Rabu, 08 Desember 2010

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan

Dubai, Ustadz Felix Siaw



Uni Emirat Arab (UAE) pada Rabu menunjuk sosok-sosok perempuan umenduduki jabatan baru sebagai menteri negara urusan kebahagiaan dan toleransi serta seorang perempuan berusia 22 tahun sebagai menteri kepemudaan.?

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

UEA Tunjuk Perempuan Jadi Menteri Toleransi dan Kebahagiaan

Perdana Menteri Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, melalui beberapa pesan di Twitter, menetapkan delapan perempuan masuk ke daftar kabinetnya -yang berisi 29 menteri, lapor AFP.?

Ohoud al-Roumi, yang sebelumnya merupakan direktur dewan kantor kementerian, ditunjuk sebagai "menteri negara untuk kebahagiaan".?

"Kebahagiaan tidak hanya menjadi harapan di negara kami. Akan ada rencana, proyek, program dan indeks. (Kebahagiaan) akan menjadi bagian tugas semua kementerian," kata Sheikh Mohammed, yang juga merupakan kepala pemerintah di Dubai.?

Shamma al-Mazroui (22 tahun) ditetapkan sebagai menteri negara kepemudaan sementara Lubna al-Qassimi, menteri veteran urusan kerja sama internasional dan pembangunan, diserahi jabatan baru berupa menteri negara untuk toleransi.?

Ustadz Felix Siaw

Kabinet tersebut berisikan delapan menteri baru, termasuk lima perempuan baru, yang berusia rata-rata 38 tahun, kata kantor berita negara WAM.?

Ustadz Felix Siaw

Uni Emirat Arab dianggap sebagai tempat aman yang terhindar dari gelombang pemberontakan Musim Semi Arab yang menerpa di sekitar kawasannya.?

Tahun lalu, pemerintah UAE berupaya memperluas mandat demokratisnya yang baru lahir dengan memberikan kesempatan hingga seperempat dari satu juta warga negaranya memberikan hak suara dalam pemilihan.?

Sebanyak 87 dari 330 kandidat adalah perempuan, yang memainkan peranan lebih besar dalam kehidupan masyarakat di UAE dibandingkan dengan di Arab Saudi.?

Jumlah warga negara UAE tercatat sangat kecil dari keseluruhan penduduk yang berjumlah sembilan juta orang. Sebagian besar penduduk adalah para pekerja dari negara-negara asing. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Ubudiyah Ustadz Felix Siaw

Senin, 29 November 2010

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Jombang, Ustadz Felix Siaw - Tahun ajaran 2016/2017 ini, setidaknya ada 160 peserta yang telah diterima di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abdul Wahab Hasbulloh (MAU WH) Tambakberas Jombang Jawa Timur. Padahal tahun sebelumnya hanya ada 60-an siswa dan siswi. Sebuah perkembangan yang membanggakan.

Salah satu yang menjadi penyebab perkembangan tersebut adalah doa para tetangga dan kepedulian madrasah kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Ini berkat dukungan dan doa bapak dan ibu yang selalu diberikan kepada madrasah kami," kata Faizun Amir, Senin (20/6).

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Ini Berkembang Berkat Doa dan Peduli Tetangga

Kepala MAU WH ini kemudian menceritakan bahwa MAU WH secara rutin memberikan bantuan dan perhatian kepada para fakir miskin yang ada di sekitar madrasah. "Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS yang memberikan sumbangan berupa uang tunai dan sembako ke tetangga para dhuafa," kata Pak Faiz, sapaan akrabnya.

Ustadz Felix Siaw

Di samping doa dan kepedulian dariu tetanggan, Pak Faiz juga berkeyakinan lantaran di MAU WH selalu diadakan khatmil Quran. "Kegiatan tersebut selalu diikuti para wali murid dan guru di sini," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Berkat sejumlah ikhtiar tersebut, maka prestasi para siswa dan siswi juga membanggakan. Pada pemilihan pelajar terbaik tingkat Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas beberapa waktu lalu, juara pertama dan ketiga diraih oleh siswa dan siswi MAU WH.

"Hal ini menunjukkan bahwa MAU WH benar-benar unggul," kata Nyai Hj Mundjidah Wahab. Wakil Bupati Jombang tersebut juga mempercayakan salah satu cucunya untuk mendaftar di madrasah ini.

Pada saat memberikan sambutan, Wabup Jombang mengajak para anak yatim dan fakir miskin untuk tetap semangat belajar dan nyantri. "Jangan takut masalah biaya, asal sungguh-sungguh kalian pasti berhasil," katanya.

Sebagai wujud terimakasih, di halaman madrasah setempat diadakan acara pemberian santunan kepada ratusan anak yatim dan mengundang tetangga untuk buka puasa bersama.

Pagi hari, kegiatan belajar mengajar berlangsung seperti biasa. Kemudian dilanjutkan dengan khatmil Quran di aula madrasah dan pembagian zakat fitrah sebanyak 250 paket.

Saat sore, diberikan tali asih kepada 96 yatim piatu dan 36 fakir miskin yang dipungkasi buka bersama. Ny Hj Mundjidah Wahab ikut hadir bersama keluarga, termasuk sejumlah cucu. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Selasa, 23 November 2010

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

Majalengka, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Majalengka menyesalkan beredarnya cokelat yang beredar bonus kondom atau alat kontrasepsi jelang Hari Valentine. IPNU memprotes keras penjualan paket itu di beberapa minimarket.

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Majalengka Protes Keras Coklat Berhadiah Kondom

"Kami menemukan di beberapa minimarket dan swalayan di sekitar Majalengka dan Jatiwangi ada cokelat yang dijual bersama kondom. Ini bisa jadi rayuan juga karena beredarnya pada saat menjelang valentine," ujar Wakil Ketua IPNU Majalengka Azhar Faturahman, Jum’at (13/2) saat ditemui Ustadz Felix Siaw di Gedung PC NU Majalengka.

Menurut Azhar, kondom merupakan alat kontrasepsi konsumsi orang dewasa yang telah menikah, sedangkan cokelat selama ini identik dengan pemberian di Hari Valentine. Azhar khawatir, paket cokelat dan kondom tersebut menyasar pada konsumen pelajar maupun mahasiswa.

Ustadz Felix Siaw

"Cokelat kok dikaitkan dengan kondom, lalu apa hubungannya? Lah ini pun seolah mengajak para generasi muda terjerumus dalam pergaulan bebas dan ini jelas merusak moralitas para pelajar," ujarnya.

Ustadz Felix Siaw

Ia mengingatkan bahwa hari kasih sayang yang kalaupun ingin diperingati bukanlah ajang untuk melakukan seks bebas. Remaja harus memahami menjaga kesehatan reproduksinya dan risiko melakukan seks pranikah.

Mantan Ketua PAC IPNU Jatitujuh ini berharap, pemerintah, KPAI dan pihak-pihak terkat? bertindak cepat untuk menarik peredaran paket tersebut. (Aris Prayuda/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal, Syariah Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 16 Oktober 2010

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw



Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Selasa (27/6) malam menggelar open house bersama ribuan nahdliyin di Rumah Dinas Bupati Probolinggo.

Open house yang digelar ba’da Maghrib ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin, Rais PCNU Kabupaten Probolinggo KH Jamaluddin al Hariri, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah, Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili dan Ketua PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah Ahmad Suja’i.

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Probolinggo Open House Bersama Ribuan Nahdliyin

Kegiatan ini diikuti ribuan Nahdliyin mulai dari tingkat cabang hingga ranting baik lembaga maupun badan otonom (banom) NU di Kabupaten Probolinggo dan Kota Kraksaan.

?

Kesempatan open house lebaran yang hanya setahun sekali ini dimanfaatkan masyarakat umum dari kalangan nahdliyin untuk bertatap muka langsung dan bersalaman dengan pemimpinnya. Nampak wajah-wajah ceria dan bahagia dari warga masyarakat yang hadir di rumah dinas malam itu. Demikian pula, Bupati Probolinggo yang selalu tersenyum sembari menyapa ramah masyarakat yang bersalaman dengannya.

Ustadz Felix Siaw

Tak hanya sekadar bersalaman dan bertegur sapa, kesempatan bertemu langsung dengan Bupati Probolinggo dan keluarga ini juga dimanfaatkan oleh sebagian nahdliyin yang hadir untuk berselfie, bahkan foto bersama keluarga Bupati Probolinggo.

Untuk warga masyarakat yang menghadiri open house, disediakan beraneka ragam kuliner khas lebaran yang menggugah selera. Ada opor ayam, gado-gado, rujak, rawon, lontong capgomek, soto koya dan mie combor.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo saya menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, mohon maaf lahir dan bathin. Mohon dimaafkan apabila pelayanan yang kami berikan selama ini masih belum maksimal. Tetapi yang jelas kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo itu.

Sementara Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengaku sangat bangga memiliki seorang pemimpin yang mau dekat dengan masyarakat, terutama kalangan nahdliyin. Hal ini menunjukkan apa yang diprogramkan sudah sesuai dengan keinginan warga NU.

Ustadz Felix Siaw

“Selama ini, pemuda-pemuda Ansor telah mampu mengembangkan potensinya masing-masing berkat kepedulian dari Pemkab Probolinggo. Semoga dengan momentum ini, warga NU bisa semakin dekat dengan pemimpinnya,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Nahdlatul Ulama, Tokoh Ustadz Felix Siaw

Jumat, 15 Oktober 2010

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. Setiap Manusia yang belajar satu bab ilmu maka lebih baik dari pada shalat seratus rakaat. Itulah yang dikatakan oleh KH Abdussalam Mujib, Pengasuh Ponpes Al-Khoziny Buduran, Sidoarjo saat menerangkan isi kitab Kifayatul Atqiya di Kantor Ikatan Alumni Al-Khoziny Cabang Surabaya, Selasa (1/8).

"Nabi Muhammad SAW bersabda barang siapa berangkat pagi hanya untuk menuntut satu bab ilmu maka lebih baik dari pada sholat 100 rakaat, diriwayatkan oleh Imam Ibn Abdul Barr," kata Kiai Abdussalam Mujib mengutip karya Sayyid Bakri Al-Makki Ibnu Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyathi.

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Menuntut Ilmu dalam Kitab Kifayatul Atqiya

Imam Syafii mengatakan mencari ilmu itu lebih utama daripada shalat sunnah. "Lebih banyak pahalanya mencari ilmu yang manfaat dari pada shalat sunnah," lanjut Kiai Salam.

Keutamaan lainnya adalah apabila orang yang menuntut ilmu tersebut meninggal dunia maka itu dikatakan mati syahid. Hal itu sesuai dengan yang disabdakan oleh Rasulullah diriwayatkan Ibnu Munir dalam kitab Shahih bukhori. 

Ustadz Felix Siaw

"Hadist ini untuk memberi semangat kepada tholabul ilmi dan memberi penyemangat," tutur terang Mustasyar PCNU Sidoarjo ini.

Imam Malik guru dari Imam Syafii bercerita ada seorang santri (orang yang belajar ilmu) yang ingin belajar kepada Imam Malik. Namanya Yahya, sang Imam pun langsung berkata, kalau menuntut ilmu janganlah tidur terus. 

Ustadz Felix Siaw

"Seorang santri harus betah melek malam. Kurangi tidur terutama di waktu malam," terang Kiai Salam.

Diceritakan ada seorang pemuda yang bermimpi bertemu dengan santri yang meninggal di pondok. Semasa hidupnya dihabiskan di pesantren untuk belajar satu bab Ilmu. Saya melihat Allah SWT mengangkat satu drajat di surga. Lalu Allah berkata kepada malaikatNya agar menambai derajat itu dengan warisan para nabi.

Selain keutamaannya, Kiai Salam juga membacakan kitab di halaman 64, yang diterangkan, barang siapa yang mencari ilmu agar menyaingi atau mau mengalahkan orang lain atau memalingkan wajahnya dari manusia atau ingin punya pengaruh. Maka Allah akan memasukkan ke dalam neraka.

"Manusia itu memiliki dua jatah yaitu di surga atau di neraka. Kalau ada manusia yang seperi ini maka dia mengambil jatahnya di neraka," pungkas Kiai Salam. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama Ustadz Felix Siaw

Kamis, 30 September 2010

Alissa Wahid: KMNU Harus Lanjutkan Perjuangan Para Ulama

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Saat ini bangsa Indonesia butuh kebangkitan mahasiswa, karena dunia ini berubah terus dan semakin lama semakin cepat berubahnya. Dunia saat ini sudah menjadi desa global (global village), apa yang terjadi di sudut dunia, kita tahu. Pertukaran kultur mudah terjadi sehingga terjadi tarik-menarik ? tentang siapa yang dipengaruhi dan siapa yang mempengaruhi. Oleh karen itu, KMNU harus melanjutkan perjuangan yang telah dibangun oleh para ulama.

Demikian dikatakan Alissa Wahid dalam Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) se-Indonesia yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta, Jum’at, (23/1).?

Alissa Wahid: KMNU Harus Lanjutkan Perjuangan Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Alissa Wahid: KMNU Harus Lanjutkan Perjuangan Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Alissa Wahid: KMNU Harus Lanjutkan Perjuangan Para Ulama

Dalam kesempatan tersebut Alissa mengatakan, saat ini banyak gerakan ‘Islam anyaran’ yang mempengaruhi gerakan Islam di Indonesia. Islam anyaran, ucap Alissa mengutip kata-kata Gus Mus, adalah kelompok Islam yang tidak ikut berinfestasi membentuk Negara Indonesia.?

Ustadz Felix Siaw

“Islam anyaran ini berbeda dengan NU yang sudah terlibat dalam perjuangan bangsa selama ini,” tutur Alissa.?

Ustadz Felix Siaw

Alissa melanjutkan, dari dulu ulama NU bersentuhan dengan masyarakat bawah, tidak berdiri di menara gading. Cara seperti, tambah putri sulung Gus Dur ini, merupakan warisan terbesar dari Walisongo. Hasilnya, lanjut Alissa, jumlah umat Islam di Indonesia saat ini lebih banyak daripada jumlah seluruh umat Islam di Timur Tengah.?

“Hal ini karena pendekatan yang dilakukan ulama adalah pendekatan kultural,” terangnya.

Menurutnya, ulama juga menentukan status negara Indonesia sebagai dar al-salam (negara damai), mengingat kondisi Negara ini beragam. Kalau bicara Indonesia, urai Alissa, maka disana ada ras melayu dan lain-lain. “Ndak ada yang tunggal dan kondisi inilah yang disikapi ulama dengan memberi status dar al-salam,” ujar Kakak dari Yenny, Inayah dan Anita Wahid ini.

Seminar dengan tema ‘Sinergi Mahasiswa Nahdlatul Ulama Melalui Nilai Spiritual dan Intelektual Mewujudkan Islam Yang Rahmatan Lil Alamin’ ini merupakan salah satu rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) KMNU yang dilaksanakan selama tiga hari, Jum’at-Ahad, (23-25/1). (Anas/Fathoni) ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw

Jumat, 23 Juli 2010

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Jakarta, Ustadz Felix Siaw
Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa eksekusi terhadap terpidana mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu seperti yang dilakukan pada Astini juga harus manusiawi dan ringan penderitaannya, bukan dengan cara memberondong di pesakitan dalam keadaan sadar penuh.

“Dalam etika Islam yang disabdakan oleh rasulullah, kita harus menempuh cara terbaik dalam segala hal, termasuk ketika kita harus mengeksekusi hukuman mati,” tandasnya Senin (21/03).

Salah satu metode yang diusulkannya adalah korban dibius dulu, baru kemudian ketika sudah tidak sadar baru ditembak. Ini dapat mengurangi penderitaan yang dialami oleh sang pesakitan.

Islam sendiri melegalkan adanya hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu yang mengancam hak hidup manusia dan sangat sadistis. Konsepnya adalah nyawa dibalas dengan nyawa.

“Ini artinya hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan yang biasa disebut dengan hudud. Namun demikian dimungkinkan juga hukuman yang lebih ringan, tetapi jangan sampai pembalasan lebih kejam dari perbuatan” tambahnya.

Pada dasarnya konsep nyawa dibalas dengan nyawa ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya perang suku di jazirah Arab akibat pembunuhan pada satu anggota suku tertentu. Ini menyebabkan pembalasan dari suku lainnya dengan mengobarkan perang sehingga menimbulkan korban yang lebih besar.
 
Dijelaskannya bahwa Islam sendiri tidak mengenal konsep balas dendam. Karena itulah pihak ketiga atau pengadilan yang diberi wewenang untuk menjatuhkan hukuman tersebut, bukan keluarga.

Astini dijatuhi hukuman mati pada 17 Oktober 1996 oleh pengadilan negeri Surabaya karena membunuh tiga korbannya dan melakukan mutilasi karena masalah hutang. Namun baru dieksekusi tahun ini. Masdar sendiri meyesalkan lambatnya pelaksanaan eksekusi hukuman mati tersebut.(mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Rabu, 14 Juli 2010

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Setelah pembacaan 1 miliar shalawat nariyah pada Sabtu tadi malam di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpuncak dengan apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad (22/10) pagi.

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017

Apel akbar dihadiri ribuan santri dan pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek. Usai pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas, deklarasi ikrar santri diteriakkan secara serentak yang dipandu oleh Sekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz. 

Berikut lima ikrar santri yang dibaca bersama dengan awalan basmalah dan dua kalimat syahadat:

Kami Santri NKRI Berikrar:

Ustadz Felix Siaw

1. Berpegangn teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia; beriideologi negara satu, ideologi Pancasila; Berkonsitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika

3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudan perdamaian dunia

4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia

Ustadz Felix Siaw

5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul UlamaHari Santri 2017 kali ini mengangkat tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat”. Peringatan hari santri di Tugu Proklamasi juga dimeriahkan dengan pembacaan shalawat, lagu Yalal Wathan, termasuk penampilan marching band dari Pondok Pesantren Nurul Mustofa, Jakarta Timur.

Hadir dalam apel kebangsaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, pengurus badan otonom NU, dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Apel hari santri juga digelar di berbagai daerah. Selain upacara mereka juga menyelenggarakan serangkaian acara, mulai dari lomba-lomba, ziarah ulama Nusantara, diskusi, shalawat, dzikir, dan kegiatan lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Daerah Ustadz Felix Siaw

Selasa, 27 April 2010

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw. Dalam rangka untuk memantapkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar kajian kitab kuning Fathul Qorib di Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih, Ahad (23/2) malam.

Kajian kitab kuning ini diikuti oleh sedikitnya 250 orang pengurus NU mulai dari majelis wakil cabang hingga ranting baik lembaga, lajnah dan badan otonom. Selain membaca kitab, para pengurus dan warga NU ini juga melakukan pendalaman berikut memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

?

“Selain untuk memantapkan akidah Aswaja, kajian kitab kuning ini dimaksudkan untuk memasyarakat kitab kuning di tengah-tengah masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang cukup terhadap isi dan kandungan kitab kuning Fathul Qorib,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syaf’i.

?

Ustadz Felix Siaw

Menurut Imam, kitab Fathul Qorib ini adalah kitab kuning yang banyak membahas masalah persoalan fiqih seperti thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji,jinayat, munahakat dan mawaris. “Ini merupakan salah satu upaya untuk terus memperkuat tradisi-tradisi ulama NU,” jelasnya.

Ustadz Felix Siaw

?

Dikatakan Imam, kegiatan ini akan dapat menambah wawasan dan pemahaman pengurus dan warga NU terkait kitab kuning Fathul Qorib sehingga mampu mempererat silaturahim dan mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

?

“Melalui kajian kitab kuning ini kami berharap pengurus maupun warga NU mampu mempraktekkan secara langsung apa yang terdapat di dalam kitab tersebut. Sehingga mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (Syamsul AkbarMahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Cerita Ustadz Felix Siaw

Rabu, 31 Maret 2010

Digelar Sima’an Al-Qur’an, Shalawatan, Istighotsah hingga Tabligh Akbar

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Dalam rangka menyambut hari lahir Nabi Muhammad SAW 12 Rabilul Awal 1428 H Pengurus Pusat Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) NU akan mengadakan acara “Dzikir, Shalawatan dan Simaan Al-Qur’an Akbar” di Masjid Istiqlal Jakarta pada Jum’at (30/3) mendatang.

Acara digelar sehari penuh, mulai pukul 08.00, diawali dengan simaaan Al-Quran oleh para hafizh dan hafizhoh yang dipimpin langsung oleh Rais ‘Am JQH KH. Ahsin Sakho dan Ketua Umum JQH KH Muhaimin Zaen. Dipastikan hadir, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi, Ketua Majelis Ulama Indonesia KH. Ma’ruf Amin, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH. Ali Musthofa Ya’kub. Acara akan dihadiri oleh para santri dari beberapa pondok pesantren.

Rencananya akan ada pemberian santunan kepada anak yatim, dan korban bencana bencana alam dan kecelakaan trasportasi. Juga ada pemberian beasiswa kepada para ahli Al-Qur’an. Acara itu didukung oleh pengurus PBNU, Depdagri, MUI, dan Pemda DKI.

Digelar Sima’an Al-Qur’an, Shalawatan, Istighotsah hingga Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Digelar Sima’an Al-Qur’an, Shalawatan, Istighotsah hingga Tabligh Akbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Digelar Sima’an Al-Qur’an, Shalawatan, Istighotsah hingga Tabligh Akbar

Peringatan Maulid Nabi itu mengambil tema "Doa untuk Keselamatan dan Ketentraman Bangsa”. Menurut Ketua Panitia penyelenggara Yusrizal Saniago, beragam musibah yang terjadi secara beruntun mengingatkan bangsa Indonesia untuk senantiasa berdoa meminta ampunan kepada Allah. ”Jika masih ada yang berzikir, mudah-mudahan bencana tidak ditimpakan kepada kita,” katanya di sekretariat acara gedung PBNU Lt. IV Jakarta, Senin (26/3).

Sementara itu istighotsah rutin Rabu akhir bulan di halaman gedung PBNU kali ini juga akan terfokus pada peringatan maulid nabi Muhammad SAW. Istighatsah akan diadakan pada Rabu (28/3) malam usai shalat Isya berjamaah. Mauidzah hasananah akan didisi oleh KH. Hasyim Muzadi dan KH. Nur Muhammad Iskandar SQ.

Juga dalam rangka memperingati Maulid Nabi, Pengurus Pusat Lembaga Dakwah Nahdaltul Ulama (LDNU) bekerja sama dengan Pengurus Pusat Jam’iyyah Ahlit Thareqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah akan mengadakan “Tabligh Akbar Nasional dan Doa Bersama untuk Bangsa” di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Jl. Kemayoran, Jakarta Selatan, pada 6 Mei 2007 nanti. Tabligh Akbar dipimpin oleh Habib Luthfi Pekalongan dan Habib Ali bin Sholeh Alatas, dimeriahkan oleh Group Musik Debu. (nam)

Ustadz Felix Siaw



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Habib, Hikmah, Meme Islam Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Minggu, 07 Februari 2010

Perdana, Kemenag Gelar Pendaftaran MTQ Nasional 2016 secara Online

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. ? Ada hal baru dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran tingkat Nasional (MTQN) ke-26 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Agustus 2016 mendatang. Berbeda dengan sebelumnya, pendaftaran peserta MTQN akan dilakukan secara online.?

Perdana, Kemenag Gelar Pendaftaran MTQ Nasional 2016 secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Perdana, Kemenag Gelar Pendaftaran MTQ Nasional 2016 secara Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Perdana, Kemenag Gelar Pendaftaran MTQ Nasional 2016 secara Online

“Selama ini pendaftaran MTQ secara manual. Tahun ini kita lakukan secara online. Ini untuk transparansi, akuntabalitas, dan juga efisiensi,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin didampingi Direktur Penerangan Agama Islam Muchtar Ali usai Rapat Koordinasi dengan Menko PMK Puan Maharani terkait Persiapan MTQN di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Rabu (18/5).

Ini juga penting dilakukan, lanjut Menag, untuk memastikan kesesuaian identitas peserta dengan provinsi yang diwakilinya. ? Kemenag juga akan melakukan seleksi terhadap para dewan juri. Siapa ketuanya belum ditentukan. Namun dikatakan Menag bahwa KH Said Agil Husein Al-Munawwar akan tetap berperan pada MTQ XXVI ini.

“Mereka yang memiliki reputasi sangat baik terhadap Al-Quran yang akan memberikan penjurian dalam MTQ,” tegas Menag. Ada cabang lomba baru pada ? MTQN XXVI ini, yaitu lomba khot kontemporer.?

Sebelumnya, Menko PMK Puan Maharani menyampaikan bahwa rapat koordinasi dilaksanakan untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI Tahun 2016 di NTB. MTQ Nasional ini kali merupakan ? yang pertama dilaksanakan pada era pemerintahan Jokowi-JK. Untuk itu, Puan berharap MTQN tahun ini lebih baik daripada MTQN sebelumnya.

Ustadz Felix Siaw

Kepada tuan rumah MTQN XVVI, Puan berharap dapat mempersiapkan diri dengan baik guna menyambut kedatangan peserta dan pengunjung yang diperkirakan mencapai 8.000 orang. “Harus betul-betul disiapkan terkait akomodasi dan transportasi dengan sebaik mungkin, sehingga pelaksanaan MTQN XXVI lancar sesuai yang diharapkan,”paparnya.

MTQN XXVI akan dilaksanakan mulai 28 Juli-7 Agustus 2016 dengan menggelar 7 cabang perlombaan dan 18 golongan. Tema MTQN XXVI adalah MTQ Nasional Upaya Mewujudkan Revolusi Mental dalam Pemantapan Nilai-Nilai Islam Rahmatan Lil Alamin. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Tokoh Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 23 Januari 2010

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Semarang, Ustadz Felix Siaw - Pemilik akun Facebook yang diberi nama Ummu Izzah Mujahidah (UIM) diduga sering menghina Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Hal ini mendorong Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Semarang bersama Banser setempat menempuh jalur hukum.

“Sudah lama kita lihat dinding FB UIM berisi kata-kata yang provokatif dan fitnah,” kata Sekretaris PC GP Kota Semarang Rahul Saiful Bahri saat melaporkan ke Polrestabes Semarang Jl Dr Sutomo IV Barusari Semarang Selatan, Jumat (4/8) malam. Tindakan mengunggah status medsos demikian dianggap sebagai tindakan tidak menyenangkan dan mencemarkan nama baik tokoh nasional.

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Semarang Polisikan Pemfitnah Ketum PBNU di Medsos

Dua hari kemarin tampak postingan yang jelas-jelas menghina Jokowi dan Ketum PBNU di atas gambar uang kertas lima ribu dan foto Jokowi bersama Kiai Said. Tertulis di situ percakapan palsu di antara keduanya.

Ustadz Felix Siaw

“Ada kalimat ‘JENGGOT GAMIS SORBAN GOBLOK’ di atas foto Kiai Said,” kata Rahul. Tulisan dengan pola dialog Kiai Said dengan Jokowi juga terlihat jelas. “Pak Jokowi tolong diganti yang pakai peci seperti saya,” lanjutnya sambil menunjukkan teks itu.

Ustadz Felix Siaw

Kemudian di atas foto Jokowi tertulis “bisa diatur Yai yang penting dukung saya”. Di akhir foto tertulis kata “akhirnya keluar uang baru” dengan gambar uang kertas dengan foto KH Idham Chalid, mantan Ketum PBNU. “Itu tampak jelas bahwa UIM merendahkan simbol negara dan melecehkan kiai yang jadi panutan nahdliyyin se-Indonesia” tegas Rahul. Sayangnya mulai hari Kamis malam (3/8/2017) FB UIM sudah tidak aktif lagi.

Di hadapan petugas piket Polrestabes Semarang dijelaskan bahwa UIM hanya nama samaran dari seorang wanita yang tinggal di Perumahan Permata Hijau Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Nama pemiliki FB sudah kita serahkan polisi. “Terima kasih atas pengaduan ini, karena ini wilayah cyber maka kami sarankan langsung ke Polda Jateng agar lebih cepat ditangani,” kata anggota polisi. Dengan didampingi Tuts Pitoyo, anggota Intel Polrestabes Semarang mengadu ke Polda Jateng Jl Pahlawan No 1 Kota Semarang.

Di Polda Jateng, pelapor diterima petugas piket SPKT. Komandan Banser Kota Semarang Suharmanto menyampaikan kronologi dugaan penghinaan Presiden dan Ketum PBNU kepada petugas piket. “Pemilik FB UIM ini meresahkan dan kami merasa tersinggung karena dia menghina simbol negara dan kiai, maka kami adukan ke Polda sesuai arahan Polrestabes,” tegasnya.

Karena ini ranah IT, maka unit cyber crime Ditreskrimsus Polda Jateng turut mendampingi pengaduan ini. “Pengaduan ini kami terima dengan baik dan pelapor diminta melengkapi form laporan dan bukti screenshot,” ujar anggota Polda. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw PonPes, Sunnah, Humor Islam Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 16 Januari 2010

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul

Jepara, Ustadz Felix Siaw - Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berkesempatan hadir dalam Rakorda LP Maarif NU se-Eks Karesidenan Pati di Kampoeng Wisata Jepara, Sabtu (17/9). Ia menekankan pentingnya perbaikan mutu pendidikan lembaga di bawah naungan LP Maarif. Padahal potensi lembaga pendidikan Maarif NU sebenarnya lebih unggul.

Marzuqi mencontohkan, Anisa Hayati siswi MA NU Mathalibul Huda Mlonggo Jepara yang menjuarai olimpiade Matematika tingkat Internasional di Singapura belum lama ini adalah potensi unggul tersebut.

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Kualitas LP Maarif Perlu Diperkuat Agar Semakin Unggul

Sebab itu, pentingnya sebuah penguatan baik kuantitas maupun kualitas pendidikan di bawah naungan LP Maarif NU. Jika ada kader yang berprestasi, tidak perlu dicemburui tetapi harus terus didorong prestasinya. Sedangkan yang lain harus berlomba-lomba menjadi yang terbaik.

Senada dengan Marzuqi, Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq mendorong pendidikan di Maarif agar terus berkompetisi dengan lembaga yang lain.

Ustadz Felix Siaw

“Kalau MTs dan MA yang sudah maju banyak, tetapi perguruan tinggi kita masih kalah jauh dengan PT yang lain,” tegas kiai yang kerap disapa Mbah Yatun ini.

Ustadz Felix Siaw

Untuk itu, ia? berpesan agar bersatu untuk memajukan lembaga pendidikan Maarif.

Sementara itu, Ketua LP Maarif NU Jawa Tengah Agus Sofyan Hadi mengatakan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang dilaksanakan di Semarang.

Kegiatan yang diikuti oleh LP Maarif dari Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Lasem dan Grobogan lanjutnya untuk mempertajam hasil rakor tingkat provinsi. Juga untuk menyerap aspirasi LP Maarif di kabupaten. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, IMNU Ustadz Felix Siaw

Kamis, 14 Januari 2010

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal

Trenggalek, Ustadz Felix Siaw

Paham radikal dan anti-NKRI adalah musuh bangsa Indonesia. Menurut data yang disampaikan pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), setidaknya ada 19 nama organisasi di Indonesia yang tergolong dalam kelompok radikal.

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepala Banser Jatim Sebut Nama-nama 19 Ormas Radikal

Demikian ditegaskan Kepala Satkorwil Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Jawa Timur dr H Umar Usman di hadapan sekitar 350 peserta pendidikan dan latihan dasar (diklatsar) Banser angkatan III Satkorcab Banser Trenggalek di Pondok Pesantren Hidayatulloh Kecamatan Pule, Trenggalek, Sabtu (28/5) siang.

Siapa saja 19 organisasi itu? Umar Usman menyebutkan antara lain Jamaah Islamiyah, Tauhid Wal Jihad, NII, Majelis Mujahidin Indonesia Timur, Mujahidin Indonesia Barat, Ring Banten, Jamaah Ansharut Tauhid, Jamaah Al-Tawhid wal-Jihad, Pendukung dan Pembela Daulah Islamiah, Jamaah Anshauri Daulah, Mahad Ansharullah, Laskar Dinullah, Gerakan Tauhid Lamongan, Halawi Makmun Grup, Ansharul Khilafah Jawa Timur, IS Aceh, Ikhwan Muahid Indonesia fil Jazirah al-Muluk, Khilafatul Muslimin, dan Al Muhajirin (sempalan HTI).

Ustadz Felix Siaw

“Ke-19 organisasi tersebut menggunakan kekerasan (dalam melancarkan aspirasinya, red). Mulai dari mengkafirkan selain kelompoknya, melakukan teror, menembak, meledakan bom, dan kegiatan lain yang mengandung teror. Nah, selanjutnya masih terdapat organisasi yang dapat dikelompokkan anti NKRI dan Pancasila dan di antaranya, neo-PKI dan HTI. Ini yang harus juga diwaspadai,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, persoalan PKI dan model barunya, punya kata kunci, yaitu telah berkhianat pada NKRI dengan melakukan kudeta. Sedangkan HTI adalah penggagas dan pengusung ideologi sistem khilafah Islamiyyah untuk menggantikan bentuk NKRI, tidak menerima Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. “Untuk itulah Ansor dan Banser nenolak gerakan paham radikal dan paham khilafah,” tegasnya.

Kenapa Banser dan Ansor menolak khilafah? Umar Usman menambahkan, di antara alasan pokoknya adalah karena khilafah memposisikan Indonesia sebagai negara jajahan, berlaku purifikasi yang mencerabut warga dari budayanya sendiri, dikriminasi gender, dan ancaman disintegrasi bagi wilayah di Tanah Air yang berpenduduk non-Muslim.

“Apa bedanya dengan pemberontakan DI/TII. Untuk itulah, Banser dan Ansor mengajak kepada, OKP, LSM, ormas dan kepada seluruh anak bangsa yang masih mencintai negerinya, yang memiliki paham nasionalisme, dan yang memiliki rasa cinta kepada tanah, air bersatu padu menolak paham tersebut,” tegasnya.

Diklatsar angkatan III kali ini diikuti lebih dari 300 peserta, sebelumnya maksimal hanya diikuti tidak kurang dari 200 peserta. “Diklat ini termasuk luar biasa. Karena diikuti lebih dari 300 orang. Kami berharap dengan banyaknya anggota baru bisa menambah ghirah dan mutu SDM Banser di Trenggalek,” ungkap Abdurrohman Ketua PC GP Ansor Trenggalek. (Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul, Kajian Islam, News Ustadz Felix Siaw