Jumat, 23 Juli 2010

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Jakarta, Ustadz Felix Siaw
Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi berpendapat bahwa eksekusi terhadap terpidana mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu seperti yang dilakukan pada Astini juga harus manusiawi dan ringan penderitaannya, bukan dengan cara memberondong di pesakitan dalam keadaan sadar penuh.

“Dalam etika Islam yang disabdakan oleh rasulullah, kita harus menempuh cara terbaik dalam segala hal, termasuk ketika kita harus mengeksekusi hukuman mati,” tandasnya Senin (21/03).

Salah satu metode yang diusulkannya adalah korban dibius dulu, baru kemudian ketika sudah tidak sadar baru ditembak. Ini dapat mengurangi penderitaan yang dialami oleh sang pesakitan.

Islam sendiri melegalkan adanya hukuman mati untuk kejahatan-kejahatan tertentu yang mengancam hak hidup manusia dan sangat sadistis. Konsepnya adalah nyawa dibalas dengan nyawa.

“Ini artinya hukuman maksimal yang bisa dijatuhkan yang biasa disebut dengan hudud. Namun demikian dimungkinkan juga hukuman yang lebih ringan, tetapi jangan sampai pembalasan lebih kejam dari perbuatan” tambahnya.

Pada dasarnya konsep nyawa dibalas dengan nyawa ini dilatarbelakangi oleh sering terjadinya perang suku di jazirah Arab akibat pembunuhan pada satu anggota suku tertentu. Ini menyebabkan pembalasan dari suku lainnya dengan mengobarkan perang sehingga menimbulkan korban yang lebih besar.
 
Dijelaskannya bahwa Islam sendiri tidak mengenal konsep balas dendam. Karena itulah pihak ketiga atau pengadilan yang diberi wewenang untuk menjatuhkan hukuman tersebut, bukan keluarga.

Astini dijatuhi hukuman mati pada 17 Oktober 1996 oleh pengadilan negeri Surabaya karena membunuh tiga korbannya dan melakukan mutilasi karena masalah hutang. Namun baru dieksekusi tahun ini. Masdar sendiri meyesalkan lambatnya pelaksanaan eksekusi hukuman mati tersebut.(mkf)

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pendidikan Ustadz Felix Siaw

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)
Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi (Sumber Gambar : Nu Online)

Masdar: Eksekusi Terpidana Mati Juga Harus Manusiawi

Rabu, 14 Juli 2010

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Setelah pembacaan 1 miliar shalawat nariyah pada Sabtu tadi malam di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, peringatan Hari Santri yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berpuncak dengan apel kebangsaan di Tugu Proklamasi, Jakarta, Ahad (22/10) pagi.

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Lima Ikrar Santri di Puncak Peringatan Hari Santri 2017

Apel akbar dihadiri ribuan santri dan pelajar dari berbagai daerah di Jabodetabek. Usai pembacaan teks Pancasila yang dipimpin Ketua PBNU Robikin Emhas, deklarasi ikrar santri diteriakkan secara serentak yang dipandu oleh Sekjen PBNU Ishfah Abidal Aziz. 

Berikut lima ikrar santri yang dibaca bersama dengan awalan basmalah dan dua kalimat syahadat:

Kami Santri NKRI Berikrar:

Ustadz Felix Siaw

1. Berpegangn teguh pada akidah, ajaran, nilai, dan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah

2. Bertanah air satu, tanah air Indonesia; beriideologi negara satu, ideologi Pancasila; Berkonsitusi satu, Undang-Undang Dasar 1945; dan berkebudayaan satu, Bhinneka Tunggal Ika

3. Selalu bersedia dan siap siaga menyerahkan jiwa dan raga membela tanah air dan bangsa Indonesia, mempertahankan persatuan dan kesatuan nasional, serta mewujudan perdamaian dunia

4. Ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia

Ustadz Felix Siaw

5. Pantang menyerah, pantang putus asa, serta siap berdiri di depan melawan pihak-pihak yang merongrong Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika, yang didasari semangat Proklamasi Kemerdekaan dan Resolusi Jihad Nahdlatul UlamaHari Santri 2017 kali ini mengangkat tema “Santri Mandiri, NKRI Hebat”. Peringatan hari santri di Tugu Proklamasi juga dimeriahkan dengan pembacaan shalawat, lagu Yalal Wathan, termasuk penampilan marching band dari Pondok Pesantren Nurul Mustofa, Jakarta Timur.

Hadir dalam apel kebangsaan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj, pengurus badan otonom NU, dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Apel hari santri juga digelar di berbagai daerah. Selain upacara mereka juga menyelenggarakan serangkaian acara, mulai dari lomba-lomba, ziarah ulama Nusantara, diskusi, shalawat, dzikir, dan kegiatan lainnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Daerah Ustadz Felix Siaw