Seorang penabuh rebana Briptu Sudarsono bercerita, tim hadroh Polres Grobogan mengawali latihan tabuh rebana pada Juni 2013 lalu. “Hanya dalam satu bulan kami diminta tampil kali pertama di acara shalawat bareng Habib Syekh bin Abdul Qodir As-Segaf di alun-alun Purwodadi Grobogan pada Juli 2013,” ujarnya.
| Grup Hadroh Polres Grobogan Meriahkan Harlah ke-88 NU (Sumber Gambar : Nu Online) |
Grup Hadroh Polres Grobogan Meriahkan Harlah ke-88 NU
Kalau ada sholawatan di Grobogan Insya Allah kami selalu hadir. Selain di Grobogan, sebelum ini kami pernah tabuh rebana di Tuban atas instruksi dan ajakan dari Gus Aslam, tambahnya.Ustadz Felix Siaw
Sudarsono menyatakan senang berkumpul dengan para pecinta shalawat.Ustadz Felix Siaw
Peringatan Harlah ke-88 NU ini melibatkan Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) Jateng dan Ketua Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Jateng, H Adi Setiawan.Sementara komunitas pecinta shalawat yang hadir antara lain mereka yang menamakan diri “Mafia Shalawat” asal desa Toroh, Purwodadi.
Sejumlah pengamen jalanan pun turut memeriahkan acara ini. Mereka menembangkan dua lagu populer bagi warga nahdliyyin, Syair Tanpo Waton dan tembang Ilir-Ilir.
Usai bershalawat, seluruh hadirin disuguhkan tayangan singkat berdurasi sekitar 10 menit film dokumenter perihal sejarah kelahiran Nahdlatul Ulama. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Pendidikan Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar