Jumat, 09 Juni 2017

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba

Karawang, Ustadz Felix Siaw. Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Jawa Barat berupaya menghidupkan tradisi NU dengan perlombaan. Aneka lomba yang dikemas dalam rangka memperingati Isra’ Miraj itu adalah baca tahlil, talqin, Al-Barjanzi, Juz Ama, kitab Al-Jurumiah, dan Safinah.

Kegiatan yang diikuti anak-anak pengajian dari sembilan desa di Kecamatan Kotabaru tersebut dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Huda, Desa Pucung Kamis (6/6).  

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kotabaru Hidupkan Tradisi NU dengan Lomba

Ketua pelaksana kegiatan Muhammad Nawawi mengatakan, kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan di Kotabaru. Tujuannya untuk memasyarakatkan kembali tradisi-tradisi keagamaan Nahdlatul Ulama yang mulai ditinggalkan masyarakat seperti membaca tahlil.

Ustadz Felix Siaw

“Kami ingin memunculkan kembali tradisi-tradisi NU di tengah-tengah masyarakat. Agar, ada regenerasi tokoh-tokoh agama untuk mengembangkan tradisi NU di masyarakat," kata Nawawi, di Pondok Pesantren Al Huda pada Kamis (6/6), seusai acara.

Ustadz Felix Siaw

Menurut Nawawi masyarakat Kotabaru menyambut dan mengikuti kegiatan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti perlombaan yang mencapai lebih dari 150 orang.

Kegiatan ini, sambung dia, juga dipadukan dengan kegiatan istghosah kubra dan pelantikan ranting NU se- Kecamatan Kotabaru, "Insya Allah ini akan menjadi kegiatan rutin kami setiap tahun. Masyarakat juga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Soalnya ini baru pertama kali dilaksanakan," paparnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua PAC GP Ansor Kotabaru Nana Nuryadin mengatakan, dewasa ini mulai memudarnya tradisi-tradisi NU di masyarakat, terutama dikalangan generasi muda NU.

Oleh karena itu, tambah dia, GP Ansor ingin melakukan regenarasi dan juga memperkenalkan tradisi-tradisi NU pada generasi muda sejak dini. Maksudnya, agar mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, "Ketika ada acara syukuran kelahiran anak misalnya, yang mengisi itu orang tua saja, anak mudanya gak ada. Oleh sebab itu, ini harus ada pembinaan dalam agar memiliki keahlian dalam menjalankan tradisi-tradisi NU," ucapnya.

Di akhir pemaparannya, Nana meminta dukungan semua pihak agar regenerasi kader NU ini bisa berjalan dengan baik, “Untuk melakukan regenerasi ini, diperlukan dukungan dari semua pihak. Ini adalah cikal bakal pengajian NU yang harus tetap dijalankan," pungkasnya.

Redaktur      : Abdullah Alalwi

Kontributor  : Ahmad Syahid

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Pesantren Ustadz Felix Siaw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar