Rabu, 19 Oktober 2011

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat

Semarang, Ustadz Felix Siaw?

Ribuan Jamaah Nahdliyin Semarang Bershalawat untuk kesejahteraan bangsa. Gema takbir, tahmid, tahlil dan shalawat terus terdengar sampai Senin (15/4) kemarin di lapangan bola kampus IAIN dalam rangka ulang tahun Jam’iyyatul Qurro’ wal Khuffadz ke-18.

Tak terkecuali tausiyah yang diberikan oleh Habib Lutfi bin Yahya yang diwakili Habib Jakfar Shodiq bin Alwi Almunawar Semarang.

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Nahdliyyin Semarang Bershalawat

Habib Jakfar dalam tausiyahnya mengajak warga Nahdliyyin untuk meningkatkan dzikir, dengan berdzikir hati akan jadi tenang, firman Allah: Alaa bidzikrillahi tatmainnul quluub, pada hakikatnya manusia itu lemah dan tak berdaya, supaya menjadi kuat caranya dengan memperbanyak dzikir.

Ustadz Felix Siaw

“Kita diberi kesehatan, diberi lisan untuk berdzikir kepada Allah itu sebuah kenikmatan yang luar biasa. Orang yang tidak pernah dzikir di hadapan Allah itu tidak ada artinya,” tandasnya.

Ustadz Felix Siaw

Sebagai umat Rasulullah dan warga ahlul sunnah wal jamaah wajib melanggengkan shalawat dan selalu meneladani Rasulullah Muhammad SAW.

“Mari kita bersama menjadi insan yang memiliki akhlaqul karimah, berbudi pekerti luhur, manusia yang mempunyai sifat ulul albab. Mampu mensinergikan kemampuan dzikir dan fikir,” tambahnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Akhmad Shoim

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kajian Sunnah, Bahtsul Masail, Halaqoh Ustadz Felix Siaw

Jumat, 07 Oktober 2011

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Bekasi, Ustadz Felix Siaw. Ketua Umum Pimpinan Pusat Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (PP LTMNU) KH Abdul Manan A. Ghani mengatakan, melawan radikalisme agama bukan dengan berhadapan langsung dengan mereka, tapi dengan memperkuat masjid.

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Lawan Radikalisme Agama dengan Perkuat Masjid

Menurut Kiai Manan, memperkuat masjid adalah menjadikannya sebagai pusat pemberdayaan umat, “Masjid harus dipenuhi dengan program-program yang menyentuh keinginan jamaahnya,” katanya pada Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Untuk memperkuat masjid dengan program, LTMNU menawarkan tujuh aksi masjid berdasarkan keinginan jamaah. Keinginan itu tertuang dalam doa mereka selepas shalat. Allahuma ini asaluka salamatan fid din, wa ‘fiyatan fil jasad, wa ziyadatan fil ‘ilmy, wabarakatan fi rizqy, wa taubatan qablal maut, warahmatan ‘indal maut, wa maghfiratan ba’dal maut.

Ustadz Felix Siaw

Doa orang di masjid itu sambung Kiai Manan, dijabarkan PP LTMNU periode 2010-2015 sebagai program dasar. Rinciannya adalah, peningkatan Ahlussunah wal-Jamaah ‘ala tahriqah Nahdliyah, wa Syari’ah ‘ala madzhabil arba’ah, wa thoriqah a’ala thoriqoti al-Imam Junaid al-Baghdadi wa Imam al-Ghazali.

Kedua, pelayanan kesehatan berbasis masjid, yaitu menjadikan masjid sebagai Balai Kesehatan Masyarakat (Balkesmas), “Paling tidak, setiap masjid kecamatan diharapkan punya satu poliklinik di rumah obat,” harapanya di hadapan ratusan peserta yang terdiri imam, khotib, dan DKM tersebut.

Ustadz Felix Siaw

Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan berbasis masjid, baik pendidikan formal maupun nonformal. Keempat, pemberdayaan ekonomi jamaah; mulai dari informasi peluang usaha, pengkaderan enterpreneur, kerja sama kemitraan, sampai pembentukann wadah perekonomian seperti baitul mal masjid, Koperasi masjid NU Kopmasnu, dan lembaga keuangan syariah.

Kelima, pusat pertaubatan, yaitu menjadikan masjid sebagai wadah dan usaha membangun masyarakat husnul khotimah, “Untuk menjalan program itu, harus menciptakan aktivis masjid yang hatinya selalu terpaut kepada masjid. Orang seperti tersebut adalah salah satu dari 7 golongan yang akan dinaungi perlindungan Allah pada hari kiamat,” pungkasnya.

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Bahtsul Masail Ustadz Felix Siaw