Minggu, 24 Juni 2007

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Sukabumi, Ustadz Felix Siaw. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat menjalin kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore melaksanakan kegiatan pelatihan Instructional Mastery (IM). ? Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, (20-22/7) di Pondok Pesantren Assamsyuriah dan diikuti 50 peserta guru-guru NU se-Kabupaten Sukabumi.

Sekretaris PERGUNU Jawa Barat, Saepuloh menyampaikan bahwa Pergunu merupakan organisasi profesi guru di bawah Nahdlatul Ulama yang berperan dalam meningkatkan kompetensi profesional, pendagogi, kepribadian, sosial serta Aswaja dan Ke-NU-an guru-guru NU.?

"PERGUNU bukan hanya mengembangkan dan meningkatkan kompetensi profesional, pendagogik, sosial, dan kepribadian guru, melainkan pergunu udah harus meningkatkan kompetensi Aswaja dan Ke-NUan guru-guru NU" tutur Saepuloh

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jabar-Irsyad Trust Limited Singapore Selenggarakan Instructional Mastery

Lebih lanjut Saepuloh menyampaikan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini juga merupakan bagian dari program Pergunu Jawa Barat dalam upaya peningkatan SDM guru-guru NU.?

"Kegiatan kerjasama dengan Irsyad Trust Limited Singapore ini diselenggarakan bukan hanya di Kabupaten Sukabumi, melainkan akan diselenggarakan juga di empat kabupaten/kota lainnya, yaitu Kabupaten Cianjur, ? Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat dan Kuningan," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Hafidz Othman direktur Program Kerjasama dari Irsyad Trust Limited Singapore mengatakan bahwa kegiatan kerjasama pelatihan bagi guru-guru NU sebenarnya sudah dilaksanakan lebih dulu dengan LP Maarif DKI Jakarta selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang.?

Ustadz Felix Siaw

"Kegiatan pelatihan ini, sudah dilaksanakan lebih dulu kerjasama dengan LP Maarif DKI selama delapan bulan dan masih berlanjut sampai sekarang. Dan bukan hanya itu, kegiatan ini juga telah dilaksanakan di Thailand, Kamboja, Filipina dan China," tutur Hafidz.

Sementara itu, Bupati Sukabumi yang diwakili Kabag Sosial Keagamaan mengatakan bahwa program PERGUNU Jawa Barat ini sangat membantu dalam ? mewujudkan visi misi kab sukabumi yang religius dan mandiri, karena visi dan misi tersebut bisa tercapai manakala pendidikannya ? berbasis keagamaan.

Ustadz Felix Siaw

"Pemda Kabupaten Sukabumi ? menyambut baik kegiatan ini, dan ini juga harus disambut pula oleh peserta dengan baik agar kualitas setelah pelatihan bisa meningkat dan bermanfaat bagi daerah setempat," tutur Unang

Kegiatan pelatihan tersebut akan dilanjutkan pada 3-5 Agustus 2017 mendatang. Instruktur kegiatan pelatihan semuanya dari Irsyad Trust Limited Singapore, Kamshari dan Madam Zainab. (Awis/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Kyai Ustadz Felix Siaw

Senin, 11 Juni 2007

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah

Blitar, Ustadz Felix Siaw - Tidak hanya warga Amuntai Kalimantan Selatan yang bangga dengan masuknya KH Idham Chalid dalam Keputusan Presiden Nomor 31 Tahun 2016 tentang Penetapan Gambar Pahlawan Nasional sebagai Gambar Utama pada Bagian Depan Rupiah Kertas dan Rupiah Logam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kebanggaan itu juga dimiliki oleh para tokoh perintis Banser (Barsan Ansor Serbaguna), salah satunya adalah H Supangat asal Kota Blitar. Ia mengaku bangga mantan ketua PBNU itu menjadi gambar mata uang Rp5000-an yang baru.

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Perintis Banser Bangga Kiai Idham Jadi Gambar Utama Uang Rupiah

“Sebagai warga NU dan Banser aku sangat bangga dengan keputusan itu. Ini benar-benar meningkatkan kredibilitas warga NU. Marwah NU benar-benar terangkat,” ujar H Supangat kepada Ustadz Felix Siaw tadi pagi.

Supangat adalah satu tokoh perintis berdirinya Banser bersama Zen Kalyubi, KH Abdurrohim Sidik, Mohammad Fadil, Atim Miyanto, dan lainnya. Nama Banser diresmikan menjadi nama pasukan elite NU secara nasional pada 24 April 1964. Mantan pegawai Jawatan Pos dan Telekomunikasi Blitar itu ikut dilantik oleh KH Idham Chalid saat pengukuhan pasukan elite NU tersebut yang bertempat di Alun-alun Kota Blitar.

Ustadz Felix Siaw

“Aku banyak kenangan dengan Pak Kiai Idham. Karena yang meresmikan nama Banser jadi pasukan elite NU dulu Kiai Idham di Blitar ini,” ungkap H Supangat,yang juga pengurus Ta’mir Masjid Agung Kota Blitar ini.

Ustadz Felix Siaw

Menurutnya, Kiai Idham Chalid layak menerima itu mengingat peran dan jasanya pada agama dan negara. Ia mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU dari 1956 hingga 1984.

“Ia menjadi ketua umum PBNU pada usia relatif belia yakni 34 tahun. Dan di antara ketua-ketua umum yang lain, ia merupakan yang terlama,” katanya.

Ia juga pernah menjadi pucuk pimpinan di lembaga eksekutif, legislatif dan ormas (Wakil Perdana Menteri, Ketua DPR/MPR, dan Ketua Umum PBNU). Juga pernah memimpin pada tiga parpol berbeda yaitu Masyumi, NU dan PPP. “Jadi sangat wajar dan pas bila beliau menerimanya. Sebagai Banser dan warga NU aku sangat bangga. Semoga ada kader-kader NU yang menyusulnya,” tambahnya.(Imam Kusnin Ahmad/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah, Halaqoh, Berita Ustadz Felix Siaw