Sabtu, 30 Desember 2017

Awasi Anak dalam Berinternet

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Orangtua sebaiknya tetap mengawasi anaknya dalam berInternet karena menurut survei satu dari lima orangtua telah kehilangan uang dan data penting personal akibat aktivitas anak di dunia maya yang tidak terawasi.

Awasi Anak dalam Berinternet (Sumber Gambar : Nu Online)
Awasi Anak dalam Berinternet (Sumber Gambar : Nu Online)

Awasi Anak dalam Berinternet

Bukan hanya itu, menurut survei oleh B2B International dan Kaspersky Lab, 11 persen orangtua melaporkan bahwa anaknya telah mengakses konten tidak pantas ketika berinternet.

"Internet adalah sumber penting bagi pendidikan dan hiburan, namun sekaligus penuh dengan berbagai ancaman berbahaya bagi anak-anak," kata Kaspersky Lab dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat.

Ustadz Felix Siaw

Dalam survei itu, 7 persen responden memiliki bukti bahwa anak-anak mereka berhubungan dengan orang asing, 10 persen responden melaporkan anak-anaknya tidak sengaja menghapus data penting orang tua dari komputer, dan 5 persen mengaku anaknya telah membagi data itu kepada orang lain.

Ustadz Felix Siaw

Jumlah responden yang sama mengaku kaget menemui jumlah tagihan pembelian online setelah anak-anaknya mendapatkan akses ke akun App store mereka.

Dan secara total, 18 responden keluarga mengaku mengalami kehilangan finansial dan data penting karena kegiatan Internet anak-anaknya.

Guna meminimalisasi kerugian-kerugian itu, Kaspersky menyarankan agar orangtua mengawasi anaknya dalam mengakses Internet di antaranya dengan Parental Control yang biasanya disertakan dalam perangkat lunak keamanan Internet, seperti Kaspersky Internet Security.

Fungsi Parental Control memberikan cara yang ramah keluarga untuk melindungi anak-anak di dunia maya. Dengan Parental Control orangtua bisa memblokir situs-situs dengan konten yang tak pantas untuk anak-anak dan menghapusnya dari hasil pencarian serta membatasi informasi yang bisa diunggah ke jejaring sosial. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Quote, Nusantara, Anti Hoax Ustadz Felix Siaw

Barokah Tangan Pak Kiai

Seorang santri di suatu pondok pesantren belajar mengaji Al-Qur’an kepada pak kiai. Saat itu baru surat Al-Fatihah yang dibacanya.

Ayat 1-5 dibacanya dengan lancar tanpa kendala. Ketika sampai pada ayat ke-6 yaitu kalimat ‘Ihdinassyiratal Mustaqim,’ santri salah melafalkan.

Saat itu santri mengucap ‘Ihdinassyiratal Mustaghim.’  Pak kiai pun membetulkan dengan lafal yang benar yaitu mustaqim, pakai huruf ‘qaf’ bukan ‘ghain’ tegas kiai. Tetapi tetap saja santri salah melafalkan.

Yang seharusnya dibaca ‘qaf’ malah di baca ‘ghain’ Hingga beberapa kali santri itu salah melafalkan sampai pak kiai pun geram dan naik darah.

Barokah Tangan Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Barokah Tangan Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Barokah Tangan Pak Kiai

Ahirnya pak kiai pun menjewer telinga santri. Santri pun sontak mengucap saqit, saqit, saqit. Akhirnya santri pun dapat melafalkan kalimat ‘Ihdinassyiratal Mustaqim’ dengan baik dan benar sampai ayat ke-7.

 

Muhlisin, Santri asal Pati Jawa tengah, tinggal di Yogyakarta

Ustadz Felix Siaw

 

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Lomba, Cerita Ustadz Felix Siaw

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro

Solo, Ustadz Felix Siaw. Menjelang pergantian tahun Hijriah dan Saka, Keraton Kasunanan Surakarta menggelar prosesi Slametan Mapag Suro, Senin (20/10). Acara yang dihadiri sejumlah tokoh dari lintas agama tersebut dipusatkan di Titik Nol Kota Solo, Tugu Pemandengan.

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro (Sumber Gambar : Nu Online)
Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro (Sumber Gambar : Nu Online)

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro

“Kami ingin mengambil spirit dari titik nol ini agar ke depan bisa menghasilkan masyarakat yang lebih baik,” terang Budayawan Ronggojati yang turut dalam acara tersebut.

Prosesi slametan diawali dengan pembacaan doa dan Sholawat Sultan Agungan yang dibaca tujuh ulama keraton. Dilanjut dengan pembacaan Kidungan Dhandanggula yang berisi permohonan meminta keselamatan. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng berwarna merah, putih, kuning dan hitam.

Ustadz Felix Siaw

“Kami mencoba menghayati bulan (penanggalan,-red) yang diciptakan Sultan Agung pada 1633 silam. Bulan ini perpaduan Saka dan Hijriah. Dari situ kami memaknai Sultan Agung sejak zaman dahulu sudah mengajarkan nilai keberagaman dalam kebudayaan,” ungkap budayawan Suprapto Suryodarmo.

Ustadz Felix Siaw

Suprapto menambahkan atas semangat ini pula, panitia berinisiatif untuk mengadakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Sura Bulan Kebudayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw News Ustadz Felix Siaw

Ulama Pamekasan Dorong Perbaikan Pembangunan Infrastruktur

Pamekasan, Ustadz Felix Siaw

Adanya keterlambatan pengerjaan proyek infastruktur dan hasilnya dengan kualitas yang buruk, membuat ulama di Kabupaten Pamekasan ingin ada penilaian khusus terhadap perusahaan yang mengerjakannya agar bekerja dengan baik dan tepat waktu. Atau, tidak lagi diberi kesempatan mengerjakan proyek-proyek infrastruktur milik Pemkab Pamekasan. 

Ulama Pamekasan Dorong Perbaikan Pembangunan Infrastruktur (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Pamekasan Dorong Perbaikan Pembangunan Infrastruktur (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Pamekasan Dorong Perbaikan Pembangunan Infrastruktur

Pengasuh Pesantren Riyadus Sholihin Pamekasan KH Abd Ghaffar menegaskan, tahun ini ditemukan ada beberapa pengerjaan infrastruktur yang kualitasnya belum maksimal. Terdapat pula sejumlah proyek yang pengerjaannya melewati batas waktu dalam kontrak. Menurutnya, penegasan tentang sanksi kepada rekanan, harus dimulai tahun ini.

"Beberapa kegiatan fisik di Pamekasan tahun lalu ada yang ditemukan melewati batas waktu. Ada pula yang kualitasnya buruk. Dinas masing-masing pengguna anggaran harus berani merekomendasikan sanksi bagi perusahaan atau rekanan yang nakal-nakal itu," tekan Kiai Ghaffar yang juga dosen di beberapa kampus di Kabupaten Pamekasan, Senin (8/2/2016).

Kecuali, sambung Kiai Ghaffar, bagi rekanan yang punya itikad baik memperbaiki hasil pekerjaannya yang kualitasnya buruk. Bagi rekanan yang tidak punya itikad baik, harus ada rekomendasi sanksi berupa catatan merah dan tidak menerima rekanan tersebut dalam mengerjakan proyek fisik Pemkab Pamekasan.

Ustadz Felix Siaw

Beberapa contoh kegiatan yang sampai saat ini belum rampung pengerjaannya adalah pembangunan kantor Bappeda Pamekasan dan pembangunan lanjutan Sport Center. Pembangunan Sport Center berupa penyediaan rumput lapangan stadion sempat mengalami keterlambatan karena melewati batas waktu dalam kontrak.

Proyek rumput stadion itu dikerjakan oleh PT Pembangunan Makmur Santoso dengan harga terkoreksi sebesar Rp 6.470.486.000. Sesuai kontrak, batas waktu pengerjaannya berakhir pada tanggal 20 Desember lalu, namun sempat melewati batas waktu. Rekanan yang juga pernah terlambat dalam pengerjaan box culvert pada tahun 2014 itu, akhirnya dikenai denda 1/1000 perhari dari nilai kontrak. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Doa Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Mahasiswa Unhasy Ngaji Kitab Mbah Hasyim Selama Ramadhan

Jombang, Ustadz Felix Siaw

Sejumlah mahasiswa Universitas Hasyim Asyari (Unhasy) Tebuireng, Kabupaten Jombang mendalami materi Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) an-Nahdliyah di bulan Ramadhan ini.

Sebagai panduan kajian, mereka memilih salah satu literatur? klasik karya Hadratussyekh Muhammad Hasyim Asyari, yaitu "Risalah Ahlissunnah wal Jamaah" yang diampu H Jauhari, sejak pukul 08.00-10.00 WIB.

Mahasiswa Unhasy Ngaji Kitab Mbah Hasyim Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Unhasy Ngaji Kitab Mbah Hasyim Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Unhasy Ngaji Kitab Mbah Hasyim Selama Ramadhan

"Adanya kajian kitab ini, merupakan bentuk konkret dari moto kampus sendiri, yakni “the real university of pesantren and entrepreneurship," kata salah satu mahasiswa Unhasy, Ali Makshum, Sabtu (11/6).

Ustadz Felix Siaw

Kegiatan yang dipusatkan di kampus setempat itu sudah berjalan sejak tanggal 7 Juni sampai 21 Juni 2016. Puluhan mahasiswa di setiap harinya memenuhi ruangan yang disediakan hingga usai kegiatan. Selain itu, di sore hari sekitar pukul 15.30 - 17.00 WIB dilanjutkan kajian kitab yang berbeda oleh KH A Mustain Syafiie.

Ustadz Felix Siaw

"Pengajian ini terbuka untuk umum. Silahkan hadir langsung. Dan disiarkan langsung di FM 105,3 Suara Tebuireng Radionya Santri," ujarnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sholawat, AlaNu, Internasional Ustadz Felix Siaw

KH Malik Madani: Islam, Agama Cinta Damai

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Islam berkait dengan kata salam, as-silmu, as-salmu, dan as-salam yang semuanya mengacu pada pengertian keselamatan dan kedamaian.

Islam juga masuk ke Nusantara ini, khususnya ke Jawa, dengan cara-cara yang damai, dan itu sesuai dengan karakteristik dan jatidiri agama Islam.

KH Malik Madani: Islam, Agama Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Malik Madani: Islam, Agama Cinta Damai (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Malik Madani: Islam, Agama Cinta Damai

Di samping itu Islam juga mengacu pada pengertian kepasrahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT, dan pada aturan-aturan yang digariskan oleh Allah SWT.?

Ustadz Felix Siaw

Demikian dijelaskan oleh KH A. Malik Madani, Katib Aam PBNU, dalam acara Mujahadah dan Semaan al-Quran dalam rangka Tasyakuran Ulang Tahun Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang ke-266 di Pagelaran Kraton Ngayogyokarto, Selasa (9/4) lalu.

Kiai Malik juga menjelaskan bahwa antara Kraton dengan Islam mempunyai hubungan yang tak terpisahkan satu sama lain. Islam dapat hidup berdampingan dengan damai, bahkan dengan harmonis dengan budaya dan nilai-nilai masyarakat Jawa.

Ustadz Felix Siaw

“Di Nusantara, khususnya di Jawa, Islam telah menunjukkan dirinya sebagai agama perdamaian, din as-salamah, agama yang cinta pada perdamian, bukan agama yang garang, sangar. Itulah yang diajarkan oleh para ulama Nusantara di langgar-langgar, seperti yang diajarkan baginda Rasulillah SAW.” tegasnya.?

Lebih lanjut Kiai Malik menegaskan bahwa para ulama mengatakan, uluk salam, walaupun mengucapkan salam hukumnya sunnah, tetapi menjawabnya adalah wajib. Ucapan salam adalah konteksnya untuk mendatangkan perdamaian. Namun, ucapan salam itu tidak cukup diucapkan secara lisan semata, tapi perlu dihayati dengan seksama dalam sanubari.

“Karena selama ini kita banyak menyalahgunakan ucapan salam hanya seperti mengucapkan jampi-jampi tidak kita hayati dalam batin kita. Sehingga, tidak salah almagfurlah KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah berpendapat untuk menggantikan ucapan salam dengan ‘selamat pagi’ atau ‘selamat sore’. Upaya Gus Dur itu merupakan otokritik kepada kita yang hanya menjadikan ucapan salam sebagai jampi-jampi, dan tidak dihayati sebagai manifestasi perdamaian,” lanjutnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim-Suhendra

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Budaya, Sholawat Ustadz Felix Siaw

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Menimbun Barang Dagangan dalam Kitab Ihya Ulumiddin

Ustadz Felix Siaw Nahdlatul Ulama, Budaya Ustadz Felix Siaw

Jumat, 29 Desember 2017

Pesantren Al-Amin Putri Mojokerto Latih para Calon Jurnalis

Mojokerto, Ustadz Felix Siaw. Pondok Pesantren al-Amin Putri Mojokerto mengkader calon-calon jurnalis masa depan melalui seminar jurnalistik, Ahad (19/4) kemarin di musholla lantai 2 pesantren tersebut. Kesadaran terhadap pentingnya bidang jurnalistik memang semakin dirasakan kaum santri.

Kegiatan yang diadakan oleh Unit Kegiatan Santri (UKS) Jurnalistik Pesantren al-Amin Putri tersebut mendapatkan dukungan baik dari santri, para tutor dan ustadzah. Tujuan dari kegiatan seminar jurnalistik ini agar santri dapat lebih mengenal sekaligus lebih mencintai dunia tulis-menulis.

Pesantren Al-Amin Putri Mojokerto Latih para Calon Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Amin Putri Mojokerto Latih para Calon Jurnalis (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Amin Putri Mojokerto Latih para Calon Jurnalis

Pemateri yang dihadirkan kali ini adalah M. Abror Rosyidin, Pemimpin Redaksi Tebuireng Online.

Ustadz Felix Siaw

Muthmainatul Mufidah, ketua panitia seminar jurnalis menuturkan kegiatan ini berangkat dari kebutuhan pesantren terhadap para calon jurnalis.

Ustadz Felix Siaw

"Kami, panitia ingin menumbuhkan minat santri dalam dunia tulis-menulis, dan saya pribadi mengharapkan untuk UKS Jurnalistik kedepannya agar lebih ditingkatkan kualitasnya,” katanya.

Ketua UKS Pesantren al-Amin Putri 2014/2015 , Rifdah Awaliyah Zuhro mengatakan kegiatan ini adalah salah satu program kerja UKS yang khusus menitikberatkan pada dunia tulis-menulis.

"Kita berusaha merealisasikan setiap program dengan langkah nyata, ya contohnya kegiatan Seminar Jurnalistik ini," ungkap Rifdah. Dia juga mengatakan bahwa pengurus UKS akan terus mengawal jalannya kegiatan pengembangan minat dan bakat santri.

"Menulis berita itu adalah pekerjaan mulia jika memberikan dampak positif bagi pembaca. Jadi jangan merasa sia-sia belajar jurnalistik," terang Abror yang juga alumni Pesantren al-Amin angkatan ke-7 ini.

Selain itu, Abror menyampaikan bahwa pewarta tidak boleh berbohong. "Wartawan atau reporter adalah manusia-manusia yang objektif dan jujur, berbicara sesuai data, kalau keluar dari data ya itu penggosip," tambahnya disambut tawa 50 peserta.

Abror juga menerangkan jika berita yang sukses adalah berita yang memberikan dampat nyata bagi pembaca.

"Berita yang dibaca tapi tidak berdampak pada pembaca adalah semi gagal. Yang dibaca hanya paragraf pertama saja adalah gagal karena leadnya (teras berita, red) jelek, lebih parah lagi sampai judul aja udah nggak narik sama sekali," terang lelaki asli Mojokerto tersebut. Oleh karena itu Abror sangat menekankan penulisan bagian teras berita atau lead agar lebih manarik.

Selain materi, para peserta juga diberikan tugas wawancara dan menulisnya dalam sebuah berita. "Praktek lebih penting dari pada teori", ujar Mahasiswa Mahad Aly Tebuireng tersebut.

Hasil praktek tersebut dinilai dan ditentukan siapa terbaik pertama dan kedua. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan stimulus semangat para peserta dalam dunia tulis-menulis. Terbaik pertama diraih oleh kelompok 7, terbaik ke dua diraih oleh kelompok 3. (Mufidah-Dila/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Syariah, Sejarah, Makam Ustadz Felix Siaw

Soal Pesta Seks di Surga, Mahfud MD: Saya Risih Dengar Dakwah Begitu

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Mantan Menteri Pertahanan di era Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Mohammad Mahfud MD merasa risih usai melihat cuplikan cermah Ustadz Syam. Mahfud menilai isi cermah yang disampaikan dai asal Kota Makassar itu tidak bermanfaat. Dia justru merasa aneh jika orang bisa bertaqwa lantaran dijanjikan pesta seks.

"Menurut saya isi ceramah seperti itu tak ada manfaatnya, mengasumsikan bahwa orang bisa bertaqwa kalau dijanjiin pesta seks di surga. Saya risih ada dakwah begitu," kata Mahfud membalas pengikut twitternya yang meminta tanggapan terkait video itu.

Soal Pesta Seks di Surga, Mahfud MD: Saya Risih Dengar Dakwah Begitu (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pesta Seks di Surga, Mahfud MD: Saya Risih Dengar Dakwah Begitu (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pesta Seks di Surga, Mahfud MD: Saya Risih Dengar Dakwah Begitu

Ustadz bernama lengkap Syamsuddin Nur Makka yang pengisi acara dakwah "Islam itu Indah" di stasiun televisi Trans TV ini dikecam lantaran melontarkan ucapan senonoh dan terkesan melecehkan ajaran Islam.?

Dalam ceramahnya pada siaran Islam itu Indah, Sabtu (15/7), dai muda ini menjelaskan jika satu di antara kenikmatan bagi penghuni surga adalah adanya "pesta seks" karena nafsu seks selama di dunia harus dikendalikan.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

"Salah satu nikmat yang ada di surga adalah pesta seks. Minta maaf, karena inilah yang kita tahan-tahan di dunia. Inilah yang kita tahan-tahan di dunia dan kenikmatan terbesar yang diberikan Allah SWT di surga adalah pesta seks," demikian kata Ustadz Syam di hadapan para jamaah yang mayoritas kaum perempuan.

Mahfud yang juga mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini meminta semua stasiun televisi memiliki tim yang mengerti soal agama dan mampu menentukan narasumber maupun tema yang baik.

"Sy sarankan semua stasiun TV punya Tim yg kuat dan paham agama dlm program dakwah di TV. Ya, agar bisa memilih narasumber dan topik yg baik," kata Mahfud melalui akun twetter pribadinya @mohmahfudmd. (Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara, Santri Ustadz Felix Siaw

Muslimat NU Bojonegoro Bentuk Laskar Anti Narkoba

Bojonegoro, Ustadz Felix Siaw

Keseriusan NU di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, untuk mendukung pemerintah dalam memberantas narkoba ditunjukkan Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro. Salah satunya dengan membentuk Laskar Anti Narkoba sebagai garda depan pencegahan dan penanggulangan obat terlarang itu di kabupaten berjuluk “Kota Ledre” itu.

Muslimat NU Bojonegoro Bentuk Laskar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Bojonegoro Bentuk Laskar Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Bojonegoro Bentuk Laskar Anti Narkoba

Laskah Anti Narkoba PC Muslimat NU dideklarasikan di ruang Paripurna DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (4/1) dan diikuti pengurus Muslimat NU dari tingkat cabang dan anak cabang. Turut hadir Bupati Bojonegoro Suyoto, Kapolres Bojonegoro AKBP Wahyu Sri Bintoro, Ketua DPRD Mitroatin dan wakil ketua DPRD setempat Sunjani.

Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Bojonegoro Ririn Muktamiroh mengatakan, Muslimat NU menyerukan pesan kewaspadaan yang harus dibangun untuk mengantisipasi bahaya narkoba di mana pun berada.

Ustadz Felix Siaw

"Menyampaikan di setiap forum dan pengajian terkait bahaya narkoba. Jadi, kalau membangun karakter bangsa, kita harus sehat lahir dan batin. Jangan sampai mencoba narkoba," terangnya.

Sedangkan Bupati Bojonegoro Suyoto menyampaikan bahwa salah satu faktor yang melatarbelakangi konsumsi narkoba adalah karena sifat manusia yang ingin selalu bahagia. Hanya saja penggunaan narkoba merupakan cara yang salah.

Ustadz Felix Siaw

"Untuk itu tugas orang tua membuat anak-anak kita menjadi trampil dan membuat bahagia dengan cara kerohanian, spiritualitas, dan dzikir. Tidak perlu menggunakan ekstasi," jelasnya. (M. Yazid/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Amalan Ustadz Felix Siaw

IAI-Bafa Berikan Beasiswa Seluruh Kader IPNU-IPPNU

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jombang  telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Agama Islam Bani Fattah (IAI-Bafa) Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, terkait program beasiswa.

Dalam nota kesepahaman yang memuat tanda tangan langsung Rektor IAI-Bafa Abdul Kholiq ini, kader-kader IPNU-IPPNU se-Kabupaten Jombang yang ingin melanjutkan IAI-Bafa Tambak Beras akan mendapatkan beasiswa pendidikan. Prosesi penandatanganan dilakukan Sabtu (12/9).

IAI-Bafa Berikan Beasiswa Seluruh Kader IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
IAI-Bafa Berikan Beasiswa Seluruh Kader IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

IAI-Bafa Berikan Beasiswa Seluruh Kader IPNU-IPPNU

Abdul Rosyid selaku Ketua PC IPNU Jombang mengatakan,  di samping membantu pelajar yang ingin kuliah, beasiswa ini diberikan dalam rangka memberdayakan para pelajar, siswa, dan santri.

Ustadz Felix Siaw

Kampus IAI-Bafa memiliki Fakultas Tarbiyah, yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), dan Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Ustadz Felix Siaw

Ada juga Fakultas Syariah, yang meliputi Program Studi Ahwalus Syahsiyah (AS) dan Program Studi Ekonomi Syariah (ES); serta Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari Program Studi Perbandingan Agama dan Program Studi Tafsir Hadits, Program Studi Tafsir Hadits, dan Program Studi Ilmu Hadits (IH).

“Bentuk beasiswa terdiri dari Uang Dana Her registrasi 50 persen dan Uang Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) selama 8 semester 50 persen,” tutur Rosyid.

Sejumlah syarat pendaftaran adalah sebagai berikut:

1. Mengisi Formulir Khusus (Program Beasiswa).

2. Fotokopi ijazah SMK/MA/SMA/SMK/PGA/D2 dilegalisir sebanyak 2 lembar.

3. Pas foto ukuran 4 x 6 berwarna sebanyak 5 lembar.

4. Surat rekomendasi kepala madrasah/sekolah.

5. Surat rekomendasi PC IPNU-IPPNU Jombang

6. Fotokopi sertifikat pelatihan IPNU-IPPNU dari semua tingkatan (Makesta/Lakmud/Lakut/Diklatama/Latpel)

7. Membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 100.000.

Pengambilan dan pengumpulan formulir pendaftaran dapat dilakukan di Kantor PC IPNU-IPPNU Kabupaten Jombang (Jalan Gatot Subroto Nomor 4 Jelakombo, Jombang 61412, Telp. 0321-861435). Pendaftaran dibuka hingga 5 Oktober 2015. Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat menghubungi M Arifuddin Muzakki (PC IPNU Jombang/081333768694) atau Abdul Basid (Ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa/Kantor IAI-Bafa). (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaNu Ustadz Felix Siaw

Kamis, 28 Desember 2017

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

Ponorogo, Ustadz Felix Siaw. Sebanyak 46 pengurus Pimpinan Anak Cabang GP Ansor sekabupaten Ponorogo terlibat dalam Pelatihan Kepemimpinan Dasar di pesantren asuhan KH Syamsuddin Durisawo, Ponorogo. Selama tiga hari, mereka mengkaji semua materi kepemimpinan sesuai kurikulum dasar peraturan organisasi dan materi pendalaman secara khusus.

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Anak Cabang Ansor Se-Ponorogo Ikuti PKD “Plus”

Ketua GP Ansor Ponorogo Idam Musthofa menyebut pelatihan ini dengan “PKD Plus”. Karena, selain materi PKD yang telah tersusun dalam kurikulum tuntutan organisasi GP Ansor perihal sistem kaderisasi, pihak penyelenggara menambahkan sesi penguatan setiap materi yang diarahkan pada penyusunan strategi perekrutan anggota melalui analisa konteks.

“Di PKD ini, peseta diajak mengamati kondisi kaderisasi saat ini sekaligus menyusun strategi membenahi kekurangannya. Selain itu, peserta juga diberi wawasan dan praktik menganalisa komponen endogen dan eksogen yang akan disapa sebagai jaringan pengembangan kader,” kata Idam.

Ustadz Felix Siaw

Pelatihan berlangsung selama 3 hari, Jum’at-Ahad (12-14/12). Kesempatan ini merupakan PKD angkatan kedua pada masa khidmat 2013-2017. Pengurus GP Ansor Ponorogo mewajibkan mereka yang belum pernah mengikuti PKD untuk terlibat di dalamnya dalam rangka menjamin kualitas kaderisasi di lingkungan GP Ansor Ponorogo.

“Kami akan mewajibkan semua PAC mengadakan PKD,” tandas Idam. (Desi Ayu/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw Ulama, Pemurnian Aqidah, Cerita Ustadz Felix Siaw

Pendidikan Agama Harus Ciptakan Lulusan Berkualitas

Kudus, Ustadz Felix Siaw. Ketua PWNU Jawa Tengah H. Muhammad Adnan mengatakan, di tengah situasi kompetisi global, lembaga pendidikan agama (LPA) harus menciptakan lulusan yang berkualitas. Untuk memnuhi itu, harus memiliki tiga standar kualitas. Tiga stanadar itu adalah mutu kelulusan, mutu proses pembelajaran, serta mutu layanan dan lingkungan pendidikan.

Dijelaskan Adnan, mutu lulusan adalah, lembaga pendidikan agama harus berusaha menghasilkan lulusan yang berkualitas dan memiliki kompetensi tinggi di bidangnya. Sementara mutu proses pembelajaran, harus didukung  soft dan hardskill dari para tenaga pendidik dan fasilitas memadai dan mendukung.

Pendidikan Agama Harus Ciptakan Lulusan Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Agama Harus Ciptakan Lulusan Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Agama Harus Ciptakan Lulusan Berkualitas

“Sementara mutu layanan dan lingkungan pendidikan menjadi sebuah kondisi yang menyebabkan peserta didik nyaman dan terlayani kebutuhan akademik,” terangnya di depan peserta yang sebagian besar kepala madrasah dan pondok pesantren se-Kudus. Kegiatan itu dikemas dalam halaqah keagamaan yang diadakan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kudus, di gedung Rektoriat I, Selasa (7/5).

Untuk menuju ke arah itu, kata dia, umat Islam memiliki modal ideoligis dan sosiologis sehingga semuanya tergantung sejauh mana memanfaatkannya, “Harus diakui, umat Islam Indonesia sangat terlambat mengantisipasi global competiive khususnya dilihat dari indikator pendidikan. Meski begitu, lebih baik terlambat daripada tidakmelakukan sama sekali,” tambahnya.

Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

Diterangkannya, tingkat kemajuan sebuah bangsa tidak lagi hanya diukur dari gross domestic produck (GDP) atau ukuran ukuran ekonomi makro, akan tetapi menggunakan ukuran yang lebih luas yaitu lima indikator; pendidikan, kesehatan, kualitas hidup, daya saing ekonomi, dan lingkungan politik.

“Di sektor pendidikan, kita bisa menggunakan ukuran seberapa banyak karya tulis berupa buku yang diterbitkan. Buku merupakan indikator peradaban suatu bangsa,” tandas Adnan.

Bangsa Jepang, kata Adnan mencotohkan, adalah bangsa pembelajar yang baik dan melakukannya seperti ibadah.  Di negara itu, persaingan sangat ketat sehingga dikenal jam belajar tambahan (juku) dan peran ibu dalam mendampingi anak belajar  (kyoiku mama).

“Berbeda Indonesia, ada rapat sekolah diliburkan dan siswanya senangnya bukan main. Meski kadang rapatnya batal, tetap saja libur,” ucapnya bercanda.

Di akhir ceramahnya, Adnan mendorong pengelola madrasah untuk memperbanyak buku-buku perpustakaan sebagai upaya meningkatkan minat baca.

Selain Ketua PWNU Jateng, pembicara halaqah lainnya ketua Umum PB Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII H. Arief Mudatsir Mandan. Pada kesempatan itu, Arief berbicara mengembangkan kader muslim dalam perspektif politik.

Redaktur         : Abdullah Alawi

Kontributor     : Qomarul Adib

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Jadwal Kajian, Daerah, Warta Ustadz Felix Siaw

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Demak, Ustadz Felix Siaw. Senin siang (1/6) Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Pluit Jakarta Utara bersilaturrahmi ke Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 50 Jama’ah, rombongan ini dipimpin oleh KH Endang Badarahman.?

Dalam sambutannya KH Syarif menyampaikan kegiatan silaturrahmi ini merupakan rangkaian agenda ziarah ke Waliyullah, yakni di Sunan Kalijaga Kadilangu Demak, Sunan Kudus, serta Sunan Muria. Ia juga menyampaikan kegiatan ini penting dilakukan untuk mengenalkan sekaligus meneladani para Wali Allah kepada para jama’ah.?

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)
Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen (Sumber Gambar : Nu Online)

Majlis Ta’lim Al Mukhlisin Jakarta Silaturrahmi di Pesantren Futuhiyyah Mranggen

Kegiatan silaturrahmi ini diterima langsung oleh KH Muhammad Hanif Muslih, selaku pengasuh Pesantren Futuhiyyah dengan didampingi H Ahmad Faizurrahman Hanif selaku wakil pengasuh Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak.

Ustadz Felix Siaw

Kegiatan silaturrahmi dilaksanakan di Aula Pesantren dengan agenda acara pembukaan, sambutan oleh pimpinan Majlis Ta’lim Al Mukhlisin, dan sambutan sekaligus Washiyat serta ditutup dengan do’a oleh KH Muhammad Hanif Muslih.

KH Muhammad Hanif Muslih berwasiat untuk senantiasa melestarikan amalan-amalan para ulama terdahulu, terutama ala Ahlussunnah wal Jama’ah, diantaranya adalah amalan ziarah kubur, dzikir kepada Allah, serta amalan-amalan lain yang sudah diajarkan oleh para ulama terdahulu.?

Ustadz Felix Siaw

“Walaupun sekarang banyak faham yang tidak suka terhadap amalan-amalan tersebut, bahkan ada yang mengklaim bahwa amalan-amalan tersebut termasuk bid’ah, bahkan juga ada yang mengklaim termasuk amalan yang syirik,” terang KH Hanif. (abdus shomad/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw News, Khutbah Ustadz Felix Siaw

Santri Digoda Setan Kelas Santri

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. KH. Henry Sutopo mengatakan, Iblis mendapat kewenangan menggoda anak keturunan Adam. Ia menggoda manusia sesuai dengan kedudukan.

“Kalau santri, ya yang menggoda setannya kelas santri. Kalau kiai, yang menggoda setannya juga kelas kiai.” 

Santri Digoda Setan Kelas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Digoda Setan Kelas Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Digoda Setan Kelas Santri

Ia menyampaikan hal itu pada pengajian menjelang buka bersama puasa arafah di masjid Yasayan Kodama (Korps Dakwah Mahasiwa) Yogyakarta, Senin (14/10).

Ustadz Felix Siaw

Di akhir pengajian, Henry Sutopo menegaskan bahwa semua manusia itu tidak ada yang selamat dari bujuk rayu iblis, kecuali Nabi Muhammad Saw.

Ustadz Felix Siaw

“Tidak ada yang selamat dari bujuk rayu Iblis kecuali Nabi Muhammad Saw.” Pungkasnya, disambut suara adzan maghrib. 

Kegiatan tersebut, dihadiri oleh puluhan jamaah yang terdiri dari masyarakat di sekitar masjid Kodama Yogyakarta.  (Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Jadwal Kajian, PonPes, Doa Ustadz Felix Siaw

Rangkul Orang Berpaham Keras, Kenalkan Esensi Agama!

Yogyakarta, Ustadz Felix Siaw. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengajak semua pihak untuk merangkul orang-orang yang mempunyai paham? kekerasan dan pemaksaan kehendak dalam beragama untuk diberi pemahaman yang komprehensif terkait esensi ajaran agama.

Rangkul Orang Berpaham Keras, Kenalkan Esensi Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)
Rangkul Orang Berpaham Keras, Kenalkan Esensi Agama! (Sumber Gambar : Nu Online)

Rangkul Orang Berpaham Keras, Kenalkan Esensi Agama!

Ditemui wartawan usai melayat Wagub DIY KGPAA Paku Alam IX di Puro Pakualaman, Ahad (22/11), Menag Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan pandangannya terkait paham ekstremisme yang muncul akhir-akhir ini.

Menag menuturkan bahwa Islam tidak menoleransi cara-cara pemaksaan kehendak, apalagi dengan menggunakan kekerasan dan saling menumpahkan darah antarsesama saudara. “Untuk menangkal semua itu, tidak ada pilihan lain selain membekali diri dengan pemahaman komprehensif terkait esensi ajaran Islam,” paparnya sebagaiana dilansir kemenag.go.id.

Ustadz Felix Siaw

Menag menambahkan, sekarang era globalisasi di mana revolusi teknologi informasi sangat luar biasa perkembangannya. Akibatnya, orang dengan mudah mendapat informasi yang tidak bisa difilter atau disaring, sehingga paham yang tidak sejalan dengan jati diri Islam, sekarang ada di depan mata dan sulit dicegah.

“Intinya, setiap praktik ekstremis atau memaksakan kehendak harus disikapi dengan bijak. Bagaimana kita dapat merangkul mereka, bukan memukul. Untuk kembali memahami Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” ungkap Menag. (Red: Mahbib)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa, AlaNu Ustadz Felix Siaw

Rabu, 27 Desember 2017

Rekomendasi Untuk Pesantren Zaman Now

Tangerang Selatan, Ustadz Felix Siaw. Pesantren adalah solusi,” demikian dipungkasi Ahmad Romzi, penasihat AIS (Arus Informasi Santri) Nusantara dalam diskusi kepesantrenan bertajuk Pesantren Masa Depan: Bedah Formulasi Pesantren yang Adaptif dan Akomodatif bagi Santri Post-Milenial, Ahad (12/11). Acara berlangsung di ruang Aula Serbaguna Pesantren Darus-Sunnah ini merupakan rangkaian penutup dari kegiatan GEMA (Gebyar Mahad Darus-Sunnah) yang dilaksanakan sejak Kamis (9/11).

Sebagai pembuka, H. Zia Ul Haramein, Pengasuh Pesantren Darus-Sunnah, memberi pengantar tentang kesejarahan pesantren yang memiliki pondasi kuat dalam sejarah Islam.

Rekomendasi Untuk Pesantren Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)
Rekomendasi Untuk Pesantren Zaman Now (Sumber Gambar : Nu Online)

Rekomendasi Untuk Pesantren Zaman Now

“Pesantren sudah ada sejak masa Rasulullah, dengan salah satu contohnya adalah para sahabat ahlus shuffah yang tinggal di Masjid Nabawi,” terang putra al maghfurlah KH. Ali Mustafa Yaqub ini.

“Pada ahlus shuffah inilah Nabi menjalankan peran sebagai pendidik bagi mereka, dan fungsinya serupa di pesantren sekarang,” lanjut dia.

Gus Zia lebih lanjut menekankan santri di masa kini tetap perlu memerhatikan lifestyle, serta memilah mana yang merupakan budaya dan agama. Dengan tetap berpegang pada teladan Rasulullah, santri diharap dapat menjaga kepribadian saat berbaur di masyarakat.

Ustadz Felix Siaw

Lebih detail, Ahmad Romzi, menyampaikan pentingnya memahami pesantren untuk masa depan. Menurutnya, pesantren wajib bertransformasi untuk menyesuaikan zaman yang sangat cepat berkembang. Sosok yang juga menjabat sebagai Direktur Pendidikan Pesantren Al Shighor Cirebon ini menyebutkan perbedaan nilai yang harus dipahami untuk memahami tujuan pesantren di masa kini berdasarkan riset terkini tentang perilaku generasi. 

“Generasi milenial yang lahir pasca 80-an perlu membaca arah minat generasi pos milenial yang menjadi digital native dan sangat bergantung pada teknologi dan pendidikan yang interaktif,” ujar pengurus Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) NU ini.

Ciri generasi zaman posmilenial atau yang juga disebut “generasi Z” ini memiliki banyak tuntutan yang sangat berbeda dengan pendahulunya akibat pergeseran budaya akibat perkembangan teknologi. Selain itu dalam beragama, generasi posmilenial ini juga mengharapkan solusi-solusi agama yang instan.

Patut digarisbawahi juga adalah anak-anak zaman sekarang sulit untuk dididik dengan metode ceramah sebagaimana umumnya dilakukan para kiai di pesantren.

Ustadz Felix Siaw

“Pendidikan untuk santri mesti harus memerhatikan kebutuhan mereka, serta memberikan pengalaman belajar langsung baik dengan praktek, metode diskusi, maupun menggunakan perangkat audiovisual,” ungkap Gus Romzi. “Santri-santri sekarang perlu diberikan tugas yang lebih bersifat penyelesaian masalah. Metode kelompok yang lebih kecil dengan mentoring akan lebih diminati,” lanjutnya.

Sebagai rekomendasi, Gus Romzi memberikan beberapa pandangan. Pertama adalah melakukan digitalisasi sumber-sumber klasik keislaman di pesantren, disesuaikan dengan minat santri, beserta pengarahan dalam literasi digital.

Selanjutnya, pesantren sekarang diharapkan memililiki visi yang spesifik agar watak ensiklopedik generasi posmilenial bisa diarahkan pada keahlian tertentu yang akan menjadi ciri tersendiri suatu pesantren. Ia mencontohkan Pesantren Darus-Sunnah sebagai contoh pesantren yang spesifik di keilmuan hadits. “Karena orang tua sekarang tidak tunduk patuh saat memondokkan anak pada kiai pesantren, melainkan secara kritis menanyakan visi pesantren,”.

Selanjutnya adalah adalah membentuk pola mendidik santri yang memerhatikan kemampuan personal, bukan menggunakan nilai-nilai angka yang kaku. Kemampuan untuk bertahan hidup, sebut Gus Romzi, lebih penting untuk menjadi bekal santri dalam berkolaborasi.

“Guru-guru di pesantren harus lebih terbuka menerima kritik dari santri-santri generasi sekarang yang penuh keingintahuan dan tidak mudah didogma. Meskipun kitab klasik menyebutkan dengan jelas adab seorang murid terhadp guru, tapi model santri sekarang sudah berani menginterupsi kiai, serta tidak bisa santri seperti ini dihukumi sebagai pribadi yang tidak beretika,” ujarnya.

Selain forum diskusi di atas, GEMA (Gebyar Festival Ma’had) Darus-Sunnah adalah even tahunan yang diadakan oleh Pesantren Darus-Sunnah. Kegiatan ini telah memasuki tahun kedua, meliputi berbagai perlombaan seperti futsal, Musabaqah Qiraatil Kitab, debat bahasa Arab, yang menjadi media silaturahim antar pesantren mahasiswa di Ciputat dan sekitarnya. (Muhammad Iqbal Syauqi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam, Warta Ustadz Felix Siaw

Kenapa Allah Gunakan Kata Kami untuk Zat-Nya?

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Selamat siang redaksi bahtsul masail Ustadz Felix Siaw yang terhormat. Saya mau bertanya. Kenapa dalam beberapa ayat Al-Quran Allah menyebut diri-Nya dengan kata ganti “Kami”. Mohon penjelasannya? Terima kasih banyak. Wassalamu ‘alaikum wr. wb. (Abang Juri).

Kenapa Allah Gunakan Kata Kami untuk Zat-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenapa Allah Gunakan Kata Kami untuk Zat-Nya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenapa Allah Gunakan Kata Kami untuk Zat-Nya?

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya kepada kita semua. Dalam Al-Quran, Allah SWT menggunakan kata ganti mufrad atau tunggal “Dia”, “Aku”, atau “Engkau”. Tetapi adakalanya Allah SWT pada beberapa ayat menggunakan kata orang pertama jamak atau plural “Kami”.

Ustadz Felix Siaw

Untuk kata ganti pertama tunggal seperti “Huwa” atau “Anta” untuk mewakili zat-Nya, hal ini tentu sudah maklum karena semua kata ganti itu merujuk pada ketunggalan atau keesaan. Sementara kata ganti orang pertama jamak seperti “Nahnu” merujuk pada dua atau lebih entitas sehingga tidak bisa mewakili zat-Nya yang esa. Penjelasan ini tentu merujuk pada kaidah umum bahasa Arab.

Lalu bagaimana memahami fenomena penggunaan kata ganti orang pertama jamak atau plural untuk Allah? Tentu saja semua kata ganti orang pertama jamak untuk Allah ini tidak dipahami secara literal karena bertentangan dengan hukum aqal dan nash agama itu sendiri.

Ustadz Felix Siaw

Sebagai contoh penggunaan kata ganti jamak, kita dapat menemukannya antara lain pada ayat sebagai berikut. “Innâ nahnu nazzalnadz dzikra, wa innâ lahû lahâfizhûn” (Sungguh, Kami menurunkan Al-Quran. Kami juga penjaganya) atau “Nahnu narzuqukum” (Kami memberimu rezeki).

Ulama menjelaskan penggunaan kata ganti jamak orang pertama untuk Allah sebagai bentuk pengagungan diri atau sebentuk pertunjukan kuasa-Nya. Hal ini bisa dilihat ketika para ulama menjelaskan Surat Al-Baqarah ayat 34 yang berbunyi “Wa idz qulnâ lil malâ’ikatisjudû li âdama” (Dan ingat ketika Kami mengatakan kepada para malaikat, “Sujudlah kepada Adam”).

?" ?" ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kata ‘Kami katakan’, bukan ‘Aku katakan’ digunakan karena Allah membahasakan dirinya dengan kata plural atau jamak sebagai bentuk pengagungan dan penyanjungan diri,” (Lihat Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar Al-Qurthubi, Al-Jami‘ li Ahkamil Qur‘an, Mu’assasatur Risalah, Beirut, Libanon, tahun 2006 M/1427 H, juz I, halaman 433).

Penjelasan Muhammad Al-Qurthubi itu disambung dengan penjelasan serupa dari Syekh Wahbah Az-Zuhayli ketika menjelaskan ayat dan surat yang sama.

? ? ? ? ?

Artinya, “Kata ‘Ketika Kami katakan’ digunakan dengan kata jamak atau plural sebagai bentuk takzim,” (Lihat Syekh Wahbah Az-Zuhayli, At-Tafsirul Munir fil Aqidah was Syari‘ah wal Manhaj, Darul Fikr Al-Mu‘ashir, Damaskus, tahun 1418 H).

Penggunaan kata ganti orang pertama jamak juga bisa dimaksudkan untuk menunjukkan kuasa-Nya. Hal ini yang disinggung oleh Syekh Sulaiman Jamal bin Umar dalam syarahnya atas Tafsir Jalalain ketika menjelaskan Surat Al-Baqarah ayat 34 sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Kata ‘Ketika Kami katakan’ merupakan perintah dari Allah sebagai zat Yang Maha Kuasa. Allah menggunakan kata jamak atau plural untuk diri-Nya sendiri karena Dia penguasa mutlak atas segala penguasa,” (Lihat Syekh Sulaiman Jamal bin Umar, Al-Futuhatul Ilahiyah bi Taudhihi Tafsiril Jalalain lid Daqa’iqil Khafiyyah, Darul Fikr, Beirut, Libanon, tahun 2003 M/1423 H, juz I, halaman 67).

Dari pelbagai keterangan ulama di atas, kita dengan dengan jelas memahami bahwa kata “Kami” untuk Allah tidak merujuk pada zat yang plural dengan makna hakiki. Kata ganti “Kami” untuk Allah dipahami dengan makna majazi yang dimaksudkan untuk menunjukkan kuasa atau membesarkan yang bersangkutan.

Dari sini kemudian ahli tata bahasa Arab (ahli ilmu Nahwu) memaknai kata ganti “Nahnu” (Kami) yang merujuk pada satu person sebagai lil mu‘azzhim nafsah (untuk mengagungkan diri sendiri) di samping makna hakiki lil mutakallim ma‘al ghair (kata ganti orang pertama jamak atau plural).

Saran kami, bacalah Al-Quran dengan cermat. Karena di dalamnya banyak terdapat rahasia-rahasia dan maksud yang belum tersingkap. Ada juga baiknya kita mengikuti pengajian yang membacakan karya-karya tafsir para ulama. Hal ini akan sangat membantu kita dalam memahami hal-hal kebahasaan di dalam Al-Quran di samping mempelajari ilmu Nahwu sebagai patokan kaidah umum.

Demikian yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr. wb.


(Alhafiz Kurniawan)Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren Ustadz Felix Siaw

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Medan, Ustadz Felix Siaw. Wakil Ketua Umum (Waketum) Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Benny Rhamdani melakukan silaturahmi dengan pengurus Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor Pengurus Wilayah (PW) NU Sumatera Utara, Jalan Sei Batanghari Medan, Kamis (9/3). ?

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Ansor Pusat, Banom NU di Sumut Adakan Dialog Kebangsaan

Kunjungan Benny Rhamdani yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Sulawesi Utara (Sulut) itu diterima Ketua GP Ansor Sumut Mulia Banurea, Wakil Ketua Jasrul Lubis, Kamil Lubis, Bendahara El-Suhaimi, mantan Bendahara Umum Pimpinan Pusat (PP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Adrian Azhari Akbar Harahap.

Juga hadir mantan Ketua PW IPNU Sumut ? Gunawan Abdi Hasibuan, Sekretaris PW IPNU Sumut ? Aliaga Hasibuan, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sumut Bobby Dalimunthe, dan jajaran pengurus Banom NU Sumut lainnya.

Dalam silaturahmi yang dirangkai dengan dialog kebangsaan itu, Benny Rhamdani mengatakan, situasi dan kondisi bangsa saat penuh tantangan terutama dalam menangkal radikalisme guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI).

"Menjaga keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab kita sebagai Badan Otonom NU. Karena sebagai ormas terbesar di Indonesia, NU harus berada di garda terdepan dalam mewujudkan bangsa ini menjadi negeri yang damai," kata Wakil Ketua Komite Etik DPD RI ini.

Ustadz Felix Siaw

Ditegaskannya, sat ini merupakan momentum generasi muda terutama Banom NU dalam meraih kepemimpinan di negeri ini. "Namun semua itu dapat diperoleh bila saling bahu membahu untuk saling membesarkan dan memanfaatkan momentum yang ada," katanya.

Sementara itu, Mulia Banurea mengatakan, Banom NU di Sumut saat ini tengah gencar melakukan kaderisasi. Dengan banyaknya kader muda NU di Sumut, diharapkan sebagai tonggak pemersatu pemuda dan penentu bangsa ini.

"Dengan jumlah yang banyak dalam satu bingkai yang sama, tentu dapat menangkal radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI," kata Mulia yang juga Ketua KPU Sumut.

Ustadz Felix Siaw

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua PW GP Ansor Sumut Jasrul Lubis mengatakan, kebersamaan dan persatuan-kesatuan Banom NU di Sumut selalu terjalin dengan baik. Tugas berat sekarang tinggal merumuskan kebersamaan ini menjadi satu kekuatan besar dalam menjaga NKRI dan meraih kemenangan dalam setiap momentum yang ada.

"Kesempatan ini harus kita mulai dari diri kita dan menjalin kebersamaan antarsesama dan selalu mengikuti nasihat-nasihat Kiai NU. Dengan demikian cita-cita kita akan tercapai," kata Jasrul. (Hamdani Nasution/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren, Internasional Ustadz Felix Siaw

Selasa, 26 Desember 2017

LPBINU Tasikmalaya Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan

Tasikmalaya, Ustadz Felix Siaw. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBINU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat menggelar pertemuan khusus sembilan pengurus inti untuk merumuskan struktur dan program kerja, Jumat (17/3) di Rumah Makan Asep Stroberi Tawang Tasikmalaya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Abdul Wahid untuk meninjau dan memberikan arahan. Dalam arahannya, Kiai pendidik di Cipasung ini menuturkan LPBINU ini harus lebih meningkatkan keaktifannya dan menjadi pelopor untuk fastabiqul khoirot dengan lembaga lainnya di PCNU.

LPBINU Tasikmalaya Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Tasikmalaya Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Tasikmalaya Dorong Masyarakat Jaga Lingkungan

“Saya harapkan semua Lembaga yang menjadi bagian dari PCNU Kabupaten Tasikmalaya masa khidmat 2016-2021 ini semuanya aktif,” katanya.

Pertemuan ini menghasilkan beberapa program dan penyusunan pengurus termasuk menunjuk H Demi Hamzah Rahadian sebagai Ketua LPBI NU Kabupaten Tasikmalaya.

Ustadz Felix Siaw

Demi Hamzah menuturkan, LPBINU bukan hanya berpikir menjadi relawan bencana saja, tapi bagaimana kita sebisa mungkin mencegah bencana itu terjadi.

Mantan Sekretaris PC IPNU Kabupaten Cianjur ini melanjutkan, LPBI ini harus memberikan sosialisasi supaya alam ini bisa dijaga, pohon-pohon tidak ditebang, jangan buang sampah sembarangan.?

Menurutnya, LPBI juga haarus turun ke sekolah-sekolah, ke masyarakat, ke perkotaan untuk menggalakan kampanye menjaga lingkungan untuk mencerdaskan dengan memberi edukasi kepada masyarakat.

“Sebagai ketua LPBI NU tentunya saya ? tidak bisa bekerja sendirian. Saya mengaharapkan kerjasama antar seasama pengurus untuk mewujudkan program yang kita rumuskan bersama. Untuk waktu Terdekat kami akan mengirimkan 20 orang yang akan menjadi pasukan tanggap bencana LPBI untuk mengikuti pelatihan bersama Basarnas,” ungkasnya. (Husni Mubarok/Fathoni)

?

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Budaya, Quote, News Ustadz Felix Siaw

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

Subang, Ustadz Felix Siaw. Pembangunan lantai dua gedung Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama kabupaten Subang, hampir rampung. Kendati demikian, pengurus NU dan Nahdliyin sudah bisa menggunakan gedung baru ini untuk pelbagai macam kegiatan organisasi.

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Baru PCNU Subang Siap Difungsikan

"Tinggal sedikit lagi pembangunannya. Mudah-mudahan cepat selesai. Kita pengennya nanti bulan Muharom sudah bisa diresmikan," kata Ketua PCNU Subang KH Musyfiq Amrullah kepada Ustadz Felix Siaw usai rapat Reboan di kantor PCNU setempat, Rabu (24/9).

Gedung PCNU Subang ini, Kiai Musyfiq melanjutkan, akan difungsikan untuk rapat dan aneka kegiatan-kegiatan organisasi yang ada di bawah naungan PCNU Subang. "Nanti gedung ini untuk kegiatan-kegiatan lembaga, lajnah, banom, giliran nantinya hari ini yang pakai siapa, besok siapa, jadi setiap hari ada kegiatan terus," terang Kiai Musyfiq.

Ustadz Felix Siaw

Ia berharap, fasilitas gedung baru ini dapat menambah semangat dan motivasi bagi para pengurus untuk lebih aktif lagi dalam menjalankan roda organisasi PCNU Subang.

Ustadz Felix Siaw

Dari pantauan Ustadz Felix Siaw, penyelesaian renovasi gedung ini hanya butuh memasang plafon dan kaca jendela. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara, Humor Islam, Amalan Ustadz Felix Siaw

LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Logistik dalam Tanggap Bencana

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) mengadakan pelatihan bertajuk “Humanitarian Logistik Manajemen” di gedung PBNU, Jakarta, Rabu (10/8). Kegiatan tersebut akan berlangsung sampai dua hari ke depan.

LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Logistik dalam Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Logistik dalam Tanggap Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Tingkatkan Kapasitas Manajemen Logistik dalam Tanggap Bencana

Menurut Wakil Sekretaris LPBINU Yulistianto, pelatihan tersebut adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas pengurus LPBINU dalam manajemen tanggap darurat dalam urusan logistik. Sebab hal itu merupakan salah satu faktor yang menentukan.

“Bagiamana pasokan logistik sampai kepada penyintas (korban bencana). Yang jadi permasalahan ketika logistik terganggu, maka akan menimbulkan bencana susulan, yaitu korban setelah pasca bencana. Itu akibat logistik terlambat atau tidak sampai. Dan itu sebabnya gagalnya manajemen,” terangnya.

Ustadz Felix Siaw

Karena itulah, lanjutnya, manajemen logistik untuk meningkatkan kapasitas pengurus LPBINU sangat diperlukan sehingga mereka bisa membangun sebuah sistem mekanisme yang bisa menjalankan pendistribusian secara cepat dalam kondisi apa pun.

Ustadz Felix Siaw

Dengan pelatihan tersebut, peserta bisa melakukan manajemen logistik mulai dari menginventarisi benda-benda yang dibutuhkan, prediksi kendala dan cara menanganinya, alternatif rencana, mengsinkronkan semua pihak dengan penyintas.

“Dendan adanya manajemen dan perencanaan, kalau ada kendala bisa ditanggulangi dengan cepat dan tepat,” katanya.

LPBINU berupaya meningkatkan kapasitas tanggap darurat karena mayoritas rawan bencana adalah di basis-basis nahdliyin. Ini termasuk dakwah bil-hal (perbuatan) kepada warga NU dan mayarakat pada umumnya. ?

Pelatihan tersebut, pada hari pertama diisi dengan ragam materi. Di hari kedua, salah satu kegiatannya, peserta akan berkunjung ke gudang Bulog di Kelapa Gading. Sementara hari ketiga, melakukan penelitian dengna studi kasus manajemen tanggap bencana banjir Jakarta.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Kuehne Foundation, yang salah satu programnya manajemen di bidang logistik. Pelatihan tersebut diikuti 25 orang. Di antara mereka bersal dari pusat, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Renacananya kegiatan yang sama akan dilakukan di Semarang dengan melibatkan LPBINU di Jawa Tengah dan Yogyakarta. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Humor Islam, Khutbah Ustadz Felix Siaw

Kader Ansor Kencong Latihan Perang Bersama TNI

Kencong, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kencong, Jember, Jawa Timur, membuktikan kebulatan tekadnya untut turut melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Komitmen ini mereka tunjukkan dengan menggelar latihan peran di pantai Nyamplung Kobong, Gumukmas, Jember, (19/8). Tujuannya mempersiapkan fisik dan psikis untuk menghadapi berbagai ancaman terorisme di Tanah Air.

Kader Ansor Kencong Latihan Perang Bersama TNI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Kencong Latihan Perang Bersama TNI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Kencong Latihan Perang Bersama TNI

Peserta yang terdiri dari 150 anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tersebut dilatih tentang teknik dan taktik penanggulangan terorisme, termasuk dari gerakan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) yang santer diberitakan belakangan ini.

“Ya, kita siap lahir batin jika ISIS memang ada di Indonesia. Tapi kami harus selalu berkoordinasi dengan aparat kemanan,” ucap Ketua PC GP Ansor Kencong Abd Rohim kepada Ustadz Felix Siaw di sela-sela latihan.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Rohim latihan perang tersebut ditempatkan di pantai karena menyerupai kondisi di Iraq dan Suriah yang terdiri dari banyak gurun sahara. Sedangkan pelatihnya didatangkan langsung dari Kodim 0824 Jember yang lama bertugas  di Lebanon, yaitu I Made Kari.

Ustadz Felix Siaw

Para peserta dilatih cara menghadapi musuh, strategi bertahan dari serangan musuh dan sebagainya. Selain itu, peserta juga dibekali cara menyusup.  “Penyusupan ini penting, karena gerakan ISIS itu di Indonesia kan sembunyi-sembunyi. Jadi kami sudah punya bekal,” lanjutnya.

Ke-150 anggota Banser yang dilatih merupakan kader terpilih dari lima puluh ranting yang ada di PC GP Ansor Kencong. “Seratus lima puluh orang ini adalah kader pilihan yang sudah sering dikirim di daerah rawan keamanan dan bencana, seperti Aceh, bahkan ada seorang kader Banser yang pernah ikut berlatih di Libanon,” kata Kepala Staf Banser Kencong Miskad Widodo di lokasi acara.

Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama dua hari bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI ke 69. “Kegiatan ini sekaligus memperingati hari Kemerdekaan RI yang ke-69,” kata Yasin Yusuf, Sekretaris Cabang Pimpinan Ansor Kencong.

Para peserta latihan tampak bersemangat mengikuti latihan perang tersebut. Meski diterpa terik matahari, namun mereka tetap antusias mengikuti setiap materi latihan. Sementara I Made Kari mengaku bangga dengan semangat elemen masyarakat, termasuk Ansor dalam menyikapi keberadaan ISIS. “ISIS tidak cocok dengan falsafah bangsa Indonesia, karena itu harus kita lawan bersama,” tegasnya. (Aryudi A Razaq/Yasin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaNu, Internasional, Jadwal Kajian Ustadz Felix Siaw

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

Surabaya, Ustadz Felix Siaw. PW Aswaja NU Center Jawa Timur memastikan bahwa setiap Jumat akan mengunjungi sejumlah masjid untuk kian memasyarakatkan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) kepada kaum muslimin. Hal ini sebagai bentuk tanggung jawab demi menyelamatkan akidah umat dari rongrongan gerakan Islam yang cenderung ekstrem.

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Jumat, Mobil Aswaja Siap Sapa Sejumlah Masjid

"Kami telah memiliki mobil operasional dan akan dioptimalkan untuk menyapa masjid setiap Jumat," kata Direktur PW Aswaja NU Center, KH Abdurrahman Navis, Sabtu (22/8).

Mobil dengan jenis APV tersebut akan menyediakan sejumlah kebutuhan Aswaja. "Dari mulai buku, flash disk, dan selebaran Jumat," kata Wakil Ketua PWNU Jatim ini. Bahkan sejumlah pengurus dan anggota siap memberikan layanan tanya jawab seputar Aswaja dan pengetahuan agama Islam yang dibutuhkan masyarakat, lanjutnya.

Ustadz Felix Siaw

Kiai Navis, sapaan akrabnya sangat menyadari bahwa tantangan bagi tersebarnya Aswaja demikian berat. "Banyak masjid di sekitar kita yang telah dimasuki aliran Islam garis keras," ungkapnya. Dan untuk mengimbangi atau bahkan melawan gerakan ini, cara yang ditempuh adalah antara lain dengan melakukan sosialisasi ke sejumlah masjid tersebut.

Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya ini juga berharap agar gerakan PW Aswaja NU Center bisa dilakukan juga oleh banyak kalangan, khususnya para generasi muda. "Karena tantangan Aswaja ala NU semakin berat," pungkasnya.? (Syaifullah/Mahbib)

Ustadz Felix Siaw

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pondok Pesantren Ustadz Felix Siaw

Senin, 25 Desember 2017

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Jakarta, Ustadz Felix Siaw. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) akan menebar 1000 bunga di Bundaran Hotel Indonesia, jalan raya MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (26/6). Tebar bunga merupakan bagian dari aksi damai PP IPPNU dengan tajuk ‘1000 Bunga Untuk Indonesia Bebas Narkoba’.

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Besok, PP IPPNU Tebar 1000 Bunga Bebas Narkoba

Aksi damai ini rencananya akan diikuti oleh sedikitnya 80 orang. Mereka terdiri dari pengurus PP IPPNU, kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba, rombongan dan kader Badan Narkotika Nasional (BNN).

Selain membagikan bunga, peserta aksi ini membagikan stiker dan liflet yang bertuliskan semangat antinarkoba. Pembagian bunga dan stiker dimaksudkan untuk menyadarkan publik bahwa gerakan antinarkoba merupakan tanggung jawab semua pihak selain pemerintah.

Ustadz Felix Siaw

Aksi damai ini juga akan diramaikan dengan orasi oleh kader Laskar Pelajar Putri Antinarkoba Angkatan I. Orasi mereka bertajuk ‘Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba’.

Ustadz Felix Siaw

“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian pelajar NU atas masalah narkoba yang penyalahgunaannya terus meningkat terutama di kalangan remaja,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Senin (24/6).

Tujuan aksi ini, menurut Farida, diharapkan dapat menggugah kepedulian publik terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba. Selain itu, kalangan pelajar NU ingin mengajak masyarakat untuk menyelamatkan remaja Indonesia sebagai generasi bangsa agar terbebas dari pengaruh narkoba dan imbasnya.

Imbasnya antara lain, penularan HIV/AIDS dan penurunan daya pikir, tutup Farida.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tokoh, Lomba Ustadz Felix Siaw

Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

Turki, Ustadz Felix Siaw. Untuk kali pertama, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di kota Bursa, Turki menyelenggarakan acara perkenalan budaya Indonesia yang dikemas dalam program Endonezya ?le Bir Gün, atau "Sehari Bersama Indonesia" di Graha Budaya Prof Dr Mete Cengiz, Uludag University, Bursa, Rabu (27/4) waktu setempat.

“Acara ini merupakan implementasi dari suatu ide yang sangat brilian, juga merupakan acara perdana yang dilaksanakan di kota terbesar keempat di Turki oleh PPI Bursa. Hasilnya pun sangat memuaskan para penonton,” kata Pelaksana Konsulat Jenderal Indonesia di Istanbul, Harlan H. Hakim.

Ketua PPI Bursa Teuku Muammar Rizki mengatakan, acara ini didukung penuh oleh KBRI Ankara, KJRI Istanbul, serta Uludag University sebagai tuan rumah. ?

Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar Indonesia di Turki Tampilkan Ragam Budaya Nusantara

Sejak pukul 17.00 waktu Turki, pengunjung telah berdatangan dan langsung mengerumuni beberapa stan pameran yang menyuguhkan makanan-makanan khas nusantara serta beragam koleksi budaya yang langsung dibawa dari Indonesia.

Puncak acara terjadi pukul 20.30. Berbagai aliran musik dan tarian daerah ditampilkan, drama Rama-Sinta juga menjadi sajian menarik bagi pengunjung. Menjelang berakhirnya acara muncul sejumlah penari Saman yang langsung mendapat sambutan lebih? dari? 1500 penonton yang memenuhi ruangan terbesar di graha budaya tersebut.

Ustadz Felix Siaw

“Saya sangat surprise melihat kegiatan mahasiswa Indonesia di sini. Tahun depan jika kegiatan semacam ini akan diadakan lagi, kami siap memberikan dukungan penuh,” terang Rektor Uludag University, Prof Dr Yusuf Ulcay.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia melalui KBRI Ankara juga menjalin kerjasama dengan Uluda? University dalam bidang pendidikan. Rencana ini meliputi kerjasama dengan 10 universitas besar di Indonesia serta pertukaran pelajar antarkampus. (M Mu’afi Himam/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Doa Ustadz Felix Siaw

Ustadz Felix Siaw

HUT KE-71 RI, NU Guluk-Guluk Siapkan Tahlil Kemerdekaan dan Bakti Sosial

Sumenep, Ustadz Felix Siaw

Dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-71 kemerdekaan RI, sejumlah badan otonom NU Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mengagendakan serangkaian kegiatan.

Agenda ini dimotori Pimpinan Anak Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Guluk-Guluk bersama badan otonom NU setempat lainnya seperti Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU), Muslimat NU, dan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Guluk-Guluk.

HUT KE-71 RI, NU Guluk-Guluk Siapkan Tahlil Kemerdekaan dan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT KE-71 RI, NU Guluk-Guluk Siapkan Tahlil Kemerdekaan dan Bakti Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT KE-71 RI, NU Guluk-Guluk Siapkan Tahlil Kemerdekaan dan Bakti Sosial

Rencananya akan dilakukan bakti sosial perbaikan Tugu Kemerdekaan, lalu tahlil kemerdekaan, napak tilas sang pahlawan, dan renungan suci dengan 1000 lilin dengan melibatkan santri se-Kecamatan Guluk-Guluk.

Ustadz Felix Siaw

Kegiatan tersebut akan dilangsungkan pada Kamis (11/8) mendatang, dilanjutkan ke malam Kumat di lapangan Guluk-Guluk, lokasi gugurnya KH Abdullah Sajjad dalam agresi II Belanda? pada 4 Desember 1947.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Apalagi, KH Abdullah Sajjad memang pahlawan kemerdekaan RI. Beliau merupakan pelopor berdirinya Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk," ujar Ketua PCNU Sumenep, KH Pandji Taufik.

Ustadz Felix Siaw

Format kegiatan yang melibatkan santri, terangnya, juga selaras dengan sejarah kemerdekaan negeri ini. Sebab, kiai dan santri berperan besar sehingga negara ini keluar dari belenggu penjajahan. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Berita, Amalan, IMNU Ustadz Felix Siaw

Pemkab Lelet Tangani Banjir, GP Ansor Turun Tangan

Pamekasan, Ustadz Felix Siaw - Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan menilai aneh dengan leletnya Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam menangani bencana banjir. Sebab, sudah bertahun-tahun pusat perkotaan dilanda banjir tanpa adanya upaya serius menanganinya.

Mengatasi kondisi tersebut, organisasi yang dipimpin Fathorrahman tersebut turun tangan tiap kali banjir menerjang kota Pamekasan dan menimpa rumah-rumah penduduk setempat. Sampah-sampah yang menutupi gorong-gorong dibersihkan.

Pemkab Lelet Tangani Banjir, GP Ansor Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Lelet Tangani Banjir, GP Ansor Turun Tangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Lelet Tangani Banjir, GP Ansor Turun Tangan

"Tiap kali disoal, Pemkab selalu beralasan kekurangan anggaran untuk mengatasi banjir perkotaan. Aneh! Mereka menerima gaji dari pajak rakyat, tetapi tidak mau bekerja. Pengennya selalu bermanis ria di kantornya," kritik Ketua GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman, Rabu (10/2).

Menurut Dosen Universitas Madura tersebut, sejauh ini Pemkab beralasan masih butuh anggaran Rp23 miliar untuk menanggulangi banjir wilayah kota. Selain itu, masih butuh 5 tahun lamanya.

Ustadz Felix Siaw

"Masalahnya kan di pembersihan gorong-gorong. Bersihkan gorong-gorong itu, maka air hujan tidak akan meluap hingga ke jalan raya dan menyulitkan para pengendara," tekannya.

Ustadz Felix Siaw

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin menyatakan, pihaknya tidak bisa menyelesaikan pananggulangan bencana banjir tahun ini. Menurutnya, penyelesaian bencana musiman itu diprediksi akan selesai pada tahun 2021. Alasannya, anggaran yang tersedia tiap tahunnya sangatlah terbatas.

Dia menyatakan, meski telah mnyelesaikan masterplan penanggulangan bencana banjir wilayah perkotaan Pamekasan, atas kerjasama dengan Institut Tehknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, tapi dari hasil masterplan tersebut, masih membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengentaskan wilayah perkotaan dari bencana banjir.

Pada tahun ini, PU Pengairan akan memulai melakukan rehabilitasi dan normalisasi Kali Semajid. Namun, pelaksanaannya masih cukup rumit mengingat anggaran terbatas. Menurutnya, instansinya masih akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mencari dana rehabilitasi dan normalisasi Kali Semajid tersebut. (Hairul Anam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Makam, Kajian, Fragmen Ustadz Felix Siaw

Rakernas, Ormas-ormas Islam Perkuat Organisasi

Cimahi, Ustadz Felix Siaw - Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Pertama yang diselenggarakan di Kampus II Cipageran, Cimahi Utara, Jawa Barat. Rakernas berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa tanggal 15 dan 16 Mei.

Ketua Umum LPOI KH Said Aqil Siroj mengatakan, di dalam Rakernas tersebut ada beberapa agenda yang akan didiskusikan seperti merancang beberapa program kerja, penguatan organisasi, dan mengembangkan kemandirian organisasi.

Rakernas, Ormas-ormas Islam Perkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Rakernas, Ormas-ormas Islam Perkuat Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Rakernas, Ormas-ormas Islam Perkuat Organisasi

“Ada beberapa yang kita rapatkan antara lain program ke depan, organisasi diperkuat, dan yang paling penting lagi pendanaan,” kata Kiai Said usai membuka acara di Cimahi, Senin (15/5).

Ustadz Felix Siaw

Kiai yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PBNU itu menambahkan, warga ormas yang terutama berada di bawah yang tergabung dalam LPOI belum masuk menjadi warga LPOI secara langsung. “Ini masih di tataran atas, belum ke bawah. Warganya (ormas yang tergabung LPOI) belum menjadi warganya LPOI,” ucapnya.

Kiai Said mengungkapkan, selama ini LPOI sudah melaksanakan beberapa agenda dan kontribusinya untuk Indonesia seperti demo antinarkoba, pelatihan bela negara, anti radikalisme dan separatisme.

Ustadz Felix Siaw

“Banyak, seperti jihad antinarkoba, berlayar bela negara,” ungkapnya.

Menurut dia, ada dua hal yang diperjuangkan LPOI, yaitu agama Islam yang rahmatan lil alamin dan nasionalisme. “Ada dua prinsip yang kita perjuangkan, agama yang membawa rahmat dan yang kedua nasionalisme,” tutup Kiai Said.

Ada empat belas anggota LPOI, yaitu Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (PERSIS), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Mualaf.

Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan pimpinan-pimpinan ormas yang tergabung dalam LPOI. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Hikmah Ustadz Felix Siaw

LPPNU Kraksaan Mantapkan Organisasi dan Program Kerja

Probolinggo, Ustadz Felix Siaw - Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPPNU) Kota Kraksaan bekerja sama dengan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian (BKP4) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) dalam rangka memantapkan organisasi dan program kerja, Rabu (27/1).

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor PCNU Kota Kraksaan ini dihadiri oleh Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Katib Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Abdul Wasik Hannan, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Nasrullah A. Suja’i dan Kepala BKP4 Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono.

LPPNU Kraksaan Mantapkan Organisasi dan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
LPPNU Kraksaan Mantapkan Organisasi dan Program Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

LPPNU Kraksaan Mantapkan Organisasi dan Program Kerja

Pemantapan organisasi dan program kerja PC LPPNU Kota Kraksaan ini diikuti oleh 52 orang peserta terdiri dari 14 pengurus MWCNU dan 14 pengurus LPPNU MWCNU (Ketua, Sekretaris dan Bendahara) se- PCNU Kota Kraksaan.

Ustadz Felix Siaw

Ketua PC LPPNU Kota Kraksaan Yahyadi mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memantapkan organisasi serta terlaksananya program kerja PC LPPNU Kota Kraksaan. Program kerja PC LPPNU Kota Kraksaan masa khidmat 2015-2020 merupakan salah satu tindak lanjut dari hasil musyawarah kerja yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Hati di Dusun Toroyan Desa Rangkang Kecamatan Kraksaan.

“Penataan lembaga organisasi dan program kerja ini disusun sebagai acuan dalam menjalankan roda jam’iyah yang harus mengacu pada visi dan misi LPPNU Kota Kraksaan,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Yahyadi, adapun program kerja PC LPPNU Kota Kraksaan diantaranya melaksanakan pemantapan dan pengembangan organisasi. “Disamping juga melakukan pendampingan, pemberdayaan dan advokasi terknologi kepada pelaku komoditas hortikutura, tanaman pangan, perkebunan, lingkungan hidup serta ekplorasi kelautan, baik pelaku utama maupun pelaku usaha,” jelasnya.

Sementara Kepala BKP4 Kabupaten Probolinggo Nanang Trijoko Suhartono mengatakan pembangunan pertanian bukan tanggung jawab pemerintah saja, namun semua pihak diharapkan ikut berperan aktif mulai dari masyarakat petani itu sendiri, lembaga sosial kemasyarakatan, lembaga swasta dan lain sebaginya.

“BKP4 bersama LPPNU secara berkesinambungan membantu petani dalam peran pendampingan dan advokasi. Langkah awal telah dilaksanakan rakor bersama dalam pemantapan kelembagaan dan pemantapan program kegiatan LPPNU Kota Kraksaan tahun 2016,” katanya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Sunnah Ustadz Felix Siaw

Minggu, 24 Desember 2017

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Jombang, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Jombang, Jawa Timur tengah menyiapkan kegiatan Pesantren Aswaja (Ahlussunnah wal Jamaah) dan seminar deradikalisasi aliran anti Pancasila dan NKRI.?

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jombang Garap Pesantren Aswaja

Rencananya acara tersebut berlangsung selama tiga hari, sejak tanggal 16-18 September 2016 mendatang bertempat di Gedung Islamic Center Jombang.?

"Susunan kegiatannya, sebelum kegiatan Pesantren Aswaja berlangsung, lebih dulu kami menyajikan seminar deradikalisasi untuk seluruh kader PMII Jombang pada tanggal 16 September yang insyaallah akan disampaikan oleh pihak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang," kata Rizki Amalia, Ketua Pelaksana kegiatan ini, Ahad (27/8).?

Khusus saat kegiatan Pesantren Aswaja, delegasi peserta hanya dari Wakil Ketua III Bidang Keagamaan komisariat maupun rayon. "Pesertanya itu Wakil ketua III bidang keagamaan komisariat maupun rayon yang memiliki wawasan cukup prihal Aswaja dan siap dikader menjadi fasilitator Aswaja untuk follow up materi Aswaja di rayon maupun Komisariat," imbuhnya.

Disinggung terkait indikator kegiatan, ia menekankan pada kualitas out put kader yang didorong oleh dua belas pemateri handal, tujuh pemateri diantaranya dari Aswaja NU Center Jombang, dan lima pemateri dari pakar dan alumni PMII sendiri. "Mereka cukup mumpuni untuk menggembleng peserta menjadi ahli dalam bidang keaswajaan," tandasnya.?

Ustadz Felix Siaw

Pada gilirannya, lanjut dia, masing-masing diantara mereka sudah siap menjadi instruktur atau fasilitor tentang materi Aswaja di lintas komisariat dan rayon se-Jombang.?

Ustadz Felix Siaw

"Tidak hanya berhenti pasca kegiatan tersebut, nanti akan ada RTL sebagai pembekalan lebih lanjut para calon fasilitor Aswaja yang mesti siap dikirim ke rayon dan komisariat se-Jombang," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw RMI NU, Daerah Ustadz Felix Siaw

Ada Sistem Ijon dalam Dunia Medis

Kesehatan berada di persimpangan jalan, antara keberadaannya sebagai bagian dari hakikat kemanusiaan atau kesehatan yang telah diintegrasikan dengan kepentingan pasar. Sering terdengar istilah industrial medical complex. Jika di dunia modern para kapitalis bisa memanfaatkan apa saja untuk kepentingan bisnis, maka para pesakitan lebih bisa dimanfaatkan untuk itu.

Dokter Paulus Januar yang pernah aktif menjadi aktivis Forum Demokrasi (Fordem) bersama Ketua Umum PBNU KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada awal tahun 1990-an mengungkapkan keprihatinannya. Dalam sesi diskusi Ustadz Felix Siaw, Rabu (21/2) lalu, dinyatakan bahwa faktor utama sehingga dunia medis dapat dengan mudah dimanfaatkan untuk kepentingan bisnis adalah sebab adanya hubungan asimetris antara dokter dengan pasien.

”Kalau dokter menulis resep kita terima begitu saja kan? Berbeda dengan ketika kita beli barang di supermarket. Ini yang kemudian dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan obat,” katanya.

Yang terjadi, perusahan obat kemudian memberikan insentif-insentif kepada para dokter dalam bentuk komisi. Dalam fasal khusus di kitab-kitab kuning yang menjelaskan mengenai jual beli ada istilah sistem ijon yang dilarang dalam Islam yakni membeli buah muda yang masih berada di pohon dan akan diambil setelah buah itu matang atau siap dikonsumsi. Nah dalam dunia medis ternyata sistem ijon juga ada.

Ada Sistem Ijon dalam Dunia Medis (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada Sistem Ijon dalam Dunia Medis (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada Sistem Ijon dalam Dunia Medis

Ijon dalam pengertian Dokter Paulus semisal, perusahaan obat memberikan kredit mobil kepada para dokter kemudian para dokter membayar angsuran bulanan melalui komisi yang mereka peroleh ketika menulis resep obat dari perusahaan tertentu. Biasanya komisi bekisar antara 10 sampai 15 persen.

"Nah komisi itu yang diperhitungkan untuk membayar kredit mobil. Jadi orang sakit itu sudah diijon, artinya sebelum sakit sudah diperhitungkan,” katanya.

Ustadz Felix Siaw

Akibatnya para dokter terpacu untuk mengejar omset yang telah ditentukan oleh perusahaan yang memberi insentif. Jika sampai pada waktu tertentu komisi yang mereka peroleh belum mencapai target maka para dokter harus menambah resep tertentu sesuai dengan angsuran yang telah disepakati. Maka hal berikutnya yang lebih berhahaya adalah terjadinya pengobatan yang tidak rasional. Para pesien yang sebetulnya tidak perlu obat tertentu akhirnya diharuskan untuk membeli obat itu. Cara yang kedua bisa ditempuh dokter untuk mencapai target adalah dengan meninggikan dosis obat. Ini berbahaya.

Soal obat itu sendiri dikenal istilah obat generik yakni yang mereknya memakai rumus kimia dan dan non generik yang memakai merek perusahaan. Yang generik semisal bermerek asam afenamat, sementara yang non generik bermerek perusahaan seperti Ponstan. Keduanya berfungsi menghilangkan rasa sakit. Anehnya harga kedua model obat ini terpaut sangat jauh. Harga asam afenamat misalnya hanya mencapai Rp. 300 sampai 400-an tetapi ketika sudah ada merek Ponstan harganya bisa mencapai Rp. 3000,- Luar biasa untungnya.

Di lain pihak obat tradisional Indonesia yang terbukti manjur dan mujarap sulit masih ke lingkaran farma cob atau obat resmi dunia sehingga semua dokter bisa meresepkannya. Ada peraturan yang sangat ketat. Jamu Jago dan Air Mancur saja yang notabene perusahaan besar sulit masuk, apalagi yang biasa.

”Hegemoni dunia barat terhadap obat itu akan tetap berlangsung. Jangan kira obat tradisional kita yang manjur akan diterima,” kata Dokter Paulus.

Namun hegemoni tetap berlangsung dengan cara yang lain. Cukup banyak universitas dari Amerika yang menginventarisasi beberapa jenis obat tradisional lalu dibawa ke negara mereka. Misalnya di Dayak, ada beberapa daun yang mujarab mengatasi berbagai penyakit diambil sampelnya oleh dan dibawa ke Amerika untuk diteliti.

Ustadz Felix Siaw

Karena mereka punya cukup biaya sampel daun itu teliti lalu mereka keluarkan sebagai temuan mereka yang berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit ini dan itu dan mereka patenkan lalu dijual dan melalui resep dokter kita diharuskan beli obat punya kita sendiri itu dengan harga mahal. (A Khoirul Anam)



Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Tegal, Kiai Ustadz Felix Siaw