Sabtu, 21 Mei 2016

Percepat 4 Program Prioritas, Mendesa Siapkan Payung Hukum

Jakarta, Ustadz Felix Siaw - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendesa PDTT) Eko Putro Sandjojo terus berusaha menyukseskan empat program prioritas Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDTT). Tidak hanya menggandeng berbagai kementerian/lembaga maupun pengusaha, Menteri Eko juga menyiapkan payung hukum pelaksanaan program unggulan desa (Prudes), pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), pembuatan Embung dan sarana olah raga desa (Raga).

Payung hukum tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2017 Tentang Perubahan atas peraturan menteri desa, pembangunan daerah Tertinggal, dan transmigrasi nomor 22 tahun 2016 tentang Penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2017.

Percepat 4 Program Prioritas, Mendesa Siapkan Payung Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)
Percepat 4 Program Prioritas, Mendesa Siapkan Payung Hukum (Sumber Gambar : Nu Online)

Percepat 4 Program Prioritas, Mendesa Siapkan Payung Hukum

“Permen ini guna mewujudkan akselerasi pembangunan desa yang sudah cukup bagus dalam infrastruktur. Sekarang mulai pemberdayaan dan fokus mendorong desa sebagai sasaran utama pembangunan dan menjadikannya pengungkit untuk pembangunan nasional dan pertumbuhan ekonomi secara nasional,” ujar Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Kantornya, di Jakarta (12/4).

Salah satu poin penting dalam Permen DPDTT 4/2017 adalah prioritas penggunaan dana desa untuk membiayai program unggulan Kemendesa PDTT. Dalam Pasal 4 ayat 2 dan 3 disebutkan jika prioritas penggunaan dana Desa diutamakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan yang bersifat lintas bidang. Program dan kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terutama bidang kegiatan BUMDesa atau BUMDesa Bersama, embung, produk unggulan Desa atau kawasan perdesaan dan sarana olahraga Desa.

Ustadz Felix Siaw

Eko menjelaskan dengan terbitnya Permen DPDTT 4/2017 Pemerintah Desa mempunyai acuan dalam mengelola dana desa yang mereka terima. Menurutnya acuan ini penting karena dari berbagai blusukannya ke sejumlah daerah masih ditemukan fakta bahwa sebagian pemerintah desa masih bingung dalam mengelola dana desa.

Ustadz Felix Siaw

Akhirnya pemerintah desa? mengalokasikan dana desa untuk program-program yang tidak langsung bersentuhan dengan kebutuhan rakyat seperti membangun pagar atau membangun tugu desa. “Kami berharap terbitnya permen tersebut bisa menjadi panduan bagi pemerintah desa dalam menyusun program prioritas pembangunan di wilayah mereka,” katanya.

Terkait dengan empat program unggulan Kemendesa PDTT, lanjut Eko telah melalui sejumlah kajian matang sebelum ditetapkan. Menurutnya penetapan program unggulan desa, pembentukan BUM Desa, pembuatan embung, hingga pembuatan sarana olah raga diyakini bakal mampu memberikan efek nyata dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

Misalnya pembuatan embung menjadi salah satu program prioritas karena salah satu kendala mendasar dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi pertanian adalah minimnya sumber air. Dengan adanya embung sebagai penampung air di setiap desa, kapasitas produk pertanian diyakini bakal meningkat.

"Tahun ini diharapkan dari alokasi dana desa ada Rp300-500 juta yang digunakan untuk membuat embung. Jika ada embung maka rata-rata panen bisa dilakukan hingga 3 kali dalam setahun. Tentu ini merupakan peningkatan luar biasa baik dalam kapasitas produksi maupun laba produksi yang akan dinikmati warga desa,” katanya.

Pun juga dengan pendirian BUMDesa, kata Eko, akan memberikan dampak bagi upaya peningkatan perekonomian perdesaan. BUM Desa bisa menjadi unit usaha yang melayani kebutuhan pra tanam hingga paska panen program unggulan milik desa. Jika hal itu terwujud maka di satu sisi Pemerintah Desa akan mendapatkan tambahan pendapatan dari laba BUM Desa, di sisi lain warga desa akan mendapatkan kebutuhan pertanian dengan harga terjangkau.

Saat ini jumlah BUM Desa 18.446 unit. Jumlah BUMDes itu tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. “Kementerian bekerja sama dengan Bulog telah membentuk Holding BUM Desa yang akan kian meluaskan jaringan BUM Desa sehingga upaya pengembangan BUMDesa akan lebih cepat,” katanya. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ustadz Felix Siaw

Kamis, 19 Mei 2016

Upaya HTI Cari Pembenaran Khilafah dari Pendiri NU

Oleh M Abdul Fatah

Artikel ini saya tulis berdasarkan pengalaman berdialog dengan aktivis mahasiswa Hizbut Tahrir dan beberapa wacana di dunia maya ketika berbicara tentang Nahdlatul Ulama dan HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). Artikel ini juga tidak hendak menyudutkan atau mencemarkan nama HTI, melainkan sebagai upaya klarifikasi dan “menjaga diri” dari ideologi yang bertentangan dengan garis perjuangan NU. HTI sebagai organisasi yang bervisi besar, yaitu hendak mendirikan kekhalifahan Islam di dunia, dalam ajakannya seringkali menggunakan penguatan argumen dengan berupaya menghubung-hubungkan persamaan visi antara NU dan HTI. Antara lain sebagai berikut.

Upaya HTI Cari Pembenaran Khilafah dari Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Upaya HTI Cari Pembenaran Khilafah dari Pendiri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Upaya HTI Cari Pembenaran Khilafah dari Pendiri NU

1. HTI mengatakan bahwa Hadrassyekh KH Hasyim Asyari mempunyai keterkaitan pemikiran dengan Syekh Taqiyuddin an-Nabhani. Hal ini didasarkan pada sejarah ketika KH. Hasyim Asyari belajar ke Mekah yang salah satu gurunya adalah Syekh Yusuf an-Nabhani, ulama besar Sunni Syafi’i yang merupakan kakek dari Syekh Taqiyuddin an-Nabhani (pendiri Hizbut Tahrir). Informasi tentang hubungan guru-murid ini memang benar. Namun, Syekh Taqiyuddin an-Nabhani sendiri tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh sang kakek yang berhaluan Sunni Syafii. Syekh Taqiyuddin merupakan aktivis dan tokoh gerakah Ikhwanul Muslimin sebelum kemudian membelot dan mendirikan gerakan sendiri bernama Hizbut Tahrir yang secara metode dan mazhab fiqih berbeda dari Aswaja An-Nahdliyah.

2. Untuk menjaring simpatisan Nahdliyin, HTI biasanya mengatakan bahwa KH Hasyim Asyari berkeinginan untuk menyatukan seluruh umat Islam dalam naungan sistem Islam yang satu (baca: khilafah). Hal ini mereka dasarkan atas gambar bola dunia dalam lambang NU. Saya rasa ini keliru besar. Karena lambang Nahdlatul Ulama tidak pernah diciptakan oleh siapapun, melainkan berawal dari mimpi KH Ridwan Abdullah setelah lama berikhtiar dan shalat istikharah. Kiai yang bertugas membuat lambang NU tersebut bermimpi melihat gambar indah di langit biru yang jernih. Gambar itulah yang kemudian dijadikan lambang NU atas persetujuan KH Hasyim Asyari. Sedangkan gambar bola dunia yang diikat oleh tali tambang dengan 99 lilitan tersebut bermakna kokohnya ukhuwah islamiyah dan insaniyah. Bukan penyatuan umat Islam dalam negara khilafah.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

3. Komite Hijaz yang diketuai oleh KH Wahab Chasbullah pun tak luput untuk dijadikan bahan argumen khilafah. Komite Hijaz dijadikan dalil bahwa embrio NU waktu itu mengakui dan berperan aktif pada kehilafahan Islam yang ada di Arab Saudi. Padahal Kiai Wahab dan kiai pesantren waktu itu bermaksud untuk melakukan upaya penolakan atas puritanisasi Islam oleh Wahabi khususnya ada pembongkaran makan Rasul beserta keluarga dan sahabatnya, bukan soal dukung mendukung khilafah.

Argumentasi penyamaan visi NU dengan HTI runtuh pada puncaknya ketika KH Hayim Asyari menfatwakan Resolusi Jihad pada 22 okt 1945. Hadratussyekh Hasyim Asyari memfatwakan wajib membela tanah air (bukan membela agama) kepada masyarakat Surabaya dan sekitarnya pada radius 94 kilometer. Silakan pelajari latar belakang Resolusi Jihad NU. Di situ kita dapat melihat tingginnya nasionalisme dan patriotisme dalam diri Hadratussyekh Rais Akbar KH Hasyim Asyari yang tidak ada sama sekali dalam visi dan tradisi HT(I).

Penulis adalah aktivis NU Kultural; alumni Pondok Pesantren Darullughah Wal Karomah, Probolinggo, Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba, Ubudiyah, RMI NU Ustadz Felix Siaw

Sabtu, 14 Mei 2016

Ditutup Hari Ini, Juara Umum MTQ Nasional Akan Raih Piala Presiden

Mataram, Ustadz Felix Siaw. Perhelatan MTQ Nasional XXVI tahun 2016 di Kota Mataram, NTB akan ditutup Sabtu (6/8) malam ini waktu setempat. Dijadualkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan menutup acara ini secara resmi didampingi Gubernur NTB, Ketua DPRD, dan beberapa Bupati di lingkungan Provinsi NTB.?

Seremonial penutupan akan dimulai pada pukul 19.30 WITA di Arena Utama, Astaka Islamic Center, Kota Mataram. Dalam kesempatan itu, akan diumumkan hasil kejuaraan, berupa pembacaan keputusan tentang pawai taaruf dan pembacaan keputusan Dewan Hakim MTQN XXVI tentang para juara. Pengumuman akan disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Hakim.

Ditutup Hari Ini, Juara Umum MTQ Nasional Akan Raih Piala Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)
Ditutup Hari Ini, Juara Umum MTQ Nasional Akan Raih Piala Presiden (Sumber Gambar : Nu Online)

Ditutup Hari Ini, Juara Umum MTQ Nasional Akan Raih Piala Presiden

Menteri Agama, sebagaimana melalui siaran pers Kemenag RI, bersama Gubernur NTB akan menyerahkan penghargaan, didampingi para pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Seluruh juara lomba akan mendapatkan uang pembinaan.?

Menteri Agama juga akan menyerahkan piala bergilir Presiden RI kepada juara umum MTQN XXVI dan menandatangani prasasti MTQ Nasional XXVI tahun 2016. Selanjutnya, Gubernur NTB akan menyerahkan bendera MTQ kepada Ketua LPTQ nasional, untuk selanjutnya diserahkan kepada Tuan Rumah MTQN XXVII tahun 2018.

Ustadz Felix Siaw

Evaluasi MTQ

Dirjen Bimas Islam Machasin menjelaskan, perhelatan MTQN XXVI secara umum telah berjalan dengan baik. Ada beberapa indikator yang menunjukan hal tersebut. Pertama, proses pendaftaran peserta melalui e-MTQ memberi dampak besar bagi kelancaran proses validasi peserta dan input database. Seluruh proses pendaftaran dan verifikasi terekam dan tersimpan sebagai database.

Kedua, pelaksanaan musabaqah/lomba berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh perangkat, seperti dewan hakim, panitera, dan panitia, telah menuntaskan tugasnya secara baik. Proses musabaqah telah menyelesaikan babak final pada Sabtu, (6/8) pukul 03.00 WITA.?

Ketiga, partisipasi publik yang sangat besar. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme masyarakat untuk menyemarakkan even dua tahunan ini. Kerjasama yang baik antar semua pihak demi suksesnya MTQN XXVI ini telah memberi peran besar.?

Meski demikian, gelaran MTQN XXVI ini juga tidak luput dari sejumlah catatan dan untuk perbaikan ke depan, Kementerian Agama bersama LPTQ Nasional telah menyiapkan sejumlah langkah, antara lain:

Ustadz Felix Siaw

Pertama, melakukan pembinaan pada LPTQ Provinsi dalam rangka penguatan sistem dan perangkat penyelenggaraan MTQ di daerah masing-masing. Ke depan, penggunaan e-MTQ diharapkan juga dapat diterapkan di daerah.

Kedua, melakukan pembinaan kepada para juara agar dapat dikirim ke level internasional, khususnya untuk cabang tilawah dan hidfzil Qur’an.?

Ketiga, melakukan perbaikan sistem dan perangkat musabaqah untuk pelaksanaan MTQN XXVII tahun 2018. Penguatan sistem, peningkatan profesionalistas parangkat pertandingan/musabaqah, dan infrastruktur akan menjadi catatan penting perbaikan.?

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin selaku Ketua Umum Pelaksana Daerah menyampaikan persiapan penutupan MTQN yang akan digelar nanti malam di area Islamic Center. "Alhamdulillah kita telah laksanakan MTQ Nasional yang ke-26 sesuai dengan pedoman dari Kemenag dan referensi dari MTQN sebelumnya di batam. Saya atas nama Pemerintah Provinsi berharap untuk kedepannya event ini dapat dilaksanakan dengan lebih baik lagi,” harapnya.

Wagub menyampaikan terimakasih atas atensi pers dan semua pihak yang telah membantu Pemprov NTB sehingga pagelaran acara ini berjalan sukses dan lancar. Harapan Wagub, NTB tidak hanya sukses sebagai tuan rumah penyelenggaraan saja, tetapi juga sukses secara prestasi dan ekonomi.?

"Saya harap even ini juga mampu mensukseskan masyarakat secara ekonomi karena kita tahu, banyak khafilah dari luar NTB yang hadir dsini. Tidak hanya mengikuti kompetisi ini, tapi mereka juga melancong ke destinasi-destinasi pariwisata di daerah kita," pungkas Wagub.

MTQN XXVI telah berjalan dengan baik. Seluruh lomba telah dilaksanakan tanpa ada kendala berarti. Semua dalam keadaan kondusif dan terkendali. Seluruh perangkat MTQ, khususnya dewan hakim dan panitera, telah melaksanakan tugas secara baik dan profesional. Kementerian Agama mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja keras mensukseskan penyelenggaraan MTQN XXVI tahun 2016. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Khutbah, Hadits Ustadz Felix Siaw