Lebih jauh ia menyatakan, pentingnya penggalian kembali sejarah Indonesia di awal revolusi. Karena ia menyayangkan kenyataan sejarah saat ini, bahwa masih banyak tokoh-tokoh yang memegang peranan penting tetapi belum tercatat dalam sejarah.
| Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur (Sumber Gambar : Nu Online) |
Layak Pahlawan Nasional, STAINU Malang Soroti Perjuangan KH Masjkur
“Kita tahu, sejarah tidak mencatat dengan baik peranan para ulama dalam perjuangan Indonesia. Sehingga mereka menjadi para pejuang yang besar jasanya tapi mastur (tersembunyi). KH Masjkur adalah salah satu contohnya,” kata Pujiono kepada Ustadz Felix Siaw, Senin (18/5).Ustadz Felix Siaw
Pujiono mengatakan, dirinya menilai KH Masjkur memiliki jasa besar setidaknya dalam hal jihad membela tanah air dari tangan penjajah. Inilah jihad dalam makna sesungguhnya.“Resolusi Jihad itu siapa yang menyangkal itu bukan jihad? Itulah Jihad dalam arti yang sebenarnya, yakni jihad dalam arti melepaskan tanah airnya dan umat Islam dari tangan penjajah. Kiai Masjkur berperan di dalamnya dengan memimpin laskar Sabilillah,” katanya.
Ustadz Felix Siaw
Dia menjelaskan, perlu dicatat disini bahwa Kiai Masjkur menjadikan desanya sebagai salah satu pusat pertahanan pasukan Hizbullah dan Sabilillah, baik dalam melawan agresi militer Belanda I dan II. Malang adalah benteng pertahanan terakhir saat terjadi agresi militer Belanda I dan II. “Jika menyebut malang sebagai benteng pertahanan, maka maksudnya adalah Singosari, di mana di sana ada KH Masjkur,” tambahnya.Namun demikian, Pujiono juga menghendaki kajian sejarah yang lebih mendalam tentang peran perjuangan KH Masjkur ini.
“Kami setuju bahwa Kiai Masjkur layak jadi pahlawan. Tapi ini tidak bisa serta-merta demikian, melainkan membutuhkan kajian ulang yang lebih mendalam,” pungkasnya. (Ahmad Nur Kholis/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Ustadz Felix Siaw Nusantara Ustadz Felix Siaw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar