Ayat 1-5 dibacanya dengan lancar tanpa kendala. Ketika sampai pada ayat ke-6 yaitu kalimat ‘Ihdinassyiratal Mustaqim,’ santri salah melafalkan.
Saat itu santri mengucap ‘Ihdinassyiratal Mustaghim.’ Pak kiai pun membetulkan dengan lafal yang benar yaitu mustaqim, pakai huruf ‘qaf’ bukan ‘ghain’ tegas kiai. Tetapi tetap saja santri salah melafalkan.
Yang seharusnya dibaca ‘qaf’ malah di baca ‘ghain’ Hingga beberapa kali santri itu salah melafalkan sampai pak kiai pun geram dan naik darah.
| Barokah Tangan Pak Kiai (Sumber Gambar : Nu Online) |
Barokah Tangan Pak Kiai
Ahirnya pak kiai pun menjewer telinga santri. Santri pun sontak mengucap saqit, saqit, saqit. Akhirnya santri pun dapat melafalkan kalimat ‘Ihdinassyiratal Mustaqim’ dengan baik dan benar sampai ayat ke-7.Muhlisin, Santri asal Pati Jawa tengah, tinggal di Yogyakarta
Ustadz Felix Siaw
Ustadz Felix Siaw
Dari Nu Online: nu.or.idUstadz Felix Siaw Lomba, Cerita Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar