Ia mengatakan, Resolusi Jihad muncul setelah Presiden Soekarno berkonsultasi kepada KH Hasyim Asy’ari dan meminta bantuan terkait situasi genting Indonesia yang baru sebulan memproklamasikan kemerdekaannya. Melalui Resolusi Jihad, pecahlah pertempuran heroik pada tanggal 10 November yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
| Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asy’ari (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menkopolhukam: Kita Dapat Titipan dari KH Hasyim Asy’ari
“Kita ketitipan warisan dari Kiai Hasyim Asy’ari, yakni warisan kemerdekaan,” katanya di hadapan ribuan warga yang memadati Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (21/10) malam, dalam acara pembacaan shalawat Nariyah sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional.Ustadz Felix Siaw
Menurutnya, setelah kemerdekaan ini dinikmati perjuangan bangsa Indonesia masih belum selesai. Warisan kemerdekaan tersebut, katanya, mesti dijaga dan diisi bersama-sama dalam rangka mewujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, bukan untuk diri kita sekarang melainkan pula untuk generasi yang akan datang.Turut hadir dalam kesempatan ini Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin, Katib ‘Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Helmy Faishal Zaini, Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf, Mustasyar PWNU DKI Jakarta KH Maulana Kamal Yusuf, pejabat daerah setempat, dan segenap pengurus syuriyah dan tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.
Ustadz Felix Siaw
Acara pembacaan shalawat Nariyah tersebut menjadi bagian dari agenda Pembacaan 1 Miliar Shalawat yang digelar secara serentak di Indonesia. Selain di Jakarta, pembacaan shalawat Nariyah juga dipusatkan di Lamongan, Lirboyo, Pasuruan, Situbondo, Lampung Tengah, Balikpapan, dan Samarinda. (Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Warta, Budaya, AlaSantri Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar