“Reaksi emosional dengan menggalang kekuatan dengan cara membuat karikatur besar-besaran sebagai bentuk dukungan dan wujud simpati atas tewasnya insan media justru bisa timbulkan reaksi balik yang lebih keras yang sama sekali tak diharapkan,” katanya kepada Ustadz Felix Siaw dalam siaran pers, Kamis (15/1).
| Menag Minta Kebebasan Pers Tetap Hormati Keyakinan Beragama (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menag Minta Kebebasan Pers Tetap Hormati Keyakinan Beragama
Menurutnya, kebebasan pers mestinya dilakukan dengan tetap menghormati keyakinan umat beragama, termasuk umat muslim yang tidak boleh menggambar wujud fisik Nabi Muhammad SAW. Sebaliknya, sebesar apapun kekecewaan dan amarah kita atas penghinaan seseorang terhadap keyakinan kita, tak lantas membolehkan kita main hakim sendiri dengan tindak kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain.Ustadz Felix Siaw
Rasulullah SAW, lanjutnya, mencontohkan saat dihina dan dilecehkan orang kafir, beliau justru mendoakan orang yang menghinanya itu, bukan membalas dengan kekerasan, apalagi membunuhnya. Semua silang sengketa mestinya diselesaikan dengan menempuh jalur hukum di pengadilan. Itulah cara beradab, bukan? dengan main hakim sendiri, apalagi dengan menumpahkan darah sesama kita.“Umat Islam Indonesia tak perlu terprovokasi dengan aksi tidak simpatik. Muslimin Indonesia harus tunjukkan bahwa esensi ajaran Islam adalah memanusiakan manusia, bukan justru menistanya,” tegasnya. (Mahbib Khoiron)
Ustadz Felix Siaw
Dari Nu Online: nu.or.idUstadz Felix Siaw Pendidikan, Nusantara, Internasional Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar