Namun ? demikian Kepala Sekolah MAN 3 Binti mengaku hal itu tidak akan terwujud tanpa program baik yang menyokong ? yaitu, Ma’had Al-Qolam.
| Ma’had Al-Qolam MAN 3 Perdalam Religi Santri, Unggul dalam Prestasi (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ma’had Al-Qolam MAN 3 Perdalam Religi Santri, Unggul dalam Prestasi
Madrasah nomor satu di Malang ini memiliki program unggulan, Ma’had Al-Qolam yang membidik peserta didiknya untuk mempelajari islam secara mendalam sekaligus mempraktikkannya dalam aktivitas sehari-hari.Ustadz Felix Siaw
“Jika di sekolah para siswa belajar secara teori dalam semua mata pelajaran, di Ma’had mereka akan diajari agama sebagai kontrol prilaku, memiliki akhlaqul Karimah, dan berbagi dengan sesama. Karena semua ilmu tidak akan ada nilainya tanpa diimbangi dengan tindak-tanduk yang baik,” ungkap Binti selaku pimpinan MAN 3 Malang saat ditanya kenapa harus ada Ma’had.Awal berdirinya Ma’had MAN 3 Malang adalah berbentuk Asrama, dan itu diperuntukkan untuk siswa dari luar kota dan tidak memiliki tempat singgah. Namun seiring berjalannya waktu, asrama yang dikelola dengan sistem pesantren ini memunculkan siswa-siswa berprestasi dibanding dengan siswa yang tidak tinggal di asrama. Karenanya diputuskan jika asrama bermetamorfosis menjadi Ma’had dengan mengadopsi nilai-nilai pesantren untuk menggodok para siswa MAN 3.
Ustadz Felix Siaw
Ma’had Al-Qolam berdampingan langsung dengan sekolah MAN 3 Malang di jalan Bandung nomor 7 Malang. Ma’had ini menjadi rujukan madrasah-madrasah lainnya baik dalam maupun luar kota yang ingin memiliki program yang sama karena melihat kolaborasi yang apik antara MAN 3 dan Ma’had al-Qolam dalam mendidik siswa.Tidak hanya sains yang siswa kuasai, namun dalam bahasa Arab, kesadaran akan sholat jam’ah para siswa, hingga sholat tahajud tanpa pemaksaan sudah berjalan dengan sendirinya.
Kegiatan rutin santri dimulai dari pukul 03.30 dini hari, semua santri berkumpul untuk sholat subuh, taklim dan mendengarkan kultum, dilanjut 05.15-16.30 sarapan bersama prepare sebelum berangkat sekolah. 15.35-17.00 Ma’had memiliki kegiatan mandiri, Ekstrakurikuler dan character Building, hal ini berlanjut pada pukul 17.30-19 sholat Maghrib berjama’ah, Ta’lim dan Sholat Isya, pukul 19.45 para santri mendapatkan tutorial dalam bidangnya dan belajar bimbingan sesuai bakat, kemudian istirahat dan dilanjut Sholat Tahajud.
Binti menuturkan, untuk siswa yang masih asing dengan sistem Pesantren tidak usah khawatir karena Ma’had Al-Qolam memberikan orientasi para siswa-siswa baru. “Karena sekarang pembelajaran di Ma’had pun ada kelas-kelas sesuai dengan kemampuan dan bakat yang dimiliki siswa, dan ini tentu akan sangat membantu proses pembelajaran mereka,” jelas Binti.
Salah satu siswi yang merasa beruntung mengenyam pendidikan pesantren di Ma’had Al-Qolam adalah Nabilah Rohadatul ‘Aisy, pemegang medali emas tingkat Nasional dalam olimpiade Kimia.
Nabila mengaku sangat terlayani dengan baik segala bakat dan minatnya. “Di Ma’had saya bisa menemukan teman belajar, bimbingan yang terus bisa saya lakukan setiap harinya dan ilmu agama yang sebelumnya hanya saya tahu sebagai rutinitas saja, kelak saya ingin jadi penda’i dan peneliti dalam sains,” papar siswi yang akrab dipanggil Nabilah itu. (Diana Manzila)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Santri Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar