunrejo, serta ratusan pendekar NU se-Kecamatan Bangunrejo, Lampung Tengah.

Pagar Nusa Sahkan 62 Pendekar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sahkan 62 Pendekar Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Sahkan 62 Pendekar Baru

Hujan deras yang sebelumnya sempat mengguyur Kecamatan Bangunrejo sejak siang, tidak menyurutkan antusias para pendekar NU untuk menghadiri tasyakuran tersebut. Para pendekar baru disahkan langsung oleh Ketua PC IPSNU Pagar Nusa Lampung Tengah, Sunanta, dengan pengucapan Sumpah Prasetia Pagar Nusa oleh 62 peserta, dan dilanjutkan dengan pemberian piagam dan penyelamatan sorban hijau.

Ustadz Felix Siaw

Sunanta dalam sambutannya menyampaikan aprisiasinya kepada PAC IPSNU Bangunrejo yang telah menggelar tasyakuran secara rutin. Sunanta juga berpesan kepada para pendekar NU untuk tidak sombong dan menyalahgunakan ilmu yang telah didapatnya, karena ilmu yang diajarkan oleh Pagar Nusa adalah untuk menjaga diri dari ancaman kejahatan maupun untuk membela dan membentengi para Ulama dari gangguan luar.

Ustadz Felix Siaw

Suasana semakin terlihat hangat ketika para pendekar NU yang baru saja disahkan makan secara bersama dalam satu tempat, bahkan peserta terlihat larut akrab dan menikmati suasana tersebut. Setelah menikmati jamuan santap malam, para pendekar yang baru saja menyelesaikan pendidikan tingkat lima atau sabuk hijau tersebut, memperlihatkan kemampuan bela dirinya. Beberapa pertunjukan dan atraksi heroik yang menegangkan tersebut berhasil memukau yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah oleh para hadirin. 

Kepada Ustadz Felix Siaw, Joko Purwanto, Ketua PAC Pagar Pagar Nusa didampingi Ketua Pelaksana Edi Santoso mengungkapkan, kegiatan ini rutin diselenggarakan untuk pengesahan santri Pagar Nusa yang telah menyelesaikan pendidikannya. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahim bagi para sesama alumni dan santri Pagar Nusa se-Kecamatan Bangunrejo dengan tokoh-tokoh dan ulama NU lainnya.

Joko menambahkan, tujuan inti dari kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan kader yang bertaqwa, berilmu, berakhlakul karimah, serta untuk mendistribusikan para santri Pagar Nusa dalam keilmuan bela diri untuk menjadi atlit persilaga maupun persiladini. Pagar Nusa juga akan terus berkomitmen untuk terus menjaga ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, serta ke-Indonesian yang berasaskan Pancasila seperti halnya yang tertuang dalam sumpah Prasetia Pagar Nusa.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Akhmad Syarief Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaNu Ustadz Felix Siaw

Minggu, 29 Maret 2015

Anti Polusi, Pawai Ta’aruf STQ Jateng Bakal Gunakan Dokar

Brebes, Ustadz Felix Siaw. Sebanyak 36 dokar kencana berhias bakal meramaikan Pawai Taaruf pada Seleksi Tilawatil Quran (STQ) ke-23 tingkat Jawa Tengah di Brebes. Dokar dijadikan tunggangan 35 kafilah (kontingen) serta Dewan Hakim. Masing-masing kafilah diwakili satu dokar dengan label dan identitas masing-masing kafilah.

Anti Polusi, Pawai Ta’aruf STQ Jateng Bakal Gunakan Dokar (Sumber Gambar : Nu Online)
Anti Polusi, Pawai Ta’aruf STQ Jateng Bakal Gunakan Dokar (Sumber Gambar : Nu Online)

Anti Polusi, Pawai Ta’aruf STQ Jateng Bakal Gunakan Dokar

“Kami ingin menampilkan dokar sebagai kendaraan tradisional yang anti polusi pada Pawai Taaruf STQ,” tutur Ketua Seksi Pawai Taaruf STQ ke-23 Tingkat Jateng H Makmur Yusuf MAg, usai rapat kesiapan akhir Panitia STQ di ruang rapat Bupati Brebes, Jumat (14/11).

Makmur menjelaskan, pawai taaruf bisa disaksikan pada Senin (17/12) sejak pukul 14.00. Iring-iringan pawai mengambil start dari halaman Polres Brebes. Selanjutnya diarak ke jalan P Diponegoro, jalan Tri Tura dan Finish di Alun-alun.

Ustadz Felix Siaw

Selain dokar, lanjut Makmur, juga ada iring-iringan pasukan bendera merah putih, bendera kontingen,  17 colt bak terbuka yang mengangkut anak-anak RA/ TPQ dan santri lainnya. Di sela-sela iring-iringan per kelompok, ada barisan marching band, calung, rebana, angklung dan lain-lain. “Ada 1.113 santri, pelajar dan masyarakat yang turut berpartisipasi pada pawai taaruf STQ ini,” terangnya.

Ketua Panitia STQ Narjo menjelaskan, STQ yang akan berlangsung 17-19 November itu bakal dibuka Gubernur Jateng H Ganjar Pranowo SH dan dipusatkan di Alun-alun Brebes.

Ustadz Felix Siaw

Gelaran STQ, lanjutnya, bakal diikuti 35 Kafilah Kabupaten/Kota Se Jateng. Tiap kafilah akan mengirimkan 16 peserta, 3 pelatih, 1 Ketua Kafilah dan 2 pendamping. Setidaknya 1.500 orang, belum orang tua dan tamu lain-lainnya akan turut memeriahkan event islami dua tahunan tingkat Jateng ini.

Untuk penginapan, panitia telah menyiapkan 19 hotel di Brebes dan Tegal. “Seluruh kafilah sudah menyatakan kesanggupannya untuk mengikuti gelaran Islam bergengsi tingkat Jateng ini,” tegas Narjo yang juga Wakil Bupati Brebes.

Menurut Narjo, dukungan dari Pemkab Brebes sangat besar terbukti dengan diglontorkannya dana penyelenggaraan STQ hingga Rp 1,8 Milyar. “Dana sebesar itu berasal dari APBD Pemkab Brebes Rp 1,3 Milyar dan sisanya dari LPTQ Jateng,” ungkap Narjo.

Secara umum, lanjutnya, seluruh ubo rampe kesiapan sudah mencapai 99 persen termasuk dukungan dari seluruh warga Brebes. “Tinggal greng saja, mudah-mudahan tidak ada halangan yang berarti. Sehingga mencapai sukses penyelenggaraan, sukses, administrasi dan sukses prestasi,” tandas Narjo. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Islam, Kajian Ustadz Felix Siaw

Jumat, 27 Maret 2015

Kiai Demak Kecewa atas Dukungan Bupati Demak terhadap Sekolah Lima Hari

Demak, Ustadz Felix Siaw - Full Day Shool (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Efendi mendapat dukungan dari Bupati Demak HM Natsir. Statement bupati ini menjadi viral di media sosial dan mendapat banyak tanggapan penolakan dari berbagai tokoh dan pengurus NU Demak. Pengasuh Pesantren Manbaul Ulum Mutih Wetan yang juga Wakil Ketua PCNU Demak KH Muhammad Aminuddin menanggapi pernyataan Bupati Demak yang disampaikan pada acara halal bihalal Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Kantor Kecamatan Mijen Kabupten Demak beberapa hari lalu.

Kiai Aminuddin kecewa dengan pernyataan bupati itu. Ia menganggap Bupati Demak tidak melihat realitas warga yang mayoritas NU di mana tiap desa dipastikan mengelola madrasah diniyyah yang mana semua menolak kebijakan mendikbud tersebut.

Kiai Demak Kecewa atas Dukungan Bupati Demak terhadap Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Demak Kecewa atas Dukungan Bupati Demak terhadap Sekolah Lima Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Demak Kecewa atas Dukungan Bupati Demak terhadap Sekolah Lima Hari

“Mestinya pemerintah itu justru merawat dan membina dan mem-back up lembaga-lembaga tersebut karena telah terbukti punya andil besar dalam pembentukan karakter bangsa,” kata Kiai Aminudin di kediamannya, Ahad (9/7).

Lebih lanjut ia akan mengkoordinasikan kebijakan bupati itu ke PCNU secara kelembagaan. Ia bertekad tetap menolak kebijakan yang bertentangan dengan nurani para kiai dan warga NU. Ia juga bertekad untuk memberlakukan 6 hari belajar di sekolahnya karena selama ini madrasah dan taman pendidikan Al-Qur’an di desa-desa tidak pernah bergantung pada pemerintah baik operasional maupun kurikulumnya.

Ustadz Felix Siaw

“TPQ dan madin selama ini tidak pernah bergantung pada bupati. Kita tetap tolak kebijakannya yang tidak berpihak pada umat dan jalan terus seperti biasa. Pak Jokowi saja menolak,” tambahnya.

Ustadz Felix Siaw

Senada dengan Kiai Aminudin, Pengasuh Pesantren Al-Karimah Temuroso Guntur KH Munasir yang juga mengelola lembaga pendidikan sampai aliyah maupun SMK secara tegas menolak kebijakan bupati yang mendukung kebijakan Mendikbud tersebut karena mengubah dan merusak tatanan yang sudah ada. Ia tetap akan memberlakukan jam belajar seperti biasa sampai Sabtu.

“Kami akan memberlakukan jam belajar mengajar seperti biasa karena kami menolak kebijakan Mendikbud yang didukung bupati Demak,” kata Kiai Munasir yang juga pengajar di UNISNU Jepara. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Olahraga, Sejarah Ustadz Felix Siaw

Senin, 23 Maret 2015

Foke harus Nonaktif Setelah Resmi di KPU

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Ketua PWNU DKI Jakarta Dr. Ing Fauzi Bowo (Foke) yang saat ini mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta harus non aktif setelah ada pendaftaran secara resmi di KPUD. Pencalonan oleh beberapa parpol sifatnya masih internal dan belum resmi.

“Nanti setelah resmi terdaftar di KPUD kita non aktifkan, karena siapa tahu, pencalonannya belum tentu memenuhi persyaratan di KPUD,” tutur Ketua PBNU H. Ahmad Bagdja kepada Ustadz Felix Siaw, Selasa (6/3).

Foke harus Nonaktif Setelah Resmi di KPU (Sumber Gambar : Nu Online)
Foke harus Nonaktif Setelah Resmi di KPU (Sumber Gambar : Nu Online)

Foke harus Nonaktif Setelah Resmi di KPU

Beberapa parpol yang memiliki kesamaan pandang untuk mencalonkan Fauzi Bowo adalah Partai Golkar, PDS, dan PPP. Saat ini juga masih terdapat lobi dengan berbagai parpol yang belum menentukan sikap seperti DPIP untuk mendukung Foke.

Untuk menghindari konflik of interest, PBNU melarang adanya rangkap jabatan dengan jabatan politik atau jabatan sebagai pengurus harian partai politik. Jika ada pengurus NU yang mencalonkan diri dalam pilkada, mereka diharuskan untuk non aktif selama masa pencalonan tersebut.

Bagdja menjelaskan jika Fauzi Bowo memenangkan pemilihan gubernur DKI maka ia diberi waktu selama sebulan untuk mengundurkan diri. “Jika terpilih sebagai gubernur DKI, Ia diberi kesempatan untuk memilih jabatan sebagai ketua PWNU atau sebagai gubernur,” tandasnya.

Jika Foke yang merupakan putra Betawi ini memilih jabatan sebagai gubernur, maka ia harus mengundurkan diri atau diberhentikan dengan hormat lalu diadakan proses pergantian antar waktu atau melalui konferensi wilayah untuk meneruskan kepemimpinan NU di DKI.

Ustadz Felix Siaw

Ditegaskan oleh Bagdja bahwa aturan ini tak bisa ditawar-tawar meskipun pengurus wilayah menyetujuinya secara aklamasi. Ia memberi contoh Bupati Bone Bolango Drs Ismet Mile MM yang terpilih sebagai ketua PWNU Gorontalo. “Meskipun ia terpilih secara aklamasi, tapi tidak disetujui oleh PBNU karena melanggar Peraturan Organisasi (PO). Jadi harus diganti dengan orang lain,” paparnya.

Kasus yang sama juga telah terjadi di beberapa cabang dan PBNU tidak memberikan konpromi. Namun larangan rangkap jabatan ini tidak berlaku untuk jabatan struktural birokrasi seperti menjadi dirjen atau sekjen departemen tertentu. (mkf)

Ustadz Felix Siaw



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Anti Hoax, Kajian Islam, Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 14 Maret 2015

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Sumedang, Ustadz Felix Siaw. KH. Sa’dulloh terpilih kembali sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahlatul Ulama (PCNU) Sumedang, Jawa Barat, periode 2014-2019 dalam Konfercab NU Sumedang XII yang digelar Sabtu (30/8), di lingkungan Islamic Centre Sumedang. KH.

Sekretaris panitia pengarah Cucu Suhayat menyebutkan, KH. Sa’dulloh menang mutlak dalam sidang pemilihan ketua pada Konfercab NU Sumedang XII. “Alhamdulillah, Kang Haji (KH. Sa’dulloh, red) terpilih kembali. Kang Haji terpilih secara aklamasi, kang haji meraih dulangan suara paling besar (dari dua calon lainnya) yakni 20 suara,” kata Cucu kemarin.

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)
Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang (Sumber Gambar : Nu Online)

Terpilih Aklamasi, Kiai Furqon-Sa’dulloh Pimpin NU Sumedang

Berikut raihan suara dalam sidang pemilihan Konfercab. Untuk raihan tahap pencalonan Rais Syuriah, KH A Furqon meraih 17 suara, KH Adam Malik Ibrahim (4 suara), dan KH Muh Nuh (2 suara) dengan total 27 suara. Sementara pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah, KH. Sa’dulloh meraih 20 suara, KH. M. Firdaus (4 suara) dan K. Ade Masluh Sodiq hanya satu suara.

Ustadz Felix Siaw

“Karena menurut tatib pada tahap pemilihan Ketua Tanfidziah ini dilakukan secara aklamasi dengan syarat minimal 9 suara, karena suara paling besar diraih KH Sa’dulloh maka beliau lah yang terpilih sebagai Ketua Tanfidziah PCNU Sumedang periode 2014-2019,” terang cucu.

Sementara itu, sebelumnya, dalam sambutan pembukaan Konfercab NU XII, KH. Sa’dulloh di hadapan 400 hadirin mengatakan, berkat pertolongan Allah SWT, PCNU akhirnya sampai di penghujung kepengurusan menjalankan amanah pada Konfercab NU XI lalu. “Dalam Konfercab XII ini kami akan menyampaikan laporan-laporan pertanggungjawaban amanat peserta Konfercab NU Sumedang XI yang saat itu digelar di Ponpes An-Nuur,” ujar Sa’dulloh.

Ustadz Felix Siaw

Kiai kharismatik ini juga sedikit mengulas keberadaan Kantor Sekretariat PCNU Sumedang yang sempat berpindah-pindah tempat. “Dalam perjuangannya Kantor PCNU Sumedang sempat berpindah-pindah kantor sempat di Jalan Pangeran Geueusan Ulun, pindah ke Jalan Prabu Gajah Agung, dan hingga hari ini alhamdulillah PCNU Sumedang memiliki gedung sendiri tidak mengontrak lagi,” tandasnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Di gedung sekretariat yang baru itu, yang berada di lingklungan Islamic Centre Sumedang, lanjut KH. Sa’dulloh, seluruh struktur pengurus, badan otonom, lembaga dan lajnah mulai menapaki kepengurusan yang baru. “Kami akan memulai dengan organisasi yang rapi yang lebih baik sehingga tidak ada lagi dokumen yang tercecer seperti dalam kepengurusan sebelumnya,” terangnya.

Diakui, Pimpinan Ponpes Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri Tanjungkerta ini, selama kepemimpinan periode sebelumnya masih banyak program kerja yang belum selesai, karena segala keterbatasan termasuk dana yang terbatas.

“Maka, mudah-mudahan pada periode selanjutnya program-program itu bisa terlaksana dengan baik, termasuk dengan agenda pembangunan gedung PCNU Sumedang hingga dua lantai. Dengan begitu, nanti pada Konfercab NU XIII pada 2019 nanti bisa digelar di aula PCNU milik sendiri,” katanya.

Hadir dalam Konfercab PCNU Sumedang XII ini para pengurus NU setempat baik dari PCNU, MWCNU, Pengurus Ranting NU.  Wakil Ketua Umum PBNU H. Asad Said Ali dan Ketua PWNU Jawa Barat H. Eman Suryaman juga hadir dalam kesempatan tersebut.

Bupati Sumedang H. Ade Irawan berhalangan hadir dan diwakilkan kepada Asda Pembangunan Dede Hermansyah.

Dalam sambutan Bupati Sumedang yang dibacakan Asda Pembangunan Dede Hermansyah mengatakan Bupati berharap pelaksanaan Konfercab NU Sumedang XII berjalan demokratis. “Agar seluruh harapan kader-kader PCNU Sumedang bisa terakomodir seluruhnya,”,sebutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PBNU Dr. KH. Asad Said Ali dalam sambutannya lebih memberikan pencerahan terkait bahaya paham radikal ISIS (Negara Islam Irak dan Syiria). Menurut KH. Asad ISIS tidak sesuai dengan Negara Indonesia yang berkeragaman dengan empat pilar kebangsaannya.

“Masalah ISIS semata-mata masalah politik bukan agama, ISIS bisa besar karena ada yang mem-back-up-nya, seperti halnya Taliban besar karena didukung Amerika Serikat,” jelas Asad. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw News, Humor Islam, Budaya Ustadz Felix Siaw

Jumat, 13 Maret 2015

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

Pacitan, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Santri Indonesia atau HIPSI menggelar pendidikan dan latihan (Diklat) Wirausaha Pesantren di Aula Rusunawa Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur pada Senin (12/1) siang.

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Minta Santri Mandiri, Tak Tergantung Proposal

KH Luqman Harist Dimyati dalam sambutanya merasa bangga dengan adanya diklat untuk pertama kalinya ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat membawa angin segar bagi kebangkitan ekonomi pesantren.

"Pondok pesantren harus kaya, harus mandiri, agar tidak mengharapkan bantuan dari luar atau mengajukan proposal kepada pemerintah," ungkap kyai muda yang tercatat sebagai wakil ketua PWNU Jawa Timur ini.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap setelah adanya Diklat wirausaha ini akan muncul ide baru dan kegiatan lain yang mendorong pesantren untuk aktif mengembangkan program ekonomi yang berbasis pesantren.

Ustadz Felix Siaw

Sementara itu Ketua Umum HIPSI KH Muhammad Ghozali memaparkan visi dan misi organisasi yang dipimpinya. HIPSI, menurut dia, adalah wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri dan alumni  yang mandiri, mensinergikan kekuatan ekonomi santri Indonesia, menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan umat.

“Target kita mencetak 1 juta santri pengusaha pada tahun 2022,” kata Kiai Ghozali. Melalui HIPSI, kata dia, para santri akan dididik dan dilatih beberapa keahlian diantaranya usaha agro, IT, internet marketing, kuliner, dll.

Diklat diisi beberapa pemateri diantaranya Sulaiman, pengusaha kertas bekas dari Jombang. Mahrus Sokihin, tokoh lingkungan peraih penghargaan Kalpataru dari Pasuruan. Eko, pengusaha singkong dari Temanggung. Dan Arifin pengusaha muda dari Surabaya.

Diklat digelar atas kerja sama Robithah Maahid Islamiyah (RMI-NU) Pacitan dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Pacitan tersebut diikuti 80 Peserta. Mereka terdiri dari para kiai, santri perwakilan pondok pesantren sekabupaten dan beberapa badan otonom NU seperti GP Ansor, Fatayat,IPNU, IPPNU serta PMII. Hadir pula pimpinan bank Mandiri,bank BNI, Dinas Koperasi dan Kementerian Agama Pacitan. (Zaenal Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ahlussunnah, Humor Islam Ustadz Felix Siaw