Ketua panitia Syukron Adnan Amin mengatakan, acara ini dirasa penting karena di satu sisi Idul Fitri harus disambut dengan penuh kegembiraan sebagai wahana silaturahmi. Namun di sisi lain, suasana bermaaf-maafan itu harus diisi dengan permenungan atas segala khilaf yang telah dilakukan, serta kembali meneguhkan niat-niat baik untuk dikerjakan di hari berikutnya.
| Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Madrasah Ibtidaiyah Ketitang Ajak Warga Muhasabah
“Mudah-mudahan dengan digelarnya acara ini, kita semua dapat kembali mengingat kesalahan-kesalahan kepada guru, orang tua, sahabat atau siapa saja. Hingga bermaafan tidak hanya sebatas pada lisan dan ucapan,” ungkapnya.Ustadz Felix Siaw
Muhasabah ini dipimpin oleh Kiai Ahmad Zuhri-Adnan. Dalam taushiyah yang mengundang haru di tengah peserta tersebut, ia mengingatkan tentang makna penting di balik perayaan Idul Fitri sebagai hari bermaaf-maafan dan silaturahmi.“Mari kita renungkan kesalahan-kesalahan yang pernah kita perbuat, baik secara sengaja atau pun tidak kepada orang-orang di sekitar kita. Menerima kesalahan orang lain rasanya begitu sakit dan berat, maka memohon maaf pun harus dengan hati yang tulus dan berkesungguhan,” katanya.
Ustadz Felix Siaw
Namun sebaliknya, lanjut Ahmad Zuhri, memberikan maaf kepada orang yang pernah melakukan kesalahan harus dengan prinsip kemurahan hati, tanpa dipersulit, dengan harapan kesalahan tersebut tidak terulang bahkan diperbesar lagi.“Intinya, hari bermaaf-maafan bukan hanya di mulut dan jabat tangan saja, melainkan dari hati ke hati, dan kembali membangun niat lebih baik lagi” jelas Ahmad Zuhri. (Sobih Adnan/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Habib, Nasional Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar