Kamis, 08 Maret 2018

6 Cara Peningkatan Amal Selepas Ramadhan

Jember, Ustadz Felix Siaw - Bulan Ramadhan adalah bulan pendidikan dan latihan (diklat) bagi umat Islam. Berhasil atau tidaknya diklat tersebut, indikasinya bisa diteropong dari amal perbuatannya setelah Ramadhan. Meningkatkah ibadahnya atau semakin kendur. Di situlah penilaian keberhasilan Ramadhan.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pengurus Cabang Lembaga Pendidikan Ma’arif Kabupaten Jember, Jawa Timur Ustadz Hobri Ali Wafa saat menjadi khatib shalat idul fitri di Masjid Darussalam, Jl. Jayanegara No, 22 Jember, Rabu (6/7).

6 Cara Peningkatan Amal Selepas Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Cara Peningkatan Amal Selepas Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Cara Peningkatan Amal Selepas Ramadhan

Menurutnya, untuk melakukan peningkatan amal tersebut, dapat diupayakan melalui enam cara. Pertama, musyaratah. Artinya, mengawali bulan Syawal hendaknya diawali dengan tekad yang bulat? untuk betul-betul berupaya meningkatkan amal.

Kedua, muraqabah. Yaitu memantau diri atau merasakan bahwa Allah memantau. Jika sikap ini dimiliki, siapa pun tidak akan main-main dalam pelaksanaan tekad tersebut. "Ketiga, muhasabah, yaitu melakukan introspeksi sejauh mana pelaksanaan tekad yang diikrarkan tersebut. Apakah terlaksana dengan baik, atau terlaksana tetapi dipenuhi dengan kelalaian, atau tidak terlaksana sama sekali," tukansya.

Ustadz Felix Siaw

Sedangkan yang keempat adalah muaqabah, yaitu memberikan sanksi terhadap kelalaian dalam pelaksanaan tekad tersebut. Sebab, bila kelalaian itu tidak diberikan sanksi, dikhawatirkan kelalaian serupa akan terulang kembali.

Ustadz Felix Siaw

Kelima, mujahadah, yaitu mengerahkan segenap kemampuan yang ada pada diri untuk memperbaiki kelalaian. "Keenam, taubikh wa muatabah, yaitu koreksi diri. Dengan cara ini kita menyadari bahwa amal-amal kita penuh dengan kekurangan sehingga ke depan berupaya ditingkatkan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Ketua LTN NU Jember Ustadz Aryudi A. Razaq yang menjadi imam/khatib di masjid Al-Falah Kecamatan Patrang, dalam khotbahnya mengimbau agar hari raya kemenangan ini disyukuri dalam bentuk kegiatan yang positif. Bergembira tak dilarang. Bersukaria pun boleh. Namun semua itu tak boleh membuat umat Islam lalai dengan tugas dan kewajibannya selaku hamba Allah dan kholifah fil ardli.

"Yang jelas pesta pasti berakhir, kegembiraan juga akan berlalu. Karena itu, marilah kita bersiap-siap untuk berjuang meraih kemenangan lain di masa-masa yang akan datang di belantara kehidupan yang maha luas," tukasnya. (Red: Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw Nusantara Ustadz Felix Siaw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar