Rabu, 21 September 2016

Puasa itu Tameng Jiwa dan Zakat Raga

Demak, Ustadz Felix Siaw. Nilai puasa di sisi Allah sangat bergantung pada niat, tujuan, dan kualitasnya. Semakin ia berkualitas, semakin tinggi nilainya di sisi-Nya. Begitu pula sebaliknya puasa yang kualitasnya sekadar menahan lapar dan dahaga, ia tidak bernilai apa-apa di sisi Allah.

Selain sebagai pemenuhan rukun Islam yang kedua, puasa juga merupakan sarana membentengi jiwa dari berbagai hal yang merugikannya. Puasa adalah tameng. Tameng yang kuat akan mampu menghalau godaan hawa nafsu.

Puasa itu Tameng Jiwa dan Zakat Raga (Sumber Gambar : Nu Online)
Puasa itu Tameng Jiwa dan Zakat Raga (Sumber Gambar : Nu Online)

Puasa itu Tameng Jiwa dan Zakat Raga

Ash-shaumu Junnatun (puasa itu ibarat tameng), yang namanaya tameng harus yang kuat, terbuat dari baja biar tidak tembus peluru,” ujar KH Zainal Arifin Maksum (Gus Zen), Pengasuh Pesantren Fahul Huda Karangggawang Sidorejo, Sayung, Demak, Jateng, di aula pesantren setempat, Selasa (9/7) pada acara khataman kitab Shahih Bukhari dalam kajian Ramadlan.

Ustadz Felix Siaw

Selain sebagai tameng, lanjut Gus Zen, puasa juga merupakan implementasi zakat raga. Menurutnya, puasa selain bisa mengekang nafsu seseorang juga bisa sebagai pembersih dirinya bagaikan dermawan mengeluarkan sebagian hartanya untuk fakir miskin.

Ustadz Felix Siaw

Likulli syaiin? zakatun, wa zakatul jasadi ash-shaumu (segala sesuatu itu ada zakatnya dan zakatnya badan itu puasa,” imbuhnya.

Selama 20 hari di bulan Ramadhan tahun ini, Pesantren Fathul Huda mengaji beberapa kitab yang diasuh oleh keluarga kiai dan dewan guru pesantren setempat. Di antaranya KH Zaenal Arifin Makshum mengaji Shahih Bukhari 4 juz, Gus Luthfinnajib mengaji Riyadhush Shalihin, dan Nyai Hj Khiyarotun Nisa Zen mengaji Faraidhul Bahiyyah, dan masih kitab-kitab rujukan NU lainnya. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Ustadz Felix Siaw AlaSantri, Syariah, Ubudiyah Ustadz Felix Siaw

Tidak ada komentar:

Posting Komentar